Disclamer : Naruto © Masashi Kishimoto

Genre : Romance, Shonen ai

Pairing : SasuNaruSai

Rated : T

Don't Like! Don't Read!

Finale Chapter (Forever)


Hari ini adalah hari terakhir Sasuke dan Naruto bertemu, namun hari ini mereka akan menghabiskan satu hari penuh untuk bersama-sama. Sasuke menemani Naruto pergi ke Tokyo untuk mencari tempat kontrakkan untuk dia tinggal. Mereka naik kereta api pagi-pagi sekali, agar bisa bersama lebih lama lagi.

Di dalam kereta Sasuke duduk sambil melipat kaki dan tangannya, hingga memposisikan dirinya begitu cool saat itu. Banyak orangpun dengan sengaja melirik-lirik Sasuke yang tengah terdiam dengan sepasang headphone terpasang di telinganya. Bukan karena ketampanan Sasuke yang membuat wanita-wanita terpesona, karena mereka begitu heran dengan pasangan yang romantis sedang menikmati kebersamaannya. Naruto yang tertidur di samping Sasuke pun menyandarkan kepalanya di pundak lengan Sasuke, hingga membuat semua orang berbisik-bisik menggosipkan mereka. Mereka bukannya menggunjingkan pasangan itu, namun mereka malah terpesona dengan pemandangan yang jarang mereka lihat setiap hari. Naruto memang masih mengantuk, dia harus bangun pagi-pagi sekali untuk pergi bersama Sasuke dan memesan tiket kereta api ke Tokyo. Maka dari itu dia pun tertidur di samping Sasuke.

Beberapa jam kemudian. Naruto mulai membuka matanya, mengusap-usap mata kanannya dengan jari-jarinya. Sasuke yang merasakan Naruto yang mulai bangunpun melepaskan headphone yang masih terpasang di telinganya.

"Kita belum sampai?" tanya Naruto yang masih setengah mengantuk.

"Belum. Masih 1 jam lagi, kau bisa tidur lagi dobe." jawabnya.

"Een.." gumamnya sambil mengusap-usap kedua matanya. Sasuke yang melihatnya pun tak luput dari semburat merah yang muncul di pipinya, gara-gara melihat Naruto yang begitu manis saat itu. "Ada apa?" timpalnya heran melihat Sasuke yang memalingkan wajahnya.

"Hnn, tidak ada." singkatnya.

"Kau tidak lapar, teme? Aku membawa onigiri di tas, kau mau?" kata Naruto sambil mengeluarkan kotak bekal makanannya. "Hmm?" gumamnya dengan mulut tersumpal onigiri sambil menawarkannya pada Sasuke.

Sasuke pun mengambil salah satu onigiri dari kotak bekal Naruto dan segera memakannya.

Setelah itu..

1 jam kemudian. Tepat pukul 11 pagi, mereka sampai di Tokyo.

Sasuke tanpa malu menggandeng tangan Naruto keluar dari kereta api dan stasiun itu. Naruto pun sedikit kaget dan malu mendapat perlakuan seperti itu dari Sasuke. Namun dia kembali menyunggingkan senyumnya saat melihat telinga Sasuke yang memerah seperti tomat itu.

Lalu mereka pun berkeliling-keliling mencari rumah kontrakkan yang dekat dengan kampusnya. Sudah beberapa jam mereka mencari namun hasilnya pun tetap nihil, akhirnya Sasuke pun mempunyai ide tempat Naruto tinggal. Sasuke menyuruh Naruto agar tinggal di rumahnya di Tokyo, tepatnya tinggal bersama orang tuannya di Tokyo. Pertamanya Naruto menolak ide konyol Sasuke itu, namun gara-gara Sasuke yang memaksa akhirnya Naruto pun menuruti kemauan Sasuke untuk tinggal di rumahnya di Tokyo.

Setelah Naruto menyetujui ide itu, mereka pun langsung pergi ke rumah orang tua Sasuke tinggal.

Sesampainya di sana, orang tua dan Itachi, kakak kandung Sasuke menyambut Naruto dengan hangat.

"Sasuke? Kau pulang?" tanya Ibunya yang kaget.

"Hnn, ayah dan kakak ada? Aku ingin bicara dengan kalian semua." tanya Sasuke pada Ibunya.

"Ayah dan Itachi ada, mereka sedang bermain kartu di ruang tengah. Lalu ini temanmu?"

"Oh, ini Naruto. Ibu masih ingat?" kata Sasuke.

"Naru-chan?" ucap Mikoto terkejut melihat Naruto. "Wah, kau sudah sebesar ini sekarang."

tambahnya sambil memeluk Naruto.

"Iya. Selamat siang, bi." sapa Naruto.

"Ayo masuk-masuk." ajak Mikoto.

Lalu mereka pun segera masuk ke dalam dan bertemu dengan Fugaku dan Itachi yang sedang bermain kartu. Setelah itu, Sasuke menjelaskan kedatangannya pulang ke rumah. Alasannya pulang ke rumah adalah meminta ijin agar Naruto boleh tinggal di sana untuk beberapa waktu sampai kuliahnya selesai. Tentu saja Mikoto dan yang lainnya setuju, karena Naruto sudah dianggap seperti anaknya sendiri. Naruto pun sangat berterima kasih telah diberikan tempat untuk tinggal. Kemudian mereka pun kembali mengobrol dan 2 jam kemudian Sasuke dan Naruto memutuskan untuk undur diri dari rumah itu.

"Ibu, kami pergi dulu." pamit Sasuke.

"Secepat itu? Kalian tidak makan siang dulu di sini?" tanya Mikoto.

"Tidak usah, bi. Kami masih ada urusan lain." sahut Naruto.

"Baiklah kalau begitu. Hati-hati,ya."

"Hnn, ittekimasu."

"Itterasai."

Lalu Sasuke dan Naruto pun pergi meninggalkan rumah itu, mereka berencana untuk kencan seharian itu juga setelah menyelesaikan urusannya.

"Kita mau kemana?" tanya Naruto yang masih bingung di daerah Tokyo.

"Aku akan mengajakmu ke suatu tempat." kata Sasuke sambil mengajak Naruto pergi ke suatu tempat. Sasuke mengajaknya pergi ke suatu tempat, sebuah danau yang tak terlalu jauh dari rumahnya. Danau itu sedikit tersembunyi di balik semak-semak, hingga jarang ada orang-orang yang datang ke sana. "Bagaimana? Aku sering sekali datang ke sini kalau sedang bosan." tambahnya.

"Waah, keren.. Indah sekali." Ucap Naruto terkagum-kagum dengan pemandangan di danau itu.

"Kau suka?"

"E-em.."

"Hnn, untunglah aku membawamu kemari." Sasuke begitu senang membawa Naruto ke sana.

"Ne, kau mau foto bersamaku, teme?"

"Hnn, tidak." sungut Sasuke menolak ajakan Naruto.

"Ayolah." paksa Naruto. "Kau benar-benar tidak mau mambuat kenang-kenangan bersamaku?" tambahnya dengan puppy eyes yang membuat Sasuke tidak bisa menolak ajakan Naruto itu.

"Oke-oke! Tapi hanya satu kali saja."

"Hahaha.. Baiklah." Lalu Naruto pun mengambil ponsel dari balik sakunya. Dia mendekatkan diri dengan Sasuke dengan tawa yang begitu merekah. Diangkatnya ponsel itu, lalu terfotolah moment-moment saat kebersamaan mereka di sana. "Teme, aku akan mengirimimu foto ini. Mana ponselmu?"

"Tidak usah." tolak Sasuke.

"Teme! Mana ponselmu!" gertak Naruto sambil merogoh-rogoh saku celana Sasuke. Dan akhirnya ditemukannya ponsel lipat yang berwarna hitam itu. Dibukanya ponsel itu, Naruto begitu kaget saat melihat sebuah foto terpampang di layar depan ponsel Sasuke. Namun Naruto mulai salah tingkah, wajahnya mulai memerah saat melihat fotonya tengah dijadikan wallpaper di ponsel Sasuke. "Te-Teme! Kenapa kau punya fotoku waktu festival sekolah?" tanya Naruto dengan sedikit nada tinggi.

"Aah, aku mengambilnya diam-diam saat kau sedang mengisi acara. Tapi nomong-ngomong kau centil sekali Naru-chan." sindir Sasuke ikut-ikutan memanggil nama kecilnya.

"Teme! Jangan panggil aku seperti itu!" sungut Naruto sambil mengembungkan kedua pipinya dan melipat kedua tangannya, hingga membuatnya manis saat itu. Tiba-tiba Sasuke menyentuh bibir Naruto dengan bibirnya, membuat Naruto melupakan rasa kesalnya pada Sasuke. Sasuke pun memeluk Naruto, memeluknya begitu erat.

"Aku mencintaimu, dobe. Aku benar-benar tidak bisa hidup tanpamu." bisik Sasuke di sela-sela pelukkannya. Sasuke pun kembali mencium Naruto, mencium dengan lembut bibir orang yang dicintainya itu. Setelah melepaskan ciumannya, dia kembali menatap kedua mata saphire itu.

"Sekali lagi." ucap Naruto. Mendengar itu Sasuke pun kembali mencium Naruto. Dan saat sasuke kembali melepaskan ciumannya, Naruto kembali memintanya. "Sekali lagi." tambahnya. "Sekali lagi.."

Setelah itu, mereka pergi berjalan-jalan ke kota. Sasuke pun menjadi penunjuk arah bagi Naruto. Memberitahu tempat-tempat yang begitu indah di Tokyo. Namun Tokyo adalah hutan baja, tempat dimana gedung-gedung pencakar langit berdiri kokoh di sana. Tapi ada juga tempat-tempat menarik di sana, Sasuke mengajak Naruto berkeliling di tempat-tempat itu satu persatu.

Hingga hari pun menjelang malam. Dan mereka memutuskan untuk pulang malam itu juga.

Hari ini adalah hari yang begitu menyenangkan bagi mereka berdua, bersama-sama seharian penuh hingga tak tahu waktu.

Di dalam kereta, mereka berdua tertidur lelap sambil menyandarkan kepala mereka satu sama lainnya hingga sampai kembali pulang.


Keesokan harinya.

Hari ini adalah upacara pelulusan Naruto di sekolahnya. Semua anak kelas satu dan dua menangisi kepergian Naruto dan Sai, terutama anak perempuan yang paling keras menangisnya. Saat itu juga Sasuke tidak menemui Naruto, dia hanya melihatnya dari kejauhan. Naruto yang melihat Sasuke dari kejauhan juga hanya bisa menyunggingkan senyumnya padanya, dan Sasuke membalas senyuman itu.

Setelah itu, Naruto mendekati Sasuke yang tengah menunggunya.

"Kenapa kau tidak memberiku selamat, teme?" tanya Naruto sedikit kesal.

"Hnn? Untuk apa?" tanya Sasuke balik.

"Kok begitu?" sungut Naruto marah.

"Bodoh kau." Sasuke menarik tangan Naruto dan menciumnya di depan umum. Untung saja tak ada yang melihat ciuman itu. "Selamat atas kelulusanmu, dobe."

"Baka!" sungut Naruto malu.


"Naru-chan, kau sudah selesai?" tanya Sai. Hari ini Naruto tengah mempersiapkan kepindahannya ke Tokyo, dia telah merapikan pakaian-pakaiannya masuk ke dalam tas.

"Emm, sedikit lagi." jawabnya. Ditengoknya keluar jendela kamarnya, terlihat sebuah kamar yang kosong tanpa ada seseorang di sana. Tentu saja itu kamar Sasuke, Naruto begitu ingin bertemu dengan Sasuke saat ini. Karena hari ini adalah hari Naruto harus pindah ke Tokyo untuk melanjutkan sekolahnya.

Setelah selesai merapikan pakaiannya, Naruto dan Sai turun ke bawah. Sebuah taksi tengah menunggunya di sana.

"Jaga kesehatanmu Naruto." ucap sang ayah.

"Kalau kau kangen dengan kakakmu ini, cepat-cepatlah pulang." kata deidara.

"Baik."

Saat Naruto hendak masuk ke dalam taksi, tiba-tiba Sasuke berlari-lari menghampiri Naruto.

"Dobe!" panggilnya.

Mendengar itu Naruto menengok ke arah asal suara itu, dan dilihatnya Sasuke tengah berlari mendekatinya.

"Teme? Ada apa?" tanya Naruto.

"Hei, kau pergi tanpa pamit padaku? Kau jahat sekali, dobe."

"Maaf, aku tidak ingin…"

"Tidak apa-apa." potong Sasuke. "Aku ingin memberikan ini padamu." tambah Sasuke sambil menarik tangan Naruto. Dan diselipkannya sebuah cincin emas putih di jari manis Naruto, hingga membuat wajahnya memerah semerah tomat.

"Teme, ini.."

"Aku akan menunggumu Naruto, aku akan memegang janjiku padamu. Karena aku sangat mencintaimu." sahut Sasuke lalu mencium kening Naruto dan turun ke pipi lalu bibirnya.

Deidara dan Minato yang melihat adegan itupun menjadi blushing dibuatnya. Sedangkan Sai, dia mulai terbiasa dengan pemandangan itu. Walau dihatinya begitu sakit melihatnya.

"Hei, Sasuke." panggil Sai. "Aku memang menyerahkan Naruto padamu, tapi jika nanti kalau kamu membuatnya sedih. Aku tidak akan memaafkanmu dan tidak akan segan-segan merebut Naruto. Ingatlah itu!"

"Aku tahu." sungut Sasuke.

"Hei, kalian. Jangan bicara seenaknya, ya!" sungut Naruto. "Teme, it's ok. Ingatlah kata-kataku yang pernah aku katakan padamu dulu. Aku pasti kembali, teme. Aku mencintaimu." kata terakhir Naruto sebelum dia mencium Sasuke.

Setelah itu Naruto dan Sai pun masuk ke dalam taksi, akhirnya mereka pergi meninggalkan kotanya.

Dan akhirnya kini Naruto telah memberikan hatinya pada Sasuke, dan Sasuke akan tetap menunggu Naruto sampai kapanpun itu.

-THE END-


Hnn.. Akhirnya…Akhirnya… *Triak-triak Pake toa*

Tamat juga Fanfic Gajeku ini.. Jreeeng… XD

Maaf kalau alur tiba-tiba dipercepat.

Habis males juga nyeritain kencan mereka..

Gomen.. *Digampar SasuNaru Fans*

Eiiits.. Jangan kecewa dulu kalau cerita ini menggantung ala kadarnya seperti ini..

Tunggu cerita selanjutnya, ya..

-Dimana Mereka akan bertemu lagi setelah beberapa tahun berpisah..-

Jeeejejejjejeeeeeeeeeeeennnnnnggggg…………….

*Plaaaaaaaaaakkk*

Thanks buat semuanya..

Thanks juga bagi yang telah mengikuti fanfic gaje ini..

Domo Arigatou gozaimasu. n____n