Naruto : Milik MAsashi Kishimoto


Pagi hari yang cerah dan suasana yang dingin, angin yang segar pun berhembus perlahan, seorang wanita berambut pink berdiri di depan gerbang sekolah dengan tatapan khawatir, dari belakang, temannya yang berambut indigo menegurnya dari belakang mengagetkannya.

"Sakuraaa." Panggil Hinata.

"Kyaaa…Hinata, kau membuatku kaget." Ucap Sakura sambil mengelus dadanya.

"Kenapa bengong di depan gerbang?" Tanya Hinata tersenyum, yang kali ini adalah senyuman tulus.

"Ng…anu…aku…" jawab Sakura ragu-ragu.

"Kalau tentang kamu, tenang saja, aku sudah mengklarifikasi semuanya, sudah tidak masalah lagi sekarang." Jelas Hinata sambil menggandeng tangan Sakura. "Ayo masuk."

Mereka berdua berjalan kekelas dengan bergandengan tangan, begitu sampai di kelas, seorang laki-laki tampan menghampiri Sakura dengan tatapan jengkel.

"Kenapa kamu tidak mengangkat teleponku? Smsku juga tidak di balas, kenapa tidak ada kabar sama sekali?" Tanya Sasuke pada Sakura dengan posisi tolak pinggang.

"Ya ampun Sasuke, kita baru berbisah tadi malam, lagi pula kau menghubungiku pagi ini, dan kita baru telepon-teleponan tadi pas aku bangun tidur, aku tidak mengabarimu hanya setengah jam!" sewot Sakura.

"Hanya? Apa kamu tahu betapa khawatirnya aku walau hanya setengah jam? Bagaimana kalau dalam waktu setengah jam itu kamu diculik? Bagaimana kalau dalam waktu setengah jam itu kamu tertabrak mobil? Bagimana kal..uupphhh" belum selesai Sasuke mengomel Sakura menutup mulutnya memakai tangannya.

"Cukup! Kamu ini terlalu khawatir, aku tidak akan diculik." Ucap Sakura.

"Buktinya minggu lalu?" serang Sasuke yang tidak mau kalah.

Kejadian yang sudah seminggu terlewat itu diungkit kembali oleh Sasuke dan itu membuat Sakura kesal.

"Itu seminggu yang lalu, jangan berlebihan begitu." Kata Sakura sambil menghela nafasnya.

"Iya, kau ini terlalu berlebihan." Sambung Hinata.

Sasuke memandang Hinata dengan tatapan sinis, dia mengirimkan sinyal pada Hinata seolah mengatakan 'ulah siapa sampai-sampai Sakura diculik'. Hinata memalingkan mukanya sambil bersiul ria dan menempati kursinya.

Sakura memegang tangan Sasuke dan membawanya ketempat duduk mereka, gurupun masuk dan pelajaran dimulai, mereka belajar dengan sangat tenang, sampai jam semua pelajaran selesai, Ino datang kekelas mereka.

"Haaaaiiii….kita jalan-jalan yuk." Ajak Ino.

"Kemana?" Tanya Sakura.

"Triple Date." Jawab Ino sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Hah?" Ssuke terdiam bingung, apa maksud Ino triple date.

"Aku, Shikamaru, Kamu, Sasuke, Naruto dan Hinata…ayoooo…" kata Ino sambil menarik lengan Sakura.

"Ng…Sasuke?" Tanya Sakura yang meminta izin dari Sasuke.

"Yaaah, boleh saja…ayo." Ucap Sasuke sambil berjalan mendahului mereka.

Mereka berenam berjalan bersama-sama, sebelum mereka ketampat tujuan, mereka membeli baju untuk dipakai hari itu, setelah ganti baju mereka pergi ke taman bermain yang sangat luas, Ino menarik Shikamaru utnuk ikut dengannya, sedangkan Sakura menarik Sasuke sang tuan muda yang tidak terbiasa dengan permainan itu, Naruto dan Hinata, mereka berdua jadi canggung satu sama lain, mereka tidak bergandengan tangan, saling tatap, bahkan bicarapun tidak.

Sakura yang menyadari hal itu merasa kasihan pada Hinata, dia melihat ekspresi Hinata yang sangat pilu, akhirnya Sakura menarik Hinata untuk bermain dengannya, dan dia meninggalkan Sasuke bersama Naruto.

"…."

"…."

"Para wanita bersemangat sekali." Ucap Naruto.

"Yah, mereka mempunyai energy yang lebih pada saat seperti ini." Jawab Sasuke.

"Bagaimana denganmu? Tidak ikut bermain?" Tanya Naruto.

"Hah! Yang benar saja, manusia disuruh naik benda itu." Tunjuk Sasuke pada roller costar.

"Hahahahahahaa, kau memang tuan muda." Ejek Naruto.

"Diam kau," sewot Sasuke dengan wajah memerah.

"Oh iya, bagaimana hubunganmu dengan Sakura?" Tanya Naruto.

"Baik, sangat baik…kau sendiri? Tidak mau mempertimbangkan Hinata?" Tanya Sasuke setelah menjawab.

Naruto terdiam oleh pertanyaan Sasuke. "Aku tidak tahu, aku merasa marah padanya karena kejadian kemarin, tapi, aku tidak bisa menyalahkannya, kita semua masih belum dewasa, dan masih belum bisa memutuskan sesuatu, tidak peduli keputusan itu berakibat buruk bagi seseorang atau tidak, aku hanya tidak ingin mengambil keputusan yang salah lagi."

"Kalau menurutku, sebenarnya Hinata tidak jahat, dia hanya masih belum bisa berfikir secara dewasa dan tenang, lihat saja kelakuannya." Ucap Shikamaru yang tiba-tiba datang dari belakang sambil menunjuk kearah Hinata yang sedang memeluk Sakura manja.

"Ha? Shikamaru? Kapan kau datang?" Tanya Sasuke bingung.

"Ino menyuruhku kesini, dia gabung dengan Sakura dan Hinata." Jawab Shikamaru. "Lalu? Bagaimana perasaanmu pada Hinata?"

"Aku tidak tahu, aku tidak bisa bilang membencinya…aku menyukainya…tapi aku…" kata Naruto yang terputus.

"Masih mencintai Sakura?" sambung Sasuke.

Naruto terdiam, dia tidak menjawab sambungan Sasuke.

"Tapi aku senang, Sakura bahagia bersamamu, Sasuke." Ucap Naruto sambil tersenyum

"Ya, terima kasih." Jawab Sasuke.

"Heeeiiii..kita naik itu yuuuuk." Teriak Ino dari kejauhan yang menunjuk kearah kincir raksasa.

"Aaahhh…membosankan." Jawab Shikamaru.

"Yasudah kalau kamu tidak mau, aku pergi sendiri." Kata Ino ngambek.

"Hei, hei, heiiii…baiklaaaah aku ikut." Kata Shikamaru berlari menghampiri Ino.

Naruto dan Sasuke mengikuti langkah Shikamaru, Sasuke merangkul Sakura dan Naruto terdiam disamping Hinata, Hinatapun hanya terdiam sampai Naruto mengeluarkan suaranya.

"Ayo kita ikuti mereka." Ajak Naruto menuju pintu kincir.

Hinata tersenyum lembut dan mengikuti langkah Naruto dari belakang, begitu sampai di depan tabung kincir, Shikamaru dan Ino menaiki tabung pertama, Sasuke dan Sakura kedua, dan yang ketiga adalah Naruto dan Hinata. Begitu mereka duduk, Naruto hanya memandang keluar jendela, begitu saja sampai tabung mereka mencapai puncak. Seketika, Hinata mengeluarkan suaranya.

"Naruto." Panggil Hinata pelan.

Naruto tidak menjawab tapi dia menanggapi panggilan Hinata dan menoleh kearah wanita tersebut.

"Maafkan aku." Ucap Hinata.

NAruto bingung, kenapa dia harus minta maaf, seharusnya dialah yang meminta maaf karena sudah seenaknya menyatakan dan memutuskan hubungan mereka.

"Aku minta maaf atas kejadian Sakura, aku sangat menyesalinya." Hinata mengucapkannya dengan wajah menunduk, sambil berputar kembali kebawah kincir itu, Hinata meneruskan omongannya.

"Tapi aku masih mencintaimu, aku kaan menunggumu sampai kau melupakan Sakura, aku akan menjadi wanita yang dapat mengerti dirimu, aku akan berusaha agar kau menerimaku,jadi…bersiaplah untuk menerima seranganku." Kata Hinata sambil tersenyum, dan sangat kebetulan tabung mereka berhenti, pintunyapun terbuka, Hinata langsung berlari karena malu.

"Ah…Hinata?" panggil Sakura. "Sasuke, aku mengejarnya dulu ya."

Sakura dan Ino berlari mengejar Hinata, sedangkan para laki-laki memandangi wajah Naruto yang membatu tanpa ekspresi dengan wajah memerah.

"Kau kenapa Naruto?" Tanya Sasuke bingung.

"Hooo…sudah diserang yah." Ejek Shikamaru.

Sakura dan Ino berlari sambil memanggil nama Hinata, beberapa detik kemudian, Hinata menghentikan langkahnya dan membalikan badannya pada Sakura, dia memeluk Sakura sambil menangis.

"Hinata, kau kenapa?" Tanya Sakura.

"Huhuhuuu…aku bodooh….berani sekali aku bicara seperti itu, aku juga tidak tahu dapat keberanian dari mana sampai-sampai sangat percaya diri mengungkapkan perasaanku lagi." Ucap Hinata.

Sakura dan Ino saling pandang langsung mengerti apa yang terjadi pada Hinata.

"Tenang saja, kami disini untuk membantumu, kita akan membantumu sebisa mungkin, yah." Ucap Ino mengelus kepala Hinata. "Yaaah, walaupun awalnya aku membencimu, tapi sepertinya kamu sudah sadar." Ejek Ino.

"Huhuuuu….aku minta maaf." Ucap Hinata.

"Hahahaa, iyaaa…iyaaa…Ino jangan meledeknya." Tegur Sakura

Akhirnya para perempuan pulang terlebih dahulu, Sakura menghubungi Sasuke sebelum mereka pergi, karena dia tidak mau Sasuke khawatir kembali, dan Sasuke akan menjemputnya di rumah Ino malam-malam ketika Sakura mau pulang.

"Waaah, Ino….rumahmu besar sekali." Kata Sakura kagum melihat rumah Ino.

"Terima kasih, ayo masuk." Ajak Ino memasuki kamarnya.

Mereka bertiga berbincang-bincang dengan sangat akrab, dan seketika, Sakura melihat ada foto Ino, Sasuke dan Shikamaru di kamar wanita berambut pirang itu.

"Ah, Itu foto waktu di villa keluarga Uchiha, saat itu ulang tahun kakeknya Sasuke, jadi aku dan Shikamaru diundang." Jelas Ino yang melihat Sakura memandangi foto itu.

"Ino, apa kau kenal kakeknya Sasuke?" tanya Sakura.

"Tentu saja." Jawab Ino.

"Seperti apa orangnya?" tanya Sakura makin penasaran.

"…" Ino terdiam dan memasang wajah serius.

"Orangnya sangat menakutkan, itu saja yang bisa kukatakan." Jawab Ino.

"…." Keadaan menjadi sunyi, Hinata thu Sakura akan dikenalkan oleh Sasuke pada kakeknya dan mencoba untuk menghibur Sakura.

"Sakura, ada kami…aapun yang terjadi, kami akan mendukungmu." Ucap Hinata.

"Te…terima kasih Hinata." Balas Sakura.

Beberapa jam setelah mereka asik berbincang-bincang, Sasuke datang untuk menjemput Sakura, Sakurapun berpamitan pada Hinata dan Ino, begitu masuk dalam mobilnya Sasuke, Sakura terdiam.

"Ada apa?" tanya Sasuke lembut pada kekasihnya.

"Ng…tentang Kakekmu…apa dia dekat dengan Ino?" tanya Sakura ragu.

"Ya, sangat dekat, kenapa?" jawab Sasuke dengan lembut.

Entah kenapa jawaban Sasuke membuat Sakura makin murung, dia sedikit cemburu pada Ino yang sudah dekat dengan keluarga Sasuke.

"Heeii…katakan padaku, ada apa?" ucap Sasuke sambil menempelkan keningnya pada kening Sakura, dengan inisiatif, Shino menutup tempat antara kursi depan dan belakang, sehingga dia tidak menyaksikan apa yang mereka lakukan.

"Sakura, jangan pernah kau memasang wajah seperti ini lagi, aku mohon." Pinta Sasuke dengan lembut dengan posisi masih menempelkan keningnya pada Sakura.

Sakura merasa bersalah karena sudah membuat Sasuke khawatir, tetapi dia tidak bisa menyembunyikan perasaannya sendiri, dia masih cemburu pada Ino.

Sasuke menatap Sakura dengan lembut, lalu mendekatkan wajahnya pada Sakura, sehingga akhirnya bibir mereka bersentuhan dengan lembut untuk pertama kalinya dengan cara normal. Sasuke menutup matanya dan membelai rambut Sakura, Sakura bisa merasakan kasih sayang yang luar biasa besarnya dari Sasuke, karena itu Sakura membalas ciuman Sasuke.

Sasuke melepaskan ciumannya dan menatap Sakura dengan wajah tersenyum, melihat Sasuke tersenyum, Sakurapun tersenyum malu.

"Akhirnya tersenyum juga." Ucap Sasuke.

Sampailah mereka di rumah Sakura, ketika Sakura turun dari mobil, Sasuke mencium keningnya dan mengucapkan selamat malam. Sakura menatap mobil Sasuke yang sudah berlaju dengan cepat.

"Seperti anak kecil saja aku ini, Sasuke saja tidak cemburu pada Naruto." keluh Sakura sambil memasuki rumahnya.


sebelumnya, saya ingin mminta maaf sebesar-besarnya karena ngaret update lama...=_=

kuliah udah mulai masuk, dan jaddwal saya sangat padat, smester 5 pula, harus bikin KKP...aaarrrggghhh...jadi maaf yah kalau chapter selanjutnya update lama...

saya benar-benar minta maaf...=_=

makasih juga yah yang udah dukung fict ini...

luv u...