In Kyuhyun's home…

"Sekarang kau sudah tau kan alamat orang yang selalu meneror mu?" Tanya Kyuhyun.

"Ya, terimakasih Kyuhyun, sudah membantuku."

"Ya, sama-sama. Tapi.. apa kau Kibum hyung akan datang ke tempat itu da mengungkap siapa pelakunya?"

"Entahlah, mungkin suatu hari nanti aku akan tau siapa pelakunya, asalkan aku sudah tau dimana dia berada mudah saja bagiku untuk mendatangi orang itu. Baiklah Kyuhyun, aku pulang dulu." Pamit Kibum.

"Iya, sampai jumpa. Hati-hati hyung!"

"Ya."

Kibum POV

Ternyata selama ini orang yang menggangguku tidak jauh dari sini. Entah kenapa aku selalu menaruh rasa curiga ku padanya. Tapi akhir-akhir ini dia sudah jarang menggngguku lagi, mungkin saja bukan dia. Hah~~.. Kim Kibum untuk apa kau mencari tau orang yang mengganggumu? Seperti tidak ada kerjaan lain saja? Aku masih punya hal penting yang harus kulakukan. Aku juga malas kalau disuruh pergi ke perumahan elit itu, bisa-bisa aku di interogasi oleh petugas keamanan yang ada disana.

"Aku pulang! "

"Selamat datang."

"Kau darimana, Kibum?"

"Aku dari rumah Kyuhyun."

"Oh iya, tadi pagi saat Ibu pulang dari pasar Ibu menemukan bingkisan ini. Sepertinya ini untukmu." Kata Ibu Kibum yang memberikan bingkisan dari seseorang yang tidak dikenal.

"Dari siapa, Bu?"

"Ibu tidak tau, saat Ibu sudah pulang bingkisan itu terletak di depan pintu rumah dan sepertinya tidak ada nama pengirimnya."

"Oh.."

Kibum membawa bingkisan itu ke kamarnya.

"Ya ampun bingkisan lagi, hari ini sudah ada 3 benda yang datang padaku. Kali ini apa isinya?"

Kibum membuka isi bingkisan itu.

"Jam tangan..? Ya ampun.. Kalau jam tangan aku sudah punya banyak, sama sekali tidak berguna. Tapi kusimpan saja."

Lalu Kibum melihat merk yang tertera di jam tangan itu.

"Swiss army? Merk apa ini? Aku belum pernah mendengarnya. Sudahlah, aku tidak peduli."

"Kibum!"

"Selamat pagi, Ryeowook."

"Selamat pagi. Oh iya, sekarang tanggal berapa sih?"

"Tanggal 24 Mei."

"Ya ampun.. Tidak terasa ya, sebentar lagi kita naik ke kelas 3."

"Iya, kau sudah melakukan persiapan belajar?"

"Sudah, kau sendiri?"

"Sudah."

"Haha… Aku tau meskipun kau tidak belajar kau pasti sudah bisa." Kata Ryeowook yang meledek sekaligus memuji Kibum.

Lalu terdengarlah percakapan dari gadis-gadis di kelas Kibum.

"Waahh… Jessica jam tanganmu baru ya?"

"Iya."

"Ini kan merk G Shook yang terkenal itu."

"Hehe.. Iya, ini hadiah ulang tahun dari ayahku. Sebenarnya aku ingin sekali jam tangan merk Swiss Army yang bagus itu tapi ayah tidak memberikannya padaku. Tapi ini juga bagus sih."

"Oohh.. Jam tangan buatan Swiss itu? Ya ampun, itu kan harganya mahal sekali. Terakhir kali aku melihatnya jam tangan itu harganya ratusan dolar kalau diubah ke mata uang won bisa-bisa aku tidak mendapat uang saku selama 6 bulan. "

Kibum mendengar percakapan teman-temannya yang ada di kelas.

"Swiss army..? Itu kan jam tangan yang ada di bingkisan."

Kibum berpikir sendiri apa orang yang menerornya selama ini adalah seorang jutawan? Pertama buku, dan kedua jam tangan bermerk terkenal yang harganya selangit.

"Apa pun yang dia berikan aku tidak akan memperdulikannya. Bahkan jika dia bisa membuatku kaya 7 turunan aku tidak akan peduli."

Author POV

Hari-hari pun sudah berlalu, 1 tahun Kim Kibum duduk di kelas 2 SMA, minggu depan dia dan seluruh siswa SMA 1 Seoul akan menjalani Ujian Akhir kenaikan kelas maupun kelulusan sekolah.

"Kibum hyung, hari minggu nanti kita main yuk!"

"Kyuhyun kau ini bagaimana sih?! Sebentar lagi kan ada ujian kenaikan kelas, memangnya kau tidak belajar?"

"Aku malas belajar, main kan lebih seru~~…." Kata Kyuhyun. (jangan ditiru ya. XD)

"Kalau hyung tidak mau aku akan minta Wookie hyung saja untuk menemaniku."

"Jangan harap aku akan menemanimu, kau lupa ya nanti kan ekskul seni khususnya tim obade akan sibuk berlatih bernyanyi untuk perpisahan kelas 3, bukankah kau juga ikut, Kyuhyun?"

"Ah Wookie hyung… Mentang-mentang kau sudah jadi ketua tim obade yang baru kau jadi sok sibuk begitu."

"Aku bukannya sok sibuk Kyuhyun! Tapi aku memang sibuk membuat proposal untuk acara perpisahan kelas 12 nanti. Seluruh ketua ekskul pasti nanti sibuk sekali, ya kan Kibum?"

"Iya."

"Oh iya, kudengar peserta beasiswa kuliah di Amerika semakin bertambah, apa itu benar Kibum?"

"Iya, persaingannya semakin lama semakin ketat ditambah lagi masih ada peserta dari sekolah lain."

"Semangat Kibum! Fighting!" kata Ryeowook.

"Ya, hyung. Kau pasti bisa!"

"Ne, gomawo."

Tepat tanggal 1 Juni seluruh siswa siswi SMA 1 Seoul melaksanakan ujian kenaikan kelas dan kelulusan sekolah. Otomatis semua murid disibukan untuk persiapan mereka.

"Hari pertama ujian, aduh.. aku jadi deg-degan nih." Kata Ryeowook.

"Kunci utama dalam mengerjakan soal adalah berusaha untuk tetap tenang dan jangan grogi. Kalau sudah belajar tapi saat mengerjakan soal ujian kau grogi, semua hal yang sudah kau pelajari untuk ujian itu jadi hilang."

"Benarkah itu?"

"Tentu saja."

"Ujian hari apa saja?" Tanya Kyuhyun.

"Sejarah, Matematika, dan Bahasa Korea. Kalau kau?"

"Enak sekali kau hyung, ada Matematika sekarang itu kan pelajaran favoritku. Kalau aku semuanya pelajaran membosankan seperti Bahasa Inggris, Sastra Korea, dan Kimia."

"Membosankan apanya? Bahasa Inggris kan menyenangkan." Kata Kibum.

"Itukan bagimu hyung."

"Eh iya, Kyuhyun sampai jumpa istirahat nanti jangan lupa janjimu untuk mentraktrir kami ya!" kata Ryeowook.

"Iya..iya.."

Break time…

"Kyuhyuunn~~… Ayo traktir kami.."

"Iya, hyung ini cerewet sekali. Tapi jangan banyak-banyak ya, aku kan mau menabung untuk membeli PSP baru."

"Ya, tenang saja"

Di tempat lain..

"Eeehhh… Minggir kau!" kata seorang gadis.

"Siwon oppa, kau sendirian ya? Biar kutemani makan ya.." kata gadis itu merayu lelaki tampan bernama Choi Siwon.

"Hei..hei! Siapa bilang dia sendiri? Ada aku disini!" kata Yesung.

"Yesung oppa, kau diam saja jangan ikut campur."

"Apa hak mu menyuruhku diam?"

"Dasar oppa jelek, wee~~.." kata gadis itu meledek Yesung sambil menjulurkan lidahnya.

"Eh adik kelas! Kau ini menyebalkan sekali! Dengar ya, Choi Siwon sekarang sudah punya pacar dan yang pasti gadis itu jauh lebih cantik daripada kau! Jadi jangan berani untuk mendekatinya lagi kalau tidak aku akan menyuruh pacarnya untuk menghajarmu!"

Mendengar hal itu seketika gadis itu pun langsung terdiam, patah hati, dan menangis di hadapan Siwon dan Yesung. Terlebih lagi banyak gadis lain yang ada dikantin, yang menangis terisak-isak.

"A..Apa..? Itu tidak mungkin.. Dia bohong kan Siwon oppa?"

"Maafkan aku.." kata Siwon.

"Whhuuuaa…. Hikss..Hikss.. Siwon oppa sudah punya pacar."

"Aaaaa… Tidaaakk~~… Aku patah hati.."

"Menyebalkan, memangnya secantik apa sih pacarmu?"

"Oppa kenapa kau tidak memilihku?"

"Oppa jahat, aku benci Siwon oppa."

"Hikss..Hikss…Aku tidak bisa terimaaa~~~.."

"Aku sangat kecewaaaa…."

Begitulah segerombolan gadis yang patah hati dan kecewa karena mendengar ucapan Yesung, diantara mereka bahkan sampai ada yang menangis sambil teriak, ada yang menendang meja, bahkan sampai ada yang bunuh diri. (gak segitunya kale..) #justkidding

"Ya ampun.. ada apa sih? Berisik sekali." Kata Kibum.

"Tidak tau."

"Sepertinya itu suara tangisan dari kantin paling ujung."

Krriiiinnngggg…

"Bel masuk sudah berbunyi, Ryeowook ayo masuk! Sebentar lagi kita ujian bahasa Korea."

"Oh iya, Kyuhyun kami duluan ya."

"Iya."

*skip time

Hari pertama ujian akhirnya selesai

"Hyungdeul, kalian mau pulang bersama ku tidak?"

"Maaf Kyu, sekarang aku harus ke ruang seni ada kegiatan lain disana."

"Aku juga tidak bisa Kyuhyun, aku akan mengadakan kegiatan pengarahan kepada anggota klub sains."

"Hmm.. yasudah, aku duluan."

…..

1 jam 30 menit Kibum sebagai ketua klub, Kibum memberikan pengarahan kepada anggota-anggotanya.

"Baiklah, terimakasih atas waktu kalian. Ku doakan semoga kalian bisa lulus dan naik kelas dengan hasil yang baik. Sekarang kalian boleh pulang."

"Sampai juga Kibum hyung."

"Ne, sampai jumpa."

"Terimakasih untuk hari ini."

Kibum POV

Aku berjalan sendirian menuju parkir sekolah, tapi saat aku melewati tempat parkiran belakang aku melihat Siwon bersama seorang pria, duduk berdua. Aku mengintip dari balik pohon.

"Mmmhh~~… Siwon.. Ja..jangan menggodaiku.."

"Ssshhh… Jangan berisik."

"Nnnngghh… Siwon.. Aaahhh…. Jangan disini, bagaimana kalau ada orang lain yang melihat kita?"

"Aku.. tidak peduli.."

Aku melihat Siwon bersama dengan seorang lelaki, sepertinya dia kelas 12. Awalnya mereka hanya duduk bersampingan, tapi betapa terkejutnya aku saat kudapati mereka berdua sedang berciuman dengan posisi Siwon menghimpit lelaki yang di ciumnya di tembok. Setelah kuperhatikan aku terkejut ternyata lelaki yang dicium Siwon adalah…

"Hooeekk… Menjijikan.. Bukankah itu Kim Heechul dari kelas 12-3?"

"Astaga… Aku tidak menyangka ternyata dia itu.."

Ya Tuhan.. Kenapa engkau harus memperlihatkan adegan nista itu padaku.. Sekarang apa yang harus kulakukan? Sepedaku terparkir disana, mau tidak mau aku harus lewat pintu belakang karena pintu yang di depan sudah dikunci. Sepertinya aku harus melangkah pelan-pelan.

(Saat Kibum melangkahkan kakinya perlahan, tanpa sengaja dia menginjak tali sepatunya sendiri yang ternyata terlepas.)

"Argh..!"

Mendengar suara orang jatuh Siwon dan Heechul kaget dan melihat orang yang ada di belakangnya.

'Kim Kibum babo! Kenapa harus jatuh saat kondisi sedang begini?! Aduh.. dasar bodoh."

"Ah.. Siwon ada yang melihat kita.. sebaiknya aku pergi." Kata heechul yang buru-buru pergi karena panik.

'Sial..ada orang memperhatikanku. Choi Siwon bersikaplah santai.' Kata Siwon.

"Apa kau tidak apa-apa." Kata Siwon yang mengulurkan tangan.

.

.

.

Namun dia kaget setelah melihat orang yang terjatuh itu..

"Kim Kibum?"

Tapi Kibum mengacuhkan Siwon dan berusaha untuk menghindarinya.

"Kibum, tunggu!" kata Siwon yang menarik tangannya.

"Apa?"

"Apa kau melihat apa yang ku lakukan tadi?"

"Iya, semuanya terekam jelas di mataku." Kata Kibum dengan nada yang dingin.

"Apa kau cemburu?"

"Pfftt… Haha.. Cemburu? Itu adalah hal paling konyol yang pernah ku rasakan. Lagipula untuk apa aku cemburu, aku sama sekali tidak menyukaimu." Kata Kibum sambil tertawa sinis.

"Benarkah?" kata Siwon sambil mendekatkan wajahnya ke arah Kibum.

"H..Hei.. jangan macam-macam kau!"

"Aku hanya bercanda kok."

"Tidak lucu.. Dengar ya, bagiku apa yang telah kau lakukan tadi adalah hal yang sangat menjijikan. Sebenarnya kau beruntung karena aku lah yang memergoki mu, jika bukan aku mungkin orang itu sudah menyebarkan rahasia mu."

"Kibum, kenapa sih kau ini selalu bersikap dingin padaku?"

"Oh.. Karena ada 1000 alasan aku membencimu!"

"Kenapa? Karena aku gay?"

"Iya, dan aku benci karena kau menyukaiku." Kata Kibum yang langsung pergi meninggalkan Siwon.

'Sepertinya dia tidak akan pernah bisa menyukaiku.. Semua yang telah kuberikan tidak ada gunanya.. Apa ini berarti aku harus berhenti berharap?'

To be continued….