Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Donghae, dan tokoh lain yang akan muncul seiring cerita.

Genre : Brothership, Family

Rating : T

Disclaimer : Plot is mine.

Warning : Just Fanfic. Typos. Huruf bercetak miring menggambarkan kejadian masa lalu atau kata hati dari tokoh yang bersangkutan.

Summary : "Ya! Aish… Kau terlalu kuat menangkisnya, Hae-ah!" | "ANDWAEYO! MENYINGKIRLAH! JANGAN AMBIL BOLA ITU!" | "Mengapa aku berada disini?" | "Kau tahu passwordnya mengapa tak langsung masuk saja?" | "Apakah sesuatu terjadi, imo?"

Happy Reading!

.

.

"Kibumie, aku tak ingin kau merasa bahwa kami menomorduakan dirimu sehingga kami memutuskan untuk memberitahukanmu tentang saudara kembarmu." Appanya memulai pembicaraan tersebut, Kibum hanya mengangguk menunjukkan kesiapannya mendengarkan apa yang akan dikatakan kedua orang tuanya.

"Shindong-ah berhasil menemukan anak dari Han Ri Yoo, pengasuh Lee Sungmin, anak dari orang yang telah menculik saudaramu. Hankyung-sshi, Namja yang baru saja kau antar itu merupakan anak dari Han Ri Yoo dan ia memberitahukan tentang keberadaan Uri Kyuhyunie." Ungkap sang appa yang membuat wajah datar yang dipasang Kibum sempat tertegun walauun hanya beberapa detik.

"Uri Kyuhyunie sempat tinggal di panti asuhan selama beberapa tahun dan mengalami kecelakaan yang menyebabkannya amnesia 10 tahun yang lalu dan di tahun yang sama diadopsi oleh sebuah keluarga…"

"Appa, mianhae, bisakah kita tak membicarakan hal itu saat ini? Aku… aku merasa sangat mengantuk sehingga tak dapat mendengar dengan jelas hal yang ingin kau katakan padaku." Kibum meninggalkan kedua orang tuanya yang hanya menatapnya dengan tatapan tak percaya, bahkan Kibum dapat mendengar suara tangisan sang eomma namun Kibum tetap melangkah dengan cepat menaiki setiap anak tangga dan menutup pintu kamarnya rapat-rapat.

Eotteokhe hajyo?

.

.

"Hae-ah, lempar kesini bolanya!" seru seorang anak yang postur tubuhnya lebih besar kepada anak lainnya yang sedang memegang bola basket.

"Aniyo, jika aku memberikannya padamu maka aku akan kalah!" tolak anak yang sedang mendribble bola seraya mengabaikan sang hyung yang ada di hadapannya, matanya fokus menuju kearah ring basket yang berada di belakang sang hyung.

Leeteuk masih berusaha menghalangi Donghae yang ingin memasukkan bola ke dalam ring. Sebenarnya ia hanyalah pura-pura walaupun baginya yang memiliki postur lebih tinggi dari sang dongsaeng, mudah saja untuk merebut bola itu dari dongsaengnya.

Keluarga Park saat ini sedang berada di Busan karena perjalanan bisnis sang Appa. Karena hari ini adalah hari libur, maka mereka mengadakan piknik bersama di sebuah taman bermain yang tak jauh dari hotel yang mereka tempati. Kedua orang tua Leeteuk dan Donghae sedang duduk di bawah pohon yang dialasi dengan sebuah karpet seraya memperhatikan Leeteuk dan Donghae yang sedang bermain basket bersama.

Bola yang akan dilemparkan oleh Leeteuk ditangkis keras oleh Donghae hingga bola itu melambung jauh ke arah sebuah jalan yang berada di sisi kanan taman tersebut.

"Ya! Aish… Kau terlalu kuat menangkisnya, Hae-ah!" Ucap Leeteuk saat melihat bola basket itu berada cukup jauh dari posisi mereka saat ini.

Donghae hanya meringis saat menyadari dimana bola basket itu berada, membenarkan apa yang diucapkan oeh Leeteuk.

"Biarkan aku yang mengambilnya, hyung!" tawar Donghae seraya melangkah ke tengah jalan dimana bola basket itu berada.

Saat Donghae melangkah, ia melihat dua orang anak kecil yang sedang berjaan di pinggir jalan tersebut sehingga ia menghentikan langkahnya dan berseru kepada dua anak tersebut.

"Jeogiyo! Bisakah tolong ambilkan dan lemparkan bola basket yang ada di tengah jalan itu padaku?" seru Donghae yang membuat dua anak kecil itu menoleh ke arahnya.

Seorang anak yang posturnya lebih besar dari yang lain menganggukkan kepalanya dan bergegas berjalan ketengah untuk mengambilnya. Namun sebelum ia melangkah, anak yang posturnya lebih kecil darinya telah melangkahkan kakinya lebih dulu menuju ke tengah jalan itu dan sedang berusaha mengambil bola basket itu.

"Ya! Kyunie, biarkan hyung saja yang mengambil bola itu." Seru anak kecil yang berpostur lebih besar pada anak kecil yang masih berjalan tengah jalan.

"Aniyo, bialkan Kyunie caja! Cungmin Hyung jangan kecini." Perintah anak kecil yang dipanggil Kyunie menyahuti seruan sang hyung.

Donghae akhirnya menyadari bahwa tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi dari salah satu arah jalan tersebut. Ia mendengar teriakan anak yang ia simpulkan sebagai seorang hyung dari anak yang sedang mengambilkan bola basketnya dan terkejut saat mengetahui posisi anak kecil itu telah berada di tengah jalan.

"ANDWAEYO! MENYINGKIRLAH! JANGAN AMBIL BOLA ITU!" teriak Donghae seraya berusaha berlari ke arah tengah jalan dimana anak kecil itu sedang membungkuk mengambil bola basketnya seraya tersenyum ke arah anak kecil berpostur lebih besar yang sedang berlari ke arah anak kecil itu namun ia kalah cepat dengan apa yang terjadi sepersekian detik sebelum ia tiba di pinggir jalan itu.

CIIIIITTT

BRUKKK

Tubuh anak kecil mendarat di tanah bersamaan dengan bunyi tersebut bersamaan dengan anak kecil lainnya yang memeluk erat anak kecil tersebut. Donghae merasakan sekujur tubuhnya melemas, ia hampir saja terjatuh jika saja Leeteuk tak segera memegangi tubuhnya. Ia melihat jelas apa yang terjadi di depan matanya. Ia bahkan bisa mendengar percakapan pelan kedua anak kecil itu walaupun keadaan begitu ramai disekitarnya.

"Kyu.. nie… gwaen… cha… na?"

"Hyung… da… lah… da… lah… Appo…"

"Kyuni… jebal, Kyunie tak boleh tidur... Ireona, Kyuhyunie! Jebal, ireona!"

Donghae menitikkan air mata saat melihat kedua anak itu tergeletak lemas di tengah jalan, ia melihat kedua orang tuanya serta pemilik mobil tersebut menghampiri posisi dimana kedua anak kecil itu berada. Donghae masih dapat melihat beberapa orang yang mengangkat tubuh kedua anak kecil tersebut ke dalam mobil yang menabrak kedua anak kecil itu walaupun kini pandangannya mulai kabur.

"Donghae-ah, gwaenchanayo? Jebal, jangan tidur!"

"Hyung… Mereka… Mereka…"

Hal terakhir yang Donghae dengar ialah sang hyung meneriakkan namanya seraya terus mengguncang tubuhnya.

"…Hyung!"

"Hae hyung!"

"Ya! Donghae hyung!"

Suara Kyuhyun langsung membuat Donghae terbangun dari tidurnya dengan nafas tersengal, ia melihat Kyuhyun yang duduk di atas tempat tidur di tepi tempat tidur sedang mengerucutkan bibirnya dan memandang sebal ke arahnya.

"Eoh? Wae… Waeyo, Kyunie?" Donghae berusaha mengumpulkan kesadarannya seraya beranjak duduk.

"Kau sulit sekali dibangunkan!" keluh Kyuhyun masih dengan ekspresi kesal, "Apakah kau mengalami mimpi buruk? Mengapa kau terlihat begitu gelisah dalam tidurmu? Neo gwaenchanayo, hyung?" lanjut Kyuhyun, kali ini dengan nada khawatir membuat Donghae tersenyum mendengarnya.

"Gwaenchanayo, Kyunie." Ujarnya seraya mencubit pipi Kyuhyun, "Mengapa kau berada di kamarku?" ucap Donghae saat ia menoleh ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 1 dini hari.

"Aigo.. ini kamarku!"

"Mengapa aku berada disini?"

Kyuhyun menggelengkan kepalanya heran mendengar pertanyaan sang hyung. "Kau yang memaksa untuk tidur bersamaku semalam karena aku baru saja selesai melakukan pemeriksaan. Apakah kau sudah lupa ingatan?" Donghae meringis saat mengingat apa yang dikatkan oleh Kyuhyun.

"Lalu mengapa kau belum tidur saat ini?" Donghae menyerang balik Kyuhyun, membuat Kyuhyun terkaget dan meringis saat menyadari bahwa Donghae menyadari hal itu.

"Aku baru saja buang air kecil." Dalih Kyuhyun, ia tahu Donghae akan curiga dengan alasan yang diberikannya dan pasti akan membuat Kyuhyun mengakui bahwa ia baru saja selesai bermain game, oleh karena itu ia langsung membaringkan tubuhnya memunggungi Donghae. Berpura-pura tidur kembali.

Donghae masih terdiam merenungi mimpi yang baru saja dialaminya, kejadian yang pernah terjadi 10 tahun yang lalu yang membuat seorang namja yang terlelap di sampingnya menjadi dongsaengnya saat ini.

Disatu sisi Donghae bersyukur karenakejadian tersebut membuatnya mengenal sosok Kyuhyun yang saat ini menjadi salah satu alasannya untuk tetap menjalani hidup setelah kepergian kedua orang tuanya. Namun disisi lain ia begitu bimbang akan kenyataan bahwa cepat atau lambat, ia harus berpisah dengan Kyuhyun jika Kyuhyun telah menemukan keluarga kandungnya.

Awalnya Donghae memang berpikir apa yang dilakukannya untuk Kyuhyun semata-mata hanya karena ia merasa begitu bersalah akan apa yang telah terjadi dengan Kyuhyun dan Sungmin, tetapi akhirnya ia menyadari bahwa ia benar-benar mencintai Kyuhyun sebagai saudaranya bahkan ia telah melupakan apa yang membuat Kyuhyun menjadi bagian keluarganya.

Donghae terisak seraya membelai rambut Kyuhyun penuh sayang. Mimpinya benar-benar membuat perasaannya bercampur aduk, membuatnya semakin sulit menentukan pilihan yang harus ia ambil.

"Kyuhyunie… Mianhae… Jeongmal mianhae…"

.

.

Kibum melangkahkan kakinya untuk mendekati sebuah pintu apartemen yang sudah tak asing lagi baginya. Satu-satunya tempat tujuan yang melintas pertama kali di otaknya hanyalah tempat tinggal sepupunya, Heechul. Ia bisa saja langsung masuk dengan menekan password yang telah ia ketahui tetapi ia memilih untuk menekam bell agar orang yang ada di dalam apartemen tersebut bersedia membukakan pintu untuknya.

"Kau tahu passwordnya mengapa tak langsung masuk saja?" Kibum tersenyum mendengar hal yang pertama kali Kibum dengar setelah Heechul membukakan pintu untuknya.

Kibum tak menjawab pertanyaan tersebut melainkan langsung masuk dan duduk di sebuah sofa panjang seteah sebelumnya melempar sembarang ransel yang dibawanya.

"Kau tak kaget melihatku berada di sini sekarang, hyung?" tanya Kibum yang sedang merebahkan tubuhnya di sofa itu.

"Kaget kenapa? Aku masih melihat kakimu menapak di atas lantai, kurasa tak perlu ada yang dikhawatirkan." Jawaban asal Heechul membuat Kibum memutar bola matanya malas.

"Kau tahu maksudku, tak perlu pura-pura bodoh atau kau akan menjadi bodoh sungguhan." Cetus Kibum membuat Heechul melemparkan remote TV yang sedang digenggamnya ke arah Kibum, beruntung Kibum menangkisnya sehingga tak mengenai wajah Kibum.

"Eomma dan appamu pasti tahu hanya kesinilah tujuanmu."

Kibum merenungi ucapan Heechul. Seberantakan apapun pikiran Kibum, ia tak akan melakukan sesuatu yang bodoh dengan kabur tanpa tujuan. Setidaknya ia masih harus tetap memikirkan bagaimana caranya sekolahnya tak terganggu dengan apa yang ia alami di rumah sehingga ia memilih untuk pergi ke rumah Heechul.

"Kau ingin aku pesankan sesuatu atau memasak ramyeon sendiri? Aku tak menerima tolakan." Suara Heechul menyadarkan Kibum, Kibum hanya menjawab terserah sehingga Heechul memilih untuk memesankan makanan daripada membiarkan Kibum membuat dapurnya berantakan.

Kibum masih menikmati jjangmyeon yang dipesan oleh Heechul, sedangkan Heechul sendiri duduk di balik meja kerjanya seraya menatap fokus laptop yang ada di depannya. Berkali-kali Heechul melirik Kibum yang makan dalam diam dan mendapati Kibum sedang melamun. Hingga akhirnya Kibum dapat menyelesaikan makan malamnya, Heechul pun mendekati Kibum untuk mengajaknya berbicara.

"Apakah sesuatu terjadi lagi?" basa-basi Heechul yang ingin membuat Kibum menceritakan apa yang telah terjadi.

"Bukankah kau telah mengetahuinya dari eomma dan appa?" tanya Kibum balik, "Versimu. Kali ini aku akan mendengarkan ceritanya versi dirimu." Dalih Heechul, membuat Kibum menghela nafas panjang.

"Eotte, hyung?" Heechul tersenyum mendengar ada nada frustasi dalam suara Kibum, ia memegang pundak Kibum membuat Kibum menoleh ke arahnya.

"Kau tak akan membencinya kan, Kibumie?" Kibum hanya memejamkan matanya, ia tahu Heechul pasi mengetahui apa jawabannya tanpa ia perlu mengatakannya.

"Aku… hanya merasa belum siap, hyung. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan." Kibum menjeda ucapannya untuk menghea nafas

Heechul tahu ini sangat sulit bagi Kibum untuk terbuka sehingga ia tidak akan memaksa Kibum untuk menyelesaikan ucapannya dengan cepat.

"Sejak aku tahu bahwa aku memiliki saudara kembar, hal yang pertama kali aku pertanyakan ialah apakah kehidupannya saat ini sama sepertiku. Aku dididik untuk terbiasa berbagi dengan orang yang bahkan aku tak tahu apakah ia masih hidup atau tidak. Apakah ia hidup dengan didikan yang sama denganku? Aku tak membencinya karena ia terlahir sebagai saudara kembarku kecuali kenyataan bahwa ia adalah salah satu penyebab tetap mengapa eomma selalu menangis. Aku hanya tak tahu apa yang harus aku lakukan, hyung. aku benar-benar tak tahu."

Heechul menganggukkan kepalanya tanda mengerti apa yang dimaksud oleh Kibum. Ia mencoba mengerti posisi Kibum saat ini yang pasti akan merasa sangat berat untuk menerima orang yang seharusnya sangat dikenalnya tetapi terpisah selama belasan tahun. Ia jadi teringat saat sebelumnya ia berbicara lewat sambungan telepon dengan imonya, eomma Kibum, sebelum Kibum datang ke apartemennya.

"Yeoboseyo, Heechulie! Apakah kau berada di apartemenmu saat ini?" suara seorang yeoja yang sudah sangat dikenalnya menyapu pendengaran Heechul, suaranya sedikit panik membuat Heechul yakin bahwa telah terjadi sesuatu dengan sepupu kesayangannya, Kibum.

"Ne, waeyo, imo?"

"Kibumie pergi dari rumah, aku dan appa Kibumie mengira bahwa ia butuh waktu untuk menerima kenyataan sehingga aku memperbolehkannya pergi dan aku pikir tujuannya adalah apartemenmu." Jelas sang imo membuat Heechul menghela nafas panjang.

"Apakah sesuatu terjadi, imo?" tanya Heechul.

"Shindong-sshi berhasil menemukan anak dari Han Ri Yoo. Ia memang mengetahui dimana keberadaaan uri Kyuhyunie sekarang tetapi uri Kyuhyunie telah diadopsi oleh sebuah keluarga. Aku dan appa Kibumie mencoba memberitahukan kepada Kibumie tetapi kurasa ia belum siap." Terang sang imo.

"Terkadang aku merasa bersalah padanya, Heechulie. Tanpa aku sadari, Ia tumbuh menjadi pribadi yang sangat tertutup karena keadaan. Aku yang dulu telah salah dengan memperilakukan Kibumie seolah-olah Kyuhyunie ada bersamanya dan menggambarkan Kyuhyunie menjadi anak yang memiliki sikap yang selalu lebih baik dari Kibumie. Aku telat untuk menyadarinya, saat aku ingin membalikkan keadaan tetapi Kibumie telah tumbuh dengan cara seperti itu. Kumohon temanilah ia, Heechulie, hanya kau yang bisa membantunya saat ini." Heechul mendengar suara isakan dari seberang telepon.

"Ne, imo, aku akan berusaha melakukan apa yang aku bisa untuk Kibumie. Jebal, uljima. Kibumie pasti akan baik-baik saja, imo." Janji Heechul, Heechul menutup panggilan setelah sang Imo selesai memberikan pesan pada Heechul tentang Kibum yang akan menginap di rumah Heechul untuk sementara waktu.

"Kibumie, sebaiknya kita tidur saja sekarang. Sudah larut malam dan kau tenangkanlah dirimu dahulu agar tak terlalu banyak berpikir." Ajak Heechul yang dituruti oleh Kibum.

Heechul mengajak Kibum memasuki kamar tidurnya, mereka tidur di tempat tidur yang sama karena Heechul hanya memiliki satu tempat tidur di apartemennya.

"Jaljja, Kibumie." Ucap Heechul berusaha membuat perasaan Kibum nyaman.

"Jaljjayo, Hyung." balas Kibum.

.

.

Donghae menghampiri Leeteuk yang sedang menata meja makan, ia duduk di salah satu kursi lalu mengambil satu tangkap roti yang telah dipanggang oleh Leeteuk lalu memakannya dengan potongan yang cukup besar.

"Pelan-pelan saja, Hae-ah, nanti kau tersedak." Ucap Leeteuk yang hanya mampu menggelengkan kepalanya saat Donghae tetap saja tak menghiraukan peringatannya.

"Apa anak itu tetap bersikeras untuk berangkat sekolah, hyung?" Donghae bertanya walaupun mulutnya masih mengunyah.

Leeteuk berdecak, "Habiskanlah makananmu sebelum berbicara, Hae-ah." Ucap Leeteuk yang hanya dibalas Donghae dengan gumaman, "Ne, ia berdalih iswtirahat selama akhir pekan sudah cukup baginya." Jawab Leeteuk untuk pertanyaan Donghae yang sebelumnya.

Donghae hanya menghembuskan nafas kasar. Bukanlah hal yang baru baginya mendengar betapa keras kepalanya sang dongsaeng padahal semalam kondisi Kyuhyun sempat kembali menurun entah karena apa. Tetapi Donghae sangat tahu, memaksa Kyuhyun hanya menyebabkan kondisi Kyuhyun semakin parah, terlebih Donghae tahu Kyuhyun merasa begitu sedih karena tak dapat menyelesikan pertandingan yang telah ditunggunya sejak awal.

Donghae dan Leeteuk mendengar derap langkah seseorang yang sedang menuruni anak tangga. Menyadari bunyi itu Donghae langsung bergegas menghabisi roti yang berada di tangannya lalu meminum susu yang disiapkan oleh Leeteuk.

"Aku berangkat sekarang, hyung!" Donghae berpamitan bahkan sebelum Kyuhyun mendudukkan tubuhnya di kursi makan.

"Eoh? Kau tak menungguku, hyung?"

Donghae menoleh ke arah Kyuhyun yang menatapnya dengan bingung, ia hanya mendengus lalu kembali berjalan menjauh ke luar rumah. Kyuhyun semakin bingung melihat raut wajah Donghae yang tak seperti biasanya. Seingatnya ia tak melakukan hal yang membuat sang hyung marah padanya. Kalaupun itu terjadi, ia tahu bahwa sang hyung tak akan pernah bisa benar-benar mendiaminya.

"Kyunie, makanlah dulu. Hari ini kau berangkat bersamaku saja, ne?" Leeteuk mengangsurkan roti panggang ke sebuah piring yang berada di hadapan Kyuhyun serta meletakkan segelas susu di samping piring tersebut. Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya.

Kyuhyun ingin bertanya tentang apa yang telah terjadi dengan Donghae kepada Leeteuk tetapi keraguan membuat Kyuhyun tetap berdiam diri. Ia memakan dengan diam roti panggang yang diberikan oleh Leeteuk, bahkan ia tak sadar bahwa sejak awal Leeteuk memperhatikannya dengan senyum penuh arti.

"Kajja berangkat, hyung, aku telah selesai." Ajak Kyuhyun pada Leeteuk yang sedang membaca Koran di samping Kyuhyun, Leeteuk mengangguk lalu mengambil tas kerja dan kunci mobil yang berada di kursi sebelahnya.

"Kyunie, jangan lupa minum obat yang telah aku masukkan ke dalam tasmu, jangan telat makan siang dan tunggu aku menjemputmu, arrachi?"

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya mendengar pesan Leeteuk, "Arra, hyung, jangan ingatkan aku tentang hal itu lagi, aku sudah besar." Sahut Kyuhyun kesal.

Leeteuk hanya tertawa lalu mencubit pipi Kyuhyun, "Bagus jika seperti itu, aku pergi dahulu." Pamit Leeteuk yang dibalas senyum kekanakan oleh Kyuhyun seraya melambaikan tangannya hingga mobil sang hyung tak terlihat lagi.

Kyuhyun berjalan menuju kelasnya sebelu akhirnya berhenti lalu membalikkan tubuhnya karena mendengar sebuah suara yang tak asing baginya menyapu pendengarannya. Benar saja, seorang Changmin sedang berlari ke arah Kyuhyun masih dengan seruannya memanggil nama Kyuhyun walaupun ia tahu Kyuhyun telah mendengarnya dan tak lupa senyum lebar juga ditampilkan oleh Changmin.

Plukkk

"Awww… Ya! Mengapa kau memukulku kepalaku?" Changmin mengaduh seraya memegangi bagian kepalanya yang dipukul oleh Kyuhyun.

"Neo paboya? Kau bahkan tak menggunakan otakmu untuk berpikir sehingga aku harus memukul kepalamu." Cetus Kyuhyun membuat Changmin terkejut.

"Memangnya apayang salah dariku?" Tanya Changmin polos, "Kau berteriak sepagi ini di koridor sekolah, Changmin-ah! Tidakkah kau lihat seluruh murid disini sedang memperhatikanmu?" Jawab Kyuhyun sabar membuat Changmin menoleh ke kanan kiri dan meringis saat menyadari kebenaran apa yang Kyuhyun katakana.

"Mianhaeyo." Changmin kembali menampilkan senyum lebarnya yang membuat Kyuhyun kesal melihatnya.

"Berhentilah tersenyum seperti itu, Changmin-ah. Kau menakutkan, kau tahu!" Ucapan pedas Kyuhyun membuat Changmin cemberut namun tak lama ia kembali tersenyum seolah mengabaikan ucapan Kyuhyun yang baru saja didengarnya.

Saat Kyuhyun akan memasuki pintu ruangan kelas, ia berpapasan dengan Kibum yang juga ingin memasuki ruangan tersebut. Kyuhyun dan Kibum terdiam membiarkan salah seorang diantara mereka melewati pintu itu terlebih dahulu dengan saling melirik canggung satu sama lain. Namun diantara mereka tak ada yang melangkahkan kaki untuk berjalan lebih dulu sehingga Changmin menarik Kyuhyun memasuki ruang kelas terlebih dahulu disusul oleh Kibum.

SAENGIL CHUKKAHAMNIDA…

SAENGIL CHUKKAHAMNIDA…

SARANGHANEUN URI KYUHYUN…

SAENGLI CHUKKAHAMNIDA….

Suara nyanyian teman sekelas Kyuhyun menyambut Kyuhyun saat pertama kali memasuki ruang kelasnya, membuat Kyuhyun sedikit tersipu malu dan bingung karena ia benar-benar melupakan bahwa hari ini adalah hari kelahirannya.

"Saengil Chukkae, Kyuhyun-ah!" suara Minho menyadarkan Kyuhyun yang masih berdiri di depan ruang kelas, sebagian siswa mulai menyalami Kyuhyun dan sebagian lainnya menyiapkan sebuah kue tart sebagai hadiah untuk Kyuhyun.

"Chakkaman! Hari ini juga Kibum-sshi berulang tahun." Ucapan salah satu siswi membuat seluruh siswa yang berada di ruangan tersebut menoleh kea rah Kibum yang sedang duduk membaca buku di tempat duduknya.

Jonghyun yang berada tak jauh dari posisi Kibum pun menarik Kibum untuk berdiri di samping Kyuhyun yang sedang berhadapan dengan sebuah kue tart yang dipegang oleh salah satu siswi.

"Jja, kalian lakukan make a wish terlebih dahulu." Pinta Changmin yang disambut anggukan setuju oleh yang lain. Kibum dan Kyuhyun pun saling meletakkan kedua tangannya di dada dan memejamkan matanya.

"Tuhan.. Aku tak tahu apa yang akan terjadi setelah ini, tetapi aku selalu berharap keluargaku akan selalu baik-baik saja. Jika memang saudara kembarku berada di tempat yang sama denganku, buatlah aku menyadari keberadaannya."

"Terima kasih Tuhan telah memberikanku waktu untuk tetap aku kesiapan untuk mengetahui apa yang belum aku ketahui, berikanlah yang terbaik bagiku dan orang-orang yang aku cintai."

"Jja, tiup lilinnya! Hana… Dul… Set…"

Pfuuuh…

YEAAAAY!

"Kyuhyun-ah, Saengil Chukkahamnida." Changmin mengalungkan sebuah medali ke leher Kyuhyun, "Sebenarnya aku ingin memberikannya saat aku menjengukmu tetapi kau justru melarang siapapun menjengukmu sehingga aku baru bisa memberikannya sekarang! Chukkae kau benar-benar membanggakan!" pujian Changmin dan media yang mengalung di lehernya membuatnya hampir menangis, setidaknya ia merasakan bagaimana saat mengikuti final pertandingan tersebut walaupun ia tak berhasil mengikutinya hingga akhir dan merayakan kemenangan bersama.

"Gomawo Changmin-ah! Kau juga hebat!" balas Kyuhyun seraya memeluk Changmin.

Setelah semua siswa telah selesai memberikan ucapan selamat kepada Kyuhyun dan Kibum, Kyuhyun dan Kibum kembali duduk ke tempat duduknya. Mereka berdua bahkan belum saling mengucapkan selamat walaupun sebenarnya sejak meniup lilin, Kyuhyun dan Kibum sempat saling melirik seolah ingin mengucapkan sesuatu.

"Kau…" Kibum dan Kyuhyun terdiam saat menyadari bahwa mereka mengucapkan sesuatu secara bersamaan.

"Kau lebih dulu!" Ucap Kibum seraya kembali menatap buku yang tadi sempat dibacanya.

"Saengil Chukkahamnida." Kyuhyun mengucapkannya dengan nada yang sangat canggung membuat Kibum diam-diam tersenyum dibalik buku yang sedang dipegangnya.

Kyuhyun tahu Kibum mendengarnya namun ia tak melihat reaksi dari Kibum, ia mengerucutkan bibirnya seraya mengambil PSP dari dalam tasnya.

"Ne, nado, Kyuhyun-sshi, Saengil Chukkahamnida." Suara Kibum terdengar begitu ramah di telinga Kyuhyun membuat Kyuhyun menoleh ke arah Kibum yang telah menurunkan bukunya dan memandang Kyuhyun.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari PSPnya, ia memandang balik Kibum dengan sedikit kesal. "Kupikir kau tuli." Gumam Kyuhyun yang nyatanya masih dapat didengar oleh Kibum.

"Ya! Aku mendengarnya!" seru Kibum.

"Ya! Kau membuatku kalah!" keluh Kyuhyun tak menghiraukan seruan Kibum sebelumnya.

Kibum hanya kembali menaikkan buku yang ia pegang dan membacanya tanpa menghirauikan gerutuan Kyuhyun.

.

.

TBC

.

Annyeonghaseyo… akhirnya selesai juga chapter kali ini. Semoga bisa menjawab pertanyaan readers dan sedikit memahami posisi Kibum. Pesan Yeo hanya coba dibaca ulang kalau merasa ada sesuatu yang janggal. Terima kasih untuk reviewers yang rajin mampir untuk memberikan reviewnya. Terima kasih juga untuk semua yang selalu nunggu ff ini, give your love to "US" fanfiction too^^ Jeongmal mianhae untuk beberapa moment belum bisa banyak ditampilkan akhir-akhir ini karena belum bisa dimasukkan ke dalam alur ceritanya. Last… Gomapseumnidaaaa^^ *Bow*

(06-11-15)

Anny chapter 1

Mianhae chingu karena terlewat di chapter yang kemarin, chingu mereview di chapter 1 tapi membahas chapter 9 tapi ngga apa-apa kok, kkk. Jangan benci Kibum dong chingu, dia sebenarnya juga baik kok^^ Kyuhyun banyak sakit karena kondisi tubuhnya kelelahan, jadi mungkin setelah dia ngga ikut turnamen kondisinya akan lebih stabil. Gomawo reviewnya chingu^^

(16-11-15)

Cho Sabil

Ditunggu kelanjutannya saja yaa, sudah dilanjut^^

F3

Ne, ditunggu kelanjutannya saja ne. Kan belum tentu Kibum seburuk itu, gomawo reviewnya^^

Wonhaesung Love

Ne, cheonmaneyo. Sudah dilanjut yaa^^

Awaelfkyu13

Mianhae ne soalnya kalau dilanjut terlalu panjang. Ne, gomawo sudah menunggu juga. Ne, mereka sudah tau tapi yang sulit bagaimana cara menjelaskan ke kyuhyun tentang keluarga kandungnya. Ditunggu saja ne, Kibum gak seburuk itu kok. Gomawo reviewnya^^

Atik1125

Mianhae ne kalau dipanjangin malah feelnya kurang dapet. Sebenernya sudah pernah dibahas kok, coba dibaca ulang chapter-chapter sebelumnya. Ne, sudah dilanjut, gomawo reviewnya^^

Kyuli 99

Belum tentu chingu, sudah dilanjut ne^^

Apriliaa765

Kkk, mianhaeyo Yeo teledor lupa belum naruh TBCnya. Ne sudah dilanjut, gomawo reviewnya^^

Cuttiekyu

Kibum ngga seburuk itu kok chingu, sebenernya itu kan realistis juga, kalau ngga kembali nanti ceritanya stuck disitu aja dong, kkk. Gomawo reviewnya ne^^

Kyunoi

Kkk, mianhae kesalahan Yeo lupa naroh TBCnya. Kkk, realistis kok chingu, setiap orang pasti pernah merasa sudut pandang dia yang paling bener. Gomawo reviewnya^^

Octakyuu

Kkk, realistis kok chingu, dia butuh penyesuaian diri. Tapi masih mau nunggu ff ini kan? Gomawo reviewnya ne^^

Nisa

Ne, sudah ingat^^

Yulianasuka

Ne… Doakan untuk Kyuhyun oppa yang asli juga ne chingu^^

Ladyelf11

Akhirnya ada yang mengerti posisi Kibum, kkk. Sudah dilanjut ne, gomawo reviewnya^^

Angel Sparkyu

Alasannya sudah disebutin kok di chapter itu. sudah dilanjut ne, gomawo reviewnya^^

Widiantini9

Ditunggu kelanjutannya ne? sudah dilanjut, gomawo reviewnya^^

Guest

Waah.. ada baiknya usernamenya diganti aja chingu biar gak jadi Guest terus^^ ne, itu wajar pasti ada perasaan seperti itu, apalagi dengan orang yang statusnya belum pernah ketemu (mereka pisah umur 1 tahun). Kkk sekali-kali menyeberang arus chingu, sudah dilanjut dan gomawo reviewnya^^

Mifta Cinya

Ne, mereka pasti bisa merasakan kalau misalnya mereka pisah engan anak mereka. Belum bukan ngga. Sudah dilanjut yaa, gomawo reviewnya^^

Cho loekyu07

Belum siap chingu dia^^ Ne Yeo juga, dia emang pantas disayang sama banyak orang. Ne, sudah dilanjut, gomawo reviewnya^^

Yong Do Jin316 Chapter 1-10

Annyeong chingu^^ Bangapta.. dan selamat membaca^^ gomawo sudah mereview borongan semua chapter Yeo dalam sehari, kkk, tapi mianhae Yeo Cuma balas langsung ke review chapter ke-10 ne, karena chapter sebelumnya kan sudah terjawab. Dia Cuma belum siap bukan ngga mau, sudah dilanjut ne, gomawo reviewnya^^

Desviana407

Kkk, hobi banget nih kayanya baca ff, sama sih Yeo juga. Ngga kok Cuma belum siap ajah. Tanya sama Kyuhyunnya aja ne, kkk, abaikan Yeo . Sudah dilanjut, gomawo reviewnya^^

Adli

Ne, kalo ngga ada halangan apapun pasti dilanjut^^

Dd

Ne, gomawo ditunggu terus ffnya yaa^^

Meimeimayra

Belum mau menerima karena belum siap, itu juga salah satu alasannya. Ne, sudah dilanjut, gomawo reviewnya^^

Readlight

Annyeong chingu, bangapta^^ ne Yeo ngerti, setiap orang punya kesukaan masing-masing dan ngga ada paksaan untuk itu^^ Kkk, Yeo seneng kalo ada yang suka sama ff buatan Yeo, gomawo supportnya^^ ini sudah dilanjut yaa…

Rezy.K

Kibum kan realistis chingu, ne ditunggu kelanjutannya saja yaa, sudah dilanjut dan gomawo reviewnya^^

Namielf

Gomawo selalu menunggu ff ini^^ Bukan membenci Cuma belum siap aja. Ditunggu kelanjutannya saja ne, gomawo reviewnya^^

Thy9

Mianhae ne, kalo dipanjangin malah feelnya kurang dapet. Ditunggu ne, masih harus sesuai alurnya^^ gomawoyo reviewnya^^

Kyuhae

Ne sejak kecelakaan, ditunggu kelanjutannya ya chingu, sudah dilanjut yaa. Gomawo reviewnya^^

Choding

Belum chingu bukan ngga mau. Boleh-boleh mau sama boneka penguinnya sekalian ngga nih? Kkk, abaikan Yeo. Ne, sudah dilanjut, gomawo reviewnya^^

Cho Kyunhae

Lho? Nyelakain bagaimana maksud chingu? (Yeo siapin ramyeon sama kompor, siapa tau chingu mau masak itu aja daripada mukul Kibum, kkk, abaikan Yeo.) Mungkin belum kepikiran (?) gomawo ne reviewnya^^

Pcyckh

Ne, ngga apa-apa, gomawo sudah menyempatkan membaca ff ini^^

Aya

Eoh jadi bacanya ngebut yaa, kkk. Ne, sudah dilanjut, gomawo reviewnya^^

Hyunnie02

Dia ngga benci sama Kyuhyun kok Cuma belum siap aja chingu. Sudah dilanjut ne, gomawo reviewnya^^

Anna505

Masih belum diketahui chingu (?) kkk, efeknya ngga menyebabkan mual-mual kan? Abaikan Yeo. Ditunggu saja ne kelanjutannya, ne jeongmal gomawo supportnya^^ sudah dilanjut ne, gomawo reviewnya^^

Chohyun

Ah masa? Ini seperti yang kemarin-kemarin kok panjangnya. Bukan ngga mau tapi belum chingu. Sungmin masih berhibernasi (?) abaikan Yeo. Gomawo reviewnya^^

Dewi Angel

Kibum ngga akan jahat sama Kyuhyun lainnya akan terjawab sesuai alurnya yaa. Sudah dilanjut, gomawo reviewnya^^

Tary Sa

Kan mereka besar di keluarga yang berbeda, apalagi sifat mereka berdua sama-sama tertutup jadi ngga mungkin langsung bisa ngerti. Mianhae, ini kan mengikuti alur cerita juga, Yeo juga lagi berusaha buat bikin moment Kyubum lebih banyak biar feel kalau mereka saudara kembar itu makin kerasa tapi Yeo harus memperjelas apa yang terjadi di masa lalu juga jadi Yeo harap chingu mau menunggu yaa. Tolong sabar yaa^^ Gomawo buat masukan dan reviewnya chingu^^

Dewisantossleite

Bukan benci chingu tapi belum siap. Ditunggu kelanjutannya ne chingu. Sudah dilanjut, gomawo reviewnya^^

(17-11-15)

Sparkyubum

Ne, tinggal tunggu kapan terbongkar rahasianya. Ditunggu kelanjutannya saja ne^^ ne sudah dilanjut, gomawo reviewnya^^

Riena

Ne, diusahakan^^ Kibum ngerasa belum siap chingu. Gomawo reviewnya^^

Mrs. Jajjangmyeon

Annyeong chingu^^ Selamat membaca, ne ngga apa-apa kok. Sudah dilanjut yaa, gomawo reviewnya^^

Lily

Antara seneng dan ngga seneng. Ditunggu kelanjutannya saja ne chingu. Sudah dilanjut, gomawo reviewnya^^

Nae Xselia

Ne, dia sudah ingat. Kibum baik-baik aja chingu. Ne sudah dilanjut, gomawo reviewnya^^

(18-11-15)

Jewels.0404

Hi chingu, ngga apa-apa kok, gomawo sudah mampir. Kkk, ne mianhae memang banyak typo, kadang sudah di cek sebelum diupload tapi waktu diupload ada huruf-huruf yang hilang. Ngga apa-apa kok chingu, gomawo sudah memberitahu. Lain kali akan lebih banyak dicek sebelum diupload. Gomawo reviewnya chingu^^

(23-11-15)

Shin Ririn1013 Chapter 8-10

Ne, ngga apa-apa chingu. Waah kayanya langsung baca chapter sampai yang terakhir yaa, kkk. Kibum bukan ngga mau tapi Cuma belum siap chingu. Sudah dilanjut ne, gomawo reviewnya^^

Thanks for who Followed and Favorited this FF :

Apriliaa765 | Atik1125 | Awaelfkyu13 | Cho Sun Eun | Ciput | Citra546 | Desviana407 | 95 | EkaOkta3424 | Emon204 | Filo Hip | Keys13th | Kim Nayeon | LittleEvil19 | MissBabyKyu | Nyna443 | ShinJoo24 | Shin Ririn1013 | Songkyurina | Sparkyubum | Thy09 | Zizi Kirahira Hibiki 69 | ainkyu | alicehamy | 0404 | bintang15 | chae121 | cho loekyu07 | cronos01 | | devil kyu | dewiangel | dewisanti07900 | diahretno | ericomizaki13 | geminiyhani | .7 | .1hulanchan | hyunnie02 | | | | jihyunelf | kyuchoco13 | kyuli 99 | ladyelf11 | nurul cynkeomma | pcyckh | phn19 | putrielfishy | | widiantini9 | yulianasuka | | Rini723 | Anna 505 | Yong Do Jin316

Apriliaa765 | Atik1125 | Awaelfkyu13 | Citra546 | Desviana407 | EkaOkta3424 | Filo Hip | Kim Nayeon | LittleEvil19 | Nyna443 | Shin Ririn1013 | Songkyurina | Yun Eun Hae | ainkyu | alicehamy | 0404 | bintang15 | chairun | cho loekyu07 | cronos01 | devil kyu | dewidossantosleite | diahretno | ericomizaki13 | geminiyhani | gyu1315 | .7 | .1 | hulanchan | | | jihyunelf | kyuchoco13 | kyuli 99 | kyunoi | ladyelf11 | meimeimayra | mifta cinya | pcyckh | putrielfishy | siskasparkyu0 | .5 | widiantini9 | yolyol | yulianasuka | | KYU kum | Rini723 | Cha KritaFer

Mianhae untuk ID yang belum disebutkan di atas.