DADDY'S GIRL
Pairing : KYUMIN Slight KYUTORIA
KYUMIN Slight CHANG-MING
Main Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin Victoria Song, Lee Hyukjae, Lee Yejin, Lee Donghae, Shim Changmin, Zhoumi, cast lain menyusul
Genre : Romance, Drama, Hurt
Rate : M
Chaptered
Warning: Genderswitch for Uke, OOC, Many Typos, IF YOU READ DON'T BASH
Disclaimer: The caracters inside are belong to God and themselves. But the storyline is mine
Chapter 11
Tepat ketika Kyuhyun keluar kamar, Sungmin membuka matanya, mengerjap dengan mata yang berbinar. Membelai bibirnya sendiri yang terasa tebal dan basah. Kemudian tersenyum sumringah.
"Apa itu tadi?"
Jujur saja, Sungmin terusik tidurnya sejak Kyuhyun menggenggam jemarinya, dan terbangun sempurna saat Kyuhyun mencium kedua pipinya. Tetapi ia terlalu malu untuk membuka matanya, itu karena ia tersadar telah tertidur di kamar Kyuhyun terlebih memeluk erat bantalnya. Tetapi ketika Kyuhyun mencium bibirnya, rasanya ia membeku seketika. Menganalisa dalam otaknya apa yang sedang dilakukan Kyuhyun. Ketika ia juga merasa terhanyut oleh bibir Kyuhyun yang membuatnya penasaran, ia tidak bisa menahan dirinya untuk ikut melumat dan menarikan lidahnya di sana. Sungmin ingat setiap ia menonton drama romantis, Eunhyuk selalu heboh dengan adegan ciuman. Dan Sungmin kini merasakannya, dengan lelaki yang seharusnya adalah ayah tirinya.
Sungmin tersenyum bahagia dengan pipi yang merona, memeluk erat bantal Kyuhyun. Ia tahu semuanya, kecuali bagian Victoria berdiri di pintu kamar menyaksikan pergulatan bibir mereka dengan wajah shock. Yang membuat Kyuhyun mengejarnya dan belum kembali hingga kini. Pikiran dan hatinya tidak mau tahu mengapa Kyuhyun tiba-tiba meninggalkannya setelah menciumnya dengan dalam. Ia tidak bisa mendengar apa-apa karena Kyuhyun membekap erat kedua sisi kepalanya tepat di telinganya ketika mereka berciuman.
.
.
.
Sementara Victoria masih mengendarai mobilnya dengan linglung, pikirannya kosong hingga terpaksa menepikan kendaraannya. Mematikan mesin dan membuka kaca mobilnya, Victoria mengambil rokok yang tersimpan di laci dasboardnya. Menyalakannya dan menghisapnya dalam-dalam. Victoria bukan perokok, tapi selalu menyimpan rokok yang akan selalu dibutuhkannya ketika ia kalut seperti sekarang.
Wajah Kyuhyun yang terpejam mencium Sungmin melintas di matanya. Apa yang ia lihat tadi? Kenapa ia membohongi nalurinya sendiri? Sejak lama ia merasakan ada ketidakwajaran dalam interaksi antara Kyuhyun dan Sungmin, tapi ia menyingkirkan prasangkanya jauh-jauh. Karena ia terlalu percaya dengan Kyuhyun. Lalu ia melihat dengan mata kepalanya sendiri tentang ketidakwajaran itu. Mengapa ia menutup mata batinnya sejak lama? Sejak awal Kyuhyun mengajaknya menikah bukankah ia sudah merasakan keganjilan?
Keinginan Kyuhyun untuk bekerja dari rumah dengan dalih untuk mengawasi Sungmin sepanjang hari. Panik menjemput Sungmin yang pergi ke Beijing dengan pamannya sendiri, padahal saat itu bisa saja mereka pergi bulan madu. Tetapi Kyuhyun lebih memilih pergi ke Beijing bahkan seorang diri menjemput Sungmin. Penolakan Kyuhyun untuk memiliki anak dengannya. Sedangkan Victoria sangat tahu, anak adalah bentuk keegoisan seorang lelaki. Setiap lelaki yang menikah pasti ingin memiliki anak dari istrinya. Tetapi meski Kyuhyun tetap menjalankan kewajibannya, ia selalu menolak memiliki anak. dan bodohnya Victoria menyanggupi itu.
Dan yang paling mencurigakan setahun belakangan ini adalah, Kyuhyun yang tidak bisa mengontrol emosinya setiap Victroria berbicara tentang perkembangan Sungmin yang sudah memiliki kekasih seperti anak remaja lainnya. Bahkan Kyuhyun pernah begitu saja pergi saat sarapan, ketika Victoria bercerita tentang Sungmin yang dijemput Changmin. Dari itu semua, harusnya semua menjadi jelas. Tapi Victoria sudah menutup mata batin dan prasangka buruknya.
"Lelaki seperti apa yang aku nikahi?"
"Bagaimana aku bisa membawa lelaki seperti itu masuk ke dalam rumahku dan hidup bersama anakku?"
Tetapi dengan matanya sendiri, Victoria menyaksikan Sungmin membalas ciuman itu sendiri meski ia terlihat tertidur.
"Aku merestui eomma menikah dengan Kyuhyun ahjussi tetapi aku tidak akan bisa menganggapnya sebagai ayahku"
"Ini sudah 2 tahun, kenapa kau masih memanggilnya ahjussi? Berusahalah menganggapnya sebagai ayahmu Min."
"Aku akan menghargainya, menyayanginya seperti apa yang seharusnya. Tapi aku tidak bisa memanggilnya appa. Eomma maafkan aku."
Victoria memejamkan matanya, membuang batang rokoknya. Airmatanya mengalir begitu saja, ia tidak sedih atas pengkhianatan suaminya. Tetapi lebih dari itu, Kyuhyun yang santun dan pria yang beradab di matanya telah tega merusak anak kesayangannya. Menarik Sungmin dalam pusaran keabnormalan hubungan ayah dan anak tiri.
"Apa yang aku lakukan disini? Kenapa aku meninggalkan Sungmin sendirian di rumah?"
Seperti tersadar dari kekeliruannya, Victoria menghidupkan lagi mesin mobilnya. Berharap semoga Tuhan memberinya kesempatan kedua untuk meluruskan Sungmin lagi. Meski akan susah memisahkan mereka dan membuat Sungmin melupakan Kyuhyun, bukankah itu harus tetap dilakukan? Selama 5 tahun pernikahannya dengan Kyuhyun, Victoria yakin Kyuhyun telah meracuni Sungmin begitu dalamnya. Ia sudah tidak memikirkan nasib pernikahannya, Sungmin yang terpenting dari semuanya.
Maka dengan mendadak dan tajam Victoria memutar kemudi mobilnya, berbalik arah tanpa melihat sebuah truk dengan 16 roda melaju ke arahnya dengan kencang. Victoria sudah tidak mempunyai waktu untuk melarikan diri, dan sopir truk sudah tidak memiliki waktu untuk menghentikan laju kendarannya. Hingga tabrakan keras di jalanan yang sepi tidak terhindarkan. Mobil Victoria terlempar bermeter-meter karenanya. Membuatnya terhimpit dan menyerahkan hidupnya pada malaikat pencabut nyawa saat itu juga. Bahkan niatnya untuk menjemput Sungmin belum terlaksana.
Di helaan napas terakhirnya, ia masih membayangkan wajah Sungmin yang tersenyum padanya, menyapanya di pagi hari, cemberut karena sesuatu yang tidak ia turuti, menciumnya dengan manja. Kapan terakhir kali ia mencium anak perempuannya? Ia tidak ingat, ia baru menyadari betapa jauhnya ia dengan Sungmin berbulan-bulan belakangan ini ketika napasnya hampir habis. Tuhan rupanya tidak meberinya kesempatan untuk kembali memeluk Sungmin. Mata Victoria terus mengeluarkan airmatanya bahkan saat tubuhnya sudah kaku tak bernyawa.
.
.
.
Kepergian Victoria dari rumah dengan wajah yang shock dan mengendarai mobil dalam keadaan emosi yang labil, membuat Kyuhyun berpikir yang tidak-tidak. Dan kekhawatiran meliputinya. Meskipun ia tidak mencintai Victoria selayaknya seorang wanita, tetapi Victoria adalah wanita dewasa yang dekat dengannya beberapa tahun ini. Menjadi temannya berbicara setiap malam, berdiskusi dan berpikir tentang berbagai hal. Victoria adalah partner hidup Kyuhyun yang terbaik sejauh ini, sosok yang sabar dan penyayang dengan hati yang lembut tidak berprasangka. Kyuhyun sudah menganggap Victoria sebagai sahabat dalam hidupnya.
Kini Victoria mengetahui pengkhianatannya, terlebih dengan anak kesayangannya. Victoria memang harus tahu perasaan Kyuhyun kepada Sungmin, tapi tidak dengan cara seperti ini. Setidaknya mereka membutuhkan waktu bicara yang tenang dan pikiran yang terbuka suatu saat nanti. Dan setelah semua ini terjadi, Kyuhyun menjadi mencemaskan Victoria. Maka ia berlari menuju mobilnya, memutuskan untuk mengejar Victoria. Wanita itu harusnya pergi ke S ingapura malam ini, jadi pasti ia menuju bandara. Dan ke arah sana lah Kyuhyun mengejar Victoria.
Kyuhyun tidak menyadari mobil Victoria yang menepi di jalan yang ia lewati, dan ia tetap menuju ke bandara. Ketika ia sampai di bandara dan mendatangi gate keberangkatan, petugas mengatakan bahwa penumpang tujuan Singapura harusnya sudah check in seluruhnya. Dan Kyuhyun bertanya apakah ia boleh menemui salah satunya, tetapi petugas menjawab tidak. Kyuhyun menyerah, mungkin ada baiknya Victoria pergi untuk sementara dan bisa membicarakan ini dengan kepala dingin. Maka Kyuhyun berbalik pulang, menyadari ia meninggalkan Sungmin sendirian di rumah.
Ketika mobilnya menyusuri jalan raya yang sepi kembali ke rumahnya, ia menemui keramaian petugas kepolisian dan ambulance. Mobil Kyuhyun berjalan pelan, menghindari kericuhan orang-orang yang ramai menonton kecelakaan di sana. Tiba-tiba mata Kyuhyun tertuju pada satu mobil yang terbalik dengan kondisi mengenaskan. Kyuhyun mengenali mobil itu, sangat mengenalinya. Karena ia membeli mobil itu, khusus sebagai hadiah ulang tahun pernikahannya dengan Victoria dua tahun yang lalu.
.
.
.
Kepala Sungmin menunduk, tidak kuasa menatap peti yang dipenuhi bunga-bunga mawar kuning kesukaan ibunya. Ibunya terbaring cantik tapi pucat di peti itu. Pagi ketika ia terbangun, ia mendapati dirinya sendirian di rumah. Ini adalah hal yang tidak biasa, Sungmin mengitari seluruh sudut rumah tetapi ia tidak menemukan ibunya bahkan Kyuhyun yang setiap hari ada di rumah.
Sungmin memutuskan untuk pergi mandi karena ia harus pergi sekolah. Dan setelah kembali dari kamar mandi, ia mendapati Yejin dan Eunhyuk di dalam kamarnya dengan wajah yang sembab dan mata yang bengkak.
"Hyukkie, Yejin eomma…ada apa sepagi ini sudah di kamarku?"
Sungmin menatap keheranan pada dua orang kesayangannya.
"Kau sudah mandi?" tanya Yejin tanpa menjawab pertanyaan Sungmin.
Sungmin mengangguk dan tetap dengan raut kebingungannya.
"Kemari, Nak," Yejin mengulurkan lengannya, menawarkan pelukan kepada Sungmin.
Sungmin menurut dan berjalan pelan ke arah Yejin, kemudian memeluknya. Ketika tubuh mereka merapat, Yejin membawa kepala Sungmin ke bahunya mengelus rambut basahnya. Sungmin merasakan tubuh Yejin bergetar, ia menangis. Sungmin tidak tahu mengapa Yejin menangis, ia menangis seperti memang sudah menangis sejak tadi. Terdengar dari napasnya yang tersengal dan sulit bicara. Eunhyuk pun tiba-tiba menangis dan memeluknya dari belakang. Sungmin semakin kebingungan, tapi tiba-tiba kesedihan meliputi batinnya. Aura suram terasa dari rumahnya.
"Eomma ada apa? Katakan sesuatu."
Yejin tidak bicara, ia hanya melepaskan pelukan mereka. Menghapus airmata Sungmin dari pipinya, anak ini menangis tanpa tahu apa yang terjadi. Yejin memberikan tas karton kepadanya, dan ketika Sungmin membukanya ternyata isinya adalah hanbok berwarna putih dan pita hitam.
"Apa ini? Siapa yang meninggal?" rasa ingin tahu Sungmin semakin meronta, firasat buruknya muncul tanpa tahu sebabnya.
Melihat kebingungan Sungmin pun membuat Eunhyuk tidak bisa diam lama-lama, ia memeluk Sungmin dengan erat.
"Vict eomma Minnie, Vict eomma sudah tiada," bisik Eunhyuk dalam tangisnya.
Sungmin membeku, ia tidak salah dengar bukan? Ia melepaskan pelukan Eunhyuk, jika Eunhyuk bukan sahabatnya sedari kecil ia tentu akan menampar mulutnya saat itu juga. Apa yang dikatakannya tentang ibunya?
"Kau jangan bicara macam-macam Hyuk! Aku memaafkanmu kali ini, tapi lain kali jika kau bercanda seperti ini aku tidak akan melihatmu sebagai teman!" ancam Sungmin.
Sebenarnya ia sangsi juga dengan pernyataannya sendiri. Untuk apa Eunhyuk berbohong seperti ini? bahkan Yejin eomma pun datang mendukung Eunhyuk, lengkap dengan pakaian berkabung serba hitam. Hari apa ini? sungmin berusaha mati-matian mengingat sekarang tanggal berapa, ada perayaan apa, untuk mencari tahu bahwa mereka mengerjainya karena tanggal ini. Tapi Sungmin tidak bisa mengingat apa-apa. Ketika matanya menatap, memohon kepada Yejin untuk mengatakan apa yang sebenarnya, ia hanya mendapat pandangan mata yang memelas, penuh luka dan keprihatinan. Sungmin menangis dengan keras, menyadari apa yang dikatakan Eunhyuk tentang ibunya tidak bohong.
Tapi kenapa Victoria? Ia bahkan baru bertemu ibunya Sabtu pagi, kemarin lusa. Mereka tidak ada waktu untuk berbicara banyak, Victoria terlihat sibuk akhir-akhir ini. Sepertinya ibunya itu memegang proyek baru, dan membuat Sungmin merindukannya. Tapi kenapa hari ini tiba-tiba ibunya pergi?
Sungmin terjatuh, menangis dalam simpuhannya. Yejin dan Eunhyuk pun hanya mampu memeluk tubuh Sungmin yang semakin menyungkur dengan lantai. Memberikan waktu kepada Sungmin untuk menumpahkan kesedihannya.
.
.
.
Sungmin melirik Kyuhyun yang berdiri di sampingnya, mencoba melihat ekspresinya. Beberapa tamu datang memberikan seikat bunga di hadapan foto Victoria dan mendoakannya, membungkuk kepada Kyuhyun dan Sungmin untuk mengucapkan bela sungkawanya. Sungmin tidak bisa membaca ekspresi Kyuhyun, ia hanya terlihat membisu tidak memeluknya untuk berduka bersamanya. Sejak Sungmin tiba di rumah persemayaman yang disediakan oleh rumah sakit, Kyuhyun belum berbicara sama sekali kepada Sungmin. Sesekali ia memandang foto Victoria yang terpajang di ujung peti, tetapi sesekali matanya kosong.
Sungmin menggenggam tangan Kyuhyun, membuat Kyuhyun menoleh kepadanya. Tetapi Kyuhyun tetap membisu, bahkan matanya tidak berbicara apa-apa. Sungmin mengira, Kyuhyun bersedih atas kepergian Victoria. Tetapi ia tidak mempermasalahkan itu, bukankah hal yang wajar jika seseorang sedih karena ditinggalkan oleh orang yang menemaninya, seperti Kyuhyun dan Victoria selama ini? Toh Sungmin juga tidak melupakan ciuman Kyuhyun semalam, itu sudah berbicara sangat banyak.
Ketika ia mengarahkan matanya lagi kepada peti ibunya, ternyata sudah ada Changmin yang sedang memberikan penghormatan terakhir dan doa kepada Victoria. Sungmin teringat, ia sudah meninggalkan Changmin begitu saja kemarin. Dan ia baru tersadar, ia terlalu egois dan tidak adil kepada Changmin. Ketika Changmin menghampirinya dan Kyuhyun untuk mengucapkan bela sungkawanya, Sungmin menahannya agar tidak pulang terlalu cepat. Dan Changmin menyanggupi karena ia juga ingin membicarakan sesuatu dengan Sungmin.
.
.
.
"Changmin oppa," panggil Sungmin kepada Changmin yang menunggunya di suatu ruangan.
Changmin yang sepertinya sedang sibuk dengan pikirannya sendiri menoleh ke arah Sungmin yang memanggilnya. Changmin tersenyum, dengan isyarat tangannya ia meminta Sungmin untuk duduk di sofa di sebelahnya.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Changmin sambil mengamati wajah Sungmin.
Sungmin menggeleng, "Tentu saja tidak, satu-satunya orangtuaku sudah tiada. Tidak ada lagi yang lebih buruk dari ini."
Sungmin sudah hampir menangis ketika Changmin menggenggam tangannya, membuatnya untuk menatap Changmin dengan wajah teduhnya.
"Tapi kau sudah terlihat baik sejauh ini, kau anak yang tabah."
"Ini demi eomma, dia akan menangis jika tahu aku menangis lebih kencang dari hari ini. Juga untuk Kyuhyun ahjussi."
"Iya, Kyuhyun ahjussi terlihat terpukul sekali. Ia bahkan mungkin tidak menyadari kau di sini bersamaku, hingga melepaskanmu menemuiku seperti ini."
Sungmin sedikit terkekeh dengan gurauan Changmin, bukan menjadi rahasia jika Kyuhyun posesif kepada Sungmin dan terkesan berusaha menjauhkannya dengan Changmin sejauh ia melihatnya. Dan dalam keadaan normal, Kyuhyun pasti sudah menyeretnya jika ia melihat Sungmin bersama dengan Changmin seperti sekarang.
"Maaf."
Changmin menoleh menatap Sungmin, dan masih menggenggam tangannya.
"Kenapa?"
"Maaf karena meninggalkanmu begitu saja kemarin, aku merasa begitu jahat,"
Changmin tersenyum.
"Tidak masalah, kau berhak memilih jalanmu sendiri. Aku tidak bisa menahanmu untuk bersamaku bukan?"
Sungmin menatap Changmin, menerka-nerka apakah Changmin tahu sesuatu. Tetapi kemudian wajah Changmin berubah sumringah.
"Maksudku adalah, aku tidak berhak menahanmu jika kenyataannya aku tidak akan bisa di sampingmu dalam waktu yang lama. Aku akan pergi."
Alis Sungmin bertaut, wajahnya sudah penuh tanda tanya.
"Aku mengirim aplikasi beasiswa ke Kyoto University beberapa bulan lalu, dan aku diterima. Jadi aku akan berangkat ke Jepang bulan depan. Sekarang saja aku sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatu. Jadi sepertinya kita tidak akan bisa bertemu beberapa tahun ke depan."
"Oppa…"
Changmin memang siswa cerdas, di usianya yang masih 16 tahun ia sudah duduk di kelas 12 dan hampir lulus. Itu karena dia mengkuti kelas percepatan selama duduk di bangku tingkat pertama dan sekolah tingkat atas. Tetapi Sungmin tidak mengira Changmin akan meneruskan ke perguruan tinggi di luar negeri. Changmin tidak pernah berbicara dengannya tentang ini.
"Maaf, aku tidak pernah mengatakannya padamu. Karena memang awalnya aku tidak berekspektasi apa-apa terhadap program beasiswa itu. Tapi ternyata aku diterima dan harus kesana bulan depan."
Seperti mengerti pertanyaan-pertanyaan yang lahir di benak Sungmin, Changmin menjelaskannya kepada Sungmin. Sedangkan Sungmin hanya terdiam, memandang Changmin seperti akan menangis. Jika mau dirunut, anak sebaya yang terdekat dengan Sungmin hanya Eunhyuk dan Changmin. Dan jika Changmin meninggalkannya ke luar negeri selama beberapa tahun, ia hanya akan tinggal berdua dengan Eunhyuk. Seperti 5 tahun lalu. Ia akan sendirian lagi. Tidak sadar Sungmin sudah benar-benar menangis. Membuat Changmin terkejut.
"Hei kenapa menangis?"
"Oppa meninggalkanku, aku akan sendirian. Bagaimana mungkin aku tidak menangis?"
Sebenarnya Changmin ingin mengatakan "Bukankah kau memiliki seseorang yang lebih kau cintai daripadaku?" tapi Changmin menelan kata-katanya itu. Alih-alih mengatakan hal jahat, Changmin memeluk bahu Sungmin.
"Sebentar lagi kau masuk sekolah tingkat atas, kau akan memiliki banyak teman disana. Berjanjilah untuk baik-baik saja dan lebih terbuka dari ini."
Sungmin tidak menjawab apa-apa.
"Tidak ada alasan untuk kau menjadi anak yang tertutup, tersenyumlah dengan wajahmu yang manis itu akan banyak yang ingin berteman denganmu."
Changmin terus menenangkan Sungmin, meyakinkan bahwa ia akan baik-baik saja meski tidak ada Changmin. Terus memeluknya tanpa menyadari sepasang mata tajam yang mengawasi mereka dari kaca pintu.
.
.
.
Kyuhyun menahan dirinya untuk mendorong pintu di hadapannya, dan melepaskan Sungmin dari pelukan anak lelaki yang tanpa ia sadari sudah menjadi musuhnya itu. Telapak tangannya sudah mengepal, menegang di daun pintu. Tetapi ia ingat Sungmin tidak menyukainya yang kasar. Lebih dari itu, Kyuhyun tidak melupakan bahwa ia kini sedang berada dalam rumah persemayaman dan Victoria sedang terbaring kaku di dalam sana. Kepalan tangan Kyuhyun mengendur, kemudian bahunya melemah ketika ia teringat Victoria. Dengan lemas ia melangkah ke dalam restroom.
Wajah terkejut Victoria semalam begitu menghantuinya, membangunkan rasa bersalahnya. Seandainya Kyuhyun bisa menahan hasratnya semalam, tentu tidak sefatal ini akibatnya. Sungmin bahkan terlalu kecil untuk layak ia cium sedalam itu. Bukankah itu artinya dia sudah merusak Sungmin? Ia mencuri ciuman anak itu, kemudian menyebabkan Sungmin kehilangan ibunya? Apakah seperti ini bentuk cintanya? Cinta yang sebenarnya semakin menyakiti Sungmin, bukan membahagiakannya.
Kyuhyun terdiam begitu lama, hingga ia merasakan ponselnya bergetar. Ada banyak pesan masuk di ponselnya. Kyuhyun hanya menggulirnya mencari tahu siapa saja mengiriminya pesan tanpa membaca isinya. Dan ketika ada nama Victoria di sana, Kyuhyun terpaku, dengan tangan gemetar Kyuhyun membuka isi pesan itu.
Aku pergi, jaga Sungmin untukku ~ Victoria
Kemudian melihat waktu pesan diterima, sesaat sebelum Kyuhyun pergi dari kantor Victoria.
Apakah ini suatu isyarat dari Victoria kepada Kyuhyun untuk menjaga Sungmin? Kyuhyun mengiyakan dalam hati, lupa akan kemarahan Victoria semalam yang membawanya kepada maut.
.
.
.
"Anakku yang malang, astagaa kenapa Victoria tega meninggalkanmu sendirian?" Nyonya Song tidak henti meratapi kepergian anak perempuannya, tetapi lebih mencemaskan keadaan Sungmin.
Zhoumi sudah berusaha menenangkan ibunya, menghentikan histerianya sejak pemakaman Victoria tetapi memang begitulah cara ibunya mengungkapkan kesedihan hatinya. Terlebih ia kehilangan putri satu-satunya. Cukup lama mereka tidak bertukar kabar, lalu kemudian mendapat kabar putrinya sudah meninggal dalam kecelakaan. Itu sangat mematahkan hatinya
"Ibu yang jahat, Victoria kenapa tega sekali? Kau meninggalkan Sungmin sendirian di Korea. Anak jahat!"
"A Ma sudahlah, lihatlah Sungmin semakin sedih," Zhoumi berusaha melepaskan rangkulan ibunya pada Sungmin yang terlihat sangat erat. Sedangkan Sungmin terlihat sesak, antara pelukan neneknya juga isakannya.
Akhirnya nyonya Song melepas pelukannya kepada Sungmin, membersihkan pipi Sungmin dari airmata.
"Jangan menangis, cucuku. Jangan menangisi ibumu yang bodoh itu ya?"
Kyuhyun menundukkan wajahnya mendengar mertuanya terus meracaukan makian kepada Victoria. Kyuhyun sangat tahu, itu bukan kemarahan. Tapi itu adalah rasa kesedihan dan kehilangan yang dalam dari seorang ibu yang melihat putrinya meninggalkannya terlebih dulu.
Zhoumi menoleh kepada Kyuhyun, merangkul bahunya dari samping.
"Aku memang kakak Victoria, aku juga sangat kehilangan dia. Tapi aku tahu, kau yang sudah hidup dengannya bertahun-tahun pasti merasa yang paling terpukul. Aku turut berduka untukmu, bersabarlah."
Kyuhyun hampir menangis, kalau perlu berlutut minta ampun kepada semua orang di ruangan ini. Zhoumi, nyonya Song, kedua orangtuanya, terutama Sungmin. Semua orang memandangnya dengan mata iba, seolah Kyuhyun adalah yang paling sedih dengan kepergian Victoria. Nyatanya adalah Kyuhyun penyebab kematian Victoria secara tidak langsung. Bagaimana jika mereka tahu fakta tentang ini?
Akhirnya nyonya Song berhasil menguasai dirinya, ia sudah tidak menjerit histeris seperti tadi, tetapi airmatanya masih mengalir dan membasahi seluruh wajahnya. Sedangkan Sungmin, seperti biasa selalu cepat menguasai dirinya.
"Kau, ikut saja pulang dengan kami ke Beijing ya?"
Pertanyaan nyonya Song membuat semua orang menegang, kecuali Zhoumi. Ia sudah mengira ibunya akan memiliki pemikiran seperti ini. Ia pun sebenarnya juga sependapat dengan ibunya, bagaimanapun Sungmin sebenarnya sendirian disini, ia juga belum dewasa, belum bisa merawat dirinya sendiri. Tetapi…
"Maaf ibu, tetapi Sungmin memiliki saya di sini," Kyuhyun memecah keheningan yang menegangkan di ruangan itu.
Inilah yang Zhoumi maksud. Kyuhyun tidak akan melepaskan Sungmin dengan mudah, ia tahu itu sejak lama. Ia melirik Kyuhyun di sampingnya. Sedangkan nyonya Song menatap Kyuhyun dengan tajam, membuatnya salah tingkah.
"Maksud saya, saya memang bukan ayah kandung Sungmin. Tapi Sungmin sudah terbiasa dengan saya, selama Victoria sibuk hingga pergi ke luar negeri berbulan-bulan saya lah yang merawat Sungmin. Dia juga masih harus menyelesaikan pendidikannya. Jadi biarlah Sungmin di sini bersama saya," jelas Kyuhyun tegas.
Sebenarnya nyonya Song melihat Kyuhyun sebagai orang asing, tapi kata-katanya tadi menggoyahkan hatinya juga. Membuatnya berpikir ulang tentang niatnya untuk membawa Sungmin ke Beijing.
"Apakah Sungmin sudah bisa mengambil keputusan untuk dirinya sendiri?" tanya nyonya Song.
"Saya kira, meski belum dewasa Sungmin sudah memiliki pemikiran sendiri. Jadi saya yakin pasti ia bisa mengambil keputusan sendiri," jawab Kyuhyun sambil mengamati Sungmin, sayangnya anak itu tidak balas menatapnya padahal ia membutuhkan itu. Membutuhkan keyakinan agar Sungmin jangan sampai pergi darinya.
"Umm aku, nenek bisakah aku tinggal di sini saja bersama Kyuhyun ahjussi? Jika aku pergi, ia akan sendirian di sini. Ia hanya memiliki eomma dan aku, dan kini hanya tinggal aku yang ia punya. Aku tidak mau dipisahkan dengan Kyuhyun ahjussi," putus Sungmin mantap. Membawa kelegaan pada orangtua Kyuhyun dan Kyuhyun, tentu saja.
"Benarkah? Apakah kau yakin dengan keputusanmu?" tanya nyonya Song dengan mata berair
Sungmin mengangguk dengan mantap, nyonya Song teringat cerita Victoria tentang Sungmin. Sungmin berbeda dengan anak-anak seumurnya. Meski usianya belum dewasa, tapi daya pikirnya melampaui logika orang dewasa. Maka nyonya Song juga mengangguk, menyanggupi permintaan Sungmin.
"Baiklah, tapi kau harus ingat kau juga memiliki rumah di Beijing. Pulanglah kapan pun kau mau, karena kau adalah darah daging kami."
Ucapan nyonya Song diikuti helaan napas lega dari Kyuhyun dan orangtua Kyuhyun.
"Kami juga akan menjaga Sungmin, karena bagi kami Sungmin juga cucu kesayangan kami. Terima kasih atas kepercayaannya," nyonya Cho membungkuk berulang kali mengucap terima kasih, dan disambut pelukan hangat oleh nyonya Song.
.
.
.
Malam itu semua berkumpul dalam satu meja makan, Kyuhyun, Sungmin, Zhoumi, nyonya Song dan juga orangtua Kyuhyun. Mereka menikmati makan malam dalam diam. Suasana berkabung masih kental terasa, tetapi Sungmin merasa sedikit kehangatan di hatinya. Rumahnya tidak pernah seramai ini, biasanya paling sering hanya ada ia dan Kyuhyun di rumah. Apalagi setelah perang dingin mereka setahun belakangan, Sungmin merasa benar-benar sendirian di rumahnya. Tetapi malam ini semua berkumpul, tragisnya mereka baru berkumpul saat Victoria tiada. Sungmin tersenyum miris dengan sudut bibirnya.
"Aku selesai," sungmin meletakkan sumpitnya dan membersihkan bibirnya dengan lap putih di atas meja.
Ia pergi dari meja makan diikuti pandangan khawatir dari seluruh anggota keluarganya. Meski Sungmin terlihat diam dan tenang seharian ini, semua pasti tahu apa yang sebenarnya ada di hati anak itu. Sungmin memang terbiasa memasang wajah baik-baik saja, tapi dalam hatinya yang terluka siapa yang tahu. Maka Zhoumi juga buru-buru menyelesaikan makan malamnya kemudian mengikuti Sungmin yang telah masuk ke dalam kamarnya.
"Hei, apa aku boleh masuk?" tanya Zhoumi mengintip di pintu kamar Sungmin yang ia buka sedikit.
Sungmin tersenyum melihat Zhoumi, "ahjussi masuk saja."
"Kamarmu banyak berubah sejak 5 tahun lalu ya? Kemana semua koleksi Hello Kitty milikmu?"
Sungmin mengedarkan pandangannya ke penjuru kamar, memang banyak berubah. Terakhir Zhoumi melihat kamarnya saat ia berusia 10 tahun, dan itu masih pink dipenuhi oleh Hello kitty. Tapi kini kamarnya lebih bernuansa peach, minim perabotan. Hanya bertambah lemari buku yang penuh dengan koleksi komiknya,
"Eomma bilang saat aku berusia 12 tahun, aku sudah tumbuh menjadi anak remaja. Sudah tidak pantas lagi mengoleksi hal-hal kekanakan seperti itu, sebagai gantinya ia membelikanku komik-komik dan novel remaja."
Sungmin tersenyum mengingat itu, mungkin itu adalah cara ibunya untuk mengajarinya bagaimana anak remaja bersikap dan bergaul dengan seharusnya.
"Kau tidak apa-apa kan hanya bersama Kyuhyun di sini?"
Sungmin mengangguk pasti, "kami sudah terbiasa hidup berdua karena eomma sering bepergian ke luar negeri."
"Apa Kyuhyun baik padamu?"
"Tentu saja."
"Apa ia memperlakukanmu dengan sayang selayaknya anak sendiri," pertanyaan Zhoumi sebenarnya menjebak, dan cukup membuat Sungmin terdiam cukup lama. Tetapi ia bukan anak polos seperti di pikiran Zhoumi.
"Ia memperlakukanku seperti apa yang seharusnya ia lakukan."
Zhoumi mengangguk-angguk mengerti, tidak mau mengungkitnya.
"Apa kau sedih, dengan kematian ibumu?"
Sungmin menatap Zhoumi tidak percaya atas pertanyaannya,
"Ahjussi apakah aku terlihat senang?"
Zhoumi tergagap, "ti-tidak maksudku kau terlihat bisa mengendalikan dirimu dengan baik hari ini, bahkan nenek saja sampai histeris ketika pemakaman ibumu."
"Aku bisa saja menangis berhari-hari, sampai pingsan setiap mengingat eomma. Tapi aku terbiasa hidup sendiri, berdiri di kakiku sendiri, aku tidak biasa menyusahkan orang lain dengan tangisku atau bahkan pingsanku."
"Menangis sesekali tidak dilarang, Sungmin. Kami keluargamu, jika kau ingin menangis bersama kami itu tidak salah."
Sungmin menggeleng, "aku hanya tidak terbiasa."
Zhoumi memandang Sungmin dengan iba. Anak ini bukan main, selalu memposisikan dirinya sebagai pelipur lara setiap orang tanpa mau dihibur hatinya ketika lara. Zhoumi meraih kepala Sungmin, dan merengkuhnya di dadanya. Malahan ia yang ingin menangis melihat keteguhan hati keponakannya ini.
"Kau harus tumbuh menjadi anak yang baik. Kau harus berjanji."
Sungmin mengangguk dalam pelukan Zhoumi.
"Setiap kau akan melakukan sesuatu, baik atau buruk. Kau harus ingat ibumu ketika akan melakukan itu."
Sungmin kembali hanya mengangguk.
Sedangkan Kyuhyun hanya menyaksikan itu dari pintu kamar. Sebenarnya Kyuhyun juga ingin memeluk Sungmin, berbagi tangis seperti apa yang dilakukan oleh Sungmin dengan Zhoumi. Tapi Kyuhyun sudah menyadari posisinya, peristiwa kemarin dan hari ini sangat menyadarkannya. Ia menyesali kenapa untuk menyadarkannya harus dengan kematian Victoria. Kyuhyun bertekad akan mengembalikan posisinya dengan Sungmin seperti seharusnya. Semua harus kembali pada posisinya masing-masing. Dengan pelan Kyuhyun menutup pintu kamar Sungmin.
.
.
.
Malam telah larut, tapi Sungmin masih belum tertidur. Ia masih sibuk mengingat bagaimana rasa pelukan Victoria di tubuhnya. Kemudian ia menatap jam dinding, sudah pukul 23.28, hampir tengah malam. Sepertinya seluruh orang sudah tidur. Maka Sungmin memutuskan untuk mendatangi Kyuhyun. Ia teringat mereka belum berbicara berdua saja. Sungmin hanya ingin memberitahu kepada Kyuhyun jika kini ia sudah tak mendiamkan Kyuhyun lagi, dan berusaha mengembalikan hubungan mereka seperti dulu.
Sungmin membuka pintu kamar Kyuhyun dengan pelan, mendapati Kyuhyun yang belum tidur bahkan tidak berganti pakaian. Wajahnya yang sedang melamun terlihat sangat kuyu dan tidak sesegar biasanya. Sungmin berdehem, mengisyaratkan kehadirannya.
"Ehemm.."
Kyuhyun mendongakkan wajahnya dan menatap Sungmin yang berdiri lucu dengan pakaian tidurnya di depan pintunya.
"Ada apa? Kenapa belum tidur?" tanya Kyuhyun, terdengar datar di telinga Sungmin.
"Aku hanya ingin mengobrol dengan ahjussi," Sungmin masuk ke dalam kamar Kyuhyun, dan menutup pintunya. Menatap sisi ranjang yang sedang diduduki Kyuhyun. mengingat kejadian semalam, membuat pipinya merona.
"Tapi ini sudah hampir tengah malam. Kau seharusnya sudah tidur."
Sungmin menggeleng, "Aku tidak bisa tidur. Dan aku ingin mengobrol dengan ahjussi."
"Baiklah, sekarang aku yang ingin tidur."
"Oppa, Kyuhyun oppa…"
1 tahun Sungmin tidak memanggil Kyuhyun seperti permintaannya jika mereka hanya berdua. Sebenarnya Kyuhyun sangat merindukan panggilan itu dari Sungmin, tapi tidak dengan situasi ini.
"Mulai sekarang, panggil aku appa Sungmin. Karena aku appa-mu."
Demi Tuhan, rasanya Sungmin ingin salah dengar dengan jawaban dingin Kyuhyun. Tetapi suara Kyuhyun yang tegas saat mengatakan itu benar adanya. Dan membuat hati Sungmin jatuh kemudian pecah begitu saja. Apa maksud Kyuhyun? Bahkan Kyuhyun menciumnya untuk pertama kalinya semalam, dengan begitu dalamnya, yang rasanya masih diingat oleh Sungmin dengan jelas.
T B C
Nah lo…itu Kyuhyun kenapa? Nahh ruwet lagi kan ceritanya? Eh nggak kok, inilah konflik sebenarnya, baru awal sih. Jadi mari kita sebut chapter ini sebagai pra klimaks. Jangan marahin saya dong karena bikin ginian, sekali lagi saya berusaha wajar.
Victoria udah nggak ada, Changmin juga udah pergi, kenapa nggak bikin kyumin bersatu dan selesai cerita sih? Katanya nggak mau bikin kayak sinetron? Yaa mau nggak mau akhirnya ini kayak sinetron, tapi tenang aja Sungmin nggak kayak bintang sinetron kok. Itu saya udah menegaskan karakter Sungmin ya, jadi Sungmin tetap jadi anak yang tegar. Saya perlu menguji ketegaran Sungmin dan sedalam apa cinta Kyuhyun baru benar-benar menyatukan mereka.
Nggak ada cast lain ya? Kenapa itu-itu aja castnya? Jujur saya nggak bisa mengeluarkan cast lain yang nggak ada interaksi sama Kyumin, kayak proses jadiannya Haehyuk. Saya bisa bikin side storynya tapi lepas dari DG yang asli. Untuk cast baru, tenang aja Sungmin nanti masuk sma saya tambahin cast baru.
Kebanyakan narasi, dialognya kurang jadi membosankan. Duh maaf ya, kalo emang tokoh-tokoh saya nggak ada interaksi gimana ada dialog ya? jadi otomatis saya hanya bisa menceritakan perasaan mereka lewat narasi kan? Ya udah sih bikin aja tokohnya berinteraksi aktif gitu. Tenang aja pasti saya bikin interaksi, tapi sesuai dengan kebutuhan cerita. Dan terlepas dari itu, kayaknya emang gini gaya penulisan saya haha maafkan kekurangan saya ya, saya akan berusaha belajar menulis dengan lebih baik.
Kenapa saya bikin Victoria meninggal, bukannya idup aja biar ceritanya Kyumin sibuk minta restu dari dia? Soalnya saya nggak mau nanti fokusnya ke Victoria. Saya mau bikin fokus konfliknya ke Kyumin, lhaa kan ini Kyumin FF. Bukannya ini malah antiklimaks ya kemarin kan udah tegang-tegangnya? Jangan terlalu tegang ah, cuma pengantin baru yang boleh tegang banget *ehh salah ngomong*
Jujur ya, chapter ini saya bikinnya susah banget. Chapter pas Victoria meninggal, karena gini ya beberapa penulis FF biasa memposisikan dirinya sebagai Sungmin, atau Kyuhyun biar masuk sama cerita. Tapi nggak tau kenapa, saya memasukkan diri saya dalam karakter Victoria. Jadi kayak saya leluasa mencurahkan kasih sayang sama Sungmin gitu, mungkin karena naluri ibu-ibu saya gede jadi kasih sayangnya sebagai ibu-anak. Pas saya bikin Victoria meninggal, rasanya jadi kayak bunuh diri. Banyak yang nebak Victoria meninggal ya? Dan iya emang harus meninggal biar ada klimaks konfliknya. Jadi mari berduka karena Victoria yang baik udah nggak ada, nggak saya kasih pasangan lagi, jangan disyukurin ya nanti saya ngambek loh.
Dan terima kasih untuk doanya buat Aishah, udah sembuh loh sehari setelah saya posting chapter 10. Dan saya memikirkan saya akan meminta doa lagi biar saya diijinkan suami untuk beli Aloha dan Mahalo. Kalo yang mendoakan lebih dari 40 orang kan diijabahi ya hahahah
Banyak banget yang pengen 'nampung' Changmin ya? sayangnya Changmin nggak mau, noh dia lebih milih kulkas daripada cewek
BIG THANKS TO
Gwansim84/ babychoi137/ Heldamagnae/ BunnyEvilKim/ joyELF/ babybellyCho/ chaerashim/ Lee chaRaa (selamat datang untuk reader baru)/ princesssparkyu/ TiffTiffanyLee (sementara Changminnya cuti dulu, nanti bakal ada cast baru. Kalo muncul semua saya nggak kuat ngasih honor haha)/ diynazha. Gint/ cho hyo woon (dan selamat tebakanmu akan nasib Victoria emang bener terjadi)/ Rilianda Abelira (kamu nggak sendiri kok, banyak banget tuh yang nggak suka kyuhyun ditempelin (?) )/ Park Heeni (kecelakaan tapi nggak ngebut kok)/ myblacksmile137 (demi apa aku selalu deg deg nyes tiap baca review kamu kak? Bener semua tebakannya sih)/ Ristinok137 (oke bener poin 1, tebak lagi chap depan dong hahah)/ Audrey mussaena (kalo lupa dibaca lagi dong chap 10 hihihi)/ coffeewie137 (nggak usah pake dor dong, bikin bencong pada lari ketakutan nanti)/ nova137 (konfliknya kyumin sendiri dong)/ Phia89/ isnaeni love sungmin/ Mingriew-chan/ Lee Sanghyun (aku ribut di tl ya hahahah maaaaaf)/ Minnie kyumin (Alhamdulillah bukan DBD, tapi campak dan batuk)/ KimRyeona19/ KyuMin EvilAegyo (niat awal sih mau ngejauhin, tapi keburu nabrak)
Zen Liu/ iam ELF and JOYer/ kimpichi. Adjah/ Grace. Grace. 9026 (maaf ya sayang, nggak ada adegan Kyumin minta restu ke Vict nih)/ Hima Maa (rencananya mau bikin Kyumin sampe punya anak kok, tenang aja)/ bunyming (iya udah kamu bener tuh)/ Anissa Lee13 (Donghae ya? nanti saya cari cela dia muncul ya, kasih peran jadi apa dong enaknya?)/ cloudswan/ abilhikmah/ Kyuna36 (chap ini Changming momentnya berakhir)/ Cho Kyuri Mappanyukki/ hyuna/ ISungyi (ehehhehe bom meledak, tapi saya kasih mereka bom lagi dong)/ Park Min Rin (nanti Changmin akan berakhir manis kok, dapet saya, jadi nggak usah khawatir)/ arisatae/ Cho Minyu (sebenernya maslah nickhun itu, baru-baru ini kok Vict ingetnya)/ cutevilpinkiss (fancam jatohnya udah ada di YT, dan kyu seperti biasa langsung noleh lebay sampe lupa ngeance)/ Love Kyumin 137 (makasih ya atas review panjangnya, bener-bener membaca dengan menghayati kayaknya)/ paprikapumpkin (Vict kebayang Nichkun Cuma 5 bulan belakangan aja)/ ChoKyunnie (jadi chap ini emmm gima ya?)/ keyla HB malik/ Hyugi Lee (pengalaman membuktikan nggak mungkin juga nggak kebangun pas dicium kayak gitu)/ bebek (ya udah nanti kasih nama aishah ya biar kalo kenalan sama aishah-ku jadi lucu hehe)/ Lilin Sarang Kyumin (dia nggak tau ada Vict, nggak denger karena kupingnya ditutup Kyu)/ NurLarasati13 (kalo Kyumin saya bikin gini kamu marah nggak? Hehe)/
Luvori19 (kata Changmin dia nggak mau *tutup pintu* )/ stalkyumin/ ShinJiWoo920202/Kyumin Air 137 (typo ya ahahah sudah jadi temen deket saya dia, heran deh)/ myeolchikyu (pada akhirnya semua akan saya bikin bahagia, termasuk Victoria yang udah saya bikin meninggal nah lhoo)/ Sung Rae Sun/ MyPumpkinsLABU (tenang kalo diapus saya publish lagi, apus lagi publish lagi)/ bunnyblack. FLK. 136 (iya Sungmin jatoh di Osaka, kalo Jessica saya malah nggak tau)/ dewi. K. tubagus/ pujochi exo/ Erika Cho (tau aja saya suka nonton sinetron, itu emak pengen naik haji udah bukan tukang bubur lagi dah)/ Beautiful Garnet/ kyuminjoy (terus nggak ada cooling down lagi sampe beberapa chapter ke depan)/ Leeznakyu/ Miyoori 29 (kamu tidurnya kacau ya? pantesan nggak bisa dapetin Kyuhyun *eh maaap* )/ cuttianisa (Vict emang meninggal, tapi mereka nggak bisa bersatu dulu)/ Chikyumin/ Saeko Hichoru (dan ternyata Sungmin sadar, dan Cuma pura-pura, cubit Ming yook)/ keykyu/ freychullie (ayah kandung Sungmin ya? hemmm dipikirin lagi deh
L Kyu (nanti saya bikini side story eunhae aja ya, boleh kan?)/ kyumin/ sunrise137 (kamu satu-satunya yang nangis saya bikini kyumin kisseu ya eh kenapa?)/ kyuqie/ sky/ nugu (pingsan sih nggak Cuma pengen ngepruk Kyu aja kalo bisa, saya bales reviewnya tanpa dibikinin chapternya aja gimana kalo gini? Heheh)/ hye jin park/ kyumin joyer/ pinzame/ hyeri (mbak Vict pergi kabur takut digebukin Kyu karena ganggu kisseunya *ehh nggak dong*)/ Guest/ Adekyumin joyer (Alhamdulillah ngga sampe DBD kok)/ Rinyeol (tolong diprotes lagi ya hahah yakin sih chapter ini banyak diprotes nggak ada KM momentnya sih)/ endah. Kyumin137 (ehh nggak ada ya? duh maaf ya kelewat kayaknya)/ Tsubaki Ming (jadi enaknya Ming dibikin pergi ato nggak kalo udah gini?)/ parkhyun (kamu bener loh, siapa rival Kyu itu sih kuncinya chapter depan)/ hyukmyboo (ngaret ato nggak itu tergantung nutrisi *lirik Kyumin*)/ pumpkinmiiin (dih kamu jangan malu-maluin aku dong, Changmin kan punya program yang suka maen bulutangkis itu, mau dibikin maen bekel?)/ RaeMii (Sungmin abis ini gede loh)/ Choi Lee (Kok pake duarrr ini ngagetin saya ihh)/
zaAra evilkyu/ bluelfsj (Vict udah dapet pasangan kok, tapi nggak di dunia hehe)/ TikaYemin (bahkans etelah meninggal pun masih menimbulkan masalah ya Victnya)/ Yoldaspa/ minglove/ PaboGirl/ Lady Ze/ aidafuwafuwa (hahahah akhirnya kamu baca kan, kalo kamu tau gini jadinya bukan nyindir ya. sabar ya ntar kalo happy end baru aku kasih tau gimans?)/ intankyuhyunelf (Sungmin yang dapet kisseu kamu yang capslocknya jebol ya?)/ Ciachunyoo (ehh salah ya hahahah maklum ya bikinnya sambil berkaca-kaca bareng Changmin)/ onlykyumin. 137 (nah saya nggak tau tuh ada novel itu, ada link ebooknya nggak)/ Guest (haduh harusnya kamu pake nama dong, aku inget hakhaknya doing kan tp lupa penname kamu)/ park ji hyun/ myangelKYUMIN (Aishah udah sembuh makasih yaa)/ thiafumings (nc ada nanti kalo semua masalah udah kelar ya)/ fariny/ indi2907 (jadi joyers ya? udah lama sih, dari intimate note kayaknya)/ Maximumelf/ Kyuna13/ Minhyunni1318
SEKIAN TERIMA KASIH
