costae : dengan ini saya menyatakan bahwa Samurai Deeper Kyo adalah milik saya.....

Kamijyo : sejak kapan?

Costae : sejak sekarang...

Kamijyo : apa kau mendengar suara angin?

Costae : denger kok....denger ~gemeter~ i-i-iya....Samurai Deeper Kyo belongs to Kamijyo Akimine

Costae : huf..huf...huff....capek...~bawa mesiu se-tong,dinamit, minyak tanah, bensin,dsb.~ ini adalah persediaan kalau para pembaca protes gara-gara update kelamaan.... ~silakan bakar author habis ini~

"..." : ngomong

'...' : ngomong di dalam hati

-xxx- : ganti setting

Tok tok tok. Terdengar suara pintu ruang OSIS diketuk 3 kali.

"Masuk."

"Permisi,ketua."

"Oh kau Sasuke? Ada urusan apa?" yukimura menyambut Sasuke dengan senyum simpulnya. Sasuke menyerahkan Yukimura sebuah koran bertanggal hari kemarin.

"Apa ini?"

"Bacalah berita di kolom kedua. Keadaan terasa semakin gawat. Pemerintah pusat sepertinya masih menutup mata akan krisis ini, padahal gerakan-gerakan bawah tanah mulai menunjukkan ancamannya. Dikhawatirkan...akan terulang kejadian 2 tahun yang lalu." Yukimura kembali ke kursinya.

"Tidak bisa dihindari lagi ya...?" gumamnya.

"Ada satu lagi,Ketua. Pagi ini aku mendapat surat dari SMA Kinan-One, dia mengajak kita untuk bergabung dengan mereka melakukan 'gerakan'."

Yukimura menegakkan kepalanya memandang Sasuke. "Kinan-One?"

"Anda tahu sendiri 'kan, Ketua. Mereka adalah salah satu SMA yang berbahaya. Namun, keadaan kita sekarang terjepit. Dalam situasi begini, kalau kita tidak ikut melakukan 'gerakan' , maka sekolah kita akan menjadi musuh satu kota. Di sisi lain, apabila kita melakukan 'gerakan', janji anda dengan Kyoshiro-senpai akan..."

"Rusak." Jawab Yukimura cepat.

"Jadi, apa yang akan kita lakukan, ketua?"

"Sudah jelas, kita harus menghadapi keadaan ini dengan cara kita sendiri."

Sasuke merasakan jantungnya berdegup amat kencang, antara semangat bercampur dengan kegelisahan, membuat perutnya mulas. Namun akhirnya, rasa semangat itulah yang membuat dia mengambil sikap.

"Aku akan terus mendukungmu,Ketua." Sasuke menunduk memberi penghormatan bagi Yukimura dengan suara yang mantap.

"Aku bergantung padamu, Sasuke."

Suasana menjadi hening dan tegang.

"Pesta Halloween??? Bagaimana persiapannya?" Yukimura mengalihkan pembicaraan.

"Ketua!!!" Makoto tiba-tiba masuk ke ruang OSIS. ""Ketua! Kau harus cari pakaian putri raja!!!"

"Kenapa?" tanya Yukimura bingung.

"Hihihi..." si sekretaris OSIS terkikik memperlihatkan senyumnya yang manis. "Ketua kebagian jatah bekostum pesta Halloween!"

"Sepertinya aku tidak punya waktu untuk menyiapkan pakaian putri. Pulang sekolah, aku harus membantu di klinik, apalagi kasus sedang banyak."

"Kalau masalahnya seperti itu, serahkan saja padaku!" Makoto menawarkan dirinya. "Aku akan membuat Ketua bersinar di pesta."

-xxx-

Satu hari menjelang pesta Halloween, panitia melakukan finishing pada persiapan, baik panggung, hiasan, dan juga kostum. Kyo sendiri kebagian menjadi dracula, sedangkan Tora menjadi warewolf. Mereka berdua akan mempersiapkan kostum di apartemen Kyo yang besar, walaupun kalau dibilang nyaman juga enggak, kan Kyo teledor. Sementara itu Makoto mencari pernak pernik hiasan baju putri raja untuk Yukimura.

Masuk ke apartemen Kyo, Tora terkagum-kagum, karena ruangannya gede banget. Beda jauh sama tempat tinggal Tora, yang sempit dan langit-langitnya rendah. Tora menaruh barang-barang yang sudah mereka beli di lantai. Apartemen Kyo memang besar, tapi gak ada isinya ~perabotan gak lengkap, tapi barang berserakan banyak~, dan terasa kosong.

"Ck ck ck..Kyo.....apartemen segede gini, kamu tinggali sendirian?? Aku gak nolak kalau kau nawarin room-mate ke aku."

"Aku tak sudi berbagi denganmu."

"Huuu....seperti biasa,...pelit!"

Kyo cuek nanggepin omongannya Tora. Dia melenggang pergi ke kamar mandi, mengganti bajunya yang udah bau keringat. Malam ini dia dan Tora akan lembur bikin kostum, dan besok tidak ada pelajaran. Acara di sekolah cuman pesta Halloween.

Air pancuran mengguyur pikiran Kyo yang lumayan semrawut. Tugas sekolah, tugas kepanitiaan, dan pikirannya pada sosok Yukimura.

'Apa yang sebenarnya terjadi pada dia? Kejadian 2 tahun lalu apa? Sesuatu yang besar, membuat kepribadiannya berubah?' Kyo mengambil sabun, lalu menggosok seluruh badannya dari wajah sampai kaki. Setelhnya dia membilas tubuhnya merata.

'Wajah murungnya tadi pagi itu...' Kyo mematikan keran pancuran dan mengambil handuk. Dia lilitkan handuk putih ke bagian bawah tubuhnya. ~costae mbayangin body perfect punya kyo, jadi mimisan~

"Mandi sana!" kyo lemparkan handuk ke Tora. Tora menerima dengan bingung.

"Aku menginap di sini?"

"Iya. Cepat sana, aku tidak suka mencium bau kecutmu!"

Tora tersenyum lebar, dia melompati sofa menuju kamar mandi.

"Whoaaaa......ada bath tub! Aku pakai ya,Kyo!" Kyo buru-buru berlari dari dapur ke kamar mandi. Membuka pintu yang baru tertutup setengah. Tampang galak Kyo terpasang melihat Tora yang sedang melucuti pakaiannya.

"Bath tub itu bukan untukmu!! Awas kalau kau pakai!!" mata merah Kyo menyala terang.

"I-i-iya Kyo...." Jawab Tora ngeri. Kyo tersenyum sinis. "It's good if you understand."

-xxx-

Makoto, Sasuke, Anthony, dan Yukimura berkumpul di rumah Makoto setelah Yukimura selesai membantu di klinik. Kebetulan, orang tua Makoto sedang di luar kota, mereka bisa leluasa memakai rumah, dan membiarkan barang berserakan. Di antara 4 orang itu, Makoto tampak paling riang.

"Akhirnya aku bisa mendandani ketua pakai kostum putri!" ooohhh...begitu toh...ternyata selera Makoto tidak jauh beda dengan selera author. Makoto grusak grusuk di dekat salah satu kotak besar di samping lemari tv. Seperti menemukan harta karun, dia mengangkat tinggi-tinggi isi kotak tersebut. Keluarlah, sebuah kimono dengan bahan yang adem, dan tipis, berwarna ungu lembut, motif bunga sakura ukurannya agak besar, dan burung phoenix. ~kya...KyoYuki banget~. Kedua laki-laki memandang baju itu dengan tampang swt.

"Ma-Makato,,,kau yakin? Dengan baju ini? Yukimura?" Anthony bertanya. Makoto mengangguk mantap, matanya bersinar, dan seperti ada efek gunung berapi siap meletus di belakang Makoto. Semangat Makoto amat berkobar. Yukimura menanggapi dengan tertawa.

"Anthony-senpai! Ketua sangat cocok pakai baju ini! Lihat saja pinggangnya yang ramping, kakinya yang kecil, dan rambutnya yang berkilau ini!" Makoto berkata sambil berputar-putar di sekeliling Yukimura, menunjukkan setiap kelebihan Yukimura.

"Makoto....jangan bertindak aneh-aneh pada ketua!" Sasuke menggeram.

"Apakah ketua suka?"

"Tentu saja aku suka,Makoto. Sebenarnya aku ingin mencoba ber-cosplay, dan inilah saatnya. Hahahaha.."

Makoto,Sasuke, dan Anthony mendengarnya berasa lega.

'Ya, teruslah tertawa seperti itu,ketua.'

Tidak sampai di situ saja, Makoto segera memakaikan seperangkat baju hime ke tubuh Yukimura. Makoto puas dengan hasil kerjanya, Yukimura sudah berubah dari yukimura sehari-hari. Di depan Makoto sekarang, berdiri seorang hime yang anggun, namun memiliki pancaran wibawa yang sangat besar, dan terasa kesejukan di sekitarnya. Jantung Makoto berdegup kencang, dia tak menyangka, Ketua Yukimura tidak cuman cocok pakai kostum itu, tapi amat sangat cocok. Tanpa sadar, wajah Sasuke dan Anthony memerah melihat perubahan Yukimura, Makoto menginjak kaki mereka, dan memelototi,lalu tersenyum licik.

'Keren 'khan aku???'

Tak hanya Yukimura yang didandani Makoto, Sasuke dan Anthony juga. Mereka mendapat kostum bajak laut, Anthony menjadi kaptennya, sedangkan Sasuke prajuritnya. Makoto memakaikan Sasuke ikat kepala ala bajak laut.

"Sasuke, besok, jangan sampai pengawasanmu lengah. Aku yang kebetulan tidak ikut berpesta kostum, akan membantu mengawasi. Jangan sampai ada celah sedikitpun yang memungkinkan gangguan masuk ke pesta kali ini, terutama Kinan-One" Bisik Makoto.

"Serahkan padaku." Jawab Sasuke.

-xxx-

Kyo dan Tora memandang diri mereka di cermin kamar Kyo. Di situ ada dracula cuakeeppp... ~author lebay~ dan warewolf yang cocok dibilang balita warewolf, karena Tora gagal membuat kostum yang menunjukkan seramnya warewolf. Kyo memandang dirinya dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Rambutnya memang dia memilih untuk tidak ditata secara khusus, dibiarkan seperti gayanya ketika ke sekolah, hanya saja diberi sedikit gel rambut. Jubahnya berwarna hitam di luar, dan merah di bagian dalam. Kerah jubahnya tinggi dan lebar. Tuxedo hitam gelap yang tadi siang dia beli, terlihat serasi dengan jubah yang mereka buat. Kyo memasangkan gigi taring palsu. Ugghh...agak pegal juga di kali pertama pakai, karena taring buatan itu belum menyesuaikan dnegan kontur mulut Kyo.

"Keren! Ini sih keren!!!" Tora berdecak kagum memandangi dirinya di cermin. "Kau juga sangat cakep,Kyo....wahhh..besok pasti fans cewekmu bertambah signifikan!"

'Hmph...aku tidak tertarik dengan mereka.'

"Bereskan semuanya." Kata Kyo sambil mulai melucuti pakaian dan menata di meja kamarnya. "Aku mau tidur."

"Oke...aku juga capek."

Kyo menyuruh Tora tidur di kamar yang lain. Tentunya Tora senang bukan main, bisa tidur di tempat yang super enak. Di dalam hati, dia merasa bersyukur bisa berteman dengan Kyo.

"Selamat malam,Kyo." Tora menutup pintu kamarnya meninggalkan Kyo. Kyo kembali, tapi dia tidak langsung tidur. Dia buka komputer miliknya, dan mulai mencari sesuatu di internet.

'FUJIMORI TAHUN 20xx'. Enter.

Kyo membuka satu persatu link. Di setiap link menyajikan liputan yang berbeda di Fujimori. Di setiap bulan, di akhir bulan, ada ulasan tentang berita yang terjadi di Fujimori. Namun, pada bulan Desember dan Januari tidak ada catatan kegiatan di sekolah, padahal di tahun sebelum dan sesudahnya, ada catatan. Kyo menganggap hal itu sebuah keanehan.

'PERFECTUR X desember januari TAHUN 200xx'. Enter.

Keluar lagi beberapa link dan berita. Satu link menarik perhatian Kyo. Desember Januari Neraka Perfectur X. Kyo meng-klik satu kali, dan keluarlah berita tentang kerusuhan yang pernah terjadi. Kyo kecewa, menurutnya berita itu sama saja dengan berita kerusuhan yang ada di tempat lain,tidak ada yang special.

'Sejak kejadian 2 tahun lalu, ketua kehilangan senyumnya..' Kyo teringat kata-kata Makoto.

'Kejadian paling mencolok di Perfectur X 2 tahun lalu adalah kejadian ini. Apa yang terjadi pada Fujimori?'

Kyo terlalu keras berpikir, hingga dia tertidur di depan komputer yang kemudian mati secara otomatis.

-xxx-

Pesta Halloween rencannya akan dimulai pada jam 18.00, tentu saja panitia sudah harus datang sebelum jam segitu. Mereka memeriksa setting panggung, konsumsi, keperluan saat pesta kostum, hiasan-hiasan dipastikan tidak akan copot dari tempatnya. Makoto dan anak buahnya kebagian menjaga tempat acara, sementara panitia yang lain bisa pulang dan berganti kostum.

Pukul 17.00 siswa-siswa mulai berdatangan. Kostum berwarna warni meriah menghias Fujimori sore itu. Kyo datang bersama Tora. Kyo yang sore itu terlihat sangat keren, langsung menarik perhatian dari kaum hawa.

'Hmph...si kyo keren juga...' gumam Makoto. 'Tapi ketua pasti tak kalah mempesona sore ini.' Dia senyam senyum ingat penampilan Yukimura kemarin, saat didandani.

Di dalam ruang olah raga, dekorasi serba gelap terpasang dengan anggun. Kelelawar bergelantungan, mawar hitam di dalam beberapa vas, hiasan peti mati, dan lampu-lampu dari labu yang memancarkan sinar temaram memenuhi ruangan. Seram, tapi berasa elegan dan romantis ~coba di kampus oe bisa dibikin ky begini~. Siswa sudah memadati ruang olah raga, sekitar 300 orang siswa beserta guru hadir di sana. MC maju ke atas panggung, membuka acara dan membaca susunan acara. Oh iya, di ruang olah raga ini, kursi yang disediakan hanya sedikit, jadi bagi siapapun yang datang, lebih baik berdiri saja.

Perhatian semuanya tertuju pada panggung di depan. Satu per satu orang-orang penting di sekolah dan kepanitiaan memberikan sambutan.

-xxx-

"Kyo, kau diam di kamar. Jangan sekali-kali menampakkan wajahmu ke depan tamu-tamu." Kyo terlahir dari istri ketiga ayahnya. Menurut aturan keluarga yang berlaku, anak dari istri ketiga dan seterusnya ~kalau si bapak nikah lagi nikah lagi~, tidak memiliki hak untuk memperoleh warisan keluarga, namun, si ayah harus tetap bertanggung jawab hingga si anak lulus kuliah.

'Benar-benar keluarga busuk. Kalau begini caranya, untuk apa dulu aku dilahirkan? Toh aku juga tidak dianggap bagian dari keluarga ini.' Itulah yang dipikirkan oleh Kyo, saat dia memutuskan untuk pindah ke Perfectur X.

Saat Kyo masih kecil, dia hanya bisa menatap enaknya pesta dari jendela intip kamarnya. Mata dan mulutnya sering terbuka lebar terkagum akan banyaknya makanan yang terhidang. Pernah suatu kali, dia mencuri kesempatan ikut pesta, tapi ketahuan. Sehabis itu, ayahnya marah besar, dan menghajarnya habis-habisan.

"Dasar anak tidak tau diri! Hidup saja sudah untung, masih ingin merusak acaraku hari ini,Hah!???" Bentakan itu tidak seharusnya diterima oleh anak sekecil Kyo.

-xxx-

Tiba giliran sambutan dari panitia, diwakilkan oleh Anthony. Setelahnya, pesta resmi dimulai. Ada pertunjukan ansamble dari kelompok siswi berkostum peri, pertunjukan nyanyi tunggal, band, dan beberapa pertunjukan yang lain.

-xxx-

"Makoto.... ada yang mencurigakan?"

"Sampai saat ini tidak ada,Sasuke."

"Awasi terus."

"Baik."

-xxx-

Musik yang lebih lembut mengalun. Tanpa dikomando,beberapa siswa mencari pasangan dan mulai berdansa. Kyo yang tampak charming tentu saja sudah diantri oleh beberapa siswi, semuanya...Kyo tolak.

"Tora, urus mereka." Kyo berusaha melarikan diri dari kejaran siswi-siswi.

'Tch...tidak lebih baik daripada tidak berpesta.'

Kyo berhenti di salah satu sudut ruang olah raga, ketika dia berjalan mundur, tidak sengaja dia menubruk seseorang yang sedang berdiri di situ. Bruk. Kyo berbalik melihat apa yang dia tubruk. Cewek berambut hitam legam panjang jatuh sempurna memakai hiasan rambut yang cantik serasi sekali dengan kimono ungu lembut motif bunga sakura dan burung phoenix yang dia kenakan. Kyo terkesima. Beberapa senpai mendatangi tempat Kyo, dia mendorong Kyo untuk menjauh. Kyo tersinggung, dia persiapkan tinjunya, tapi...

"Don't ruin this party." Kata cewek itu sambil merentangkan tangannya di depan wajah Kyo. Kyo berhenti dan cewek tadi pergi bersama senpai-senpai kelas dua. Kyo memilih untuk duduk menyendiri, dracula penyendiri. Dia memejamkan matanya, merasakan sejumput suasana tenang dibuai alunan musik. Rupanya Kyo tidak sadar kalau dia ketiduran. Kyo baru terbangun ketika pipinya ditepuk. Tubuh Kyo bergerak kaget, dilihatnya cewek berkimono ungu tadi.

"Kau tadi ingin berdansa denganku, Dracula-dono?" jantung Kyo berdegup cepat, dia merasa kenal suara ini, namun dia tidak bisa memastikan ini suara milik siapa. Lagipula ruangan yang temaram membuat pandangan Kyo tidak jelas. Kyo cuman mengangguk,meraih tangan kecil si cewek. Mereka berjalan ke tengah ruangan. Kyo melingkarkan tangan kirinya di pinggang cewek yang beberapa centi lebih pendek dari Kyo, sedangkan tangan kanannya menggenggam tangan kiri si cewek. Dualnagkah ke depan, tiga langkah ke kiri, dua langkah mundur, dan seterusnya, gerakan mereka sungguh indah berpadu dengan melodi yang mengalun. Pemandangan yang sangat sempurna, dracula tampan dengan hime cantik. Berdua, mereka menjadi pusat perhatian. Dilihat dari manapun, mereka cocok (#).

Alunan musik berganti menjadi semakin cepat ~bayangkan Cantarellanya Vocaloid~. Kyo dan sang hime rupanya tidak kesulitan menyesuaikan gerakan. Lampu menyorot mereka berdua, barulah Kyo menyadari siapa yang di hadapan dia. Memang, Kyo sempat ragu akan tebakannya. Berkat riasan di wajah dan hiasan rambut, Yukimura benar-benar tersamarkan. "Yukimura..." Kyo tersenyum, begitu pula Yukimura. "Rupanya kostumku tidak bisa menipu kau,Kyo."

Pesta berlangsung lancar tanpa gangguan. Dia akhir acara, Yukimura mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah membuat acara pesta Halloween terlaksana. Banyak orang terkejut karena cewek paling cantik di pesta tak lain tak bukan adalah ketua OSIS mereka sendiri. Di luar, Makoto cekikikan, merasa menang.

Kyo sudah kembali ke kamarnya dan Tora sudah tewas ~tidur lelap~ di kamar tamu. Di dalam kamar,Kyo berusaha mati-matian untuk tidur, tapi belum juga sukses. Di lain pihak...

-xxx-

"Hehehehehehe...di situ rupanya kau sembunyi,anak iblis Kyo. Kau akan aku pakai untuk memuluskan rencanaku." Seseorang di Kinan-One tertawa licik, entah apa yang dia pikirkan.

a.n

terimakasih untuk mp3 yang setia nemenin aku begadang ngerjain ni proyek fanfic, makasih juga buat dokter ariana, gara2 sms dari dokter, saya g bisa tidur, dan malah meng-update nih fanfic, terimakasih untuk pengarang yang aku temuin waktu tgl 3 januari di wanitatama, memberi semangat untuk ngelanjutin fic, dan juga untuk kurohana yang ngingetin aku buat meng-update nih fic,,,hehehehehehe...keasyikan leha-leha akibat liburan semester...

next chapter : masa lalu Yukimura dan Kyoshiro dan kejadian kematian Kyoshiro

(#)

Costae : ~lari dengan kecepatan tinggi, nenedang Kyo~ pergi kau! Kau cuman boleh dansa ma Yukimura 3 menit!!! Sekarang, author yang dansa...

Kyo : author brengsek! Beraninya kau padaku!!! ~kyo ngeluarin pedangnya(author lupa)~

Costae : ~ngeluarin scalpel~ nantang,heh?!! Ayok, aku ladenin!! Siapa takut!!! Yang menang, bawa pulang Yukimura!!!

Kyo n costae : bak bug bak bug.....~bertarung, mpe keluar debu ke mana-mana~

Yukimura : Anthony, temenin ambil kue, kita nonton perkelahian bodoh ini...

Anthony : Dengan senang hati....jarang2 ada orang bego berantem akhir-akhir ini