Harvest MoonSTER: Friends of Monster Town

Disclaimer: I don't own Harvest Moon, just this fic only.

Chapter 11: Terbelah

Jack melompat mundur menghindari akar yang siap mencabik tubuhnya. Sebuah akar yang lebih besar mengarah ke arah jantungnya, dengan cepat Jack menunduk lalu menebasnya dengan kapak.

"ZRACK!" Kapak Jack menghantam akar tetapi tidak menggoreskan luka sekecil pun akibatnya tubuh Jack terpental setelah akar yang lain menghajarnya.

Jack mendaratkan kakinya setelah tubuhnya terpental cukup jauh. Musuhnya, Pohon berdaun melancarkan kembali serangan akar-akar yang siap mencabik-cabik tubuhnya. Jack lalu melompat, mengayunkan kapaknya dan menghantam sebuah akar.

"BRAAKK" akar tadi menabrak tanah, Jack segera bersembunyi di balik akar tersebut tapi akar yang lain menghajar tubuh Jack tepat di perutnya.

Akar yang dihantam Jack bergerak kembali dan memukul wajah Jack hingga semburat darah keluar dari mulutnya. Belum sempat dari mulut Jack berhenti, sebuah akar menarik kakinya lalu menghantamkannya ke tanah.

"BRUAAK!" Darah kembali bercucuran dari mulut Jack ditambah sebuah pukulan dari akar yang lain mendarat di punggungnya menambah banyak darah yang keluar.

"Hahaha, hadapilah ajalmu itu anak muda!" kata Pohon berdaun lebat yang dari tadi menggerakkan akar-akarnya.

"Diam! Aku gak akan mati di sini! Aku akan melindungi Claire!" teriak Jack yang sedang mencoba berdiri.

"Ternyata kau masih kuat berdiri, baiklah aku akan mempercepat ajalmu!" ujar Pohon berdaun lebat lalu meluncurkan akarnya yang besar ke Jack.

"DUAAAK!" Akar besar menghantam Jack lalu mengangkatnya ke atas, membuat tetesan darah Jack membasahi akar besar.

"SHAATT!" Jack mencoba melepaskan tubuhnya dari akar besar yang mengangkatnya dan barulah setelah lepas Jack melompat ke arah Pohon berdaun lebat seraya mengayunkan kapaknya.

"Dan aku akan membelah tubuhmu!" teriak Jack keras.

"ZLEB! ZLEB! ZLEB! ZLEB!" beberapa daun dari Pohon berdaun lebat menancap di tubuh Jack dan membuatnya jatuh bebas ke tanah.

"BRUUKK!" Tubuh Jack menghantam tanah, darah kini mengalir dengan deras dari berbagai luka yang ada di tubuhnya.

"Bagaimana rasanya daunku? Enak? Hahaha! Mau akar lagi?" tanya Pohon berdaun lebat kemudian mengayunkan akarnya ke Jack.

"BRAAAK!" Tubuh Jack menyemprotkan darah segar ke mana-mana, matanya putih kosong dan mulutnya menganga penuh dengan darah.

-x-

"Di mana ini?"

"Kenapa semuanya gelap?"

"Apa yang sebenarnya terjadi?"

"Ke mana semua orang?"

"Arrgh!"

"Kakek? Kenapa kakek ada di sini? Kenapa kakek gak jawab?"

"Kakek! Kakek jangan pergi kek! Kakeeek!"

"Kenapa ini? Darah? Luka? Kenapa? Kenapa tubuhku? Tidak!"

"Ahh, hangat.."

"Claire?"

"Maafkan aku Claire? Kau mau pergi ke mana?"

"Claire! Kamu jangan pergi Claire!

"Jangan tinggalkan aku!"

"Tunggu aku Claire! Claire! Clairee!"

"Claaaiiirreee!"

"Aku pasti akan melindungimu!"

-x-

"Ah, di mana ini?"

Jack membuka matanya dan menyadari kalau Pohon berdaun lebat akan menancapkan akarnya tepat di Jantungnya.

"BRUAAAK" Akar Pohon berdaun lebat menghantam tanah sesaat setelah Jack menghindar.

"Hah? Kau masih bisa menghindari seranganku?" tanya Pohon berdaun lebat.

Tanpa menjawab pertanyaan tadi Jack langsung menebas akar Pohon berdaun lebat tadi dan sukses membuatnya terpotong.

"Aaaahh! Kenapa kau bisa memotong akarku? Awaa-"

Sebelum Pohon berdaun lebat menyelesaikan perkataanya, Jack terlebih dahulu memotong akarnya dan membuat Pohon berdaun lebat meraung kesakitan lalu mengarahkan seluruh akarnya ke Jack.

"SHAT! ZRAK! CRAAK!" Dalam hitungan detik, Jack berhasil menebas semua akar yang mengarah kepadanya.

"Aaahhh! Kurang ajar! Beraninya kau!" teriak Pohon berdaun lebat marah lalu melayangkan dahannya yang penuh dengan daun.

"CRAAKK!" Jack mundur satu langkah, tangannya menebaskan kapaknya ke dahan Pohon berdaun lebat tepat sebelum menyentuhnya.

"Kurang ajar! Awas! Akan kucincang dagingmu! Terimalah serangan daun belatiku!" seru Pohon berdaun lebat lalu menembakkan daun-daun yang ada di kepalanya ke Jack.

"ZRASH! ZRASH! ZRASH! ZRASH!" Daun-daun Pohon berdaun lebat menabrak tanah tepat setelah Jack melompat mundur beberapa meter.

"Hah! Kau menghindari seluruh serangan daunku? Siapa sebenarnya kau ini?" Pohon berdaun lebat kembali menembakkan daun-daunnya, kali ini dalam jumlah yang sangat banyak.

"TRANG! TANG! TANG! TRANG!" Jack menghalau semua daun Pohon berdaun lebat dengan cangkul yang baru diambilnya dari tasnya yang terlempar jauh.

"Mustahil! Be..benar-benar mustahil! Apa kau tidak tahu siapa aku? Aku ini Timid! Aku peri hijau penjaga hutan!" teriak Pohon berdaun lebat kencang.

"Apa kau sudah selesai? Giliranku," kata Jack lalu berlari ke Pohon berdaun lebat.

Akar-akar Pohon berdaun lebat melayang dengan cepat ke Jack dan dengan mudah dapat ditebas olehnya dengan tetap berlari. Dahan Pohon berdaun lebat kembali mengarah ke Jack dan kali ini Jack melompat naik ke atasnya lalu kembali berlari dengan cepat ke Pohon berdaun lebat dan ketika sudah dekat Jack melompat mengayunkan kapaknya.

"ZLEB! ZLEB! ZLEB! ZLEB!" Puluhan daun Pohon berdaun lebat menancap di tubuh Jack yang penuh luka dan darah tepat sebelum Jack mengayunkan kapaknya.

"BRUKK!" Jack jatuh, darahnya mengucur deras.

"Hahaha! Tebasanmu tadi tidak mempan! Hahaha! Rasakan nikmatnya daunku! Hahaha! Sampai jumpa anak mu-"

"KRAAAACK!" Pohon berdaun lebat terbelah dua.

"Sudah kubilang, kan! Aku akan membelah tubuhmu!" ucap Jack lirih, lalu menutup matanya.

-x-

"Terima kasih, Jack."

"Kakek?"

"Jaga Farm dan Claire baik-baik."

"Iya, kek!"

-x-

Sedikit demi sedikit Jack membuka matanya, dia melihat bidadari, wajahnya cantik, manis, imut, lucu dan rambutnya pirang, Claire.

"Jack? Jack! Jack! Kamu sudah sadar?" tanya Claire histeris.

"Ah, Claire?"

"Jack! Akhirnya kamu sadar juga! Huaaaa," tangis Claire pecah.

"Iya, Claire."

"Huaaaa, maafkan aku Jack udah mukul kamu! Udah nyakitin kamu! Huaaa.."

"Iya, gak apa-apa kok. Udah, jangan nangis lagi yah?"

"Gak mau! Huaa!" tangis Claire bertambah kencang, dia lalu memeluk Jack.

"Aduh, sakit Claire," rintih Jack karena lukanya tersentuh oleh Claire.

"Biarin! Jaaaack, huaaa!" pelukan Claire bertambah kencang.

"Iya, aku kangen," ucap Jack lalu mengelus rambut Claire, rambut pirangnya.

"Aku juga."

Bersambung.

Duh, kenapa chapter ini akhirnya jadi cabul sih!