MY TEACHER IS MY (EX)BOYFRIEND

Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D This story is mine. Not for commercial.

Author : Lee Rae Ra / Iqlima

Genre : General, Romance

Rate : T

Length : Sequel

Summary : (New) Guru baru di sekolah Jaejoong adalah pacarnya dulu! Belum sempat putus tapi sudah pergi. Dan kini mereka berusaha menjalin hubungan lagi tetapi diganggu oleh penganggu! YunJae!

MY TEACHER IS MY (EX)BOYFRIEND

Jaejoong menghempaskan tubuhnya di samping Changmin yang sudah terlebih dahulu duduk manis di bangku pesawat. Jaejoong membalas senyum Yunho ketika Yunho tersenyum kepadanya. Tapi senyuman Jaejoong berubah menjadi cemberut ketika melihat Ara yang senantiasa menempel pada Yunho.

"Guru gila itu ya, hyung? Sudah, jangan pikirkan dia." Kata Changmin begitu melihat raut wajah Jaejoong yang keruh.

Jaejoong menggeleng. "Aku memang tidak memikirkannya, tapi aku hanya kesal padanya. Apalagi nanti dia yang akan jadi pengawas di bus kita."

Changmin terkikik geli. Jaejoong memang belum tahu kalau Yunho sudah menyogok Kepala Administrasi agar Ara diganti. Memang kemarin Yunho sudah memberitahu Changmin dan meminta agar Changmin tidak memberitahu Jaejoong.

"Changmin, kau bawa kamera?" tanya Jaejoong.

Changmin menggeleng. "Untuk apa? Hyung kan pasti bawa kamera, biasanya kan aku juga menumpang foto di kamera hyung."

Jaejoong menjitak kepala Changmin pelan. Suara pramugari terdengar dari speaker bahwa pesawat akan take off.

"Hei, taruh dulu camilanmu! Pasang dulu seatbelt nya!" tegur Jaejoong saat melihat Changmin masih asyik makan.

"Bawakan." Pinta Changmin manja.

Jaejoong menerima camilan Changmin dan membawanya sementara Changmin memasang sabuk pengaman.

"Ini." Kata Jaejoong sembari memberikan camilan itu kepada pemiliknya.

Pesawat mulai bergetar dan kemudian lepas landas. Sepanjang perjalanan, tentu saja Jaejoong tak henti membidikkan kamera miliknya, mengabadikan setiap momen dan pemandangan yang ada.

: MY TEACHER IS MY (EX)BOYFRIEND :

Pesawat akhirnya berhenti di Jeju International Airport. Para penumpang segera mengemasi barang bawaan mereka dan turun dari pesawat.

Yunho sangat lega bisa turun dari pesawat. Selama perjalanan, Ara terus menganggunya dengan berusaha mengajaknya mengobrol. Yunho benar-benar terganggu, apalagi ditambah dengan Yoochun dan Junsu yang sibuk pacaran.

Yunho bersama guru yang lain pun memimpin para siswa. Mereka menunggu bagasi mereka dengan sabar sampai semua siswa sudah mendapatkan barang bawaan mereka kembali.

Di depan bandara, deretan bus yang akan membawa para siswa sudah menunggu. Setelah menaruh kopernya ke dalam bagasi bus, Yunho langsung memerintahkan siswa kelas 2A dan 2B untuk masuk ke dalam bus pertama dan memasukkan tas serta koper mereka ke dalam bagasi bus.

Setelah semua siswa masuk, Yunho bersiap menaiki bus. Tapi langkahnya terhenti begitu mendengar suara yang sangat tak asing di telinganya.

"Yunho Oppa!"

Dengan senyum yang dibuat-buat, Yunho menoleh ke asal suara. "Ah, ada apa Miss Ara?"

"Kita satu bis kan? Kenapa bagasi sudah ditutup? Aku belum memasukkan koperku." Kata Ara riang.

Yunho menunjuk ke pintu bis, di mana Baek seongsaenim sedang menyandar, menunggu Yunho menyelesaikan urusannya dengan Ara.

"Partner ku Baek seongsaenim." Kata Yunho enteng.

"Tapi, bagaimana bisa?" tanya Ara terkejut.

"Petugas administrasi menggantinya. Kau ada di Bus 3. Silahkan ke sana, Miss. Rombongan akan segera berangkat." Kata Yunho, lalu bergegas masuk ke dalam bus.

Yunho dan Baek seongsaenim duduk di bangku terdepan. Sebelum duduk, Yunho menyempatkan diri tersenyum pada Jaejoong yang duduk di bangku deret keempat dari depan.

: MY TEACHER IS MY (EX)BOYFRIEND :

"Ke mana tujuan pertama kita, hyung?" tanya Changmin.

Jaejoong membuka tas pinggangnya dan mengeluarkan selembar kertas. Itu kertas yang dibagikan bersamaan dengan formulir wisata, yang berisi tujuan wisata.

"Bunjae Artpia. Wah, namanya ada 'Jae' nya! Seharusnya BooJae, bukan Bunjae!" kata Jaejoong senang.

"Ah, di sana? Bosan.." keluh Changmin.

"Memang ada apa?"

"Isinya hanya tanaman. Tapi tempat itu indah dan cukup ramai. Tanaman-tanamannya bagus-bagus dan banyak sekali. Kau pasti senang di sana, kau kan suka sekali berkebun." Jawab Changmin.

Jaejoong mengangguk mengerti. Ketika kemudian bus sudah memasuki area Bunjae Artpia, Jaejoong terpana.

"Banyak sekali tanamannya!" seru Jaejoong senang.

Ketika bus berhenti, para siswa berkumpul dan Jin seongsaenim memberikan pengarahan. Mereka di sini hanya selama dua jam, jadi tepat dua jam ke depan mereka harus kembali ke bus.

"Jadi jam setengah satu kita harus kembali ke sini lagi, ya?" tanya Jaejoong sambil melihat ke jam tangannya.

Changmin mengangguk. "Ayo kita cepat hyung. Katanya hyung mau lihat tanaman-tanamannya."

Para siswa segera berhamburan masuk ke dalam area Bunjae Artpia, melihat ribuan jenis tanaman dari berbagai negara. Jaejoong yang senang sekali dengan tanaman langsung heboh membidikkan kameranya. Tak jarang pula dia meminta Changmin memotretnya bersama dengan tanaman jenis tertentu yang tak pernah ditemuinya.

Dari jauh, Yunho terus mengamati Jaejoong. Dia lega karena Jaejoong selalu ada di sisi Changmin, sehingga Changmin bisa menjaganya.

"Yunho Oppa, kenapa tiba-tiba petugas administrasi mengganti posisiku?" tanya Ara.

Yunho kaget melihat Ara yang tiba-tiba ada di sisinya. Kemudian dia menggeleng.

"Aku tidak tahu, Baek seongsaenim yang memberitahuku kalau sudah diganti." Bohong Yunho.

"Tapi kenapa tidak ada yang memberitahuku?" tanya Ara kecewa.

Yunho kembali menggeleng. Matanya terus mengikuti pergerakan Jaejoong.

"Ah, aku pergi dulu!" kata Yunho begitu dilihatnya Jaejoong menghilang dari pandangannya.

Tapi Ara tidak kenal kata menyerah. Selama ini dia tidak pernah gagal menaklukkan pria, dan dia menganggap Yunho sebagai tantangan tersendiri karena hanya Yunho yang tidak jatuh ke dalam pesonanya.

"Oppa, tunggu aku!"

: MY TEACHER IS MY (EX)BOYFRIEND :

Di dalam bus, Jaejoong mengamati hasil fotonya dengan senang. Apalagi foto-foto Yunho yang diambilnya secara diam-diam. Jaejoong terkikik geli, mengingat tadi ketika Jaejoong memergoki Yunho, Yunho selalu memalingkan wajahnya. Tapi Jaejoong juga sedikit terganggu karena di beberapa foto, Ara terlihat. Jaejoong sudah menyimpan dalam otaknya, agar nanti saat pulang dia meng-crop foto Yunho dan Ara, jangan sampai Ara tahu kalau dia punya foto berdua dengan Yunho.

"Hyung, aku tahu hyung senang, tapi jangan tertawa-tawa sendiri. Hyung jadi mengerikan." Komentar Changmin.

"Ah, biarlah! Yang penting aku senang. Itu tadi indah sekali, banyak sekali tanamannya. Andai di rumah aku punya koleksi tanaman sebanyak itu.." kata Jaejoong berharap.

"Hyung! Di rumah hyung sudah penuh tanaman begitu masih mau ditambah lagi?!" tanya Changmin.

"Kan enak.. Jadi waktuku berkebun bisa lebih lama.."

"Ah, hyung selalu begini kalau soal tanaman. Kali ini ke mana, hyung?" tanya Changmin lagi.

Jaejoong kembali mengeluarkan kertas tadi. "Kebun Raya Yeomiji."

Changmin melenguh. "Tanaman lagi? Mataku sudah bosan melihat tanaman." Keluh Changmin.

Tapi berbeda dengan Changmin, Jaejoong malah senang sekali bisa melihat tanaman lagi.

"Itu isinya apa? Tanaman jenis apa?" tanya Jaejoong senang.

"Itu adalah kebun raya terluas di Asia. Kebanyakan berisi tanaman anggrek tropis. Ada juga replika-replika taman terkenal di dunia. Indah sih, tapi tetap saja, tanaman."

"Wah, aku tidak sabar mengunjunginya!"

Bus terus melanjutkan perjalanan. Saat bus sampai di area Kebun Raya Yeomiji, ternyata sangat ramai. Tapi itu tidak mengurangi keantusiasan Jaejoong, mengingat kegilaannya pada tanaman.

"Ayo Changmin, kita foto-foto!"

: MY TEACHER IS MY (EX)BOYFRIEND :

Di dalam bus, Jaejoong kembali mengamati hasil fotonya. Jaejoong tersenyum senang melihat kebanyakan fotonya bagus-bagus. Jaejoong juga sempat berfoto berdua dengan Yunho, dan itu membuatnya sangat senang. Jaejoong menyesal mengapa tadi dia tidak berfoto bersama Yunho saat di Bunjae Artpia. Jaejoong bertekad akan foto berdua bersama Yunho di setiap tempat wisata yang mereka kunjungi.

"Hyung, kita ke mana lagi?" tanya Changmin sambil menguap.

"Gunung Halla."

"Hah? Gunung Halla? Serius, hyung?!" tanya Changmin tak percaya.

Jaejoong mengangguk. "Tentu saja. Memangnya ada apa?"

"Gunung itu romantis sekali, hyung. Apalagi ini musim gugur, pasti banyak sekali pasangan yang sedang berkencan juga bulan madu. Uh, kapan aku bisa berkencan?" tanya Changmin dengan wajah muram.

Jaejoong jadi terkikik lagi. Changmin tidak tahu bahwa Kyuhyun tinggal di kawasan Gunung Halla, bahkan keluarganya mempunyai resort besar yang sering disewa oleh pasangan yang berbulan madu.

Jaejoong mengeluarkan ponselnya dan mengetik pesan untuk Kyuhyun.

To : Evil Kyu

Kyu, kami sedang dalam perjalanan menuju Gunung Halla! Changmin kesal karena katanya Gunung Halla itu isinya pasangan yang sedang berkencan!

"Kirim pesan pada siapa hyung?" tanya Changmin tiba-tiba.

Jaejoong kaget, lalu segera memasukkan ponselnya ke dalam tas pinggangnya.

"Ah, hanya Umma." Jawab Jaejoong.

Aku ingin begini, aku ingin begitu

Ingin ingin ingin itu banyak sekali ~

Ponsel Jaejoong berbunyi tanda ada pesan masuk. Semua orang menatap ke arahnya. Jaejoong buru-buru nyengir pada semua orang yang menatap ke arahnya. Mana ada siswa SMA menggunakan ringtone soundtrack Doraemon? Jaejoong mengeluarkan ponselnya dan tersenyum ketika ada pesan dari Kyuhyun.

From : Evil Kyu

Ahh benarkah?! Hyung mampir ke rumah, ya? Umma masak banyak nih, kebetulan. Ajak Changmin juga, biar dia kaget.

Jaejoong tertawa membaca pesan dari Kyuhyun, membuat Changmin heran lagi.

"Sebenarnya ada apa sih, hyung? Kenapa dari tadi hyung senyum-senyum dan tertawa sendiri?"

Jaejoong menggeleng. "Ah, tidak. Aku hanya langganan pesan komedi, yang sekarang marak di televisi itu." Jawab Jaejoong asal.

: MY TEACHER IS MY (EX)BOYFRIEND :

Aku ingin begini, aku ingin begitu

Ingin ingin ingin itu banyak sekali ~

Yunho tersentak begitu mendengar irama yang sangat dikenalnya. Siapa lagi yang memakai ringtone seperti itu jika bukan Jaejoong? Yunho sendiri heran mengapa Jaejoong memasang mode suara pada ponselnya, padahal biasanya Jaejoong selalu memasang mode getar. Yunho juga geli sendiri mengingat bahwa ringtone ponsel Jaejoong sejak Yunho mengenalnya sampai sekarang tak kunjung berubah.

Yunho penasaran, Jaejoong mendapat pesan dari siapa. Kemudian dia mengeluarkan ponselnya dan mengetik pesan untuk Jaejoong.

To : BooJae

Boo, sedang berkirim pesan dengan siapa?

Begitu tanda pesan terkirim sudah muncul, kembali terdengar suara soundtrack Doraemon. Yunho menengok ke belakang dan terkikik geli begitu melihat para siswa sedang menatap Jaejoong dengan aneh.

"Siapa itu yang memakai ringtone Doraemon? Kekanak-kanakan sekali." Komentar Baek seongsaenim.

Yunho diam saja. Karena kalau dia menjawab, maka Baek seongsaenim akan bertanya dari mana Yunho tahu. Yunho tidak mau mengambil resiko akan hubungannya dengan Jaejoong. Sekolah tidak bisa menolerir hubungan antara murid dan guru. Yunho tidak masalah jika dia nanti dipecat karena berhubungan dengan murid, toh dia masih bisa bekerja di perusahaan Ayahnya. Tapi Yunho memikirkan Jaejoong. Yunho tidak mau Jaejoong dikeluarkan dari sekolah, karena jika itu terjadi, Yunho harus siap mati dibunuh keluarga Jaejoong.

Ponsel Yunho bergetar dan Yunho bergegas membukanya.

From : BooJae

Kyuhyun. Changmin dari tadi bersungut-sungut karena katanya Gunung Halla itu isinya orang pacaran dan dia tidak punya pacar. Jadi nanti aku akan berkunjung ke rumah Kyuhyun, kau tahu kan Kyuhyun punya resort. Biar nanti Changmin senang bisa bertemu dengan Kyuhyun di gunung yang ROMANTIS. Nanti Yunnie juga ikut ya, kita mengunjungi Kyuhyun sama-sama. XOXO

Sama seperti Jaejoong, Yunho tertawa, membuat Baek seongsaenim menatapnya dengan heran.

"BooJae? Siapa dia?" tanya Baek seongsaenim yang mengintip layar ponsel Yunho.

Yunho bergegas membalikkan ponselnya. "Ah, bukan siapa-siapa."

"Kekasihmu ya?" goda Baek seongsaenim.

Yunho mengangguk. Baek seongsaenim tersenyum.

"Apakah dia cantik?"

"Cantik sekali.. Kulitnya putih seputih susu, surai hitamnya sangat tebal dan indah, serta bibirnya yang merah seperti cherry. Dia sempurna.." jawab Yunho sambil membayangkan Jaejoong.

"Mirip dengan Kim Jaejoong."

DEG!

"Hah? Kim Jaejoong?" ulang Yunho, berusaha agar suaranya terdengar biasa saja.

"Apa kau tidak tahu siapa dia? Dia satu bis dengan kita! Kau kan juga mengajar kelasnya! Dia itu idola di antara para seme di sekolah ini. Dia juga sering dibicarakan para guru. Asal kau tahu saja, banyak guru yang sangat menyukai Kim Jaejoong. Saat kau masuk dulu, kukira kau akan langsung jatuh cinta dengannya, tapi ternyata kau sudah punya pacar." Jawab Baek seongsaenim enteng.

Kalau ini diibaratkan komik, kepala Yunho sudah ditumbuhi tanduk dan keluar asap dari telinganya. Wajahnya merah menahan marah.

"Dia idola para guru?" tanya Yunho dengan suara tercekat.

"Walaupun para guru sudah menikah, tapi mereka tak memungkiri kalau Kim Jaejoong itu sempurna. Dia lebih cantik dari wanita. Saat dia tak masuk sekolah karena sakit dulu, sebenarnya banyak guru ingin menjenguknya. Tapi karena mereka takut dicurigai, jadi mereka tidak menjenguknya." Jelas Baek seongsaenim lagi.

Yunho mengepalkan tangan kirinya, agar tidak kelihatan oleh Baek seongsaenim. Dia kesal mengetahui bahwa selama ini kekasihnya diidolakan para guru.

"Bahkan banyak guru yang ingin tidur dengannya." Bisik Baek seongsaenim.

Saat itu juga, rasanya Yunho ingin menghajar para guru yang telah mengidolakan kekasihnya. Baginya, Jaejoong hanya miliknya seorang dan dia tak mau orang lain berfantasi tentang Jaejoong.

"Ah, para guru bisa saja." Kata Yunho kesal.

Baek seongsaenim tertawa. "Untunglah aku tidak ikut menyukai Kim Jaejoong. Aku takut ketahuan Kepala Sekolah kalau berhubungan dengan murid."

Memangnya Jaejoong mau berhubungan denganmu? Kata Yunho sinis dalam hati.

: MY TEACHER IS MY (EX)BOYFRIEND :

Bus berhenti di tempat parkir Gunung Halla. Area parkir ramai sekali, menandakan banyak wisatawan yang datang hari ini. Tentu saja cuaca hari ini menarik orang untuk datang.

Ketika semuanya sudah turun dari bus, Jaejoong dan Changmin baru turun. Jaejoong langsung menghampiri Yunho yang sedang bersandar di badan bus.

"Yun, nanti ikut aku ya. Sekarang kita memperhatikan Jin seongsaenim dulu." Kata Jaejoong.

Yunho mengangguk dan mereka bertiga pun bergabung ke kerumunan siswa.

"Kita hanya ada di sini selama tiga jam, karena kita masih akan mengunjungi Pantai Junmun. Manfaatkan waktu kalian baik-baik karena Gunung Halla sangat indah. Sekarang mari kita makan siang dulu. Ikut saya." Kata Jin seongsaenim.

Para siswa dan guru pendamping pun segera mengikuti Jin seongsaenim menuju salah satu rumah makan.

"Yun, ayo ikut aku." Ajak Jaejoong sambil mengedipkan satu matanya.

Yunho yang mengerti langsung mengangguk.

"Hyung mau ke mana? Kenapa aku tidak diajak? Kita kan mau makan, ayo makan. Aku lapar." rengek Changmin.

"Aku memang mau mengajakmu. Masalah makanan, itu gampang. Ayo, ikut aku." Tukas Jaejoong.

Yunho dan Changmin berjalan mengikuti Jaejoong. Tidak lama, hanya lima menit berjalan kaki, mereka berhenti di depan sebuah resort yang bernama "Star Craft Resort".

"Resort apa ini? Kenapa namanya Star Craft begini? Apakah pemilik resort ini adalah seorang penggila game?" tanya Changmin heran.

Jaejoong hanya mengangkat kedua bahunya dan berjalan menuju bangunan yang ada di samping resort. Jaejoong mengetuk pintu dan kemudian keluarlah Kyuhyun.

"Hyung!" seru Kyuhyun sambil memeluk Jaejoong.

Changmin cengoh melihat Kyuhyun. Dia mengucek-ucek matanya, berusaha memastikan penglihatannya bahwa itu adalah Kyuhyun. Yunho yang ada di sampingnya hanya tertawa melihat tingkah Changmin.

"Dia memang Kyuhyun. Apa kau lupa? Kyuhyun kan tinggal di Jeju." Kata Yunho sambil meninggalkan Changmin dan menuju ke Jaejoong.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, Changmin langsung berbinar-binar. Sisi kekanak-kanakannya muncul, dia langsung berlari menuju Kyuhyun dengan gembira.

"Kyu! Aku lupa kau tinggal di Jeju!" seru Changmin.

Jaejoong mencibir Changmin. "Katanya jenius, tapi informasi semudah ini kau bisa lupa."

Kyuhyun tertawa. "Ya sudah yuk, kita masuk. Umma memasak banyak makanan. Kalian pasti lapar, kan?"

"Tentu!" seru Changmin, yang selalu bersemangat dalam urusan makan.

: MY TEACHER IS MY (EX)BOYFRIEND :

Jaejoong dan Yunho berjalan-jalan berdua di sekitar Gunung Halla. Mereka meninggalkan Changmin yang sibuk berduaan dengan Kyuhyun. Mereka berdua berjalan dalam diam, tak mengeluarkan sepatah kata pun.

"Boo, apa kita akan diam seperti ini terus?" tanya Yunho memecahkan keheningan.

Jaejoong menggeleng. "Aku tidak tahu harus bicara apa.."

"Obatmu semuanya lengkap?"

Jaejoong mengangguk. "Menurut Umma sih lengkap. Tapi kan kalau ada apa-apa, Boa noona bisa membantuku.."

"Hush! Jangan bilang begitu!" seru Yunho.

Jaejoong mengerucutkan bibirnya imut, membuat Yunho harus susah payah menelan ludahnya sendiri.

"Aku tidak mau kau sakit lagi. Kau harus tetap sehat sampai donor jantungmu dapat." Kata Yunho lembut.

Jaejoong mengangguk pelan. "Yunnie, tiba-tiba aku jadi merindukan Siwon.."

"Hah? APA?!" seru Yunho keras.

"Siwon, Choi Siwon. Apa kau lupa? Kau kan yang melarangku untuk dekat-dekat dengannya."

Yunho menggelengkan kepalanya cepat. "Kenapa tiba-tiba jadi membahas Siwon begini? Sudah, aku tidak mau membahas orang itu! Orang brengsek seperti itu dibawa-bawa. Kau bawa kamera kan? Sini kameramu, biar aku potret kau!" seru Yunho.

Jaejoong bingung melihat perubahan sikap Yunho. Tapi dia toh tetap menyerahkan kameranya pada Yunho, merasa bersalah karena telah membuat Yunho marah.

: MY TEACHER IS MY (EX)BOYFRIEND :

Bus berhenti di area parkir Pantai Jungmun, pantai yang sangat indah di Pulau Jeju. Banyak drama dan iklan yang menggunakan pantai ini sebagai lokasi syuting karena pantai ini sangat indah dan juga tidak terlalu ramai.

Changmin yang sangat menyukai air langsung berteriak senang dan langsung turun dari bus. Jaejoong hanya menggeleng-gelengkan kepala melihatnya.

Jaejoong mengeluarkan topi dari tas pinggangnya dan kemudian berdiri, turun dari bus. Yunho sudah turun terlebih dahulu dan Jaejoong berniat mengajak Yunho berjalan-jalan.

Jaejoong mendengus kesal begitu melihat Yunho sedang bersama Ara. Dengan mengendap-endap, Jaejoong menuju bagian belakang bus untuk mengintip mereka berdua.

"Kau tadi ke mana saja, Oppa? Aku putar-putar mencarimu tapi kau tak ada." Tanya Ara kesal.

Yunho menaikkan bahunya tak peduli. "Di Gunung Halla tadi? Aku di sana, tidak ke mana-mana."

"Tapi tadi aku mencarimu, kau tidak ada! Saat makan siang tadi pun kau juga tidak ada." Seru Ara.

"Oh, aku tadi sudah makan. Kebetulan temanku ada yang punya resort di sekitar Gunung Halla, jadi tadi aku mampir dan makan di sana." Jawab Yunho.

Mata Ara berbinar-binar, membuat Jaejoong hampir muntah melihatnya. Entah mengapa Jaejoong sangat tidak menyukai wajah Ara. Walaupun cantik, tapi terkesan murahan. Ya, memang murahan karena dia seringkali mengobral dirinya.

"Resort? Wah, besok kalau kita ke Jeju berdua, kita bisa menginap di resort temanmu itu kan?" tanya Ara senang.

Yunho mencibir. "Ke Jeju berdua? Denganmu?"

Ara mengangguk riang.

"Maaf saja, aku tidak tertarik." Kata Yunho enteng, lalu pergi meninggalkan Ara dan menuju pantai.

Jaejoong masih setia mengintip di bagian belakang bus. Dia melihat Ara menyedekapkan tangannya di dada.

"Hari pertama di Jeju dan aku sudah sangat gagal mendekatinya. Apakah aku harus langsung menciumnya? Matahari terbenam di Jungmun akan sangat indah dan akan sangat romantis jika aku dan Yunho Oppa berciuman!"

Jaejoong terbelalak. Dia tidak bisa membiarkan Ara mencium Yunho, karena Yunho hanya miliknya. Jaejoong merasa, sepertinya sekarang dia sudah ketularan virus posesif dari Yunho.

Jaejoong pergi dari tempat persembunyiannya dan mencari Yunho. Saat dia menemukan Yunho, Yunho terlihat sedang mencari-cari sesuatu. Jaejoong tersenyum dan dia mengendap-endap di belakang Yunho.

"Cari siapa?" goda Jaejoong.

Yunho yang terkejut segera membalikkan badannya. Kekagetan di wajahnya berubah menjadi senyuman begitu melihat Jaejoong.

"Ah, Boo! Dari mana saja? Aku mencarimu sedari tadi. Kukira kau bersama Changmin, aku sudah sangat khawatir jika kau berenang bersamanya! Kau tidak boleh terlalu lelah!"

Jaejoong tertawa. "Aku tadi masih di bus, agak pusing."

"Hah? Pusing? Ya sudah kita kembali ke bus saja!" kata Yunho panik.

Jaejoong menggeleng. "Tidak mau, aku mau ada di pantai. Lihat, pantai ini cantik sekali, mana mau aku menyia-nyiakan kesempatanku. Siapa tahu ini adalah kesempatan pertama dan terakhirku mengunjungi pantai ini." Kata Jaejoong sedih.

Selama ini, Jaejoong sudah berusaha menguatkan dirinya sendiri. Jaejoong tidak akan sedih jika nantinya dia tidak mendapat donor jantung. Jaejoong akan merasa sangat berdosa jika dia bersedih. Dia sudah diberi hidup yang hampir sempurna. Dengan keluarga, kekasih, dan sahabat yang menyayanginya, Jaejoong sudah bahagia.

"Boo, jangan berkata seperti itu.." lirih Yunho.

Mata Yunho sudah panas, air di dalamnya ingin segera keluar. Tapi Yunho berusaha menahan air matanya. Dia tidak mau menangis di depan Jaejoong. Yunho ingin sekali memeluk Jaejoong, tapi tak bisa karena itu akan mengundang kecurigaan para guru dan siswa.

"Jae sudah rela, Yunnie. Jae sudah siap jika nanti Jae pergi." Lirih Jaejoong.

Yunho menggelengkan kepalanya kuat-kuat. "Tidak, Boo tidak akan pergi. Aku masih berusaha untuk mendapat donor untukmu, Boo."

Jaejoong tersenyum. "Yunnie jangan bersedih, Jae sedih jika Yunnie seperti itu." Kata Jaejoong.

Yunho menghapus air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya. Kemudian dia tersenyum.

"Sudah, jangan bersedih, kita jalan-jalan saja ya!"

Yunho dan Jaejoong sangat menikmati kencan mereka sore itu. Pantai yang indah serta pasirnya yang berwarna-warni, memberi kebahagiaan tersendiri bagi mereka.

Saat matahari hampir tenggelam, Yunho mengajak Jaejoong ke sudut pantai yang sepi, tidak ada orang. Jaejoong sendiri senang diajak berduaan dengan Yunho, tanpa tahu ada maksud tersembunyi.

Mereka berdua duduk di pinggir pantai sambil memandang matahari yang akan tenggelam. Jaejoong terus membidikkan kameranya, mengabadikan tiap momen yang indah.

Saat matahari tenggelam, Yunho mendekat ke Jaejoong.

"Boo, aku sangat mencintaimu." Bisiknya di telinga Jaejoong.

Jaejoong tersenyum. "Aku juga sangat mencintaimu.."

Perlahan mereka berdua mendekatkan wajahnya, sampai dekat sekali. Dan..

CUP ~

Mereka tidak tahu jika ada sepasang mata yang mengamati mereka. Siapa lagi kalau bukan Ara?

: MY TEACHER IS MY (EX)BOYFRIEND :

Jaejoong merebahkan badannya di atas ranjang. Mereka sudah sampai di hotel, dan tiap kamar isinya empat siswa. Jaejoong dan Changmin sekamar dengan Donghae dan Eunhyuk.

"Aku mandi duluan, ya." Kata Eunhyuk, lalu segera menghilang di balik pintu kamar mandi.

"Changmin, kau masih punya makanan? Aku lapar sekali.." tanya Donghae sambil memegang perutnya.

Changmin langsung mengangguk dan menyerahkan tasnya yang penuh dengan makanan.

"Ambil saja. Tadi aku juga sudah beli banyak kok. Aku keluar dulu, mau cari udara segar." Kata Changmin.

It's the best day ever ~

Best day ever ~

Alunan Best Day Ever dari Spongebob mengalun. Tidak perlu ditebak siapa pemilik ponsel dengan ringtone seperti itu, pasti Jaejoong. Jaejoong meraih ponselnya.

"Halo, Umma.." sapa Jaejoong.

"Halo, Jae. Kau baik-baik saja kan? Tidak pusing, muntah, atau apa kan?"

"Tidak, Umma. Aku baik-baik saja. Sekarang aku sudah sampai di hotel, aku sedang tiduran."

"Sudah mandi?"

"Belum."

"Sudah makan?"

"Belum."

"Pokoknya jangan telat makan, jangan lupa minum obat. Kalau pusing atau apa, segera lapor pada Boa. Kau mengerti, kan?"

"Tentu saja Umma. Tenang saja."

"Ya sudah kalau begitu, besok Umma telepon lagi. Hati-hati ya, jaga dirimu."

"Iya Umma, terima kasih. Salam untuk semuanya."

Jaejoong meletakkan ponselnya di samping tempat tidur. Dia memejamkan matanya sejenak. Rasa sakit mulai hinggap di jantungnya. Jaejoong meringis menahan sakit, dan ekspresi Jaejoong ini ditangkap oleh Donghae.

"Yaa, kau kenapa?" tanya Donghae.

Jaejoong menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak, aku tidak apa-apa."

"Sakitmu yang dulu kambuh lagi? Kau sakit apa?"

"Tidak, Donghae. Tidak apa-apa, minum obat saja pasti sembuh kok." Kata Jaejoong sambil bangkit lalu mengambil tas pinggangnya.

Donghae yang penasaran pun memperhatikan Jaejoong. Dia terperanjat begitu melihat obat yang sedang dipegang Jaejoong. Itu adalah obat untuk mengurangi rasa sakit pada jantung. Donghae tahu karena kakaknya menderita penyakit jantung.

"Jae.. Jae.. Kau punya penyakit jantung?" tanya Donghae tak percaya.

Jaejoong yang sedang menyiapkan obatnya pun terdiam. Dia menatap Donghae dan mengangguk pelan.

"Jangan bilang siapa-siapa, Hae. Aku tidak mau merepotkan.."

"Tidak mungkin, Jae! Bagaimana bisa semuda ini kau punya sakit jantung?"

"Jantungku sudah begini sejak lahir. Tolong jangan beri tahu siapa pun, Hae. Kumohon, jangan ada teman-teman yang tahu." Pinta Jaejoong.

Donghae mengangguk pelan. Pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Eunhyuk. Dia heran melihat ekspresi wajah Donghae dan Jaejoong.

"Hei, ada apa?" tanya Eunhyuk.

Jaejoong buru-buru menggeleng. Dia tidak jadi minum obat, dia langsung memasukkan obatnya ke dalam tas dan mengambil peralatan mandinya.

: MY TEACHER IS MY (EX)BOYFRIEND :

Jaejoong dan Changmin berjalan dengan gembira menuju ruang makan hotel. Saatnya makan malam dan Changmin sangat bersemangat.

"Eh, hyung sudah minum obat?" tanya Changmin.

Jaejoong mengangguk. Bukan hanya oabt harian yang harus diminumnya, tapi juga obat penghilang rasa sakit. Sesampainya mereka di ruang makan, ruang makan masih sangat sepi. Tidak ada siswa, yang ada hanya guru.

"Ah! Aku bisa ambil porsi yang banyak!" seru Changmin senang.

Changmin langsung mengambil makanan sebanyak-banyaknya. Jaejoong hanya menggelengkan kepalanya dan ikut mengambil makanan, tapi dalam porsi yang wajar.

Jaejoong duduk di sebelah Changmin, tak lupa bertukar senyum dengan Yunho yang ada di meja depannya.

"Um.. Kim Jaejoong."

Jaejoong menoleh dan menemukan Ara sedang berdiri sambil memegang sebuah gelas.

"Ada apa, Miss?"

"Kudengar kau sangat suka dengan susu sapi, jadi aku belikan ini. Silahkan diminum." Kata Ara.

Mata Jaejoong langsung berbinar-binar mendengar kata susu sapi. Jaejoong langsung menerima susu dari Ara dengan senang. Setelah Jaejoong mengucapkan terima kasih, Ara pun segera meninggalkan Jaejoong.

"Tumben sekali dia baik, hyung." Komentar Changmin.

Tanpa pikir panjang Jaejoong langsung meneguk susunya. Tapi kemudian Jaejoong langsung membanting gelasnya ke meja, membuat Changmin terkejut.

"Ah, hyung, hyung!" seru Changmin panik.

Teriakan Changmin membuat para guru berdatangan, tak terkecuali Yunho. Mereka semua mengerumuni Jaejoong yang memegang dadanya dan wajahnya merah.

Yunho bergegas mencium dan langsung meminum susu yang tadi diminum Yunho. Dia berusaha merasakan sesuatu.

"Astaga! Ini kan susu dicampur dengan alkohol!" seru Yunho panik.

"Dia tidak bisa minum alkohol, ya? Bukannya sudah biasa anak SMA minum alkohol?" komentar Cho seongsaenim.

"Dia bukannya tidak bisa minum alkohol! Tapi, ah! Sudahlah! Yunho seongsaenim, ayo kita bawa dia ke kamar Boa seongsaenim!" seru Changmin.

Yunho bergegas menggendong Jaejoong menuju kamar Boa, diikuti oleh Changmin.

"Ada apa dengannya?" tanya Yunho panik.

"Alkohol kan berbahaya bagi orang yang punya penyakit jantung! Ayo cepat, kasihan Jaejoong hyung! Telat sedikit dia bisa tak terselamatkan!"

.

.

To Be Continued..

.

.

Apakah yang akan terjadi dengan Jaejoong?

Kenapa Ara bisa memberi alkohol pada Jaejoong? Apakah Ara tahu kalau Jaejoong punya penyakit jantung, atau ada alasan lain? Jeng jeng...

.

.

P.S : Buat trililili author emang masih 15 th tapi author sudah kelas 2 SMA ^^ , jadi wajar lah kalo ceritanya kayak buatan anak SMA, emang udah SMA hihihi ^^

MAAF BANGET UPDATE NYA LAMA karena udah seminggu lebih author sakit hiks.. Jadi gak semangat buat nulis fic.. Chapter ini lebih panjang dari biasanya, kan? Hehehe..