JK Daily Life
Cast : Kim Taehyung. Jeon Jungkook. Others
Genre : Drama and Romance
.
.
"Kamu Taehyung kan?" tanya Jungkook dalam Bahasa korea. Sementara orang di hadapannya hanya diam, seperti mencerna dengan perlahan perkataan Jungkook. "No, I'm V" balas orang itu, membuat Jungkook melupakan rasa sakit di kakinya.
Jungkook menatap pria itu dengan pandangan yang sulit di artikan, mungkin karena sekarang dalam pikiran Jungkook terlalu banyak hal yang tidak dapat dia mengerti. Apakah orang dihadapannya ini sungguh Kim Taehyung? Tapi mengapa dia tidak ingat?
"Tapi kamu paham Bahasa ini kan?!" balas Jungkook ngotot dan masih menggunakan Bahasa korea.
Air mata itu perlahan turun, membasahi pipinya. Jungkook menangis dengan putus asa entah harus bahagia atau sedih. Dengan cepat dia memeluk pria ini, dan menangis kencang di dadanya yang lebar—bahkan rasanya masih sama, sama seperti sedang memeluk Taehyungnya.
"Kenapa hyung, hiks kenapa" ucap Jungkook dengan suara yang serak.
"Kenapa diam saja hyung?! Kamu sungguh tidak ingat denganku?" suara tangis Jungkook semakin keras, di tambah Jungkook yang merasa menggigil kedinginan karena habis bermain air.
"Kenapa tidak pulang ke tanah kelahiranmu,hyung? Hiks kenapa kamu membiarkanku menunggu tanpa kepastian?!"
"—jawab hyung!" Jungkook menggoyang pelan pundak pria yang bernama V ini. Sementara pria itu hanya diam, dia memang menatap Jungkook tapi mata itu kosong. Seperti tidak ada sinar kehidupan didalamnya.
"I think you sick" akhirnya pria di hadapan Jungkook bersuara. Masih menggunakan Bahasa inggris, mungkinkah Taehyung berpikir bahwa dia menangis karena sakit di kakinya? Jungkook mengelap kasar air matanya. Tidak hyung, batin dan ragaku yang sakit.
V kemudian menggendong Jungkook, membantunya menuruni tebing lalu membawanya ke rumah ilmuan yang bernama Bernard. Jungkook masih menangis walau dalam diam, di perjalanan pun mereka berdua tidak mengobrol.
.
Jungkook di biarkan sendiri oleh V, dia hanya menaruh Jungkook di ruangan serba putih hingga ilmuan itu datang menghampirinya sambil membawa kotak P3K. Tapi Jungkook tidak bisa menahan ini semua, sakit sekali, hatinya sakit.
Dia akhirnya menangis lagi, Bernard bingung lalu dia bertanya kepada Jungkook "are you sick?" kemudian dia mulai membersihkan luka itu dengan alkohol. Perih namun itu tidak seberapa dengan perih di hatinya.
"Apa kau mengenal pria yang membawaku kemari? Dia bukan asli sini, benar?" tanya Jungkook dalam bahasa inggris. Nada suaranya bergetar, masih diiringi isakan pilu yang keluar dari bibir pucatnya.
Ilmuan itu menatap Jungkook penasaran, dia lalu mendekat dan berkata "apa kau mengenalnya?" jungkook mengangguk, dia lalu merogoh saku celananya dan membuka ponsel. Melihat beberapa galeri yang banyak sekali menyimpan foto dirinya dan Taehyung.
"Dia…kekasihku" jawabnya.
Terlihat wajah ilmuan itu berubah, dia shock, Bernard mengambil ponsel itu dari genggaman tangan Jungkook. Melihat dengan teliti hingga memperbesar gambar agar dapat melihat dengan jelas apa orang itu sama dengan yang di selamatkannya dua tahun lalu.
"Dia, memang kekasihmu" ucap ilmuan itu pelan.
Bernard—nama asli ilmuan itu mulai menceritakan awal mula dia menemukan Taehyung. "saat itu aku telah selesai meneliti terumbu karang di bagian selatan pulau ini. Aku kembali ke boatku dan memutuskan untuk pulang.." ucapnya sambil menatap Jungkook.
"Di perjalanan aku melihat seseorang yang mengambang. Aku yang penasaran langsung mendekatkan boatku pada orang itu"
"Aku pun langsung memeriksanya. Denyut nadinya sangat lemah, namun dia masih hidup. Waktu itu kondisinya sangat parah. Kepalanya seperti terbentur sesuatu yang keras, sekujur tubuhnya banyak mengeluarkan darah. Bahkan bibirnya membiru"
Jungkook menutup mulutnya tidak percaya.
"Aku langsung berpikir cepat, jika aku telat sedikit saja mungkin nyawanya tidak akan tertolong. Tanpa pikir panjang aku langsung membawanya dan kupercepat kecepatan boatku agar sampai ke tempatku tinggal"
"Kekasihmu itu mengalami koma, aku sudah berusaha semampuku dengan alat-alat medis yang terbatas. Selama dia koma, dia terus menyebut 'Jungkook' aku tidak tau itu apa, aku pikir itu nama tempat dia berasal"
Isakan kembali terdengar, "itu namaku…."
"Setelah melewati koma dia akhirnya membuka mata. Namun, tulang-tulangnya belum pulih semua. Masih ada yang patah.."
"Aku segera menanyakan dengan menggunakan bahasa inggris, bahwa dia siapa? Tapi, dia hanya menjawab tidak tau secara berulang"
"Lalu dia bertanya padaku, ini dimana? Setelahnya dia berbicara dengan bahasa yang tidak aku mengerti. Mungkin itu bahasa korea, ya aku sekarang yakin" ucap Bernard.
"Setelah satu tahun, dia sembuh total. Sudah bisa berjalan, bahkan berlari tapi dia masih belum ingat siapa dirinya..aku sudah mencoba berbagai terapi tapi tidak membuahkan hasil, kupikir mungkin benturan di kepalanya sangat keras sehingga menyebabkan otaknya itu rusak"
"Amnesia level akut" Jungkook bersuara, ilmuan itu menatap Jungkook kaget.
"Aku seorang dokter" ucap Jungkook sambil tersenyum. Kemudian Bernard berjalan kearah lemari di kirinya. Dia mengambil sesuatu dan memberikannya kepada Jungkook.
"Ini, aku menemukannya saat dia masih memakai itu. Kalau tebakanku benar dia seorang pilot"
Jungkook memegang itu, merasakan bagaimana tekstur kain yang sudah tidak berbentuk di tangannya. Dia tau ini, ini adalah seragam Taehyung. Ada sebagaian dari hatinya yang mengucap syukur karena Tuhan mau mengabulkan doanya selama ini, tapi jika Taehyung menderita amnesia level akut? Jungkook tersenyum getir.
"Ya, dia pilot"
Bernard kemudian meremas bahu Jungkook. Jungkook menatap dengan pandangan bertanya.
"Mungkin satu-satunya obat untuk menyembuhkan amnesianya adalah kau, Jungkook"
.
.
Semua orang yang pergi ke pulau Kyoura tau bahwa Taehyung masih hidup. Kyungsoo menangis saat Jungkook memberitaunya sore itu, dia memeluk temannya dengan begitu erat.
"Ini keajaiban Jungkook! Aku bahagia mendengarnya" ucap Kyungsoo sambil memeluk Jungkook.
"Tapi dia amnesia Kyungsoo-ah" Jungkook membalas pelukan itu dengan erat.
"Kook! Aku tau kamu kuat, temanilah dia. Buat dia mengingatmu sepenuhnya, aku selalu berada di belakangmu loh" Kyungsoo menepuk pelan pundak Jungkook.
Setelah selesai berpelukan dengan Kyungsoo, Jungkook pergi untuk mencari wifi kalau tidak salah Jungkook tadi mendapatkan sinyal saat dirinya berdekatan dengan laboratorium milik ilmuan itu. Maka disinilah Jungkook sekarang, duduk di samping lab yang gelap demi mendapat wifi.
Connected!
Langsung saja Jungkook membuka aplikasi chatting Line. Dia mengklik sebuah grup yang bernama JJY333
BunnyJk
Hi, hyungs ada sesuatu :'''''))
Tidak menunggu lama, ada yang membalas.
Seokjinjin
Loh Jungkook? Memang ada sinyal?
BunnyJk
Aku nebeng wifi. Ada sebuah lab khusus disini
Seokjinjin
Kamu dimana sekarang?
BunnyJk
Di pulau Kyoura, pulau terdekat dg tempatku jadi sukarelawan hyung.
Seokjinjin
Wah asyik dong! Foto coba
BunnyJk
Nanti ya, oh ya hyung:((((((((((((
SugarYoo
Kenapa kamu?
Seokjinjin
Kenapa?"(((
BunnyJk
Entah aku harus senang atau sedih hyung, aku bertemu tae disini…..
VIDEO CALL FROM SEOKJINJIN
Ternyata Seokjin langsung membuat panggilan dengan Skype.
"Hyunggg!" suara Jungkook agak bergetar, jungkook lalu mengarahkan ponselnya itu kedepan agar wajahnya dapat terlihat.
"JUNGKOOK KAMU SERIUS?" teriak Yoongi
"ASTAGA ASTAGA" kali ini Jin yang berteriak sambil mengigit jari.
"Apa mukaku seperti berbohong hyung? Aku habis menangis tadi. Sakit sekali hyung, tapi aku juga senang akhirnya Taehyung masih hidup…." Ucap Jungkook pelan, matanya menatap satu persatu hyung kesayangannya itu.
Mereka berdua diam, menunggu Jungkook untuk lanjut berbicara.
"Aku..aku tadi siang sedang berenang tiba-tiba kakiku terkena batu tajam saat hendak melompat, lalu..lalu dia menolongku hyung hiks. Kupikir aku bermimpi, tapi ternyata benar hyung…itu Taehyung"
"Aku ingin memelukmu sekarang Jungkookie" Jin ternyata tengah menangis
"Aku memanggil namanya hyung! Aku memanggilnya tapi dia berkata hiks bahwa dia bukan Taehyung. Sakit sekali hyung, aku memeluknya mengeluarkan semua kata-kata yang ada di benakku saat itu.. tapi dia malah diam saja, dia tidak memelukku"
"Dia bahkan bilang kalau aku menangis karena luka di kakiku, hyung hiks aku tidak kuat" Jungkook menangis tersedu, Seokjin maupun Yoongi pun ikut menangis bersama.
"Aku bingung hyung, kenapa aku selalu begini. Salahku apa? Aku bahkan tidak pernah menyakiti hati seseorang hyung..tapi kenapa, kenapa aku selalu di beri cobaan yang berat hiks aku tak sanggup hyungggg" tangisan Jungkook semakin pilu.
"Taehyung amnesia hyung hiks".
.
Puas menangis semalam, keesokan paginya Jungkook kembali ceria. Beruntung matanya tidak sebengkak biasanya jadi teman-temannya tidak perlu bertanya yang aneh. Setelah semalam berpikir tentang semuanya Jungkook memutuskan untuk membuat Taeyung mengingat lagi.
"Hai, Taehyung" sapa Jungkook saat dia melihat Taehyung tengah bermain bersama anak-anak kecil di desa itu. Taehyung hanya diam saja, tidak menanggapi Jungkook. Dia malah asik kembali bermain. Jungkook tidak patah semangat, dia terus berusaha mendapatkan perhatian dari kekasihnya itu.
"Kamu mau kemana?" tanya Jungkook saat dia melihat Taehyung membawa sebuah jangkar ikan di tangannya, Taehyung menoleh "menangkap ikan" ucapnya datar. Jungkook hanya tersenyum dan mulai mengikuti Taehyung.
Sampai sore hari, saat Jungkook mandi di sungai yang agak jauh dari desa itu tiba-tiba Bernard mendekati Taehyung alias V dan mulai berkata "kau pernah berkata beberapa kali padaku bahwa seperti ada yang hilang dalam dirimu, benar?"
Taehyung mengiyakan, "sesuatu itu ada pada pemuda yang sedari tadi terus mengikutimu. He's the answer V"
.
Acara berlibur mereka di pulau Kyoura di perpanjang, entah sampai berapa lama. Itu semua tergantung Jungkook, mereka tidak akan memaksa untuk pulang cepat karena Taehyungnya Jungkook berada disini.
Malam ini, setelah selesai makan bersama warga setempat Jungkook masih setia berada di depan sebuah api unggun yang berfungsi juga sebagai alat penerangan.
Dia duduk dalam hening, menatap kosong luapan api yang sebenarnya sangat panas, karena ini bukanlah musim dingin jadi tidak perlu menghangatkan badan. Jungkook hanya berpikir tentang semua kejadian yang terjadi belakangan ini.
Bukankah terlalu cepat juga terlalu lama, dia bertemu dengan Taehyung. Ya terlalu cepat karena pertemuan itu terjadi dalam waktu singkat, dan tidak terduga. Terlalu lama karena sudah dua tahun dia menunggu dengan harapan yang nyaris kosong.
Tiba-tiba ada seseorang yang duduk di sampingnya, Jungkook menoleh dan mendapati Taehyung tengah memperhatikan api didepannya. Dia mulai berbicara dengan bahasa korea yang sebenarnya Taehyung juga tak mengerti mengapa ia bisa.
"Sebenarnya siapa kau?" tanyanya dengan raut penasaran, menatap Jungkook yang juga tengah menatapnya.
Jungkook kaget, karena baru kali ini Taehyung mengajaknya berbicara.
"Aku kekasihmu" jawab Jungkook pelan. Dia membuang mukanya, kembali menatap api yang semakin meredup. Tak sanggup jika harus melihat wajah bingung Taehyung yang sekarang.
"Kekasih?" ulang Taehyung.
"Ya, kekasih. Dua orang yang saling mencintai" jungkook tersenyum miris.
"Bukankah itu aneh? Maksudku kau tau gender kita bahkan sama. Itu tidak masuk akal" kemudian Taehyung menatapnya sebentar, lalu bergegas pergi meninggalkan Jungkook sendiri dengan sakit yang lebih parah di hatinya.
.
.
TBC
thanku yang udah review dari chapter sebelumnya;)
