Hai! Aku datang lagi! *dilindes kereta* cling…. *berpose gaya guru gay* *dicemplungin ke sungai kapuas*. Aku telat update lagi! XD *disambit batu* Untuk sekedar informasi... Kakashi lagi ada kerja di italia... (dibuang jauh-jauh)

Note dan sebagainya : alur kecepetan kayak kereta shinkansen (jangan diprotes, saya juga udah tau XD) kegajean yang sangat, pendek dan lain-lain…..

Don't Like Don't Read

Not Receive The Flame


Title : Between Love And Hate

Author : Hotaru Chan Hatake

Disclaimer : Masashi Kishimoto, tetangga ku *dilempar pena, kertas, pensil*

Rating : M

Pairing : bisa berubah sewaktu-waktu *dilempar tipi*


Sasuke POV

Aku akan ketempatmu naruchan…..

Setelah kecelakaan yang menimpaku, aku koma sekitar 2 tahunan… 1 tahun aku menjalani terapi pemulihan dan menbawakan hasil. Tubuhku benar-benar pulih. Sekarang aku akan melihat Naruto.

Kulangkahkan kakiku menuju ke pintu depan.

"Kau mau kemana Sasuke?" tanya Itachi.

"….," aku diam saja.

"Jawab Sasuke…," kata Itachi memaksaku membuka mulut.

"Aku mau jalan-jalan..," kataku mencoba menghindar.

Itachi sama sekali tidak tau apapun tentang Naruto. Karena aku memang tak pernah menceritakannya.

"Oh… ya sudah… bagus juga buat refreshing….," kata Itachi mengijinkan.

"Arigatou…," kataku dan langsung melangkah pergi menuju garasi untuk mengambil mobil sportku.

Aku benar-benar sangan rindu padanya… tapi, aku ragu. 3 tahun ini aku tak mengabari apapun padanya…


Normal POV

Jam 07.12

Hari ini Naruto libur, jadi ia sekarang sedang beres-beres rumah. Saat sedang mengangkat pakaian yang akan dijemur, ia melihat sikembar nonton sambil menempelkan wajahnya ke televisi.

'….ini nggak baik…,' batin Naruto.

Naruto meletakkan pakaian yang akan dijemur dan berjalan menuju si kembar.

"Natsuo, Daichi, jangan nonton sedekat itu. Ayo mundur..," kata Naruto sambil menarik pundak sikembar.

"Nggak mau…," kata Natsuo.

"Sama..," kata Daichi sambil tetap bertahan menempelkan wajahnya pada televisi.

'Ah… aku tahu…,' batin Naruto.

"Ahh…. Ayo mundur. Televisinya malu tuh….!" Kata Naruto sambil berteriak.

"Hah..?" guman Natsuo binggung.

"Itu nanti dia menghilang loh…. Kalo nontonnya sedekat itu….," kata Naruto.

Segera Naruto mengambil remote televisi dan menekan tombol 'off'.

"Ahh… aku malu…," kata Naruto sambil mengubah suaranya.

Televisinya mati, si kembar kaget.

"Alghh…. Jangan malu!" teriak Natsuo.

"Ini aku mundul…," kata Daichi.

Si kembar akhirnya mundur ampe 3 meter. Barulah Naruto menghidupkan tipinya.

"Kan…. Televisinya nggak malu lagi…," kata Naruto.

"Iya…," kata Natsuo.

Naruto berjalan menuju tempat menjemur baju dan menjemur pakaiannya.

Setelah selesai, Naruto segera menuju ketempat sikembar. Melihat apa yang mereka lakukan.

"Natsuo, Daichi, lagi ngapain?" tanya Naruto pada si kembar yang lagi menggambar.

"Lagi gambal…," kata Natsuo.

"Wah… gambar apa?" tanya Naruto.

"Gambal kelualga…," kata Natsuo.

Naruto melihat gambar Natsuo. Err… disitu ada Naruto, Natsuo, Daichi, dan seorang laki-laki?

"Itu siapa?" tanya Naruto menunjuk gambar laki-laki.

"Hmm… ayah? Mungkin saja…," kata Daichi nyambung.

Naruto diam, Natsuo melihat Naruto.

"Ibu… ayah dimana…?" tanya Natsuo dengan puppy eyes.

"Eh? Err… ayahmu ada di suatu tempat di muka bumi ini..," jawab Naruto.

Natsuo malah mau nangis.

"Gyaa…. Sudahlah. Siapa yang mau ibu belanja?" tanya Naruto.

"AH! AKU! " teriak gaje Daichi.

"AKU JUGA!" teriak Natsuo melupakan rasa sedihnya.

"OK! Ayo kita pergi!" teriak Naruto semangat.

"Ya!" si kembar juga ikut-ikuatn.


Skip Time (jam 11.20)

Sekarang mereka udah ada di pusat perbelanjaan.

"Wah…. Ramai!" kata Natsuo.

"Kan hari libur, makanya ramai…," kata Naruto menjelaskan.

"Oh…," Natsuo hanya ber oh ria.


Sasuke POV

Ramainya kota ini. Ini atau hanya perasaanku saja. Kayaknya ini kota banyak berubah. Penduduknya tambah banyak. Sepertinya ini pusat perbelanjaan. Macet lagi. Tambah kesel aja.

Ayolah….! Lama sekali!

Aku menoleh ke arah kanan dan melihat seorang wanita, berambut kuning, bermata shapphire. Tersenyum ke arah seorang anak kecil yang digandengnya. Dua? Kembar sepertinya. Jangankan aku lupa wajah Naruto. Aku yakin sepertinya itu Naruto. Segeralah aku keluar dan berlari ke arah mereka. Tapi… sialnya aku kehilangan jejak! Argh…. Akan kubunuh orang yang lewat didepanku!


Naruto POV

Tadi itu Sasuke kan? Yang berlari menuju kesini? Tapi… buat apa ia kesini? Untung saja ia tak berhasil mengejarku…. tapi apakah benar itu ia?

ya sudahlah... tidak mungkin ia da disini.


Normal POV

Naruto masuk ke sebuah swalayan untuk belanja bulanan. Mengingat bahan makanan dirumah sudah banyak yang habis. Natsuo sama Daichi hanya celingak-celinguk melihat barang-barang yang ada.

Selesai berbelanja, Naruto buru-buru pulang karna hari mulai berawan. Menandakan akan hujan.

Ketika Naruto berjalan, Sasuke tepat dibelakangnya dan sepertinya Naruto tidak menyadarinya.


Sasuke POV

I-itukan wanita yang tadi aku lihat. Dari belakang memang persis Naru-chan…. Aku Cuma ragu untuk memanggilnya… tapi, kucoba dulu deh…

Lalu aku turun dari mobil dan berlari kearahnya. Seorang anak kecil yang warna rambutnya pirang menyadari kehadiranku. Dan melihat ke belakang.


Normal POV
"Ma… ada orang lari…," kata Natsuo sambil menarik rok Naruto.

"Hah? Maksudnya?" Tanya Naruto.

"Tu…," kata Natsuo sambil nunjuk-nunjuk Sasuke yang mulai dekat.

Naruto menghadap kebelakang dan melihat sosok yang tinggi, kulitnya putih pucat, berambut pantat ayam *dideathglare ampe author mati*, bermata onxy. Dan Naruto benar-benar sadar bahwa itu adalah Sasuke!

"Hah… Naru-chan..hah..hah…," kata Sasuke capek habis lari.

Mata Naruto benar-benar nggak percaya bahwa itu adalah Sasuke.

"E-eh.. S-sasuke…" gumam Naruto dengan perasaan yang campur aduk, antara senang dan kecewa.

Tik...

Hujan mulai turun.

"Naruto! ayo kemobil!" kata Sasuke.

"Eh...," gumam naruto.

Sasuke menarik Naruto dan si kembar ngikut dari belakang.

Bukk...

Sasuke menutup pintu mobil dan segera jalan. Naruto duduk tepat disamping Sasuke dan tentunya Sasuke yang menyetir. si kembar duduk dibelakang.

"Itu siapa sih?" kata Natsuo pada Daichi (yang tentunya bisik-bisik)

"Nggak tau... kayaknya sih orang kenalan mama... habis tadi manggil gitu..," kata Daichi menjelaskan.

"Tapi kayaknya nggak akur deh...," kata Natsuo.

"Kok gitu?" tanya Daichi.

"Habis daritadi diam aja...," kata Natsuo.

"Iya ya...," gumam Daichi.

Benar apa yang dikatakan Natsuo. Naruto sama sekali tidak berkata apa-apa. Daripada melihat wajah Sasuke, ia lebih memilih melihat keluar jendela. hanya melihat hujan dan angin.

Sesampai didepan apartemen, Naruto langsung keluar dari mobil tanpa mengatakan apa-apa sambil menggandeng si kembar. Sasuke mah ikut aja dari belakang.

"Natsuo, Daichi tidur siang...," kata Naruto datar.

"Iya...," kata Si kembar dan langsung ke kamar.

Setelah si kembar masuk kamar, tiba-tiba Sasuke memeluk Naruto dari belakang tanpa Naruto sadari.

"Ugh... lepaskan!" kata Naruto mencoba melepaskan diri.

"...," Sasuke diam aja.

Sepertinya Sasuke lagi merasakan wangi Naruto yang sudah lama ia rindukan. Akhirnya Naruto capek sendiri dan pasrah akan kelakuan Sasuke.

"Naruto... Aku merindukanmu...," kata Sasuke.

"K-kemana saja kau selama 3 tahun ini! Aku benar-benar kecewa denganmu!" kata Naruto sambil menahan tangis.

"Maafkan aku Naruto... Akan kujelaskan semuanya...," kata Sasuke sambil mempertahankan posisinya.

"A-aku tak butuh penjelasanmu! Kau benar-benar brengsek! Tidak mengabari apapun selama 3 tahun ini!" kata Naruto dengan badan yang bergetar.

Tangan Sasuke merasakan ada yang basah jatuh. Rupanya Naruto tak bisa menahan airmata yang ia pendam selama 3 tahun ini.

"Ugh...hiks...," kata Naruto.

Sasuke menjelaskan semua kondisinya selama 3 tahun ini, entah Naruto percaya atau tidak.

"Aku akan benar-benar memperlihatkan kesungguhanku...," kata Sasuke.

"...," Naruto diam. Masih kaget akan cerita Sasuke.

Sasuke mencium kening Naruto, lalu melepaskannya dan berkata "Besok aku akan datang!" kata Sasuke.

"Kita ajak si kembar untuk jalan-jalan... kalau tidak salah namanya Natsuo dan Daichi kan? Nama yang bagus!" kata Sasuke.

Sasuke lalu pergi dan Naruto merasakan lutunya melemas dan ia pun terduduk dilantai.

'Perasaan apa ini? Rasanya aku senang, tapi sekaligus ada rasa kecewa...' batin Naruto.


Kayaknya mendekati akhir nih...

Tapi nggak tau juga sih...

Hah~ Capek!

ngetik ni fic tiga jam berasa 3 tahun! (Lebay mode on)

Belum tamat nih...

Thanks buat yang ngeriview...

Banyak yang nyemangatin, author jadi senang!

Akan kulanjutin ni fic dengan semangat guru gay! (mata berapi-api)

Yang paling banyak diminta Author-author lain... (termasuk saya)

R

E

V

I

E

W

~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~