Love

.

.

.

Disclaimer : Mereka milik Tuhan dan Changminnie oppa yang unyu - unyu itu milik Cho... wkwkwkwkwk

Pairing : YunJae, YooSu, ChangKyu

Rating T, M-

YAOI, typos, alurnya ga jelas dan membosankan

Genre : Friendship, Romance, Hurt

.

.

.

.

Cup

Changmin mengecup kening Kyuhyun, Kyuhyun hanya mengangguk dan berlari masuk menuju kamarnya.

" Aigoo... Evil kita sudah besar ne?" Ucap Junsu

" Aku hanya belajar pada Yoochun hyung"

" Mwo?! Jidat itu benar - benar! Awas saja kalau bertemu!"

Jaejoong tersenyum melihat interaksi Junsu dan Changmin. Sungguh, sudah lama dia ingin melihat hal ini.

" Waeyo Joongie?" Tanya Junsu

" Aniya... Hanya merindukan obrolan kita"

" Aigo... Kapan - kapan kuta menginap bersama lagi" Ucap Junsu

" Ne, aku pulang ne? Kau tidak pulang hyung?" Tanya Changmin pada Junsu

" Aku menginap"

" Aku juga kalau begitu!"

" Aniya... Malam ini akan ada obrolan para uke... Kau pulanglah"

" Ya!"

Junsu mendorong Changmin sampai depan pintu dan mengusirnya. Akhirnya Changmin menurut dan pulang kerumahnya.

Sementara itu, Junsu dan Jaejoong masuk kedalam kamar Kyuhyun untuk bergosip dan membicarakan apa yang tadi dilakukan oleh Kyuhyun dan Changmin tadi juga membicarakan acara pertunangan Junsu dua minggu lagi bersama kekasih jidatnya.

.

.

.

.

.

~ Chapter 11 ~

.

.

.

.

Seorang namja cantik tengah menggigit bibir bawahnya, dia sedang gugup. Dia sendiri sedang berada disebuah ruangan sangat besar dan duduk disofa berwarna putih diruangan itu. Dipangkuannya tergeletak kotak makan bersusun.

" Ish! Jung itu lama!" Keluhnya

Kembali dia menggigit bibir bawahnya, gugup. Setelah dua hari mengerjakan tuganya yang bertumpuk dia baru bisa memenuhi keinginan Yunho. Membuatkannya makan siang.

Ceklek

Jaejoong, sang namja cantik itu mendongak. Dia berdiri saat melihat Yunho masuk kedalam ruangan bersama seorang yeoja berpakaian minim membawa beberapa file perusahaan. Dan hal itu membuat Jaejoong memajukan bibirnya.

" Oh Jae ah..." Ucap Yunho saat mendapati Jaejoong ada di dalam ruangannya

" Annyeong Yun"

" Annyeong Jae ah" Sapa Yunho kemudian tersenyum, kemudian matanya menatap yeoja dibelakangnya " Tiffany, letakkan tugasnya dimeja dan tinggalkan kami"

" Baik sajangnim"

Yeoja itu mengangguk patuh dan meninggalkan berkas - berkas itu diatas meja sang presdir kemudian beranjak dari ruangan itu. Yunho berjalan mendekat kearah Jaejoong dan menyuruhnya duduk.

" Ada apa?"

Yunho sempat kaget karena sekretaris pribadinya, Lee Junki memberitahu bahwa Kim Jaejoong mencarinya dan dia tidak ingin melepaskan kesempatan emas ini, makanya dia menyuruh sang sekretaris agar membiarkan Jaejoong menunggu diruangnnya.

" Apa kau sudah lama menunggu?" Tanya Yunho

" An-aniya..."

Yunho tersenyum, jelas saja. Sebenarnya dia baru menemui Jaejoong setelah setengah jam Jaejoong menunggunya.

" Kau bawa apa hmm?"

" Apa kau sudah makan siang?"

" Jadi... Kau membawa makan siang untukku?"

" Ne"

" Kau yakin rasanya seperti dulu?"

Jaejoong menatap sebal Yunho.

" Ya! Aku sudah membuatkannya susah - susah! Kalau tidak mau ya sudah!"

" Hahahahaha... Arra... Arra"

Tanpa izin sang pemilik, Yunho mengambil bekal yang ada pada pangkuan Jaejoong.

" Aku buka ne?"

" N-ne..."

Yunho membuka kotak bekal bersusun dua itu. Dia membuka kotak pertama yang ternyata kotaknya terbagi menjadi tiga. Ada bulgogi, ayam goreng dan kimchi. Dia membuka kotak kedua, isinya hanya nasi namun...

" Kenapa kau menempelkan rumput laut diatas nasinya? Apa kau berniat pergi lagi Jae?"

Jaejoong menunduk lalu menggeleng.

" Lalu?"

" Kau makan saja..."

" Hah... Baiklah..."

Dengan tenang Yunho memakan bekal itu dan segera habis dalam sekejap. Mungkin karena lapar? Atau merindukan masakan Jaejoong?

Jaejoong bergegas membereskan kotak makannya saat Yunho menyelesaikan makannya. Senyum terukir dalam tundukkan Jaejoong, dia sungguh senang Yunho menghabiskan masakannya.

" Aku sudah membuatkanmu makan siang, jadi?" Jaejoong mencoba menatap wajah Yunho

" Jadi apa?"

" Ish! Pabbo!"

" Hahahaha... Molla.. Aku malas memaafkanmu!"

" Eh?! Wae?!" Tanya Jaejoong meninggi, bahkan dia harus memundurkan jadwal rapatnya hari ini dan ini yang dia dapat?

" Habis... Aku hanya merasa kau pilih kasih hanya padaku"

" Eh? Tidak..."

" Dengar Jae ah... Aku... Sampai sekarang masih, aku tekankan sekali lagi masih mencintaimu. Walaupun sudah lima tahun lebih kau tinggal aku masih menunggumu... Tapi, sepertinya kau cuek - cuek saja. Apa kau melupakan pernyataan cintaku Jae?"

BLUSH

Jaejoong merona, tuan Jung ini sungguh tidak tahu tempat sepertinya!

" Kau bahkan lebih sering menemui Junsu dan Yoochun sejak disini. Apa aku mengganggumu sekarang? Apa kau sudah tidak mencintaiku hmmm?"

" Eh... Itu..."

" Apa kata - katamu pada buku harian itu sudah berubah hmmm?" Tanya Yunho, dia memegang tangan Jaejoong sekarang

" Y-yun...'

" Aku tidak tahu seperti apa ini kelihatannya. Mungkin aku tidak romantis, tidak... Aku bukan namja romantis seperti Yoochun... Aku... Hanya ingin kepastianmu Jae ah... Hasil lima tahun aku menunggumu"

" Ituu... Yun..."

" Ne?"

Yunho menatap lekat Jaejoong, dia sungguh merindukannya. Ingin sekali dia memeluk Jaejoong yang sudah ada dihadapannya. Namun, dia ingin mendapatkan kepastian dari perasaannya dulu.

Jaejoong yang ditatapi Yunho sedemikian rupa sungguh kesal. Sia menganggap Yunho sangat bodoh dan tidak romantis.

Pletak

" Appooo... Ya! Waeyo?!"

" Salahmu sendiri kenapa seperti ini eoh! Tidak romantis!"

" Aish! Kan aku sudah bilang aku tidak romantis seperti Yoochun!"

" Ish! Pabbo!"

" Mwo?!"

" Bagaimana kalau aku menolakmu Yun?"

" Mwo?! Aku sudah merencanakan pertunangan kita satu bulan lagi dan orangtuamu sudah setuju"

"MWOO?!" Kali ini Jaejoong yang kaget " Kenapa kau melakukannya?! Bukankah kau mau kepastianku?! Kau merencanakannya tanpa persetujuanku? Bagaimana kalau aku menolak?!" Pekik Jaejoong sembari memukuli Yunho yang dianggapnya sesuka hatinya

Grep

" Jadi, kau menerimaku?" Yunho memastikannya kembali, dia memegang dua lengan Jaejoong yang tadi memukulinya

Blush

Jaejoong merona, aigoooo...

" Aniya!"

" Wae?"

" Aku tidak mau berpacaran denganmu"

" Eh? Aku melamarmu jadi tunanganku kok.. Bukan pacarku"

" Mwo?!"

" Bagaimana bisa?"

" Aku mencintaimu dan aku pun tahu kau mencintaiku. Aku menganggap kita sepasang kekasih sejak tahu kau mencintaiku"

" Bagaimana bisa kita bertunangan bahkan kencan saja kita tidak per...nah..." Ucap Jaejoong. Awalnya dia berkata dengan lantang namun pelan diakhir

" Jadi? Kau hanya ingin kencan? Kajja kalau begitu"

Yunho menarik Jaejoong hingga berdiri kemudian menggandengnya.

" Yun! Apa yang kau lakukan!"

" Kencan?" Jawab Yunho deng senyum berkembang pada bibir hatinya

" Mwo? Ya!" Jaejoong mencoba berontak namun Yunho menggenggamnya erat dan berjalan menuju pintu

Tok tok tok

Sebelum membuka pintu, terdengar suara ketukan.

" Masuk" Perintah Yunho, dia berdiri tak jauh dari pintu

Ceklek

Pintu terbuka menampakkan sekretaris pribadinya.

" Ada apa?"

" Ada tamu yang ingin bertemu Tuan"

" Nugu?" Tanya Yunho

" Dia salah satu kandidat model iklan produk kita"

" Hah... Bisakah kau menundanya?"

" Dia bilang, dia mengenal Tuan"

" Siapa?" Yunho menoleh dan memandang Junki

" Sebentar saya panggilkan"

Yunho kembali berjalan ke dalam kantornya dan duduk dikursi kerjanya.

" Aku pulang ne?"

" Temani aku bertemu dengannya sebentar. Kita akan pergi setelah ini"

Akhirnya Jaejopng berdiri disamping Yunho yang tengah duduk. Jaejoong menatap meja kerja Yunhp yang sungguh berantakan. Dia juga membaca beberapa laporan perusahaan dan Yunho merasa tidak terganggu dengan itu semua.

Ceklek

" Yun..."

" Kau..."

Seorang yeoja muda masuk setelah Junki, sang sekretaris pribadi itu menyuruhnya masuk.

" Yunho ya..." Ucap sang yeoja lalu mendekat namun gerakannya sempat terhenti saat melihat namja yang berdiri disamping Yunho.

" Jaejoong..."

" Ah-ahra ya..."

" Kau sudah kembali Jae?" Tanya Ahra datar

" Ne" Jawab Jaejoong tak kalah datarnya

" Jadi, ada perlu apa kau ke sini?"

Ahra berjalan dan duduk seberang meja Yunho, Jaejoong menghela nafasnya siapa juga yang menyuruhnya duduk eoh?

" Aku datang hanya ingin mengucapkan salam dan terima kasih karena kau memilihku sebagai model produkmu Yun" Ucap Ahra kemudian tersenyum manis " Apa kau yang memilihku untuk menjadi modelmu?"

" Setahuku kau baru jadi kandidat bukan? Lagipula aku sudah menyewa Changmin untuk menjadi sutradara iklan perusahaan dan dia sudah memilih modelnya dan itu bukan kau" Ucap Yunho jujur

" Eh?"

" Jadi, kalau tidak ada lagi yang kau sampaikan aku dan kekasihku akan pergi"

" Ke-kekasih?"

" Ne... Kim Jaejoong kekasihku dan bulan depan kami akan bertunangan" Ucap Yunho santai tidak menyadari perubahan wajah Jaejoong yang berubah merona

" Ak-aku juga ingin mengajakmu makan siang"

" Aku sudah makan bekal buatan Jaejoong. Gamsahamnida" Ucap Yunho kemudian berdiri dan merengkuh pinggang Jaejoong

Dia mengambil telepon dimejanya dan menelepon sang sekretaris agar membawa Ahra keluar dari ruangnya.

Tak lama, Ahra keluar sebelumnya dia menatap tajam Jaejoong. Namun Jaejoong tidak menghiraukannya.

" Kau memakai Minnie untuk menjadi sutradara?"

" Ne, bukankah uri aegya kita itu sangat jenius di Jepang eoh? Kali ini aku percayakan dia dalam iklanku"

" Mwo?! Lalu modelnya?"

" Biar dia yang urus... Kajja..."

Yunho menggandeng Jaejoong keluar ruangnya, semua mata tertuju pada Yunho dan Jaejoong. Mereka tidak tahu kalau presdir mereka dekat dengan orang lain.

Yunho mengajak Jaejoong kesebuah kebun dipinggir kota. Jaejoong menyukai kebun ini... Kebun penuh dengan bunga lily putih. Tak jauh dari sana ada sebuah pohon besar, mereka duduk disana.

" Indah sekali Yun..."

" Ne... Ini adalah kebunku"

" Eh?!"

" Bukankah kau suka lily putih?"

" Ka-kau...?"

" Junsu memberitahukanku lima tahun yang lalu. Dia bilang kau sangat ingin memiliki kebun dengan penuh lily putih. Lalu aku menanam semua ini hanya untukmu... Agar saat kau pulang aku bisa menunjukkannya. Bagaimana?"

Jaejoong membekap mulutnya, ini begitu indah. Dia melihat sekeliling, semua hanya ada bunga lily putih. Dia sungguh terharu atas apa yang Yunho lakukan untuknya.

" Ini indah Yun... Sungguh..." Ucap Jaejoong

" Jadi, apa kau menerima lamaranku?"

" Yun..."

Sret

Grep

" Kau tidak mencintaiku lagi?" Tanya Yunho, tangannya menangkup wajah Jaejoong

" Aniya... Hanya saja... Apa kau tidak berpikir ini terlalu cepat untuk kita?"

Yunho mendesah lega, tandanya Jaejoong mencintainya bukan?

" Apa satu bulan untuk berpacaran masih kurang?"

" Ng..." Jaejoong menggigit bibir bawahnya

Jujur, dia ingin mengalami masa berpacaran seperti yang lain. Berkencan, mengunjungi banyak tempat bersama kekasih, menonton, makan malam bersama, membuatkan bekal untuk kekasihnya...

Hah...

Satu bulan?

" Kau yakin Yun?"

" Tentu"

Jaejoong kembali berpikir dan memikirkan masa depannya. Ahra sudah datang kembalu ke dalam kehidupannya seperti yang sudah dia perkirakan. Di Jepang, Changmin, Kyuhyun dan Jaejoong sudah memikirkan apa yang akan diperbuat saat Ahra masuk kembali ke dalam kehidupannya.

Jaejoong yakin, Ahra akan melakukan hal - hal aneh nantinya. Apa nanti dia akan sanggup menghadapinya?

" Tidak usah pikirkan yang lain, pikirkan saja kau dan aku..." Yunho terus mencoba meyakinkan Jaejoong kemudian dia mendongakkan wajah Jaejoong " Saranghae"

Blush

Ingin rasanya Jaejoong mengalihkan pandangan namun Yunho memegangi wajahnya sehingga dia tidak bisa memalingkan wajahnya.

" Saranghae... Hiduplah bersamaku"

Jaejoong melepaskan tangan Yunho dari wajahnya kemudian menunduk dan menggigit bibir bawahnya. Perlahan dia mengangguk.

" Mwo?! Kau menerimaku?!"

Jaejoong mengangguk kembali

Grep

Yunho mendekap erat namja cantik didepannya. Dia menggoyangkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri. Dia sungguh senang.

" Ya! Aish! Kenapa seperti anak - anak eoh?" Jaejoong sempat kewalahan karena Yunho terus menggoyangkan pelukannya

" Aku senang Jae ah!"

Cup

Cup

Cup

Cup

Cup

Cup

Yunho menciumi puncak kepala Jaejoong membuat Jaejoong merona heboh.

" Yuunn... Lepas" Rengek Jaejoong

" Aniyoo..."

" Ya! Lihat! Mendung kajja kita kembali kedalam mobil sebelum hujan!"

" Eh?"

Yunho melepaskan pelukannya kemudian mendongak ke atas. Benar ucapan Jaejoong, mendung...

" Ne... Kajja"

" Hum!" Jaejoong mengangguk dan berjalan melintasi padang bunga itu

Tes

Tes

Tes

Ternyata dalam perjalanan mereka hujan turun, Yunho segera membuka jasnya dan menutupi Jaejoong menggunakan jasnya.

" Kau nanti basah!"

" Gwaenchana" Yunho tersenyum lembut kemudian mereka melanjutkan acara lari mereka

Begitu didalam mobil, kondisi Yunho sangat basah sedangkan Jaejoong hanya celana saja yang basah. Jaejoong mengambil tisu yang tergeletak pada dasbor mobil kemudian membantu Yunho mengeringkan tubuhnya.

" Aigo... Lihat, kau kehujanan! Bagaimana kalau kau sakit?" Ucap Jaejoong khawatir tangannya mengelap bagian leher Yunho yang basah.

" Gwaenchana..."

" Kau ini!"

" Aku kan harus melindungimu. Tidak apa - apa aku sakit asal kau tidak Jae"

" Mwo?!"

Gerakan Jaejoong terhenti kemudian menatap Yunho.

" Sejak kapan kau menggombal seperti itu?"

" Sejak Yoochun sering menggombali Junsu?"

" Mwo?!"

" Heheheh... Tidak usah heran eoh? Kau tidak lihat betapa mesumnya si Park itu?"

" Hah... Ne... Suie juga sudah bercerita..."

Tiba - tiba keheningan melanda didalam mobil itu. Sampai...

" Jae ah..."

" Hmm?"

" Boleh aku... Ng... Menciummu?"

" Eh?" Jaejoong menolehkan wajahnya menatap Yunho

" Kitakan sudah resmi pacaran. Boleh?"

Blush

' Pabbo sekali namja ini!' Batin Jaejoong

" Jae ah..."

" Hum..." Jaejoong mengangguk pelan

Yunho tersenyum kemudian tangannya menjulur untuk mengelus pipi Jaejoong. Dia mendekatkan wajahnya. Perlahan Jaejoong menutup matanya. Dia sedikit tersentak saat merasakan benda lembut menempel pada bibirnya. Dia tahu, ini adalah bibir milik namja yang sudah resmi menjadi kekasihnya.

Yunho seperti tersengat listrik. Bibir Jaejoong membawa sesuatu yang berbeda rasanya seperti ada kupu - kupu didalam perutnya. Dan dia sangat menyukainya.

Jantung keduanya berdetak dengan cepat. Mengikuti insting namjanya, Yunho menghisap bibir bawah Jaejoong

" Ngghh..."

Suara itu terdengar merdu pada telinga Yunho. Yunho mulai memiringkan kepalanya mencari posisi agar dapat menikmati ciuman lebih baik. Lidahnya sekarang membelai bibir Jaejoong.

Jaejoong membuka mulutnya membiarkan lidah Yunho masuk dan mengabsen tanpa terlewat semua yang ada didalamnya.

Tangan Jaejoong mulai bergerak menuju belakang kepala Yunho. Dia meremasnya pelas membuat Yunho makin bergairah ditambah lagi guyuran hujan ini sepertinya makin mendukung acara ciuman mereka.

Lidah mereka saling bergelut mencoba mendominasi ciuman walaupun akhirnya Jaejoong gagal mendominasinya.

" Yuunnhh..."

Jaejoong mencoba memukul dada Yunho, dia sangat membutuhkan oksigen sekarang. Tujuh menit berciuman membuat nafasnya tersengal!

Yunho menjauhkan wajahnya perlahan. Dia melihat wajah merona Jaejoong.

Cup

Yunho mengecup bibir plum itu kemudian menyandarkan tubuhnya pada kursinya.

" Gomawo Boo..."

" Boo?"

" Ne!" Yunho menatap Jaejoong " Selama kau pergi aku selalu memanggilmu Boo... Bisa dibilang panggilang sayangku untukmu"

Jaejoong tertunduk malu. Dia juga sebenarnya ingin sekali memanggil Yunho dengan nama panggilannya. Dia memberanikan dirinya.

" Yunie..." Lirih Jaejoong

" Eh? Apa? Kau bilang apa tadi?" Yunho sepertinya salah mendengar

" Yunie..."

" Yu... Nie?"

Jaejoong mengangguk.

" Kau memanggilku Yunie?"

Kembali Jaejoong mengangguk.

Tiba - tiba Yunho seperti terbang ke langit ke tujuh mendengar Jaejoong memanggilnya Yunie.

" Pastikan kau memanggilku seperti itu terus Boo..." Ucap Yunho dengan senang, senyum terus melekat pada bibirnya

" Ng? Ne..."

" Ya sudah, kita pulang saja"

" Ne"

.

Setelah satu jam perjalanan, mobil Yunho berhenti di depan gerbang rumah Jaejoong. Hujan pun sudah mulai berhenti.

" Aku masuk dulu Yun" Ucap Jaejoong

" Ne..."

"Annyeong"

Sret

Grep

Yunyo menarik Jaehoong sebelum turun dari mobil dan memeluknya erat, dia menyelusupkan wajahnya pada leher Jaejoong. Wanginya sungguh manis seperti vanilla. Tak lama Yunho melepaskan pelukannya dan memandang Jaejoong.

" Sampai jumpa besok Boo..." Lirihnya tepat dihadapan Jaejoong

" Ng... Ne..."

Jaejoong turun dari mobil Yunho, dia melambaikan tangannya sampai Yunho menghilang dari pandangannya. Kemudian dia berjalan masuk ke dalam rumah. Diruang tamu appa, eomma, Hendry dan Kyuhyun sedang berada di ruang tamu. Menonton televisi.

" Aku pulang" Ucap Jaejoong sedikit lemas

" Hyuuuunnngggg~~~"

Hendry menghampirinya dan langsung disambut oleh Jaejoong. Dia menggendong Hendry dan berjalan menuju orangtuanya.

" Kau baru pulang Jae ah?"

" Ne eomma..."

Jaejoong duduk disamping eommanya, dia memangku adiknya.

" Kau diantar Yunho?" Tanya appa

" Ne appa"

Orangtuanya tahu kalau hari ini Jaejoong pergi dengan Yunho.

" Kenapa dia tidak mampir?" Tanya eomma

" Tadi kami kehujanan, dia basah kuyup dan memutuskan untuk pulang" Jawabku

" Oh..."

" Eomma boleh aku bertanya?"

" Ne baby?"

" Eomma menerima Yunho saat dia bilang akan melamarku?"

" Ne! Tentu saja! Dia sungguh baik dan bertanggung jawab Joongie ah!"

" Mwo?!"

Kyuhyun menoleh dan tertarik dengan obrolan eomma dan hyungnya.

" Jinjja!"

" Waeyo? Kau juga mencintainya bukan? Jadi eomma tidak salah"

" Ish! Eomma ini!"

" Sudahlah... Kau mandi sana! Lihat... Kau juga basah"

" Hah... Ne!" Jaejoong mencolek pipi Hendry " Hyung mandi dulu ne?"

" Ne hyung!"

Jaejoong menaruh Hendry dalam pangkuan sang eomma kemudian berjalan menuju kamarnya, membersihkan diri dan tertidur karena lelah.

.

.

Jaejoong sedang menandatangani dokumen saat Kyuhyun menginterupsinya.

" Hyung"

" Ne?"

Jaejoong mendongak dan menatap sang adik.

" Ada yang ingin bertemu"

" Nugu? Bukankah aku tidak punya janji?"

" Ne hyung. Dia... Tadi memaksa ingin bertemu bahkan membuat keributan di lobby"

" Nugu?"

" Nona Go"

Deg

Jantung Jaejoong berdetak tak nyaman saat Kyuhyun berkata bahwa Nona Go ingin bertemu dengannya.

" Otte Hyung? Kalau kau tidak mau akan aku menyuruh security untuk mengusirnya"

" Hmm... Bawa dia masuk saja Kyu"

" Yakin?"

" Ne... Aku akan baik - baik saja" Ucap Jaejoong meyakinkan, dia tahu kalau Kyuhyun mengkhawatirkannya

" Baiklah, tunggu sebentar"

Kyuhyun menutup pintunya. Jaejoong tengah menerka untuk apa sepupunya datang menemuinya. Dan hal itu membuat Jaejoong bad mood. Sangat!

Ceklek

Lamunan Jaejoong terhenti, dia menatap pintu yang baru saja dibuka,

" Annyeong Jaejoong ah" Sapanya

" Ada apa?" Tanya Jaejoong tanpa basa - basi

" Kau sinis sekali eoh? Ada yang mengkhawatirkanmu. Masuklah..."

TAP

TAP

TAP

TAP

Jantung Jaejoong yang sudah normal tiba - tiba memacu cepat. Dia memandangi yeoja yang berjalan mendekat menuju Ahra.

" Annyeong Jaejoongie..." Sapa yeoja tengah baya itu membuat Jaejoong membatu

.

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

Yeeeeeyyyy... Chap 11 up! Mianhae kalo pendek dan mengecewakan #bow

Yunjae moment harusnya keluar dichap sebelumnya, tapi karena kepanjangan makanya Cho potong. Yunjae momen na ada di chap ini ^^ Mianhae yang udah nunggu lama ne?

.

danactebh : ia ne, maacih yaaa... ^^

akiramia44 : jiaah... madu? beruang madu? Yunpa donk? ^^ ne... nanti Cho update kilat lagi. tapi ga sekarang yaaa

Noona : Hwaiting juga Nooonnnaaaaa! ^^

JungKimCaca : maacih ya udah nungguin Cho dengan sabar ^^ ne udah update lagi

Elzha luv changminnie : disini dah tuh... tapi masih sedikit ^^

Yunjae heart : nee... mereka belakangan full...mpreg? hmmm... Cho pikirn dulu ne?

evilpumpkin : aminn... doain mereka makin manis melebihi gula ne?

OceanBlue030415 : yunjae nc masih cooming soon... secepatnya lah... tuh... idola qm si Ahra udah muncul lagi :p

vampireyunjae : wae? kenapa ga bisa login? aigoo... wkwkwkw... Yunpa tergolong polos disini karena Jaemma cinta pertamanya.. Uuupppsss keceplosan cerita chap depan :p

AnissCassie : Thanks banget buat kritik dan saran na chingu ^^ sebenernya di ff yang ini pemerannya bukan cuma Jaemma yang jadi pemeran utama. tapi... hmm... Cho lupa, pairing na ditulis dia duluan harusnya hmm belakangan.. dan yunjae na baru muncul sekarang. ne... Cho mulai perbaiki lagi. sekali lagi maacih lhooo ^^

YeChun : cooming soon.. beruang sama gajah masih ada masalah ^^

snow. drop. 1272 : ini udah di chap ini ^^

jaena : ne... yunjae na udha disini, tapi masih sedikit ^^

Vic89 : ngerasain apaan neh?

CuteCat88 : jiaaahhh... qm uke? kkk...

Selena Jung : Iya ne... feel Yunjae blm dapet gara" liad Jaemma maen di drama yang baru ToT. oom jidat kan emang mesum kuadrat sama Yunpa. kkkkk...

littelcupcake noona : ne, appanya payah ==", jiaaahh... jangan ngegalau atuuhh...

Boo Bear Love Cwang : back chap sebelum na chingu sayoong... ini kan udah lima tahun kemudian, appa eomma Kyu meninggal dua tahun yang lalu... ^^ wkwkwwk... bukan demen ngalong... abisnya kadang kebangun dan ga bisa bubu cuuannttiikkk lagi, jadi na update ff dah? kkk...

ilma : ne... tunggu sampe end yow... ^^ kkk...

.

dah... tebak aja siapa yang dateng sama si Ahra?

Ketik Love spasi jawaban kamu

kirim jawabannya ke hati Cho, siapa tau nyampe! kkkk...

Hadiahnya dapet ciuman dari tante Ahra... Minat? #PLAAAKKK efek kebangun tengah malem, bawaannya gila

ya udah dari pada Cho makin ngaco. See u next chap ne chingu?

Chhuuu~~~~

Salam Yadong! ^^