Sthricynix In.
Brother
Naruto Shippūden x One Piece
―Χ―
Mungkin Bagi Beberapa Dari Kalian, Fic Ini Jelek, Penuh Dengan Typo, Alur Kecepetan, Gaje, Humor Yang Terkesan Garing, Atau Yang Lainnya. Tapi Ingat, Author Sendiri Merupakan Seorang Newbie Yang Hendak Menuangkan Imajinasinya Di Situs Ini. Tolong Hargai Dengan Mengklik Tombol Review Dan Berikan Komentar Kalian! ^^
Chapter 11 : Pertarungan Akhir di Impel Down.
Impel Down, Tangga Menuju Level 6.
"MINGGIR! MINGGIR! MINGGIIRR!"
Luffy, Iva, Inazuma dan Naruto terus berlari menuruni tangga. Luffy yang berada paling depan terus menghajar semua penjaga penjara yang menghalangi. Iva juga melakukan hal yang sama. Dia menghancurkan berbagai trap yang ada. Naruto dan Inazuma hanya berlari dibelakang mereka. Inazuma, tentu kemampuannya tak cocok untuk hal seperti ini. Sementara Naruto? Dia masih dalam tahap pemulihan tenaga.
Dan akhirnya mereka sampai di Level 6. Sebuah area yang cukup luas tempat dimana 654 orang dengan nilai buronan diatas 200.000.000 Berry ditahan. Iva langsung melirik kearah Naruto, "Moku-boy!"
Naruto mempercepat larinya, "Aku tahu! Ikuti aku!" Ucap Naruto yang kini berada didepan.
"Jadi.. inikah level 6?" Gumam Inazuma sambil melirik kekiri dan kekanan.
Dan tak berapa lama mereka semua pun sampai ditempat dimana Ace ditahan. Sebuah penjara dengan ukuran yang lumayan besar.
"Disinikah!? Tapi dimana dia!?" Tanya Luffy pada Naruto.
Inazuma mengedarkan pandangannya. "Sepertinya kita sedikit terlambat." Ucapnya.
Mereka tidak menyadari kalau Naruto sudah berdiri tepat didepan penjara itu. Naruto memegang jeruji penjara itu. Iva membelalakkan matanya. Bagaimana bisa Naruto yang merupakan seorang Noryoku-sha memegang jeruji itu yang notabenenya adalah Kairoseki!? Iva sempat melihat kalau tangan Naruto menghitam pertanda Busoshoku no Haki yang aktif. Namun, hal itu tetap tak mengubah fakta kalau seorang Noryoku-sha akan melemah apabila tersentuh/menyentuh Kairoseki.
"Hōkai. (Collapse.)" Naruto meremas jeruji itu dengan tangannya dan membuat jeruji itu hancur.
Naruto berjalan kearah Jinbe yang berbicara padanya, "Naruto-san! Cepatlah, mereka sudah membawanya!"
Naruto mengangguk, "Aku tahu. Tahan sebentar, Jinbe-san." Naruto kemudian menghancurkan rantai yang mengekang Jinbe.
"Apa yang terjadi!? Dimana Ace!?" Tanya Luffy lagi.
Naruto berjalan kearah Luffy dan menepuk kedua pundaknya. "Mereka sudah membawa Ace ke Marineford." Ucapan Naruto membuat Luffy tersentak. "Tenanglah. Kita masih bisa menyelamatkannya!" Naruto tersenyum.
Luffy membalas senyuman Naruto. "Baiklah! Ayo kita selamatkan dia, Naruto-niichan!"
Naruto melihat kearah depan, tepatnya kearah tangga yang merupakan satu-satunya jalan mereka menuju Lv. 5. Kini tangga itu sudah sama sekali tidak bisa dilewati karena Inazuma memblokirnya secara total untuk mencegah gas tidur yang dikirim Hannyabal.
"Apa yang kau lakukan, Kani-chan!?" Tanya Luffy pada Inazuma.
Bukan Inazuma melainkan Naruto yang menjawab. "Kita tidak punya pilihan lain Luffy. Jika menerobos, hanya akan memperburuk keadaan." Jelas Naruto. "Kau lihat mereka." Naruto menunjuk kearah beberapa tahanan yang tertidur akibat gas tidur itu. "Itulah yang akan terjadi apabila kita memaksa untuk menerobos." Ucap Naruto pada adiknya itu.
"Tidak bisakah kau melakukan sesuatu?" Tanya Iva pada Naruto.
Naruto menggeleng, "Sayangnya, tidak ada yang dapat kulakukan untuk saat ini." Ucap Naruto yang melihat kearah atas.
Naruto agak merengut. Dia sangat kesal dengan keadaan tubuhnya saat ini. Padahal, dia bisa saja menggunakan kemampuan Moku Moku-nya untuk menerobos gas tidur itu. Namun apa mau dikata? Kemampuannya tak bisa digunakan secara maksimal sampai beberapa saat kedepan. Naruto merasa dirinya hanya memberatkan perjuangan Luffy, Iva, Jinbe dan Inazuma.
"Lepaskan kekangku apabila kalian ingin keluar dari tempat memuakkan ini."
Naruto, Luffy, Iva, Jinbe dan Inazuma melihat kearah sumber suara. Melihat seseorang yang berjalan kearah pinggir jeruji. Setelah beberapa langkah, cahaya akhirnya menerangi orang itu dan menampakkan sosok aslinya.
"!" Luffy, Iva, Inazuma dan Jinbe tersentak kaget.
"Kau ditahan disini rupanya…" Naruto menggumam.
"…Crocodile!"
"Wakil Kepala Penjara Hannyabal! Lv. 6, Jumlah tahanan yang kabur bertambah! Mantan Ouka Sichibukai, Sir Crocodile dan Jinbe ikut melarikan diri! Kemungkinan besar mereka terlibat dengan penyusupan yang dilakukan oleh Mugiwara no Luffy! Kini mereka sudah menuju Lv. 4!"
Hannyabal memegang Denden Mushi ditangannya dengan bergetar. Dia kemudian menutup Denden Mushi itu kemudian membuat panggilan baru, "SADI-CHAN! SALDEATH! BAWA SEMUA PASUKANMU MENUJU LV. 4, SEKARANG!" Hannyabal memberi perintah dengan penuh emosi.
"Wakil Kepala Penjara Hannyabal!"
"APA LAGI…!?"
"Etto…" Orang yang berbicara melalui Denden Mushi itu agak gugup setelah mendengar teriakan Hannyabal. "...Ano, entah bagaimana semua tahanan di Lv. 2 berhasil melarikan diri. Para monster tak cukup untuk menahan mereka! Bisa anda kirim Blugori kembali kemari?" Tanyanya.
"Shit! SALDEATH! KEMBALI KE LEVEL 2!" Hannyabal berteriak.
"Sepertinya tidak bisa…" Hannyabal melihat seseorang yang menunjuk kearah monitor. "Saldeath-san sedang…"
"APAAAAAAAA!?" Hannyabal melotot gokil saat melihat kearah monitor yang ditunjuk opsir tadi.
Dia bisa hanya bisa saat melihat Saldeath dan para Blugori yang kini tengah bertarung dengan Sphinx di gurun pasir Lv. 3. Dia bisa melihat Sphinx melempari Saldeath dan para Blugori dengan patung binatang aneh berwarna putih. Hannyabal tidak tahu darimana patung-patung itu berasal.
"HANNYABAL-SAN! SPHINX KEHILANGAN KONTROL! KIRIMKAN BIUS MONSTER KEMARI!" Teriak Saldeath melalui monitor itu.
'Sialan..' Hannyabal membatin dengan kesal. 'Kenapa disaat seperti ini Ted dan Magellan sekarat sih!?'
"Unit Kesehatan!" Hannnyabal mengambil Denden Mushi lain, "Bagaimana keadaan Ted dan Magellan!?" Tanya Hannyabal.
Denden Mushi itu menampakkan ekspresi panik. "Negatif, Hannyabal-san! Magellan-san mengalami banyak sekali luka. Ted-san malah lebih buruk lagi!" Ucap sang petugas kesehatan melalui Denden Mushi itu. "EH!?" Sebuah teriakan terdengar dari Denden Mushi itu sebelum Hannyabal berbicara.
Hannyabal tentu saja terkejut, "Ada apa!?"
"Magellan-san..! Jangan paksakan diri anda!" Ucap sang petugas kesehatan yang terdengar melalui Denden Mushi itu. "Hhh… hah… Hannyabal… dimana mereka…?" Ucap Magellan melalui Denden Mushi. Sepertinya Magellan berusaha bangkit setelah mengetahui kondisi yang melanda istananya.
"JANGAN PAKSAKAN DIRIMU BODOH!" Hannyabal berteriak emosi. "KAU HANYA JADI LELUCON JIKA BERTEMU DENGAN MEREKA!" Ucapnya.
"Tidak…" Denden Mushi yang kini pucat dan berkeringat untuk memvisualisasikan kondisi dari orang yang memegangnya itu kembali berbicara mewakili suara Magellan. "…Mereka mengacaukan tempat ini… Aku takkan membiarkan mereka keluar dari sini!" Ucap Magellan.
"Tidak! Aku tetap takkan memberitahukanmu! Beristirahat saja dengan tenang brengsek!" Marah Hannyabal kemudian langsung menutup Denden Mushinya, tak membiarkan Magellan kembali berbicara. Dia kemudian memberi perintah pada unit pengamanan untuk tidak membiarkan Magellan keluar dari ruang perawatan serta mengirim beberapa bius monster ke Lv. 3. Dan setelah itu, langsung saja pasukan pengamanan langsung berjaga di ruang perawatan setelah Magellan dilumpuhkan dengan beberapa botol obat bius.
"Beristirahatlah…" Hannyabal mengambil senjatanya dan kemudian berjalan keluar pintu ruang pengamatan.
.
"…Aku yang akan menyelesaikan ini untukmu."
Impel Down, Tangga menuju, Lv. 4.
Naruto, Jinbe, Luffy dan yang lainnya berlari menaikki tangga menuju Lv. 4. Suasana yang tadinya sangat dingin, kini menjadi mulai panas. Beberapa tahanan yang tadi memakai jaket akibat dinginnya suhu di Lv. 5, kini mulai melepaskan jaketnya. Keringat mulai turun membasahi tubuh mereka. Selain suhu yang memanas, menaikki ratusan anak tangga juga merupakan suatu hal yang melelahkan.
BAKKHH!
BUAGHHH!
Semua penjaga penjara yang menghadang mereka dapat diatasi dengan mudah. Cukup mengerikan memang, melihat para penjaga yang terjatuh setelah terpukul kemudian terinjak-injak oleh ratusan tahanan yang melarikan diri. Mungkin, tulang mereka sudah remuk akibat diinjak-injak. Sementara Iva hanya mendengus melihat para penjaga yang kini berlarian menjauhi mereka. Yah, tidak dapat dipungkiri kalau itulah pilihan terbaik setelah melihat teman-teman mereka yang sudah sekarat akibat terinjak-injak akibat mencoba melawan ratusan tahanan yang melarikan diri. Tidak ada yang merepotkan untuk saat ini. Sang Okama hanya mengkhawatirkan tentang apa yang akan mereka hadapi nanti di Level-Level berikutnya. Mungkin saja mereka berjumpa dengan para monster-monster yang sangat merepotkan. Iva kemudian memandang Naruto. Dia mengingat rencana yang disampaikan Naruto pada mereka beberapa saat yang lalu.
'Rencana kita adalah menciptakan kekacauan.'
Iva tersenyum tipis melihat Naruto. Dia juga meyakini kalau rencana itu adalah sebuah rencana yang sangat luar biasa. Menciptakan kekacauan. Tentu akan membuat kebingungan para penjaga Impel Down. Dan itu akan menciptakan sebuah celah yang sangat bagus untuk mereka melarikan diri.
Beberapa saat kemudian, mereka melihat sebuah pintu kayu besar. Crocodile dengan cepat bertindak dan langsung melesat kedepan. Menghancurkan pintu itu menjadi partikel pasir dengan tangan kanannya yang memiliki kemampuan untuk menyerap kelembapan dari apapun.
Setelah pintu itu hilang, terpampanglah pemandangan 'merah' Lv. 4 yang kini berapa didepan mereka.
"AYO!"
Sementara itu di Lv. 2…
Ratusan tubuh para tahanan kini terkapar memenuhi area Lv. 2. Darah yang sangat banyak yang berasal dari tubuh-tubuh tadi menggenang di lantai Lv. 2, meninggalkan bau besi yang sangat menusuk. Yang masih berdiri disitu hanyalah Buggy, Mr. 3 dan beberapa tahanan yang tersisa, serta Hannyabal dan pasukan-pasukannya.
Para opsir dibelakang Hannyabal hanya menatap sang wakil kepala penjara dengan tatapan ngeri. Belum pernah mereka melihat sang wakil kepala penjara seperti ini. Biasanya, mereka hanya melihat seorang wakil kepala penjara yang terlalu ambisius dan konyol. Namun saat ini, untuk kali pertama mereka melihat marahnya seorang Hannyabal. Hanya beberapa menit setelah mereka tiba di Lv. 2, Hannyabal, tanpa ampun langsung menyerang semua tahanan yang meloloskan diri. Dengan senjatanya, Hannyabal menebas para tahanan sampai menyisakan pemandangan mengerikan ini.
Hannyabal mengangkat naginatanya yang berlumuran darah kemudian menodongkannya kearah Buggy, Mr. 3 dan tahanan lain yang kini sudah memucat. "Jadi, apa lagi yang kalian tunggu!? Pasukan, serang mereka!"
Mendengar perintah dari Hannyabal, para opsir langsung mengangguk kemudian berlari kearah para tahanan. Pertama, mereka menyerang dengan pasukan pedang untuk mengalihkan perhatian. Kemudian, mereka melumpuhkan mereka dengan obat bius yang ditembakkan oleh para Sniper. Tak butuh waktu lama bagi para opsir untuk melumpuhkan para tahanan karena sebenarnya mereka sudah kalah akibat jatuhnya mental. Yang tersisa kini hanyalah Buggy dan Mr. 3 yang kini menghadapi Hannyabal.
Hannyabal merangsek maju. Dengan pedang bermata duanya, dia berusaha menebas Buggy. Namun, saat pedang itu membelah tubuh Buggy, Hannyabal terkejut karena tubuh Buggy kembali menyatu seperti semula.
"Nyahaha! Baka! Aku adalah seorang Noryoku-sha! Aku pemakan buah Bara Bara no Mi! Aku tidak bisa tertebas kecuali kau menggunakan Haki!" Ucap Buggy sambil tertawa bangga.
Mr. 3 memandang Buggy dengan sebuah sweatdrop besar di kepalanya. Sungguh, dia tidak bisa membayangkan seberapa bodoh teman seperjuangannya ini. Memberitahu kemampuan yang dimiliki sekaligus kelemahannya. Oh, sungguh sesuatu yang sangat jenius.
Hannyabal memandang Buggy. "Begitukah?" Kemudian dia mengeratkan pegangannya pada pedangnya. Kemudian pedang itu menghitam pertanda telah terlapisi oleh Haki. "Terimakasih atas sarannya." Ucap Hannyabal kemudian melesat kearah Buggy.
Dengan cepat, Hannyabal berusaha menebas Buggy. Namun, serangannya gagal akibat Mr. 3 yang menarik Buggy menjauh. Yah, serangan Hannyabal tidak bisa dibilang sepenuhnya gagal sih. Terbukti dari luka menganga dibagian perut sang badut.
"ITTAI!"
DOR!
"Candle Shot!"
Hannyabal memutar senjatanya untuk menangkis tembakan lilin Mr. 3. Dia kemudian melompat kedepan untuk menebas sang pria lilin. "Spinning Slash!"
Mr. 3 membelalakkan matanya. Dengan cepat, dia merentangkan kedua tangan kedepan. "Candle Wall!"
Pedang Hannyabal beradu dengan dinding lilin Mr. 3. Putaran pedang Hannyabal terus berlanjut dan semakin mengikis benteng pertahanan Mr. 3. Dan akhirnya dinding itu hancur akibat tak mampu menahan putaran pedang Hannyabal.
'A-APA!?' Mr. 3 membelalakkan matanya saat menyadari kalau pedang Hannyabal kini berputar kearahnya.
"BARA BARA PUNCH!"
BUAKHHH!
Hannyabal terpental kebelakang saat menyadari sebuah tangan terbang dan memukul wajahnya. Dia mengusap wajahnya pelan. "Aku lupa ada kau." Ucap Hannyabal. Sang wakil kepala penjara kemudian melirik kearah samping. Dia tersenyum melihat anggotanya dapat menyelesaikan tahanan lain.
"Wakil Kepala Penjara Hannyabal! Kami akan membantumu!" Ucap para opsir.
Hannyabal mengangkat tangannya. "Tidak. Pergilah, ke Lv. 3. Bantu Saldeath. Setelah itu, pergi ke Lv. 4 dan tahan mereka!" Perintah Hannyabal.
"Baiklah!"Para opsir mengangguk paham kemudian meninggalkan Hannyabal bersama dengan Buggy dan Mr. 3.
Beberapa saat kemudian, ditempat yang berbeda atau tepatnya di Lv. 4. Sebuah kekacauan sudah berhasil diciptakan Naruto dkk. Dengan membuka semua sel di Lv. 4, tentu kepanikan sudah terjadi. Para tahanan yang dibebaskan, kini dengan senang hati bertarung dengan para penjaga penjara Impel Down.
Saldeath, yang sudah tiba dengan para pasukan Blugori setelah menyelesaikan urusan mereka dengan Sphinx pun tak dapat berbuat banyak. Para tahanan ini sangatlah kuat. Mungkin, disiksa selama berbulan-bulan dan bahkan sampai bertahun-tahun telah menempah kekuatan dan daya tahan tubuh para tahanan ini.
Saldeath yang melihat pasukan Blugorinya yang terus berkurang, mendecih tak suka. 'Cih! Sadi… Dimana kau!?'
"Trident Crusher!"
Saldeath memutar Trident-nya kemudian menghantamkannya kebawah. Kemudian, jembatan yang sedang mereka pijaki retak dan kemudian hancur. Para tahanan bahkan para opsir dan para Blugori yang masuk dalam lingkup area Trident Crusher mau tidak mau harus jatuh kedalam panasnya pembakaran di Lv. 4.
"AWAS!"
Semua yang terlibat dalam pertarungan itu kemudian melompat mundur. Menjauhi area retakan Trident Crusher Saldeath. Dan kini Saldeath, Blugori, para opsir dan para tahanan dipisahkan oleh jembatan yang putus.
"Sial! Inazuma!" Iva berteriak pada rekannya itu.
"Aku mengerti!" Inazuma langsung melesat kedepan. Dia menggunting lantai dibawahnya kemudian melipatnya kedepan. Lipatan lantai itu kemudian kembali menghubungkan jembatan yang putus. "Maju!" Ucap Inazuma.
Dan kemudian, para tahanan merangsek maju menggunakan jalan yang dibuat oleh Inazuma. Mereka terus membantai para opsir dan para Blugori yang ada dihadapan mereka. Mereka tersenyum menyadari kalau keadaan berpihak pada mereka. Namun, senyuman itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba saja, para tahanan yang berada didepan terkena suatu ledakan sebelum terlempar kebelakang.
"APA ITU!?"
"Mmmmnhh~ Sepertinya kau sangat tersiksa? Saldeath?" Sebuah suara erotis menghampiri gendang telinga semua orang yang ada disitu.
"Itu Sadi!"
Sang pemilik suara yang merupakan seorang wanita dengan dandanan ala Satan melirik kearah orang yang tadi memanggilnya dengan sangar. "Panggil aku, Sadi-chan!"
"Minoanimals!"
"Persetan dengan itu! Ayo! Hajar mereka!"
Para tahanan berusaha melawan keempat Minoanimals. Minotaurus, Minokoala, Minozebra dan Minorinocheros. Namun, tentu saja para tahanan yang merupakan orang biasa akan langsung kalah dengan para Minoanimals yang notabenenya merupakan Noryoku-sha Akuma no Mi tipe Zoan.
"Sial! Mereka terlalu kuat! Luffy-san, Crocodile, Naruto-san, ayo!" Ucap Jinbe.
"Yosh!" Luffy berteriak semangat.
"Tunggu!"
Semua orang mengalihkan pandangan mereka pada Naruto yang kini dengan tenang berjalan kearah 4 monster yang menghajar para tahanan. Keempat Minoanimals yang menyadari kehadiran Naruto langsung melompat untuk menyerang figur berambut pirang itu. Naruto tetap diam sampai dia mendongakkan kepalanya dan memandang tajam keempat Minoanimals itu.
BZZZTTT!
Sesaat setelah itu, sebuah aura mencekam menguar dari tubuh Naruto. Setelah itu, keempat Minoanimals serta para opsir kecuali Saldeath dan Sadi-chan tiba-tiba saja pingsan dan jatuh terkapar ditempat itu.
"EHHH!?"
Para tahanan bingung walaupun beberapa ada yang paham dengan yang terjadi walau tak dapat mengatasi rasa shock mereka. Termasuk Iva. Dia tentu tahu dengan apa yang dilakukan oleh Naruto. Sebuah kemampuan kuno yang dimiliki segelintir orang termasuk rekannya di Revolusioner -Dragon- yang merupakan kemampuan intimidasi yang dimiliki oleh kaum raja kuno.
"Haoshoku no Haki." Iva mengucapkan dengan nada shock.
Luffy memandangi Naruto dengan pandangan takjub, "Suge! Itu seperti yang dilakukan Rayleigh!"
"EHHH!"
Belum habis rasa shock mereka akan kemampuan sang kakak, kini mereka harus kembali melotot gokil akibat ucapan dari sang adik.
"Kau… Kau kenal dengan Mei'o Rayleigh!?" Tanya salah seorang tahanan.
"Ya! Kenapa? Ada yang aneh?" Tanya Luffy sambil mengupil.
"Tentu saja bodoh! Kau tidak tahu kalau…" Ucapan sang tahanan tadi terhenti saat menyadari sesuatu menempel di pipinya. Agak mendekati bibir sehingga sang tahanan dapat merasakan rasa dari benda hitam kecoklatan yang menempel itu. "…Asin…"
Hening sedetik.
"GYYYYAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHH!"
"AAAaaaaAAAAaaaaAAAAaaaaAAAAAAAA!" Tahanan tadi langsung berteriak keras sebelum bersimpuh dan menggosok-gosokkan pipinya ke lantai.
Semua orang yang ada disitu cengo saat melihat Luffy dengan seenak jidatnya melemparkan 'emas' yang ditemukannya di 'tambang emas' ke pipi tahanan tadi.
Sementara itu di Lv. 2…
"Saldeath! Sadi-chan! Bagaimana kondisi disana!?" Tanya Hannyabal.
"Buruk! Musuh memiliki Haoshoku no Haki! Para Minoanimals, para Blugori dan para opsir sudah pingsan akibat intimidasinya! Hanya aku dan Sadi-chan yang tersisa!" Lapor Saldeath.
'Haoshoku!? Ini sama sekali tidak bagus.' Batin Hannyabal.
"Aku mengerti! Bertahanlah disana! Aku segera tiba!" Kemudian Hannyabal memegang naginataya dan menyandarkannya kepundak kemudian berjalan kearah lift menuju Lv. 4. Meninggalkan Buggy dan Mr. 3 yang dalam kondisi yang sangat buruk. Tergeletak bersimbah darah bersama tahanan lainnya.
"Gin! Bawa pasukanmu menuju Lv. 4!"
Beberapa saat kemudian, Lv. 4.
Hannyabal, dengan tergesa-gesa keluar dari lift. Dia langsung melesat kearah jembatan. Dari kejauhan dia dapat melihat Sadi-chan yang bertarung dengan para tahanan. Dia berusaha menahan mereka walau kondisinya sudah buruk. Saldeath juga bertarung dengan mereka yang lebih kuat. Hannyabal mempercepat larinya dan kemudian melompat setelah jarak antara dirinya dengan jembatan cukup dekat.
Dan akhirnya, Hannyabal tiba didepan Saldeath dan Sadi-chan. Sang wakil kepala penjara melihat kearah belakang. Dia dapat melihat Saldeath dan Sadi-chan yang berada dalam kondisi yang sangat buruk. Tubuh mereka bergetar hebat. Sepertinya kaki-kaki mereka sudah hampir tak sanggup lagi untuk menopang beban tubuh mereka. Tubuh mereka berlumuran darah. Penuh dengan bekas memar dan sayatan. Mata mereka tidak terlihat karena tertutup bayangan rambut (kecuali Sadi-chan karena memang rambutnya menutupi matanya). Kemudian, kedua orang itu melihat Hannyabal. Hannyabal dapat melihat Sadi-chan dan Saldeath tersenyum sebelum akhirnya mereka jatuh pingsan.
"Aku yang akan menghadapi kalian kali ini."
"Minggir!" Ucap Luffy pada Hannyabal.
Namun bukan sebuah jawaban yang diterima Luffy melainkan Hannyabal yang melesat kearahnya kemudian memutar naginatanya. Namun, serangan itu masih dapat dihindari Luffy yang melompat kebelakang.
"Kurasa tidak!" Ucap Hannyabal.
Tak cukup, Hannyabal kembali bergerak maju. Dia mengangkat naginatanya, berusaha melukai Luffy. Namun, Luffy mengambil langkah mundur. Mengaktifkan Gear 2 dan dengan cepat melesakkan serangan pertamanya pada Hannyabal.
"Gomu Gomu no Jet Pistol!"
BAGHHH!
Walaupun sudah ditingkatkan kecepatannya dengan Gear, Hannyabal dengan apik masih mampu menangkis pukulan tiba-tiba Luffy. Berusaha melancarkan serangan balik, Hannyabal memutar tongkatnya yang kini sudah dilapisi dengan api.
"Blazing Hell Wheel!"
Luffy terus berusaha menghindari serangan Hannyabal. Namun, putaran naginata Hannyabal terlalu cepat. Beberapa serangan sukses menggores dan melukai tubuh karet Luffy. Dan, Luffy sang manusia karet yang memiliki kelemahan terhadap benda tajam, tentu saja dapat mengeluarkan darah.
Merasa terdesak, Luffy menapakkan kedua kakinya dan memasang kuda-kuda, dia langsung melesakkan serangan cepat. "Gomu Gomu no Jet Gatling Gun!"
Dengan sigap, Hannyabal berusaha memutar naginatanya untuk menangkis serangan Luffy. Namun, dia masih kalah cepat sehingga beberapa pukulan Luffy berhasil bersarang ditubuhnya dan wajahnya sebelum membuat Hannyabal terpental kebelakang.
"AH ITU DIA!"
Sebuah teriakan menginterupsi mereka semua. Naruto dkk serta Hannyabal melihat kearah sumber suara. Hannyabal yang melihat kearah sumber suara tersenyum. Dia bisa melihat seorang pemuda berambut biru ikal dengan pakaian penjaga Impel Down, beserta ratusan pasukan lain dibelakangnya.
"Gin…" Ucap Hannyabal tersenyum dan mengusap darah yang merembes dari sudut bibirnya.
"Kalian!" Gin menunjuk beberapa orang dari pasukannya. "Amankan Saldeath-san dan Sadi-chan!" Ucap Gin kemudian menunjuk kearah Saldeath dan Sadi-chan.
"Baik!"
" Oke! YARODOMO, SERANG MEREKA!" Perintah Gin pada pasukan-pasukannya.
"HUOOOOO!"
Pasukan Gin berlari kearah kerumunan Naruto dkk. Begitu juga dengan para tahanan. Baku hantam pun tak dapat dihindari. Semua bertarung dengan penuh semangat. Semua berusaha melancarkan tebasan dan pukulan satu sama lain. Sebuah pertarungan yang berlangsung sengit. Hannyabal melihat itu juga tak mau tinggal diam. Dia kembali berlari maju sampai berhadapan dengan 8 orang. Monkey D. Luffy, Daz Bonez a.k.a Mr. 1, Sir Crocodile, Jinbe, Inazuma, Emporio Ivankov, Bentham a.k.a Bon Clay a.k.a Mr. 2, dan Namikaze D. Naruto.
"Aku akan menghentikan kalian! Para kriminal yang mengganggu perdamaian dunia!"
Luffy kemudian melesat maju kearah Hannyabal. "HUOOHH!"
Beberapa menit kemudian…
"Wa…wakil ketua! Jangan paksakan dirimu! Kau bisa mati….!"
Para opsir memandangi Hannyabal dengan pandangan kasihan. Bahkan beberapa dari mereka menangis. Bagaimana tidak? Hannyabal kini berusaha berdiri dengan naginata dan lutut sebagai tumpuan. Sungguh pertarungan yang sangat tak seimbang.
"Wakil ketua…" Gin menggumam.
"Sudah kubilang… Kalian takkan kubiarkan lewat… Demi keadilan dunia aku akan…"
BUAKHHHH!
"WAKIL KETUA!"
Tiba-tiba saja sebuah kaki menghantam wajah Hannyabal. Membuat sang wakil kepala penjara langsung tak sadarkan diri. Seorang pria berperawakan gemuklah yang ternyata menendang wajah Hannyabal. Pria gemuk brewokan itu tersenyum setelah menghajar Hannyabal.
"Sialan! Orang ini bicara tentang keadilan terus! Aku jadi kesal!"
"Wihahaha! Senchō, kau brutal seperti biasa yah…!?" Seorang pria yang tampakknya merupakan kru dari pria gemuk tadi berjalan kearah sang pria gemuk, diikuti oleh beberapa orang lain yang kemungkinan juga merupakan anggota krunya.
Jinbe yang melihat pria gemuk itu membelalakkan matanya. "Marshall D. Teach! Atau bisa kubilang, Kurohige!"
Kurohige melihat kearah Jinbe. "Ho~ Burgess, lihat apa yang kita temukan disini! Sekelompok orang-orang kuat! Dan, oh! Mugiwara dan Namikaze juga ada disini!" Ucap Kurohige yang melihat Luffy dan Naruto diantara orang-orang itu.
Sementara Naruto, melihat Kurohige dengan pandangan membunuh. Dia mengepalkan tangannya dengan sangat-sangat kuat. Orang ini, orang inilah yang menjebloskan adiknya ke penjara. Membunuh Thatch serta menjelekkan nama Shirohige-jiji, dan juga menyeret Luffy kedalam permasalahan ini! Sungguh, rasa benci Naruto tidak terkira pada pria jelek ini.
Luffy membelalakkan matanya. Dia mengingat pertemuannya dengan pria norak ini di Jaya. Namun, sorot matanya berubah saat sadar kalau orang didepannya inilah Kurohige. Mengingat perkataan Nyon-baa padanya yang mengatakan kalau pria inilah yang menjebloskan Ace kepenjara.
"KAU KUROHIGE!?"
"Oh! Aku belum memberitahukanmu tentang namaku ya!? Sedang apa kau disini!? Mugiwara?" Kurohige tersenyum jahat menatap Luffy, "Eksekusi Ace akan dilakukan sebentar lagi. Kau tak mau ketinggalan kan?" Kurohige memanas-manasi Luffy.
"Zehahaha..! Kau tahu, setelah pertemuan kita di Jaya, aku bertemu dengan Ace yang tak lain adalah kaptenku. Yah, aku memang sedikit punya masalahnya." Ucap Kurohige yang membuat Luffy menajamkan sorot matanya.
"Setelah kejatuhan Crocodile, aku berfikir untuk menggantikan posisinya sebagai Sichibukai. Dan aku memutuskan untuk membunuhmu, orang yang telah mengalahkan Crocodile untuk mendapatkan jabatan itu! Namun, betapa mengejutkan saat aku mengetahui kalau Ace menghalangiku karena kau adalah adiknya!" Kurohige menunjuk Luffy.
"Jadi, mengingat Ace yang aku jumpai saat itu, ya sudah, aku bertarung saja dengannya, dan menjebloskannya ke penjara! Zehahahaha… Kau beruntung Mugiwara, kalau tidak ada dia, kau pasti sudah terbunuh!" Sambung Kurohige sambil tertawa.
"Wihaha! Kau tahu, dia bertarung dengan hebat!" Ucap salah satu kru Kurohige.
"Kalau begitu…" Naruto menggeram pelan dari belakang Luffy.
"…KENAPA KAU TIDAK COBA UNTUK MEMBUNUHNYA!?"
DASHHH! BUAKKHHH!
Naruto dengan cepat melesat kedepan Kurohige kemudian melayangkan satu pukulan keperut buncit sang bajak laut.
"URGGHHH!" Kurohige memuntahkan darah dari mulutnya, setelah menerima bogem mentah dari Naruto.
'Bunuh!'
Merasa mendengar sebuah perintah, Naruto mengeratkan pukulannya pada perut Kurohige dan menggumam, "Mokuton : Sashiki no Jutsu!"
JRASHHH!
Kayu-kayu tajam tumbuh dari dalam tangan Naruto kemudian menembus tubuh Kurohige. Semua orang yang berada disitu pun membelalakkan mata mereka. Setelah itu, Naruto menarikkan tangannya dari tubuh Kurohige, Membiarkan tubuh gemuk itu jatuh menghantam lantai.
"SENCHō!"
"BRENGSEK!"
Melihat sang kapten terjatuh, tentu para anggota Kurohige Kaizoku-dan langsung bereaksi dan kemudian melesat kearah Naruto secara bersamaan. Naruto, dengan pandangan datarnya, menjulurkan tangannya kedepan. Setelah itu, dari lantai dibawah mereka, tumbuh kayu-kayu yang kemudian langsung melilit keempat anak buah Kurohige.
"URGHH!"
Mereka sempat memberontak. Namun itu sebelum terdengar bunyi 'crack' dan kayu-kayu melonggar dan menjatuhkan tubuh mereka kelantai. Semua orang yang berada disitu membelalakkan mata dengan mulut yang menganga. Sungguh, mereka tidak menyangka. Kurohige Kaizoku-dan yang dipimpin oleh salah satu Ouka Sichibukai bisa kalah hanya dalam beberapa menit?
Para tahanan kemudian memandang Naruto. Mereka melihat pemuda itu memasang wajah datar yang terkesan gelap dan menyeramkan. Kemudian mereka dapat melihat pemuda itu berlari kearah tangga Level 3.
"Ayo!"
Mendengar teriakan Naruto, mereka langsung disadarkan dari keterkejutan mereka dan kemudian langsung berlari mengikuti Naruto. Mereka sempat melihat Kurohige Kaizoku-dan dari jarak dekat dan dapat melihat dengan jelas darah yang merembes dari mulut mereka.
Setelah berhasil menyusul Naruto, Jinbe berbicara, "Kau…" Jinbe melihat kearah Naruto yang masih berlari. "…Membunuh Kurohige…?"
Yang ditanya hanya diam. Tetap menatap kedepan dengan pandangan datar.
20 Menit Kemudian…
Kini, grup Naruto sudah tiba di depan pintu masuk Impel Down. Tangis bahagia meliputi segenap tahanan yang berhasil mencapai titik ini. Sudah sangat lama bagi mereka tidak melihat indahnya sinar mentari. Tentu hal ini merupakan hal yang sangat membahagiakan.
Jinbe tersenyum. Perjalanan mereka menuju tempat ini juga tak mudah. Mereka harus melewati Sphinx di Lv. 3, melawan beberapa monster serta menyelamatkan Buggy dan Mr. 2 di Lv. 2, kemudian melewati tajamnya Lv. 1.
Namun, masalah baru kini mereka hadapi.
Pertama : Mereka tidak memiliki kapal. Semua kapal perang sudah kembali ke Marine Ford.
Kedua : Opsir Khusus Gin kini menghadang mereka.
Permasalahan pertama berhasil terpecahkan karena Naruto ternyata memiliki kapal rahasia yang dia namakan. 'Kurama'. Dan, permasalahan kedua, juga sudah teratasi karena Bon Clay mengorbankan dirinya untuk melawan Gin.
Luffy dan yang lain tak sanggup menahan tangis saat mengetahui kalau mereka ternyata meninggalkan Bon di Impel Down. Dengan berlinang air mata, Luffy dan yang lain bersujud kearah Denden Mushi yang menghubungkan mereka dengan Bon Clay dan mengucapkan terima kasih, sebelum Bon Clay menutup Denden Mushi itu dan menghadapi Gin.
Dan akhirnya, mereka berangkat menuju Marineford.
To Be Continiue…
A/N : Sepertinya update kali ini agak lebih cepat dari biasanya ya? Hahaha! Saya juga bersyukur bisa update lebih cepat. Yah, tak banyak yang akan saya sampaikan disini. Kelihatannya, FFn sedang sepi yah, terakhir saya cek Review fic ini hanya mencapai 495 Review. Ada apa gerangan? Mungkin karena sedang dalam masa ujian atau hal yang lain?
Tapi saya tidak mempermasalahkan hal itu. Dan yang penting, inilah akhir dari Impel Down Arc dan mulai chapter depan, Marineford Arc sudah dimulai. Bersiaplah untuk battle yang tiada henti dichap-chap depan. Mungkin, pada bagian akhir chap ini, alur menjadi sedikit lebih cepat? Yah, itu karena saya tidak mau menulis ulang apa yang terjadi di Canon.
Tapi, seperti yang anda tahu, Arc Impel Down saya berbeda dengan Arc Impel Down karya Oda Sensei. Pada karya saya, Hannyabal berperan lebih penting pada bagian penutup. Yah, entah kenapa saya merasa ini chara keren abis! Apalagi waktu adegannya melawan Luffy dan kawan-kawan! So Cool!
Yah, mungkin hanya itu yang akan saya sampaikan pada reader sekalian! Namun, saya benar-benar mengharapkan Review dan Fav dari kalian semua..
Review, Review, Review!
See Ya!
Sthricynix, Out.
