Semuanya saat ini frontal sekali gak tau apa alasannya kali tapi, sempat aku berpikir. Orang yang keren itu. Orang yang bukan hanya bisa banyak bicara tapi, sebuah pembuktian. Ibarat di politik yang di minta sebuah usaha dan bukti bukan bacot

Oh yah ini saya fic update yang satunya lagi. Jadi untuk yang NQS saya break dlu sampai chapter ini dulu.

Oke mohon tunggu dan kerjasama yah.

.

...

.

"Dragneel? Apa maksudmu menggunakan nama margaku" natsu kesal bagaimana tak kesal, bisa-bisanya dia mengenakan nama belakangnya. Apakah dia adik atau apa hingga nama marganya sama.

Sementara sting hanya. Terkejut apa orang di depannya ini. Dragneel. Dengan kata lain idolanya ini. Dan bahkan dari bau yang dia endus baunya sama. Dia juga agak bingung atas situasi ini.

"Benar. Aku adalah anak dari Zeref dragneel bisa di katakan kau adalah pamanku" rakheid tampak tenang

"Zeref? Dragneel?!" pikir sting shock. Belum hilang rasa terkejutnya. Dia sudah di buat shock lagi. Apakah ada hubungannya penyihir hitam dengan dragon slayer api ini.

"Akhirnya. Aku bisa bertemu denganmu, di pertarungan ini siapa sangka, ayahku lebih menyayangimu daripada aku" rakheid mengangkat tangannya bersiap melakukan serangan.

Secara mengejutkan natsu di belakang rakheid dengan siap menendang "bisakah kita mulai!"

Duarrrr!

Rakheid kebawah menghindari serangan itu sting berada di belakangnya.

"WHITE DRAGON ROAR!"

Sting menyeburkan lasernya. Rakheid menunduk menghindar. Sting membelokan laser tersebut. Dan rakheid berjalan memutar menghindarinya

"LIGHT BLADE!"

Rakheid menyatukan kedua telapak tangannya membuat irisan di udara berwarna kuning. Sting memakannya sementara natsu membakarnya.

"Bisakah, buat pertarungan ini menarik lagi" ucap natsu

"Ini hanya pemanasan!" blas rakheid menghindari tinju dari sting. Dia memberi serangan dan memberinya sayatan di perut.

"Gah!".

Natsu di meninjunya. Dan rakheid memegang tangan natsu " kau pikir serangan itu bakal berguna terhadapku!".

Wooff!

Natsu menghilang . dan nyatanya itu tadi natsu palsu. Yang asli tengah melesat ke arahnya dengan mengeluarkan rasenggagan.

"Gah!" rakheid merasakan perutnya berputar-putar dan selain itu dia terseret juga oleh serangan rasenggan tadi.

"Lumayan juga" rakheid memegang perutnya

"HOLY RAY!"

Sting ambil bagian dia menembakan laser dengan jumlah yang begitu banyak.

Sting di depan rakheit dia meninju pemuda pirang itu hingga terpental.

"Kalian merepotkan jika seperti ini" rakheid bangun kembali dia menggerakan jarinya

"AKOJI NO KOW!"

Asap putih dan beberapa kertas yang melayang muncul di sekeliling mereka berdua.

Kruuuuuukk!

Bunyi suara perut orang lapar. Sting terkena dampaknya bukan hanya itu bahkan yang tak ikut pertandingan ikut terkena juga mereka mulai menggila. Minus natsu yang sedari tadi hanya menggaruk kepalanya

"Aku terkejut. Bahkan tehknik itu tak berpengaruh terhadapmu" ucap rakheid melihat natsu yang tampak menatapnya

"Bisakah kau berhenti bermain-main?" ucap natsu melihat ke belakang semuanya tampak seperti zombie. Mata membulat dengan air liur di mulut seolah-seolah tak pernah makan sedikitpun.

"Ikan!" happy berhalusinasi jika dia lihat natsu adalah ikan

"No-nona!" yukino melihat ke arah minerva yang menggigit punggungnya.

"Hahh,~ aku lapar! Sekali!" minerva melotot dengan air liur. Yukino juga kena efeknya dan pada akhirnya mereka saling gigit

"Kau~,, a-adalah daging haa!" ucap sting dia tengah melahap lector

"Sting! Apa-apaan ini aku!" lector tampak panik

"Manusia tak bisa menahan hasrat laparnya. Selagi kalian begitu. Enyahlah secara perlahan" ucap rakheid.

Natsu hanya gelisah. Sebenarnya dia tak mau melakukan ini tapi l, dia tak ada pilihan secara sepihak natsu memukul kepala kawan-kawannya sampai pingsan. Hingga sihir mereka terbebas dari sihir itu.

"Maaf buddy" natsu memukul happy dan terakhir dia mendelik ke arah rakheid "bisakah kau serius!"

Rakheid membuat sayatan cahaya. Agak banyak. Natsu melompat-lompat dengan menghindarinya. Natsu memukulnya tapi, rakheid bergerak ke kiri. Rakheid melayang tangan kananya. Natsu berhasil memegang tangannya.

Natsu menembakan beam dua kali dan membuat rakheid meringis. Tak hanya itu natsu langsung menendang rakheid di bagian wajah. Hingga membuatnya terpental

"Keparat!" geram rakheid

"Kau, bahkan bukanlah apa-apa bagiku" ucap natsu di berlari ke arah rakheid

Rakheid melemparkan shuriken di punggungnya dan berputar-putar ke arah natsu tapi, natsu bisa memegang shuriken itu dan menangkapnya. Dia lalu melelehkan shuriken itu.

"Cukup bercandanya akan kuakhiri dengan ilusi sesungguhnya" ucap natsu

"Manusia tak akan bisa melepas hasratnya untuk tidur. Dan akan kutunjukan padamu" ucap rakheid

Natsu meleaat cepat dan memukul wajah rakheid. Dan tangan kirinya di pukul kembali rakheid. Rakheid menembakan kertas-kertas di sekitarnya tapi, natsu membakarnya.

Natsu tangan kiri natsu di selimuti es dan tangan kanannya di selimuti magma.

"PHEASANT GUREN!"

Boom!

Natsu memukul perut rakheid dengan kedua telapak tangannya. Rakheid mengerang kesakitan dan terseret jauh.

Sting yang kembali bangun dan melihat pertarungan yang terjadi.

Rogue yang di sampingnya juga terbangun "ada apa sting dan siapa dia?" rogue menunjuk ke arah natsu yang mendominasi pertarungan.

"Biarkan saja, jika dia kalah akan sangat merepotkan tapi, kita tak perlu ikut campur" balas sting dia melihat ke yang ke kawan-kawannya tengah tertidur.

Rakheid terseret jauh. Dia frustasi bahkan tak bisa menyentuh natsu sejari pun "selamatlah tidur panjang!"

"R.I.P!"

Rakheid mengeluarkan tehknik rahasia kemunculannya sama. Asap putih muncul di sekitarnya dan beberapa kertas yang reaksinya sekarang berbeda.

"Ugh, sial! Aku kena juga" keluh natsu. Dia berusaha menahan rasa kantuk di matanya

"Keparat! Ugh aku ngantuk" keluh sting rogue di sampingnya merasakan hal yang sama.

"Sesaat. Setelah kalian menutup matanya maka tamatlah" ucap rakheid

Natsu berusaha menahannya dengan memukul-mukul wajahnya sendiri

"Manusia, tak akan sanggup menahan hasratnya. Bahkan acnologiapun tak sanggup" ucap rakheid

Rakheid maju dia menancapkan tangannya ke perut dragonslayer itu. Rakheid karena natsu menyeringai dia memegang tangan rakheid

"Kena juga kau!" ucap natsu tubuhnya mendadak menjadi hitam dan banyak bulu hitam selain itu natsu malah berubah semua menjadi gagak.

"Apa ini" rakheid melihat ke sekelilingnya dan hanya ada dirinya dan banyaknya burung gagak di atasnya

"Kau sudah masuk keduniaku" gagak-gagak itu menyatu dan menampakan wajah natsu.

Natsu memerintahkan gagak-gagak itu dan menyerang rakheid dan perlahan gagak-gagak itu menjadi sebuah suriken hitam dan menghujamkannya.

"Kau tak bisa keluar dari sini" natsu melihat rakheid yang kesakitan dengan di hujamkan suriken yang banyaknya

Natsu menghilang dan dia di samping rakheid dengan memegang sebuah suriken.

Slashhh!

Natsu secara frontal langsung menancapkan suriken itu ke kepalanya dan membuat darah keluar deras. Dan pada kenyataan itu hanya sebuah ilusi yang seperti nyata.

Dan memang itu tehknik ilusi, pada dunia nyata. Kita lihat rakheid yang tergeletak dengan mulut menganga dan mata membulat putih.

"Maaf, tapi yang tertidur dalam sini adalah kau" ucap sharinggannya

Dia melihat ke kawan-kawannya yang sudah bangun "sudah puas tidur"

Yukino mengucek matanya "ugh ada apa ini dan mana lelaki pirang itu?"

Natsu hanya menunjuk. Dan semua mata tertuju pada tangannya dan melihat rakheid sudah terkapar

"Wow, kau membuatnya agak keras" puji rogue

Minerva memukul rogue kecil"hushh saat ini dia master kita dan panggilah yang sopan"

"Tak masalah tak usah formal begitu" balas natsu.

"Lalu apa yang musti kita lakukan tanya sting

" istirahat saja, lebih baik menunggu musuh datang. akan sangat riskan. Jika kita mendatangi musuh. terlebih lagi kondisi seperti ini"balas natsu

.

.

.

Jauh tempat dari mereka tim fairy taill dengan rombongan gajeel dan yang lainnya menunggu mereka tentunya

"Banyak sekali gagak itu" ucap gajeel melihat kawanan gagak melewati mereka

"Aku punya firasat tak enak" ucap mirajane

"Jangan begitu di sana ada natsu dan terlebih lagi dia bukan tipe orang yang semudah itu di kalahkan" balas gajeel

"Tapi, bukankah lebih baik kita susul. Dan untuk memastikan saja" usul levy dan semuanya mengangguk setuju.

.

.

Xxxxx

.

..tentunya hari sudah malam perang tingkat kedua masih berlanjut. Para penyihir mengistirahatkan tubuh mereka dari kelelahan akibat perang tadi minus natsu dia sedari tadi hanya menyandarkan kepalanya pada sebuah pohon dan menatap langit.

"Hari ini, bagus sekali langitnya"

Natsu menoleh ke asal suara dan mendapati wanita berambut gelap dan dengan tanda di dahinya "apa yang kau lakukan di sini kupikir kau sudah tidur?"

Minerva duduk di sampingnya "aku tau tapi, tak usah mengkhawatirkanku. Lagipula aku tak mengantuk hoammzz!"

Natsu pokerface "mulutmu berkata tidak tapi reaksi tubuhmu bicara berbeda"

"Fufufu! Sayangnya aku tak bisa berbohong denganmu" minerva tertawa kecil

"Sebaiknya kau tidur, besok bakal ada hari panjang" ucap natsu

"Perintahmu! Kuturuti master" minerva meninggalkan natsu yang hanya mendengus.

Natsu kembal tapi, reaksinya kini berubah serius karena merasakan hawa negatif di dekat sini tak begitu cepat tapi, dari tanda-tandanya dia tengah mendekat ke arahnya.

Natsu tentunya mendekati asal hawa itu dan melihat bayangan seseorang.

"Lama tak jumpa natsu"

Muncul figure lelaki berambut hitam polos dengan mata sayu hitam mengenakan seperti selendang hitam yang diikat di tubuhnya

"Kau yang waktu di pulau tenrou? Zeref!" tentunya natsu dengan nada tak senang dia tau apa maksud tujuan lelaki di sampingnya.

"Jika kau berniat menyerang mereka maka kau takkan kuberi lewat" ucap natsu

"Aku takkan begitu jika kau tak membunuhku" balas zeref

Natsu melepas ikatan perban pada tangannya dan menampakan sebuah tatto berbentuk naga berwarna merah. Dan di kaki kirinya dia lepaskan juga. Bukan sebuah tatto melainkan bercak merah yang menyerupai sisik.

"Hawa panas macam apa ini" pikir zeref

"Aku tau kau abadi tetapi, tak mungkin bukan kau selamanya terus hidup bukan?"ucap natsu

"Kau tau kita tak bisa bertarung di sini. Karena kutau kau tak mau kawan-kawanmu ikut campur" ucap zeref

Natsu menyeringai "kau faham dan terakhir ada yang beberapa hal yang kutanyakan"

"Tanyakan saja" zeref menghilang dan di susul natsu juga menghilang

.

.

Sementara itu happy yang terbangun mencari majikannya tersebut tak ada. Yang ada hanya suara dengkuran sting.

"Kau lihat natsu tidak?" tanya happy ke exceed milik sting itu sayangnya dia tak dapat jawaban.

Dia mendengar suara langkah seseorang dan melihat wanita berambut perak "yukino!"

"Happy-sama ada apa kau terbangun?" tanya yukino

"Aku mencari natsu, tapi dia tak ada di dalam. Kau melihatnya?" tanya happy yukino menggeleng.

" cari!"

.

.

Xxxxxx

..

.

Saat ini kedua orang ini saling berhadapan di tempat tandus dengan hanya bebatuan saja yang menjadi temanya. Gelapnya malam

Natsu memukul wajah zeref. Membuatnya terseret jauh. Zeref melompat ke atas dan menembakan bola hitamnya tapi, natsu malah membakarnya.

Natsu melesat cepat ke arah zeref. Dia memberikan tendangan di perut dan menyeret orang itu dan menembakan beam tepat di bagian kaki.

Natsu bergerak ke arah zeref tapi, zeref memberi ledakan di perut natsu. Keduanya cepat saling bentrokan satu sama lain.

"ICE CANNON!"

Natsu menembakan sebuah es lebih besar dan membuat zeref diam di natsu berubah menjadi merah.

"MAGUMI EXPLOTION!"

Boommm!

Ledakan besar berwarna merah bahkan sangat panas. Melihat zeref yang masih berdiri natsu cepat ke arahnya dan membuat tendangan cahayannya hingga dia terhempas jauh

Tanpa di ketahui natsu seorang wanita berambut perak dengan memegang kunci emas dan seekor kucing tengah memperhatikannya

"Aku terkejut, kau punya kekuatan lain dan tatto apa itu?" tanya zeref

"Ini adalah tekad igneel setahun yang lalu aku dapat jawabannya bahwa dia selama ini bersembunyi dalam diriku" balas natsu

"Alasan dia seperti itu bahwa dia tak ingin diriku menjadi naga, makanya setelah meninggalkan tubuhku. Dia menanamkan sebuah sihir untuk menekan pertumbuhan itu".

"Butuh waktu sepuluh bulan untuk menguasai dan kekuatan yang lain ini aku peroleh dari latihan rayleigh-san" ucap natsu memegang tangannya.

'Jadi begitu, kalau begitu itu bisa membunuh seorang yang abadi'pikir zeref.

Natsu membua pilar api di sekelilingnya dan mengurung mereka berdua. Natsu menembakan es berbentuk burung kecil dan berkeliling dia atasnya anehnya itu es tak meleleh. Dia membuat sayatan berwarna kuning di depannya. Dan tangan kanannya berwarna merah dia kepalkan bahkan lebih besar lagi.

"Bersiaplah" natsu mengepal tangannya

"FIRE DECTRUTION LIGHT MEGUMI ICE!"

Kekuatan gabunhan tadi. Menyatu bahkan jika dilihat akan sangat indah sekali di malam hari

'Akhirnya aku bisa mencapai apa yang kuinginkan'

'Layla,Anna'

'Mavis'

'Dan kau adik tercinta'

Boooommmm!

Asap pekat mulai menghilang bisa zeref yang duduk terkapar akibat serangan tadi

"Setelah melihatmu. Mungkin aku akan tau abadi atau tidak"ucap zeref

" sial! Jika cara luar tak cara ini yang harus kulakukan"ucap natsu

"Tapi, mungkin rakheid sudah memberitahumu tapi, akan kutakan lagi aku Zeref Dragneel bisa dikatakan aku kakakmu" ucap zeref

"400 tahun yang lalu orangtua kita terbunuh bahkan kau juga!"

"Argghh jangan mengada-ngada 400 tahun? Kaupikir aku setua itu dan satu lagi. Jika aku mati harusnya aku tak di sini!" balas natsu

"Benar. Kau berpikir seperti tapi, semua itu kulakukan dari berbagai cara untuk menghidupkanmu. Di tengah proses itu aku menciptakan sebuah Ethourius atau iblis. Dan orang itu adalah KAU!" ucap zeref menunjukan sebuah buku bertuliskan E.N.D

"Kau E.N.D atau harus kusebut Ethourius Natsu Dragneel"

Dua orang di belakangnya yang mendengarnya shock. Bahkan tak percaya apa yang dibicarakannya

"Buatlah cerita bualan itu yang kudengar bahkan igneel tak bisa membunuhnya, bagaimana bisa aku iblis" Sewot natsu

"Dia sebenarnya bisa tapi, tak di lakukannya karena dia menyayangimu" balas zeref

"Bagaimana bisa aku SEPERTI ITU!" teriak natsu

Zeref menjatuhkan buku itu dan menembaknya dan membuat natsu memegang jantungnya

"Dengarkan aku dulu, baru kau boleh marah. Pada hari itu aku bertemu dengan igneel dia naga spesial karena tak berprasangka buruk terhadap manusia" ucap Zeref

"Aku bertemu dengannya ketika aku memetik obat. Dan dia menceritakan rencananya. Untuk mengajarimu sihir dragon slayer"

"Bersama metaliccana dan naga lainnya mereka membawa dragonslayer kemasa depan dengan menggunakan 'ARWAH NAGA' yang di gunakan untuk mengalahkan Acnologia"

"Untuk apa aku harus ke masa depan kalau di masa lalu harusnya bisa mengalahkannya" natsu protes

"Di situ masalahnya. Para naga semakin melemah. Mereka membutuhkan etharno untuk meningkatkan kekuatan mereka, dan mematahkan mantra itu"

"5 anak yang mereka pilih kau, gajeel, wendy,sting dan rogue"

"Mereka semua anak yatim piatu tapi, kau berbeda masih ada aku. Bagiku acnologia tak penting yang kuinginkan adalah kau menjadi kuat"

"Saat itu kami menggunakan gerbang eclipse, untuk pergi ke masa depan. Dan seorang penyihir bernama anna membantu kami. Kami hanya menunggu dan mengikuti rencananya saja. Kami di kirim ke masa depan di mana etharno masih tinggi"

"Dan pada saat yang sama penyihir roh bintang bernama Layla membuka gerbang itu pada tanggal 7 juli tahun 777"

"Mungkin pada tanggal itu, kalian mengira bahwa orang tua kalian menghilang. Padahal itu hari kalian muncul"

"Aku, huhhh sudah menunggu selama itu dan banyak yang telah terjadi setelah itu" ucap zeref menyelesaikan penjelasan

"CUKUP! aku tak perlu penjelasan yang menjengkelkan darimu" natsu membuat segel dan bentuk tangan.

"SHIKI FUUJIN!"

Muncul di belakang natsu sosok bayangan besar. Dengan wajah menyeramkan menggigit pisau. Dengan baju putih panjang. Dan rambut putih menjuntai ke bawah. Sebuah dua tanduk. Dan di tubuhnya ada sebuah gentong. Dan roh.

"Jika aku tak bisa membunuhmu dari luar. Maka dari dalam akan kulakukan" natsu berlari dia mencekik leher lelaki berambut hitam itu. Tangan kirinya ia pegang tangannya.

"Bagus natsu, ambil tubuhku ini dan bunuhlah sesuai yang kau inginkan tapi," zeref menutup matanya "jika aku mati kau pun sama akan juga mati"

"MEMANGNYA KENAPA! AKU TAK PEDULI JIKA ITU HARGA YANG HARUS KUBAYAR ITU TAK PEDULI!" teriak natsu

Sang dewa ke matian itu. Menggerakan tangannya. Dan muncul dari perut natsu. Dan siap mengambil jiwa zeref. Tapi secara mengejutkan happy muncul dan menarik natsu keluar pertarungan

"NATSU! aku tak mau kau begini" ucap happy

"Lepaskan aku, kau tau tehknikku sedang bereaksi" keluh natsu

"Aku tak mau kau, mati. Bahkan jika yang lain tau tentang ini, mereka akan melakukan hal yang sama" happy menerbangkan natsu sementara natsu hanya diam menatap tanah

Zeref menatap kepergian natsu

'Natsu! Sudah terlambat !'

'Kau sekarang tak mungkin bisa menghentikanku'

'Akan kulenyapkan dunia ini'

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Wahahaja update lagi, oh yah author ada rencana begini, saya akan update dua fic saya secara bersamaan

Maksudnya setelah saya update fic ini saya mengupdate fic saya yang satunya jadi seimbang tak perlu nunggu lima chapter lagi.

Oke ada apa-apa pm

.

Rnr