.
.
.
Accident
.
CHAPTER 11 : Gendong aku Ahjussi.
.
KTH + JJK
.
T+
.
Romance, Drama, Humor
.
Written by Stepstephiie ©2017
.
.
PRESENT
.
"Katakan apa yang membuatmu bertingkah bodoh seperti itu? Kau tidak sedang melarikan diri dari jadwal latihan kita kan?" Hoseok melipat kedua lengannya didepan dada dan menatap tajam Jungkook yang sedang duduk dengan santainya di ranjang rumah sakit dengan kepala yang dililit perban.
"Ini murni kecelakaan Hyung." Singkat Jungkook membuat Hoseok mendesah lelah meladeni maknae termuda grupnya itu.
"Jungkook kita ini akan segera comeback bagaimana mungkin kau bisa seceroboh itu menabrak pohon huh?" kali ini Jin selaku kakak tertua digrup yang berbicara.
"Aku hanya tidak sengaja menabrak pohon itu Hyung." Jimin mencibir ucapan Jungkook. "Dasar pembohong."
"Kau ini senang sekali menjadi pusat perhatian ya? Kau sudah liat berita hari ini? Hampir semua media informasi berisi tentang kecelakaanmu bersama anak Kim Taehyung, Jungkook!" Keluh Jin.
"Mereka pasti mengira bahwa semua yang kau lakukan ini hanya settingan yang dibuat oleh agensi untuk menarik perhatian masyarakat dalam menyambut comeback kita mendatang." Sambung Jin memijit kening merasa pening dengan tingkah adik termudanya itu.
"Hyung! Aku hampir mati dan kau bilang ini settingan? Yang benar saja. Apa aku harus mati dulu agar kalian semua percaya huh?!" sanggah Jungkook marah tidak terima dengan tuduhan Jin.
"Hei, bocah bodoh! Kau ini mengerti ucapan Jin Hyung tidak sih? Dia bilang itu mereka yang artinya antara paparazi, haters, dan masyarakat bukan kami bodoh!" kali ini Jimin yang bersuara karena terlalu kesal dengan ocehan Jungkook.
"Diam kau pendek, aku tidak memintamu untuk berbicara!" ketus Jungkook membuat Jimin harus sabar-sabar menahan emosinya agar tidak memukul bocah gila itu.
Sedangkan Mason yang sejak tadi berada diruangan yang sama dengan Jungkook hanya bisa terdiam sejak tadi. Entah merasa terkejut karena melihat idolanya berkumpul secara tiba-tiba diruangan ini atau karena kecelakaan tadi, yang pasti Mason dapat merasakan kedua lutut bergetar dan Jantungnya masih berdetak kencang sedari tadi.
Mason masih mengingat dengan jelas bagaimana guncangan mobil yang dia tumpangi tadi saat menabrak pohon besar dihadapan mereka, dan bagaimana matanya yang berurai air mata saat melihat Jungkook HyungNya tidak sadarkan diri dengan darah yang mengalir dari keningnya. Mason bahkan masih mengingat tangan gemetarnya yang mencoba menekan nomor sang Daddy diponsel Jungkook.
Bicara soal daddy? Kemana daddynya sekarang? Kenapa sampai saat ini dia tidak datang juga?
"Hyung! Aku ini sedang sakit! Kau masih tega menyuruhku untuk tetap latihan huh?!" dan suara teriakan Jungkook sekali lagi menyadarkan Mason dari lamunannya tentang kecelakaan tadi.
"Yang sakit itu kepalamu bukan kakimu Jungkook!" Hoseok mendecah kesal sekali lagi saat menanggapi ucapan Jungkook.
"Tetap saja Hyung! Aku ini masih berstatus pasien, kau tidak bole-"
"Jungkook!" dan suara pintu yang terbuka dengan kasar dan suara yang memanggil nama Jungkook dengan panik menarik seluruh perhatian dari semua penghuni diruangan tersebut.
"Daddy!" Panggil Mason yang segera beranjak dari tempat duduknya dan segera berlari menghampiri sosok yang masih berdiri didepan pintu masuk dengan napas yang terengah-engah.
"Daddy." Dan tangis Mason pecah seketika saat tubuhnya didekap oleh daddynya.
"Apa yang terjadi? Kau baik-baik saja? Apa ada yang terluka?" Tanya Taehyung cemas yang hanya ditanggapi gelengan kepala dari Mason.
"Aku takut daddy~" lirih Mason membuat Taehyung membelai punggung anaknya "Tidak apa-apa ada daddy disini Mason." Ucap Taehyung semakin mengencangkan pelukannya pada tubuh anaknya dan saat itu pula mata Taehyung tidak sengaja menatap Jungkook yang saat ini juga sedang menatapnya.
Taehyung melepas pelukan anaknya dengan perlahan dan menghampiri sosok Jungkook yang masih menatapnya.
"Apa yang terjadi? Kenapa kau bisa terluka seperti ini? Apakah kepalamu sakit? Apa masih ada luka lagi ditubuhmu?" Tanya Taehyung beruntun saat tepat berdiri dihadapan Jungkook, suaranya terdengar penuh sarat akan kekhawatirannya.
"Ahjussi, Kau ini cerewet sekali," dan ucapan datar yang keluar dari mulut Jungkook membuat ruangan itu hening seketika.
Hoseok, Jin dan Jimin bahkan sudah menepuk kening mereka bersamaan merasa malu dengan tingkah Jungkook yang sangat tidak terdydyk itu.
"Aku ini mengkhawatirkanmu Jungkook~" Lirih Taehyung masih menatap Jungkook dengan cemas. Jungkook mendesah sesaat dan menatap Taehyung dengan pandangan memelas.
"Ahjussi, Keningku sakit sekali!" keluh Jungkook mulai merengek manja membuat para Hyungdeulnya merasa mual seketika.
"Kau sudah ditangani oleh dokter?" tanya Taehyung sembari membelai rambut Jungkook lembut. Jungkook mengganggukkan kepalanya dan rasa pening langsung menghinggapinya.
"Shh." Ringis Jungkook sembari memegang kepalanya yang terasa pening.
"Kepalamu habis terbentur kuat, jadi jangan terlalu banyak menggerakan kepalamu." Ucap Taehyung sembari membelai kening Jungkook dengan ibu jarinya.
"Kau harus banyak istirahat Jungkook, lebih baik kita pulang saja, Mason tidak terlalu suka berada dirumah sakit."
"Aku tidak bisa pulang Ahjussi." Keluh Jungkook tiba-tiba membuat kening Taehyung mengerut. "Kenapa?"
"Hoseok Hyung tidak mengijinkanku pulang, aku harus tetap latihan Ahjussi." 'Sialan! Mati saja kau Jeon Jungkook, mati kau!' Teriak batin Hoseok.
Hoseok menelan ludahnya yang terasa sulit saat mata gelap Taehyung menatapnya. "Bisakah Jungkook ijin untuk tidak ikut latihan beberapa hari kedepan, dia sedang sakit sekarang."
Memang tidak ada ancaman dari ucapan tersebut, tapi sorot tajam yang diberikan laki-laki berumur itu sungguh tidak bisa untuk diabaikan. Apalagi ucapan retoris yang diberikan oleh permuda bermarga Kim itu saat mengatakan Jungkook sedang sakit. Hell, Nenek Hoseok juga tau jika Jungkook sedang sakit sekarang.
Mata Hoseok melirik sebentar ke arah Jungkook yang sedang menjulurkan lidahnya mengejek dirinya yang tidak bisa berkutit. Bedebah busuk memang Jeon Jungkook itu.
"Te-tenju saja, Jungkook sedang sakit sekarang jadi sudah pasti dia memerlukan istirahat yang cukup." Ucap Hoseok sembari terkekeh canggung. Sumpah! Hoseok tidak berbohong kalau tatapan yang diberikan oleh pria bernama Kim Taehyung itu benar-benar menakutkan seolah tidak ada yang bisa mengatakan tidak saat sosok itu menatapnya.
Aura seorang pengusaha memang beda. Hhmz
"Kau sudah diijinkan, jadi ayo kita pulang." Seru Taehyung setelah mengalihkan pandangannya dari Hoseok ke arah Jungkook.
"Ah, Ahjussi." Panggil Jungkook seolah teringat sesuatu. "Ada apa?" Tanya Taehyung bingung saat mata bulat Jungkook mulai berkaca-kaca.
"Mobilnya Ahjussi~" ucap Jungkook mulai sedikit terisak membuat Taehyung semakin bingung. "Apa? Mobil siapa yang kau maksud, katakan dengan jelas Jungkook." Tanya Taehyung yang tidak paham dengan maksud ucapan Jungkook.
"Mobil yang kau berikan Ahjussi, dia hancur!" dan tangis Jungkook mengeras seperti anak kecil yang tidak belikan mainannya.
Taehyung mendesah, dia sudah sangat khawatir tadi dan ternyata hanya masalah mobil? Jungkook benar-benar membuatnya gila.
"Tidak apa-apa, Aku tidak akan marah Jungkook." Ucap Taehyung sembari mendekap Jungkook sebelum beberapa detik setelah Jungkook melepaskan pelukan Taehyung dengan paksa.
"Bukan itu maksudku Ahjussi." Keluh Jungkook kesal. "Lalu apa Jungkook?" Tanya Taehyung dengan sabar.
"Aku tidak perduli kau mau marah atau tidak, aku hanya sedih mobilku hancur ahjussi, aku bahkan baru memilikinya beberapa hari tapi dia sudah hancur!" dan wajah Taehyung berubah sedatar tembok seketika.
Dia mengkhawatirkan Jungkook dan Jungkook malah lebih mengkhawatirkan mobilnya? Luar biasa sekali memang bocah ini.
"Besok kita beli lagi jika kau sudah sembuh." Final Taehyung. "Kemarin kau juga menjanjikan sepatu untukku tapi sampai sekarang kau bahkan belum membelikannya." Sindir Jungkook membuat Taehyung mendecah kesal.
"Kemarin kau pergi membolos bersama anakku dan sekarang kau sedang sakit. Nanti saat kau sembuh kau bebas ingin membeli apa saja." Jungkook menatap Taehyung dengan pandangan berbinar saat mendengar ucapan pria Kim itu.
"Janji?" Tanya Jungkook. "Aku janji Jungkook." Jawab Taehyung.
"Hyung, Taehyung itu kekasihnya atau sugar daddnya Jungkook sih?" bisik Jimin kepada kedua Hyungnya yang sedari tadi hanya terdiam menonton drama kehidupan yang dilakoni adik termuda mereka itu.
"Kekasihnya itu Kim Taehyung, sih ATM berjalan sudah pasti dia juga merambat menjadi sugar daddynya Jungkook." Jawab Hoseok membuat Jimin mengangguk-anggukan kepalanya menyetujui ucapan Hyungnya itu.
"Aku ingin mobil yang di inginkan Jimin, Ahjussi." Ucap Jungkook tiba-tiba membuat Jimin yang masih berbicara dengan Hoseok terkejut. Tangannya dengan sendirinya menunjuk dirinya sendiri saat tangan Jungkook juga menunjuknya.
"Aku?" Tanya Jimin masih terkejut.
"Aku ingin membuat Jimin iri dengan hidupku. Saat aku membawa mobilmu kemarin dia sama sekali tidak perduli maka dari itu aku ingin membeli mobil yang selalu dia impi-impikan Ahjussi."
Jimin mencoba tertawa dengan canggung saat Taehyung menatapnya. Dalam hatinya, Jimin menyumpahi Jungkook dengan seluruh umpatan yang dia miliki. Bocah itu benar-benar luar biasa menjengkelkan, apakah Jungkook tidak tau seberapa kuatnya Jimin menahan hasratnya untuk tidak menaiki mobil milik Maknaenya itu?
"Terserah kau ingin membeli apapun yang kau ingin Jungkook, lebih baik sekarang kita pulang. Kau benar-benar perlu istirahat dan Masonpun begitu."
"Tapi gendong." Ya tuhan apalagi ini! Jin benar-benar sudah menarik napasnya dalam-dalam menahan emosinya melihat kelakuan Jungkook yang semakin mengada-ada.
"Kepalaku masih terasa sakit jadi aku tidak bisa berjalan Ahjussi." Rengek Jungkook. "Yasudah cepat naik kepunggungku."
"Kenapa tidak gendong pengantin saja." Inilah yang namanya dikasih ati minta ampla. Benar-benar tidak terdydyk jungkook ini.
"Jungkook jangan main-main, diluar sana banyak paparazzi dan aku tidak ingin anakku hilang hanya karena menggendongmu seperti itu." Jungkook mencibir tapi tetap bergerak naik kepunggung Taehyung.
"Tolong ijinkan Jungkook untuk absen beberapa hari dan terima kasih karena telah menjaganya." Ucap Taehyung sembari menundukkan kepalanya sedikit ke arah para member 4J.
"Ah tidak masalah, Jungkook memang perlu istirahat yang cukup." Jawab Jin seadanya dan mencoba tersenyum sebagai formalitas, padahal dalam hatinya dia sudah merasa dongkol dengan tingkah Jungkook yang sedang menyender manja dipunggung Taehyung seolah mengejeknya.
"kalau begitu kami pergi dulu, sampai Jumpa lagi." Dan Taehyung melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan tersebut dengan Jungkook yang berada dipunggungnya dan Mason yang berjalan disampingnya sembari menggenggam sebelah tangannya.
Potret keluarga yang indah bukan? seperti status anak yang tertukar dengan status ibunya (((:
.
.
.
T.B.C
Aku update lagi nih, seneng tak?
Maaf ya pendek, sebenernya belum niat update tapi karena aku ga ada kerjaan dan masih nunggu email kiriman tugas jadi aku ketik-ketik ff ini aja. Ff ini baru dibuat tadi jam 10 lewat kayanya wkwk
Yah semoga FF ini masih bisa di nikmati ya,
Ga janji fast update lagi, tapi yah diusahakan, pokoknya see you cantik-cantiknya aku.
