Chapter XI: When the couple's fight, Sunggyu's feeling and Chanri decision

Keesokan harinya, setelah Sunggyu diam di kamar seharian dia akhirnya keluar dari kamar untuk makan, tampak lingkaran hitam dibawah matanya tanda semalaman dia tidak tidur. Semua member memperhatikan Sunggyu sedih. Mereka semua tidak bertanya pada Sunggyu karena tidak lama Hoya menceritakan kejadiannya setelah Chanri curhat kepadanya.

"Hyung…" gumam Woohyun lirih. "Apa sebaiknya kalian tidak bicara lagi?"

"Kau… sudah tau permasalahanku?" jawab Sunggyu lemas. Semua yang ada disitu mengangguk.

"Chanri bercerita padaku dan aku menceritakannya pada yang lain…" sela Hoya.

"Sebaiknya kalian bicarakan lagi baik-baik…" tambah Dongwoo.

"Lagipula kalau dia kuliah di Jepang, kenapa ngga LDR aja?" Tanya Sungyeol.

"Dia ga akan pernah mau LDR…" jawab Sunggyu lemas.

"Tapi kan Korea Jepang itu deket…" sela Sungjong. "Tetep bisa ketemu tiap weekend kan?"

"Sebenernya, walau keliatannya Chanri itu cuek, dia cemburuan… maka dari itu dia ngga akan pernah mau LDR…" sela Hoya.

"Apalagi kalau cowonya Sunggyu hyung…" tambah L. yang lain tertawa.

"Itu banget! Kalau cowonya Myung sih dia ngga masalah LDR juga…" lanjut Hoya. Sunggyu memperhatikan keduanya kesal.

"Kalian sadar tidak sih aku sedang galau? Seharusnya kalian bantu aku untuk memintanya agar tetap di Korea… atau setidaknya kita tidak putus… aku tidak bisa jika harus putus dengannya…" omel Sunggyu.

"Iya, hyung… kami pasti membantumu!" kata Sungjong. Semua mengangguk.

"Susah juga kalau ngga ada Chanri, nanti aku curhat sama siapa kalau berantem sama Miyoungie?" tambah Woohyun.

"Nanti aku dengan Hyesoo juga minjem uang sama siapa kalau butuh uang banyak dan cepat?" lanjut Sungyeol.

"Sungyeol! Jangan selalu memanfaatkan dia dong! Kau kan sudah menikah!" sela Sunggyu kesal.

"Hahaha iya hyung… maafkan aku cuma bercanda! Lagian aku baru pulang honeymoon masa kalian putus sih? Kan ngga sesuai dengan hati aku…" jawab Sungyeol.

"Nanti aku ngomong sama dia deh…" kata L.

"Tapi kamu jangan ngegoda dia ya?" pinta Sunggyu. L tertawa.

"Tergantung situasi hyung…" jawab L. "Tetapi yang pasti aku juga tidak ingin dia pindah ke Jepang, dia lagi ujian atau ada masalah aja susah dihubungin, apalagi pindah Negara…"

Akhirnya semua member menghibur Sunggyu agar tidak sedih. Dan mereka akan membantu Sunggyu untuk meminta Chanri agar tidak pindah ke Jepang. Woohyun, Hoya dan Sungyeol pun meminta para pasangannya untuk meminta Chanri agar dia memikirkan ulang keputusannya. Akhirnya Miyoung mengajak para yeoja untuk bertemu hanya berempat setelah sekian lama mereka tidak pernah berkumpul berempat lagi sejak bertemu dengan member Infinite.

"Acara khusus untuk berempat… kangen sekali!" teriak Hyesoo senang.

"Iyaaa semenjak kita punya pasangan masing-masing kita ngga pernah kaya gini lagi yaa…" tambah Miyoung. "Pasti selalu ada mereka!"

"Iya… Girls time is the best!" lanjut Haein. Chanri hanya tersenyum.

"Kamu kenapa Chanri? Kok diem banget?" Tanya Hyesoo.

"Lagi ada masalah ya sama Gyu?" Tanya Haein.

"Hahahaha aku bingung eon. Baru pertama kali aku bentak Gyu Oppa kaya kemaren. Perasaan aku ngga enak." Jawab Chanri.

"Kamu bentak Gyu kenapa?" Tanya Hyesoo.

"Gapapa kali-kali kamu marah, habis aku sebel Gyu kadang jadi seenaknya sama kamu…" sela Miyoung.

"Hahaha… oh iya aku juga baru mau ngasih tau sama Eonnies, kalau aku diterima di TODAI!" jawab Chanri.

"TODAI Tokyo Daigaku?" Tanya Miyoung. Chanri mengangguk. "Chukhae! Kamu hebat banget bisa keterima disana…"

"Iya… aku bersyukur sekali…" jawab Chanri.

"Kamu ngambil profesi apa saeng?" Tanya Haein.

"Klinis eon…" jawab Chanri.

"Tokyo Daigaku itu di Jepang kan ya? Jadi kamu pindah ke Jepang dong?" Tanya Hyesoo. Chanri mengangguk.

"Jangan bilang kamu berantem sama Gyu gara-gara ini?" Tanya Miyoung. Chanri mengangguk.

"Aku minta putus eon…" jawab Chanri. Ketiganya nampak kaget.

"Kenapa kamu minta putus?" Tanya Hyesoo.

"Habis dia bilang aku gaboleh kuliah di Jepang…" jawab Chanri. "Lagipula mana aku percaya kalau aku pisah Negara sama dia, aku ga sempet nonton tv atau liat aktivitas dia langsung…"

"Hahahaha kalian berantem hebat gara-gara itu?" Tanya Miyoung. "Aku tau kenapa kamu ngga percaya sama dia!"

"I believe in him, but somehow he just can't protect his desire…" gumam Chanri.

"We know that…" jawab ketiganya kompak. Lalu keempatnya tertawa.

"Eonnies… apakah kalian sebelumnya pernah bertengkar, tanpa sepengetahuanku?" Tanya Chanri. "Aku hanya ingin tahu, apakah semua pasangan itu pasti pernah bertengkar?"

"Pasti…" jawab Haein. "Bahkan aku dan Howon sekalipun pernah…"

"Aku tahu eon, Hoya cerita padaku. Tapi aku ingin mendengar kejadiannya versi eonni…" kata Chanri.

"Begini…"

(2 Bulan yang lalu)

"Kau sedang apa?" Tanya Haein.

"Aku sedang chat dengan Chanri." Jawab Hoya. "Kenapa Noona?"

"Sebenarnya aku ingin bertanya padamu, seberapa pentingkah Chanri bagimu?" Tanya Haein yang tiba-tiba duduk setelah tiduran di pangkuan Hoya.

"Ada apa Noona? Mengapa kau tiba-tiba menanyakan hal seperti itu?" Tanya Hoya balik. "Dan kenapa kau tiba-tiba duduk?"

"Terkadang aku tidak mengerti…" jawab Haein. "Walaupun memang, dia membantu kita untuk jadian, dia calon psikolog yang baik dan bisa diajak curhat, tapi, bisakah kau tidak berbicara dengannya sehari saja?"

"Pernah ko, waktu kejadian mantan Myungsoo dia beberapa hari tidak menghubungiku." Jawab Hoya.

"Hanya itu?" Tanya Haein kaget.

"Ada apa Noona? Kau nampak sangat aneh hari ini…" jawab Hoya. "Bukankah kau sudah tau aku memang dekat dengannya…"

"Maksudku, lihat, aku dan Myungsoo pun bersahabat, tapi kami tidak seintens itu…" gumam Haein. "Kalaupun alasanmu karena dengannya kau bisa menjadi dirimu, bukankah sekarang kau denganku juga kau menjadi dirimu? Lalu kenapa?"

"Kau cemburu Noona?" Tanya Hoya.

"Howon-ah, apa kau sadar akhir-akhir ini kau lebih memperhatikannya dibanding aku?" jawab Haein.

"Iya. Karena dia sebentar lagi sidang skripsi, dan dia sangat butuh support dariku." Jawab Hoya. "Noona pasti mengerti kan?"

"Baiklah aku mengerti, tapi berjanjilah padaku setelah dia lulus kau akan mengurangi intensitas mu dengannya!" gumam Haein. Hoya tersenyum lalu mencium bibir Haein.

"Noona lucu kalau lagi ngambek…" goda Hoya.

"Ya! Howon-ah! Jangan menggodaku!" teriak Haein sambil memukul pundak Hoya. Hoya tertawa lalu mencubit pipi Haein.

"Aku mencintaimu Noona…" goda Hoya lagi.

"Kau ini kenapa sih… aish…" gumam Haein sambil tertunduk malu.

"Bisakah kalian pacaran di tempat lain? Kalian mengganggu pandanganku…" sela Sungjong. Keduanya tertawa.

Seminggu kemudian Hoya tidak menghubungi Haein karena dia sibuk menemani Chanri untuk persiapan sidangnya. Setelah itu dia menceritakan permasalahannya dengan Chanri, lalu Chanri memberi advice bahwa seharusnya Hoya lebih mementingkan Haein dibanding dirinya, karena akibat itu Chanri sendiri pun jadi lebih tergantung dengan Hoya dibandingkan Sunggyu. Akhirnya Hoya mencoba menghubungi Haein, tetapi Haein tidak menjawab teleponnya dan akhirnya Hoya menjemput ke kantor Haein. Hoya nampak kaget ketika dia melihat Haein nampak akrab dengan seorang pria.

"Noona…" panggil Hoya.

"Ah! Howon-ah!" balas Haein senang lalu mendekati Hoya bersama pria yang ada disebelahnya. "Ada apa kau kesini?"

"Aku ingin menemuimu…" jawab Hoya.

"Ada apa?" Tanya Haein.

"Aku merindukanmu…" jawab Hoya. "Ngomong-ngomong, dia siapa, Noona?"

"Dia? Ah iya aku lupa, kenalkan ini SAHABATku," jawab Haein.

"Kim Wonhyung, teman kerja Haein-ah…" kata Woohyung.

"Lee Howon, kekasih Haein." Kata Hoya. Keduanya bersalaman.

"Haein sering bercerita mengenaimu…" sela Wonhyung. Hoya hanya mengangguk.

"Noona, bisakah kita berbicara dulu berdua?" Tanya Hoya.

"Ada apa emang? Cerita aja, Wonhyungie bukan orang asing ko…" jawab Haein. Hoya nampak sedikit kesal.

"Haein-ah, mungkin dia ingin waktu berdua denganmu…" sela Wonhyung.

"Tapi sekarang sudah waktunya masuk, ayo Wonhyungie kita kedalam…" jawab Haein. "Howon-ah, kalau kau mau bicara bisa tunggu setelah aku selesai bekerja?"

"Tidak Noona… nanti saja malam aku ke rumahmu…" jawab Hoya. "Maaf aku mengganggumu…"

Lalu Haein pun masuk bersama Wonhyung tanpa melihat lagi Hoya. Hoya merasa sangat kesal dengan sikap Haein. Dia ingin sekali bercerita kepada Chanri tetapi dia ingat Chanri sedang sangat sibuk sehingga dia tidak ingin menambah pikiran Chanri. Akhirnya Hoya pulang ke rumah dengan muka yang sangat kesal.

*Di dorm Infinite

"Hey, kenapa kau? Murung sekali…" sapa Dongwoo sambil melewati Hoya yang merebahkan badan dengan muka bête.

"Tidak apa-apa…" jawab Hoya. "Aku hanya sedang kesal…"

"Ada apa?" Tanya Dongwoo sambil duduk disebelah Hoya.

"Aku… sepertinya kena karma…" jawab Hoya.

"Hah? Kau ngomong apa sih?" Tanya Dongwoo semakin bingung. "Kau bertengkar dengan Noona kah?"

"Tidak bertengkar juga sih… hanya saja… aish…" gumam Hoya kesal.

*Tiba-tiba L melewati keduanya tanpa memperdulikan mereka

"Ya Myungsoo!" panggil Hoya.

"Ada apa hyung?" jawab L.

"Kapan kau terakhir berbicara dengan Haein Noona?" Tanya Hoya.

"Kemarin. Ada apa?" jawab L.

"Kau kenal dengan Kim Wonhyung?" Tanya Hoya lagi.

"Aku tahu. Beberapa hari yang lalu Noona memperkenalkannya padaku." Jawab L.

"Menurutmu dia bagaimana? Seberapa dia dekat dengan Noona?" Tanya Hoya.

"Hmmm…" L berfikir. "Baik, tampan, gagah, dan sepertinya cocok dengan Noona. Mereka juga sangat dekat, mungkin seperti kau dengan Chanri-ah."

"Sejak kapan mereka dekat?" Tanya Hoya lagi.

"Entahlah, setahu aku baru minggu-minggu ini deh…" jawab L. "Ada apa hyung? Kau cemburu?"

"Ani…" bantah Hoya langsung. "Aku hanya penasaran…"

"Kau cemburu…" sela Dongwoo. L tertawa.

"Aku hanya penasaran saja… dia tadi memperkenalkan Wonhyung padaku, dan dia terkesan lebih peduli dengannya dibanding aku…" gumam Hoya.

"Bicaralah dengannya, jujurlah kalau kau cemburu…" kata Dongwoo. Hoya hanya diam saja.

Malam harinya Hoya mencoba tidak menghubungi Haein, namun Haein juga tidak menghubungi Hoya. Hal tersebut membuat Hoya semakin tidak bisa tidur. Keesokan harinya Hoya pergi menuju kantor Haein lagi. Dia memperhatikan Haein dari kejauhan. Tampak Haein sangat akrab dengan Wonhyung. Hoya semakin kesal dengan apa yang dilakukan Haein. Dia ingin sekali menceritakannya kepada Chanri tetapi itu tidak mungkin untuk akhir-akhir ini karena Chanri sedang sibuk untuk sidang skripsinya. Akhirnya Hoya menumpahkan kekesalannya kepada Dongwoo.

"Sudahku bilang, minta maaflah pada Haein Noona…" kata Dongwoo. "Mungkin selama ini apa yang dia rasakan sama dengan yang kau rasakan sekarang…"

"Maksudmu?" Tanya Hoya

"Anggaplah Noona dan Wonhyung adalah kau dan Chanri. Kalian dulu begitu kan?" jawab Dongwoo.

"Iya, makanya punya cewe sama sahabat jangan lebih deket sama sahabat dong…" timbrung Sunggyu.

"Hyung, emang kau juga cemburu?" Tanya Hoya.

"Bukan cemburu sih, kesel, soalnya setiap masalah pasti kamu yang lebih tau daripada aku." Jawab Sunggyu. "Haein Noona juga pasti ngerasain hal yang sama, bedanya kalau aku sih yaudah nanti juga Chanri cerita, kalau dia mungkin memang butuh orang berbagi…"

"Jadi aku harus gimana? Ngga mungkin kan aku jauhin Chanri?" Tanya Hoya.

"Minta maaf… cewe tuh suka kalau cowo mau mengakui kesalahannya…" timbrung Woohyun. "Miyoungie juga maafin aku kan ketika aku minta maaf, kita jangan terlalu pride kalau emang salah…" Hoya pun terdiam.

"Terus kenapa kamu ngga nanya pendapat Chanri? Dia bagus tuh kalau ngasih advice…" lanjut Woohyun.

"Dia lagi ngurusin buat sidang, aku bunuh kau kalau sampe ganggu dia!" ancam Sunggyu.

"Ara! Makanya sekarang aku benar-benar bingung karena aku gabisa cerita sama Chanri!" balas Hoya.

"Nah, kamu kan dekat dengan Chanri, bisa bayangin ga kira-kira apa advice dia kalau kamu dapet masalah kaya gini…" sela Dongwoo. "Atau hyung deh, sebagai cowonya gimana kira-kira, apa yang bakal pacarmu bilang?"

"Hmmm…" Sunggyu dan Hoya berfikir.

"Minta maaflah pada Eonni, bagaimanapun ini kesalahan kita terlalu dekat tanpa memikirkan perasaan dia, sepertinya aku juga harus meminta maaf pada Gyu." Timbrung L tiba-tiba.

*Semua melirik kearah L. L tertawa.

"Aku juga kenal karakter Chanri…" lanjut L tersenyum.

"Kau ini menyebalkan…" gumam Sunggyu. "Tapi bener sih, kurang lebih dia pasti ngomong gitu…"

"Iya juga…" tambah Hoya.

"Nah, kan. Intinya kamu minta maaf sama Haein Noona…" kata Dongwoo.

Akhirnya Hoya mengangguk, semua pun senang melihat keputusan Hoya. Hoya memang orangnya cukup keras kepala ketika dia merasa tidak salah, tetapi untuk orang yang dia cintai akhirnya dia mengalah. Malam harinya Hoya menghubungi Haein untuk bertemu besok. Haein pun mengiyakan. Keesokan harinya, keduanya bertemu, tetapi ada hal yang membuat Hoya kecewa, yaitu Haein tetap mengajak Wonhyung saat menemui Hoya. Saat itulah Hoya benar-benar meledak.

"Noona, kenapa dia harus selalu bersama Noona?" Tanya Hoya kesal.

"Dia sahabatku, emang kenapa? Emang kamu mau ngomongin apa sih?" Tanya Haein balik. "Kenapa mesti marah-marah?"

"Noona… apa kau tidak memikirkan perasaanku?" jawab Hoya sambil menghela nafas panjang. "Baiklah kalau aku salah selama ini lebih peduli pada Chanri dibanding Noona, jadi Noona mau balas dendam? Tapi kan Chanri juga teman Noona kan? Kau sudah mengenalnya sebelum mengenalku kan? Kau tau dia pacar Sunggyu hyung kan? Jadi aku tidak akan melakukan hal aneh dengannya, kita hanya merasa bisa terbuka satu sama lain, Noona sudah tau itu dengan jelas kan?!" Haein terdiam.

"Sementara dia…" tunjuk Hoya pada Wonhyung kesal. "Aku bahkan tidak mengenal dia, kau tiba-tiba menghilang saat aku tidak menghubungi dan tiba-tiba sudah dekat dengan dia… aku bahkan tidak tahu kalau dia masih single atau tidak… Noona ini kenapa?!"

"Ya Howon-ah!" sentak Haein. "Kau ini tidak sopan! Dia bahkan lebih tua dariku… dia selalu memberi advice yang bagus untuk pekerjaanku, karena aku kerja, aku juga butuh partner yang professional untuk bekerja! Lagipula dia sudah punya istri dan anak!"

Hoya terdiam kesal lalu dia pergi dari hadapan Haein.

"Ya Howon-ah! Kau mau lari? Kau bahkan belum minta maaf! Mana sopan santunmu!" teriak Haein.

"Apa salahku? Kau tidak mengerti perasaanku!" balas teriak Hoya lalu dia pergi.

"Aish…! Anak itu tidak tahu diri…" gumam Haein kesal. "Maafkan dia Wonhyungie, dia masih labil…"

"Hahahaha…" Wonhyung tertawa lepas. "Santai saja Haein-ah, aku mengerti dia masih muda, emosinya masih bergejolak…"

"Jadi kau anggap kita sudah tua?" Tanya Haein kesal.

"Hahahaha menurutmu? Akui sajalah kita sudah tidak semuda dia kan?" jawab Wonhyung sambil meminum coffee nya.

"Emang sih… tapi aku hanya berbeda 4 tahun dengannya…" jawab Haein. "Aku tidak terlalu tua kan?"

"Tidak… kau masih tetap muda dan cantik." Goda Wonhyung. "Tapi lebih cantik istriku ya…"

"Tentu saja, Bora memang sangat cantik, dia kan model!" sela Haein. Keduanya tertawa.

Sementara itu Hoya yang sedang kesal akhirnya memutuskan untuk pergi ke kampus Chanri. Dia sudah sangat muak. Dia tidak peduli lagi jika harus 'dibunuh' oleh Sunggyu karena dia benar-benar membutuhkan bantuan Chanri. Tetapi saat dia datang ke kampus, dia melihat Chanri sedang sibuk menemui dosennya. Hoya sadar, dia tidak mungkin mengganggu Chanri saat itu, akhirnya dia memutuskan untuk pulang. Saat dia mau pulang dia melihat Sunggyu yang sudah berdiri melambaikan tangan padanya. Akhirnya keduanya pergi menuju café terdekat.

"Ada masalah apa, kau tiba-tiba ingin menemui Chanri?" Tanya Sunggyu to the point.

"Aku sangat kesal dengan Haein Noona…" jawab Hoya. "Bayangkan saja hyung, ketika aku ingin bertemu berdua dengannya, dia masih tetapi dengan Wonhyung-ssi, akhir-akhir ini dia selalu dengannya dan membuatku kesal. Aku sudah benar-benar muak hyung!"

"Apa kau bilang padanya kalau kau hanya ingin bertemu berdua?" Tanya Sunggyu

"Ngga juga sih, aku cuma bilang mau ketemu, dia pasti ngerti kan kalau bertemu itu berarti berdua…" jawab Hoya.

"Belum tentu. Aku kalau emang mau bertemu berdua pasti ngomong hanya berdua saja. Karena siapa tahu dia mengajak orang lain atau sedang bersama orang lain…" kata Sunggyu. Hoya terdiam.

"Begini sekarang, coba minta pada Haein Noona kalau kamu mau bertemu berdua saja, setelah itu kamu bicarakan baik-baik permasalahannya, apa yang membuat dia begitu, kalau memang karena hubunganmu dengan Chanri, minta maaflah dan berjanji bahwa kau akan lebih mementingkan Haein noona dibanding Chanri, lalu berusahalah mengurangi membicarakan tentang Chanri saat dengannya, bicarakanlah hubungan kalian, kedepannya mau gimana, atau masalah keluarga kalian dengan hubungan kalian, apapun itu tentang kalian saja pokoknya…" lanjut Sunggyu.

"Hyung… tumben kau bijak…" sela Hoya kagum. Sunggyu tertawa.

"Ini pesan dari Chanri untukmu." Kata Sunggyu.

"Eh? Kok bisa?" Tanya Hoya kaget.

"Setelah kau ada masalah dengan Haein Noona apa kau tidak sadar kau juga berhenti menghubunginya? Biasanya setidaknya kau bertanya padanya bagaimana sidangnya hari ini atau progress skripsinya, namun kau tidak bertanya sama sekali akhirnya dia curiga." Jawab Sunggyu. "Meskipun dia sibuk, dia masih memikirkan tentangmu. Saat aku mencoba menutupinya dia marah, akhirnya aku menceritakan permasalahanmu, namun karena dia tidak bisa tiba-tiba memberi advice ketika kau tidak menghubunginya akhirnya dia menitipkan pesan ini padaku kalau-kalau kau tidak menemukan jawaban dari permasalahanmu."

"Chanri-ah…" gumam Hoya sedih.

"Um… dengarkan aku." Sela Sunggyu. "Ini permintaanku, mungkin aku memang egois, dan aku tidak bermaksud untuk membuatmu menjadi tidak terlalu dekat dengan Chanri. Tetapi aku ingin dia bisa lebih terbuka kepadaku dibanding denganmu. Bagaimanapun aku pacarnya, aku yang mungkin nanti akan menjadi suaminya, bukan kamu. Aku ingin dia bisa terbuka padaku sepenuhnya, karena bagaimanapun juga aku yang nanti akan selalu ada disisinya, bukan kamu. Aku tahu kalian memiliki banyak kecocokan sehingga bisa benar-benar terbuka satu sama lain, dan aku memang pernah menyakitinya, tetapi alasan kami masih melanjutkan hubungan kami aku sih inginnya terlepas dari saling suka juga bisa saling percaya, bisa saling depend, dan aku ingin menjadi satu-satunya orang yang bisa dia percaya sepenuhnya, bukan kamu, bukan Myungsoo atau siapapun, aku ingin aku." Lalu Hoya tersenyum dan mengangguk.

"Terima kasih hyung telah mencintai Chanri dengan cara seperti itu. Aku percaya padamu…" kata Hoya. "Terima kasih juga atas penyampaian pesan yang telah Chanri berikan. Kalau dia sudah tidak sibuk nanti aku akan berterima kasih langsung padanya dan aku akan menyampaikan pesan yang hyung katakan padaku…"

"Eh? Jangan bilang aku bilang kaya gitu, aku malu!" sela Sunggyu sambil tertawa. "Bilang aja, setelah kau bertengkar dengan Haein Noona, kau berfikir seperti itu…"

"Ah benar juga hyung! Kau memang genius!" kata Hoya. Lalu keduanya tertawa.

Malam harinya akhirnya Hoya menghubungi Haein lagi, kali ini dia meminta untuk bertemu hanya berdua saja. Haein setuju tetapi dia minta waktu seminggu sebelum keduanya bertemu. Hoya sedikit kesal ketika Haein meminta waktunya, karena menurutnya bertemu adalah sesuatu yang mudah, tidak perlu menunda sampai seminggu kecuali ada sesuatu. Akhirnya Hoya mengalah dan dia mencoba bersabar. Seminggu kemudian akhirnya keduanya bertemu disebuah café. Hoya sudah benar-benar menyiapkan pertemuan itu.

"Howon-ah!" panggil Haein yang telah datang duluan dan duduk disudut café. Hoya pun duduk di depan Haein. "Bagaimana kabarmu?"

"Aku baik Noona. Bagaimana denganmu?" Tanya Hoya

"Aku sangat senang, akhirnya selesai juga…" jawab Haein. "Kau mau membicarakan apa?"

"Apa yang selesai Noona? Pekerjaanmu?" Tanya Hoya. Haein mengangguk.

"Begini Noona, maaf kemarin aku kesal denganmu, aku ingin tahu, kenapa kau melakukan hal seperti itu, maksudku kenapa kau tiba-tiba dekat dengan Wonhyung hyung? Apa karena kau butuh seseorang yang bisa terbuka untukmu atau gimana? Aku sebagai pacarmu ingin tahu alasanmu Noona… aku tidak ingin ada permasalahan diantara kita berdua…"

"Kamu masih mempermasalahkan itu juga? Ya ampun…" gumam Haein.

"Kenapa? Apa Noona keberatan aku bertanya seperti itu?" Tanya Hoya.

"Ani… sebenarnya aku ingin menceritakan ini sejak awal, tapi kamu ngga pernah membiarkan aku untuk berbicara, kau malah langsung marah padaku…" jawab Haein sambil tertawa. "Begini Howon-ah, sebenarnya sejak awal aku tidak pernah berniat untuk balas dendam mengenai hubungan kedekatanmu dengan Chanri. Aku memang sedikit kesal ketika kau terlalu memperdulikannya dibanding aku, tetapi aku tau itu karena kalian sahabat dan saling terbuka. Masalah Wonhyungie, dia itu partner kerjaku dalam proyek yang baru kami selesaikan, kenapa dia selalu bersamaku akhir-akhir ini, karena deadline proyek kami sangat cepat sehingga kami mengurusi proyek itu sepanjang waktu, maka dari itu ketika kau minta bertemu jika hanya ingin mengobrol biasa aku tidak pernah mengusir Wonhyung karena pembicaraan orang yang pacaran umumnya general kan, nah permasalahan aku meminta seminggu itu yak arena deadline, aku tau kau akan menanyakan hal ini, maka dari itu aku akan mengurusi proyek kerja ku sampai beres baru aku bisa bertemu denganmu…"

Penjelasan Haein membuat Hoya merasa konyol. Selama ini dia penuh dengan rasa kesal dan cemburu terhadap Wonhyung dan ternyata hanya teman kerja proyek Haein. Setelah itu, Hoya akhirnya menemui Wonhyung bersama Haein untuk meminta maaf atas ketidaksopanannya waktu itu. Hoya pun bertemu dengan istri serta anak Wonhyung. Mereka terlihat sebagai keluarga yang sangat bahagia. Hoya pun benar-benar merasa malu. Namun semenjak itu hubungannya dengan Haein semakin mesra dan baik.

(Dua bulan kemudian)

"APA?! Jadi permasalahannya se-simple itu… aish Hoya! Dia membohongiku…" gumam Chanri kesal.

"Eh? Emang dia cerita apa sama kamu saeng?" Tanya Hyesoo.

"Dia bilang kalau Haein Eonni butuh seseorang untuk terbuka dan dia berjanji untuk mengurangi intensitas hubungannya denganku…" jawab Chanri. "Dasar orang dengan gengsi tinggi, sama aja kaya Gyu!" semuanya tertawa.

"Jadi setelah kejadian ini hubungan Chanri dengan Hoya berkurang dong?" Tanya Miyoung.

"Ngga juga eon, aku sih masih suka cerita, dia juga. Cuma akhir-akhir ini aku cerita ke Gyu duluan sebelum Hoya." Jawab Chanri. "Aku ingin terbuka dengan Gyu sepenuhnya…"

"Terus kamu minta putus?" Tanya Haein. "Coba pikirkan lagi saeng… kalian sudah pacaran setahun lebih loh…"

"Iya sih eon, aku juga masih sayang sebenernya sama Gyu…" jawab Chanri sedih. "Makanya aku bilang aku sedikit kaget ketika aku membentak Gyu kemaren…"

"Kan berantem itu wajar, justru kalau kamu bisa menemukan solusinya kaya aku, bisa lebih mesra lagi…" sela Haein.

"Iya, itu sih Hoya nya aja yang konyol…" gumam Miyoung. "Kalau menurut aku sih emang permasalahan Chanri lebih serius…"

"Hahahaha memang…" kata Haein.

"Kalau Eonni gimana? Pernah berantem lagi kah dengan Namu selain masalah Namnam dan Mimi dulu?" Tanya Chanri. Miyoung tertawa.

"Pernah…" jawab Miyoung.

(Setahun yang lalu)

Dua minggu setelah Hoya dan Haein jadian, Infinite sedang sibuk untuk acara Music Bank yang akan diselenggarakan di Negara Paraguay. Karena acara Music Bank dibintangi oleh sejumlah boyband dan girlband, maka mereka melakukan rehearsal bersama-sama. Hari itu para member memberitahukan para yeoja dan semuanya sedang berkumpul di dorm infinite.

"Jadi… kami bakal rehearsal bareng girlband juga, apa diantara kalian ada yang keberatan?" Tanya Woohyun.

"Itu kan emang kerjaan kalian sebagai idol, kenapa mesti nanya kami?" Tanya Hyesoo.

"Maksudnya, kalau aku personal meminta izin pada Noona, kita kan pacaran, jadi harus saling terbuka…" jawab Sungyeol.

"Kyaa… tentu saja boleh sayang, aku tidak pernah melarangmu untuk melakukan apa yang harus kau lakukan jika itu sesuai dengan tujuan karirmu…" kata Hyesoo sambil memeluk Sungyeol.

"Lagipula kalau misalkan kita melarang kalian untuk rehearsal bersama girlband, emangnya kalian mau nurut? Terus mau tiba-tiba berhenti ngga ikut acara mubank?" Tanya Chanri. Semua terdiam.

"Setidaknya kalian tau kan, bahwa kami akan melihat cewe-cewe seksi menari…" sela Dongwoo.

"Dan kalian ga akan tiba-tiba kaget kalau ada yang posting di twitter atau dimanapun kalau diantara kita ada yang foto berdua dengan girlband…" lanjut Woohyun.

"Jangan konyol deh Oppa, kita udah saling kenal berapa lama sih? Hampir dua tahun lebih kan… ya kami ngerti lah profesi kalian apa…" sela Chanri ketus.

"Kamu kenapa sih Chanri-ah? marah-marah mulu…" Tanya Hoya.

"Ani… aku ga ada masalah ko, emang aku salah ngomong ya?" jawab Chanri.

"Sudah-sudah, intinya sih kita disini ngga ada masalah, semoga kalian sukses acara mubank nya ya…" sela Haein. Semua mengangguk.

"Terima kasih atas pengertiannya…" kata para member infinite. Akhirnya para yeoja pun pulang diantar oleh pasangannya.

(Haein - Hoya)

"Noona… jika aku menyaksikan girlband yang sedang rehearsal apa Noona tidak keberatan?" Tanya Hoya.

"Ani… wajar kalau kamu suka ngeliatin mereka, mereka kan cantik dan body-nya bagus… kalau kita yang menari yang ada kamu akan tertawa tidak berhenti…" jawab Haein sambil tertawa.

"Hahahaha aku masih bisa membayangkan Miyoung Noona, apalagi Hyesoo Noona… hanya saja jika Chanri menari… hahahaha aku pasti sudah terpingkal-pingkal…" kata Hoya. "Tapi sejujurnya aku ingin melihat Noona menari…"

"Hahaha aku? Wah, sejujurnya aku belum pernah mencoba hal itu sekalipun…" gumam Haein.

"Mau aku ajarkan privat Noona?" goda Hoya. Haein tersenyum.

"Ajarkan aku secara gentle dan softly, karena aku belum pernah mencoba pasti akan sulit…" kata Haein. Keduanya tersenyum.

(Hyesoo - Sungyeol)

"Noona, kau percaya padaku kan?" Tanya Sungyeol. Hyesoo mengangguk.

"Setelah hutang lunas dan tabungan untuk pernikahan kita sudah mencukupi kita kan akan menikah, maka dari itu kita harus saling percaya…" jawab Hyesoo. Sungyeol mengangguk.

"Hasil dari event ini akan langsung aku masukan ke tabungan pernikahan kita…" kata Sungyeol.

"Aku bahagia… akhirnya kau bisa menerimaku apa adanya…" gumam Hyesoo.

"Aku lebih bahagia Noona, berkatmu aku mengerti apa arti cinta sesungguhnya…" sela Sungyeol. Keduanya melakukan kissu.

(Chanri - Sunggyu)

"Chanri-ah…" gumam Sunggyu.

"Hmm?" jawab Chanri.

"Kau pasti marah padaku ya?" Tanya Sunggyu.

"Kenapa aku harus marah?" Tanya Chanri balik.

"Aku tahu, sebenarnya kau tidak suka kan kalau aku menyaksikan rehearsal girlband…" jawab Sunggyu. "Maka dari itu kau begitu ketus daritadi…"

"Sebenarnya biasa saja sih, hanya saja membayangkan kau menyaksikan girlband menari dengan baju seksi, lalu jika ada seseorang mendekatimu…" gumam Chanri kesal. "Bagaimanapun, minggu depan aku menghadapi ujian, aku tidak bisa memperhatikanmu, lagipula Oppa pergi ke Paraguay kan, yaudah terserah Oppa aja, udah gede kan, bisa kontrol sendiri desire nya untuk hal-hal aneh…"

"Iya… aku pasti tidak akan melakukan hal-hal yang aneh…" kata Sunggyu sambil mencium pipi Chanri. "kau tau kan aku tidak terlalu dekat dengan girlband manapun, dank au tau aku tidak terlalu peduli dengan mereka…"

"Ara… tapi kalau ada yang mendekati kan beda lagi ceritanya…" gumam Chanri. "Tapi aku lega, untung saja pacarku bukan Myungsoo Oppa…"

"Jadi kamu ngga cemburu kalau Myungsoo foto-foto dengan girlband atau didekati salah satu personelnya? Masa?" Tanya Sunggyu curiga.

"Mungkin? Setidaknya tidak didepan mataku…" jawab Chanri. "Kalau dia sih aku wajarin, emang banyak yang suka kan? Kalau Oppa…"

"Maksudmu aku ngga wajar kalau didekati banyak cewe?" Tanya Sunggyu kesal.

"Iya, ngga biasa. Mereka pasti punya perasaan lebih kalau deketin Oppa. Personality Oppa kan kece, meskipun kalau belum kenal ngga akan tahu kalau Oppa itu menarik." Jawab Chanri. "Kalau Myungsoo Oppa kan udah biasa dan udah jelas kalau dideketin karena muka."

"Hmmm… jadi kamu anggap aku tampan dari dalam dan Myungsoo tampan dari luar?" Tanya Sunggyu dengan senyum bangga.

"Terserah mau mengartikan apa perkataan aku tadi, yang pasti bisa jaga diri sendiri kan ya?" jawab Chanri. Sunggyu mengangguk.

"Aku ngga pernah nyangka kalau sebenarnya kamu itu cemburuan… hahaha" gumam Sunggyu sambil tertawa lepas.

"Idih… aku ngga cemburuan ko! Kegeeran banget sih…" sela Chanri dengan muka bête.

"Hahaha iya iya ngga… kamu cuma sayang sama aku aja kan?" goda Sunggyu. Chanri mengangguk.

"Iya aku sayang. Happy?" Tanya Chanri. Sunggyu tersenyum menang.

"Aku juga sayang sama kamu ko… nomu nomu nomu chuhae…" kata Sunggyu. Keduanya tersenyum.

(Miyoung - Woohyun)

"Miyoungie... apakah kau pernah ke Paraguay sebelumnya?" Tanya Woohyun

"Belum pernah… Kau?" jawab Miyoung.

"Sama aku juga belum pernah, ini baru pertama kalinya." Jawab Woohyun. "Apa kau akan merindukanku kalau aku pergi?"

"Mungkin… apa kau akan merindukanku juga?" Tanya Miyoung.

"Pastinya… bagiku meninggalkanmu dua minggu bagaikan kehilanganmu dua tahun…" goda Woohyun.

"Mulai gombal… biasanya juga kalau sibuk lupa…" gumam Miyoung.

"Aku tidak pernah lupa denganmu Miyoungie, kapan aku lupa denganmu?" Goda Woohyun. Miyoung tertawa.

"Hati-hatilah disana… jaga matamu!" kata Miyoung.

"Bagaimana kalau kau ikut?" Tanya Woohyun.

"Hah? Maksudmu?" Tanya Miyoung balik.

"Aku ingin kau ikut ke Paraguay denganku… bagaimana?" Jawab Woohyun.

"Emang bisa? Emang dibolehin?" Tanya Miyoung.

"Ya mungkin kita emang ngga akan satu pesawat, kau akan naik yang umum dan kami pesawat khusus, kan rehearsal ngga akan selamanya, tapi kalau kau ikut kau bisa nonton, selain itu saat jeda kita berdua bisa jalan-jalan di kota… bagaimana?" Jawab Woohyun. "Aku ingin menghabiskan waktu istirahatku disana bersamamu… Miyoungie…" Miyoung terdiam sejenak untuk berfikir.

"Biar aku pikirkan dulu, kemudian aku akan mengajak Eonnies dan Chanri dulu, siapa tahu mereka juga bisa dan mau…" Jawab Miyoung.

"Ide bagus Miyoungie! Tapi aku mohon kau bisa untuk pergi walaupun misalkan yang lain tidak bisa ikut…" kata Woohyun. Miyoung mengangguk.

Malam harinya Miyoung menghubungi para yeoja, ternyata mereka semua tidak bisa ikut. Chanri akan menghadapi ujian minggu depan, Hyesoo sedang mengumpulkan uang untuk menikah, dan Haein sedang ada proyek dan tidak bisa cuti untuk dua minggu. Namun karena Miyoung mengingat kembali permintaan Woohyun akhirnya dia memutuskan untuk pergi sendiri, Miyoung pun memberitahukan keputusannya dan Woohyun sangat senang dengan hal tersebut. Seminggu kemudian Miyoung pun berangkat menyusul Woohyun. Sesampainya di Paraguay, para member sangat kaget ketika Miyoung datang…

"Noona… kau ngapain disini?!" Tanya Dongwoo kaget.

"Aku mengajaknya kemari… supaya kalau aku ada break bisa jalan dengannya berdua…" jawab Woohyun. Miyoung mengangguk.

"Terus, Noona sendiri? Kenapa ngga ngajak yang lain?" Tanya Sungjong.

"Chanri minggu ini ujian…" jawab Sunggyu dan L serempak. Keduanya bertatapan sengit.

"Haein Noona sedang ada proyek jadi tidak bisa cuti…" jawab Hoya.

"Hyesoo Noona sedang mengumpulkan uang untuk pernikahan kami, akupun hasil konser ini akan langsung menabungnya…" jawab Sungyeol.

"Kau mau menikah kapan?" Tanya semua member kaget.

"Secepatnya… yang pasti setelah hutang lunas dan uang pernikahan serta honeymoon terkumpul…" jawab Sungyeol senang. "Doakan kami ya!"

"Wow…" gumam Sunggyu. "Kau akan mendahuluiku sepertinya…"

"Tentu saja, Chanri tidak akan mau menikah cepat, dia masih mau melanjutkan kuliahnya bukan?" sela L. "Lagian siapa tau ternyata jodohnya aku…" Sunggyu melirik sinis L.

"Kalau kalian mau menikah kapan?" Tanya Hoya mengalihkan perhatian.

"Kita? Aku sih terserah Namu aja…" jawab Miyoung.

"Aku ingin menikah sekarang Miyoungie…" goda Woohyun.

"Apaan… ngaco banget…" respon Miyoung sambil tertawa.

"Yah… mungkin setelah Sungyeol dan Noona menikah, kami akan menyusul…" jawab Woohyun.

"Eh tapi pikir-pikir kalau Sungyeol kan nunggu beres hutang Noona nih, sama nabung buat honeymoon, kalau kalian nunggu apa lagi? Kalau aku jelas kan nunggu Chanri sampai selesai kuliahnya, kalau Howon sih… jadian aja baru, kan lamarannya kemaren ditolak… hahahaha." Tanya Sunggyu. Hoya melirik Sunggyu kesal.

"Kita nunggu apa ya Miyoungie? Aku juga bingung…" jawab Woohyun.

"Kalau aku pribadi sih belum mau nikah dalam waktu cepat, biarkan saja yang lain dulu…" jawab Miyoung.

"Iya, kita sih santai, biar yang lain dulu deh…" lanjut Woohyun.

"Ngomong-ngomong kalian yang pertama jadian kan diantara yang lain? Mana kalian udah saling kenal dari kecil… ngga bosen apa?" Tanya Sungjong. "Aku aja liat Myungsoo dan Sunggyu hyung memperebutkan Chanri udah bosen…" L dan Sunggyu melirik Sungjong kesal.

"Ngga juga tuh, justru kangen kalau inget masa lalu, iya ngga Miyoungie?" jawab Woohyun. Miyoung mengangguk.

"Itu yang namanya cinta, Sungjongie! Makanya pacaran!" sela Sungyeol. "Liat aja aku, aku berubah kan setelah pacaran?"

"Tidak…" jawab semua serempak. Sungyeol tertawa.

"Kau menginap dimana, Miyoung?" Tanya Sunggyu.

"Dilantai bawah, hotel kita sama makanya aku disini sekarang…" jawab Miyoung.

Tidak lama Miyoung dan Woohyun pun pergi berjalan-jalan di sekitar hotel bersama Miyoung…

"Grup lain pada tinggal dimana?" Tanya Miyoung.

"Satu lantai tadi kita semua disana. Hanya saja mereka sedang istirahat, jadi tidak ada yang keluar…" Jawab Woohyun. "Ada apa?"

"Ani… aku ingin melihat grup lain juga…" jawab Miyoung.

"Jangan bilang kamu mau ngeceng grup lain?" Tanya Woohyun curiga.

"Hahahahaha ngga ko… pengen liat aja, kamu cemburu?" jawab Miyoung.

"Iyalah… siapa tau mereka tertarik juga denganmu…" gumam Woohyun.

Saat keduanya mengobrol tidak lama seseorang menghampiri keduanya.

"Woohyun Oppa!" teriak seseorang.

"Hei!" balas Woohyun.

"Kau sedang apa?" Tanya cewe itu.

"Aku sedang jalan-jalan… kau sedang apa?" jawab Woohyun.

"Aku ingin berenang… ayo kita berenang bersama!" jawab cewe itu sambil menarik tangan Woohyun. Miyoung sedikit kesal melihatnya.

"Eh eh, tunggu dulu! Aku sedang mengobrol…" sela Woohyun.

"Siapa dia?" Tanya cewe itu.

"Aku Jo Miyoung." Jawab Miyoung.

"Aku tidak menanyakan namamu, maksudku kau siapanya Woohyun Oppa?" Tanya cewe itu sinis.

"Dia pacarku." Jawab Woohyun. Cewe itu merasa sangat kaget.

"Oppa udah punya pacar?!" Tanya Cewe itu kaget.

"Iya, sebentar lagi kami akan menikah…" jawab Woohyun sambil merangkul Miyoung. Miyoung tersenyum. Cewe itu nampak kesal lalu dia pergi meninggalkan keduanya.

"Dia siapa?" Tanya Miyoung.

"Jeon Sarang, personil girlband UV. Kamu ngga tau? Mereka debut setahun yang lalu…" jawab Woohyun.

"Oh…" respon Miyoung datar. "Aku ngga suka merhatiin girlband juga sih…"

"Dia seumur dengan Chanri…" sela Woohyun.

"Hmmm pantes manggil Oppa…" respon Miyoung. "Deket sama kamu?"

"Dia emang gitu sih anaknya, ceria, cuek…" gumam Woohyun. "Ngga ko, dia kesemua personil boyband gitu, tau kan aku orangnya ngga enakan jadi gabisa nolak juga…"

"Baiklah…" respon Miyoung. Lalu keduanya berjalan-jalan kembali.

Malam harinya para member Infinite melakukan rehearsal dengan grup lain. Miyoung diminta oleh Woohyun untuk menonton dan melihat dari jauh rehearsal tersebut. Para idol cowo sangat excited saat melihat para girlband rehearsal. Woohyun terkesan sangat dingin dan anak-anak menggodanya dan bilang bahwa Woohyun hanya acting. Namun Sungyeol, Sunggyu, L dan Hoya pun menjadi lebih dingin sehingga digoda oleh grup lain.

"Kalian kenapa ngga excited? Biasanya kalian juga ikut heboh kan…" Tanya Key dari Shinee.

"Ada Miyoung Noona disini… nanti dia marah…" bisik Sungjong.

"Ah! Woohyunie, pacarmu ikut kesini?! Kenapa kau tidak memberitahuku?!" Tanya Key excited.

"Aku baru mau memberitahumu setelah selesai rehearsal…" jawab Woohyun. "Tuh dia disudut sana." Key melambaikan tangan pada Miyoung. Miyoung meresponnya senang.

"Key Oppa kenal pacarnya Woohyun Oppa juga? Ko Oppa ngga pernah cerita sama aku…" gumam Sarang dari UV.

"Nanti kamu cerita sana sini, kalau ketauan wartawan kan bahaya…" jawab Key.

"Emang kenapa? Bukannya mereka mau nikah?" Tanya Sarang lagi.

"Kalau ketauan dari sekarang kemungkinan nikah pun bisa batal kan, makanya mending nanti aja udah nikah baru konfrensi pers… Sarang-ah, latihan lagi sana!" jawab Woohyun.

"Baiklah…" jawab Sarang lalu dia kembali lagi rehearsal.

"Kamu ngajak Miyoung kesini ngga takut apa? Kalau dia salah persepsi tentang yang lain gimana?" Tanya Sunggyu.

"Ani… dia ngerti ko masalah hubungan artis itu udah biasa…" jawab Woohyun. "Aku ingin menghabiskan waktu break aku dengannya, hyung…"

"Baiklah… seandainya Chanri bisa ikut…" gumam Sunggyu.

"Kalau Chanri ikut terus liat Ahreum yang suka deketin hyung gimana? Yang ada konser tunggal piano mendadak diadakan… hahaha…" sela Hoya.

"Kau benar… aku tidak kuat membayangkannya…" respon Sunggyu sambil merinding membayangkan Chanri yang marah.

Tidak lama giliran rehearsal boyband pun dimulai. Infinite melakukan rehearsal dengan baik. Miyoung menonton mereka sambil mengambil foto dan mengirimkannya pada grup yeoja. Mereka envy dengan Miyoung dan ingin juga kesana. Ketika chat tidak sengaja Miyoung memperhatikan para member girlband yang memperhatikan infinite rehearsal…

"Kau tahu, Woohyun Oppa membawa pacarnya kesini!" bisik Sarang.

"Hah? Siapa? Yang mana?" Tanya Gahyoung personil UV juga. Sarang menunjuk kearah Miyoung.

"Namanya Jo Miyoung. Kudengar dia lebih tua dari Woohyun Oppa…" jawab Sarang.

"Lalu bagaimana denganmu, Sarang-ah? Kau cemburu?" Tanya Soyeon personil UV juga.

"Tentu saja! Aku kaget dia sudah punya pacar, bahkan Oppa bilang dia mau menikah dengannya…" jawab Sarang.

"Apa?!" respon personil UV serentak kaget.

"Bagaimana dengan Sunggyu Oppa, apakah dia punya pacar juga?" Tanya Ahreum penasaran. Ahreum juga merupakan personil UV.

"Aku tidak tahu… yang aku tahu hanya Woohyun Oppa dan Sungyeol Oppa…" jawab Sarang.

"Aku juga kesal ketika tau Sungyeol Oppa sudah punya pacar… padahal kukira dia tidak akan serius, tapi dia menolak saat aku mengajaknya bermalam di hotel waktu itu…" gumam Gahyoung.

"Kalau Myungsoo Oppa gimana ya? Aku takut dia juga udah punya cewe…" gumam Soyeon.

"Gimana kalau kita goda lagi para Oppa, apalagi ka nada cewenya Woohyun Oppa tuh, siapa tau mereka bisa putus!" bisik Gahyoung.

"Tapi gimana kalau mereka malah jadi benci sama kita?" Tanya Ahreum khawatir.

"Tenang saja… kita kan cantik dan seksi, lagipula kalau mereka menjauhi kita netizen bisa curiga juga kan…" jawab Soyeon. "Kalau mereka benci kita, kita bisa ancam hubungan mereka bakal kita umbar…"

"Apa kita ngga terlalu jahat nih?" Tanya Sarang.

"Tidak… aku kira artis kan emang cocok dengan artis lagi… emang kamu mau Woohyun Oppa nikah sama orang lain?!" Jawab Gahyoung. Sarang menggelengkan kepala.

Akhirnya keempatnya setuju untuk semakin mendekati para personil infinite. Miyoung mulai curiga dengan tingkah laku para member UV yang menatap Miyoung dengan tatapan sinis terutama Sarang. Namun Miyoung tidak memperdulikan hal itu. Tidak lama rehearsal pun selesai lalu para member kembali ke kamar masing-masing. Woohyun pun menghampiri Miyoung bersama Key.

"Hai Noona!" sapa Key. Miyoung mengangguk.

"Apa kau tadi menyaksikan kami rehearsal?" Tanya Woohyun.

"Iya, bahkan aku foto kalian ko, aku kirimin ke grup chat yeoja mereka jadi pada pengen kesini…" jawab Miyoung.

"Iya seharusnya mereka juga datang biar kalau aku sibuk kamu ada temen." Kata Woohyun. "Kamu ngga apa-apa tadi sendiri?"

"Gapapa ko, aku seneng liat kalian rehearsal…" jawab Miyoung. "Ngomong-ngomong siapa aja nih grup yang tampil di sini sekarang?"

"Infinite, Shinee, UV, Ailee, sama New World Noona…" Jawab Key. "Toheart juga tampil ko… hahaha…"

"Wah asik banget lah… eh aku bisa masuk ngga sih?" Tanya Miyoung.

"Bisa ko… nih aku udah simpenin tiket buat kamu… VIP, biar pas tampil aku bisa lihat kearahmu…" jawab Woohyun. Miyoung tersenyum senang lalu langsung memeluk Woohyun.

"Wah… ini sih sepertinya aku harus pergi… Jaljjayo~" Sela Key lalu dia pergi. Miyoung dan Woohyun tertawa. Tidak lama keduanya melakukan kissu.

"Aku… ingin tidur dikamarmu malam ini…" Goda Woohyun.

"Jangan… nanti yang lain curiga…" respon Miyoung.

"Gapapa… mereka kan tau kita pacaran… ya?" pinta Woohyun sambil melakukan aegyo.

"Konsentrasilah dengan konsermu Namu… dua hari lagi loh… ya?" jawab Miyoung. Woohyun terlihat kecewa namun akhirnya tersenyum kembali.

"Baiklah… terima kasih Miyoungie…" kata Woohyun sambil mencium Miyoung lagi. Keduanya pun berpisah.

Keesokan harinya Miyoung niat jogging pagi, tetapi Woohyun belum bangun dan dia bertemu dengan Hoya yang akan melakukan jogging juga. Akhirnya keduanya jogging bersama. Ketika keduanya sedang jogging, Woohyun terbangun dari tidurnya dan dia ingat bahwa dia seharusnya jogging bersama Miyoung, diapun segera bangun dan bersiap-siap. Saat dia mengetuk kamar Miyoung tidak ada orang yang menjawab. Saat dia mau menghubungi Miyoung seseorang memanggilnya…

"Woohyun Oppa!" teriak Sarang.

"Hmmm?" jawab Woohyun.

"Kau mencari pacarmu? Aku melihat dia jogging bersama Hoya Oppa…" kata Sarang.

"Ah, Iya… terima kasih atas infonya!" respon Woohyun sambil tersenyum manis.

"Ngomong-ngomong, kenapa Oppa tidak bersamanya?" Tanya Sarang.

"Aku telat bangun… hahaha" Jawab Woohyun.

"Bagaimana kalau kita menyusul mereka?" Tanya Sarang. Woohyun berfikir.

"Boleh deh kalau gitu, ayo!" jawab Woohyun. Akhirnya keduanya pun pergi mencari Miyoung dan Hoya.

Sementara itu ternyata dibelakang Sarang, ketiga member UV yang lain mengintip mereka, lalu ketiganya pun menjalankan aksinya. Tidak lama terlihat member infinite yang lain sedang sarapan. Akhirnya ketiganya pun menyebar mendekati yang lain. Gahyoung mendekati Sungyeol, Ahreum mendekati Sunggyu dan Soyeon mendekati L.

"Hyung, kenapa sih, dimana-mana selalu saja mereka… mereka kan jelas sudah punya pasangan!" gumam Sungjong kesal. Dongwoo tertawa.

"Myungsoo kan belum punya pacar…" respon Dongwoo.

"Tapi tetep aja udah jelas siapapun yang deketin pasti ditolak… tau kan hyung juga…" sela Sungjong. Dongwoo tersenyum.

Tidak lama Dongwoo melihat Ailee duduk sendiri. Dongwoo pun meminta maaf pada Sungjong dan akhirnya mendekati Ailee. Sungjong tampak sangat bête, namun tidak lama Taemin dari Shinee serta Hanmoo dari New World mendekati Sungjong dan akhirnya ketiganya bersama. Sementara itu Sungyeol tampak sangat ketakutan ketika didekati oleh Gahyoung, dia melirik kanan-kiri takut ada Miyoung dan melaporkannya ke Hyesoo, namun Gahyoung bilang kalau Miyoung tidak ada disini, namun Sungyeol yang seperti anak kecil justru langsung pergi menghindari Gahyoung dan membuat Gahyoung kesal. Sementara L yang didekati oleh Soyeon tampak sangat datar dan tidak berbicara sama sekali. Saat Gahyoung mulai percakapan L langsung pergi dan menarik Sunggyu yang tampaknya juga ingin pergi dari Ahreum. Ketiga cewe itupun nampak kesal dengan sikap para member Infinite. Sementara itu Woohyun dan Sarang yang sedang berjalan bersama akhirnya bertemu dengan Miyoung dan Hoya.

"Ko… mereka bareng…" gumam Miyoung.

"Paling itu Sarang yang deketin Woohyun, emang sepertinya dia suka sama Woohyun ko…" respon Hoya.

"Iya, aku bisa liat sih dia punya perhatian lebih sama Namu…" kata Miyoung.

"Noona cemburu?" Tanya Hoya.

"Ani… aku ngga terlalu suka aja liatnya…" jawab Miyoung. Lalu Woohyun mendekati Miyoung.

"Miyoungie! Kau darimana? Kenapa tidak membangunkanku?" Tanya Woohyun.

"Habis kau tadi masih tidur… aku takut kau kecapean jadi ngga aku bangunin…" Jawab Miyoung. "Aku tadi jogging sekitar hotel sama Hoya…"

"Ngga ko aku ga cape, kan kita mau menghabiskan waktu berdua bukan?" Tanya Woohyun

"Yasudahlah, udah berlalu juga…" jawab Miyoung.

"Iya deh iya, tapi nanti jangan ninggalin aku lagi ya…" kata Woohyun sambil mengelus kepala Miyoung. Miyoung mengangguk. "Oh iya, makasih ya Sarang udah bantuin aku nyari mereka…"

Sarang pun mengangguk. Woohyun dan Miyoung pun pergi untuk sarapan, Hoya pun ikut dibelakang mereka dan meninggalkan Sarang dengan dinginnya. Namun Sarang pun dengan cuek mengikuti ketiganya. Ketika sampai di tempat makan Miyoung sedikit kaget ketika member Infinite lain melihat dia sedikit shock seperti menutupi sesuatu. Miyoung hanya tertawa. Tidak lama mereka dipanggil kembali untuk rehearsal, Miyoung diajak ikut oleh Woohyun tetapi dia menolak dan berkata bahwa dia akan menyusulnya dan mandi dahulu setelah jogging. Akhirnya Woohyun dan yang lain pun bubar menuju tempat rehearsal, sementara Miyoung melanjutkan makannya, tiba-tiba personil UV mendekati Miyoung.

"Eonni… apa kau tidak bosan kemana-mana sendiri jika tidak ada Woohyun Oppa?" Tanya Gahyoung.

"Tidak juga. Kenapa emang?" Jawab Miyoung.

"Apa kau tidak merasakan sikap para Oppas yang aneh jika kau ada disekitar mereka… seperti mereka merasa canggung terhadapmu?" Tanya Soyeon.

"Iya, aku merasakan hal itu. Aku yakin mereka takut kalau aku ngadu sama pacar mereka…" jawab Miyoung sambil tertawa. "Ngomong-ngomong kenapa kalian nanya ini sama aku?"

"Sunggyu Oppa udah punya pacar?!" Tanya Ahreum kaget. "L Oppa juga?"

"Sunggyu sih emang udah… kalau Myungsoo… aku sedikit tidak mengerti dengan dia… hahaha." Jawab Miyoung.

"Aku nanya gini sama Eonni, soalnya aku ingin tahu, Eonni penasaran ngga sih sama sikap asli mereka terhadap cewe? Kan kalau ada Eonni keliatan banget mereka takut bersikap natural…" jawab Sarang.

"Bener juga ya…" pikir Miyoung.

"Bagaimana kalau Eonni sembunyi-sembunyi memperhatikan mereka, maksudku Eonni pura-pura tidak nonton rehearsal atau bergabung, padahal sebenarnya Eonni datang dan memperhatikan mereka…" sela Gahyoung.

"Ide bagus tuh!" kata Miyoung.

Lalu akhirnya Miyoung sepakat untuk berpura-pura tidak mengikuti kegiatan mereka. Tidak lama Miyoung memberitahu Woohyun bahwa dia tidak akan ikut rehearsal kali ini karena ingin jalan-jalan ke kota. Woohyun awalnya bertanya jika tidak apa-apa kalau dia sendiri, Miyoung pun berkata bahwa dia tidak apa-apa. Akhirnya Woohyun mengiyakan. Tidak lama Miyoung datang ke rehearsal dan mengintip di tempat yang tidak terlihat. Dia memperhatikan UV sedang rehearsal, para grup cowo memperhatikan mereka dengan senang. Miyoung memperhatikan Sunggyu yang nampak mencari-carinya. Lalu Miyoung tertawa. Tidak lama rehearsal UV pun selesai lalu diganti Ailee. Dongwoo nampak sangat memperhatikan Ailee dengan semangat, digoda oleh member yang lain.

"Oh… ternyata Dongwoo ngeceng Ailee toh…" gumam Miyoung sambil tersenyum.

Saat dia memperhatikan Dongwoo, tidak lama perhatiannya teralihkan oleh Woohyun yang tampak sangat akrab mengobrol dengan Sarang. Miyoung mulai curiga dengan hubungan keduanya. Namun Miyoung berfikir kembali bahwa memang Woohyun orangnya sangat ramah dengan semua orang. Dia pun memperhatikan lagi aktifitas member infinite tanpa kehadirannya. Sunggyu yang tampak masih takut ketika didekati Ahreum, Sungyeol yang bahkan langsung berlari ketika Gahyoung mendekatinya, dan L nampak datar saja ketika Soyeon tampak sangat semangat mengobrol dengannya. Saat Ailee selesai rehearsal giliran Shinee melakukan rehearsal namun semua dikagetkan ketika Sarang tiba-tiba terjatuh pingsan. Woohyun dengan cepat mengangkatnya dan membawanya ke tempat duduk. Para crew segera dengan cepat mencari obat dan tidak lama mereka membawa Sarang ke rumah sakit terdekat. Miyoung nampak sedikit kesal ketika Woohyun begitu cepat menolongnya padahal Sarang lebih dekat dengan tempat Hoya dibanding Woohyun. Miyoung pun berjalan kembali ke kamarnya. Dia kemudian berfikir apakah memang lebih baik jika sebenarnya dia tidak ikut ke Paraguay.

Beberapa hari kemudian Woohyun tampak sangat sibuk bahkan sampai tidak sempat menghubungi Miyoung. Akhirnya Miyoung pun memutuskan untuk pulang tanpa memberitahu Woohyun karena takut mengganggu aktivitasnya. Saat sampai di Seoul Miyoung pun kembali beraktivitas seperti biasa. Namun hal yang membuat Miyoung benar-benar kesal terjadi ketika seseorang tiba-tiba mengirimkan foto Woohyun sedang tidur bersama Sarang didalam kamar hotel yang mereka tempati. Miyoung benar-benar tidak bisa berkata apa-apa hanya bisa menangis di kantornya dan tidak lama dia pun izin pulang karena merasa tidak enak badan. Beberapa hari kemudian Infinite sudah pulang ke Seoul kembali. Woohyun segera menghubungi Miyoung tetapi tidak ada kabar sama sekali, akhirnya Woohyun pun pergi ke apartement Miyoung. Saat Woohyun datang tepat saat Miyoung pulang dari kantornya, Woohyun tersenyum lebar namun Miyoung hanya berjalan dingin seperti Woohyun tidak ada. Akhirnya Woohyun pun mengejar Miyoung.

"Miyoungie!" teriak Woohyun. Miyoung berjalan ke kamarnya tidak merespon. Akhirnya Woohyun berlari lalu menarik tangan Miyoung. "Kau ini kenapa?"

"Kenapa?! Astaga… Nam Woohyun!" respon Miyoung kesal sambil melepaskan tangannya.

"Okay, okay… aku tau aku salah… tapi kau tidak perlu semarah ini kan?" Tanya Woohyun.

"Tidak perlu semarah ini? Apa kau sadar dengan perkataanmu?" jawab Miyoung semakin kesal. "Kau sadar tidak sih sebenarnya apa kesalahanmu?!"

"Aku tidak menghubungimu beberapa hari saat di Paraguay sehingga kau memutuskan untuk pulang kan?" Tanya Woohyun. "Ayolah, kau tau kan aku sibuk…"

"Itu aja?" Tanya Miyoung kesal.

"Emang ada lagi?" jawab Woohyun lalu dia berfikir sebentar. "Ah… aku lupa dengan janji jalan-jalan kita berdua selama di Paraguay? Itu kan karena kau memutuskan untuk pulang tanpa memberitahuku, bahkan aku sejujurnya sangat khawatir namun hyung (CEO) memarahiku jika aku lebih memfokuskan diri padamu dibanding konserku…"

Miyoung sangat kesal dengan tingkah Woohyun dan dia langsung memperlihatkan foto Woohyun yang sedang tidur bersama Sarang. Woohyun nampak kaget.

"Bagaimana bisa…"

"Sadar sekarang apa salahnya?" Tanya Miyoung kesal lalu langsung masuk ke kamarnya. Woohyun terdiam membeku didepan kamar Miyoung.

Woohyun merasa sangat kesal dan dia langsung menghubungi Sarang dan berkata ingin bertemu dengannya. Sarang sendiri justru merasa senang ketika Woohyun ingin bertemu dengannya. Akhirnya keduanya bertemu disuatu café, Sarang yang begitu senang tiba-tiba kaget dengan muka Woohyun yang begitu serius dan sepertinya marah padanya. Baru pertama kali dia melihat muka Woohyun marah karena Woohyun memang tidak pernah marah dan cenderung untuk menutupi kemarahannya pada siapapun.

"Apa maksudnya kau memberikan foto aku denganmu disatu kasur pada Miyoungie?" Tanya Woohyun to the point.

"Wah… pacarmu memberitahu hal itu langsung padamu Oppa?" Jawab Sarang kaget.

"Jangan pura-pura. Aku tau kau yang mengirim foto itu padanya!" Jawab Woohyun kesal. "Kau tau aku tidak suka jika harus marah pada orang, tapi aku benar-benar kesal padamu…"

"Kenapa kau kesal padaku?" Tanya Sarang. Hal itu tampak membuat Woohyun semakin kesal.

"Aku tidak melakukan apa-apa denganmu, kenapa kau membuat foto kita seperti itu?!" Jawab Woohyun dengan suara naik tanda kesal.

"Wah - wah… Oppa tidak ingat apa yang kita lakukan malam itu?" Tanya Sarang sambil tersenyum jahat. "Apa karena kau terlalu mabuk saat malam itu? Padahal aku sangat menikmati malam kita…"

Woohyun terdiam sejenak. Dia ingat kalau malam itu dia memang mabuk. Tetapi dia tidak ingat apa-apa lagi.

"Apa aku… benar-benar melakukannya denganmu?" Tanya Woohyun ragu. Sarang langsung tertawa.

"Kau tidak ingat kalau kau melakukannya dengan sangat baik?" Jawab Sarang berbisik lalu mencium pipi Woohyun. Woohyun nampak sangat kaget.

"Bagaimana bisa…" lirih Woohyun sedih.

"Pada kenyataannya kau melakukannya…" sela Sarang sambil tersenyum. "Jadi, kau ingin bertemu denganku hanya untuk memastikan, kan? Maaf aku tidak bisa lama-lama karena aku ada jadwal… sampai jumpa lagi Oppa…"

Sarang pun pergi dihadapan Woohyun yang terdiam dan tampak sangat menyedihkan. Tidak lama Woohyun pun pulang ke dorm. Dia terdiam dan menangis di kamarnya.

"Kau kenapa?" Tanya Sunggyu.

"Hyung…" jawab Woohyun langsung memeluk Sunggyu. Sunggyu nampak bingung.

"Ada apa? Kau bertengkar dengan Miyoung kah?" Tanya Sunggyu. Woohyun mengangguk.

"Apa gara-gara kau tidak menghubunginya di Paraguay kemarin?" lanjut Tanya Sunggyu.

"Aku… meniduri Sarang, hyung…" jawab Woohyun sambil semakin menangis.

"Hah?! Apa?!" respon Sunggyu kaget.

"Aku tidak ingat apa-apa hyung… tapi Sarang bilang aku menidurinya, lalu dia mengirimkan foto kami pada Miyoungie…" lanjut Woohyun. "Ottokae…" Sunggyu terdiam tidak bisa berkata apa-apa.

"Apa hyung ingat yang terjadi pada malam itu?" Tanya Woohyun.

"Iya… aku ingat karena aku tidak mabuk…" jawab Sunggyu.

"Bisakah kau ceritakan padaku?" Tanya Woohyun. Sunggyu mengangguk.

(Beberapa hari yang lalu di Paraguay)

Konser Music Bank pun telah selesai dilaksanakan dan semua grup sukses mengadakan konsernya. Mereka semua melakukan party bersama seluruh crew di hotel yang mereka tempati.

"Wah?! Noona sudah pulang?" Tanya Dongwoo kaget. Woohyun mengangguk.

"Saat selesai konser aku langsung ke kamarnya namun yang keluar orang barat yang tidak kukenal. Saat aku bertanya pada resepsionis mereka bilang yang tinggal di kamar itu sudah pulang beberapa hari yang lalu…" jawab Woohyun. "Mungkin Miyoungie merasa kesepian karena kemarin-kemarin aku tidak menghubunginya…"

"Sudah kubilang tidak usah mengajaknya kesini apalagi kalau dia sendiri, kasian kan…" sela Sunggyu. "Lagipula kalau ada dia hidupku tidak tenang… hahaha…"

"Iya… kau ingin selingkuh tapi takut dilaporkan kan?" Tanya L.

"Tentu saja tidak! Mana mungkin aku selingkuh… yanga da kalian yang selingkuh." Jawab Sunggyu sinis. L tertawa.

"Padahal aku ingin menghabiskan waktu setelah konser bersamanya…" gumam Woohyun.

"Sudahlah hyung… ayo nikmati pesta hari ini!" sela Sungjong.

"Baiklah, kau benar! Mungkin Miyoungie akan mengerti keadaanku… aku akan langsung menemuinya jika sampai di Seoul nanti!" kata Woohyun bersemangat kembali.

Akhirnya malam itu dipenuhi dengan makan-makan dan minum. Woohyun yang sedikit sedih minum cukup banyak malam itu.

"Sunggyu-ya! Kenapa kau tidak minum?! Kau tidak menikmati pesta ini kah?!" Woohyun mulai meracau. Sunggyu menghela nafas kesal.

"Sunggyu-ya! Ayo minum… kau ini tidak usah jaim, tidak ada Chanri disini!" kata L yang mulai meracau juga.

"Ah… oppa… ayo kita bersenang-senang…" kata Ahreum yang meracau juga. Dia mulai memeluk meluk Sunggyu. Sunggyu pun langsung melepaskan Ahreum dari tubuhnya.

"Kenapa hyung, kau tidak minum?" Tanya Hoya yang masih cukup sadar.

"Aku tidak ingin mabuk lalu salah masuk kamar…" jawab Sunggyu. "Aku takut sesuatu terjadi…" Hoya tertawa.

"Baca ini…" kata Hoya sambil memperlihatkan hpnya.

"Jaga Gyu, awas saja kalau sampai dia mabuk lalu tidur dengan cewe tidak akan aku maafkan!" chat Chanri. "Aku sekarang yang sedang ujian tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan kalian sekarang… aaa! Aku tidak bisa konsentrasi."

"Hoya kau jangan mabuk! Atau aku bilang pada Haein Eooni kalau kau mabuk!" lanjut Chanri lagi. "Aku tidak bisa belajar… ini salahmu kenapa kau ceritakan kalian sedang pesta?! Kalau aku ngulang salah kamu pokoknya! Aisshhh…"

"Hahahaha lihat kan?" sela Hoya yang melihat wajah Sunggyu terlihat tidak enak.

Saat itu Sunggyu langsung menghubungi Chanri dan keluar dari ruangan. Dia memastikan pada Chanri agar belajar dan tidak usah khawatir, dia tidak akan minum terlalu banyak. Sunggyu mengobrol cukup lama dengan Chanri, Saat dia menelepon perhatiannya teralihkan ketika melihat Sarang dan Gahyoung yang sedang mengangkat Woohyun menuju kamar mereka. Diapun langsung menutup telepon dan menghampiri mereka.

"Kalian mau bawa Woohyun kemana?" Tanya Sunggyu.

"Kami mau membawanya ke kamar, dia sudah terlalu mabuk Oppa…" jawab Sarang.

"Kenapa Miyoungie pulang? Kenapaaaaaa?!" Woohyun meracau parah. "Padahal aku ingin tidur dengannya sekarang… hahahaha…"

"Aish… anak ini!" gumam Sunggyu kesal. "Biar aku saja yang bawa dia ke kamar."

"Tidak usah Oppa, kamar kami lebih dekat… kasian kalau kau harus mengangkatnya…" kata Gahyoung.

"Tapi kan…"

"Hyung! Bantu aku mengangkat Myungsoo! Dia sudah sangat mabuk!" teriak Sungyeol memotong perkataan Sunggyu.

"Baiklah…" kata Sunggyu. "Kalau begitu jagalah dia…" Gahyoung dan Sarang pun mengangguk. Lalu Sunggyu pun membantu Sungyeol mengangkat L.

"Jangan menyentuhku!" teriak L meracau. "Kenapa Chanri lebih memilihmu dibandingkanku? Apa kelebihanmu Sunggyu-ya!"

"Aish… kau sangat mabuk…" gumam Sunggyu kesal.

"Kau terkekang dengan Chanri ya? Hahahaha aku ingin dikekang olehnya… aku mencintainya Sunggyu-ya!" teriak L meracau lagi.

"Dia tidak pernah mengekangku… aku hanya cukup tahu diri saja…" gumam Sunggyu kesal. "Ayo kita ke kamar!"

"Hahaha kau benar… kau tahu diri sampai berciuman dengan mantanku didepan Chanri… sangat tahu diri… hahahahaha…" lanjut L meracau lagi.

"Iya iya, terserah apapun katamu…" respon Sunggyu. Sungyeol tertawa.

Keduanya pun mengangkat L menuju kamarnya yang ditempati oleh L, Sungjong dan Sungyeol. Namun Sunggyu dan Sungyeol nampak kesal ketika melihat Sungjong yang sudah tidur dan memenuhi semua ruang di kasur. Akhirnya mereka harus menggeser Sungjong dulu dan meletakkan L disana yang tidak lama tertidur setelah meracau parah. Karena kasurnya menjadi penuh Sungyeol pun tidur bersama Hoya dan Sunggyu bersama Dongwoo.

(Beberapa hari kemudian di Dorm Infinite)

"Begitulah kejadian malam itu…" kata Sunggyu.

"Ah… hyung kenapa kau tidak mengangkatku ke kamar?!" gumam Woohyun kesal sambil semakin menangis. "Kenapa tidak meminta bantuan yang lain untuk mengangkat Myungsoo?!"

"Karena yang lain sudah bubar dan semua sudah lelah… akupun tidak tau kalau kau akan senekat itu…" jawab Sunggyu. "Apa yang kau ingat ketika kau bangun?"

"Aku hanya kaget ketika aku bangun Sarang sudah disebelahku dan kami tidak memakai baju…" jawab Woohyun. "Lalu aku segera ke kamar mandi dan mencoba mengingat apa yang terjadi semalam, namun aku tidak ingat sama sekali…"

"Kalau begitu kau harus menjelaskan permasalahannya pada Miyoung…" kata Sunggyu. Woohyun hanya terdiam dan tetap menangis.

Keesokan harinya Woohyun menemui Miyoung lagi untuk meminta maaf dan menjelaskan kejadian yang dia ingat dan Sunggyu ceritakan.

"Jadi, intinya kau memang tidur dengannya kan?" Tanya Miyoung kesal.

"Tapi aku benar-benar tidak ingat dengan apa yang terjadi malam itu Miyoungie…" jawab Woohyun lirih.

"Jangankan kau mabuk, sewaktu kita kecil kau menciumku saja keesokan harinya kau lupa. Padahal saat kau melakukan itu semalaman aku tidak bisa tidur… kau ingat tidak first kiss kita saat aku kelas 5 dan kau kelas 3?!" gumam Miyoung kesal.

"Aku hanya ingat first kiss aku memang denganmu…" jawab Woohyun sedih.

"Jangan bicara padaku lagi… kita putus!" kata Miyoung lalu pergi meninggalkan Woohyun. Woohyun pun tidak bisa berkata apa-apa dan langsung menangis.

Woohyun melalui hari-harinya begitu nampak terlihat suram. Semua member tampak sangat iba melihatnya, namun merekapun tidak bisa melakukan apa-apa karena memang itu kesalahan Woohyun. Sampai akhirnya kabar putus pun sampai pada Sarang dan akhirnya Sarang menemui Woohyun.

"Oppa… kau putus?!" Tanya Sarang senang. Woohyun mengangguk.

"Jangan bilang karena aku?" Tanya Sarang lagi. Woohyun mengangguk. "Kalau begitu… mengapa kita tidak jadian saja? Aku tidak masalah dengan itu…"

"Maafkan aku, Sarang-ah…" jawab Woohyun. "Walaupun aku menidurimu, dan aku yang tidak bisa mengingat kejadian itupun tidak akan pernah bisa melupakan Miyoungie, aku tidak bisa menggantinya dengan orang lain, meski dia sudah dengan yang lain, aku tidak peduli, jika aku putus dengannya dan tidak bisa bersatu lagi, aku lebih baik sendiri selamanya…"

"Jadi, kau tidak mau bertanggung jawab dengan apa yang kau lakukan terhadapku?!" Tanya Sarang kesal.

"Maafkan jika aku memang pengecut atau bajingan, apapun yang kau pikirkan, inilah aku… aku tidak bisa mengganti Miyoungie dengan orang lain…" Jawab Woohyun. Sarang tertawa lepas.

"Kau ini… lemah… aku membencimu Oppa!" kata Sarang lalu pergi meninggalkan Woohyun.

Keesokan harinya Miyoung mengajak Sarang untuk bertemu. Keduanyapun bertemu disebuah café.

"Ada apa Eonni?" Tanya Sarang.

"Apa kau sudah jadian dengan Namu sekarang?" Tanya balik Miyoung. Sarang mengangguk.

"Tentu saja… setelah malam yang hebat itu mana mungkin Woohyun Oppa lupa denganku…" Jawab Sarang dengan bangganya. Miyoung hanya tersenyum tipis.

"Aku titipkan dia padamu… bagaimanapun walau dia terlihat sangat ramah dan tidak pernah marah didepan orang-orang sebenarnya hatinya mudah rapuh, kemudian kau harus tahan dengan kebiasaannya yang berbicara sepanjang hari tiada henti, kau harus sabar mendengar cerita-ceritanya, jangan ingin menjadi dominan karena dia tidak akan menyukai hal itu, jangan mudah cemburu dengannya, karena dia baik terhadap semua orang, terutama fansnya, hati-hatilah dengan fansnya, karena mereka akan kesal jika ternyata Namu sudah punya pacar, karena bagi fansnya mereka adalah pacarnya. Kau mengerti kan?" pinta Miyoung. "Satu lagi, kalau dia terlihat ada masalah dan tidak menceritakannya padamu, bertanyalah pada Sunggyu karena dia adalah orang kepercayaan Namu…"

"Sepertinya kau memang begitu mengerti tentangnya ya Eonni…" gumam Sarang. "Terima kasih atas advicenya. Apakah kau kesal denganku?"

"Ani… bagaimanapun yang mabuk adalah Namu, mungkin dia tidak bisa mengontrol dirinya…" jawab Miyoung. "Aku tau kau menyukainya. Maka dari itu jagalah dia…"

"Lalu… bagaimana dengan Eonni?" Tanya Sarang.

"Bagaimanapun, Namu adalah cinta pertama dan terakhirku. Sepertinya aku akan sendiri entah sampai kapan…" jawab Miyoung. "Walau aku memang mudah menyukai orang lain, pada akhirnya hatiku hanya akan selalu untuknya…"

Sarang terdiam mendengar perkataan Miyoung. Lalu akhirnya Sarang pun meminta Woohyun untuk datang ke café itu. Beberapa menit kemudian Woohyun datang dan tampak kaget ketika Miyoung ada bersama Sarang.

"Apa maksudmu mengajak Miyoungie kesini?!" Tanya Woohyun sedikit kesal.

"Aku yang mengajaknya kesini… lalu kenapa kau kesini?" Jawab Miyoung. "Oh, kau mau menjemputnya?"

"Ani… apa maksudmu aku menjemputnya?" Tanya Woohyun.

"Sudah, kalian dengarkan aku dulu…" pinta Sarang. "Ayo Oppa duduk dulu…" Woohyun pun duduk.

"Sebelumnya aku mau minta maaf atas semua kebohongan yang aku lakukan pada kalian…" kata Sarang. "Woohyun Oppa tidak meniduriku…"

"Apa?!" respon Miyoung dan Woohyun serentak kaget.

"Begini kejadian yang sebenarnya…" kata Sarang

(Dua Minggu yang lalu, Paraguay saat malam pesta)

"Hampir saja rencana kita gagal…" gumam Gahyoung. "Ayo masukkan dia ke kamar…"

"Kalian mau apakan aku? Hahaha…" kata Woohyun meracau.

Akhirnya Gahyoung dan Sarang berhasil meletakkan Woohyun dikasur.

"Huh… cape sekali." Gumam Gahyoung. "Yasudah, selamat bersenang-senang Sarang!"

"Gomawo, Gahyoungie…" kata Sarang sambil memeluk Gahyoung. Gahyoung pun keluar dari kamar.

"Oppa…" kata Sarang mulai menggoda Woohyun.

"Huh? Kau siapa? Sarang?" Tanya Woohyun meracau.

"Bagaimana kalau malam ini kita…" jawab Sarang sambil tersenyum nakal.

"Ahahahaaha kau ingin? Kau salah orang… aku hanya akan melakukannya dengan Miyoungie…" jawab Woohyun lalu dia tertidur lelap.

Sarang pun yang kesal tidak bisa melakukan apapun, dia hanya melepaskan bajunya dan baju Woohyun lalu tidur satu kasur. Namun mereka tidak melakukan apapun. Sarang ingin sekali Miyoung dan Woohyun putus sehingga dia memoto dirinya dengan Woohyun yang sedang tidur dan mengirimkannya pada Miyoung. Dan saat bangun tidur Woohyun sangat panik ketika dia tidur bersama Sarang tanpa memakai baju. Akhirnya dia langsung memakai bajunya, muntah karena kebanyakan Alkohol dan mencoba mengingat kembali apa yang dia lakukan namun dia tidak ingat apapun. Tapi memang kenyataannya dia tidak melakukan apapun dan itu hanya kebohongan Sarang saja.

(Dua Minggu kemudian, di sebuah café)

"Yah, begitulah… sekarang aku mengaku kalah pada Miyoung Eonni…" gumam Sarang. "Aku minta maaf atas semua kekacauan yang telah aku lakukan…" Sarang pun menunduk tanda memohon maaf.

"Kau tau aku nangis berapa lama gara-gara ini?!" gumam Miyoung dan Woohyun serentak. Lalu keduanya seling bertatapan lalu menunduk malu.

"Tuh kan… ini yang buat aku kesal… kalian terlalu serasi!" Gumam Sarang. "Yasudah, kalau begitu aku akan memberi ruang untuk kalian berdua…" Sarang pun beranjak dari kursinya.

"Oh iya satu hal lagi…" Lanjut Sarang. "Aku sudah tidak menyukai Woohyun Oppa lagi… dia terlalu naïf…" Sarang pun pergi dari hadapan Miyoung dan Woohyun.

"Jadi…" Woohyun mulai percakapan. "Kau masih marah padaku?"

"Entahlah… aku bingung dengan kelakuan anak itu…" jawab Miyoung. "Tapi kau memang jadian dengannya kan?"

"Tidak, dia mengajakku jadian tapi aku menolaknya…" jawab Woohyun. "Hatiku selalu untukmu Miyoungie…" Woohyun tersenyum manis pada Miyoung.

"Nado…" jawab Miyoung malu.

"Jadi… kau mau jadi pacarku lagikah?" Tanya Woohyun. Miyoung mengangguk.

"Maafkan aku meninggalkanmu di Paraguay…" kata Miyoung.

"Tidak apa-apa, maafkan aku terlalu sibuk sehingga lupa denganmu…" lanjut Woohyun.

Keduanyapun bersama kembali dan tidak menindakl anjuti apa yang dilakukan Sarang. Semenjak itupun Sarang tidak pernah menggoda Woohyun lagi, bahkan jika bertemu pun seperti tidak kenal, Woohyun pun yakin bahwa Sarang sudah tidak menyukainya lagi, tetapi Woohyun tetap mencoba bersikap ramah terhadap Sarang dan juga yang lainnya.

(Setahun kemudian)

"Wah… parah banget itu Park Sarang! Untung Namu ya bukan Sungyeol…" kata Hyesoo.

"Dih apaan untung, aku udah shock banget waktu dia kirim foto mereka berdua tidur ngga pake baju…" sela Miyoung.

"Beneran bener-bener ngga pake baju?" Tanya Haein.

"Iya… tapi ditutup selimut gitu…" jawab Miyoung. "Sudahlah jangan bahas itu lagi aku kesal…"

"Tapi aku yakin, sebenernya dia masih sayang sama Namu Oppa, soalnya dia ngomong jujur kan…" kata Chanri.

"Nah, kalau misalkan itu kejadian jatohnya di Gyu kamu mau maafin dia ngga?" Tanya Miyoung.

"Aku maafin, kalau emang dia bener-bener ngga melakukan apa-apa kaya Namu Oppa…" jawab Chanri.

"Menurutku Gyu banyak berubah karena kamu, Chanri-ah…" kata Miyoung. "Bahkan dia sangat menjaga sikapnya dihadapan perempuan karena kamu…"

"Ara…" sela Chanri. "Maka dari itu aku sayang padanya…"

"Maka dari itu, apa kamu rela putus gitu aja? Emang yakin masa depan kamu yang terbaik itu meninggalkannya?" Tanya Hyesoo. Chanri terdiam.

"Kalau kau, apakah pernah bertengkar hebat dengan Sungyeol kah?" Tanya Haein.

"Pernah… kalian pasti tidak akan menyangka…" jawab Hyesoo.

Kejadian apakah yang dialami oleh Hyesoo dan Sungyeol? Kemudian apakah keputusan akhir yang akan diambil oleh Chanri?

To Be Continued…