Entah mengapa, selama kurang lebih beberapa minggu ini, akun ini sulit dibuka.

Nah sekarang chapter 11 keluar

By. Uzumaki double.


Pairing

Sasuke x Naruto

Naruto x Gaara

Sasuke x Gaara

Rating T

YAOI, BOYS LOVE, OOC, IC, GAJE, ANEH, TYPO (S)

Masashi kishimoto disclaimnya.

Untuk 17 (+)


Pada chapter ini... saya meng-aplikasikan antara realita dan fiktif cerita, maka dari itu, saya membuat penjelasan lebih.

maaf apa bila ficnya jadi terlalu panjang dan sedikit membingungkan... tapi saya akan belajar lagi, saya bukan orang yang sombong yang mengakui ini sebagai bagus.

saya jauh dari kata sempurna, dan dari itu, saya mengharap partisipasi dari-teman teman untuk saling membantu dan saling menyemangati dalam memperbanyak kisah dalam satu

'lingkup' pencinta SASUKE dan NARUTO.

sekali lagi terimakasih banyak :)


[WARNING]

Kalau tak suka jangan dibaca yaa :D

Kalau hanya berniat untuk mengejek atau mencela, mohon harap meninggalkan fic ini, karena memang ficnya sudah jelek.

Saya bukanlah manusia yang sombong untuk menyatakan kurang dan kurang, saya adalah manusia biasa, apabila ada yang menyukai fic ini saya bersyukur, tetapi saya tetap akan belajar dan belajar lagi.

Mohon dukungannya ya ...

Jangan lupa repieeww..


Chapter 11

Didalam ruangan kelas yang mulai memanas dengan aktifitas masing-masing, selama pelajaran kosong, Sasuke murung kembali, ia memutuskan untuk keluar kelas dan duduk di bukit belakang sekolah, kembali bersandar pada pohon oak dan memandang sekitarnya, bertujuan melihat, kemungkinan kecil Naruto atau Gaara sedang berada disini.

"Sedang apa disini sendirian, Sasuke?" seru Gaara duduk disampingnya.

Bagai di sambar petir di siang bolong, Sasuke langsung tercengang dalam diam seribu bahasanya, pikirannya berkecamuk masing-masing, antara benci, dendam, senang dan muak, melihat kedatangan Gaara yang mengherankan sekaligus mengagetkan untuk Sasuke.

"Ga-gaara—" Sasuke kembali menelan ludahnya sendiri. Takjub melihat pemandangan di depannya.

Gaara menarik kerah seragam sekolah Sasuke mendekat ke arahnya.

"Apa yang—" suara Sasuke tertahan oleh sesuatu.

Gaara memberikan satu tangkai bunga tulip putih ke arah pandangan—Sasuke yang masih canggung dan kaget, dengan apa yang dilakukan oleh Gaara manis itu. Angin semilir membawa mereka ke dalam suasana yang baik dan lembut, aroma wisteria yang terkembang di penciuman keduanya. Gaara masih mengacungkan tangannya, menunggu Sasuke menerima apa yang dipegang Gaara. Sasuke masih duduk dan bengong menatap hijaunya pepohonan dengan daun yang berjatuhan, suasana tenang... indah untuk dilihat, tetapi, suasana tenang itu, terlalu sulit, untuk digambarkan dengan sebuah pendeskripsian dari author, yang masih jauh dari kata sempurna.

Sasuke memandang mata hijau kemilau—Gaara yang diam dan dingin "Apa?"

"Masih ingat?" Gaara memegang tangan Sasuke dan memberi satu tangkai bunga tulip.

Tulip (Tulipa) merupakan nama genus untuk 100 spesies tumbuhan berbunga yang termasuk ke dalam keluarga Liliaceae. Tulip berasal dari Asia Tengah, tumbuh liar di kawasan pegunungan Pamir dan pegunungan Hindu Kush dan stepa di Kazakhstan. Negeri Belanda terkenal sebagai negeri bunga tulip. Tulip juga merupakan bunga nasional Iran dan Turki.

Tulip merupakan tumbuhan tahunan berumbi yang tingginya antara 10-70 cm, daunnya berlilin, berbentuk sempit memanjang berwarna hijau nuansa kebiru-biruan, dan bunganya berukuran besar terdiri 6 helai daun mahkota. Tulip hasil persilangan menghasilkan bunga berwarna tunggal, merah, oranye, kuning, hijau, biru, ungu, atau berbagai macam kombinasi dan gradasi warna. Tulip menghasilkan biji-biji berbentuk bundar pipih yang dibungkus kapsul kering.

Bunga kesayangan Madara dan Itachi.

"Mengapa kau kemari Gaara?" Sasuke memandang sekelilingnya, yang ditumbuhi bunga tulip berwara merah dan biru.

"Aku hanya ingin memberikan ini saja, tidak lebih" Gaara duduk dan mencabut satu bunga tulip yang memang sangat indah itu.

"Untuk apa kau memberikan ini?" Sasuke menggengam dan mencium bunga itu.

"Tidak ada.."

Alasan yang sungguh tidak masuk akal lagi kan? Seperti ketika Gaara memutuskan untuk tidak bersama dengan Sasuke lagi, maupun dengan Neji, sebenarnya, dalam harfiah banyak alasan untuk Gaara sendiri, tetapi.. alasannya, dan apapun artinya, hanya ia yang mengetahuinya, tidak... untuk Sasuke maupun Naruto.

"Alasan mengambang." Sasuke mulai suntuk

Hening

"Aku hanya ingin memberikanmu bunga ini, untuk yang ter-akhir kalinya, dan terakhir kalinya pula aku akan mengenangmu... juga mengingatmu. Maaf aku tidak bisa melanjutkan apa yang tersimpan di perasaanmu yang dulu!"

Gaara melengos.

"Maksudmu, kau memang tidak akan pernah mengenalku lagi? Dan—" Sasuke terputus.

"Dan aku mencintainya... semenjak kemarin." Gaara datar menidurkan dirinya ke padang rumput yang kawasannya, terlindungi oleh pepohonan.

"Siapa yang kau?"

"Naruto uzumaki... Uzumaki Naruto..." Gaara mengulang "Uzumaki Uzumaki... Naruto Naruto..." terang-terangan Gaara mengumumkannya.

Mata Sasuke terbelalak ketika Gaara ternyata juga menginginkan Naruto. Sama seperti dirinya, yang mulai menginginkan seorang yang dikatagorikan, selalu dipandang rendah oleh siapapun—Naruto... itu adalah jawaban pada perasaan Sasuke kali ini.

"Tapi—kenapa kau menginginkannya!" emosi Sasuke terlunjak karena kaget, heran, marah, atau? Entahlah...

"Aku sangat menyukainya... ya, rasa suka yang melebihi saat aku menyukaimu dulu."

Pipi Sasuke dan Gaara memerah sempurna.

DEG...

"Tapi—" Sasuke tertahan.

"Aku sudah lama menyukainya, karena kepolosannya dan apa adanya dia" Gaara mengembuskan nafasnya dengan tenang "Dia yang selalu memberiku semangat dan perhatian. Ya... aku maupun Lee. Juga Sai." Gaara menghembuskan nafas...

Sasuke tegang dan sedikit pucat, memandangi Gaara yang sedang melihat awan yang berbentuk seperti mie ramen(?) kesukaan Naruto itu.

"Jangan katakan... kau berfikir mengapa aku juga sepertimu! menyukai sesama jenis." Gaara mendadak bertanya.

Hening untuk beberapa saat, saat keduanya memandang lagit biru... sebiru mata Naruto yang indah. Dan...

"Tebakan yang hebat Gaara." Sasuke masih tercengang dengan senyuman palsunya.

"Aku sudah tidak normal sepertimu dan gara-gara kamu Sasuke" Gaara menegaskan kembali kata-katanya "...aku tidak mencintaimu ataupun Neji... tetapi, ada hal yang selalu ku sembunyikan darimu sedari dulu!"

"Apa?" Sasuke menyelingak ke arag Gaara.

"...ya ini." Gaara memejamkan mata sambil mencium bunga yang di ambilnya tadi "Naruto—"

"Mengapa kau tidak mencintai Neji saja? Kenapa kau malah mencintai Naruto yang bodoh itu, Hah?"

"Hentikan Sasuke... aku menyukai dia apa adanya, dia tidak bodoh, tapi... unn, dia bahkan lebih pintar dan hebat dari seorang Sasuke dan Uchiha yang lainnya" Gaara stoic.

Mata Sasuke terbelalak, tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Gaara, sempat terlintas beberapa kebusukan mengenai rahasia keluarganya sendiri dalam pikiran Sasuke, yang dengan cepat ia palingkan, untuk memikirkan yang lain.

"Dia kuat dan tabah, dia sangat menakjubkan... dibalik dirinya yang tidak bisa apa-apa— tapi yang sebenarnya, ia adalah wujud manusia yang murni dan benar-benar hidup."

"Maksud perkataanmu?" Sasuke memandang mata manis Gaara.

"Ya.. Hidup dalam arti yang sebenarnya." Gaara dengan nada menasehati

"Jelaskan Gaara!" Sasuke memohon sedikit.

"Yap... unn, aneh sekali ya! ternyata seorang Sasuke yang 'agung' pun tidak terlalu mengerti tentang arti kehidupan yang sebenarnya!" Gaara tersenyum licik, dan berhasil membuat nyali sasuke yang hebat menciut.

"Jelaskan saja... lah! Ck.. Banyak omong!"

Sasuke melipatkan tangannya bersimpuh ke kakinya.

"Yap, kau tau kan? Dia adalah siswa yang tidak mampu disekolah ini?"

"Ya... bahkan tidak mampu untuk membayar makanan di sekolah!" Sasuke meleguh acuh.

"Dia tidak mempunyai apa-apa kecuali ibunya yang berharga" Gaara kembali memandang langit "Naruto selalu diliputi dengan ajekkan yang menghujam dirinya setiap hari, kau tau?"

"Ya.. aku tau."

"Naruto bekerja siang malam hanya utuk menabung dan makan seadanya."

"Ya... karena apartemennya dia, dan sekolah sudah menjadi jaminan dari Fugaku!"

"Fugaku- maksudnya?"

"Ya... dia tousanku."

"Oh" Gaara melanjutkan pembicaraannya "Kau tidak mengeri dia Sasuke, Naruto adalah... seorang yang sederhana dan apa adanya, jarang sekali ada orang yang asli seperti dia" Gaara menghela nafasnya "Dia bertahan dari kematiannya sendiri, kematian yang disebabkan ayahnya yang tidak pernah mengakui keberadaannya, sewaktu dia masih sangat kecil, Naruto selalu ingin di beri kasih sayang, tapi malah pukulan dan darah yang ia dapat."

"Da-darah?"

"Hn, dia tidak pernah menyerah mengenai itu, dia selalu belajar giat, agar ayahnya mau mengakuinya, tapi... walaupun begitu, semua nihil."

"Kenapa?"

"Entahlah... Naruto sesosok yang luar biasa, dia selalu mencari keributan dan bertingkah semaunya sendiri, agar ia mendapatkan perhatian dan juga... kasih sayang, yang entah datang dari mana. Dia selalu begitu, dengan bertujuan untuk melupakan masa lalunya yang kelam."

"Aku merasa iba." Sasuke cuek

"Dia mati-matian bekerja keras tiap sore hingga malam di tempatmu, tidak ada waktu untuk bermain, dan cenderung ia melupakan masa remajanya... yang sharusnya ia lewati dengan kesan bahagia— tapi, tidak untuk menggerlingkan matanya "Ia menjadi penanggung jawab untuk ibunya... dan impiannya hanya untuk membahagiakan ibunya, disamping dia yang selalu di-anggap sebelah mata- kenyataannya ia sudah bisa bertahan dalam kehidupannya yang keras."

"Kau mengeri semuanya, ya?" Sasuke bertohok

"Tentu saja. karena... Naruto menceritakan semuanya kepadaku, dan inilah satu hal yang luar biasa darinya... dia tidak pernah berbohong pada seseorang akan keadaannya yang sebenarnya, dia tidak pernah menutupi kekurangannya, malah justru dari ini, aku menajdi simpatik padanya. Ya... karena keberaniannya dan perjuangannya, yang belum tentu... seorang Uchiha bisa bertahan hidup seperti dia, dengan semangat dan gejolak impian yang bisa di konotasikan, sulit di gapai" Gaara melirik Sasuke "Ya... kan Uchiha?"

Gaara menyindir habis Sasuke, hingga membuat raven tidak bisa berbuat serta berkata-kata apapun, yap... mati kutu.

"Aku juga iri padanya, yang mengenal betul kehidupan disekitarnya, tanpa bergantung pada apa yang dipunyainya untuk di manfaatkan."

"Ya... tidak seperti aku!" Sasuke memalingkan wajahnya yang terkena angin sejuk.

"Dia menggunakan semua kemampuannya untuk bertahan, walaupun tanpa fasilitas yang dapat mempermudahnya, hanya dengan berbekal sepeda itu, ia melakukan semuanya... ya, semuanya! Sepeda yang selalu ingin aku coba bersamanya, untuk berjalan-jalan. Walaupun entah kapan itu terjadi... yang pasti aku menginginkannya."

"Tidak bisa, dia adalah mi—" Sasuke memotong kata-katanya sendiri. Gaara mengangkat satu alis, dengan raut wajah stoic.

Terlihat dari kejauhan datanglah Ino dan Lee menghampiri Gaara dan Sasuke yang sedang berduaan, Ino mengembangkan senyum tinggi, tapi, lain dengan Lee, ia nampak takjub dengan keberadaan 'mantan' dua sejoli itu.

"Gaara, sedang apa kau disini?" Lee memeluk Gaara karena khawatir sekali.

Hal yang biasa dilakukan Lee, pada Naruto maupun Gaara. Sasuke dan Ino dibuat cengo seketika, dengan kejadian Lee yang memang belum pernah mereka saksikan secara alami dan 'Live' ...tentu saja!

"Lee, apa yang sedang kau lakukan disini?" Sasuke menegur untuk pertamakalinya.

Lee tidak peduli pada kata-kata Sasuke.

"Aku mengkhawatirkan kalian berdua, Sasuke... Gaara! makannya aku dan Lee mencarimu. Dan ternyata kalian berdua disini" Ino menjawab dengan tersenyum senang melihat Gaara dan Sasuke sudah berbaikkan seperti dulu.

"Oh... terimakasih." Gaara menyahut.

"Jangan menghilang lagi ya Gaara, aku tidak ingin kita bertiga— terpisah!" Lee berhenti bicara, dan... "KYAAA! Diamana Naru-chan?" Lee menunjuk wajah Gaara yang cengo seketika.

Sasuke dan Gaara saling berpandangan, hanya mereka yang sama-sama tidak mengetahui dimana keberadaan Naruto.

"Kenapa diam?" Ino menyahuti. "Ya... ada apa sih sebenarnya? Dasar orang pada aneh, Gaara juga aneh! Ngapain sih malah jadi deketan sama Sasuke jelek dan menjijikan itu?"

"Hei... hentikan Lee.. sudahlah!" Gaara tersenyum menyela membela Sasuke.

"Lihat, ternyata disini sangat indah sekali ya?" Ino menunjuk awan yang bersanding dengan langit biru.

"Wah! Kau benar Ino... coba kalau Naruto disini." Gaara menimpali.

"Mengapa jadi membahas Naruto?" Ino cengo

"Iya... karena kami sangat kehilangan dia..." Sasuke menjawab dengan acuh.

"Eh? Maksudmu Sasuke jelek?" Lee bergidik memandang Sasuke, sama pula dengan Ino.

"Tidak ada apa kok-" Gaara menyangkal.

Ino mulai jangggal dengan apa yang Sasuke dan Gaara lakukan kali ini, Ino biasanya acuh, sekarang ia berubah menjadi pemikir, setelah mendengar pengakuan Sasuke dan Gaara untuk seorang—Naruto.

Sebenarnya... Ino adalah saksi satu-satunya pada hubungan 'gelap' sasuke dan Gaara. Karena... dulu, Gaara sering sekali membeli bunga tulip di Ino's Flower dengan berbagai warna yang ditujukan untuk Sasuke, dan bunga itu adalah karangan dari Ino, tentu saja! Gaara sering menyuruh Ino menuliskan kata-kata untuk Sasuke, dari hal itu, Ino mengetahui benar, bahwa Sasuke dan Gaara sudah menjalin hubungan. Walaupun dalam hati Ino terasa berat untuk melihat kejadian itu, kejadian yang berbalik seratus delapan puluh derajat, dengan perasaannya yang sedikit menyukai Gaara.

Dan setelah Ino mengetahui, Gaara yang sudah putus dengan Sasuke, Ino mulai menggoda Sasuke ya... walaupun ada Sakura sebagai rivalnya, walaupun begitu, niat Ino sebenarnya hanya ingin membuat Gaara cemburu pada Sasuke, dan agar mereka berdua bisa 'rujuk' lagi, bukan karena Ino kehilangan pelanggannya, tapi, Ino tidak ingin melihat Sasuke sedih hanya gara-gara Gaara yang meninggalkannya. Sungguh Ino yang luar biasa, mengorbankan dirinya sendiri, hanya untuk membahagiakan seseorang yang selalu ia sukai—Gaara.

"Hampir menemui titik terang." Ino melirik Gaara.

"Memangnya titik apa yang kau maksud?" Sasuke menyeringai.

"Tidak ada- hanya... aku senang saja, pada hari ini hehehhe-" Ino tersenyum manis

"Iya juga ya.." Lee buka mulut "sudah lama, kita tidak berkumpul seperti ini."

"Kau benar Lee." Sasuke menimpali.

"Semuanya hanya dianggap rival, dan aku mengakuinya" Lee memandang Sasuke yang tersenyum pada Lee.

Hening

"Naruto" Ino menyebutkan nama itu.

"Dialah yang membuat kita disini" Gaara memejamkan matanya.

"Aku merindukannya" Ino ikut-ikutan tidauran seperti Gaara "Sosok yang selalu aku benci dan selalu aku permalukan dihadapan kalian semua. "

Gaara masih menutup matanya, Sasuke yang sedang memegang bunga Tulip putih dan menciumnya perlahan, sambil memperhatikan Gaara.

(^_^)

Seandainya kau mengerti Gaara, aku selalu ingin melihatmu seperti ini.

Tenang, seperti danau.

Dirimu yang mengajariku akan semua yang belum aku ketahui

Mengapa dada-ini terasa sesak.. sungguh sesak sekali

Saat kau mengatakan... 'aku menyukai Naruto'.

Dan

Mengapa kau memberiku tulip ini lagi

Mengapa, kau mengingatkan aku tentang semua Uchiha yang buruk

Mengingatkan aku tentang seseorang yang sudah aku kubur dalam-dalam...

Madara Uchiha.

Mengapa kau selalu mengajari aku tentang apa yang belum ku tau..

Di balik semua diriku, aku sama seperti dirimu.. juga Naruto

Aku juga ingin mendapatkan kasih sayang yang tulus

Aku sudah lelah dengan ini semua...

Hidup terlalu adil untuk dirasakan Naruto

Mengapa aku sama sekali tidak bisa bersinar .. walaupun sedikit

Mungkin kini perasaanku yang mengaku

Bahwa aku hanyalah anjing penggerak Uchiha.

Uchiha yang besar dan selalu utama

Nyatanya semua itu debu.

(^_^)

Hening untuk beberapa saat. Suasana kala itu, luar biasa indah, di dampingi langit biru yang berjabar, awan terlihat ikut berlukis di antara ketinggiannya, kapas-kapas yang lembut berterbangan dengan 'alon' dan lirih, sejalan dengan semilir angin yang menggerakkan tangkai-tangkai dan dedaunan pohon oak, yang mulai gugur dengan sendirinya. Hijaunya rerumputan yang seperti lapangan, di lindungi pepohonan yang melingkar diantara padang rumput itu, Satu bongkahan batu mengkilap aquamarine biru yang bertengger disitu, menjadi tempat duduk atau bersandar satu-satunya, batu yang tidak lazim berada disitu, karena batu ini adalah batu laut, bukan batu yang selayaknya ada di suatu bukit tanpa adanya pemindahan atau Tsunami yang pernah terjadi, minimal itu adalah alasan utama, tapi... tidak seorang-pun tau, darimana asal batu ini. Yang jelas, pemandangannya sungguh luar biasa.

Aquamarine yang artinya "air laut" adalah sejenis batu yang tergolong dalam mineral beryl (beryl dalam bahasa Yunani yang artinya biru kehijau-hijauan) sama seperti batu zamrut. Karena batu aquamarine dan batu zamrut sangat berkaitan maka mereka sering dibilang saudara. Warna-warna batu inipun tidak jauh-jauh dari namanya yaitu ada yang biru kehijauan, hijau bening dan biru laut namun batu aquamarine yang paling diminati adalah yang berwarna biru agak kental.

"Sehari saja dia tidak ada, rasanya kelas jadi tidak terkendali" Lee bergabung.

"Ya... dari tadi aku sudah menghubunginya, tapi tidak ada balasan sedikitpun, entah apa yang terjadi padanya, setelah tadi malam itu—" Gaara keceplosan.

"Malam apa Gaara?" Lee dan Ino bersamaan.

"Eh... maksudnya, setelah seatu kejadian, dan aku mengantarkannya pulang ke rumahnya." Gaara berusaha menutupi.

Sasuke menggerenyitkan dahi.

"Tapi... ada yang aneh!" Ino berusaha memancing.

"Iya ... sepertinya Gaara sedang melakukan sesuatu deh!"

"Enggak kok hehehhe.." Gaara menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Jawablah Gaara... ada ap—" kata-kata Ino terputus.

"Woy... ngapain kalian disini, ayo masuk, sekarang ulangan matematika tau!" berdirilah Shikamaru di atas batu aqua itu, dan berteriak sekencang kencangnya, suaranya mirip seperti toa.

Shikamaru dengan malas-malasan menjemput segerombolan bocah di bukit tersembunyi itu.

"ULANGAN!" seru mereka semua.

"Cih... dasar merepotkan!"

Seorang Kushina yang sedang berfikir dengan khasnya, duduk menyamping di pojok paviliun terbuka, yang berbentuk lingkaran berwarna coklat clasic, paviliun yang letaknya ditengah-tengah padang bunga tulip di 天 Garden atau taman surga, taman seluas 32 hektar yang terletak tak jauh dari pusat kota Konoha.

Dalam arsitektur pavilion (dari Prancis, "pavillon", Latin "papilio") adalah sebuah bangunan atau struktur yang terpisah tidak jauh dari bangunan utama. Biasanya paviliun dibangun untuk keperluan tertentu, misalnya untuk mendapatkan kesenangan dengan memfungsikannya sebagai tempat menyalurkan hobi. Paviliun yang dibangun untuk mendapatkan posisi yang tepat untuk mendapatkan pemandangan alam disebut "gazebo".

"Bagaimana kabarmu Kushina? Aku sudah lama tidak bertemu dan bercakap denganmu." Seru fugaku yang menyenderkan tubuhnya di dinding.

"Aku... emm, baik saja fugaku-sama." Kushina menunduk dengan malu-malu.

"Jangan memanggilku dengan sebutan begitu Kushina, ingatlah... bukannya dulu kita adalah sahabat?"

"Unn, iya... tapi, itu sudah lama sekali, kan?" Kushina mendengus dan memandangi pemandangan yang luar biasa, indah. "Ya... sebelum Minato menikah denganku."

"Dan Mikoto menikah denganku, juga!" Fugaku meneruskan perkataan dari Kushina.

Hening untuk beberapa saat.

Masih ingat kan, di chapter sebelumnya, acara cinta bersegi-seginya Minato, Mikoto, Fugaku dan Kushina? Nah... sekarang, Autor-san, kembali meng-usut, hubungan yang sempat ter-patah, gara-gara Hukum-hukum dan peraturan turun temurun dari Klan Uchiha itu, setelah perceraian Mikoto dan Fugaku, dan kematian Minato—sahabat dari Fugaku, dan cinta sejatinya Mikoto. Dan setelah kepergian Mikoto ke Amegakure, dan entah bagaimana nasipnya disana, tidak ada seorang-pun Dari Uchiha yang tau keberadaannya.

Fugaku bertemu kembali dengan cinta sejatinya, yang bernama Kushina yang kini sudah mempunyai Naruto sebagai anaknya. Walaupun hidupnya selalu sulit, ia tetap bahagia, karena, sang buah hati ada di sampingnya. Berbeda dengan Fugaku, kehidupannya memang mewah dan serba tercukupu- malah mungkin lebih dari cukup untuk ukuran Uchiha, tetapi... kehidupannya sangat berbeda, anak-anaknya nampak memusuhi Fugaku, karena, menganggap Fugaku-lah yang selalu menyakiti Mikoto, tetapi... nyatanya adalah, keinginan Mikoto sendiri, untuk selalu menjauh dari Fugaku yang mulai mencintainya, malah Mikoto mengadukan perceraian. Saking cintanya Fugaku, ia merelakan dirinya sendiri, demi kebahagiaan Mikoto, walaupun, berulang-ulang kali Fugaku mengatakan berbagai alasan mengenai hubungan mereka, yang menitik beratkan pada Sasuke dan Itachi, dan berbagai alasan lain, termasuk pengakuan cinta Fugaku pada Mikoto yang sering di ucapkan, untuk mencegah terjadinya perceraian, tetapi... semuanya Nihil.

Suasana yang indah sekaligus menakjubkan bagi seorang Kushina Uzumaki, yang kembali bertemu dengan cinta lamanya, sewaktu masih duduk di bangku High School dulu.

"Aku tau... kau pasti sangat kehilangan Mikoto, ya, kan?" Kushina memandang sekitarnya. "Mengapa kau bisa tau?" Fugaku kaget dengan membenarkan rambutnya yang tersibak oleh angin.

"Di majalah... di koran, dan di tv, hai... apakah kau tidak sadar, kalau kau itu orang yang terkenal?" Kushina terkekeh geli.

Fugaku tersenyum pada kekehan Kushina, yang nampak sedikit kumal, wajahnya sederhana, tetapi ia mempunyai 'inner beauty' yang membuat Fugaku berhasil bertekuk lutut pada diri Kushina dulu, sewaktu mereka masih SMA.

"Sudah lama sekali ya... aku tidak mendengar tawamu, sebagai gadis yang mirip pereman dulu?" Fugaku mendengus hampir tertawa.

"Hnn... ya memang dulu, tapi... aku berbeda dengan Mikoto, dia adalah seseorang yang cantik dan lembut, bukankah kau mencintainya?"

Fugaku mendengus dan terpaksa mengatakan "O-oh... ya , tentu saja." Kushina tersenyum. "Aku turut berduka cita atas meninggalnya Minato."

Kushina memadatkan senyumannya yang di-palsukan, sebenarnya... Kushina merasa tenang dan bebas setelah penderitaannya yang terlalu berlebihan yang di karenakan oleh siksaan dan perbuatan Minato kepadanya, Mikoto hanya dijadikan sebuah pelampiasan, karena ke-frustasian Minato yang tidak bisa menikah dengan Mikoto yang lemah-lembut itu. Luka terbesar Kushina yang mulai menggenangi pemikirannya kali ini, setelah Fugaku berbincang-bincang cukup lama dengan Kushina yang masih kelihatan tomboi, itu... tiba-tiba

Fugaku kembali memandang mata Kushina yang tersipu "Menikahlah denganku, Kushina."

DEG..

Kushina seakan tersambit oleh katana. "A-apa yang kau katakan Fugaku? Kau bercanda, kan?" Kushina memaksakan senyumnya pada diri Fugaku.

"Apa aku terlihat sedang bercanda? Kau tau... aku mencintaimu sejak dulu, tapi... gara-gara peraturan dari Klan, aku membatalkan niat kejujuranku ini, dan aku menuruti petua, untuk menikah dengan kekasih sahabatku sendiri—Minato.

Wajah diantara keudannya memunculkan kebimbangan dan mencoba menelaah mengenai kejadian yang sudah lama di tunggu, untuk sebuah kejujuran. Kushina sangat menyukai Fugaku yang pandai dan lembut, persis sekali dengan Itachi. Tapi, Kushina masih takut dengan dirinya sendiri, ia merasa lelah dengan kehidupannya yang lalu bersama seseorang yang tidak dicintainya, sama pula seperti Fugaku. Tapi rasa cinta mereka masih tersimpan lekat dengan lamanya waktu mereka dipisahkan.

Kushina berjalan keluar dari paviliun dan memandang langit yang sudah mulai sore, dengan cahaya kuning samar-samar di imbangi dengan pemandangan yang berwarna-warni disekitarnya, lapang sekali. "Mengapa.. kau mengatakan hal yang tidak mungkin itu?"

Fugaku mengikuti Kushina berjalan-jalan melihat labirin-labirin kecil berwara, yang terbuat dari bunga tulip. "Aku mencintaimu, Kushina. Semenjak dulu, sampai sekarang." Fugaku menghela nafas penuh dengan keraguan.

Kushina merenggut bunga tulip orange "Sebenarnya aku—"

"Ada apa? Katakanlah... aku tau, kau berbohong mengenai dirimu, aku tau kau menginginkan aku, sama seperti aku menginginkanmu." Fugaku memegang tangan Kushina yang nampak kasar dan sedikit kurus.

"Aku tidak bisa meninggalkan Naruto, hanya dia yang ada di benakku saat ini dan selamanya, aku takut Naruto akan kecewa, dengan aku menikah denganmu."

"Sebenarnya, aku juga mempunyai kendala dengan kedua anakku, Itachi dan Sasuke, setelah mereka kehilangan ibunya, mereka nampak menjauhhiku, aku sadar.. karena, dalam rumah, tidak ada yang menjadi penengah antara perselisihan dan pengertian." Fugaku menggenggam tangan Kushina lebih erat.

"Aku mencintaimu Fugaku-sama" Kushina tersenyum manis dan memeluk cinta sejatinya yang disimpan dalam hatinya, dan kini... cintalah yang menang. Seiring dengan terbenamnya matahari, suara burung gagak yang memperindah keadaan sore itu. Fugaku kembali berjalan ke dalam mobil, lalu berniat mengunjungi petua Uchiha yang berada di daerah Suna keesokan harinya.

Naruto pov

[Naruto, kamu kenapa enggak berangkat sekolah?] Message from Lee.

[Sayang... ibu pergi dulu ya, ibu ada urusan di luar, maaf ibu tidak berpamitan langsung denganmu, soalnya ibu enggak tega melihatmu masih tertidur, badanmu panas sejak semalaman, istirahat ya sayang, jangan lupa minum obat, ibu tadi sudah membuat surat ijin untuk sekolah, dan memberi tau Kakashi sensei, bahwa kau sakit.] Message from Mama.

[Naruto... Mengapa tadi aku ke-rumahmu enggak di bukakan pintu !] Message from Gaara. .

[ Naruto-kun... mengapa kau tidak berangkat ? By. Ino Y] Message from Ino.

[Naru-chan ... kenapa sih enggak bales sms dariku! Huh menyebalkan.. weeek ] Message from Lee.

Aku membuka berbagai pesan pada ponselku yang 'berisik' sejak tadi, aku merasa pusing sekali, aku memandang sebelah dan seluruh kamarku, aku menduga ini sudah sore, tentu saja. Ya tuhan... aku tertidur semenjak tadi pagi.

Nyawaku masih belum terkumpul sepenuhnya, merasa sakit pada pantat dan pinggul, itu tentu saja, semenjak kejadian malangku bersama si-brengsek Uchiha itu, gara-gara dia, aku harus mengorbankan diriku sendiri, aku mendengus melihat isi ponselku lagi, aku terperanjat kaget sekali, ketika aku membuka geleri foto.

"Uwaaaa!" Aku melihat sepuluh foto yang errr... terpampang disitu "Dasar Teme bodoh! Mengapa harus diabadikan sih.!"

Yap... Sasuke mengabadikan kenangan pahit yang dilakukannya bersamaku malam lalu, aku makin pusing dan yang tidak bisa dikendalikan adalah emosiku, emosi yang tentu saja merasa tidak tenang, aku takut Sasuke menyebarkan foto ini kepada siapapun, rasa trauma dan takut yang sangat tebal untuk seorang diriku yang sudah terbiasa mengalami hal sulit, tapi... bisa dibayangkan? Ini lebih sulit, bahkan sangat menjengkelkan sekali!

Ting... Tong

Terdengar suara bel berbunyi, mungkin itu ibu, aku merasa sangat senang sekali, walaupun perutku sedari tadi sudah berbunyi, menandakan lapar sekali, aku berlari menuju ke bawah, dengan sedikit serserek-serek, kesusahan untuk berlari tentu saja.

End Naruto pov

Kreet..

Pintu pun terbuka, Naruto terkaget-kaget melihat pemandangan yang memang nyata didepannya, dan tentu saja... yang datang bukanlah apa yang diharapkannya, bukan Sasuke maupun Gaara dan Lee. Jantungnya berdetak sangat kencang melebihi saat ia bercinta dengan Sasuke, atau kejadian saat ia hampir berciuman dengan Gaara.

"Sore.. Naruto" tersenyum dingin dengan seringai beku, yang terdengar menyiutkan adrenalin dari Naruto.

Naruto kaget melihat seseorang yang ia kenali datang ke rumahnya, sesuatu hal yang jarang sekali terjadi, Naruto merasa sangat takut dan terancam dengan situasi yang baru ini, ketakutannya melebihi apapun dalam hidupnya.

"Ah... iya, ta-tapi... ada apa ya?" Naruto merasa malu dan tanggung, karena ia hanya memakai kimono tipisnya.

"Boleh aku masuk?"

"Uh... emm, ten-tentu saja... silahkan duduk."

TBC bentar


.

salam kenal dari saya.. tutu / uzumaki dobel..

bagaimana dengan fic yang alot, jelek dan gaje ini?

sebaiknnya dilanjutkan atau tidak ya?

saya bingung.. idenya mau habis..

help me.. jangan lupa rivew dan bantu saya untuk mencari ide ide baru ya.. terimakasih :D

Terimakasih kepada sahabat saya yang telah ikut serta, dalam membangun fic ini :

Orange Naru, Lavender Hime-chan , hima san, Uzumaki Panda, Shikigami can Cheat, NaruElsmechakucha no aoi neko, BiruOrange, matsuo Emi, Misyel , Arisa Akaike , himawari, zero bie, chary-san, Hikari-san, lukias-san, shika 4869, akira chiicuu, Just Ryu, Ronin, Arisa Adachi, Sinta namikaze, Sasori Schifferway, Yumechan, Kumiko Fukushima , namikaze-hana, Arisu yama-chan , Sasunasu 4ever, ichisami naoka-chan, Meyra Uzumaki, FBSN, Aozora17, desy, san san.

.


REVIEWERS

Himawari-san : huwaaaaaa... gomen .. pasti kesannya jadi aneh ia? Wkkwkwk #PLETAK

Gomen seribu gomen ya .. hehehe .. wah terimakasih sekali sudah mampir di fic yang amit2 anehnya. Hehehe

Salam kenal dulu yaa.. dari saya uzumaki dobel-san hehehe or tutu. Semoga kita bisa menjadi teman .. yang selalu saling dukung dalam partai kebesaran sasunaru #dilempar bom sama Himawari.

Hehehehe... saya membutuhkan bantuanmu... Senpai.. jangan lupa mampir lagi yaa :D sankyu.

Orange-san : wkwkkwkw .. ia neh .. mulai berbelit #bukan sembel -tit- #disensor naru chan wkwk.

Oke oke .. sarannya sudah dipake di chap 11 ini .. langsung dah .. saya terangkan disini... sasu teme langsung emosian tuh gara2 pengakuan gaara kwkwkw .. terimaksih sudah mau ripiuu :D jangan lupa saran dan sayuran ya .. kwkwkwk #PLEtak arigatouu berkali2 untukmu sobatku :D

Arisa-san : Iya dong ... mas lee kan ganteng #peyuuug lee kwkwkwkwkwk

Hihihihihhi... Iya sipp ... sasu sama gaara kan mantan pacar .. gara2 hal yang masih disembunyikan sama author dudul kek saya untuk chap berikutnya ,,, kejutannnnnnnnn huwaaaaaa#dilemparin sandal :D sankyu... arisa my friends :D jangan lupa .. saraannya please ... flame juga tak apa lahh .. wkwkwk

Sasunaru-san : hihihihihi sama-sama :D bagaimana nihh.. pendapatmu tentang fic ini :D ... mohon pendapat dan kritikannya ya sobat .. hehehhehe .. apa kabarnya nih ? #tutu minta kenalan wkwkkw...

Mecha-san : uwaaaaaaa ... trararararrara datang santapan nomor 11 .. wkwkkwkkw.. huakakakka ... sarannya dan masukannya saya terima, dan itu masih saya renungkan untuk next chapter .. terimaksih sobatku .. salam kenal iaaa :D ..

Lukias-san : salam kenal ya lukia-san :D ... saya senang sekali, kamu mau mampir disini .. hehehehe ..

Luki-san, sarannya saya terima,, tapi di chap depan ya .. soalnya ini masih mau bersangkutan dengan orang tuanya dulu... anak2nya ntaran wkkwkwkw ... saya nggak akan lama2 kok ,,, gomenne sudah mengecewakan

Uchiha shii : uwaaaaa ... dataang chap selanjutnya wkwkwk .. slaam knal ia shii-san :D,, uzumaki dbel disini hehehe,, teimakasih sudah mau mampir di fic jelek dan gaje ini .. terimakasih .. dan saya nunggu pendapat dan kritik anda terimakasih :D...

Zero bie : waaaaaaaaaah .. terimakasih sekali ya senpai masukannya.. salam kenal dari saya .. uzumaki dobel dua, heheheh.. iya memang itu kekurangan saya .. tapi saya siap untuk belajar lagi .. ya ... terimakasih sudah berkunjung :D semoga kita bisa berteman baik .. sankyu..

Shiki my neechan : uwaaaa.. datang 11 chap, eh chap 11 wkwkkwkw ... ia ooc gara2 sasu teme ingin seperti naru.. wkwkwk neng gaara manis itu cemburu sama teme, wkwkw... oke oke ,, terimakasih atas semyanya .. saya senangsekali :D sankyu sankyu sobatku :D

Hime chan : uwaaaa .. lama sekali tidak muncul .. hime kemana ja ... oh iya terimakasih ya sarannya, nanti saya akan mengurangi oocnya hehehe terimaksih sekali .. jangan lupa sarannya dan kritiknya lgi yaa

Ryu : uwaaaaaaaaa :D ide yang cemerlang .. nanti saya pertimbangkan sejalan dengan cerita ini ya.. soalnya masih panjang .. hehehehe salam 1001 malam ... kapan bangunnya kalo gitu? #PLAK kwkwkwkw.. terimkasih sekali ya ryu my niisan :D .. boleh kan manggil gitu hihihihihihi..

Chary-san : alooo sobat :D salam kenal ya dari uzumaki :D.. terimakasih uda mampir di tempat saya ... saya senang sekali ... Ini datang chap 11 .. jangan lupa mampir lagi yaa :D ditunggu ripiunya . sankyu

Naruels my sohib : uwaaaa .. tidak tidak ... Sasuke dikasih bunga, bunga tulip ... semuanya berhubungan sama tulip tulipan. Uwahahahahha ... Naruto yang jadi perebutan ,, nah permasalahannya , si naru bingung milih mana lwwkwkwk ... jangan lupa sarannya ia .. dan kritik dan flame juga sangat boleh :D ... sankyuuuu :D

Hikari-san : uwaaaa dibilang senpai heheheh :D salam kenal ia .. senpai hika-san saya senang sekali, senpai mau berkunjung ke fic saya yang amit2 jeleknya ... oke oke .. lanjutan 11 adaaaaa :D

Semoga kita bisa berteman ia .. dan saling menyemangati .. terimaksih senpai :D..