Summary : Len dan Kaito terlempar ke dimensi para peri tanpa sayap. Sebuah dunia berteknologi canggih yang tak kalah dengan dunia asal mereka. Apakah mereka bisa kembali ke dunia asal mereka atau selamanya terjebak di dunia asing ini?
"Vocairy no Sekai"
.
Disclaimer!
Bla bla bla... Vocaloid bukan milik ku, tapi semua berubah saat negara api tidak menyerang(?)
.
Warning!
Like usual... typos, typos, and typos.
(Yuki : kebanyakan typo... -_-)
.
Don't like? Must Like! Hahahaha...
#gue serius!
.
[ Normal PoV ]
6 Tahun kemudian...
Setelah satu tahun penyerangan yang dilakukan Rinto, keadaan Kerajaan Kagamine makin buruk. Akibat, malam penyerangan itu, banyak komunitas-komunitas kecil dari kerajaan lain yang berusaha menyerang dan mengambil alih kerajaan Kagamine.
Para pengawal serta prajurit kerajaan sebisa mungkin menahan serangan mereka. Meski begitu, tetap saja mereka tidak ada habis nya. Rei Kagene kemudian ditunjuk sang Ratu untuk menjadi Komandan. Membuat Rin (12 tahun) kehilangan sensei nya.
"Meski pun Aku tidak menjadi sensei mu lagi, Aku ingin kau terus berlatih Rin."
Itu adalah pesan yang diucapkan kepada Rin saat Rin berusia 7 tahun. Dengan motivasi itu, Rin mulai berlatih lebih keras hingga malam hari. Akane yang terlihat khawatir akan keadaan Putri nya, harus selalu mengawasi Rin dari bayang-bayang.
Bagi Akane, sang Ratu, keadaan kerajaan semakin lemah. Selain kehilangan Rinto, yang merupakan prajurit/pangeran/calon raja/pemilik petir hitam, akibat banyak nya penyerangan dari komunitas-komunitas kecil dari kerajaan lain, memaksa nya untuk bekerja setiap hari tanpa tidur.
Hingga hari ke 7, sang Ratu jatuh sakit.
Dokter kerajaan berupaya keras menyembuhkan penyakit sang Ratu namun tidak ada hasil nya. Akhirnya sang Dokter memutuskan untuk memberinya obat untuk memperlambat penyakit sang Ratu. Usaha nya berhasil, namun sang Ratu tidak bisa melakukan aktivitas yang bisa membuat nya lelah.
Karena sang Ratu jatuh sakit, Rin terpaksa harus mengurus kerajaan lebih awal. Untung saja Rin telah memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk itu, sehingga Rin hanya mendapati masalah kecil seperti kurang tidur, dan kurang makan.
"Tuan Putri, makan lah dulu." Ucap seorang pelayan yang bernama Haku.
"Sebentar lagi, Haku-san." Tolak Rin halus.
"Tapi kalau Tuan Putri tidak makan, Tuan Putri akan sakit." Pinta Haku yang kedua kalinya.
Rin menghela napas leleh, lalu menuruti kemauan pelayan nya.
-0o0-
Halaman belakang Kerajaan...
"Hya!"
Dengan semangat Rin (12 tahun) menghunuskan pedang nya ke depan, menusuk lawan imajinasi nya di sekitar jantung. Kemudian Rin memutar pedang ya ke kiri lalu menebas lawan imajinasi nya dari samping. Diikuti tendangan kaki kanan lalu melompat ke belakang.
"Raidõ : Rainami! (Lightning Technique : Thunder Wave!)"
Ombak petir menerjang ke depan seperti Tsunami kecil. Kalau saja lawan nya bukan imajinasi, pasti lawan nya akan merasakan petir menjalar di tubuh nya.
"Hah... ha..." Rin jatuh di atas kedua lutut nya.
"Hebat, serangan Tuan Putri bertambah kuat!" seru seorang perempuan dari samping.
Rin menoleh ke arah suara. Dari sisi kiri, terlihat perempuan berambut hijau panjang yang mendekati nya. Dia adalah Miku Hatsune, seorang pelayan pribadi sekaligus sahabat pertama nya. Dia juga sering membantu Rin dalam mengurus masalah kerajaan. Awal nya Rin menolak namun begitu Miku mengancam akan membuang semua jeruk nya, Rin menerima nya dengan pasrah.
Miku sebenarnya bukan berasal dari wilayah Raikõ, melainkan dari wilayah Tsuchi. Sekitar 6 tahun yang lalu, Miku ditemukan oleh prajurit kerajaan yang bertugas mengawasi hutan sebelah timur.
(Flashback Technique : Active!)
Miku (7 tahun) bersama keluarga nya telah sampai di sebuah hutan lebat.
"Nah, Miku. Setelah melewati hutan ini, kita akan sampai di wilayah kerajaan Kagamine." Ucap sang Ayah.
Miku tentu saja senang karena menurut cerita yang didengar nya kerajaan Kagamine adalah tempat yang indah, "Kalau begitu ayo berangkat!" seru Miku semangat.
Kedua orang tua nya hanya tertawa pelan melihat aksi anak mereka lalu berjalan menerobos hutan.
Keturunan Hatsune adalah keluarga yang suka berkeliling dunia, dan seperti warisan, Keluarga Hatsune Miku juga melakukan trip keliling dunia. Mereka berasal dari wilayah Tsuchi tapi bukan dari wilayah kerajaan. Keluarga Miku hanya rakyat biasa tapi cukup dihormati oleh kerajaan dan warga lain nya karena kemampuan Ayah Miku yang mampu menyaingi Komandan Kerajaan Iwa Kongõ (Diamond Rock).
"Sebaiknya kita mendirikan tenda dan bermalam di sini. Kita akan melanjutkan perjalanan besok pagi." Ucap sang Ayah.
Kemudian tugas pun dibagi. Sang Ayah mencari kayu bakar, sang Ibu mendirikan tenda sedangkan Miku mengambil air yang ada di sungai tak jauh dari tempat mereka. Setelah semua nya selesai, mereka memasak makanan yang sudah mereka persiapkan. Beberapa kelinci dan burung, serta kacang-kacangan yang mereka dapatkan dari hutan.
"Sebaiknya kalian tidur dulu, aku akan jaga malam ini." Ucap sang Ayah yang dijawab anggukan Miku dan Ibu nya.
*sccrrk*
Sebuah suara dari samping memaksa sang Ayah untuk melihat ke arah suara. Namun, dia tidak melihat apa pun. Merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan, sang Ayah kembali ke tenda mereka.
Sebuah kesalahan...
Tanpa diketahui sang Ayah, sebuah bayangan hitam membekap mulut nya dari belakang.
"Hmph!" sang Ayah berusaha melawan namun sia-sia karena tenaga seseorang atau apa pun itu terlalu kuat.
Mendengar suara aneh dari luar tenda, sang Ibu yang masih terjaga mulai curiga. Sang Ibu mengecek keadaan suami nya namun tidak mendapati keberadaan sang Ayah.
Khawatir dengan keadaan suami nya, sang Ibu pun mencari ke sekeliling tenda, tanpa mengetahui sebuah bayangan hitam yang selalu mengawasi gerak-gerik nya dari atas pohon.
Begitu sang Ibu melewati sebuah pohon besar, sebuah bayangan jatuh di depan nya. sang Ibu mundur perlahan hingga punggung nya menyentuh sesuatu. sang Ibu melihat ke belakang dan melihat seseorang yang memakai baju zirah berwarna hitam. Dia tahu itu berwarna hitam karena cahaya bulan menyinari orang itu. Namun, tidak cukup jelas untuk melihat wajah nya.
Bayangan di depan nya mengeluarkan sebuah kain lalu membasahi nya dengan cairan. Sang Ibu berusaha melepaskan diri tapi cengkeraman orang di belakang nya terlalu kuat hingga dia merasakan bayangan hitam di depan nya menempelkan sesuatu ke mulut dan hidung nya.
Beberapa saat kemudian, pandangan nya mulai buram. Hal terakhir yang didengar nya sebelum dia pingsan adalah bayangan hitam itu mengucapkan, "Master Hades pasti akan senang."
Keesokan hari nya, Miku terbangun dengan bingung.
"Kaa-san?"
Dicari Ibu nya namun tidak ada hasil, "Tou-san, Kaa-san... di mana kalian?"
Setelah satu jam mencari, akhirnya Miku jatuh dengan lemas. Air mata mulai membasahi kedua pipi nya dengan suara tangisan kecil.
"Kaa.. san..."
Di depan Miku terdapat sebuah kalung segi enam yang berbentuk kepingan salju berwarna hijau yang tergeletak di bawah pohon, tempat di mana terakhir kali sang Ibu berada.
"HUAAAAAAA!"
Suara teriakan mengagetkan beberapa prajurit kerajaan Kagamine yang sedang bertugas di wilayah itu. Kemudian mereka mulai berlari menuju sumber suara dengan waspada.
Setelah beberapa menit berlari, para prajurit itu menemukan seorang gadis kecil yang tergeletak di tanah. Dengan hati-hati, seorang prajurit mendekati gadis itu. Setelah diperiksa, ternyata gadis itu pingsan. Prajurit yang lain mulai memeriksa identitas nya, namun tidak menemukan satu pun. Kemudian mereka memutuskan untuk menyelidiki area itu dengan harapan menemukan sesuatu.
Tak berapa lama kemudian, mereka kembali ke tempat gadis itu dengan beberapa tas besar yang biasa nya digunakan untuk perjalanan jauh. Di depan tas tersebut terdapat sebuah tulisan "Hatsune" yang menandakan nama pemilik tas tersebut.
"Hatsune? Maksud mu keluarga Hatsune dari wilayah Tsuchi?" tanya seorang prajurit.
"Seperti nya begitu." Jawab pengawal yang lain.
"Apa mereka ingin menyerang kerajaan?"
"Sepertinya tidak. Mereka adalah pengelana, lihat saja barang-barang mereka. Selain itu, mereka hanya membawa beberapa pisau dan beberapa alat masak dan keperluan berkemah lain nya."
"Mereka?" tanya prajurit yang lain.
"Iya, kau tau kan kalau keturunan Hatsune itu terkenal kalau mereka suka berkelana." Jawab pengawal yang memiliki rambut coklat.
"Lalu kenapa gadis ini pingsan di sini?"
"Seperti nya terjadi penyerangan."
Kemudian para pengawal mulai mencari petunjuk mengenai keberadaan anggota keluarga gadis itu, namun sia-sia saja.
"Sebaiknya kita bawa gadis ini ke kerajaan. Dia butuh pertolongan." Saran seorang pengawal.
"Apa tidak apa-apa? Bagaimana kalau dia itu mata-mata?"
"Kalau dia mata-mata, kita bisa menginterogasi nya dan mendapatkan informasi yang mungkin akan berguna." Jawab pengawal itu.
Semua pengawal mengangguk lalu kembali ke kerajaan Kagamine bersama gadis kecil itu.
(Flashback Technique : Release!)
Setelah menjalani perawatan, Miku akhir nya sadar dan menceritakan semua nya. Kemudian dia diberi tawaran untuk bekerja menjadi pelayan pribadi Rin atau melanjutkan perjalanan nya. Miku tentu saja menerima tawaran itu, karena dia masih terlalu kecil untuk berkelana. Selain itu, sang Tuan Putri terlihat ramah bagi nya.
"Miku!" seru Rin senang dengan kedatangan sahabat nya.
Sejak Miku datang ke kerajaan, Rin terlihat lebih ceria dan bersemangat. Entah karena dia mendapat teman baru atau karena Miku terlihat seperti figur seorang kakak.
Miku juga mendapat kejutan karena ada seorang dari keturunan Hatsune yang ternyata juga tinggal di dalam kerajaaan. Dia bernama Mikuo Hatsune, yang aneh nya memiliki kesukaan nama yang hampir sama dengan nya.
"Rin, istirahatlah dulu." Ucap Miku.
"Ok." Jawab Rin.
Kemudian mereka mulai berbicara tentang apa saja yang melintas di pikiran mereka. Akane yang melihat dari balik jendela kamar nya hanya bisa tersenyum.
Kalau saja Rinto tidak berkhianat, Rin pasti akan lebih bahagia.
T~B~C
A/N
Sebenarnya mau dibuat satu flashback arc lagi, tapi semua berubah saat negara api menyerang-#plak!
Until then...
"BakAuthor Technique : REVIEW!"
