ROCKIN HEAVEN
TEENS PREMIERE LOVE BEAT
Sakai Mayu / SexyBabyWolf
Luhan yang bahagia karena sudah menjadi siswa high school dan pindah ke Korea berniat membuat masa high schoolnya indah dan berharap bisa menemukan namja idamannya. Namun begitu sampai sekolah,ia terkejut. Semuanya namja. Bisakah Luhan bertahan? Warning: GS, OOC, OTP12, crack pair slight. Hunhan, Chanbaek, slight Hunrene, Krishan couple lain menyusul. Yang gak suka monggo diclose saja. Yang mau review silahkan dengan bahasa yang pantas dan yang gak mau review juga gpp. This fanfiction is special for "HUNHAN BUBBLE TEA COUPLE EVENT". Sebuah remake dari komik berjudul sama karangan Sakai Mayu. Karena remake jadi gak akan sama 100% seperti yang ada didalam komik. Aku sih gak mau ketinggalan, hanya lagi belum dapat wangsit aja. #Sehun hanya milik Luhan dan author Cuma pinjem bentar aja! Balikinnya nanti saja kalau autor udah bosan, keke. Happy read.
Anyeong, ada yang kangen sama Dyo? kekeke maafin Dyo yang molor ya, nunadeul dan readerdeul. Dyo nginap lagi di RS. emm, mungkin selain ini Dyo juga mau bikin lagi. tapi Dyo gak tahu kapan. kekeke Syukur berkat doa semuanya Dyo sembuh. makasih ya! mian lagi ya yeoreobeun. jangan kapok nungguin Dyo ya. at last, jeongmal saranghandago. bbuing~
balasan review:
Mybabydeer : aigoo, jangan ngambek nuna. nanti Dyo tambah sakit#cemberut. lah noh, nuna sukanya yang sosor sosoran ya?#smirk.#dilempar 3 bbuing~
Su Hoo : eeh? jinjja? tapi komiknya yang Dyo buat bukan dari nakayoshi kok. ada 8 seri full. ah molla, Dyo juga gak tahu. mungkin aja di nakayoshi ada. judulnya komik sama kok kaya judul ff ini. gomawo 3 bbuing~
ruixi1 : semangat bener ya nuna kalau masalah bibir#digetok spatula. sip nuna, sudah dilanjut. gomawo 3 bbuing~
BeibiEXOl : ugh#nutup telinga. jangan teriak nuna#dilempar sw*llow. nuna konyol -_- . ne, sudah diupdate. gomawo doanya. hwaiting. gomawo 3 bbuing~
: permen kali nuna manis#ditabok. sudah dilanjut nuna, hehehe. gomawo 3 bbuing~
ruriminhaha : aduh#tepok jidat. banyak juga ya yang bahas ciuman hyung sama nuna. iya nuna lama banget, berapa abad ya?#dicubit. ne gomawo doanya. sudah di next ya nuna. gomawo 3 bbuing~
exoloveya11 : keke, gomawo. sudah dinext dan panggil Dyo saja ya. gomawo 3 bbuing~
0312luLuEXOticS : jinjja?#pasang wajah cool. ah, masa sih nuna? nuna boong ah, kekeke. ini juga berkat saran nuna kok. gomawo nuna ya. ne, pasti akan diperbaiki lagi. kalo ada yang salah, sarannya ya nuna. tuh kan, lagi lagi adegan kissing yang dibahas -_- Dyo juga pingin#dilempar sandal hyung. gomawo 3 bbuing~
Cherry EXOL : nado bogoshippo#bisik bisik takut ketahuan irene. aduh, kissing lagi#pundung. ne, so sweet kan?#sewot. sudah dinext#senyum lebar. gomawo doanya nuna. gomawo 3 bbuing~
levy. : duh, senengnya#ditabok. kekeke gomawo 3 bbuing~
HunHanCherry1220 : nunaa#teriak sambil nutup kuping. jangan heboh dong#pouting. #ditabok. indah bagi hyung, merana bagiku... irene, pulang chagi#pundung. iya nuna, Dyo cuma punya banyak(?) komik jepang. gomawo kalau ternyata nuna suka. gwenchana, ini sudah cukup nyemangatin Dyo kok nuna. yosh, sudah dilanjut. fighting gomawo 3 bbuing~
: iya kekeke, ini sudah dilanjut ya. gomawo 3 bbuing~
N.B : gomawo untuk review, fav, dan follow yang diberikan. mungkin ceritanya sudah pasaran dan ada yang sudah tahu mungkin. banyak typo dan mungkin kesalahan lainnya, jwesonghamnida. tapi, ya terima kash lagi, yang menyempatkan diri review. yang gak reviewpun gpp karena saya open source(?) keke, ditunggu chap selanjutnya 3 saranghae bbuing~
Part 11 (Envy Her)
Auhtor POV
Sehun dan Luhan masih setia saling berpelukan dibawah sinar bulan. Tangan Luhan masih mengalung dileher Sehun sementara tangan namja itu melingkar dengan erat pada pinggangnya. Tanpa diketahui namja itu, diam diam Luhan memikirkan sesuatu.
'Selama ini aku hanya melihat ciuman lewat televise dan juga komik. Tapi saat aku melakukannya sendiri, kenapa terasa berbeda?' batin Luhan tanpa sengaja merenggangkan pelukan Sehun lalu menyentuh bibirnya. Luhan terlihat gugup dan menoleh kesana kemari dan tingkah konyolnya itu tak luput dari pandangan Sehun.
'Unng, apa memang harus sedekat ini? Bagaimana nanti jika ada yang melihatnya? Aish, setelah ini apa yang harus kulakukan?' batin Luhan panic tanpa tahu jika namja didepannya tengah memandangnya sambil menahan senyum.
"Kekeke" Sehun yang sudah tidak tahan dengan tingkah polos Luhan terkekeh dan membuat Luhan memandangnya bingung.
"Waeyo?" Tanya Luhan gugup. Ia takut jika Sehun melihat ada yang aneh dengan dirinya.
"Kau terlihat gugup sekali" ucap Sehun dengan nada menggoda sambil menahan kekehannya.
"Mian" sahut Luhan sambil menunduk dengan wajah memerah.
"Ani, aku sangat senang melihatnya." Jawab Sehun dengan suara rendah namun terkesan lembut. Membuat Luhan terdiam dengan mata berkaca kaca. Luhan memejamkan matanya supaya Sehun tidak tahu jika ia hampir saja menangis karena senang.
"Engg, itu… bisakah kita tidak seperti ini jika didepan yang lain?" ucap Sehun serius membuat Luhan membuka mata dan menatap Sehun dengan penasaran.
"Aku… tidak mengerti" jawab Luhan dengan menelengkan wajahnya kesamping.
"Aku… merasa malu jika ada orang lain yang sampai melihat hal ini!" ucap Sehun sambil mengalihkan pandangannya kesamping. Dan ekspresi Luhan tak jauh dari ekspresi orang bodoh dengan mulut terbuka lebar dan mata yang nyaris melotot keluar.
"Ma…malu?" ucap Luhan dengan nada kaget dan tidak percaya. Sedetik kemudian raut Luhan berubah dan nyengir bodoh.
"Majja, ini memang hal yang memalukan!" ucap Luhan lirih namun masih bisa didengar Sehun.
"Majjyo(benarkan)?" sahut Sehun memastikan dan diangguki Luhan.
'Aaah, begitu ternyata. Bagi Sehun mereka semua adalah teman yang sangat penting. Jadi kurasa sikap yang biasa kami tunjukkan sebaiknya tidak ada yang berubah. Walaupun aku merasa kecewa' Batin Luhan.
"Sehun…Luhan!" panggil Chanyeol dari kejauhan membuat kedua orang itu menoleh. Disebelah Chanyeol ada Baekhyun yang tangannya masih bertaut erat dengan tangan Chanyeol.
"Chanyeol?" ucap Sehun kaget. Ia sungguh berharap bahwa hal yang ia lakukan bersama Luhan tadi tidak dilihat oleh siapapun.
"Sudah hampir gelap. Sebaiknya kita kembali ke penginapan!" ucap Chanyeol lalu diangguki tiga orang yang ada disana.
"Arraseo, mari kita pulang!" ucap Luhan lalu berdiri dengan tampang 'kau baru saja merusak suasana indahku' pada Chanyeol dan Baekhyun. Sehun yang melihat hal itu segera menarik tangan Luhan begiu Chanyeol dan Baekhyun mulai berjalan.
CUP~
Sekali lagi kedua belah bibir itu bertemu tanpa diketahui dua orang yang asyik berjalan didepan mereka. Hanya sekilas namun menimbulkan reaksi berbeda dari kedua orang itu. Luhan terkejut dengan pipi merona sementara Sehun menyeringai sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Bukankah tadi kau sendiri yang bilang jangan seperti ini?" bisik Luhan sambil menggaruk kepalanya. Tanggapan Sehun hanya sederhana. Dia hanya bersiul sambil memasang wajah tidak peduli. Luhan yang tidak terima memukul lengan Sehun namun Sehun malah menampilkan poker facenya. Tanpa mereka berdua sadari, Baekhyun yang tertinggal langkah Chanyeol memperhatikan tingkah mereka.
'Ada apa dengan mereka berdua?' batin Baekhyun.
'Semoga tidak ada yang melihatnya" batin Luhan sambil berjalan dibelakang Sehun.
XXX
Dan kegiatan musim panas ini mereka isi dengan bermain sepuasnya bersama teman teman mereka. Bahkan sepulang dari wisata itu, Luhan dan keluarganya juga pulang ke China untuk mengunjungi rumah neneknya. Dan satu lagi yang pasti mereka kerjakan saat bersama Luhan,
"Ya, aku tidak bisa mengerjakan ini!" bisik Kai lirih pada Chen.
"Berisik, kerjakan sendiri!" ucap Chen acuh karena focus pada buku didepannya.
"Suho hyung, aku nyontek punyamu!" kini Kai beralih pada Suho yang mengerjakan tugasnya dengan santai.
"Mwo (apa)? Andweji (tidak boleh)" kini Luhan menyahut dengan suara cemprengnya dan sukses membuat mereka yang berada disana menutup telinga dan menatap Luhan jengkel.
"Lu, suaramu!" ucap Sehun dingin tanpa menatap Luhan.
"A..aah, ehehe mian (maaf)!" ucap Luhan gugup.
"Ini soal mudah Kai, kenapa kau tidak bisa?" sahut Chanyeol lalu mendekati Kai dan mengajarinya.
XXX
Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Saat ini mereka berada disemester dua.
"Kau tahu, saat dirumah nenek aku tidak bisa pergi kemana mana." Ucap Luhan pada yang lain.
'Padahal aku juga ingin pergi kencan dengan Sehun' batin Luhan dan tanpa terasa wajahnya merona.
"Ah, dasar sial. Seandainya saja liburan musim panas itu selamanya" ucap Kai konyol sambil menatap tajam pada buku didepannya (tugas musim panasnya belum selesai).
"Hyung bilang padaku jika musim panas ini membuatnya mengingat masa lalu!" sahut Suho santai.
"Kau ini, aku bilang apa kau menjawab apa! Sudahlah, bantu aku menyelesaikan ini!" ucap Kai sebal.
"Kau belum menyelesaikannya? Dasar pemalas!" ucap Luhan dibalas juluran lidah dari Kai.
"Sehun!" Chen yang tidak ikut dalam perdebatan konyol itu berteriak, walau tidak keras memanggil nama Sehun.
"Anyeong!" ucap Sehun datar lalu masuk ke kelas.
'Rasanya sudah lama sekali tidak melihatnya memakai seragam lagi.' Batin Luhan tidak melepas tatapannya pada Sehun yang berbincang dengan Chanyeol.
"Anyeong" Luhan menyapa Sehun dengan senyujm ceria.
"Ne, anyeong!" balas Sehun sambil tersenyum walau itu tipis dan hanya Luhan yang melihatnya.
'Kurasa ini masih sama dengan sebelumnya. Dan dia benar benar ingin menyembunyikan hubungan ini. Apa mungkin…' Luhan mengalihkan pandangannya pada Baekhyun yang berada dibelakangnya lalu berjalan menghampirinya.
"Baekkie, anyeong! Aku tidak melihatmu lagi setelah pulang dari pantai waktu itu. eh, kau terlihat semakin kurus, apa karena kau terlalu memforsir untuk membuat komik? Apa sudah selesai?" Tanya Luhan dengan semangat sambil memegang pergelangan tagan Baekhyun. Sementara Baekhyun memandangnya dengan terkejut.
"Ne, aku sudah mengirimnya kemarin!" sahut Baekhyun.
"Jinjja? Waah, ddaebak!" seru Luhan.
"Yo, Luhan Baekhyun. Coba lihat ini!" teriak Chen pada mereka. Keduanya menoleh dan menatap bingung pada Chen.
"Ada apa?" Tanya Luhan.
"Sudahlah kemari!" ucap Chen disertai tawa. Luhan berjalan kearah Chen sementara Baekhyun hanya diam dimejanya.
"Baek…"
"Aku ingin ke toilet!" ucapan Luhan dipotong begitu saja oleh Baekhyun. Baekhyun sudah berjalan keluar dan Chanyeol melihat semua itu.
Baekhyun POV
Hanya angin sejuk yang menemaniku ditaman ini. Sendiri? Tentu saja. Memang siapa yang mau menemaniku? Dan hari ini, dia semakin manis. Dia memiliki mata seperti rusa yang disukai banyak orang. Sifatnya polos dan juga jujur. Juga surai madunya yang halus. Apalagi dia juga berhubungan baik dengan semua teman teman dikelas. Ditambah lagi, dia sudah mendapat namja yang disukainya. Semua orang yang melihatnya pasti merasa senang.
"Berbeda sekali…" gumamku sambil menatap langit.
'…denganku' lanjutku dalam hati. Aku tidak pernah bisa merasakan bahwa sekolah itu menyenangkan.
"Oh, kau menggambarnya Baek?" bayangan suara temanku di junior high school dulu masih teringat dengan jelas. Bagaimana mereka hanya mengagumiku untuk dimanfaatkan saja.
"Baekhyun-aa!" aku terkejut dengan suara berat itu. aku menoleh dan mendapati Chanyeol disana.
"Oh, Chanyeol-aa." Balasku singkat lalu mengalihkan pandangan dari Chanyeol.
"Aku khawatir padamu karena kau tidak cepat kembali. Ada apa?" tanyanya sambil tersenyum.
"Khawatir? Ania, obseo (tidak, tidak ada apa apa)" sahutku datar.
"Kau yakin?" ish, namja ini. Kenapa dia selalu menyebalkan.
"Kupikir kau pasti sedang kesepian, karena sahabatmu sudah memiliki pasangan." Aku menoleh dan menatapnya dengan terkejut sementara dia hanya tersenyum dan melipat keuda tangannya didepan dada.
"Lagipula, mereka berdua tetap seperti biasanya kan? Kai dan yang lain juga masih bersikap seperti biasa kan?" kenapa dia bisa tahu apa yang sedang kupikirkan? Apa dia pembaca pikiran?
"Ani, bukan karena itu. Memang awalnya aku merasa kesepian, tapi…" aku menggigit bibirku supaya tidak menangis dan menceritakannya pada namja ini.
"Bae…Baekhyun-aa" aku hanya diam dan berusaha menahan emosiku.
"Ania, bukan apa apa. Ayo kembali kekelas!" ucapku lalu berjalan meninggalkan namja tinggi itu.
Author POV
"Baekhyun, sudah kembali kekelas?" Tanya Luhan sambil menatap Baekhyun dengan khawatir.
"Eoh?" sahut Baekhyun datar.
"I…itu habisnya kau selalu mengerutkan dahimu semenjak masuk sekolah tadi!" ucap Luhan membuat Baekhyun menyentuh dahinya.
"Sudahlah, tidak usah pedulikan aku! Sebaiknya kau pergi saja dengan Sehun dan yang lainnya!" sahut Baekhyun dingin lalu berjalan keluar.
"Tapi, dia bilang kalau disekolah bersikap seperti biasanya saja!" ucap Luhan dengan keras karena tidak terima dengan ucapan Baekhyun. Ia terdiam sebentar.
"Yaa, Bbb…Baekhyun-aa kau sudah tahu?" Tanya Luhan dengan wajah takut dan terkejut.
"Anu, it…itu… sebenarnya aku ingin sekali menceritakannya padamu. Tapi aku selalu kehilangan kesempatan untuk bicara padamu sejak pagi tadi. Tapi… terima kasih, karena sudah mendukungku. Dan juga semuanya…" ucap Luhan kini tersenyum sambil menatap Baekhyun yang hanya diam berusaha mencerna ucapan Luhan.
"Bukan apa apa. Lagipula aku juga sudah mendapat tontonan menarik dari ini. Selama inikan aku belum pernah melihat ciuman secara real dan live." Baekhyun mengedikkan bahunya lalu berjalan keluar kelas. Membuat Luhan mengejarnya.
"Tunggu… jangan jadikan itu sebagai contoh!" teriak Luhan menahan Baekhyun yang sudah menyeringai jahil,
"Entahlah, aku juga tidak tahu!" ucap Baekhyun dengan nada menggoda.
"Maksudku, jangan jadikan ini untuk cerita komikmu selanjutnya!" ucap Luhan.
"Mwo?" ujar Bakhyun menoleh pada Luhan dan menatapnya tajam.
"Ah majja. Akukan belum pernah membaca komik buatanmu!" ucap Luhan lirih baru sadar dari kebodohannya.
"Aah, pasti menarik. Lain kali beritahu aku ya. Aku ingin membacanya, yaksokhae (berjanji ya)?" Baekhyun hanya diam mendengar ucapan Luhan.
"Hei, Ruru! Foto yang waktu dipantai sudah jadi" ucap anak dari kelas sebelah.
"Waah, yeoja dari kelas sebelah! Yuri-aa, Minhyunie!" ucap Luhan membalas sapaan dari kedua yeoja itu.
"Sejak kapan kau berteman dengan mereka?" Tanya Baekhyun bingung.
"Hehehe, sejak liburan kepantai waktu itu. kita sekamar dengan mereka." Ucap Luhan lalu menhampiri Yuri dan Minhyun.
"Foto? Eodi (mana)?" ucap Luhan.
"Haebwa (lihatlah)! Ini sangat lucu!" ucap Yuri sambil menunjukkan foto pada Luhan.
"Mana mana aku mau lihat!" ucap Luhan semangat. Mereka bertiga asyik melihat foto dan meninggalkan Baekhyun sendirian
Baekhyun POV
Aku hanya bisa melihatnya yang akrab dengan semua orang dari jauh. Dia begitu menarik bagi semua orang. Tingkahnya, tawanya, semuanya.
"Waa, foto ini bukankah aku yang mengambilnya? Lihat lihat, ini yang paling lucu kan?" bahkan suaranya yang ceria. Sebenarnya, apa yang kuharapkan? Dan melihat hal ini membuat pikiranku kembali melayang kemasa junior high school. Dimana aku selalu ditinggal sendiri. Dan aku selalu berharap pasti juga akan sama seperti mereka nantinya. Bisa berteman dengan banyak orang dan juga tertawa bersama mereka. Aku melangkahkan kakiku pergi.
"Baekkie! Kau mau kemana? Ayo kita lihat fotonya bersama sama! Kalau kau juga…" suaranya.
"Sebaiknya kau jangan memaksakan dirimu, Luhan." Aku menatapnya yang kini sudah berdiri dibelakangku.
"Kenapa aku memaksakan diri?" ucapnya bingung. Ayolah, kau tidak bodoh Luhan.
"Kau… mau berteman denganku karena hanya aku satu satunya yeoja yang sekelas denganmu kan?" ucapku smabil memandangnya dingin. Inilah yang kurasakan. Dan kumohon biarkan aku mengatakannya.
"Ke…kenapa begitu? Itu tidak benar!" dia mengelak? Baiklah.
"Lagipula, kita adalah dua orang yang sangat berbeda. Dan lagi aku juga sudah terbiasa sendiri. Jadi, maukan jika kau membiarkanku sendiri?" aku menatapnya dan ia memasang wajah terkejut dengan mata berkaca kaca. Aku segera pergi dari tempat itu karena aku tidak ingin melihatnya menangis. Dan lagi, kenapa ia menangis? Bukankah tidak ada bedanya jika aku tidak ada? Lagipula disekelilingnya banyak teman kan?
"Haa, ini pertama kalinya aku membuat seseorang menangis! Dan aku…suka sendirian!" aku menatap langit yang memerah karena matahari terbenam kemadian berjalan kearah halte bis dengan pikiran yang berkecamuk. Ya, mungkin ini lebih baik. Semua akan baik baik saja.
TBC
mian kalau ada typo dan kata kata yang tidak baku ya, see ya~ saranghae bbuing~ :D
