Hime dari Ootsutsuki

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto bukan Sasuke

Pairing : SasufemNaru

Rated : T(M kalau ada kata-kata yang kasar )

Genre : Romantis, Family, sedik humor

Warning : femnaruto bukan naruko, OOC, Typo berserakan dimana-mana, bahasanya sesuka Author, gaje, tidak sesuai dengan cerita aslinya jadi mohon maklumi dan juga jutsu-jutsunya kebanyakkan karangan Author sendiri.

Ket:

"Blabla"Bicara langsung

'Blabla 'Inner

"Blabla"Monster/lainnya

'Blabla 'Inner monster

/blabla/Telepati

"Blabla "Jutsu atau jurus

-Blabla- lokasi/Waktu

Blabla Flasback/ingatan.

Peringatan keras:

Bagi yang tidak suka Femnaru atau sebagai macamnya lebih baik keluar dari Fic ini dan perlu di ingat ini bukan BXB atau Gay mengerti!

.

.

.

.

.

Chapter 10

Sebelumnya

Dengan lincah Naruto membuat makanan untuk mereka semua dan dia juga tau kalau Obaa-Sama, Indra-Nii dan Toneri-Nii nya sedang berada di dimensi lain untuk berbelanja, Naruto menggunakan Goudama nya untuk membantunya .

"Hiko? HIKO-CHAN "teriak Hagoromo senang

Naruto yang mendengar teriakan dari Hagoromo segera berbalik dan tersenyum kearah Hagorom, Hagoromo segera memeluk Naruto dengan bahagia Karena putri satu satunya telah bangun dari tidurnya yang selama satu bulan lebih.

Ashura,Kurama,Hamura yang mendengar teriakan Hagoromo segera menuju sumber teriakan dan ternyata disana Hagoromo memeluk Naruto dan barulah Ashura dan Kurama menyadari kalau saat dikamar tidak ada Naruto, mereka terlalu sibuk dengan makanan masing-masing.

"Sudah ayo duduk dulu, Hiko mau melanjutkan memasak dulu" Kata Naruto kepada mereka

Dengan patuh mereka menuju meja makan dan memperhatikan Naruto yang sedang memasak, tak berapa lama muncul lubang hitam dan keluarlah Indra, Kaguya dan Toneri Mereka terkejut dan senang saat melihat Naruto telah bangun Indra orang yang paling pertama diantara mereka yang memeluk Naruto yang sedang memasak itu.

Naruto yang sedang memasak terkejut dan hampir saja menjatuhkan masakannya yang sudah jadi, untung Goudama miliknya sigap menangkap piring yang berisi masakan buatannya.

"Nii-Sama jangan membuat Hiko terkejut" Tegur Naruto

Indra hanya tersenyum dan memeluk Naruto semakin erat

"Kau membuat Nii-Sama Khawatir Hiko-Chan" Kata Indra penuh kekhawatiran

Naruto segera membalas pelukan Indra dan membisikan kata-kata yang menenangkan.

"Sudah Nii-Sama duduk lah disana, Hiko akan meletakkan makanan ini dulu" Kata Naruto lembut

Indra menganggukkan kepala nya dan segera duduk di meja makan bersama dengan keluarga nya yang lain.

Kaguya membantu Naruto menata makanan di meja makan dan mereka sesekali bercanda gurau, Naruto sudah lama dan terbiasa berbicara dengan Kaguya saat Kaguya masih di segel dan sekarang Naruto begitu senang karena bisa berbicara secara langsung dengan Kaguya.

"Makanan sudah siap, yang banyak makan nya" Seru Naruto riang karena dia tau selama dia tidak disini keluarga nya makan dengan apa adanya

Naruto menatap keluarganya makan dengan begitu nikmat dan tidak melupakan tatakrama dalam makan

"Hiko tidak makan?" Tanya Indra perhatian

Naruto tersenyum dan menggelengkan kepalanya

"Belum lapar Nii-Sama" Jawab Naruto lembut

"Makan lah walau sedikit" Kata Indra sambil menyuapkan makanan ke Naruto

Naruto tersenyum dan membuka mulutnya dan mengunyah makanan yang di suapkan oleh Indra, mereka yang disana tersenyum bahagia.

"Sekaran Nii-Chan, aaaa" Kata Ashura semangat

Naruto membuka mulutnya, Ashura senang dan mmengusap rambut Naruto dengan gemas.

'Terimakasihkalian mau menghibur ku' Batin Naruto terharu

.

.

.

-Konoha

Itachi dan Sasuke sudah berada di Kuil klan nya dan disana mereka mencari perpustakaan yang ada didalam Kuil.

"Aniki kau keperpustakaan aku akan cari batu itu" Perintah Sasuke seenaknya

"Hn" Respon Itachi

Mereka pun berpencar, Sasuke menuju altar tempat batu itu berada dan saat menggunakan EMS nya ternyata benar kalau di bawah batu itu ada sesuatu tapi ditutupi oleh Kekkai dan Fuinjutsu tingkat tinggi.

"Hancurkan batu ini dulu baru keluarkan batu yang asli" Gumam Sasuke

Sasuke pun menggunakan Raiton untuk menghancurkan batu itu dan

Boom

Batu itu hancur dan berserakan dimana-mana, lalu Sasuke menatap Fuin di lantai itu lalu meneteskan darahnya disana Fuin itu pun menghilang beserta dengan Kekkai nya.

Brak

Brak

Shingg

Muncullah batu dari bawah tanah itu dan dapat dilihat oleh Sasuke isi batu itu dengan jelas dan disana dia amat sangat terkejut ternyata dia memiliki Darah dan kekuatan dari Orang yang pertama kali memiliki Sharinggan siapa lagi kalau bukan anak dari Rikudo Sennin.

Disana juga di tulis kalau Otsutsuki Indra memiliki Saudara laki-laki dan perempuan dari ibu yang berbeda, namun Indra sangat menyayangi kedua adiknya terutama adik perempuannya yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu karena ibu adiknya itu meninggal beberapa hari setelah melahirkan.

"Sasuke, Nii-San menemukan buku sejarah Uchiha" Kata Itachi sambil membaca sebuah gulungan yang amat besar sekitar setinggi dirinya

"Besar sekali" Gumam Sasuke

"Kau terkejutkan? Nii-San juga terkejut tapi saat Nii-San buka ternyata ada gambarnya tapi hanya bisa di lihat dengan MS saja" Kata Itachi

"Hn, kalau begitu kita cari buku atau gulungan sejarah senju" Kata Sasuke

"Oke lalu batu itu? " Tanya Itachi

"Aku sudah membacanya semua nanti akan aku jelaskan" Jawab Sasuke

"Oke"

.

.

.

-Kediaman Hyuuga

SudahBeberapa bulan sejak Naruto pergi, Hinata hanya membaca Gulungan Jutsu yang di berikan Naruto saat mereka masih Genin dulu.

Hari itu Hinata baru saja pulang dari misinya bersama tim nya dan dia melihat Naruto sedang duduk di bawah pohon Sakura dekat danau

"Hinata baru pulang dari misi?" Tanya Naruto saat merasakan Hinata didekatnya

"Iya Naru" Jawab Hinata sedikit gagap

Naruto tersenyum

"Jangan gugup seperti itu kita kan teman" Kata Naruto tulus

"Iya"

Mereka pun berbicara disana sampai sore dan pamit pulang kerumah masing-masing, sebelum pulang Naruto memberikan sebuah gulungan Jutsu.

"Ini gulungan apa Naru-Chan? " Tanya Hinata

"Itu Gulungan mengenai mata mu Hinata" Jawab Naruto "Disini ada cara untuk membangkitkan kekuatan sesungguhnya pada mata mu, ah sudah aku pergi dulu jaa"

Hinata hanya menatap kepergian Naruto heran lalu tersenyum

"Arigato " Bisik Hinata

Air mata Hinata menetes mengingat itu, dengan penuh keyakinan Hinata membaca gulungan itu dan segera mempelajari nya karena ternyata isi gulungan itu sangat berkaitan dengan mata klan nya.

" Eh? Surat? " Gumam Hinata saat menemukan sebuah surat di selipkan dalam gulungan itu

Dengan hati-hati Hinata membuka surat itu dan membacanya, alangkah terkejutnya dia saat tau kalau surat itu dari Naruto

|Hai Hinata

Mungkin saat kau baca surat ini aku sudah tidak ada dikonoha lagi, tapi jangan bersedih.

Walau orang orang menganggap aku sudah tiada namun aku masih hidup dan mengawasi kalian semua dari tempat berada ku saat ini.

Disini aku sudah berkumpul dengan keluarga kandung ku, kau pasti heran? Suatu saat nanti kau akan tau maksudku Hinata.

Oh tolong kau pelajari gulungan ini ya, dan bangkitkan kekuatan asli Matamu agar kita bisa jadi satu keluarga juga Hehe.

Kalau kau sudah berhasil membangkitkan kekuatan asli mata mu, maka saat itu aku dan keluarga kandung ku akan datang.

Jangan beri tahu siapa pun soal ini ya.

Sampai bertemu lagi Hinata|

Sama seperti surat yang ada pada Sasuke, surat yang ada pada Hinata pun perlahan terbakar dengan sendirinya namun tidak membakar Tangan Hinata yang memegang surat itu.

"Ne Naru aku akan menunggu mu" Gumam Hinata sambil menatap langit biru

Dan mulai saat itu juga Hinata sibuk berlatih dan berlatih untuk menyempurnakan kekuatan matanya.

Sedangkan ditempat lain Naruko sedang berlatih untuk menghilangkan rasa kehilangan nya akan sosok adik yang di sayangi nya, Menma pun juga begitu dia berlatih dan melakukan berbagai misi agar melupakan segala penyesalan nya.

Minato dan Kushina juga tak luput dari penyesalan, mereka menyibukkan diri agar melupakan nya namun tetap saja penyesalan itu masih ada.

Di sudut desa ada seorang anak kecil usia 8 tahun sedang berjalan menuju tengah desa sambil memeluk sebuah boneka rubah, mata anak itu berwarna biru dan sesekali berubah menjadi putih atau warna yang lainnya. Rambutnya berwarna ungu gelap yang panjang sepinggang.

"Aman" Gumam Gadis itu

Gadis itu berjalan dengan riang dan menatap kesekitar nya lalu dia berhenti saat melihat Naruko yang sepertinya baru selesai berlatih.

"Ano Onee-San" Panggil Gadis itu

Naruko menatap Gadis didepannya dengan heran lalu sedikit membungkukkan badannya agar sejajar dengan Gadis itu dan tak lupa tersenyum

"Ada gadis kecil? " Tanya Naruko lembut

"Nee-San mau menemani Natsu jalan-jalan, Kaa-San dan Tou-San sangat sibuk" Kata gadis yang bernama Natsu itu

"Tentu, kebetulan Nee-San lagi tidak ada kegiatan " Kata Naruko "Ayo" Seru Naruko sambil mengandeng tangan Natsu

Tanpa Naruko sadari Natsu tersenyum, mereka berjalan-jalan sesekali mengobrol dan tertawa.

"Natsu-Chan hari sudah hampir malam bagaimana kalau Natsu-Chan ikut kerumah Nee-San saja dulu sampai orang tua Natsu-Chan menjemput " Kata Naruko

Natsu menganggukkan kepalanya semangat, lalu mereka pun melesat menuju kediaman Namikaze, ternyata di kediaman Namikaze semuanya sudah berkumpul, mereka berkenalan dengan Natsu dan tanpa mereka sadari kehangatan keluarga sudah muncul kembali pada mereka Natsu yang merasakan itu tersenyum senang.

Saat mereka tidak melihat kearah Natsu, perlahan Natsu berubah menjadi wujud yang membuat mereka menyesal dan menghilang melebur menjadi cahaya dengan senyuman.

Saat itu Naruko melihat itu dan terkejut lalu menangis.

"Hiks " Tangis nya

"Kau kenapa Ruko-chan?" Tanya Kushina khawatir

Naruko menatap Kushina lalu Minato dan Menma dan tersenyum walau air mata tetap jatuh dari matanya.

"Natsu dia dia Naruto, Naruto dia menjadi Natsu, dia ingin kita tidak menyesali apa yang terjadi, dia ingin kita tetap bahagia walau dia tidak ada bersama kita" Kata Naruko

Mereka melihat ketempat sosok Natsu tadi dan disana tidak ada siapa pun, lalu perlahan mereka tersenyum.

Naruto sendiri tersenyum dari dalam kamarnya, Bunshin nya sudah berhasil melakukan tugasnya, bukan hanya pada keluar Namikaze namun Hyuuga, Uchiha dan orang orang yang menerimanya apa ada nya selama di Konoha.

"Kau begitu senang Hiko-Chan ada apa? " Tanya Kurama yang melihat Naruto tersenyum senang

Naruto menatap Kurama sesat lalu tersenyum tulus

"Melakukan sesuatu yang seharusnya sudah aku lakukan beberapa waktu terakhir ini namun melihat kondisi ku baru bangun dan barulah kini aku lakukan"Jawab Naruto ambigu "Oh ya Kurama bagaimana kalau kita jalan-jalan kedimensi lain? Ada yang ingin aku beli" Ajak Naruto pada Kurama

Kurama hanya menatap Naruto penuh selidik lalu menghembuskan nafas pasrah dan mengiyakan ajakan Naruto padanya.

'Apapun yang kau lakukan aku tau itu sesuatu yang baik, bukan begitu Hiko-Chan ' Batin Kurama sambil menatap Naruto yang sedang bersiap-siap

Apa yang dilakukan Naruto kepada yang lainnya agar mereka tidak larut dalam penyesalan dan kesedihan? Apapun itu merupakan sebuah kejutan bukan?

.

.

.

.

.

.

TBC

Gomen baru Update dan lama bagat update nya.

Seperti yang Gami bilang di Fic yang lain kalau Gami sekarang dalam fase jenuh yang sangat keterlaluan.

Melakukan ini itu tidak bisa lama pasti langsung bosan, jadi sudah sekali untuk mencari Mood untuk menulis, cerita Gami di Wattpad aja belum Gami lanjutkan karena Mood nya benar-benar ngga dapat.

Mungkin atau pasti Gami banyak mengecewakan kalian semua. Gami mohon maaf Ne atas ketelatan Gami dalam update.

Semoga Minna suka chapter ini °.*\( ˆoˆ )/*.°

Jangan lupa Reviewnya ne~~~