Disclaimer : ©Naruto milik Masashi Kishimoto
Genre : ©Adventure, Romance, Hurt/comfort
Warning : ©Typo bertebaran, Ooc, Sharingan Naru, Mask Naru, lime, lemon dan alur lambat.
Not like! Dont read!
.
.
Gedung Hokage
"Misi selesai, Hokage-sama." Setelah merampungkan misi, Naruto beserta tim 7 keesokan harinya menempuh kurang lebih 8 jam dari perbatasan desa Kiri, dan kini Naruto telah tiba dikantor Hokage untuk melapor.
Disana diruangan Hokage terdapat 5 shinobi selain Naruto dan Sandaime Hokage, mereka adalah anggota tim 7 minus Hinata yang sedang dirawat dan Kakashi Hatake.
"Apa ada korban sipil?" Hiruzen bertanya dengan nada tegas, was was jika sampai ada korban sipil.
"Tidak ada, mereka semua selamat. Para korban sudah saya serahkan ke pos ninja Konoha terdekat. Mereka berjanji akan mengabarkan anda jika para korban sudah kembali ke rumah masing masing dengan selamat. Ini adalah laporan mengenai misi kemarin." Naruto mengambil sebuah scroll dari saku rompi nya lalu menyerahkan scroll itu ke Hiruzen.
"Baiklah, bagaimana dengan musuh?" tanya Hiruzen sambil menerima scroll dari Naruto
"Semua tewas. Didalam scroll ini terdapat mayat Taro dan Sasame. Sedangkan kamp musuh hancur total." Setelah itu Naruto menyerahkan scroll kedua yang berisikan mayat dari Kedua nuke-nin tersebut.
'Dia telah berkembang' batin Kakashi dengan bangga.
"Kerja bagus, kalian melakukan misi lebih cepat dari yang aku harapkan. Sekarang kalian semua boleh pergi kecuali Naruto, aku ada perlu denganmu." Hiruzen berkata tegas. Mereka semua mengangguk paham. Ketika ingin berbalik,Naruto menghentikan langkah mereka berlima.
"Apa dari kalian ada yang bersedia makan siang bersama ku? Aku yang traktir." Naruto menawarkan dengan senang hati
"Maaf ya Naruto, aku ada urusan pribadi." Anko menjawab sambil menatap Kakashi dengan sedikit tersipu malu.
Naruto dan Kurenai tersenyum geli mendengar jawaban Anko, sedangkan Sasuke dan Sakura hanya acuh dengan gerakan mengangkat bahu.
"Semoga kalian berdua menikmatinya." Naruto tersenyum mengejek seraya menatap mereka berdua.
Buagh
"Diam saja kau gaki." Anko yang merasa malu karena kalimat Naruto lontarkan langsung menghadiahi Naruto jitakan kasih sayang.
"Ittai, tidak perlu memukul sekeras itu Anko." Naruto menjawab dengan mengelus elus kepalanya yang baru saja mendapat bogem mentah dari Anko
"Hn" adalah jawaban singkat Anko. Dia dan Kakashi kemudian membungkuk hormat kepada Hokage sebelum mereka benar benar meninggalkan ruangan tersebut.
"Aku harus membantu orang tuaku di toko. Maaf." Kini giliran Sakura yang menolak halus ajakan Naruto.
"Daripada makan siang bersamamu lebih baik aku berlatih." Celetuk Sasuke dengan nada menyindir.
"Begitu ya, mungkin lain kali saja." Naruto mengangkat bahu
"Tentu, dan juga selamat bersenang-senang." Sakura langsung bergegas keluar dari ruangan Hokage disertai kedipan menggoda.
Naruto sedikit terkejut begitu juga Kurenai, Sasuke yang melihat itu hanya tersenyum geli sebelum dia menghilang dengan shunsine.
"Kurasa mereka semua sengaja menolak ajakan mu agar yahh hmm begitulah." Kurenai berkata dengan blush on. 'Akhirnya aku bisa menghabiskan waktu bersamamu.' Batin Kurenai girang
"Aku akan menemuimu di luar." Naruto menjawab dengan senyum.
Kurenai membalas senyuman nya lalu bergegas keluar dari ruangan tersebut. Tanpa Naruto sadari Hiruzen tersenyum ketika melihat interaksi tersebut namun senyuman itu lenyap digantikan oleh tatapan serius, dia kemudian membuat sebuah isyarat dan Naruto merasakan bahwa ke empat Anbu penjaga Hokage melesat meninggalkan ruangan itu.
Hiruzen kemudian mengaktifkan segel silent dan memberi isyarat agar Naruto duduk di depannya.
AN : Ruangan Hokage disini bukan seperti Era Tsunade, Kakashi maupun Naruto. Bayangin saja sebuah ruangan dengan lantai kayu, hanya terdapat meja dan tanpa sebuah kursi. Seperti ruangan Hokage di era Hiruzen.
"Naruto, apa kau yakin telah memilih jalan yang benar dengan mencintainya?" tanya Hiruzen serius
Naruto memejamkan matanya rapat rapat disertai helaan nafas.
"Entahlah jiji." Naruto menjawab dengan ragu ragu, hatinya kini menjadi bimbang.
"Berapa lama lagi sebelum hari H?" tanya Hiruzen dengan sedih
"20 hari lagi" jawab Naruto dengan tenang
"Apa kau tahu, hatinya akan hancur ketika setelah mengetahui perbuatanmu. Apa yang membuatmu melakukan ini padanya?" Perkataan Hiruzen sedikit menyentak Naruto.
"Kau memang sudah ku anggap keluarga jiji, tetapi ada sesuatu dalam hidupku yang hanya aku yang berhak memutuskan. Aku akan melakukan misiku demi desa dan sisanya bukan urusanmu. Aku punya hak untuk memilih jalanku sendiri." Naruto menjawab pertanyaan Hiruzen dengan nada kasar. Hiruzen memejamkan matanya, Naruto benar seharusnya ia tak perlu mencampuri urusan pribadi Naruto terlalu dalam.
"Baiklah jika itu kehendakmu. Dengar persiapan misi sudah dilakukan, aku ingin kau bertemu komandan Anbu Konoha." Hiruzen lalu mengangkat satu tangannya ke atas seperti sebuah isyarat.
Kemudian tak lama setelah itu muncul sesosok tubuh kayu dari lantai yang dipijak Naruto, lama kelamaan tubuh kayu tersebut mulai berubah wujud menjadi seorang shinobi yang berpakaian Anbu. Naruto tercengang, dia sama sekali tidak merasakan kehadiran pria ini di ruangan Hokage, sungguh sesuatu yang diharapkan dari seorang komandan Anbu.
Shinobi itu berpakaian hitam, memakai pelindung dada dan lengan abu-abu, sarung tangan hitam, serta wajahnya yang ditutupi oleh topeng bermotif serigala.
"Naruto Uchiha" kata shinobi itu dengan tenang. Hiruzen telah memberi pengarahan terhadap komandan Anbu tentang kebenaran Naruto dan juga keahliannya. Tentu saja membuat komandan Anbu tersebut shock.
"Suatu kehormatan bertemu denganmu, Taichou." Naruto membungkuk hormat.
Deg
Naruto melebarkan matanya ketika merasakan chakra dari komandan Anbu tersebut
"Chakra ini, tidak salah lagi chakra ini sangat mirip dengan-" penjelasan Naruto dipotong oleh Hiruzen
"Shodaime Hokage"
"Mustahil, kau adalah orang kedua setelah Hokage-sama yang mengenali chakra ku." kata komandan Anbu itu dengan nada terkejut.
"Sekarang aku mengerti kenapa Anda memilihnya Hokage-sama. Dia memang berbakat." komandan Anbu tersebut memberi pujian tulus terhadap Naruto karena analisanya tepat.
"Jadi, apa rencanya." Tanya Naruto to the point
"Aku dan Hokage-sama telah memikirkan rencana nya, tapi sebelum itu sebuah kehormatan besar memiliki shinobi sepertimu dalam pasukan Anbu black ops Konoha. Pengorbananmu pasti akan menyelamatkan desa." kata komandan Anbu dengan tegas
Hiruzen dan komandan Anbu tersebut kemudian menjelaskan seluruh rencana yang akan dilaksanakan Naruto. Awalnya dia sempat terkejut dengan rencana yang mereka buat, tapi menyadari betapa pentingnya keselamatan desa, dia tak segan melakukan apapun demi desanya tercinta.
"Kurasa inilah saatnya."
.
xXx
.
Diluar ruangan Hokage, Kurenai sedang menempelkan telinganya pada dinding pembatas, harap-harap mendapat secuil informasi dari perbincangan Naruto dan Sandaime Hokage.
Jika bukan Karena perintah Hokage agar keluar dari ruangannya, ia mungkin tak kan sudi.
Kriet
Tap tap tap
Pandangan Kurenai teralih ke pintu, akhirnya setelah menunggu kurang lebih 30 menit kini pintu ruangan Hokage terbuka lebar memperlihatkan Naruto yang sedang melangkah dengan tatapan kosong, iris nya seperti kehilangan sebuah cahaya harapan. 'Apa yang terjadi?' pikir Kurenai cemas. Dia sama sekali belum pernah melihat Naruto seperti itu.
Sreet
Iris Naruto bergeser pandangan nya kearah kanan, wajah yang tadinya menyiratkan kesedihan kini lenyap tergantikan oleh senyum lebar. Tapi si nyonya genjutsu tahu senyuman itu adalah sebuah senyuman palsu.
"Apa kau baik baik saja?" tanya Kurenai cemas
"Aku baik-baik saja, pembicaraan kakek tua itu tadi sangat membosankan. Jangan khawatir." Naruto mencoba tersenyum.
"Kau tidak membohongiku kan?" Kurenai menatap iris Naruto dalam dalam, mencari sebuah kebohongan dari iris blue saphire milik Naruto.
"Kau tidak menpercayaiku hemm?." Jari Naruto tergerak menyentil dahi Kurenai
Ctakk
"Aww, sakit Naruto." Tidak terima dengan perlakuan itu, Kurenai membalas dengan menyikut perut Naruto lumayan keras.
"Ugh! kau menyikut terlalu keras Kurenai-chan." Naruto mengaduh memegangi perutnya dengan ekspresi yang dibuat buat. Kurenai terkikik geli melihat tingkah kekanakan kekasihnya itu.
'Tingkah nya itu seperti anak kecil...tapi aku menyukainya.' Batin Kurenai dengan blush on..
Kruyuk
"Ah! kurasa perutku ini sudah tidak kuat lagi menahan lapar. Bagaimana kalau kita makan ke restaurant Hebi? Kudengar masakan di restauran itu paling enak." Tawar Naruto
"Iya aku tahu, tapi harga per menu nya sangat mahal Naruto." Bentak Kurenai dengan nada pura marah
"Jika dengan itu bisa membuatmu bahagia, kenapa tidak. Ayolah aku tahu kau sangat suka makan." Naruto lalu menggaet lengan kiri Kurenai dan menggenggam jemarinya.
"Beradu argumen melawanmu sama saja melawan sebuah batu." Kurenai tersenyum, hatinya senang ketika Naruto sangat peduli padanya.
'Dia sangat cantik ketika tersenyum, aku berharap bisa melihat senyuman itu setiap saat.' Batin Naruto senang
"Baiklah, ayo berangkat."
Skip
Apartemen Kurenai
Sore hari
"Terima kasih telah mengantarku pulang Naruto-kun, aku sangat mencintaimu." Dengan gerakan tiba tiba, Kurenai menurunkan masker yang Naruto pakai dan langsung mengecup bibir manis itu.
Naruto yang mendapat perlakuan seperti itu tidak tinggal diam, perlahan lahan dia mulai membalas ciuman panas Kurenai.
Tangan Kurenai yang semula diam kini perlahan menuju ke selangkangan Naruto dan mulai membelainya dengan nakal
"Kau tahu, wanita cantik sepertimu seharusnya tidak melakukan hal 'itu'. Sulit untuk menolak perlakuanmu ." Naruto berkata dengan seringai nakal.
"Kalau begitu jangan menolak." Jawaban simple terlontar dari mulut Kurenai.
Seolah mendapat sebuah kode, Naruto lekas mendorong tubuh Kurenai ke pintu. Kurenai cukup terkejut dengan perlakuan Naruto. Dia dengan lembut menahan dada bidang kekasihnya itu dengan kedua tangan nya. Naruto yang melihat itu hanya menatap Kurenai bingung.
"Masuklah dulu, atau kau ingin melakukannya di depan umum hemm?" Kurenai bertanya dengan seringai jahat, entah kenapa dia sangat suka menggoda Naruto.
"Ah t-tidak a-aku tidak bermaksud-" Naruto tergagap malu, pipinya kini mulai memerah seperti tomat.
"Shh..tidak apa-apa." Kurenai dengan cepat meletakkan jarinya ke bibir Naruto membuat si pirang menghentikan ucapannya.
Ceklek
Kurenai lekas membuka pintu apartemennya dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya berada di leher Naruto yang sedang mengecup leher jenjang miliknya dengan penuh nafsu.
Tangan kanan kurenai terarah pada skakel lampu yang berada disebeleh pintu, namun tiba tiba Naruto menghentikannya. Kurenai menatapnya bingung.
"Lebih baik seperti ini." Naruto berkata dengan suara menggoda
Naruto lantas mengaktivasi sharingannya, mata merahnya itu membuat Kurenai terpesona.
"Kau benar-benar terlihat jauh lebih seksi dengan Sharinganmu itu." kata Kurenai dengan erangan ketika Naruto memberi kecupan kecupan lembut.
"Benarkah?" bisik Naruto tepat di sebelah telinga kanan milik Kurenai. Naruto dengan lembut menggigiti telinga Kurenai, mengirimkan sebuah sensasi kenikmatan luar biasa.
Merasa tidak ingin dikalahkan oleh, Kurenai mulai menciumi balik leher Naruto. Dan kini si pirang itu mulai merasakan kejantanannya mulai ereksi.
Naruto tidak tahu mengapa dia begitu sangat bahagia, padahal sebelumnya dia pernah melakukan hubungan seks, tapi kali ini sensasinya benar-benar berbeda. Walau mereka baru saja mulai tetapi rasanya seolah-olah dia berada di dunia baru yang dihuni gumpalan nafsu.
'Mungkin itu karena aku mencintainya.' pikir Naruto
Dia kemudian mengangkat tubuh Kurenai menggendongnya ala bridal style dan mulai melanglahkan menuju kamar.
Sesampai dikamar Naruto langsung membaringkan Kurenai sambil terus menciumi bibir lezatnya. Bibir Kurenai memang memabukan bagi Naruto, tekstur nya lembut, halus dan lezat. Ditambah lagi aroma lipstiknya benar-benar menyenangkan.
Tangan kiri Naruto kini beralih ke payudara milik Kurenai. Meremasnya dengan kuat hingga membuat Kurenai mendesah
"Lebih ... Naruto ... terus ... mhh!" Kurenai berujar dengan napas terengah engah, sensasi itu benar benar ingin membuatnya fly.
Naruto terkejut ketika Kurenai membalikkan posisi mereka dan sekarang Kurenai berada di atasnya. Senyum nakal terciprat pada matanya.
"Giliranku," Kata Kurenai dengan nada menggoda. Dia kemudian melepas rompi, kaos dalam serta masker milik Naruto.
'Dia memang liar.' pikir Naruto sambil menyeringai
'Kau benar-benar memiliki selera yang bagus pada seorang wanita nakal.' kata Kurama dengan bangga
'Kali ini aku setuju denganmu, Kurama.' Jawab Naruto dalam batin
Naruto mengerang ketika Kurenai mulai menciumi dadanya meninggalkan tanda merah bekas lipstik yang dipakainya.
"Ahh ... Kurenai-hime ..." Desah Naruto.
Entah kenapa Kurenai merasa bahagia ketika Naruto memanggilnya 'Hime', itu membuatnya merasa istimewa dimata Naruto. Mereka berdua memang tidak sering menggunakan sufiks -kun atau -chan, tapi saat ini panggilan 'Hime' benar-benar membuatnya bahagia.
Setelah puas menciumi dada bidang Naruto, kini Kurenai perlahan merangkak mundur menempatkan wajah cantiknya tepat diarea selangkaan kirinya mulai mengelus sebuah gundukan yang ada di depan wajahnya.
Kreett
Restling celana Naruto kini terbuka menampakan sebuah boxer bergambar kodok. Setelah dengan susah payah melepas celana Naruto, Kurenai mulai menurukan perlahan celana boxer yang dipakai Naruto.
Cuingg
Kurenai kaget ketika melihat penis Naruto. Untuk seorang remaja yang baru berusia 15-16 tahun, ukuran itu cukup besar. Dia yakin pertumbuhan hormonnya Naruto terlalu cepat dari remaja kebanyakan.
'Penisnya sangat besar dan keras.' pikir Kurenai yang takjub. Tangan nya kini beralih membelai penis besar Naruto, dan mulai memberi jilatan jilan kecil pada batang penis Naruto.
"Ahh rasanya benar benar nikmat."
Naruto menegang ketika merasakan sensasi tiada tara pada penisnya, dia menghirup napas dalam dalam lalu mengeluarkannya dengan kasar. Kurenai yang melihat itu hanya tersenyum dan terus memperluas area jilatan nya.
"Sial, kau benar benar luar biasa!" Naruto mengerang nikmat untuk kedua kali.
Puas menjilati batang penis Naruto, mulut Kurenai mulai menghisap kepala penis itu. Hisapan perlahan turun hingga ke buah zakar milik kekasihnya.
Kurenai menaikan wajahnya lalu perlahan mulai mengulum penis besar itu. Naruto mendesah nikmat, sensasi didalam mulut Kurenai benar benar membuatnya merasa gila. Dia seolah berada di dunia baru penuh dengan kenikmatan, perasaan ini seolah-olah dia di surga sedang berhubungan seks dengan seorang dewi.
Kurenai benar-benar seorang dewi. Wajah cantiknya, payudaranya yang besar, lekuk tubuhnya, semuanya membuatnya gila.
Kurenai mulai menaik-turunkan kuluman pada penis Naruto, rasanya benar benar hangat. Dia senang bisa memuaskan pria tercintanya, dia tersenyum ketika melihat ekspresi wajah Naruto.
Beberapa menit kemudian ia bisa merasakan penis Naruto mulai berkedut, dia tahu sebentar lagi Naruto akan keluar. Karena itu dia mempercepat kulumannya.
"Kurenai, aku akan segera k-keluar!" Naruto berkata sambil menikmati sensasi itu.
Kurenai terus mempercepat kulumannya, menghiraukan teriakan nikmat Naruto.
"KURENAI!"
Croot Croot Croot
Kurenai bisa merasakan sebuah cairan kental memenuhi mulutnya. Rasanya bervariasi asin, manis kental bercampur jadi satu. Dia pernah mendengar cerita tentang rasa sperma yang kata kebanyakan wanita rasanya tidak enak. Tapi dia segera menepis pemikiran itu, dia benar benar menyukai rasa sperma Naruto.
Naruto terengah-engah, Kurenai benar-benar tahu bagaimana cara memuaskan seorang pria. Dia berkeringat deras dan aromanya membuatnya lebih terangsang.
Glek Glek Glek
Setelah Naruto mencabut penisnya, Kurenai langsung menelan habis cairan itu.
"Hah hah...itu tadi luar biasa ... tapi sekarang giliranku!" Naruto dengan cepat membalikkan tubuhnya.
Naruto sekarang di atas tubuh Kurenai, dia benar-benar menikmati sifat dominan Naruto. Kurenai memang suka mendominasi tetapi dia lebih suka ketika didominasi.
Naruto langsung merobek Tshirt Kurenai serta melepas bra-nya dengan kasar. Naruto sudah tidak tahan, akal jernihnya sudah tertutupi oleh nafsu.
Dia lalu meremas pelan payudara Kurenai dan hal itu membuat pemilik mata ruby itu mendesah tak karuan.
"Ahn Naru emhh." Erangan nikmat keluar dari mulut Kurenai.
Naruto mulai mengecup lembut payudara Kurenai dan langsung mengulum puting susu Kurenai.
"Ahh Naru h-hisap terus...y-ya seperti itu." Kurenai benar benar dibuat keenakan oleh Naruto.
Setelah Naruto merasa puas bermain dengan payudara Kurenai, Naruto lalu perlahan melepas celana Kurenai. Dia kagum ketika melihat tubuh polos Kurenai. Kata-kata pun tidak bisa menggambarkan betapa indah nan seksi tubuh Kurenai. Pipi Kurenai memerah ketika Naruto menatapnya terus menerus tanpa berkedip.
"Kau benar-benar seorang dewi, Kurenai" Naruto terhipnotis ketika melihat vagina merah jambu tanpa bulu milik Kurenai. Mendengar pujian seperti itu dari kekasihnya membuat wajah Kurenai tambah memerah
Naruto lalu membuka lebar kedua kaki jenjang mili Kurenai. Dia lalu menelusupkan kedua tangan nya pada lutut bagian dalam Kurenai dan sedikit mengangkatnya.
"Kau benar benar sudah basah ne Kurenai." Lidah Naruto menjulur keluar langsung menjilat vagina basah Kurenai. Dan hal itu seketika membuat paha Kurenai menegang.
"Oh Kami ... Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!" Kurenai mengerang tak karuan. Tangannya terulur ke bawah langsung mencengkeram surai pirang itu dengan erat. Dia sedikit melengkungkan punggungnya ke atas akibat jilatan Naruto.
Naruto bisa merasakan cairan kental dari vagina Kurenai mulai membanjiri mulutnya. Bau harum serta rasa dari cairan kental itu sangat memabukkan.
Slurp Slurp
Naruto sedikit demi sedikit menelan cairan kental itu. Jilatannya kini semakin dalam hingga menemukan sebuah benjolan kecil. Ia lalu menjilat bagian itu dengan rakus.
"NARUTO!"
Kurenai berteriak kegirangan, sementara Naruto terus menjilati dan menjulurkan lidahnya jauh lebih dalam membuat Kurenai mencengkram surai pirangnya dengan kukunya. Namun Naruto mengabaikan rasa sakit yang disebabkan oleh cengkeraman Kurenai dan hanya fokus memberikan kesenangan untuk Kurenai lebih dan lebih.
"Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh ..!"
Tubuh Kurenai menegang gemetaran, keringatnya bercucuran akibat sensasi luar biasa dari orgasme pertamanya. Dia merasa seakan tubuhnya hancur berkeping-keping kecil melebur dalam sensasi kenikmatan tersebut.
Wanita bermata merah ruby mengerang puas, detak jantungnya mulai melambat dan gemetarannya mulai mereda. Kurenai membuka matanya kembali dan mengarahkan pandangannya ke bawah. Dia melihat Naruto tengah tersenyum padanya, wajahnya yang tampan berkilau karena cairan kental miliknya.
Naruto bergerak mendekati wajah Kurenai yang tersenyum lalu mengecupnya sekali lagi. Kurenai bahkan tidak keberatan mencicipi cairan manis miliknya sendiri.
Naruto menatap Kurenai dengan senyum hangat, dia tahu apa yang akan terjadi jika mereka tidak berhenti.
"Kita harus berhenti sekarang." kata Naruto dengan tenang
"Apa?" Jawab seorang Kurenai yang terkejut
"Maksudku, aku mengerti jika kau pasti tidak ingin melanjutkan kegiatan ini lebih jauh-" Perkataan Naruto terputus ketika Kurenai menggelengkan kepalanya.
"Tiduri aku sekarang juga!" Kurenai memerintah dengan nada manja
Kurenai tidak ingin berhenti sekarang, setelah menerima begitu banyak kesenangan dia tidak mungkin menghentikan aktivitas intim mereka berdua.
Naruto mengangguk lalu memposisikan kemaluannya tepat didepan bibir vagina Kurenai yang sudah sangat basah.
Bleshh
Perlahan lahan penis besar itu menerobos masuk ke dalam vagina Kurenai membuat pinggul mereka saling bersentuhan.
"Akhh...Akhirnya kau ada dalam diriku ... Naruto-kun!"
"Kurenai-chan ..."
Naruto tidak bisa berkata apa-apa lagi saat penisnya berhasil masuk kedalam seutuhnya kedalam vagina Kurenai. Dia tidak merasakan adanya selaput dara yang menandakan seorang yang masih perawan. Mungkin Karena Kurenai adalah seorang Kunoichi yang giat berlatih hingga menyebabkan selaput dara miliknya robek efek dari latihan keras Kurenai tanpa disadari.
Kurenai merasa senang dengan semua ini, perlahan dia mulai menggerakkan pinggulnya.
Naruto yang mendapat kode perlahan mulai menggerakkan pinggulnya sehingga membentuk sebuah irama.
"Ahh ...terus !"
"Kurenai .. vaginamu sangat sempit."
Kurenai mengerang kenikmatan ketika Naruto terus memompa pinggulnya. Rasa hangat dan basah memenuhi vaginanya, dia sudah tak bisa berpikir jernih. Kedua telapak tangannya menggenggam sprei di bawahnya dengan sangat erat. Dia terus mengerang kesenangannya saat Naruto terus memompa lebih dalam.
"Terush! Lebih cepat Naruto!"
Naruto saat ini seperti berada di surga. Dia seperti ketagihan dengan sensasi itu. Dia terus meningkatkan intensitas dorongan pinggulnya lebih cepat dari sebelumnya.
Kemudian ia mengangkat kedua kaki jenjang Kurenai lalu diletakkan di pundaknya dengan maksud agar penis nya tertanam lebih dalam ke vagina Kurenai.
Sementar Kurenai hanya merem melek menikmati hubungan intim tersebut. Dia mengerang kenikmatan ketika Naruto mulai bermain dengan payudaranya. Beberapa menit mereka lalui dengan posisi yang sama. Hingga klimaks menanti mereka.
"KURENAI!"
"NARUTO!"
Akhirnya keduanya orgasme bersamaan. Kurenai menjerit tak karuan ketika merasakan vagina dipenuhi oleh cairan kental nan hangat milik Naruto.
Dia merasa seakan ingin pingsan, karena sensasi gairah sex bersama Naruto. Dia bersyukur karena tidak dalam masa subur, karena sebenarnya dia belum siap mempunya anak bersama dengan Naruto.
Disisi lain Naruto juga berteriak senng ketika menembakkan benihnya 3x ke dalam vagina Kurenai. Dia bisa merasakan benihnya terlalu banyak hingga membuat vagina Kurenai tidak cukup muat untuk menampung semuanya.
Kedua sepasang kekasih itu saling berpandangan, mereka berdua tersenyum hangat. Naruto lalu membungkuk dan mencium Kurenai dalam-dalam dan Kurenai membalasnya dengan ciuman penuh gairah.
"Aku mencintaimu Naruto-kun ..."
"Aku juga mencintaimu Kurenai-chan"
.
.
.
Sang surya kini sudah mulai terlihat menampakan diri, hangatnya mentari pagi perlahan lahan menembus kulit si pemilik iris blue sapphire sehingga memaksanya untuk membuka kedua matanya.
Butuh beberapa detik untuk membuat Naruto sadar sepenuhnya. Dia bisa merasakan sesuatu yang berat berada di atasnya, wajahnya memerah ketika mengenali siapa yang sedang menindihnya.
Kurenai
Pemilik emerlad ruby ini benar-benar telanjang tanpa sehelai benang pun. Rambutnya yang acak acakan, kiss mark dimana mana serta wajah manis nya itu menambah kesan cantik walaupun sedang tertidur pulas.
Bagi Naruto malam itu adalah malam terindah dalam hidupnya, dia benar-benar sanat menikmati setiap momen pada malam itu.
Dia pasti akan merindukan momen ini. Pasti !
Dia bertanya-tanya bagaimana hidupnya saat ini jika kedua orang tuanya tidak mati, bukan seorang Jinchuriki, dan bukan seorang anbu Root.
Apa dia masih bersama Kurenai? Akankah kehidupannya tetap seperti saat ini.
Dia hanya ingin semuanya segera berakhir
Dia hidup hanya untuk menuntaskan misi, memenuhi janji yang dia buat bersama Shin untuk melindungi desa. Setelah itu dia akan bebas, bebas dari kesalahannya, rasa sakitnya, kesengsaraannya.
Setelah kudeta berakhir dia akan memastikan Kurenai yang akan membunuhnya. Dengan begitu hidupnya di akhirat kelam akan tenang.
Itu memang menyakitkan, sudah tidak ada harapan lagi untuknya.
'Naruto, apa yang kau rencanakan tentang matamu itu. Jika terus begini, kau akan buta total dalam satu atau dua tahun kedepan.' Lamunan Naruto buyar karena pertanyaan Kurama
'Aku tahu itu. Hari ini aku akan mengunjungi Kuil Naka, semua tentang mataku akan terjawab disana.' Naruto menjawab dengan tenang
'Bagusla.' Setelah mendengar jawaban Naruto, Kurama langsung memotong koneksi nya.
Naruto perlahan mulai merasakan tubuh Kurenai menggeliat kecil setelah beberapa saat mata rubynya terbuka. Naruto tersenyum kecil.
Kurenai sedikit mencondongkan kepalanya ke atas lalu mengecup bibir Naruto dengat panas, Naruto yang mendapat perlakuan itu tidak menolak bahkan membalikkan posisinya, jadi sekarang dia berada di atas Kurenai.
Ciuman mereka berlanjut selama beberapa menit sampai Naruto menghentikannya. Dan kini iris merah ruby dan sharingan tiga tomoe itu saling bertatapan
Bagi Kurenai, Naruto benar-benar terlihat sangat tampan dan penuh perhatian dengan sharingan itu. Tadi malam adalah malam terbaik dalam hidupnya dan dia sekarang benar-benar ingin menghabiskan lebih banyak waktu lagi dengan Naruto.
"N-naruto apa yang kau lihat?" Cukup lama ditatap Naruto membuat Kurenai sedikit gugup.
"Bagiku kau adalah wanita tercantik di dunia ini, Kurenai." Naruto membalasnya dengan senyum kecil.
"Mencoba menggombaliku ku huh? Aku akui trikmu kali ini berhasil." Kurenai berucap dengan tawa kecil. Kemudian ia mengecup bibir Naruto untuk ke sekian kalinya pagi ini.
Naruto yang mendapat ciuman itu hanya diam tak merespon. Kurenai mengerutkan keningnya, ada apa dengan Naruto?
"Hari sudah semakin siang, aku akan menyiapkan makanan. Kau beristirahatlah aku tau kau masih lelah." Naruto berkata dengan penuh perhatian
"Kurasa kau benar." Kurenai menjawab dengan santai
Namun Naruto tidak lekas beranjak dari atas tubuh Kurenai. Hal itu semakin menambah bingung Kurenai, sikapnya pagi ini benar benar aneh.
"Kurenai, semalam adalah momen terbaik dalam hidupku, dan aku benar-benar menikmati setiap momen yang ku habiskan bersamamu." kata Naruto jujur
"Aku juga menikmati setiap momen itu Naruto." Kurenai membalasnya dengan senyum hangat
Naruto menggigit bibirnya bagian bawah, dia gugup memikirkan kata-kata yang tepat untuk ia utarakan.
Stop! Kurenai sudah tidak tahan lagi melihat sikap Naruto pagi ini. Dia memutuskan untuk bertanya pada Naruto.
"Naru-"
"Hei, Kurenai ..." Perkataan Kurenai terpotong oleh seruan Naruto.
"Ada apa"
"Bisakah kau berjanji padaku?" tanya Naruto dengan nada melambat
"Apa itu?" Jawab Kurenai sedikit was was
"Jika diriku jatuh dalam kegelapan, maukah kau menyelamatkan aku?" tanya Naruto sedih
Kini perasaan tidak enak muncul dipikiran Kurenai.
"Pertanyaan bodoh macam apa itu? Aku pasti akan menyelamatkanmu Baka!" Kurenai menjawab dengan sedikit membentak
"Terima kasih" Naruto memejamkan matanya sesaat
"Kenapa kau bertanya seperti ini Naruto?" tanya Kurenai dengan tatapan menyelidik
"Bukan apa-apa, hanya saja aku adalah seorang Jinchuriki dan jika aku kehilangan kendali-" Perkataan Naruto terhenti ketika Kurenai menatapnya tajam.
"Percayalah kau tidak akan kehilangan kendali atas Kyuubi, fuinjutsu Yondaime-sama adalah yang terbaik. Selain itu, aku tidak akan membiarkan Kyuubi memilikimu!." Kurenai berkata dengan kasar
'Grr salan! Jika bukan karena segel ini kupastikan kau akan menarik kembali kata kata mu nona.' Kurama tidak terima direndahkan oleh Kurenai. Berani beraninya dia merendahkan biju terkuat itu batin Kurama
Naruto tersenyum mendengar jawaban Kurenai, mengabaikan Kurama yang sedang marah.
"Kurenai tatap mataku" kata Naruto dengan galak
"Ada ap-". Perkataan Kurenai terhenti ketika Naruto memberinya tatapan paling dingin yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Sharingan tiga tomoe itu berputar liar.
Membuat pikiran Kurenai menjadi kosong.
Setelah beberapa saat, perlahan Kurenai membuka matanya dan menemukan dirinya berada di sebuah ruangan gelap. Tiba-tiba sepasang mata sharingan muncul tepat depannya dan mata itu mulai berputar liar hingga membuatnya terhipnotis.
'Yami No Sekai No Jutsu'
"Kaulah yang kelak akan membunuhku, Kurenai." Kata pemilik mata sharingan itu dengan tatapan dingin
"Hai" Kurenai menjawab datar dan tanpa emosi.
Setelah itu dunia kurenai kembali normal dan perlahan dia mulai kehilangan kesadaran
.
.
.
Saat ini si pirang terlihat sedang membersihkan darah yang keluar dari matanya di kamar mandi apartemen Kurenai. Dia merasakan sakit yang amat sangat. Rasa perih dan panas bercampur jadi satu didalam matanya.
Naruto dengan perlahan membuka matanya, penglihatannya tampak sedikit kabur, dia tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas di cermin. Dia lalu mengedipkan matanya beberapa kali dan hasilnya pandangannya kini mulai terlihat jelas meskipun sedikit kabur tapi sekarang lebih baik .
'Jutsu itu benar-benar sangat berdampak pada mataku.'pikir Naruto lelah
'DASAH BODOH! APA KAU TAHU APA YANG TELAH KAU LAKUKAN!l teriak Kurama marah.
'Aku sangat tahu apa yang sedang ku lakukan.' Jawab Naruto dengan tenang, dia bahkan tidak terganggu oleh respon negatif Kurama.
"Kau menanamkan genjutsu terkuatmu padanya hanya untuk membunuhmu? Apa kau sudah gila!' tanya Kurama dengan marah
'Hn, Kurenai tidak akan pernah bisa melepaskan diri dari kekuatan visualku, genjutsu ini akan memaksanya untuk membunuhku, tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan." Naruto berkata dengan nada netral
'Kau tentu tahu dia adalah master genjutsu bodoh!l Kurama mencoba memperingati Naruto
'Aku tahu, tipis harapan baginya agar terlepas dari genjutsu ku.l jelas Naruto singkat
'Kau tahu dia sangat mencintai mu, tapi kenapa kau membuatnya ingin membunuhmu?' Kesabaran Kurama sudah mencapai batas, dia tidak mengerti dengan Naruto. Bocah itu sekarang mulai kehilangan akal sehatnya.
'Dia tidak akan mengingat semua ini. Dia tidak akan ragu, dia tidak akan berhenti, aku menanamkan seluruh mekanisme dalam pikirannya melalui genjutsu Yami No Sekai. Dia akan tetap membunuhku namun tidak secara sadar.' Naruto menjawab dengan tenang
'Keh! Kau kira aku akan membiarkan mu terbunuh dengan mudah. Maaf saja.' Kurama menyeringai
'Apa kau lupa, kau telah dikalahkan dua kali oleh pengguna Sharingan sebelumnya, bukankah begitu Kurama?' Naruto berkata dengan nada dingin bahkan Kurama bisa melihat Madara kedua dalam tubuh Naruto.
'Apa kau mengancam ku?' Kurama bertanya dengan was was
'Tidak, aku hanya memberitahumu saja. Selain itu, setelah aku mati kau akan terbebas bukan?' tanya Naruto ingin tahu
Kurama hanya diam tidak menjawab pertanyaan Naruto. Dia benar-benar tidak ingin berpisah dari bocah pirang yang sudah ia anggap sebagai teman itu.
'Minato menyegelku dalam dirimu bukan tanpa alasan. Dia ingin kau menguasai kekuatanku dan membawa kedamaian ke dunia ini.' Bentak Kurama dengan marah
'Minato sudah mati.' Naruto menjawab dengan kasar
"Naruto-"
'Tidak ada yang namanya harapan!' kata Naruto dengan getir, Mangekyo Sharingan-nya kini telah aktif. Seluruh tubuh Naruto bergetar hebat.
'Tidak ada yang namanya kedamaian!' teriak Naruto dan langsung memutus koneksi nya dengan Kurama.
Kurama tidak percaya pada apa yang baru saja dia dengar, Naruto adalah shinobi yang selalu ingin membawa kedamaian di dunia ini.
Tapi semenjak kematian Shin, Kurama menyadari Naruto mulai berubah, ia mulai kehilangan kepercayaan.
Dia kehilangan kepercayaan pada teman-temannya, atasannya, rekan-rekannya, saudara angkatnya, Hokage, dia telah kehilangan kepercayaan pada dirinya sendiri.
Dia telah kehilangan kepercayaan pada cinta tulus seorang Kurenai.
Dia telah kehilangan kepercayaan nya pada dunia shinobi.
Naruto Uchiha yang sekarang telah jatuh ke dalam Kutukan kebencian Uchiha !
.
.
TBC
.
.
Special thanks → Blackwolf501
Asem cuk lemonyya.
Bagaimana dengan chap ini, apa kurang menarik? Atau sebaliknya? Kalian bisa menjawab dalam kolom review
Sekian dulu jaa ne
Next Chapter : Pembantaian massal
