Oh, no…kena tag neh XD gawat! Mana ceritanya makin rumit aja XD haiya…tapi laksanain aja deh…Um, maaf yah, kalo kelamaan nunggunya…hehehe…soalnya ada masalah ama MS Word-nya neh…skali lagi, maap kalo kelaman nunggunya...dan makasih buat kalian smua yang udah sabar mo nungguin chap 11
Disclaimer: Masami Kurumada
Kelima bronze saint yang baru saja tiba di sebuah kuil di Sanctuary merasakan keanehan terhadap surat yang Seiya dapatkan di lantai. Surat tersebut merupakan surat berantai misteruis yang membuat semua Gold Saint (kecuali Deathmask mungkin) menjadi super kebingungan dan super kerepotan, plus super kecapean (liat aja, para Gold Saint 'kan ditemukan para Bronze Saint terkapar semua, betul?). Sebab karena itu, para Bronze Saint harus memecahkan misteri surat berantai ini dan membuat Sanctuary kembali damai.
Setiba di Sanctuary
Hyoga yang sedang merasa cemas tiba-tiba merampas surat itu dan membaca ulang isi surat tersebut. Seteah itu ia berkata, " Loh, ini bukannya note yang pernah di-tag oleh Jabu di Facebook ke kita? Kenapa bisa ada di sini yah?"
"Entahlah. Sepertinya Jabu mengetahui sesuatu tentang surat ini deh," ucap Shiryuu.
"Bagaimana kalau kita meneleponnya sekarang. Mungkin dia bisa membantu kita," kata Ikki yang lalu menoleh ke Seiya danberkata,"Seiya, tolong telepon Jabu."
"Heee!? Kok aku sih? A..aku 'kan lagi ga ada pulsa, " tolak Seiya.
"Lagi pula, ngapain online di hp? Udah buang-buang pulsa, layar juga kecil," sambar Hyooga.
"Iya, sih. Tapi 'kan lebih keren pake hp.." balas Seiya.
"Gara-gara baru dapet iFune* dari undian sabun cuci tangan yah," tanya Shun.
"Hehehe…iya, " tawa Seiya.
"Oke. Jadi, sekarang siapa yang mau nyumbang pulsa buat nelpon si Jabu ini," tanya Ikki dengan tidak sabar.
"Hehhh…nih, pakai punyaku," kata Shiryuu sambil memberikan telepon genggamnya ke Seiya.
"Lho, gue yang nelpon, neh?" gumam Seiya.
"Iya. Siapa lagi," jawab Shiryuu.
"Ogah, ah. Gunpla-ku dirusak olehnya (apa hubungan),"balas Seiya sambil membuang muka.
"Ho, dasar anak kecil. NELPON JABU 'AJA SUSAH BANGET 'SIH!!!!" teriak Shiryuu.
"Huh, dasar orang tua (lho?). KALO GEU 'GA MAU, YA, 'GA MAU!!!" teriak Seiya.
Tiba-tiba salah satu Gold Saint yang terkapar mulai terbangun gara-gara suara keras Seiya dan Shiryuu. Ia terbangun dengan amarah yang besar karena ia sebenarnya sedang mimpi indah (silahkan bayangkan sendiri) dan mimpinya harus berakhir dengan suara dua anak kecil (remaja) yang menjengkelkannya.
"WOOOOIIII!!! BERISIK TAU!!! 'GA LIAT APA ADA ORANG CAPEK YANG LAGI ISTIRAHAT!!!," teriak Milo dengan amaarh yang, er, super duper muarah….
"Weekkksss! Milo! Udah bangun rupanya."sahut kelima Bronze Saint yang kaget itu.
"MILO! LOE KALO MAU TERIAK-TERIAK KAYAK ORANG GENDENG LEBIH BAIK KELUAR DEH. GARA-GARA LOE ANJING PUDEL GUE LARI KETABRAK TEMBOK YANG BARU DICAT TAUK!!!," teriak Shura yang sedang mengimpikan se-ekor anjing poodle.
"Loh, Shura juga udah bangun," sahut kelma Bronze Saint itu lagi.
"Sori, bro. Tapi ini anak-anak lima yang mulai," ucap Milo.
"Ah, terserah. Gue mau tidur lagi. Kalo ada isu yang baru, bangunin gue ya," ucap Shura yang kembali tidur itu.
"Oke. Gue telpon Jabu," kata Seiya mengalah.
Seiya pun mulai menelepon Jabu dan menekan tombol loudspeaker di telepon itu dan tiba-tiba, "JAAAIIIHOO!!!," terdengar dengan sangat jelas nada sambung Jabu yaitu, "Jaiho" yang dinyanyikan oleh Pussycat Dolls. Semua Bronze Saint kaget kalau Jabu mempunyai nada sambung seperti itu. Walau begitu, Shun cukup menyukainya, begitu pula yang lain.
"HHUUUAA!!! SIAPA YANG BUKA LAGU ITU? JANGAN DIMATIKAN! JANGAN DIMATIKAN!!! AKU FAN SETIANYA," teriak Shaka yang pertama pingsan itu.
"SHAKA, BERISIK!!! TIDUR LAGI SONO!!! ENTAR GUE KASIH MP3-NYA!!! POKOKNYA DIEM!!!!, teriak semua Gold Saint yang terkapar yang akhirnya tidur lagi dan beberapa kembali pingsan.
"Oke!" jawab Shaka pendek dan kembali tidur.
Milo serta para Bronze Saint itu hanya kaget dan tidak percaya pada apa yang mereka lihat. Shaka suka dengan Pussycat Dolls? Bukannya seorang biksu tidak boleh mendengarkan lagu? Ah, lupakan saja, lah.
Tidak lama kemudian, Jabu mengangkat teleponnya, "Halo,Shiryuu, tumben nel…" sebelum selesai dengan ucapannya, Seiya langsung berteriak.
"OOOIIIII! GUNPLA GUE!!! JANGAN LUPA GANTI, ****!!!" teriak Seiya.
Para Gold Saint yang pada terkapar terbangun lagi dan dengan kesal mereka berteriak," BERISIK!!! MAU CARI MATI, YA? GAK LIAT APA ADA ORANG LAGI TIDUR? POKOKNYA KALO ADA LAGI YANG BERANI BERTERIAK, BAKAL GUE POTONG LIDAHNYA!!!" teriak para Gold Saint tersebut dan pingsan lagi.
"Oh…Seiya, ya? Iya, nanti gue ganti Gunpla-nya. By the way, kenapa nelpon? "tanya Jabu.
"Em, ini. Loe 'kan pernah tag ke gue dan yang lain tentang surat berantai itu. Ternyata surat itu terkutuk loh. Gue mau tau, gimana hilangin kutukannya, gitu," jawab Seiya.
"Oh, itu. Caranya gini neh, ya. Pertama, kalian harus kumpulin semua orang yang terkena kutukan dan suruh mereka duduk membuat sebuah lingkaran. Lalu taruh surat itu di tengah-tengahnya. Terus, yang ketiga, er…erm…," Jabu tidak berkata apa-apa lagi.
"Yang ketiga apa, Jabu," tanya Seiya dengan tidak sabar.
"Yang ketiga, kalian semua harus, erh…ghhh.." Jabu tidak kuat berbicara lagi.
"Halo, Jabu. Loe kenapa?" tanya Seiya panic.
"Erh…rh…e..entar gue sms-in…gu..gue mau B.A.B. bentar. U..udah…ga..gak tahan. Bye," jawab Jabu.
Tidak lama kemudian, Seiya menerima sms dari Jabu :
Um, gn y. Hbs tu, musti ada 1 org yg berdri di tengh2
Sambl nyanyi lagu yg itu loh, yg ada payung yg ga jlas (gw tau loe tau lagu ni, Seiya)
Pas tu org nyanyi, tlisan di kertsnya ilang tuh.
"Oh, gitu. Ayo laksanakan," ucap Seiya.
Tidak lama kemudian para Gold Saint sadar, dan dilakukanlah cara pembasmi kutukan itu.
Di sela-sela proses pembuang kutukan tersebut, tiba-tiba…
Skali lagi ma'ap sebesar-besarnya karna chap 11 yg super lama baroe ddi-publish...
next chapter, saya tag Urja Shannan
Slamat berjuang!!!
