Exo In Kindergarten

Chapter Ten

"Sleep Over"

Main Cast : SuLay

Warning : Typho(s), Pendek and Fluff.

-oOo-

Waktu sudah menunjukkan pukul 16.30 KST saat ini. Di dalam kediaman keluarga Zhang yang bisa dibilang cukup sederhana namun luas, suasana didalam kediaman tersebut terlihat begitu ramai oleh gelak tawa dan juga canda yang keluar dari kedua mulut bocah mungil yang sedang bermain-main dengan riang disana.

Dimana bocah yang satunya adalah putra tunggal keluarga Zhang, bernama Zhang Yixing. Dan yang satunya lagi adalah tamu keluarga mereka, bocah tampan nan menggemaskan yang hari ini akan menginap dirumah keluaga Zhang, bernama Kim Joonmyun aka Suho. Yang dimana merupakan sahabat baik dari Zhang Yixing itu sendiri dan merupakan seseorang yang Yixing anggap sebagai calon suaminya nanti di masa depan.

Dan ini adalah kali pertama bagi seorang Kim Joonmyun aka Suho, menginap dirumah seorang teman terlebih rumah dari sahabat baiknya, Yixing. Sejujurnya, Suho sangat senang ia bisa menginap dirumah Yixing, selain karena ia bisa menghabiskan waktu seharian bersama Yixing. Umma Yixing juga memperlakukannya dengan baik, membuat Suho betah tinggal di kediaman Zhang tersebut.

Lalu, alasan kenapa Suho harus menginap dirumah Yixing. Itu semua karena orang tua Suholah yang menitipkan Suho pada keluarga Zhang untuk semalam atau sehari saja. Dikarenakan mereka ada urusan yang sangat penting dan begitu mendadak, membuat mereka berdua harus segera bergegas pergi. Nyonya Kim bahkan sudah mengirim beberapa potong pakaian milik Suho ke kediaman nyonya Zhang. Dan esok harinya mereka sudah pulang kembali dari urusan mereka. Nyonya Zhang lah yang mengetahui berita itu dari mulut nyonya Kim sendiri lewat ponselnya, disaat ia bersiap menjemput putranya Yixing disekolah jam tiga sore tadi.

Nyonya Zhang tentu sangat tidak keberatan dengan kehadiran Suho dirumahnya, mengingat keluarganya dan keluarga Suho memang cukup dekat dan berhubungan baik satu sama lain. Saat nyonya Zhang memberitahukan berita itu pada Suho, ia pikir Suho akan sedih mendengar berita itu, namun ternyata tidak juga.

Malahan, putra tunggalnya Zhang Yixing langsung melompat-lompat dan bersorak bahagia saat ia mengatakan bahwa Suho akan menginap dirumahnya. Suho pun hanya bisa tertawa dengan renyah melihat reaksi Yixing, ia ikut senang jika hal itu bisa membuat Yixing bertingkah sebahagia dan sesenang itu.

Dengan percaya dirinya, Yixing mengatakan pada Suho bahwa ia akan menjadi seorang istri yang baik nanti dirumahnya, untuk membuat Suho suka padanya dan mau menikahinya nanti. Hal itu membuat umma Yixing hanya bisa terkikik geli dan menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan polos putranya yang berwajah manis itu.

-oOo-

Dan sekarang, Suho maupun Yixing terlihat asyik bermain kejar-kejaran atau kucingan-kucingan diruang tengah keluarga Zhang. Dimana kini adalah tugas Suho untuk mengejar dan menangkap Yixing yang tengah berlari menghindar dari kejarannya. Raut wajah bahagia dan tawa renyah meluncur berulang kali dari mulut kedua bocah mungil itu, menegaskan bahwa mereka berdua benar-benar menikmati permainan mereka saat ini.

"Cuho hyung gak bakal bica nangkap Cingie~" seru Yixing lantang disela langkah kaki mungilnya yang berlari menjauhi Suho. Suho tertawa kecil dan mulai mengejar Yixing dengan kecepatan penuh. "Cingie calah, Cuho bakal nangkap Cingie," timpal Suho tak kalah lantangnya dengan seruan Yixing tadi.

Kedua bocah manis itu pun kembali saling kejar-kejaran, diiringi oleh pekikan Yixing saat Suho hampir menangkap atau memeluknya dari arah belakang. Mereka saling mengejar memutari meja, masuk keluar kamar dan bahkan naik kesana kemari tanpa henti dan tanpa merasa lelah sedikit pun.

Nyonya Zhang hanya bisa tertawa kecil dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah lucu dan menggemaskan dua bocah itu dari arah dapur. Saat ini, nyonya Zhang dan pembantunya sedang mempersiapkan makan malam untuk keluarganya dan juga tamu kecil mereka, Joonmyun aka Suho.

"Kena!" seru Suho saat dia berhasil memeluk Yixing yang sedang berusaha naik keatas sofa diruang keluarga. Suho tersenyum jahil dan mulai menggelitik lalu menarik tubuh Yixing yang terus berusaha naik keatas sofa, membuat Yixing mulai tertawa-tawa dengan bebas dan membuat tubuhnya langsung merosot menuju lantai lembut dibawah sofa tersebut. Hal tersebut membuat posisi Yixing kini terlentang, berbaring di lantai, masih dengan gelak tawa yang meluncur dari mulutnya.

"Ahahaha geli~ Cuho hyung geli ahahaha," tawa Yixing yang tubuhnya kini sudah ditindih oleh tubuh mungil Suho diatasnya –yang masih terus menggelitik tubuhnya-, Suho ikut tertawa dan mulai menghentikan kegiatannya menggelitik tubuh Yixing.

Bocah kecil pemilik angelic smile itu kemudian memperhatikan wajah imut Yixing yang tengah berusaha menghentikan tawanya. Suho menatap wajah Yixing dengan memiringkan kepalanya sedikit dan dengan kedua matanya yang mengerjap-ngerjap lucu. Suho lalu tersenyum lebar dan kemudian mencubit kedua belah pipi Yixing dengan kedua tangannya.

"Cingie imut~ deh, wajah Cingie juga keliatan cantik kaya putli duyung," ucap Suho polos, memberikan pujian pada Yixing dengan senyum manis diwajah tampannya. Suho kemudian menarik kembali kedua tangannya dari pipi Yixing.

Pipi Yixing langsung bersemu merah mendengar pujian Suho hyungnya barusan. Ia pun mulai menutup wajahnya yang memerah itu dengan kedua tangannya, lalu menatap Suho dari balik jari-jarinya yang terbuka. Suho hanya bisa kembali tersenyum dan mulai tertawa pelan melihat tingkah imut Yixing.

"M-maca cih wajah Cingie imut dan cantik milip cama putli duyung?" tanya Yixing masih dengan menutup sebagian wajahnya dengan kedua tangan. Suho mempoutkan bibirnya lucu dan berusaha melepaskan kedua tangan Yixing yang menutup wajah imutnya itu.

Senyum Suho semakin lebar saat ia berhasil melepaskan kedua tangan Yixing yang barusan menutupi wajahnya. "Tuh kan benel~ wajah Cingie imut dan milip cama putli duyung yang cuka ditonton umma, wajah Cingie cantik~" kata Suho kembali memuji bocah kecil yang masih ia tindih dibawah tubuhnya itu.

Yixing menggigit bibir bawahnya lucu karena malu dengan pujian Suho. "Ma-makacih Cuho hyung~ Cingie jadi malu," ujarnya sembari tertawa renyah dan mulai menusuk-nusuk pipi Suho lembut. Suho membalasnya dengan memencet pelan hidung Yixing diiringi tawa khas kanak-kanak dari mereka berdua.

"Hyung~ belat, jangan tindihin tubuh Cingie telus donk," sambung Yixing merengek sembari menarik kembali kedua tangannya yang bermain-main dengan pipi Suho. Ia merasa sedikit sesak, mengingat tubuh mungilnya masih ditindih oleh tubuh Suho hyung diatasnya.

Suho hanya memberikan cengiran lebarnya pada Yixing dan mulai menarik dirinya dari tubuh Yixing. Mereka berdua pun mulai duduk berhadapan satu sama lain dengan karpet lembut sebagai alasnya. Yixing kemudian menatap Suho dengan antusias, tidak lupa mengeluarkan unicorn eyesnya pada Suho.

"Hyung, kalau Cingie imut dan cantik kaya putli duyung, hyung mau gak jadi pangelannya Cingie? Teluc nanti kita menikah dan hidup bahagia di ictana yang becaallll," tawar Yixing malu-malu sembari menggerakkan kedua tangannya dan melebarkannya saat ia menggambarkan sebuah istana besar pada Suho.

Suho mengangguk dengan cepat mendengar ucapan Yixing barusan. "Cuho mau kok jadi pangelannya Cingie dan menikah cama Cingie. Nanti Cuho bikinin ictana yang becal buat kita beldua ehehe," jawab Suho dengan tawa kecilnya.

Yixing langsung tersenyum cerah dan memeluk leher Suho dengan manja, membuat wajah keduanya begitu dekat satu sama lain. "Janji yah hyung~, nanti kita menikah dan bikin ictana yang becal~" ucapnya dengan kepala mendongak, menatap Suho dengan mata berbinar-binar.

Suho kembali mengangguk mantap dan kemudian memberikan jari kelingkingnya pada Yixing. "Cuho janji, pink plomice~" kata Suho sembari tersenyum angelic, membuat wajah Yixing blushing seketika.

Yixing pun mulai menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking milik Suho. "Pink plomice too," ujarnya dan mereka berdua pun mulai tertawa satu sama lainnya.

"Cingie cayang deh cama Cuho hyung~" kata Yixing polos. "Cuho juga cayang kok cama Cingie~" balas Suho tak kalah polosnya. Dengan innocent Suho mengecup bibir Yixing dan hal itu membuat bocah keturunan Chinese tersebut terdiam.

"Kenapa Cuho hyung cium bibil Cingie?" tanya Yixing penasaran juga tidak mengerti. "Coalnya, pangelan yang cayang cama putli duyung di film yang umma tonton ngecup bibilnya putli duyung. Telus pangelannya bilang calanghae~ gitu," jelas Suho menggebu-gebu yang diangguki mengerti oleh Yixing.

Umma Yixing yang melihat kedua bocah mungil yang sudah mengikrarkan janji, berciuman dan kini tengah berinteraksi itu hanya bisa membulatkan kedua mata dan mulutnya lebar-lebar. 'Masih kecil tapi sudah mengikrarkan janji untuk menikah dan melakukan kecupan di bibir. Aku merasa dikalahkan oleh putraku sendiri,' ucap umma Yixing dalam hati seraya menghela napas berat.

'Sebaiknya aku memberi tahu nyonya Kim tentang ini. Hmm kurasa, kami akan benar-benar menjadi besan di masa depan nanti,' sambungnya sembari terkikik pelan dan mulai mengeluarkan smartphone miliknya, untuk menghubungi dan memberti tahu apa yang ia lihat dan ia dengar pada umma Suho tentunya.

-oOo-

Pukul 17.30 KST

"Yixing~ Suho~ waktunya kalian mandi," seru nyonya Zhang aka umma Yixing dari dapur. "Ne umma/ahjumma," balas Yixing dan Suho berbarengan yang saat ini sedang berada di ruang keluarga, dimana mereka berdua saat ini sedang menonton film kartun Spongebob Squrepants.

Umma Yixing pun mulai berjalan menuju ruang tengah dan membawa kedua bocah kecil itu menuju kamar mandi utama dirumahnya. "Nah, Suho kamu mandi duluan yah, biar ahjumma yang bantu bersihkan tubuh Suho," ucap umma Yixing yang langsung mendapat lirikkan tajam dari putranya sendiri.

Dengan posesif, Yixing langsung memeluk lengan Suho dan menatap ummanya dengan tampang cemberut. "Cingie pengen mandi baleng cama Cuho hyung umma~" rengek Yixing dengan bibirnya yang mempout lucu. "Bial Cingie juga yang belcihin Cuho hyung, Cingie kan calon ictli cahnya Cuho hyung umma~" sambung Yixing dengan senyum lebar, membuat Suho yang berada disampingnya tertawa kecil dan mengangguk-anggukkan kepalanya setuju.

Umma Yixing langsung sweatdropped dan mulai berkeringat dingin. Ia mulai membayangkan adegan Lemon dan NC antara anaknya dan Suho(?) didalam kamar mandi. Namun dengan cepat segera ia hilangkan pikiran kotornya itu, mengingat kedua bocah itu masih polos dan innocent, sangat mustahil mereka berdua melakukan hal seperti itu walaupun mereka berdua selalu mengatakan jika keduanya adalah calon pasangan suami istri.

'Ughh, ini semua karena aku dahulu adalah seorang fujoshi akut, aku jadi berpikiran semacam ini pada anakku sendiri,' batin umma Yixing seraya mengingat masa mudanya yang sangat bahagia itu.

"Umma!" panggil Yixing kesal saat ummanya itu malah melamunkan sesuatu.

Umma Yixing langsung berdehem pelan dengan suara canggung. "Baiklah, kalian berdua boleh mandi bersama-sama, tapi tetap umma yang akan memandikan kalian," ucapnya dengan senyum kecil. Yixing masih cemberut namun ia dengan enggan mengangguk menyetujui ucapan ummanya itu.

Yixing kemudian mulai membuka kancing baju dan celananya, begitu juga dengan Suho yang mengikuti apa yang Yixing lakukan. Suho lebih dulu selesai membuka seluruh pakaiannya dibanding Yixing, karena Yixing terlihat kesusahan membuka kancing bajunya.

"Ughh susah," gumam Yixing dengan nada kesal dan frustasi karena ia tidak bisa membuka satu pun kancing bajunya yang agak kencang itu.

Suho yang sudah telanjang bulat, mulai melihat pada Yixing yang terlihat kesusahan dan ia kemudian mendekatkan dirinya pada Yixing. "Cini bial Cuho bantuin buka kancingnya, Cuho bica kok Cingie," tawar Suho berbaik hati yang diangguki pelan oleh Yixing.

Umma Yixing mulai menarik napas melihat scene dihadapannya, melihat bagaimana Suho membuka satu persatu kancing baju Yixing dengan polosnya dan wajah Yixing yang tiba-tiba mulai memerah. Pikiran-pikiran kotornya kembali tercetak jelas didalam pikirannya, wajahnya pun mulai memanas.

Padahal dua bocah itu tidak berpikiran sekotor yang ia bayangkan, Suho hanya membantu Yixing dan wajah Yixing memerah seperti itu karena malu. Malu karena ia sebagai calon istri Suho belum mahir membuka kancing baju dibandingkan dengan Suho sendiri.

Yah, harap dimaklum jika umma Yixing berpikiran seperti itu. Karena readers juga pasti berpikiran hal yang serupa kok#author digebug readers.

-oOo-

Setelah acara mandi itu selesai, dimana Yixing dan Suho begitu girang bermain air didalam bath tub berduaan, dengan ditemani beberapa mainan karet dan plastik.

Mereka mulai memakai pakaian piyama tidur mereka masing-masing. Piyama tidur Yixing sudah jelas bergambar kartun hewan magic Unicorn, sedangkan gambar piyama Suho adalah kartun Micky Mouse.

Setelah selesai memakai baju, umma Yixing menggiring mereka berdua menuju meja makan untuk memberikan mereka berdua makan malam yang sudah ia siapkan. Hanya dia, Yixing, Suho dan pembantu dirumahnya mengikuti acara makan malam bersama itu. Appa Yixing kebetulan sedang berada diluar kota, jadi ia tidak dapat mengikuti makan malam bersama hari ini.

Dalam acara makan malam itu, lagi-lagi umma Yixing hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku putranya dan juga Suho. Dengan ikrar 'Cingie dan Cuho hyung adalah calon cuami ictli' itu, Yixing dengan antusias menyuapi Suho dan begitu juga sebaliknya. Dan mereka kelihatannya benar-benar menikmati kegiatan tersebut.

Setelah makan malam, Yixing dan Suho kemudian kembali menonton acara kartun, tapi kali ini di kamar Yixing. Mereka terlihat serius menonton acara "Happy Feet" dengan duduk dikasur Yixing berdampingan, dengan kedua punggung mereka yang bersandar pada headboard kasur. Mereka menonton film itu hingga mereka berdua mulai mengantuk dan tertidur dengan lelap diatas kasur milik Yixing tersebut.

Umma Yixing tersenyum simpul melihat posisi mereka yang sudah terlelap di kasur. Kepala putranya bersandar pada bahu Suho dan kedua lengannya terlihat memeluk lengan kanan Suho erat. Sedangkan kepala Suho bersandar pada headboard kasur, dengan kepalanya yang sedikit miring membuatnya bertumpu pada puncak kepala Yixing. Mereka berdua terlihat begitu mesra, seperti sepasang kekasih atau mungkin juga suami istri. Ucapan yang selalu Yixing katakan kepadanya hampir tiap hari.

Tidak ingin melihat kedua bocah lucu itu tertidur dengan posisi seperti itu. Umma Yixing mulai menarik Suho pelan, agar namja kecil itu tidur di kasur lain yang sudah ia siapkan. Namun umma Yixing tidak bisa melakukannya, karena pelukan lengan Yixing pada lengan Suho yang begitu erat tersebut.

Umma Yixing tetap tidak menyerah, ia kembali menarik Suho dengan melepaskan lingkaran tangan Yixing pada lengan Suho. Namun sekali lagi, dengan cepat Yixing kembali melingkarkan tangannya pada lengan Suho. Membuat Umma Yixing menghela napas frustasi melihatnya..

"Nyam nyam Cuho hyung punya Cingie… jangan ambil Cuho hyung nyam nyam," kata Yixing mengigau dalam tidurnya. Umma Yixing tertawa pelan mendengarnya, sebelum akhirnya ia menyerah untuk menarik Suho dari Yixing.

Ia hanya membetulkan posisi mereka berdua agar bisa berbaring dengan nyaman diatas kasur. Karena bantal milik Yixing cukup besar, umma Yixing hanya memberikan satu bantal untuk dua kepala mungil bocah itu sebagai sandaran.

Dengan pelan, ia membuat posisi kedua bocah itu saling berlawanan agar lebih nyaman dalam tidurnya, tidak lupa ia melepas kembali lingkaran tangan Yixing pada lengan Suho. Anehnya kali ini berhasil dan tidak ada perlawanan dari Yixing.

Dirasa sudah cukup, umma Yixing akhirnya menyelimuti mereka berdua dan pergi dari kamar putranya itu setelah sebelumnya ia mematikan televisi dan lampu kamarnya.

BLAM

Suara pintu barusan, meskipun kecil nadanya, membuat kedua bocah mungil itu sedikit kaget dalam tidurnya. Mereka berdua mulai bergerak gelisah, dan entah bagaimana keduanya mulai saling berhadapan satu sama lain saat ini.

"Pangelan Cuho~" igau Yixing dalam tidurnya dengan senyum kecil, ia pun terlihat sedikit demi sedikit mulai memajukan tubuhnya, membuatnya kini sangat dekat dengan tubuh Suho dihadapannya.

"Putli Cingie~ menikahlah nyam nyam dengan pangelan Cuho~" Suho juga mulai mengigau dalam tidurnya seraya tersenyum, tangannya mulai bergerak sendiri dan memeluk tubuh Yixing dihadapannya, mendekapnya dalam pelukan namja kecil pemilik senyum angelic itu.

TBC

Next ChenMin

"Love Your Voice"

AN : Maaf yah kalau banyak typho terus chap ini kurang manis atau kurang bagus *deep bow*.

Ucapan terima kasih dan kecupan sayang buat :

is0live89, needtexotic, Reita, paprikapumpkin, Azura Lynn Gee, CallMeThes42, nandamahjatia97, ajib4ff, dshaiqila, Oline, Deer Panda, nikyunmin, springyeol, IrmLovEXO, Xander, sebaekai, Jl Dray, MyJonggie, URuRuBaek, tiikaaa, siscaMinstalove, Brigitta Bukan Brigittiw, exoneeeeeeeeeeee, Byun Soo Ra, FuMidreamer, Aiiu d'freaky, Lylyda, YuniNJ, Riyoung Kim, christina, ayay, KyoKMS26, BBCnindy, Gita Safira, Queen DheVils94, BabySuLayDo, awlia, evilkyvng, Jung Min Ah, Lee EunSook, Kopi Luwak, BLUEFIRE0805, Qhia503, Tania3424, NicKyun, Latitude1420EXOtic, mabek92, Guest 2x, clouds06, Kim Panda, dian deer 2x, sayestoyaoi 2x, , AliFajarullah.

Mind To Review again?

#tebar foto SuLay kecil tidur mesra di kasur