Akhirnya Update juga. maaf lama karena belakangan ini banyak tugas bertumpuk. kali ini masih dalam cerita masa lalu Ichigo, dan aku menambahkan sedikit mengenai masa lalu, jadi kemungkinan chapter selanjutnya masih masa lalunya. Jika penasaraan silakan baca saja chapter 11 ini !
DISCLAIMER : Bleach punya Tite Kubo aku hanya meminjamnya
CHAPTER 11 : "It's not like you"
-School's Storage-
Ichigo terus berlari mencari Hinamori, dari Perpustakaan,Kantin, Ruang Kelas Hinamori bahkan sampai ke Gedung Olahraga, namun hasilnya tidak seperti yang diharapkannya. Ichigo terus berpikir dimana kemungkinan Hinamori berdiam diri. Ichigo tak bisa berpikir jernih karena kelelahan setelah mengelilingi sekolah sambil berlari-lari kesana kemari. Ichigo pun sampai digudang sekolah yang berada di lantai 2 sekolah. Dia pun memberanikan diri untuk masuk sambil berharap kalau Hinamori di sini.
CKLEK lalu Ichigo membuka pintunya, hanya terlihat tumpukan peralatan olahraga dan kardus disana. Dia pun menyerah, yang dipikirannya hanya 'dimana Hinamori ?'. Rasa bersalah yang terus membayangi Ichigo membuatnya jengkel. Ichigo memutuskan beristirahat sejenak di gudang sekolah sambil memikirkan keberadaan Hinamori.
BZZZZ,BZZZZ saku celana Ichigo tiba-tiba bergetar. Ichigo hanya berharap yang menelpon adalah Hinamori, namun ternyata yang menelpon adalah Toushirou.
"Ada apa ?" tanya Ichigo, setelah mengangkat telpon dari Toushirou.
"Kemana saja kau ? bentar lagi jam pelajaran pertama di mulai" kata Toushirou.
"Apa maksudmu ? apa kau tidak baca mading pagi ini ?" Ichigo binggung mendengar reaksi Toushirou yang santai.
"Ah, masalah itu ya. Tadi sempat mencarinya, namun dia sepertinya tidak di sini. Aku coba telpon tidak ada jawaban"
"..." Ichigo diam dan mensenderkan tubuhnya ke tembok. Dia tampak lemas tak berdaya, Ichigo tidak menyangka bahwa akan terjadi seperti ini. Apa ada orang yang membenci Ichigo begitu dalam sehingga dia tak segan-segan menghancurkan orang terdekat Ichigo.
"Kurosaki..., apa kau sedang mencari Hinamori ?" tanya Toushirou.
"...ya..." jawab Ichigo lemas.
"Hinamori orangnya kuat koq, jadi tak usah khawatir. Pasti dia sedang ingin sendiri. Aku mengenalnya dari kecil. Hinamori dari kecil kalau ada masalah selalu ingin sendirian"
"..." Ichigo hanya mendengarkannya saja, tanpa harus mencerna penjelasan Toushirou.
"Hei Kurosaki ! kau dengar tidak ? yang penting tak usah khawatirkan dia, dia akan baik-baik saja"
TUT Ichigo menutup telponnya. Dia kesal akan sikap Toushirou yang santai-santai saja terhadap berita di Mading.
"Kemana dia sebenarnya ?" gumam Ichigo sambil mentidurkan diri di matras. Tanpa sadar dia telah terlelap di dalam Gudang sekolah sendirian.
-10.34-
"Kurosaki...Kurosaki-kun...kenapa kau tidur di gudang ?" seseorang sedang menggoyang-goyangkan tubuh Ichigo yang terbaring di matras.
"...mmm...sia-siapa kau ?" tanya Ichigo sambil berusaha membangunkan badannya.
"Kau melupakanku ? ini aku Hinamori" jawabnya. Ichigo tak percaya apa yang dikatakan orang itu, dia mengucek-ngucek kedua matanya dan kembali melihat lawan bicaranya. Dan benar dia adalah orang yang selama ini dia cari. Tanpa sadar dia memeluk Hinamori, Hinamori yang kebingungan hanya diam dan melihat Ichigo yang tanpak lemas.
"Maaf telah melibatkanmu sampai sejauh ini Hinamori"
"Su-sudahlah... ga usah dipikirkan, lagi pula itu hanya berita iseng" Hinamori berusaha melepas pelukan Ichigo yang tiba-tiba mengeras. "Lagi pula, kemarin 'kan aku datang sendiri ke apartementmu. Jadi bukan sepenuhnya salahmu. Mungkin hanya waktunya saja yang tidak tepat"
"Namun tetap saja, aku merasa bersalah..." sesal Ichigo sambil melepas pelukanya. Dia hanya menatap Hinamori dengan rasa iba.
"Ayolah... kenapa kau jadi lemah seperti ini. Kurosaki-kun yang kukenal adalah orang yang kuat" kata Hinamori.
"Tapi..." PLAK Hinamori menyentil dahi Ichigo dengan keras. Sebuah luka memar kecil terpampang di dahi Ichigo. "APA YANG KAU LAKUKAN ?" teriak Ichigo keras.
"Hehehehe... itu baru Kurosaki-kun yang aku kenal" Hinamori terkekeh melihat sikap Ichigo tadi.
"Kau ini ga ngerti perasaan orang" kata Ichigo sambil mengusap dahinya.
"Hei ! gimana kalau kita mabal sekolah ?" usul Hinamori. Ichigo yang kaget tanpa sadar menjatuhkan kepalanya ke matras dan kembali menatap heran Hinamori.
"Hi-hinamori ? kenapa kau mengajak ku dengan perbuatan bodoh ?"
"Kenapa kata-katamu jadi baku gitu ? kita kan pernah mabal sekali. Jadi ga ada salahnya mabal lagi. Ayo ikut aku !" ajak Hinamori sambil menarik Ichigo keluar. Ichigo yang masih heran hanya tersenyum melihat sahabat pertamanya berada dekat dengannya.
"Ya, asalkan kau berada disampingku, aku tidak akan menyesal" gumam Ichigo pelan.
"Hah ? kau bilang apa ?" kata Hinamori yang menyadari tadi Ichigo bergumam.
"Tidak, aku bicara sendiri. Ayo kita pergi" mereka berdua berlari keluar sekolah dengan perasaan riang.
Sementara itu Toushirou...
Toushirou sedang mendengarkan gurunya berbicara, dia tampak ga peduli akan apa yang dibicarakan gurunya itu. Disaat gurunya sedang melihat ke arah lain, dia mengemil cemilan yang berada di kolong bangkunya. Bahkan para siswa lain ada yang sedang tidur dan mengetik email secara sembunyi-sembunyi.
'Membosankan sekali hari ini...' batin Toushirou. Dia pun melihat awan-awan diluar yang begitu banyak dan damai. Begitu tenang menurutnya. Dia terus melihat awan tersebut dan lupa akan pelajarannya sekarang.
bzzzz,bzzzz handphone Toushirou tiba-tiba bergetar dan membuat lamunannya terhenti. Sebuah email tertulis dipemberitahuannya. Email tersebut berasal dari teman sekelasnya yang duduk di barisan depan kelasnya.
"Toushirou-kun ! ngelamunin apa ?" katanya.
"Bukan apa-apa. Langsung saja ke pokok masalahnya" jawab Toushirou singkat.
"Aku sudah mendapakan data yang kau minta"
"Jadi siapa yang menyebarkan berita tersebut ?" tanya Toushirou penasaran.
"Dia orangnya tertutup. Namun jika melihat riwayat sekolahnya dulu. Dia ada hubungannya dengan Kurosaki-san"
"Jadi siapa dia ?"
"Biar lebih jelas akan aku kasih fotonya. Tunggu sebentar" setelah beberapa menit berlalu, akhirnya sebuah Email MMS pun tiba.
'Siapa dia ?' batin Toushirou heran.-Karakura Mall-
"Kurosaki-kun... kita makan steak yuk !" kata Hinamori kepada Ichigo yang sedang melihat alat-alat elektronik.
"Aku ga punya uang, uangku cukup buat 1 bulan kedepan"
"Ayolah aku laper niiih.." bujuk Hinamori sambil menarik-narik lengan Ichigo. Ichigo tidak terganggu oleh tingkah Hinamori dari tadi.
"Asal kalo kau yang bayarin aku mau mengatarmu, bagaimana ?" usul Ichigo.
"Heeeeehh ! kenapa harus aku ? dimana-mana laki-laki yang bayarin perempuan !" kata Hinamori.
"Ya sudah klo ga mau. Padahal Steak disini enak loh. Jadi ingat saat aku dan Toushirou membelinya..."
"Kalian pernah makan bareng ? tanpa aku ?"
"Yaaaahh.. saat itu klo ga salah kau 'kan sedaaaangg... ah aku lupa" kata Ichigo dengan wajah Innocent-nya.
"Kalian lupa diriku ?" Hinamori semakin tidak percaya apa yang telah dilakukan oleh kedua sahabatnya.
"Bukannya lupa tapi..." Hinamori memalingkan badanya dan menyilangkan kedua lengannya.
"Aku benci kalian berdua" katanya.
"Hahahahahaha..., marah nih..., jadi mau tidak makan steak yang ada disini. Kalo tidak hanya kau saja yang belum mencicipi kelezatan Karakura's Steak..." jelas Ichigo dengan nada meledek.
"AAAAKKHH... BAIK-BAIK ! kita akan makan steak. Aku yang bayar" Hinamori pun pergi meninggalkan Ichigo yang tertawa geli.
'Termakan juga jebakanku' Ichigo pun menyusul Hinamori yang berjalan semakin cepat.
-Karakura's Restaurant-
"Mau sampai kapan kau cemberut gitu ?" kata Ichigo yang sedang ngeliatin Hinamori yang makan steak sambil cemberut.
"Biarin, salah kalian tidak mengajakku" cetusnya.
"Kau masih percaya ceritaku ? sebetulnya hanya aku yang pernah, Toushirou pernah aku ajak namun dia sedang sibuk dengan tugas sekolahnya. Dan saat itu belum mengenalmu sampai sejauh ini. Jadi bisa dibilang kita belum berteman" kata Ichigo.
"Ngomong-ngomong, apa kau masih ingat bagaimana kita bisa berteman ?" tanya Hinamori sambil melahap potongan daging terakhir.
"Aaaaahhh...kau mau balas dendam yah"
"Iiiihhh... bukan gitu, hanya saja bagaimana bisa berandal sepertimu bisa berteman dengan cewek imut gini"
"Imut ? hmmmm... imut yah" ledek Ichigo.
"Kenapa ? ga suka ? sudah ah malas bicara sama kamu. Dari tadi ngejailin aku terus" keluh Hinamori sambil membereskan bekas makanannya.
"Hei hei kenapa kau jadi pemarah gitu sih. Aku masih ingat koq pertama kita kenalan" bela Ichigo. "Waktu jam istirahat makan siang di Kantin, saat itu aku sedang membeli makanan buat makan siang di atap sekolah. Dan waktu itu kau sedang menjadi pembicaraan banyak siswa karena..." Ichigo menjentikan jarinya tanda minta petunjuk karena dia lupa. Hinamori yang menyadarinya ikut berpikir.
"AH aku ingat. Kau menolak seseorang. Klo ga salah namanya..." Ichigo tampak berpikir keras.
"Kaien...Shiba...?" kata Hinamori pelan.
"Nah itu dia. Dia 'kan murid terpopuler. Namun kau tolak, ya pasti jadi pertanyaa besar. Karena kejadian itu, kau membuat sang pangeran galau dan mempebesar lowongan bagi laki-laki untuk menjadi pacarmu"
"Jika kau yang cerita kesannya ga nyambung" sela Hinamori sambil meminum jus jeruknya.
"Ya aku juga baru sadar bahwa ceritaku ga nyambung"
"Coba teruskan, aku masih belum mengingat pasti"
"Lalu banyak para lelaki yang berkumpul mendekatimu dan membuatmu terusik. Dan saat itulah sang berandal datang. Sang berandal ini telah berhasil menyalamatkan sang putri dari para kaum jelata..." Ichigo terus bercerita yang semakin tidak masuk akal.
"Kurosaki-kun... cobalah untuk kembali ke realita" kata Hinamori sambil terkekeh mendengar cerita Ichigo yang ngawur. Ichigo yang sadar langsung memerah dan kembali menenangkan diri.
"Bener juga, ceritaku kesannya sepert dongeng. Ya pokoknya aku diminta Toushirou untuk memberikanmu buku catatanmu yang dia pinjam. Dan hasilnya, saat aku datang mereka semua malah berlarian terbirit-birit"
"Mungkin karena wajahmu yang nyeremin itu"
"Ya ya terserah, lalu kau mengajakku makan bareng dan akhirnya kita saling bicara dan bersahabat hingga sekarang"
"Ceritamu garing banget" ledek Hinamori.
"Hargailah orang bicara" mereka berdua pun saling tertawa lepas.
"Jadi kalian berdua kemari toh" tiba-tiba seseorang datang. Dia bertubuh kecil dan berambut perak. Dia adalah Histugaya Toushirou.
"Ah Shiro-chan..." belum selesai menyelesaikan kalimatnya Hitsugaya sudah menatap tajam Hinamori. "Ah maaf... Hitsugaya-kun kenapa kau kesini ?"
"Harusnya aku yang bertanya pada kalian. Apa yang kalian lakukan ? para guru mencari kalian, dan akhirnya aku yang kena" balas Hitsugaya.
"Kami sedang jalan-jalan" kata Ichigo menawarkan Hitsugaya untuk duduk di sampingnya.
"Jalan-jalan ? dengan baju seragam. Itu sih namanya 'Mabal'" kata Histugaya sambil duduk.
"Ya itu maksudnya"
"Ya sudahlah, lebih baik kalian ganti baju seragamnya. Kalian akan merusak reputasi sekolah" kata Histugaya sambil menyambar minuman Ichigo yang tersisa setengah.
"Hehehehe...kami lupa" Hinamori menggaruk-garukan kepalanya yang sebenarnya tidak gatal itu.
"Tapi ada yang lebih penting buat kita terutama kau Kurosaki" tiba-tiba suasana menjadi tegang tak karuan.
"Jadi apa masalahnya ?" Ichigo memulai pembicaraan.
"Dimulai dengan orang yang menyebarkan berita itu. Apa kalian tau siapa ini ?" kata Hitsugaya sambil menunjukan sebuah foto dari handphonenya. Foto tersebut menggambarkan seseorang lelaku berambut gelap dia tampak keren dengan seragam sekolahnya dia sangat mirip dengan Ichigo.
"KAIEN SHIBA !" Ichigo dan Hinamori kagetnya bukan main.
Nah segini mengenai chapter 11-nya, jika ada kesalahan mohon dimaafkan. jangan lupa kritik dan sarannya
