The CEO

.

.

.

Main Cast : Chanyeol, Baekhyun (GS)

Rate : T

Other Cast : Sehun, Luhan (GS), Kai, Kyungsoo (GS)

Genre : Romance, Hurt

Note : Dimohon baca author note dibawah

It's Genderswitch

Don't Like, Don't Read

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

Semua memang butuh waktu, tapi entah harus sampai kapan jika harus menunggu waktu yang tepat untuk membicarakan semua hal ini. Chanyeol tahu jika keputusannya ini cukup beresiko –sangat beresiko mungkin- entah itu untuk dirinya ataupun untuk Baekhyun. Tapi ini menyangkut kebahagiannya, masa depannya, kehidupannya yang akan ia jalani dengan orang yang dicintainya kelak. Dan untuk itu, maka Chanyeol akan memperjuangkan apapun itu asal ia bisa hidup bahagia. Bahkan ia rela menukarnya dengan apapun asal ia tetap bisa bersama Baekhyun.

Chanyeol tak ingin mengulangi kesalahannya sekali lagi. Andai saja waktu bisa diputar Chanyeol hanya ingin keadaan kembali seperti semula, saat kesalahpahaman itu tak pernah terjadi dan juga saat dimana ia tak mengambil keputusan untuk bertunangan dengan anak dari rekan kerja sang ayah dengan terburu-buru hanya karena keegoisannya. Namun kini, itu semua ibarat nasi sudah menjadi bubur, semua telah terlanjur. Mengikuti hati nuraninya, biarkan ia kembali egois kali ini, untuk sesuatu yang dianggapnya benar.

"Aku akan mengajak Baekhyun bertemu dengan orang tuaku malam ini." kalimat yang meluncur dari mulut Chanyeol berhasil mengalihkan perhatian Jongdae dari laporan perusahaan yang tengah ia pegang.

"Kau yakin?"

Chanyeol mengangguk, wajahnya menunjukan kesungguhan tapi Jongdae berhasil menemukan keragu-raguan di wajah sahabatnya. Pria berwajah kotak itu menatap wajah sahabatnya cukup lama sebelum ia kembali berkata "Apa yang akan kau katakan kepada keluargamu, saat kau mempertemukan Baekhyun dengan mereka?"

"Sebelum mereka bertanya aku akan memperkenalkannya lebih dulu. Jika Baekhyun adalah kekasihku."

Jongdae menghela nafas, pikirannya melayang-layang membayangkan kemungkinan terburuk. Bukan tanpa sebab Jongdae berpikiran seperti itu, mengingat status Chanyeol yang telah bertunangan, kedekatan yang terjalin antara ayah Chanyeol dan ayah Kyungsoo serta Baekhyun yang seorang public figure membuatnya takut jika apa yang akan dilakukan sahabatnya itu akan menimbulkan masalah, walaupun ia yakin jika apa yang akan dilakukan sahabatnya itu pasti ada akibatnya.

"Sajangnim Nona Do Kyungsoo ingin bertemu dengan anda." suara sekertaris pribadi Chanyeol yang tersambung lewat sambungan telepon berhasil mengalihkan atensi dua pria dewasa di ruangan tersebut.

"Kyungsoo?" Chanyeol mengernyit heran karena tak biasanya Kyungsoo datang ke kantornya.

Setelah menimang beberapa saat Chanyeol mempersilahkan gadis yang berstatus tunanganya tersebut untuk menemuinya.

"Kyungsoo" ucap Chanyeol.

"Selamat pagi oppa, maaf aku menemui pagi-pagi sekali. Apa aku menganggumu?"

Chanyeol menggeleng, lalu mempersilahkan Kyungsoo duduk di sofa ruangan kerjanya

"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu oppa" Kyungsoo melirik Jongdae, Jongdae yang masih betah berdiam diri di ruangan atasannya tersebut akhirnya undur diri setelah mengerti jika Kyungsoo hanya ingin melakukan pembicaraan berdua hanya dengan Chanyeol

"Jadi...apa yang membuat datang untuk menemuiku?"

Gadis itu tak menjawab dan memilih mengambil sesuatu dari dalam tasnya.

"Ini..." Kyungsoo memberikan selembar foto dirinya bersama Jongin kehadapan Chanyeol yang sukses membuat kerutan di dahi pria tampan tersebut.

"Jadi kau dan Jongin-"

"Ya, aku berpacaran dengannya. Maaf tak menceritakannya dari awal padamu oppa, aku mempunyai alasan tersendiri. Sebenarnya aku berencana memberitahu sejak awal hanya saja-"

"Apa karena masalahku dengannya?"

Kyungsoo mengangguk "Aku tak ingin memperparah keadaan. Oleh karena itu aku memilih untuk merahasiakannya padamu. Tapi bukan itu maksud kedatanganku kemari. Ada hal lain yang lebih penting yang ingin aku beritahukan padamu."

Kerutan di dahi pemuda itu semakin dalam, menunggu apa yang sebenarnya ingin Kyungsoo katakan sehingga ia harus datang menemuinya di kantor sepagi ini.

"Oppa...aku ingin membatalkan pertunangan kita. Aku tak bisa terus berpura-pura jika kita saling mencintai. Sementara kita sendiri mencintai orang lain. Aku mencintai Jongin dan kau mencintai Baekhyun eonni. Maaf karena selama ini aku berusaha untuk mencintaimu walau pada akhirnya aku tahu jika hatiku tidak memilihmu. Hatiku memilih Jongin, aku mencintainya seperti kau mencintai Baekhyun eonni."

"Kyungsoo-ya"

Hanya itu yang keluar dari bibir Chanyeol dan untuk beberapa saat ruangan tersebut hanya diisi oleh keheningan. Sebenarnya pria tersebut masih terkejut karena tak menyangka jika Kyungsoo yang memintanya lebih dulu untuk membatalkan pertunangan mereka mengingat bagaimana watak ayah dari gadis itu saat memaksa Kyungsoo untuk menerima pertunangan mereka dulu.

"Bagaimana dengan ayahmu?"

"Aku tahu ayahku tidak akan setuju, untuk itulah aku hanya akan bilang pada paman dan bibi jika aku bukan lagi tunanganmu dan memintanya untuk merahasiakannya dari appa."

"Bagaimana denganmu?"

"Dengan Jongin yang selalu ada disisiku. Aku baik-baik saja" Kyungsoo tersenyum menenangkan.

Entah Chanyeol harus bereaksi seperti apa, tapi mendengar jika Kyungsoo ingin membatalkan pertunangan mereka menjadi euforia tersendiri baginya. Jika diibaratkan seperti kau sedang berada di gurun pasir, lalu kemudian menemukan oase yang menyegarkan. Seperti itulah gambaran perasaan Chanyeol saat ini. Entah ini hanya kebetulan atau jalan Tuhan untuk Chanyeol menjelaskan semua kepada orang tuanya.

"Terima kasih Kyungsoo-ya" Chanyeol menggengam tangan gadis itu "Mari kita mulai semuanya dari awal. Datanglah ke rumah orang tuaku nanti malam. Yoora noona baru saja datang, kita akan menjelaskan semuanya pada mereka." Chanyeol tersenyum.

"Baiklah aku akan datang nanti malam. Aku harus pulang sekarang. Aku permisi" Kyungsoo undur diri dan Chanyeol hanya memberikan jawaban dengan anggukan.

"Apa yang baru saja kalian bicarakan?" Jongdae menerobos masuk ke ruangan atasannya sesaat setelah Kyungsoo pergi.

"Bisakah kau membiasakan diri untuk mengetuk pintu terlebih dulu?" Chanyeol berkata jengkel karena kebiasaan sahabatnya itu.

"Maaf...aku hanya ingin tahu apa yang kalian bicarakan?" Chanyeol memandang serius pada wajah sahabatnya itu.

"Aku dan Kyungsoo sepakat untuk membatalkan pertunangan kita." Ujar Chanyeol datar.

.

.

.

Baekhyun baru saja keluar dari lift ketika menemukan sosok pria tua kepercayaan keluarganya berdiri di depan pintu apartemennya.

"Nona muda" sapa tuan Kim seraya membungkuk hormat kepada Baekhyun.

"Jadi apa yang membuat paman repot-repot datang kemari untuk menemuiku? Apa ibu yang menyuruh paman? Bagaimana kabar ibu?" tanya Baekhyun setelah mempersilahkan pria paruh baya tersebut masuk ke apartemennya.

"Maafkan saya nona muda, tapi saya datang kemari atas inisiatif saya sendiri. Ada yang ingin saya beritahukan perihal nyonya besar kepada anda."

"Ada apa dengan ibu? Apa terjadi sesuatu?" raut kekhawatiran begitu kentara di wajah mungil perempuan itu.

"Perusahaan nyonya besar mengalami defisit keuangan, dan sudah beberapa hari ini beliau jatuh sakit."

"Kenapa paman baru memberi tahuku sekarang?"

"Nyonya besar menyuruh saya untuk tidak memberitahu anda, tapi melihat kondisi beliau yang selalu menginggau menyebut nama anda ketika tidur di malam hari membuat saya berinisiatif untuk datang menemui anda untuk memberi tahu kondisinya."

Mendengar penuturan paman Kim membuat Baekhyun merasa bersalah, dia merasa menjadi anak yang tidak berguna karena tidak bisa memperhatikan dan merawat ibunya dengan baik hanya karena terlalu sibuk dengan urusannya sendiri.

"Aku akan menemui ibu sekarang"

Tanpa bersiap lebih dulu Baekhyun dan paman Kim pergi meninggalkan aprtemen menuju kediaman ibunya, tanpa menyadari jika Chanyeol baru saja keluar dari lift dan melihat kepergian mereka berdua yang mengambil jalan keluar yang berbeda dengan tempat lift dimana dia berdiri sekarang. Chanyeol baru saja akan memanggil Baekhyun, namun lift yang membawa kekasihnya itu sudah lebih dulu tertutup. Tanpa pikir panjang Chanyeol melangkahkan kakinya menuruni tangga menuju lobi namun sepertinya keberuntungan belum menghampirinya karena sesaat setelah menemukan Baekhyun. Perempuan itu sudah lebih dulu memasuki mobil dan melaju meninggalkan kawasan apartemennya. Beruntung Chanyeol sempat melihat plat mobil tersebut.

"Kemana kau pergi Byun Baekhyun?" monolognya dalam hati.

Dengan segera Chanyeol memasuki mobilnya menyusul mobil yang ditumpangi Baekhyun hingga berhenti disebuah rumah bergaya eropa yang dulu pernah dikunjungi kekasihnya itu. Chanyeol melihat Baekhyun yang keluar dari mobil dan terburu-buru masuk ke dalam rumah tersebut. Berbagai pertanyaan berkecamuk di dalam pikiran Chanyeol, untuk apa Baekhyun datang kemari? Apa yang Baekhyun lakukan? Dan pertanyaan lain yang mengganjal di benaknya. Tanpa ada niat untuk menyusul, Chanyeol lebih memilih untuk menunggu Baekhyun diluar.

Baekhyun segera melangkahkan kakinya menuju kamar sang ibu yang berada di lantai dua. Disana Baekhyun menemukan sang ibu yang tengah tertidur lelap dengan selang infus yang menempel ditangannya.

"Nyonya besar menolak untuk dirawat di rumah sakit nona." Bibi Ahn menjelaskan.

"Kenapa? Apa ibu takut jika harus kehilangan barang-barangnya karena membayar biaya rumah sakit?" Baekhyun bertanya sarkatis karena kebiasaan hidup sang ibu.

Bibi Ahn dan Paman Kim saling berpandangan.

"Ada apa?"

"Maafkan saya nona, tapi jauh sebelum nona terakhir kali datang menemui nyonya besar. Beliau sudah meninggalkan gaya hidup mewahnya. Beliau hanya bersikap seperti itu kepada nona agar nona tidak perlu merasa khawatir."

Benar dugaan Baekhyun. Jika saat itu ibunya tengah mengalami masalah sehingga mengkonsumsi obat-obatan terlarang itu lagi. Rasa sesak kembali memenuhi rongga dada Baekhyun. "Paman dan bibi membuatku merasa menjadi anak tak berguna." Baekhyun meloloskan sebulir air mata dari mata indahnya.

"Maafkan kami nona"

.

.

.

Hari menjelang senja ketika Baekhyun memutuskan untuk pulang ke apartemennya. Ia baru saja mendapat pesan dari Chanyeol jika ia akan menjemput Baekhyun untuk makan malam. Setelah berpamitan kepada paman Kim dan Bibi Ahn dan berjanji akan datang lagi untuk mengunjungi ibunya, Baekhyun harus dibuat kaget ketika keluar membuka gerbang akan keberadaan Chanyeol di depan gerbang rumahnya.

"Cha...Chanyeol." Baekhyun tak bisa menyembunyikan keterkejutannya "Apa yang kau lakukan disini?"

"Menjemputmu tentu saja"

"Bagaimana kau bisa tau aku berada disini?"

"Aku mengikutimu sejak kau keluar dari apartemen. Apa yang kau lakukan disini?"

"Aah benarkah? Aku tidak melihatmu."

"Apa yang kau lakukan disini sayang? Siapa paman yang bersamu tadi?" Chanyeol mengulang pertanyaannya sambil mengelus pipi Baekhyun, berusaha memberikan kenyamanan. Ia tau jika kekasihnya ini tengah gugup, entah apa yang sedang disembunyikan kekasih mungilnya ini.

"Aku menjenguk saudaraku yang sakit dan paman tadi adalah supirnya. Sepupuku meminta dia untuk menjemputku karena dia memintaku ingin bertemu." Baekhyun beralasan.

"Benarkah?"

Baekhyun mengangguk "Jadi apa kita akan berangkat sekarang? Akan makan malam dimana kita?" Baekhyun berusaha mengalihkan topik.

Walaupun Chanyeol belum percaya sepenuhnya dan masih banyak hal yang ingin diketahuinya ia memilih untuk tidak bertanya lagi karena bukan saatnya membahas hal tersebut. Tujuannya semula yaitu menjemput Baekhyun untuk makan malam bersama keluarganya.

Chanyeol tersenyum lalu membukakan pintu mobil untuk Baekhyun "Masuklah, kau akan tahu kemana kita nanti."

.

.

.

Baekhyun sudah tampak begitu rapi dengan setelan dress selututnya yang berwarana baby blue sangat kontras dengan kulitnya yang berwarna putih susu. Penampilannya begitu cantik dan terlihat anggun. Sedangkan Chanyeol tampak begitu tampan dengan setelan jas casual yang dipakainya. Keduanya tampak serasi, yang satu tampan bak seorang pangeran dan yang satu cantik bagaikan putri dari negeri dongeng. Setelah hampir sejam berada di salon, disinilah Baekhyun dan Chanyeol berada, di depan rumah minimalis kediaman orang tua Chanyeol. Baekhyun tidak bisa menutupi rasa gugupnya, ia tidak menyangka jika Chanyeol akan mengajaknya makan malam bersama keluarganya, kekasihnya itu baru memberitahu Baekhyun jika akan makan malam bersama keluarganya saat diperjalanan. Bagaimana Baekhyun tidak gugup jika Chanyeol memberitahunya secara mendadak.

"Tenanglah semuanya akan baik-baik saja." Chanyeol menggenggam tangan Baekhyun mengecup punggung tangannya berusaha menenangkan.

"Chanyeol, tapi aku-"

"Ssst...aku bersamamu." ucapnya final lalu menekan tombol bel rumahnya, yang tak berapa lama kemudian dibukakan oleh seorang gadis remaja dengan rambut sepunggung yang Baekhyun ketahui bernama Yoo Jung, adik dari kekasihnya.

"Oppa" sambutnya dengan semangat "Oh annyeong haseyo" Yoo Jung memberi hormat kepada Baekhyun, tak menyangka jika kakaknya tak datang sendiri melainkan dengan orang lain.

"Masuklah, semua orang sudah menunggu, Kyungsoo eonni bahkan sudah sampai lebih dulu." tutur Yoo jung.

"Ohh Chanyeol-ah kau sudah datang" Nyonya Park menyambut anak laki-lakinya "Oh apakah gadis cantik ini temanmu?" senyum merekah di wajah Nyonya Park, sedangkan tuan Park hanya diam memperhatikan interaksi keduanya. Baik Baekhyun dengan istrinya ataupun Baekhyun dengan Chanyeol. Walaupun usianya sudah nyaris setengah abad gurat kecantikan masih tercetak jelas di wajah Nyonya Park menurut Baekhyun.

"Annyeong hasaeyo bibi, saya-"

"Baekhyun eonni temanku dan Chanyeol oppa, bibi. Kami yang mengundangnya untuk ikut makan malam bersama kami. Apa tidak apa-apa?" ujar Kyungso cepat.

"Baekhyun dan Chanyeol sudah berteman dekat sejak Senior High School, eomma" timpal Yoo Ra. Jangan heran jika Yoo Ra mengetahui tentang Baekhyun, hal tersebut karena Chanyeol yang selalu bercerita kepada kakaknya tersebut. Bahkan hubungan yang Chanyeol dan Baekhyun jalani saat ini. Yoo Ra mengetahuinya.

"Ahh benarkah? Duduklah, kami sudah menyiapkan makan malam spesial untuk menyambut kedatangan Yoo Ra."

Baekhyun hanya tersenyum kikuk, ia tidak tau bagaimana harus bersikap, Ia merasa menjadi tamu tak diundang yang tak diharapkan kedatangannya. Ia merasa jika ia telah menjadi perusak suasana makan malam keluarga Park, ditambah adanya Kyungsoo disana yang berstatus sebagai tunangan Chanyeol. Selama makan malam Baekhyun lebih banyak diam, ia hanya berbicara jika ada yang bertanya kepadanya.

"Terima kasih bibi, atas makan malamnya. Ini sangat lezat" Kyungsoo berujar.

"Benarkah? Aku senang jika kau menyukainya, datanglah berkunjung sekali-kali Kyungsoo-ya"

Kyungsoo hanya tersenyum menanggapi. "Sebenarnya aku datang kemari karena ada hal yang ingin aku sampaikan kepada Paman dan Bibi."

Atensi semua orang tiba-tiba saja teralih kepada Kyungsoo.

"Yoo Jung-ah sebaiknya kita ke kamar" Yoo Ra mengajak adik bungsunya meninggalkan ruang makan. Yoo Jung menurut dan mengikuti perintah kakaknya.

"Kau tetap disini Byun Baekhyun" ujar Chanyeol menahan Baekhyun saat gadis itu hendak berdiri.

"Tapi Chanyeol-ah..." Baekhyun tak berkata apapun lagi, ia tak bisa berkutik karena Chanyeol yang seolah tuli dan tetap menahan Baekhyun disisinya. Dan Baekhyun harus dihadapkan dalam situasi sulit dan tidak nyaman.

"Paman, bibi, sebenarnya aku dan Chanyeol oppa memutuskan untuk mengakhiri pertunangan kita." Ucapan Kyungsoo langsung dan penuh ketegasan.

Keterkejutan tak bisa disembunyikan dari wajah Baekhyun maupun Nyonya Park atas penuturan Kyungsoo barusan. Sedangkan wajah Tuan Park tak terbaca sama sekali karena beliau hanya diam.

"Tapi kenapa?"

"Maafkan aku bi, aku dan Chanyeol oppa tak bisa terus-menerus berpura-pura untuk saling mencintai. Aku mencintai orang lain, begitu pula dengan Chanyeol oppa. Bibi tahu, Chanyeol oppa mencintai Baekhyun eonni selama ini, bahkan jauh sebelum aku bertemu dengannya." Kyungsoo tersenyum memandang Chanyeol yang terus menggenggam tangan Baekhyun dengan erat. "Dan aku juga mencintai orang lain, aku benar-benar mencintainya seperti Chanyeol oppa mencintai Baekhyun eonni. Aku tahu jika keputusan ini begitu mendadak bagi paman dan bibi, tapi aku telah memikirkannya jauh-jauh hari. Ini adalah keputusanku. Appa mungkin akan kecewa karena keputusan sepihak yang aku ambil, tapi aku sama sekali tak akan pernah menyesal telah membuat keputusan yang paling benar selama hidupku dan untuk kebahagianku. Untuk itu bisakah paman dan bibi merahasiakan ini dari appa? Aku mohon." pinta Kyungsoo.

Tak ada yang berbicara hingga atensi semua yang berada disana teralih kepada tuan Park yang berdiri dari duduknya.

"Ikut aku Chanyeol-ah"

Chanyeol beranjak dari duduknya mengikuti sang ayah, menuju ruangan kerjanya. Baekhyun hanya bisa diam tak tau harus berbuat apa, hanya satu dipikirannya saat ini jika semua ini adalah salahnya.

.

.

.

To Be Continue

.

.

.

Hallo Ryubee disini ^^. Semoga masih ada yang nunggu ff ini ya. Bagaimana dengan chapter ini? Maaf jika mengecewakan. Maaf juga jika masih ada typo, karena beres ngetik langsung di update hehehe. Semoga ff yang lain segera di lanjut ^^. Klo ada yang mau tanya-tanya atau ngobrol bisa Pm atau cek bio ya ^^. Thank You

Last but not least, review juseyo~

Saranghae~ ppyong~

Regrads, ryubee 15 April 2017