Summary: sebuah fict gaje berisikan legenda dan dongeng-dongeng yang diperankan oleh para character inazuma eleven dan inazuma eleven go. My first fict for this fandome
Disclaimer: Inazuma eleven dan inazuma eleven go hanya milik level 5
Warning: gaje, typo, genre yang tidak bermutu, alur yang tak menentu
Note: Kiriichi23-chan no rikuesuto, jangan lupa untuk mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif saat Author bernarasi soal kehidupan Yukirella.
Chapter 11:
Yukirella
Diambil dari dongeng Cinderella
(Author ambil posisi duduk nyante sambil sok-sok megang harpa kecil)
Diiiceerrrriiitttaaakkaaannn... disebuah rumah didekat kerajaan alay, hiduplah seorang pemuda yang lumayan tampan bernama Yukimura. Tapi, karena tindakan Author yang suka nimbrung dan ngegosip bareng charanya, nama Yukimura pun diubah oleh ibu tirinya menjadi Yukirella *Author digebuk Yukimura karena udah seenaknya aja ngubah namanya*.
Setiap harinya Yukirella selalu ditindas oleh ibu dan saudara tirinya... atau mungkin tidak. Mari kita lihat cuplikan kesehariannya...
Yukirella berjalan mendekati tangga rumahnya dengan cepat. Tanpa sengaja ia bertemu salah satu adik tirinya, Taiyou.
"Eh Taiyou! lu udah pel lantai 100 belon!?" tanyanya dengan logat yang begitu WOW sangat sopan sekali.
"Belum... kejauhan sih, lu aja yang ngepel, Yu!" Taiyou menyuruh balik Yukimura dan menyebabkan adegan ini menjadi adegan suruh-suruh pandang *plakk! itu mah curi-curi pandang!
Yukirella merupakan anak yang selalu diasingkan dan dijadikan babu oleh keluarganya, karena hal itulah kulitnya begitu putih dan bersih *plokk!
Ditengah adegan jambak-jambakkan, cubit-cubitan, senggol-senggolan, ejek ortu, maen kartu (?) yang terakhir kita lupakan saja. Anak tertua dari keluarga itu, Hakuryuu, mendatangi Yukirella yang baru saja menang melawan Taiyou yang sekarang sudha bonyo-bonyok depan-belakang, kanan-kiri (lho?).
"Yu, gue minta uang 10.000 buat beli kacang tanah di warung mbok ijo. Kata emak sih buat bikin sate madura, tapi katanya jangan kasih tahu ke Yukirella, jadinya gue minta duit ke elu pake cara gini." jelas Hakuryuu dengan begitu polos tanpa menyadari (sebenernya dia tuh sadar lho) kalo dia ngomong ke Yukirella sendiri.
Dan mendengar ucapan gaje Hakuryuu, Yukirella pun memunculkan perempatan di kepalanya lengkap dengan mobil-mobilan dan motor JP *plakk!
"Minta uang lu bilang!? lu kira gaji gue kerja disini berape? dapet duit aja kagak! malakin penduduk sini aje cuma dapet 5000 per hari. bla bla bla bla bla bla bla" Dan berkat kalimat ini, dapat kita ketahui kalo Yukirella juga merupakan preman kampung.
Mendengar ceramah Yurella yng tak berhenti begitu saja dan sudah berhasil Author sensor dengan kata "Bla", Hakuryuu berlari sambil nangis seperti di anime-anime dan sukses nabrak pintu dan tepar.
Karena terlalu bosan, Yukirella pun berjalan kekamarnya di genteng atas.
"Maaf, Author..." Gouenji yang ternyata dapet peran menjadi emak Yukirella, memprotes ke Author sebentar.
"Iya?" dengan begitu polos Author berbalik dan mendapati Gouenji sedang mengepalkan tangannya dengan begitu kuat.
"Itu perbandingan lantai satu sama gentengnya kena 1:100 gitu ya? kalo perbandingannya kayak gitu, jangankan berdiri duduk pun kami gak bisa lagi!" protesnya sambil menggunakan intonasi yang begitu tinggi melebihi ketinggian gunung everest.
Author hanya bisa garuk kepala monyet mendengarnya. "Tapi, emang Yukimuranya yang maksa gue bikin kayak gitu." ujar Author bohong (pastinya lah) kan dari dulu supaya mereka mau jadi chara disini kan berkat kebohongannya Author.
Yukirella menangis bombay sambil ditemani oleh debu dan tikus yang harlem shake.
"Hiks, kenapa saudara-saudaraku jahat sekali? kenapa mereka memalakku untuk memberikan 10.000 buat beli kacang dan tidak membagi satenya? Kalo gitu aku bakalan maksa mereka masakin steak sama sup jengkol gara-gara tindakan mereka!" ujar Yukirella sambil terus meninju guling yang ia gantung menjadi sasaran tinju.
Yukirella merasa begitu sedih karena keluarganya selalu memalaknya (jangan lupa ubah kalimat aktif menjadi pasif saat Author bernarasi)
Sementara itu dibawah, ketiga antagonis disini sedang bergosip ria.
"Mak, geu pas belanja tadi ngeliat brosur ini nih!" Taiyou yang masih bonyok habis dibully langsung memperlihatkan brosurnya dengan begitu bangga.
"HelloW pAra PendHudhoek DeSA Gw PanGerAN keraJaan InI. Gw Mau nGundang KalIan NiCh! DaTenG yEacH ke uLtaH paRty gUe. Sal4m Imo3t, PanGEr4n Gant3nG, Atsuya" begitulah isi brosur tersebut.
Gouenji dan Hakuryuu sweatdrop membaca brosur tersebut. "Jadi singkatnya pangeran mau bikin pesta birthday trus ngundang seluruh warga negara Indonesia buat datang ke pesta itu?" Hakuryuu memulai pertanyaannya kepada Taiyou.
"Kur, lu jangan bocorin dulu naskahnya! kan belum dikasih tahu kalo ini mau ngundang warga Indonesia. Kagak soerprais nanti!" Taiyou yang tidak setuju dengan ucapan Hakuryuu langsung memprotes sambil sok nginggris.
"Kar, Kur, Kar, Kur! lu kira gue ayam ape? dipanggil kur, lagian kagak perlu dikasih tahu juga orang Indonesia pada sering makan tahu kok!" Hakuryuu mulai ngelawak dan sudah Author bilang itu garing, tapi masih aja diterusin.
Gouenji yang makin sweatdrop dibuatnya langsung menghentikan perang itu sebelum terjadi Perang Dunia ketiga (?). "Sudah, jadi karena menurut skrip kita mesti kesitu gimana caranya kita kesana?" Gouenji pun mengubah topik kembali ke pesta (itu mah malah gak berubah lagi).
"Yang pasti... kita gak boleh ajak Yukirella! Karena dia bisa-bisa ngancurin pesta itu." Taiyou kembali mengusulkan idenya walaupun itu sedikit yah... bener banget sih (lho?).
"Trus, gimana caranya kita kabur tanpa ketahuan? Kalian tahu sendiri kan kalo kita gak izin ke Yukirella bisa-bisa kita dijadiin babu seumur hidup." Sambung Hakuryuu memperingati hari 17 Agustus (eh?)
Gouenji pun tersenyum nista dan mulai tertawa setan.
"Woi! diem dikit! gue mau tidur nih!" Yukirella yang begitu terusik dengan tawa nista Gouenji langsung teriak dengan begitu kenceng sampe ngebuat Author tepar ditempat dan kru lainnya harlem shake.
Taiyou dan Hakuryuu pun langsung menjentikkan jari. "Itu dia! kita pancing pake makanan!" ujar mereka dengan begitu gaje.
"Salah bego! wong orangnya baru mau tidur kok malah dipancing pake makanan? orangnya malah bangun lah!" Gouenji langsung menjitak kepala kedua anak gajenya dan menyebabkan munculnya es krim yang bikin Author menggila sambil teriak "Eskrimku!"
Mendengar teriakan mereka yang begitu gaje, Yukirella keluar dari kamarnya dan menjitak mereka bertiga agar tidak mengganggu tidurnya.
"Kenapa enggak kalian ikat aja ntuh anak trus kunci dalam kamar?" usul Author yang tiba-tiba ikutan nimbrung sambil menyeruput tehnya.
Dengan cepat mereka bertiga melakukan segala cara yang sudah disebutkan Author.
Usai mengikat dan menutup pintu tak lupa mereka juga menuliskan tanda pada pintu itu. Tulisan yang simpel namun bermakna dalam itu bertengger di pintu itu. Ya, sebuah tulisan "Awas, ada anjing galak!" lah yang sedari tadi menemani Yukirella.
Seluruh pemeran antagonis disini pun sudah berangkat ke pesta sedangkan Yukirella yang berhasil lepas dari ikatan beruntun kembali nangis bombay.
"Ya Allah, apa karena aku terlalu cantik ya mereka langsung ngiket akyuh? kalo mereka iri kenapa mereka gak ngomong langsung ke akyuh?" ujar Yukirella dengan begitu alay tak lupa dia menutup mukanya sambil menangis bombay dan ditemani oleh bunyi jangkrik dan spotlight yang menerangi adegannya.
Tiba-tiba terdengarlah bunyi orang sedang makan. "Kek, target kali ini lebih alay nih, gimana?"
"... Sms dari Author sih nuruh bantuin dia." ujar kakek-kakek disampingnya. Yup, reader sekalian! seperti yang kalian ketahui, mereka adalah penyihir keliling kompleks sejahtera, Kirino dan mbah Gugel *plakk! maksudku Mbah Daisuke.
Tiba-tiba sepasang sepatu melesat dan menampar mereka dengan begitu mulus. "Cepat akting napa!?" dan ternyata itu adalah lemparan indah dari Yukirella.
Setelah menerima lemparan penuh kasih sayang itu, mereka pun membaca skrip. "Wahai Yukirella ter... sayang? Kenapa engkau menangis? beritahukanlah IBU PERI INI!?" Kirino yang berkata duluan begitu kaget mendengar.
"Aku ditinggal makan-makan di warung nasi kucing sebelah, ibu peri. Aku ingin ikut, tapi aku tak tahu caranya kesana." ujar Yukirella kembali menangis dengan begitu alay.
"Jelas-jelas disebelah rumah, kenapa gak pergi sendiri dari tadi?" batin duo peri dengan begitu kesal. Mereka terdiam sejenak.
"Tak apa Yukirella, kami akan memberimu pakaian yang indah untuk kau pakai ke pesta itu." ujar Daisuke sambil menepuk pundak Yukirella.
Setelah mengucapkan kalimat itu mereka terdiam. "Tapi, kita gak bisa pake sihir... gimana nih kek?"
Yukirella langsung menepuk keningnya dengan beton. "Cepat jahit sekarang! bikin dulu rancangannya! jangan lupa baca mantra saat menjahit!" Yukirella mulai memerintahkan duo peri yang sekarang tengah menjahit sambil menangis bombay.
"Akhirnya selesai juga! aku tidak percaya aku bisa bikin baju!" ujar Kirino sambil nangis darah. Sedangkan Daisuke hanya bisa angguk-angguk gaje.
Yukirella yang tidak sabaran langsung mengambil baju itu dan memakainya. "Oi! ini bolongan kepala sama tangannya mana!? kepala sama tangan gue nyangkut nih!" teriak Yukirella dengan begitu gaje.
"Tunggu nih gue bikinin bolongannya! eits!" Kirino pun langsung memukulkan tongkat golf yang ia dapet dari mana kearah kepala dan tangan Yukirella.
"Sakit woi! yang serius dong cepetan!" Yukirella semakin menggila dan mulai menyerang kanan-kiri.
Daisuke pun maju kedepatan sambil membawa pisau kecil. "Dasar anak ayam, perhatikan caranya membuat lubang. Begini!" ujar Daisuke sambil menancapkan pisau itu ke Yukirella.
Yukirella pun bangkit dengan begitu kesal. Tiba-tiba baju itu pun ia robek tepat dibagian kepala dan tangan. Dengan cepat ia langsung menjitak kedua peri alay itu. "Kalian mau membunuhku ya!?"
Ditengah kealayan mereka, Yukirella tidak beranjak dari tempatnya. "Aku gak bisa pergi tanpa kereta kencana lah! beri aku itu!" paksan Yukirella singkat.
Daisuke dan Kirino pun saling pandang-memandang.
.
.
.
"Woi! turunin gue! gue gak mau naik gerobak sampah ke istana sebelah rumah!" teriak Yukirella berusaha meminta untuk diturunkan.
Dengan cepat sesuai keinginan, Yukirella pun diturunkan.
"Hati-hati dijalan ya! jangan sampe dimakan serigala ya! pulangnya jangan malem-malem, nanti mamamu marah!" ujar Kirino layaknya emak-emakan.
"Jangan pulang lebih dari jam 12 ya, nanti ketemu penculik!" sambung Daisuke sambil ikut-ikutan.
Yukirella yang malu begitu berat langsung berbalik sebentar. "Istananya kan disamping rumah! gak usah sok akrab!" ujarnya dengan begitu judes.
Kirino pun nangis bombay. "Dia sudah tumbuh dewasa... aku seneng... hiks" ujarnya layaknya ia emaknya *Author ditampar Kirino*.
Begitu sampai di istana, Yukirella berusaha berkeliling mencari sang pangeran tapi ia tidak menemukannya.
"Udah denger belum? katanya pangerannya kali ini gak bakalan muncul soalnya dia mau merhatiin cewek yang cocok jadi calon istrinya diem-diem." ujar penggosip 1.
"Serius tuh? kalo gitu mendingan gue jaga sikap sekarang. Mudah-mudahan gue kepilih jadi istrinya." ujar penggosip 2.
"Kagak, gue yang jadi!"
"Kagak, gue!"
"Gue!"
"Gue!"
Dan perdebatan mereka pun terdengar oleh seluruh penghuni pesta. Mendengar ucapan mereka, seluruh wanita di istana pun berbondong-bondong mencari pangeran.
"Sial, bagaimana caranya aku bisa menemukan pangeran ditengah kerumunan orang banyak kayak gini?" batin Yukirella sambil berlari ke pojok.
Tiba-tiba ia mendengar percakapan orang ditengah keributan pencarian itu.
"Anda pangeran ya?" ujar gadis x.
"Eh? kok bisa tahu?" dengan polosnya Pangeran Atsuya menjawab ucapan gadis x sambil tersenyum.
"Itu soalnya anda memakai tanda pengenal bertuliskan "Aku pangeran Atsuya", makanya aku tahu" Author sweatdrop, Yukirella kepeleset, kru tepar mendengar penjelasan gadis x.
Mendengarnya, seluruh gadis langsung berbondong-bondong mendatangi pangeran berpapan pengenal itu.
"Tenang semuanya! karena ini acara ulang tahun pangeran, maka Pangeranlah yang memilih kalian. Kita akan menggunakan sistem lotere. Mulai berhitung dari gadis gaun hijau!"
Setelah 1.000.000 orang berhitung...
"Dan yang akan berdansa dengan pangeran adalah... gadis bernomor lotere 7, sesuai dengan angka favorit Author! Yukirella!" mendengar pengumuman itu, seluruh gadis langsung menggebuk Author yang dengan seenak kaki memilih begitu.
Yukirella benar-benar tidak menyangka akan terpilih untuk menjadi pasangan dansa pangeran.
"Jadi... kau yang akan berdansa denganku?" ujar Atsuya sedikit sweatdrop.
"Iya pangeran, nama saya Yukirella tapi kalo malem jadi Sutiyem. Nama akun twi**er saya _Yuki."
Mendengar hal itu, Atsuya hanya menjulurkan tangannya dan tidak meraih tangan Yukirella.
1 abad lewat *plakk! (kelebihan woi!)
"Aku gak tahu kenapa, hanya dengan melihat wajahmu saja, aku sudah tidak bisa mengulurkan tanganku secara sempurna." ujar Atsuya pelan.
Yukirella pun semakin kesal dibuatnya. Dengan cepat dia mencengkram tangan Atsuya.
Bertepatan adegan itu, bel tanda jam 12 pun berbunyi.
"Eh, jam 12? bukankah seharusnya kau harus pulang?" ujar Atsuya.
"Maaf, pangeran. Tapi begitulah..." ujar Yukirella sambil menutup mulutnya.
Dalam hati Atsuya berjingkrak-jingkrak mengetahui kenyataan ini.
"Maaf, permisi..."
Yukirella pun berlari pulang tetapi sesampai di pintu keluar, ia bertemu duo peri.
"Jangan, lupa untuk meninggalkan sepatumu untuk pangeran." ujar Daisuke memperingatkan.
"Tapi pangerannya? (melihat pangeran sejenak) Dia malah nonton film Dora! baiklah aku akan melempar sepatuku ke dekatnya!" ujar Yukirella.
Yukirella pun melempar sepatu haknya. Dan tanpa sengaja sepatu itu tepat mengenai kepala pangeran yang sekarang sudah tepar.
"Semoga berhasil!" begitu pula peri yang menghilang karena tidak ingin mendapat masalah.
"Berhenti kau! kau kami tangkap karena telah mencelakakan pangeran Atsuya!"
(kembali make harpa kecil) Dan itulah akhir dari nasib Yukirella yang dipenjara karena melempar sepatu kearah Atsuya.
~OWARI~
Behind Scene:
Fuyuri: ochikaresama minna-san XD
Yukimura: kenapa aku jadi gitu? kenapa harus aku?
Fubuki: Yukimura, sudahlah jangan nangis lagi, kutraktir es krim deh.
Fuyuri: ES KRIMKU! *lari nyari es krim*
Tenma: huwaa! untung aku gak muncul-muncul ya senangnya aku~ XD
Gouenji: Btw eniwey baswey, ini kita kagak bales review? itu Author gak mungkin bisa baca lah sekarang.
Shindou: baiklah, aku akan mulai duluan! (baca teks Author) Detective Naoto: yak, arigatou reviewnya! hontou ni arigatou, Nao-chan! syukur banget kalo fict ini bisa bikin ketawa dan menghilangkan stress XD seneng banget (udah pastilah). Kinako anak emas pak ustad? oh iya aku baru nyadar itu... OAO (kamu yang bikin ok kamu yang baru sadar!?) Fey kan anaknya easy going gitu~ jadi santai banget. Asurei jangan disamain sama Koromaru dong, kasian Koromaru disamain sama papi Asurei (Asurei kan seharusnya juga kelinci OvOu). yak, sekian.
Kirino: untuk Kizuna Zoggakyuu: iya makasih banyak banyak reviewnya XD. Jadi pertama, iya saya kan kemaren baru baca ulang ntuh dongeng dan nyadar, kalo gini ceritanya... kelinci gue (sejak kapan?) jadi anak durhaka banget nih, tapi sekali-sekali gak apa deh jadi antagonis. Trus kedua, makasih atas reviewnya ditengah kegalauan saya milih dongeng yang banyak banget. Mungkin aku bakalan nambahin dongeng Indo lagi XD sekali lagi makasih req dan reviewnya XD sekian.
Fubuki: kali ini untuk Takahashi Tomoya-chan: oh iya dong Fuyurin gitu lho! X9 *narsis terus digebukin anggota The BERAS*, btw, arigatou udh mau ngereview mulu dari awal Tomoyan XD. sekarang gak perlu takut lagi kan ke kuntilanak (lho?) kalo mau minta tanda tangan nanti kukasih ke dia tenang aja. Btw, yang macan tutul itu... beneran kamu mikir itu Quartet Night? (ini review pas di sekolah) maaf deh, entah kenapa seru nih nulis alay. Itu tulisannya Quartet Macan plesetan dari Trio Macan XD. Arigachuu reviewnya ya, jaa~ XD/
Fey: selanjutnya Megumare Hikaru-nee: haha, itu sebenernya pelajaran Yu pas masih di SD (yaiyalah). Huwaa! Tadaima! *meluk, ditampar*, iya ini saya ambil dari Sangkuriang a.k.a Tangkuban Perahu. berhubung ada yang nge-req (arigatou Gia! XD/). eh? parodi Fey? referensi? Yu ada ngasih itu ya? kapan? OvO? Karena Yu waktu itu gak sempat baca full cerita aslinya lagi jadinya Yu bikin mati... huks TT^TT. Iya makasih banyaka reviewny nee-chan XD/ tepat dari Cinderella, ini baru aja Yu update XD. sekian dadah!
Kinako: lanjut! Mori Kousuke18: Eh? masa sampe ngakak beneran? *muka polos*. Waks! jangan senpai-senpai yang kece dong! DX nanti Quartet Night malah jadi artis dangdut (lho?). Aku juga pas bikin mikir Guguk + manusia = kelinci? sejak kapan itu jadinya? OxO yang penting selesai dengan lumayan memuaskan XD *plokk! makasih reviewnya Hera! dadah!
Tenma: dan yang terakhir untuk tamu yang baik hati mau review, Tenma sie bolank: untuk yang selanjutnya... maaf tapi yang chapter ini sudah direquest QAQ tapi tenang aja, saya akan membuatnya di chp selanjutnya yang akan saya upload setelah UKK XD untuk dongengnya dongeng apa pun gpp kan? kalo gitu saya milih dari luar dulu deh, masih bimbang. Makasih sudah memuji dan mereview ini dngan senang hati XD diharapkan masih semangat baca.
Fuyuri: huwaa! reviewnya mulai banyak! X'D aku terharu banget. Moga-moga makin banyak yang berminat baca.
Taiyou: iya, dengan begitu Author bisa pergi dengan tenang
Fuyuri: *mukul Taiyou* apaan itu!? sudahlah, slogan! ichi ni san!
Yukimura: chapter selanjutnya belum dibacain lho...
Fuyuri: oh iya ding... Tenma-kun silahkan.
Tenma: jikai! Three Whisker Teen. Ung, kenapa didalam teks ini ada tulisan "tokoh utama: Matsukaze Tenma"?
Fuyuri: itu berarti kamu jadi tokoh utamanya Tenma-kun... o3o yosh slogan! ichi ni san! Inazuma Fairy Tale!
All: This is the most gaje and worse place in the world! jaa, ne!
Review?
