Disclaimer : Naruto and Highschool DxD is not mine, but this Story is Mine
Crossover : Naruto and Highschool DxD
Title : Naruto Phenex : Love, Battle and Betrayal
Rating : M
Genres : Romance, Adventure, Friendship, Hurt / Comfort, Drama, Family, Battle and others
Pairings : Naruto x Serafall, and others
Summary : Seratus tahun yang lalu dia pergi setelah melihat kekasihnya yang sangat dia cintai berhubungan dengan seseorang yang sudah dia anggap sahabat terbaiknya. Namun dini dia kembali, dengan musuh yang baru dan teman-teman lamanya serta keluarganya dalam bahaya, Naruto Phenex sang Golden Fire demi menjaga teman dan keluarganya : OOC / SuperPower / StrongNaru / MaybeHarem
Inspired by : Fire & Ash (by : SoulReaperCrewe)
A/N : Penampilan rambut Naruto nanti berubah, rambutnya jadi lebih kalem & udah nggak jabrik atau kayak Minato lagi. (Persis kaya' 'Usui Takumi' di Anime 'Kaichou wa Maid-sama'). Untuk lebih jelasnya bisa di lihat di gambar cover Fiction ini atau bisa cari di Google. ^^
—II—
CHAPTER 11 : Before Young Devils Meetings
Issei POV
Hallo, namaku Issei Hyodou. Kalian pasti sudah kenal dengan diriku bukan ? lalu apa yang kalian kenal dari diriku ? kepintaranku ? yang benar saja, otakku saja pas-pasan. Kalau kalian tidak tahu, oke… akan kuberitahu
Sebenarnya aku adalah Iblis. Aku menjadi iblis tepatnya sudah tiga bulan. Pemilik ku atau majikanku adalah salah satu iblis kelas tinggi yang juga merupakan penerus klan Gremory yang merupakan salah satu 72 pillar di dunia bawah. Awalnya aku tak menyangka jika majikanku sekarang yang juga merupakan senpai tercantik di sekolahanku itu adalah iblis. Tidak hanya Rias-buchou yang merupakan majikanku yang aku ketahui sebagai iblis kemudian
Diantaranya ada senpai tercantik kedua di sekolah yaitu Akeno-san, si bocah cantik Kiba dan si loli manis Koneko. Dan aku juga mengetahui jika seluruh anggota Osis adalah iblis sama seperti diriku. Banyak kejadian-kejadian yang di alami oleh ku setelahnya. Di antara yang paling berkesan adalah penyelamatan Asia dan kejadian saat pertunangannya Buchou
Hehehe... memikirkan kejadian yang terakhir itu aku hanya dapat tersenyum mesum. Bagaimana tidak coba, wanita yang diam-diam aku sukai itu menciumku saat aku berhasil membawanya kabur dengan menaiki Griffin. Di dalam hati aku sangat senang karena ciuman pertamaku dengan wanita yang kucintai dan ternyata juga itu adalah ciuman pertamanya
Ehem... oke, lupakan hal itu. Sebenarnya alasan kenapa aku menjadi budak iblis dari Rias-buchou adalah tentang sesuatu yang aku miliki di dalam diriku. Sesuatu itu adalah Sacred Gear, dan yang aku miliki adalah salah satu Longinus yaitu Boosted Gear, di dalamnya terdapat salah satu naga surgawi yang bernama Ddraig
Aku tak menyangka saat mengetahui salah satu sacred gear yang katanya bisa membunuh tuhan itu berada di dalam diriku. Yah walaupun mempunyai Boosted Gear dan Ddraig, aku tetaplah Hyodou Issei yang lemah
Aku menyadari kalau diriku masih sangatlah lemah dari pada Kiba maupun Koneko-chan yang merupakan rekanku. Meskipun latihan yang selalu di berikan oleh buchou itu membuatku sedikit berkembang tapi itu tidaklah cukup untuk membuatku kuat
Sungguh jika ada seorang guru yang mau menerima murid sepertiku dan melatihku untuk menjadi kuat, maka aku akan dengan senang hati menerimanya. Impianku memang untuk menjadi iblis kelas tinggi dan menciptakan kerajaan harem ku sendiri, tapi terlepas dari itu... tujuanku untuk menjadi lebih kuat adalah untuk melindungi Nakama ku dan gadis yang kucintai itu
Saat membayangkan sosok guru yang mau melatihku, entah kenapa tiba-tiba pikiranku teralih kepada sosok berambut pirang yang pernah menolong kami saat insiden Kokabiel dan saat pertemuan tiga fraksi beberapa hari yang lalu
Di mataku sosoknya begitu gagah dan berani. Walaupun berasal dari keluarga Phenex, tetapi aku tak melihat sosok itu membawa aura sombong dan merasa dirinya terkuat
Sosok yang kuketahui bernama Naruto Phenex-san itu tampak memiliki aura yang tidak bisa kurasakan, mungkin sangat besar kali ya. Dan aku juga pernah berpikir, jika Naruto-san ingin membuat kerajaan haremnya, maka bisa dengan mudah dia lakukan karena ketampanannya dan statusnya yang sangat hebat di dunia bawah
Lamunan ku terhenti saat ada seseorang yang tampaknya membuka pintu kamarku dan memasuki nya. Dan saat aku melihat rambut merah itu aku menyadarinya jika dia adalah majikanku, Rias-buchou
"Ara, kau belum tidur Issei...". Tanya Buchou yang tampaknya kini sudah mulai membuka bajunya. Aku pun memerah dan mengalihkan wajahku dari tubuh Buchou yang semakin ter ekspos.' Kumohon hentikan kegiatan burukmu itu Buchou, aku bisa memakanmu jika terus-terusan kau melepas pakaianmu saat mau tidur'. Pikirku
Oh ya, aku hampir lupa mengatakannya kepada kalian. Buchou dan yang lainnya kini sudah tinggal di rumahku. Terima kasih pada keluarga Buchou yang sudah membangun rumah kecil kami menjadi rumah mewah dengan tiga lantai. Yah bagaimanapun juga aku tak terlalu kaget saat keluarga Buchou yang melakukannya... dan hebatnya lagi, renovasi itu terselesaikan dalam semalam saja. Sungguh gila. Aku bahkan sempat berpikir kenapa orang tuaku merasa tidak merasakan keganjilan itu dan bertingkah seperti biasa... untuk sekali lagi aku menghela nafas panjang
"Kau kenapa Issei, apa ada sesuatu yang mengganggumu ?". Buchou berbicara sambil merambat ke arahku. Uhh, aku bisa merasakan kulit halus Buchou di tanganku. Rasanya sungguh tak bisa kau bayangkan dengan kata-kata
"Aaa, aku hanya berpikir tentang dunia bawah Buchou... aku kan belum pernah kesana". Jawab ku kepada Buchou. Yah, sedikit berbohong mungkin tak apa. Aku masih sangsi untuk menceritakan tentang Naruto-san kepada Buchou, sebenarnya aku masih melihat raut wajah kecewa di wajah Buchou tentang kakaknya yang seorang Maou
"Ooh, kau bisa tahu besok... kita semua akan pergi kesana bukan". Buchou berkata sambil berbaring di sebelahku. Sungguh kali ini darah di seluruh badanku berdesir saat dia menghirup udara di sekitar leherku panjang. Kumohon hentikan buchou, aku laki-laki yang masih normal
"Yah, aku hanya tidak kepikiran kalau aku akan pergi ke neraka secepat ini...". Kataku. Aku melihat Buchou terkekeh sebelum dirinya tiba-tiba mengangkat tubuhnya dan menindihi tubuhku dari atas. Meski tidak benar-benar menindihi langsung aku bisa merasakan tubuh Buchou benar-benar dekat dengan tubuhku
"B-buchou...". Aku pun berbicara dengan gugup. Hei, itu normal bukan. Wanita yang kau cintai berada di atasmu menatap mu dengan tatapan sayu dan tubuhnya yang telanjang bulat. Apalagi aku bisa merasakan Oppainya yang menggantung itu menempel di dadaku. Hahaha, aku sungguh merasakan yang namanya keindahan dunia saat ini
Perlahan tapi pasti wajah buchou semakin mendekat kepadaku, 'Glekk'... aku pun hanya bisa meneguk air ludahku tanpa bisa apa-apa. Seluruh tubuhku merasa kaku saat itu juga, pandanganku hanya terpaku pada manik hijau kebiruan milik Buchou. Jarak di antara kita semakin menipis, saat bibir kami akan saling bersentuhan tiba-tiba aku mendengar pintu di buka dengan keras. Tentu saja itu membuat kegiatanku dengan buchou terhenti
"A-Asiaaa...". Jeritku saat melihat Asia berdiri di pintu. Bisa kulihat dia menggembungkan pipinya dan memasang wajah yang err, sebal. "Ara, Asia... kau datang di waktu yang tidak tepat". Buchoooou, kumohon jangan panas-panasi lagi situasi ini. Kini Aku melihat Asia tambah menggembungkan pipinya dengan wajah tidak suka
"A-aku juga akan ikut telanjang...". Uwaa, aku bisa melihat tubuh mungil Asia yang terekspos. Walau tubuhnya masih kecil tapi dia punya potensi besar di masa depan. Gahh, aku bisa merasakan darah segar mengalir di dari hidungku. Dan malam itu akhirnya selesai dengan diriku yang pingsan akibat kekurangan darah
Issei POV End
Terlihat seorang pemuda berambut kuning dan memakai jubah berwarna putih dengan aksen api berwarna emas di bawahnya berdiri memandang langit malam di atas sebuah gedung. Rambutnya yang semula panjang seleher dan jabrik kini sudah di potongnya menjadi lebih pendek dan tidak jabrik lagi. Rambutnya lebih kalem dan semakin menunjukan ke tampanannya
Sosok yang bernama Naruto Phenex itu baru saja kembali dari dunia bawah. Pertarungannya dengan sahabat lamanya, Sirzech, memang sudah berakhir. Atau lebih tepatnya dia yang memutuskan untuk mengakhirinya. dia tidak bermaksud untuk memancing perhatian yang lebih terlalu awal, bagaimanapun juga ledakan kekuatan dari api Amaterasu miliknya sudah mengundang perhatian dari banyak orang
Lalu bagaimana dengan Sirzech ? dia sudah memberikan pelajaran yang setidaknya bisa membuat Sirzech sadar. Yah hanya dia yang tahu dan yang hadir pada pertarungan nya yang tahu apa yang dia lakukan dan perbuat pada Sirzech. Menggelengkan kepalanya Naruto lalu berpikir untuk kedepannya sekarang
Walau dia kuat dan tapi dia masih butuh pengikut dan bawahan iblis untuk membantunya. Dia kemudian mengingat bahwa dia masih punya stok evil pieces yaitu 1 queen, 2 rock, 2 knight, dan 8 pawn yang mana 2 bishopnya sudah dia gunakan pada Kuroka
'Sirzech terlalu naif untuk membiarkan bocah Sekiryuutei itu, walau Azazel-san bersamanya aku yakin jika bocah Sekiryuutei itu masih akan dapat banyak masalah... untuk kedepannya, aku ikuti saja dulu dan aku juga akan melihat pegerakan dari Khaos Brigade'. Pikir Naruto tenang
'Mungkin sekarang aku akan menemui Kuroka dulu... lalu aku akan menemui 'Dia' yang akan menjadi Knight ku...'. Dan setelah itu sosok Naruto menghilang dalam lingkaran iblis meninggalkan udara malam hari yang dingin di kota KUOH
.
.
~Naruto Phenex : Love, Battle and Betrayal~
.
.
Issei POV
Hari ini aku bersama semua anggota kelompok iblis Rias Gremory akan pergi ke dunia bawah. Walau aneh jika kau pergi ke neraka dulu sebelum kau mati tapi kata Buchou dunia bawah yang akan kami tuju itu tak seperti bayangan orang kebanyakan, yah aku sebenarnya juga sedikit tertarik juga untuk pergi kesana
Saat ini kami sedang berada di dalam elevator yang menghubungkan ke peron kereta untuk kedunia bawah. Awalnya sih aku bingung tapi sesudah dijelaskan oleh Akeno-san kini aku mengerti, semua iblis yang belum pernah ke dunia bawah sebelumnya harus melalui rute ini dulu. Yah walaupun Akeno-san, si bocah cantik Kiba dan Koneko-chan sudah pernah ke dunia bawah sebelumnya tapi mereka ikut bersama dengan naik kereta
Tadi kami juga sempat bertemu dengan Saji dan budak iblis Sona-kaichou lainnya. Mereka juga akan pergi ke dunia bawah dengan kereta sama seperti kami, kami sempat mengobrol sebentar sebelum kemudian berpisah karena keretanya yang berbeda, sungguh aku bertanya-tanya... seberapa kaya keluarga bangsawan iblis sehingga mereka punya kereta pribadi mereka sendiri
"Issei...". Aku pun melambaikan tangan kepada buchou yang berdiri di sebelah pintu gerbong dengan Azazel-sensei di sebelahnya. Kami memang berangkat dari rumah tidak bersama dengan Buchou dan Azazel-sensei, katanya sih mereka ada keperluan dulu dan menunggu kami di stasiun
Akhirnya kami pun berjalan ke arah buchou dan memutuskan untuk segera berangkat berhubung waktu sudah semakin siang, oh ya aku, Asia, dan Xenovia pun dikenalkan oleh buchou dengan masinis-nya. Dia cukup ramah sih dan buchou juga berkata jika om masinis nya sudah melayani keluarga Gremory dari Sirzech-sama kecil. Gila, seberapa tua tuh om nya
Tak berapa lama kereta pun take off, aku memutuskan untuk duduk di samping jendela dengan buchou di depanku dan Akeno-san di sampingku. Dari tadi Akeno-san selalu menggodaku, uhh... jika saja aku bukan pria baik-baik Akeno-san sudah aku makan dari tadi, dan buchou juga kelihatannya marah dengan Akeno-san. Hahaha... entah kenapa perdebatan kecil itu malah terlihat lucu bagiku
Saat aku menengokan kepalaku aku melihat Azazel-sensei sedang tertidur di kursi bagian belakang, di depan Azazel-sensei ada Kiba. Aku pun hanya tersenyum tipis, dan aku sempat bingung saat melihat Koneko-chan yang duduk di sebelah Asia. Entah kenapa dari tadi dia terlihat gelisah dan menatapku dengan tatapan, uhh... gimana gitu
Saat aku tanya kenapa dia menatapku begitu, dia tidak menjawab dan mengalihkan mukanya. Aku pun lebih memutuskan untuk diam, dan setelah itu tentu saja diwarnai keributan kecil antara Akeno-san dan Buchou
Issei POV End
.
Dan akhirnya kelompok Rias Gremory tiba di dunia bawah dengan kereta lintas dimensi. Kini mereka sudah berhenti di depan sebuah gerbang istana yang sangat megah dan juga luas. Saat pertama turun dari kereta itu terlihat para maid menyambut kedatangan mereka
Issei, Asia serta Xenovia yang baru pertama kali menginjakan kakinya di dunia bawah hanya bisa terkagum-kagum. Mereka tidak merasakan adanya perbedaan yang cukup besar antara dunia atas atau dunia dimana manusia normal tinggal, hanya saja disini mereka merasa lebih nyaman karena mereka berada di daerah asli para iblis
"Rias onee-sama...". Tampak seorang anak kecil berambut merah sedikit panjang sedang berlari ke arah Rias, senyuman senang dan tawa gembira terlihat di wajah anak berambut merah itu
"Milicas, jangan lari-lari... Onee-sama mu tak akan pergi". Tampak seorang laki-laki berambut merah dengan memakai armor berjalan ke arah Rias dan kelompok iblisnya dengan di dampingi sang istri di belakangnya
"Mou, Otou-sama... Milicas sudah lama tak bertemu dengan Rias nee-sama... wajar dong kalau Milicas kangen". Jawab anak kecil dengan nama Milicas itu sambil menggembungkan pipinya, kini dia sedang di gendong oleh Rias
Sirzech hanya tertawa melihat ekspresi ngambek dari anak laki-lakinya. Tatapannya kemudian berpaling ke arah para budak iblis adik perempuannya itu. Dia sempat menatap Issei cukup lama sebelum memalingkan mukanya untuk menghadap Rias kembali
"Kurasa kalian lelah setelah perjalanan kalian kemari, ajak mereka untuk beristirahat Rias...". ucap Sirzech kepada Rias, Rias hanya mengangguk. Meski dirinya ingin menanyakan pada kakaknya perihal masalahnya dengan Naruto Phenex, tapi dia memilih untuk diam saja
"Baiklah, ayo... akan aku tunjukan kamar kalian...". Ucap Rias kepada Issei dan lainnya, sementara kelompok Rias pergi untuk beristirahat Sirzech tampak memandang sang adik dan budak iblisnya dari belakang dengan tatapan yang bercampur aduk
.
.
~Naruto Phenex : Love, Battle and Betrayal~
.
.
Naruto dan Kuroka tengah berdiri di atas sebuah tebing yang langsung mengarah ke ke laut. Ombak tampak menghantam dengan ganasnya ke arah tebing yang membuat lama kelamaan batuan di tepi tebing itu terkikis
Tidak hanya itu, angin juga bertiup dengan liarnya pada malam itu. Meski angin bertiup dengan sangat kencang, tidak ada tanda-tanda akan adanya badai yang akan terjadi malam itu. Bulan penuh atau bulan purnama juga bersinar dengan gagah di atas sana
Naruto tampak memandang sebuah kastil yang sangat besar di depan sana. Jika dilihat dengan teliti, kalian bisa menemukan jika kastil itu sedikit melayang walau letaknya dekat dengan salah satu tebing yang cukup tinggi. Dan jika kalian lebih mencermatinya, maka kalian akan menemukan satu buah kastil yang sama dengan kastil terbang itu di atasnya
Ya, kastil terbalik itu tampak muncul dari sebuah lubang distorsi di udara
"Naruto-kun, apa kau yakin ini tempatnya nya.. ?". tanya Kuroka di sebelah Naruto, Naruto hanya memberikan anggukan singkat kepada bidak Bishopnya itu
"Aku bertemu dengannya puluhan tahun yang lalu, dia seorang ksatria yang sangat hebat dan dia adalah seorang Vampire...". ucap Naruto
"Vampire ? apa vampire yang kau sebut itu tinggal secara berkelompok di kastil besar itu nyaa ?"
"Tidak, dia tinggal sendirian disana. Dan meskipun dia adalah seorang Vampire, dia bukanlah seorang Pureblood... ya, bisa juga kau sebut dengan Halfblood Vampire..."
"..."
"Ibunya adalah manusia biasa, sedangkan ayahnya adalah Vampire yang sangat melegenda... bahkan kau sendiri akan kaget jika kau mendengar nama ayahnya". Ucap Naruto kepada Kuroka
"Memang siapa nama ayah vampire itu Naruto-kun nyaa ?"
"... Dracula"
.
Naruto bersama Kuroka tampak berjalan di sebuah tangga yang mengarah ke sebuah ruangan yang besar. Naruto tampak masih bersikap normal dan tenang, sedangkan Kuroka tapak risih. Dia merasa jika ada banyak pasang mata memperhatikan nya dari sudut-sudut yang gelap
Kuroka kaget saat Naruto tiba-tiba menghentikan langkahnya. Dia memandang Naruto yang kini tengah menengadahkan wajahnya ke arah sebuah singgahsana di depan mereka
"Ohisashiburi... Alucard...". ucap Naruto kepada satu sosok yang tengah duduk dengan tenang di kursi singgahsana itu. Sosok tersebut tampak tersenyum sebelum bangkit dari duduknya dan mulai berjalan kearah Naruto
Setelah cukup dekat dengan Naruto, penampilan sosok itu kini sudah bisa terlihat akibat cahaya bulan yang bersinar dari jendela. Sosok tersebut adalah sebuah pria yang cukup tinggi dengan rambut silver panjangnya, dia juga tampak memakai jubah dengan warna hitam di luar dan merah di dalam, penampilannya secara keseluruhan sangat mencerminkan seorang ksatria di dalam dirinya
"Naruto-sama...". sosok yang kita ketahui dengan nama Alucard itu pun bersujud ala ksatria di depan Naruto. Naruto pun segera menyuruh Alucard untuk kembali berdiri, ya risih mungkin
"Aku datang kemari karena ingin memohon sesuatu padamu Alucard". Ucap Naruto
"Aku mengerti Naruto-sama, aku sudah menunggumu setelah sekian lama untuk jadi pengikutmu... dan aku harus membalas budi kepada orang yang telah menolongku puluhan tahun yang lalu...". Kata Alucard. Kuroka sendiri lebih memilih diam, dia tadi memang sangat kaget saat mendengar nama sang legenda Vampire 'Dracula' dari rajanya itu, tapi dia tidak menyangka jika Naruto dan pemuda di depan mereka itulah yang telah membunuh sang Densetsu no Vampire itu
Naruto mengangguk saat melihat ekspresi dari Alucard. Dia tampak membuka telapak tangannya, tak lama kemudian sebuah kobaran api muncul di telapak tangan Naruto dan menampilkan satu set Evil Pieces yang dua bidak Bishopnya sudah tidak ada, Naruto kemudian tampak mengambil dua buah Knight Pieces yang termutasi dan menghilangkan yang lainnya
"Sekali lagi aku tanya kepadamu Alucard, saat proses ini selesai maka kau akan menjadi seorang iblis dan otomatis akan menjadi budak iblisku"
"Ha'i, mengikutimu dan menjadi ksatriamu adalah sebuah kehormatan...". Naruto pun mengangguk, Alucard kembali mengambil posisi bertumpu pada satu lutut dan Naruto pun memulai upacara pengangkatan atau pe-reinkarnasiannya untuk menjadi iblis budaknya
.
Terlihat semua pasang mata para iblis muda tertuju pada para Maou di hadapan mereka, keempat raja dunia bawah atau yang lebih kita kenal dengan sebutan Yondai Maou duduk dengan tenang di singgahsana mereka. Mereka berempat tampak memandang para iblis muda di hadapan mereka dengan tatapan bangga sekaligus khawatir
Para iblis muda yang terdidiri dari Gremory, Sitri, Bael, Glasya-Labolas, Astaroth, dan yang lainnya masih diam. Mereka menunggu raja mereka untuk berbicara
"Baiklah, sebelum kita mulai acara sesungguhnya aku akan terlebih dahulu menanyai tujuan kalian untuk kedepannya... tujuan kalian untuk masa depan adalah sesuatu yang akan menjadi landasan bagi para iblis kedepannya...". Ucap sang Maou Lucifer mengawali pembicaraan di ruangan itu
"Mulai dari kau Rias...". Rias pun mengangguk dan sedikit melangkahkan kakinya ke depan sebelum berbicara dengan lantang
"Aku akan menjuarai semua pertandingan dalam rating game dan menjadi yang terpuncak diantara semuanya...". Jeda sejenak Rias kembali berbicara. "Dan juga, aku ingin menjadikan dunia ini damai... tidak ada lagi yang menderita akibat perang, permusuhan dan penghianatan... meskipun terdengar mustahil tapi aku yakin pasti dunia yang indah itu akan kita dapatkan jika kita terus berjuang..."
Sirzech pun terkejut saat adiknya berbicara tentang tujuannya yang lain, hatinya berdesir saat mendengar kata 'penghianatan' dari Rias. Jujur meski sahabatnya sudah menikhlaskannya untuk bersama wanita yang dicintainya namun dia belum sepenuhnya atau bahkan tak akan pernah bisa melupakan tentang apa yang dia lakukan dahulu
Untuk selanjutnya satu persatu iblis muda menyampaikan tujuan dan mimpi mereka untuk kedepannya. Sairaorg Bael yang mempunyai tujuan untuk menjadi seorang Maou, Sona Sitri yang bertujuan untuk membangun sekolah Rating Game dan berbagai tujuan pun diungkapkan oleh iblis muda lainnya
Setelah selesai acara singkat namun terkesan lama itu maka akhirnya Game Rating Iblis bagi Iblis Muda akan dilakukan dua minggu mendatang. Mereka semua diberi kesempatan terlebih dahulu untuk memperhebat skill mereka dan mempersiapkan diri mereka
Untuk pertandingan pertama akan dilakukan antara Rias Gremory Vs Sona Sitri. Keduanya pun saling berjanji akan melakukan yang terbaik dan bertanding secara fairplay. Issei pun juga sempat saling bercanda konyol dengan Saji
.
.
~Naruto Phenex : Love, Battle and Betrayal~
.
.
Di sebuah tempat atau lebih tempatnya sebuah ruang yang tercipta di sebuah dimensi terdapat dua orang yang tengah berhadapan satu sama lain. Satu orang itu berperawakan cukup tinggi dengan rambut pirang kalemnya (bayangin Usui Takumi) yang tidak lain adalah Naruto Phenex
Dia memandang sosok di depannya dengan datar, sosok di depan Naruto juga memandang Naruto dengan pandangan datar walau terdapat titik-titik serius di kedua bola matanya. Dia memakai pakaian santai alah Hawai dengan celana pendek, tingginya juga agak sedikit lebih tinggi dari Naruto
"Sudah lama kita tak bertemu Naruto... kau semakin terlihat menakutkan saja". Ucap sosok di depan Naruto dengan sedikit menyunggingkan seringainya ke Naruto, Naruto sendiri masih memasang wajah datar
"Ku juga terlihat lebih dekil dari terakhir kali kita bertemu... Indra..."
"Mhaha... lucu sekali candaanmu". Tawa orang di depan Naruto yang tidak lain adalah Indra atau yang juga bisa kita kenal dengan sebutan Sakra/Cakra. Dia adalah salah satu dewa yang memegang peranan sangat penting di dunia ini
Melihat wajah pemuda dihadapannya masih flat, Indra pun menghentikan aksi tawa GaJe nya... dia pun kembali memasang wajah datarnya, tapi kali ini raut serius terlihat jelas di mukanya
"Lalu... untuk apa kau memanggilku kemari, kau tak mungkin membuat dimensi ruang ini dengan tanpa tujuan yang jelas bukan..."
Naruto mengangguk, dia kemudian mengambil sesuatu dalam jubahnya yang adalah sebuah peti kecil dengan ukuran kuno di bagian luarnya. Indra sedikit mengernyitkan alisnya saat Naruto tampak menyodorkan kotak peti itu kepadanya
"Apa itu ?"
"Kau akan tahu jika kau membukanya...". Indra pun menerima kotak peti kecil itu dari tangan Naruto. Dia sempat memandang raut muka Naruto sekali lagi sebelum membukanya dengan perlahan
"I-Ini... t-tidak mungkin...". seketika wajah flat Indra digantikan dengan raut terkejut dan dilanjutkan dengan seringaian yang terkesan mengerikan dan psikopat itu
"Kau sudah melihat sendiri bukan, apa yang ada di dalam peti kecil itu...". Indra pun mengangguk, dia lalumenutup kembali kotak peti itu dan memandang Naruto
"Jadi, apa permintaanmu...". Naruto menyeringai
"Aku ingin kau tidak campur tangan lagi dalam segala urusan Khaos Brigade...". Ucap Naruto
"..."
Raut muka Indra tampak tertutupi dengan bayangan rambutnya, dan secara tiba-tiba Indra tertawa dengan keras
"Omoshiroi... Omoshiroi..."
"..."
Indra kali ini tampak menatap Naruto dan berucap. "Baiklah, karena kau telah memberiku benda yang aku cari-cari maka aku akan memenuhi permintaanmu... aku tahu cepat atau lambat campur tanganku di dalam organisasi Ophis itu akan ketahuan olehmu..."
Indra tampak memasukan peti kecil itu di sakunya dan berbalik. "Lagipula aku sudah tak tertarik lagi dengan organisasi teroris itu... aku akan memenuhi permintaanmu untuk tidak ikut campur lagi..."
Naruto masih memandangi puggung sang dewa misterius itu yang tampak tertawa dengan keras. Sebelum menghilang dengan teleportasi Indra sempat membalikan kepalanya dan memberikan seringaian kepada Naruto
"Aku tunggu hal baru yang menarik darimu Lagi... Naruto Phenex...". dan dengan itu kini tinggal lah Naruto sendirian di ruang dimensi itu
Naruto menghela nafas panjang dan tampak sedikit merilekskan otot-ototnya, sungguh walau dia terlihat tenang dan datar, dia tetap saja masih merasa agak khawatir dengan dewa yang baru di temuinya itu
'Indra merupakan salah satu dewa yang belum pernah kuketahui informasinya secara pasti... aku masih harus memperhatikannya lebih intens lagi'. Begitulah pikir Naruto
Tak lama kemudian muncul sebuah distorsi dimensi di belakang nya, Merasa adanya suatu kehadiran yang mendekat Naruto membalikan badannya dan menemukan kedua budak iblisnya disana
"Naruto-sama... setelah ini apa yang akan kita lakukan...". Ucap Alucard
"Kita akan diam dulu sementara dan kembali ke dunia bawah, aku ingin melihat rating games para iblis muda...". Keduanya pun mengangguk
Tak berapa lama kemudian mereka bertiga pun pergi dengan lingkaran iblis keluarga Phenex meninggalkan dimensi ruang itu yang perlahan retak dan akan runtuh
.
.
.
~To be Continued...~
.
.
.
A/N : Gomenasai udah lama nggak update, maaf ya jika chapter kali ini agak kurang dan terkesan membingingkan Minna-san. Otak Ryu udah maksimal nih, bisanya nulis kayak gitu dulu. Habis ini otak tersita ama acara Matsuri di kampus ku sih, jadi ya... gitu lah
Oh ya, sekali lagi Ryu beritahu ke Minna-san, jika penampilan Naruto agak mirip dengan Usui Takumi dan untuk Knight Naruto itu adalah Alucard (Kalo Minna-san main game PSX yang Castlevania : Symphony of The Night pasti tahu, atau Minna-san bisa browsing di internet)
Dan untuk budak iblis Naruto, Ryu nggak akan kasih banyak-banyak. Ryu lebih suka sedikit tapi kemampuannya hebat
Ini daftar sementara Para budak iblis Naruto Phenex :
-Queen : ?
-Rook : ?
-Rook : ?
-Bishop : Kuroka
-Knight : Alucard
-Pawn : ?
-Pawn : ?
Gitu deh Minna-san, jika Minna-san mau mengusulkan bisa di Review atau masuk PM aja. Dan kalau bisa idenya jangan yang muluk-muluk ya Minna-san, oh ya Ryu nggak akan masukin nama Character dalam serial Naruto di fiction ini kecuali Naruto sendiri. Gomenasai jika ada yang kecewa atau nggak setuju, tapi Ryu nggak akan dapat feel jika ada karakter selain Naruto sendiri yang masuk kedalam fic ini
Sekali lagi Ryu mengucapkan banyak terima kashi kepada Minna-san sekalian, masih banyak yang mau me-Review dan meng-PM Ryu, Ryu minta maaf jika nggak bisa selalu update dan menghiatuskan fiction-fiction Ryi yang lainnya. Meskipun begitu Ryu masih dan akan selalu mencintai dan mendukung setiap karya Author-san tachi
Jaa ne...
—II—
