SECRET LOVE
Cr: Minki Army
This is boys love BXB/AU/chaptered
Cast :
BTS Member
Sungwoon HOTSHOT
.
.
.
.
.
Yoongi Always uke!
.
.
.
.
.
Min Yoongi X (?)
.
.
.
.
" kau belum tidur ?"
Yoongi tersentak didepan kulkas saat seseorang bersuara diantara keheningan aktifitas minumnya. Ia lalu menyudahi minumnya secara paksa untuk membersihkan daerah disekitar bibirnya yang basah akibat cipratan air minum itu
Merasa di acuhkan, jimin yang baru saja selesai berolahraga malam mendekat kemudian merampas gelas yoongi dan meminum sisa air yang baru sedikit diteguk olehnya
" itu airku-" Yoongi berteriak tidak rela dengan segala umpatan dalam hatinya yang tertahan karena melihat jimin yang mempesona saat minum (?)
Mata sayu yoongi tidak lepas memperhatikan bibir sensual park jimin menyapu bekas bibir-nya di gelas minuman dengan adam apple yang bergerak naik turun bersama setitik keringat yang mengalir melewati leher jenjangnya– membuat yoongi rasanya ingin menjadi air yang bisa menyelusuri bibir dan kerongkongan park jimin yang tampan itu. err..
Mwoya ?
Tidak !
Andwae!
Yoongi menggeleng keras membuyarkan hayalan sendirinya tentang jimin.
" Jangan konyol Min yoongi, dia musuhmu. Ini kandang musuhmu sadarlah! " – gumamnya dalam hati
Tanpa berbicara jimin pergi dari sana mencaritahu sendiri penyebab yoongi yang manis itu belum juga tertidur. ia menengok kedalam kamar sang kakak dan menggeleng saat dilihatnya Jhope tidur bersama sungwoon mengambil alih seluruh sisi ranjang.
Kemudian ruang tengah Namjoon dan Jin menguasai sofa setelah mengacaukan barang-barang yang ada disana.
" pemandangan macam apa ini !" –katanya dengan suara kecil namun terdengar ditelinga yoongi
.
Tubuh kecil yoongi bergerak meninggalkan dapur dan menghampiri ruang tengah dimana jimin terlihat menggeleng tidak terima rumahnya dikotori.
" aku akan membersihkannya " –ujarnya sambil menunduk meraih salah satu buku yang tergeletak sembarangan dilantai
" tidak perlu! Aku tidak menyuruhmu membereskannya "
Jimin menarik tangan yoongi menuju kamarnya. menutup pintu setelah yoongi sudah ada didalam sana bersamanya.
" kau tidurlah disini! " -katanya dengan santai sambil melepaskan baju yang sedikit basah karena berkeringat
" kk-kau mau apa?" yoongi membulatkan mata mengangkat kedua lengannya membentuk tanda silang.
Jimin mendekat. menyorot yoongi dengan tatapan khasnya, memberi kesempatan pada abs seksinya untuk menyapa yoongi yang diam-diam menggilainya. " menurutmu apa? Aku Hanya ingin berganti baju. Apalagi? Kau ingin yang lain?" –lanjut jimin seraya mengenakan baju kaos hitamnya.
Jimin berjalan kedepan cermin membenarkan sedikit tatanan rambutnya. " aku tidak akan melakukan hal semacam itu lagi padamu"
Sedangkan Yoongi hanya diam menunduk merutuki kebodohannya dalam hati karena tidak bisa berkata banyak pada jimin. padahal ia sudah mempersiapkan banyak umpatan untuk jimin tapi semuanya hilang bersama detakan jantung gilanya.
" tidurlah disini! Aku akan mengatasi hoseok dan sungwoon hyung "
" t-tapi ?"
" jangan memintaku menemanimu ya ?!"
" kyaa... kau sudah gila? jangan mengasihaniku! Aku yang akan mengatasi sungwoon dan hoseok. Mereka temanku "
Jimin menahan lengan yoongi membawanya berdiri tepat didepannya
" kau sudah gila? Dia kakakku! Mereka bisa saja berbuat yang tidak-tidak padamu tanpa sengaja. Diam disini dan tidurlah dengan tenang sampai besok!"
.
Mungkin malam ini angin tidak berhembus, hingga yoongi merasakan panas mulai menjalari kedua pipinya. Beruntung jimin tidak melihat perubahan warna pucat menjadi pink di pipi yoongi karena ia cepat berlalu dari sana setelah menyuruh yoongi tidur
.
.
.
.
.
.
.
Bumi masih menepati janjinya, konsisten setelah menyeret malam ia kemudian menggantikannya dengan pagi. Indah dengan cahaya hangat yang menyorot pemuda manis yang tertidur nyaman di atas ranjang musuh terbesarnya.
Pemuda itu hanya menggeliat kecil dalam tidurnya saat sang pemilik kamar berlalu kesana kemari sejak tadi didalam sana.
" orang ini.. saat tertidur ia terlihat seperti bayi kecil tanpa dosa. Tapi kenapa saat bangun ia seperti mayat hidup yang kasar dan jutek?!"
Jimin menatap yoongi sangat lama. Ia berjongkok di samping ranjang memperhatikan setiap inchi wajah manis yoongi tanpa melewatkannya sedikitpun.
Kulit putih halus dan mulus, mata indah pemilik tatapan sayu nan tajam, hidung kecil yang begitu serasi dengan wajahnya, dan bibir tipis yang selalu terlihat berwarna merah- Semuanya yang pernah membuat jimin gila seakan merayunya kembali untuk menyentuh dan merasakan sesuatu yang bahkan hari ini masih jimin ingat persis bagaimana rasanya.
''manis"
Jimin jadi berpikir kembali tentang kejadian malam itu saat ia menyentuh yoongi. ia tersenyum dengan tampannya kemudian menggeleng keras.
setelah melawan hasrat gilanya jimin bangkit dan berniat untuk mandi membiarkan yoongi tetap tidur dengan tenang. sedikit aneh memang. Tapi nalurinya menginginkan yoongi agar lebih lama ditempat itu –dengannya.
Pukul 07. 00
Belum ada yang bersuara di dalam apartemen itu. sungwoon , hoseok, namjoon, dan jin di luar sana masih terlelap tanpa tanda-tanda akan terbangun dengan dengkuran mereka.
Sedangkan Jimin sudah rapi dengan seragam sekolah dan rambut sedikit basah didepan cermin kamarnya.
Jimin sedang bergelut dengan dasi sekolahnya yang sejak tadi tidak juga mau rapih. Padahal ia sudah berkali-kali membongkar dan memasangnya kembali tapi dasi itu sepertinya tidak ingin di ajak berdamai dan terus saja membuat jimin kesal.
Dari atas ranjang sana, yoongi duduk menyandarkan bahunya di dinding ranjang terus memperhatikan aktifitas jimin didepan cermin. Sesekali tersenyum kecil saat yang di tatap membongkar kembali ikatan dasinya dengan malas lalu memasangnya lagi tanpa bosan.
Yoongi sudah terbangun sejak aroma parfum jimin mendominasi ruangan itu dan menyadarkannya tentang kejadian semalam dimana jimin menyuruhnya tidur di kamarnya. tidak buruk. Daripada harus tidur dilantai ?
" Apa itu menyenangkan? Menertawaiku..?" jimin menggeser tubuhnya sedikit. menatap yoongi lewat pantulan cermin didepannya.
" Khem" yoongi hanya berdehem kecil, bangkit dari tempatnya kemudian melangkah dengan malas meninggalkan jimin tanpa berkata apa-apa
.
.
.
.
.
Jin terlihat sibuk mengobrak-abrik isi kulkas di dapur saat yoongi berjalan keluar dari kamar jimin hingga berdiri di dekat-nya meneguk segelas air untuk kerongkongannya yang kering.
Saking sibuknya jin bahkan tidak mengatakan sepatah-katapun untuk yoongi yang jelas-jelas berada dibelakangnya -sampai dirinya menemukan yang dicarinya. "ahh.. akhirnya aku menemukan sesuatu untuk dimakan " serunya ceria tanpa berbalik sedikitpun pada yoongi
.
Tidak butuh waktu lama untuk membuat sup rumput laut dan menyajikannya di atas meja makan. Jin yang suka memasak ini memang selalu saja memiliki cara untuk menyelamatkan perutnya dari gangguan kelaparan. –dan perut seseorang lainnya yang sepertinya juga butuh diselamatkan
" terima kasih atas sarapan enak ini hyung. Aku tidak tahu kalau salah satu teman sungwoon hyung adalah seorang master cheff –cantik pula "
" si brengsek ini. apa-apaan dia. Merayu Jin? Dihajar namjoon baru tahu rasa kau!"
" haha~ kau berlebihan jimin. aku bisa memasakkanmu kapanpun kau mau "
" ini lagi si chef gadungan. Murahan sekali ieww~ "
" kalau begitu sering-seringlah kemari untuk memasakkan kami. Keke~ "
Yoongi memasang ekspresi tidak suka sambil membereskan barang-barang yang tergeletak secara acak di ruang tengah. Sejak tadi ia terus saja berkata dengan nada ketus dalam hatinya menanggapi percakapan dua orang di meja makan sana dan berpura-pura tidak mendengarnya
Padahal dia mendengarkan, bahkan sangat jelas.
" siapapun yang memilikimu, pasti dia orang yang beruntung hyung "
" tcih.. kemampuan actingmu benar-benar hebat park brengsekk! "
" O? Benarkah? Hehe~ kau memang pandai merayu jimin "
" heol! Aku bisa gila "
Yoongi memijat pelipis duduk menyandarkan tubuhnya di sofa tepat didepan namjoon yang masih tertidur.
" aku berangkat dulu hyung "
" tunggu jimin. dasimu kurang rapih. Mau ku bantu?"
" hm dengan senang hati "
Sepertinya dua orang yang disana memang butuh pelajaran pagi. Yoongi bahkan sampai berpikir untuk membangunkan namjoon agar melihat kelakuan princesnya itu. tapi-
namjoon yah namjoon. si tukang tidur yang tidak juga mau tobat bahkan dengan satu tendangan.
jimin tersenyum dengan tampannya setelah Jin membenarkan dasinya dengan cepat. Ia kemudian pergi dari sana setelah berpamitan pada Jin dan mengacuhkan yoongi yang sempat bertemu tatap dengannya sebelum keluar dari apartemen.
" Park Brengsekk! "
.
.
.
.
.
.
-TBC-
haa~ a~ /mojok bareng Jeyop
baik! saya mau bikin pengumuman
"announcement "
di jual kakak saya Min Yungi *digampar jimin
-nggak-
tidak terasa sudah di episode 11 *what episode? /sinetron banget -_-
.
.
how do you feel about this fiction ?
