Setelah 1 jam 30 menit berlalu, setelah Kyuubi mentraktir mereka makan siang, Kyuubi, Ichibi, Nibi dan Hachibi pun berangkat menggunakan mobil untuk pergi ke Kota Tokyo.
Dengan menggunakan jalan yang dikawal oleh pihak keamanan, tak sampai satu jam mereka pun telah sampai di Kota Tokyo tujuan mereka.
I have bad feeling about this, pikir Kyuubi dalam hati. Dapat dirasakan sesuatu yang tidak enak di dalam lubuk hatinya. Apa lagi setelah mengingat Nanabi yang memberikan peringatan kepadanya mengenai suatu hal yang akan terjadi, yang akan merubah hidup Kyuubi selamanya.
Tapi kemudian Kyuubi berpikir tak ada yang perlu dikhawatirkan. Lagian banyak orang yang keluar-masuk, datang-pergi ke dan dari kota ini. Kyuubi bukan orang satu-satunya yang pertama dan juga bukan pula menjadi yang terakhir. Jadi dia pun tak menghiraukan peringatan dari Nanabi dan tak menghiraukan apa yang dirasakan oleh insting nya itu.
Mobil melaju cepat dan akhirnya sampailah mereka di sebuah tempat pendistribusian dan penyortiran segala macam dan jenis buah jeruk.
Melihat rakun, kucing dan guritanya yang masih diam saja di dalam mobil tidak keluar, "Kalian bertiga, mengapa diam saja?? Cepat keluar dari mobilku. Kau kira aku ini supir kalian apa?? Harus juga membukakan pintu kalian begitu??"
Kyuubi menggerutu, sudah tadi yang traktir dia, yang nyupir sampai ke sini pun dia, pakai mobil juga mobil kesayangannya dia. Kurang baik hati apa coba dirinya. Dasar bawahan di kasih hati minta rempelo.
Yang mendengar perkataan tuannya hanya bingung, "Maksud tuan??"
"Kalian bertiga urus masalah ini", kata Kyuubi pada mereka.
"Tuan tidak ikut bersama kami??"
"Aku?? Buat apa aku ikut?? Kau pikir aku mengajak kalian untuk apa?? Cuma jadi pajangan dan aksesoris?? Cuihh.. Demi apa.."
Yang mendengarnya pun hanya bisa sweetdrop, jelas-jelas mereka tadi mendengar percakapan antara bapak dan anak lewat telepon yang mana anak bersedia mengurus semua masalah yang ada. Ternyata hanya dilimpahkan kepada anak buahnya saja.
"CEPAT KELUAR!!", teriak Kyuubi melihat mereka yang sampai saat ini tak kunjung keluar dari mobil merahnya. Urat kesabarannya sudah putus. Apa lagi mengingat bahwa sudah lama Kyuubi tidak makan buah kesukaannya. Melirik jam, sudah 30 menit 17 detik dia tidak makan buah merahnya itu. Dia hanya ingin mereka segera keluar dari hadapannya dan kemudian mencari lagi buah kesayangannya itu. Dia tadi sudah habis sekarung, ingin rasanya ia membeli buah merah itu sekarung lagi.
Mereka pun dengan segera keluar dari mobil.
"Dan lagi aku minta keberhasilan kalian, kalau kalian sampai gagal dalam masalah yang sepele ini. Akan aku kembalikan kalian semua kepada adikku yang manis itu."
Setelah mengatakan kalimat itu, Kyuubi pun melajukan mobilnya, pergi meninggalkan mereka bertiga yang masih berdiri mematung, masih memproses semua kata-katanya.
x
Di seberang sana..
Tampak dua orang yang tengah berada di sebuah ruangan yang terlihat cukup klasik, ada meja kerja besar dan kumpulan buku-buku dan gulungan tua, yang lebih muda tampak duduk di pangkuan yang lebih tua. Mereka berdua duduk di sebuah kursi sofa merah yang empuk, nyaman dan mewah.
Dapat dilihatnya juga yang lebih tua mendekatkan bibirnya ke telinga yang lebih muda. Lidahnya keluar, sedikit bermain dengan sekali-kali menggigit kecil telinganya dan terkadang juga menjilat basahnya. Sebelum akhirnya ia membisikkan sesuatu ke telinga yang lebih muda. Tampak yang lebih muda itu terlihat serius di depan monitor dihadapan mereka.
Jadi Bagaimana??
"Semua berjalan sesuai rencana Aniki, bahkan rubah itu pergi sendirian meninggalkan ke 3 'bodyguard'nya," kata yang lebih muda sambil tersenyum tipis.
Bagus kalau begitu tinggal aku menyuruh dia untuk segera datang ke arah dimana rubah itu akan pergi.
"Aniki, apa kau yakin rencana ini akan berhasil??" kata yang lebih muda tampak terlihat sedikit khawatir.
Mendengar kata-katanya, yang lebih tua itu hanya mengangkatkan satu alis matanya, kemudian mendorong muka yang lebih muda itu ke arahnya dengan memegang dagu yang lebih muda itu sambil menatapnya dengan mata merah gelapnya,
Kau tidak mempercayaiku??
"Bu- bukan begitu Aniki, hanya saja kau melakukan rencana yang berbeda dari rencana sebelumnya. Sungguh sangat berbeda.." yang lebih muda mencoba menjelaskan, tapi karena tatapannya itu, ia berbicara dengan sedikit terbata.
Haha.. Berbeda?? Dari mana ini bisa di katakan berbeda adikku yang manis?? Rencana ku masih sama seperti sebelumnya, hanya cara mendapatkannya saja yang berbeda mengingat target sudah tak perlu lagi membutuhkan wadah agar 'mereka' bisa hidup normal berinteraksi dengan para manusia biasa yang lainnya.
Yang lebih tua hanya bisa berkata sambil mengecup lembut bibir manis merah ranum milik adiknya itu.
"Aku hanya bisa berharap Aniki, kalau cucu dari cicit keponakan kita itu akan bisa berhasil menaklukannya. Melihat tabiat mereka yang sungguh tak ada kecocokan nya sama sekali." kata yang lebih muda sambil mem-poutkan mulutnya. Sungguh jika ada orang lain yang berada di sana akan langsung kaget jika seorang yang selama ini terlihat dingin di depan banyak orang dapat membuat wajah kesal imutnya seperti itu.
Wkwkwk.. Kau lihat saja.. Aku tahu sekali sifat-sifat semua cucu dari cicit keponakan kita itu Ototou, kau tak perlu merasa khawatir.. Sekali mereka melihat dan merasa tertarik akan sesuatu.. Mereka akan mengejarnya sampai mereka mendapatkannya.. Mau atau tidak mau, suka tidak suka.. Itu juga sudah ciri khas dari seorang Uchiha..
"Ohh really?? Aku tidak bisa mempercayainya. Kau saja tidak bisa mendapatkan target mu itu, harus kalah dengan seorang wanita berambut merah.. Haha.."
Ck.. Aku tidak kalah.. Karena itu memang bukan target ku yang sesungguhnya.. Aku hanya ingin membuat targetku yang sebenarnya merasakan cemburu.. Tidak lebih.. Pria kayu itu bisa pergi dan menikah dengan wanita lain dan punya keturunan pun sampai sekarang aku tidak peduli..
"Siapa targetmu yang sebenarnya huh?? Aku ingin tahu.." Kata yang lebih muda sedikit menggoda.
Ohh kamu tidak tahu Ototou, My Darling lovely little brother.. Kukira itu sudah cukup jelas??
Kata yang lebih tua, tangannya pun turun ke gundukan yang ada di belahan paha yang lebih muda. Kemudian di cengkram lembutnya gundukan itu. Tak lupa dijilatnya juga leher jenjang adiknya itu dengan penuh hasrat.
"Ahhh.. Stop it.. Kau tadi sudah mendapatkan jatahmu, Damn Pervert!!!" kata yang lebih muda, dapat dilihatnya dia berusaha dengan keras mengontrol hasratnya itu. Dia tak ingin kakaknya melakukan 'itu' sekarang di sini.
Foolish little brother, I never get enough of you..
Kata yang lebih tua yang kemudian mengangkat adiknya itu dengan princess-carry menuju ke kamar pribadi mereka.
x
#tbc
Berlanjut ke chapter depan..
Sudah mulai masuk ke plot cerita.. Hehe..
