By Monkey D, Abrar
Rate : T-M.
Genre : Adventure,Romance,Friends
Covers : Naruto x One Piece .
Seting : Naruto.
Disc : MK & EO.
Pair : Naruto x Ino(Alpha) x Hinata x Hancock x...?x...?.
Warning : Devil Fruits,Semi Devil Naru,All HakiNaru,FuinjutsuNaru,Strong Naru,Typo,Ide Pasaran,LIme.
AU :(disini sifat karakter di anime saya ubah sedikit serta umur).
Sebelumnya di NLDF :
Naruto telah bergabung dalam Sekai Save dan ternyata rencana Naruto dan Sekai Save saling berhubungan.
"Aku boleh bertanya sesuatu?"tanya Naruto.
"Apaitu?".
"Kenapa ingin menghapus Lima Negara besar?".
"Karena dua raja disini ingin merebut kembali kerajaanya".
"Merebut kembali"Naruto menyeritkan dahinya.
"Ya merebut kembali, Kerajaan Wano adalah kerajaan para Samurai kau sudah tau di lima negara besar ada sebuah negara yang penduduknya adala Samurai?"Jelas dan Tanya Mihawk.
"Tetsu no kuni lalu satu lagi?".
"Kerajaan Alabasta sebenarnya kerajaan padang pasir"Kali ini Cobra yang menjelaskan, "Dan kau sudah tahu kelanjutanya"Lanjutnya.
"Tetsu no Kuni dan Kaze no Kuni jadi dua negara yang ingin kalian rebut".Dibalas anggukkan semua.
"Baiklah sekarang pertemuan kita telah berakhir, lalu tentang Kompetisi akan dia adakan satu bulan dari sekarang, pasti kalian buth latihan dan menyiapkan segala sesuatu , dan tempatnya akan di adakan di sebuah Pulau bagian barat dari pulau ini dan tak jauh tepatnya "Jelas Sengokou, "Dan satu lagi Naruto kau harus mengajak semua Ratumu untuk menghadiri acara yang di adakan satu bulan dari sekarang"Lanjutnya.
"Ya benar kami juga ingin melihat Ne-sama"Ujar Sadersonia Naruto tersenyum mendengarnya.
"Baiklah aku akan membecirakannya nanti"UJar Naruto.
"Dan aku akan memaksanya sedikit jika dia tidak mau ikut"Ujar Canda Ino.
"terima kasih Ino-San".
"Ya sama-sama".
"Baiklah kalian boleh bubar dan sampai bertemu kembali satu bulan mendatang"Ujar Sengokou.
Chap 11 : Mengenang sang Guru
Setelah mengadakan pertemuan dan pertemuan telah usai dan kini Naruto-Tachi berlayar untuk menuju ke Negaranya yaitu Dressrosa. Dan Naruto kini sedang berdiri di pinggiran kapal dan menghadap kearah laut dan kedua tanganya dilipat dan di taruh di pembatas kapal yang terbuat dari kayu dan menikmati suasana laut biru yang indah serta, hembusan angin dan di iringi suara kicauan burung-burung yang berterbangan di atas langit. Naruto mendongkakan kepalanya ke atas melihat awan awan yang indah di langit dengan senyum tulusnya.
Flashback...
KONOHA...
Suasana sore menjelang malam dan sinar matahari yang akan tenggelam di ufuk barat dan menyinari sekitarnya dan sinarnya memberi kesan indah untuk dipandang, dan kita akan menuju ke jalanan desa Konoha yang sangat berisik karena suara teriakkan berbagai orang.
'Tap'.
'Tap'.
'Tap'.
'Tap'.
Seorang bocah laki-laki berambut pirang aka Naruto sedang berlari dengan kaki mungilnya ia mencoba berlari sekencang-kencangnya, dan seluruh ubuhnya penuh dengan luka serta darah yang mengalir di lukanya kadang ia menengok kebelakang untuk melihat orang-orang yang mengejarnya dan orang yang mengejar semakin mendekat.
"Berhenti kau Bocah"Teriak salah satu warga yang mengejar serta membawa benda tumpul berupa kayu Bocah prang itu tak mengubrisnya dan terus berlari dan ia berlari sampai di sebuah gerbang dan di balikgerbang itu adalah Hutan yang cukup lebat dan hutan itu dikenal sebagai hutan kematian.
Naruto dengan menahan rasa sakit di tubuhnya ia mencoba memanjat gerbang itu, tak sampai beberapa menit bocah itu berhasil memanjati gerbang.
'Brukh.
"Ssshhh! Itai"Ringis Naruto. saat turun dari gerbang dengan meloncat serta memegangi luka di kakinya, dan bocah itu mendongkakan kepalanya ke arah di balik gerbang dan terlihat para warga yang mengejarnya berhenti tak ambil pusing ia berjalan masuk kedalam hutan dengan pincang.
"Sial dia masuk kedalam hutan".
"Sudahlah mungkin dia tak akan selamat".
"Ya benar dan dia akan mati dimakan oleh binatang buas".
"Ayo pergi".
"Tapi sebelum itu"Ujar seseorang shinobi berpangkat Chunin mengambil shuriken dan melemparnya kearah gerbang dan di arahkan kearah bocah pirang yang berjalan dengan gontai gantai.
'Wuuush'.
'Jleb', Dan Shuriken yang dilempar terkena dan menisuk kaki kiri bocah pirang itu dan bocah pirang itu ambruk ke tanag.
"Sekarang baru kita pergi Hahahah"Tawanya dan di sambut dengan tawa lainya dan orang-orang melangkah pergi.
Sementara itu bocah pirang yang ambruk itu membuka matanya dan mencoba bangiun. "Sssh! Sial"Umpat bocah itu, Setelah ia bangun dan duduk ia mencabut shuriken yang tertancap di kakinya.
'Jreess'.Darah segar mengalir dibagian yang tertancap shuriken. "Ugh"Ringis Bocah pirang.
Sekian beberapa menit rasa sakit di kakinya mulai berangsur menghilang walaupun masih meerasakan sakit, Naruto mencoba berdiri setelah berdiri walaupun kesusahan karena menahan sakit. setelah itu ia melangkah kepohon besar yang ada tak jauh darinya, lalu ia duduk dan bersandar di pohon. 'Arehetta'Batinya.
'Srek'.
'Srek'.
Sekian menint Naruto menikmati suasana malam terganggu karena ia merasakan ada yang datang Naruto mendongkakkan kepalanya kearah sumber suara dan tak lama keluarlah dua sosok serigala Naruto hanya diam dan memandang tajam pada dua serigala yang ada di hadapanya. "Jangan mengangguku"Ujar Naruto.
'Grrr! Grrr! Grrrr"Geram Dua serigala
Bocah itu masih diam dan memandang serigala dengan muka datar cah nan dingin. "Sudah kubilang jangan menggangguku pergi"Ujar dingin Naruto dan tanpa sadar Naruto mengeluarkan aura dan membuat nyali dua serigala dihadapanya menciut dan berkeringat dingin.
Tentu kelakuan dua serigala seperti ketakutan membuat bocah lima tahun itu terheran-heran. "Kenapa mereka? mereka seperti ketakuttan"Uar Bocah pirang itu dengan bingungnya dan terkejutnya bertambah karena dua serigala itu pingsan. "Eeh kenapa lagi ini?"Ujarnya tambah bingung. Dan bocah itu mencoba berdiri dan mendekat dua serigala itu dan mengecek keadaan mereka, lalu Natuto menghela nafas karena dua serigala itu hanya pingsan. "Hanya pingsan tapi kenapa?"Tanyanya entah pada siapa. Lalu bocah itu entah kenapa ia juga merasa lelah. "Hah karena lapar aku tak kuat lagi"Ujarnya dan dengan itu Naruto jatuh pingsan di dekat dua serigala yang juga pingsan.
Pagi sudah tiba dan semua orang telah bagun dari tidurnya dan mulai beraktifitas masing-masing, dan kita beralih ke dalam hutan dan ada seorang bocah 7 tahun berambut pirang yang tidurang di atas tanah, dan aksi tidurnya terganggu karena wajahnya rasanya seperti di jilati, ya dua serigala yang tadi malam pingsan mulai terbangun dan mereka ingin membangunkan bocah pirang yang masih tertidur dengan menjilatinya.
"Ugh"Bocah pirang itu mulai membuka matanya dan dua serigala itu juga mulai menjauh sedikit, Naruto. "Sudah pagi ya"Ujarnya sembari mencoba bangun dan menatap sekelilingnya dan ia membelakkan matanya karena ada dua serigala.
"Uwaaaaa"Teriaknya dengan mencoba berdiri tapi terjatuh. "Itai"Ringisnya dan memegang kaki kiirinya. "Ssss sakitnya masih terasa"Ujarnya sembari menarik celana panjangnya ke atas dan memperlihatkan lukanya. Salah satu serigala mendekat dan menjilati luka pada kaki kiri bocah itu, Tentu bocah lima tahun itu terkejut dan di ganti dengan senyuman. dan Bocah pirang itu mengangkat tangan kirinya untuk mengelus kepala serigala yang menjilati lukanya. "Arigatou"Ujar Bocah itu dan dibalas raungan kecil.
'Kryuuuk'.
Sebuah suara yang terdengar dari perut bocah pirang itu. "Ah! Arehettta"Ujarnya sembari memegang perutnya. "Hm"Guman bocah pirang itu karena kakinya terasa di tepuk dan bocah pirang itu mendonglkakan kepalanya dan melihat salah satu serigala memukul pelan kaki bocah pirang. "Ada apa?"Tanya Naruto. Serigala itu hanya menunjuk arah sebagai jawabanya.
Bocah itu mendongkakkan arah yang di tunjuk oleh serigala itu dan membelakkan mata karena tak jauh dirinya ada banyak kelinci lalu melirik kearah dua serigala itu. "Kalian yang berburu itu?"Tanyanya, dan di jawab raungan kecil.
"Yosh kita bakar dan kita makan bersama"Ujar Naruto. dan di jawab ranungan kecil kedua serigala.
Skip...
Satu bulan berlalu Naruto awalnya Naruto masih kebingungan karena dulu dua serigala yang ganas menjadi jinak, dan Naruto mengira itu adalah kekuatanya yang ada didalam dirinya walaupun ia tak tahu apa itu, jadi selama satu bulan ini Naruto mulai berlatih dengan giat dan Naruto dalam satu bulan ini Naruto sudah bisa mengeluarkan kekuatanya walaupun sulit untuk di kontrol tapi hasilnya memuaskan dan Naruto telah berteman dengan semua binatang yang ada di hutan kematian dimulai dari yang kecil (Kelinci), sampai yang besar (Beruang) dalam satu bulan ini Naruto tak pernah meninggalkan hutan karena ia tak merasakan bosan karena ia selalu ditemani oleh teman hewanya.
Kini Naruto masih di dalam hutan kematian dan ia sedang bermain dengan teman-teman hewanya, kesenangan Naruto terganggu karena lima serigala menggeram karena merasakan ada yang akan datang. Dan lima serigala menghadap kearah, yang sesuatu akan muncul.
Tak lama kemudian muncul sosok paruh baya dengan kacamata kecil. Sosok paruh baya itu hanya tersenyum karena ia melihat lima serigala menggeram kearahnya dan pandanganya ke arah Naruto yang menaikki punggung Beruang.
"Bisakah kau menyuruh lima hewan ini berhenti"Ujarnya sosok paruh baya.
"Siapa kau? Dam apa kau kemari?"Tanya Naruto bertubi tubi.
"Ma ma Kau suruh lima serigala ini diam dulu baru aku jawab"Pintanya.
"Hah baiklah hoi kalian berhenti"Ujar Naruto. Dan lima serigala itu langsung diam.
"Sepertinya hewan disini jinak semua apa kau yang menjinakkan semua hewan ini".
"Ya sepertinya begitu".
"Apa maksudmu?".
"Aku juga tak tahu apa yang terjadi dan aku selalu bertanya-tanya kenapa mereka jinak". "Mereka menjadi jinak karena aku merasa marah dan mereka langsung pingsan dan setelah sadar mereka langsung jinak".
Sosok paruh baya itu hanya tersenyum dengan penjelasan dari Naruto. "Haki"Ujarnya. dan membuat Naruto bingung.
"Haki?".
"Ya Haki kau menggunakan Haki lebih tepatnya Haoshokou no Haki dan karena itu mereka semua menjadi jinak". Naruto hanya ber oh ria dan mulai kebingungan karena Haki itu apa.
"Dan Haki itu apa? Ossan".
"Nama mu siapa Gaki".
"Naruto Uzumaki Naruto".
"Naruto ya, baiklah kauturun dari situ aku akan menjelaskan semuanya tentang Haki". Naruto mendengar itu segera turun dari punggung beruang, dan Naruto melangkah mendekati sosok paruh baya yang ada di hadapanya itu.
Setelah Naruto mendekat sosok paruh baya itu menjelaskan semuanya tentang Haki dari Haoshoku no Haki,Kenbunshoku no Haki, dan Busoshoku, tapi sebelum sosok paruh baya itu mengenalkan dirinya dan sosok paruh baya itu bernama Silver Reylegh.
Beberapa menit Reylegh menjelaskan tentang Haki lalu ia menengek kearah Naruto dengan senyumannya. "Jadi kau tertarik untuk mempelajarinya Naruto"Ujar Reylegh. Naruto mendengar itu wajahnya menjadi berseri-seri dan mata berbinar-binar dan dengan semangat Naruto menganggukkan kepalanya.
"Hai! Mohon bantuanya Sensei"Ujar semangat Naruto. Reylegh melihat semangat bocah 7 tahun di hadapanya itu hanya tersenyum.
"Baiklah kita akan berlatih dan aku tak akan segan segan walaupun kau masih bocah Tujuh tahun Naruto".
'Glek'.
Naruto dengan susah payah menelan ludah sat mendengarkan perkataan sosok yang akan menjadi gurunya itu. Dan latihan Naruto untuk telah dimulai dengan instruksi dari Reylegh.
Lima bulan telah terlewati Naruto menjalani latihan dan Naruto telah menguasai dua jenis Haki Kenbunshoku no Haki dan Busoshoku walaupun masih lemah dan Naruto juga berlatih Taijutsu, dan hubungan Reylegh dan Naruto telah akrab seperti cucu dan kakek. Dan Naruto kini sedang berlatih taijutsunya dan berlatih Busoshoku no Hakinya.
Skip
Dua tahun telah berlalu Naruto berlatih dan Naruto meranjak usia ke 9 tahun, Naruto telah menguasai semua jenis Haiki dan Naruto tak hanya berlatih Hakinya saja tapi berbagai hal yaitu Taijutsu, Kenjutsu,Fuinjutsu dan beberapa Ninjutsu walaupun membuatnya cepat lelah karena cakra di tubuhnya sangatlah sedikit.
Reylegh melihat Naruto yang sedang berlatih Kenjutsunya dengan Kayu pohon yang panjangnya satu meter dan kayu itu di lapisi oleh Kenbunshoku dan membuatnya kersa seperti besi, dengan senyuman Reylegh memanggil Naruto yang tak jauh dari hadapanya. "Naruto"Panggilnya.
Naruto berhenti dan menoleh kearah Gurunya dan berjalan mendekat. "Ada apa? Sensei"Tanyanya.
"Kemarilah aku akan memberikan sesuatu". Dengan bingung Naruto tetap mengekori gurunya.
Reylegh berjalan ke arah rumah kecil yang dirinya dan Naruto bangun dan di bantu oleh beberpa hewan, Reylegh dan Naruto telah memasukki rumah itu dan berhenti di ruang tamu.
"Tunggulah disini aku akan kembali". Naruto masih bingung tapi tetap mematuhi perintah gurunya.
Dan beberapa menit Reylegh pun datang dan membawa sebuah peti kecil Naruto melihat Reylegh membawa peti kecil hanya menyerit keningnya.
"Apa itu? Sensei"Tanya Naruto.
Reylegh tak langsung menjawab ia duduk di kursi yang di buat dari kayu dan memebuka peti yang ia pegang dan meletakkanya di meja.
"Buah"Beo Naruto setelah melihat isi peti dan ia melihat dua buah yang berbeda dari yang lainya.
Reylegh hanya tersenyum. "Iya buah tapi bukan buah biasa, buah ini memiliki kekuatan yang luar biasa"Jawab Reylegh. "Dan jika kau memakan salah satu buah itu maka kau-"Lanjutnya dan terhenti karena ia mendengar sesuatu.
'Kraaukkhh'.
Naruto mengingiit dan memakan dua buah yang ada didalam peti. "Tidak enak"keluh Naruto.
"Apa yang kau lakukan Naruto".
"Ada apa Sensei? Dan buah ini tidak enak"Ujar Naruto.
"Kenapa kau memakan semuanya".
"Memang kenapa Sensei?".
"Kau bisa mati Baka Gaki".
"Eh! Eh! EEEeeeeeeh".
Beberapa menit Naruto tidak terjadi apapun. itu membuat Naruto serta Reylegh menghela nafas lega. "Hah! Kau ini bikin terkejut saja, dan untung kau tidak mati Gaki, dan maka dengarkan aku jika bicara".
"Jangan di pikirkan yang penting aku baik-baik saja kan".
"Wakata-wakata aku akan menjelaskanya lagi tentang buah yang kau makan itu"Ujar Reylegh dan di balas anggukkan oleh Naruto.
Dan Reylegh pun menjelaskan tentang Akuma no Mi dan berbagai jenisnya, Logia, Pramecia dan Zoan, Naruto hanya mengangguk paham . Setelah selesai menjelaskan. "Baiklah kau akan berlatih menguasai dua buah Akuma no Mi yang kau makan tadi"Ujar Reylegh.
"Hai"Ujar Naruto.
Skip Empat tahun.
Empat tahun berlalu Naruto berlatih dan Naruto telah memasteri tiga jenis Haki dan menguasai kekuatan dua buah iblis yang ia makan empat tahun terakhir. Dan Naruto juga ahli Kenjutsu,Fuinjutsu, dan beberapa Ninjutsu Rank D-A walaupun ia hanya mampu mengeluarkan dua jutsu saja jika lebih dari dua ia akan pingsan karena kehabisan cakra,
Lalu tiga bulan selanjutnya Naruto depresi berat karena sang Guru meninggal karena sakit dan teman-teman hewanya mencob menghibur Naruto berbagai cara dan uasaha mereka pun berhasil. Dan kini Naruto telah selesai menguburkan tubuh Reylegh, dan Naruto masih berdiri dan melihat makam gurunya.
Flashback Off.
Naruto kini masih berdiri di pinggiran kapal dan menghadap kearah laut dan kedua tanganya dilipat dan di taruh di pembatas kapal yang terbuat dari kayu dan menikmati suasana laut biru yang indah serta, hembusan angin dan di iringi suara kicauan burung-burung yang berterbangan di atas langit. Naruto mendongkakan kepalanya ke atas melihat awan awan yang indah di langit dengan senyum tulusnya.
Kegiatan Naruto menikmati suasana nyaman tergangu karena ada yang memeluk tubuhnya dari belakang, Naruto hanya tersenyum dan mencoba membalk badan, dan sosok yang memeluk tubuh Naruto itu melonggarkan pelukkanya.
Naruto membalikkan badanya dan melihat sosok wanita berambut kuning panjang dan di ikat ekor kuda aka Ino, Naruto menarik tubuhnya dan Ino mengelus pipi wajah Naruto.
"Ada apa? kenapa kau melamun?"Tanya Ino.
"Bukan apa apa"Jawab Naruto sembari mendekatkan wajahnya, Ino melihat itu memejamkan matanya sampai bibir Naruto menempel di bibirnya, ciuman mereka hanya sebatas menempel saja dan akhirnya menjadi panas, kedua tangan Ino mengalung ke leher Naruto. Dan Naruto meremas pantat Ino, dan membuat Ino mendesah. Dan mereka menghiraukan semua orang yang memperhatikan aksi mereka, lain dengan Luffy,Ace dan Nami hanya menggelengkan kepala.
TBC...
