Title : First Love

Disclameir : Semua cast yang ada di sini bukan milik saya.

Pairing : Yewook, Siwook, kyumin. Sligh little: Haehyuk, little: Zhoury, kim kibum, Tan Hangeng.

Warning : BL,Typo, aneh, abal, gaje, M-PREG, EYD berantakan, alur rada maksa.

Tidak suka jangan di paksakan membaca silahkan klik back aja... warning berlaku jadi No Bash

Previous chapter

Yesung menoleh namun seketika kedua matanya terbelalak menatap sosok di depannya, Aiden berdiri lalu berlari menghampiri Ryeowook di ikuti Yesung yang ingin memastikan penglihatannya salah atau tidak.

"Jeremy ahjussi, ini Umma Aiden." Ucapnya dengan nada riang memperkenalkan sang Umma yang berdiri terpaku menatap sosok namja di depannya, Ryeowook merasa de javu dengan situasi ini.

Chapter 11

Udara di sore hari terasa begitu pengap bagi Ryeowook, namja mungil itu seolah lupa caranya bernafas kala melihat sosok di depannya.

"Wookie." Panggil sosok di depannya, Ryeowook terhenyak dan secara spontan meraih pundak putranya lalu menggendongnya.

"Sebaiknya kita pulang saja." Ucap Ryeowook gugup pada anaknya, menghiraukan namja di depannya.

Grep

" Begitukah caramu menyambut pertemuan kita." Yesung menahan pergelangan namja mungil itu.

"Le-lepas, kami harus pulang." Ryeowook berusaha melepas pegangan di lengannya namun sia-sia saja mengingat tenaga namja di depannya jauh lebih kuat di tambah lagi sebelah tangannya menggendong putranya.

"Tidakkah kau merasa rindu padaku?" Yesung bersikukuh tidak mau melepaskan genggamannya.

"Hyung, sekarang bukan waktunya untuk membicarakan itu, aku harus pulang."

"Seperti aku tidak mengenalmu luar dalam saja Wookie, aku tahu yang kau ucapakan barusan hanya sebuah alasan saja untuk menghindariku, ikutlah denganku sebentar ada yang ingin ku bicarakan, jebal hanya sebentar saja." Mohonnya, Ryeowook berhenti meronta namja itu tampak sedang menimbang ajakan Yesung.

"Uhmm aku.."

Sreettt

"Yak!" belum sempat Ryeowook mengatakan keputusannya tangannya sudah lebih dulu di seret laki-laki yang merupakan mantan suaminya itu.

.

.

"Bagaimana kabarmu selama tinggal di sini?" tanya namja bermata bak bulan sabit di depannya, saat ini Yesung, Ryeowook dan juga Donghae berada di sebuah cafe.

"Aku baik-baik saja selama ini." Jawabnya.

"Apa namja itu tidak melakukan sesuatu yang menyakitimu?" Ryeowook mengerutkan keningnya, pertanyaan Yesung lebih mirip seseorang yang sedang mengintrogasi.

"Apa aku terlihat seperti orang yang menderita?" Ryeowook balik bertanya, sebuah kekehan kecil keluar dari bibir tipis namja bermarga Kim itu.

"Kau terlihat segar dan sehat." Jawabnya, masih di sertai kekehannya.

"Yah begitulah keadaanku sekarang, suamiku selalu memperlakukanku dengan baik." Tuturnya, Yesung tertegun entah kalimat itu seperti sebuah sindiran untuknya.

Hening sesaat.

"Wookie, aku.. ingin minta maaf padamu." Yesung kembali membuka suara.

"Minta maaf untuk apa?" tanya Ryeowook.

Yesung mengalihkan pandangannya kearah samping guna menghindari tatapan mantan 'istri'nya.

"Karena aku selalu bertindak bodoh dan ceroboh selama ini." Ungkapnya dengan nada penuh penyesalan, Ryeowook tertegun melihat raut penyesalan di wajah mantan suaminya.

"Entahlah, aku... masih marah padamu hyung jika mengingat kejadian itu." Lirihnya sembari memeluk putranya yang kini duduk di pangkuannya dengan erat.

Donghae, bocah itu sedari tadi hanya diam saja memperhatikan dua orang dewasa yang merupakan orangtuanya berbicara.

"Aku mengerti, wajar jika kau membenciku sekarang."

"Ania hyung, aku tidak membencimu, aku hanya sangat marah padamu," sangkalnya cepat, Yesung mendesah lega mendengarnya.

"Tapi tetap saja kau masih belum bisa memaafkanku kan?"

"Ne, aku memang belum bisa memaafkanmu hyung." Ujarnya walau dalam hatinya agak berat saat mengucapkan kata-kata itu.

"Bisakah kita memulainya dari awal.." Yesung menggantung kalimatnya yang alhasil membuat Ryeowook harus menatap horor kearahnya, "sebagai sahabat." Lanjutnya, dan Ryeowook menghela nafas lega.

"Aku memang tidak tau apa motif hyung yang sebenarnya, tapi seoertinya tidak buruk juga, baiklah aku terima niat baikmu." Yesung tersenyum lembut di ulurkan tangannya kearah Ryeowook.

"Kalau begitu mari kita awali semuanya dengan berkenalan, namaku Jeremy Kim." Agak ragu Ryeowook menerima uluran tangan itu.

"Nathan Choi, senang berkenalan dengan anda Mr Jeremy." Katanya, selesai berjabat tangan keduanya kembali terlibat dalam obrolan ringan.

'Mungkin ini awal yang bagus, mendekatimu dengan perlahan' batin namja bermata sipit itu.

.

.

Siwon mondar-mandir di kamarnya menunggu sang 'istri' pulang menjemput anaknya, waktu menunjukan pukul 7 malam dan Ryeowook masih belum juga kembali bersama anaknya.

Cklek

Pintu kamar di buka dan masuklah sosok mungil yang sedari tadi di tunggu namja kekar bernama Siwon itu.

"Umma, kenapa lama sekali pulangnya?" tanya Siwon langsung.

"Mian tadi saat menjemput Aiden, aku bertemu dengan teman lama hyung." Jawab Ryeowook agak gugup, jujur saja dia agak takut jika dirinya berkata telah bertemu dengan mantan suaminya.

"Namja?" Siwon memicingkan mata, aura cemburu mulai terasa di sekitarnya.

"Uhm, iya." Setidaknya Ryeowook berkata jujur soal gender sang 'teman' yang baru saja di temuinya.

"Apa dia lebih tampan dariku sehingga kau lupa waktu dan lebih memilih mengobrol dengannya?" tanya Siwon penuh dengan tatapan intimidasi.

"Yak! Hyung, dia hanya teman lama, berhenti menjadi seorang pencemburu, aku takan jatuh cinta padanya."

"Tapi tetap saja aku tidak suka melihatmu berbicara dengan siapapun, tak peduli dia teman lamamu atau bukan." Tegasnya, Ryeowook menganga dan menatap suaminya dengan pandangan sulit di artikan.

Ryeowook hafal betul dengan sifat suaminya yang satu ini, ia ingat ketika dulu ada seorang petugas yang sedang membetulkan keran air di dapur rumahnya dan ia tidak sengaja menyapa sang petugas suaminya tiba-tiba saja datang dan langsung menariknya menjauh dari petugas tersebut.

"Percayalah, aku hanya mengobrol saja dengannya." Ryeowook meraih tangan besar suaminya, di genggamnya tangan itu dengan kedua tangannya.

"Umma apa kau benar-benar mencintaiku?" Ryeowook mencelos mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut suaminya.

"Hyung kenapa bertanya seperti itu, tentu saja aku mencintai hyung," jawabnya , entah hanya perasaanya saja atau tidak, Ryeowook seperti merasa ada yang aneh dengan suaminya, aura yang di keluarkan Siwon sungguh membuatnya merasa tak nyaman dan juga sedikit.. err...takut, 'Apa aku salah bicara' innernya.

Siwon tersenyum lembut pada Ryeowook di belainya pipi tirus 'istri' tercintanya, "Umma, kau tau aku begitu mencintaimu, tapi selama 8 tahun kita menikah belum satu kalipun aku mendengarmu mengatakan jika kau juga mencintaiku, ya aku pernah mendengarnya sekali itupun sebelum kita menikah." Ungkapnya.

Ryeowook kaget mendengar ucapan suaminya, "Apa semua yang kulakukan padamu sebagai 'istri' yang setia dan penurut tidak cukup menyakinkanmu jika aku juga mencintaimu, dan barusan aku mengatakannya."

"Entahlah, terkadang aku merasa ragu, mungkin mulutmu berkata demikian tapi apa hatimu juga mengikutinya." Siwon berjalan menuju tempat tidur lalu merebahkan dirinya sementara Ryeowook membatu di tempatnya.

Ryeowook menghampiri suaminya lalu ikut merebahkan diri di samping suaminya, "Apa yang harus ku lakukan agar hyung percaya?" diam-diam Siwon tersenyum 'Kena juga' batinnya.

"Baiklah, kalau begitu aku ingin sekarang tanpa ada pengaman atau apapun itu."

"Eh?" Ryeowook tercekat, aishh rupanya suaminya sengaja memancingnya, ya Siwon memang sangat pandai berakting layaknya artis papan atas, jadi jangan heran jika Ryeowook kadang tertipu oleh ucapan suaminya yang terlihat serius dan menakutkan tapi sebenarnya itu hanya akting supaya sang 'istri' takluk padanya.

"Umma, Bryan dan Aiden sangat ingin punya dongsaeng baru, jadi bisakan kita membuatnya lagi." Ucapnya dengan nada manja dan menggoda, Ryeowook langsung beringsut dan hendak menghindari suaminya.

'Aishh, aku baru ingat jika dia pandai sekali bersandiwara' batinnya.

"Ah, hyung lain kali saja, anak-anak masih kecil, oh aku lupa jika sekarang sudah waktunya menyiapkan makan malam." Ujarnya salah tingkah.

"Tidak bisa, Appa maunya sekarang." Siwon menarik tubuh istrinya lalu menindihnya, yah dan selanjutnya yang terjadi sudah bisa di tebak.

.

.

Seorang namja bertubuh tinggi masuk kedalam kamarnya, di edarkan seluruh pandangannya kesetiap sudut kamar, namja tampan berkebangsaan china itu tersenyum kala menemukan sosok cantik yang sudah di nikahinya 11 tahun yang lalu dan juga merupakan ibu dari anak laki-lakinya itu kini sedang duduk di sisi tempat tidur sambil tersenyum padanya.

"Kau sudah pulang, Han?" tanya namja cantik yang berstatus 'istri' dari namja china tersebut.

"Ne, pekerjaanku tidak terlalu banyak hari ini." Jawabnya.

Namja cantik itu menghampiri suaminya lalu mangambil tas dan jas kerja yang berada di tangan suaminya.

"Dia ada di sini." Namja cantik itu menghentikan langkahnya, keningnya mengerut tanda tak mengerti maksud ucapan suaminya.

"Choi Siwon, dia tinggal di negara ini."

Bruk

Tas yang berada di tangan namja cantik itu terjatuh secara spontan, kedua matanya terbelalak kaget dengan cepat ia menoleh kearah suaminya.

"Be-benarkah?" tanya namja cantik itu tidak percaya.

"Ne, tadi aku dan Jeremy sajangnim bertemu dengannya." Ungkapnya, namja china itu menatap istrinya yang terlihat gugup setelah mendengar nama namja bermarga Choi yang baru saja di sebutnya.

"Kau tak perlu khawatir, dia sudah menikah dan memiliki anak." Jelas Hangeng yang mengerti gelagat istrinya yang sedari tadi tubuhnya bergetar karena merasa takut.

"Tapi anak itu juga anakku Han, aku merasa bersalah telah meninggalkannya." Lirihnya, Hangeng menghampiri istrinya lalu membawanya dalam pelukannya.

"Aku mengerti, maaf jika dulu aku tidak egois membawamu lari saat kau telah melahirkan anakmu pasti semuanya tidak akan seperti ini." Heechul –namja cantik itu- kini hanya bisa menangis di pelukan suaminya, perasaan bersalah akan mantan suami dan anaknya begitu besar hingga selalu membebani pikirannya.

12 tahun yang lalu setelah ia selesai menjalani operasi persalinan, ia pergi bersama dengan suaminya yang sekarang, memalsukan kematiannya lalu menikah dengan namja yang di cintainya, Tan Heechul nama lengkap namja cantik itu juga mengganti namanya menjadi Casey Tan.

"Bolehkah jika aku ingin bertemu dengan anakku, pasti dia sudah besar sekarang."

"Aku tidak akan melarang bertemu dengannya, Casey. Bagaimanapun juga kau tetaplah ibunya." Heechul mengeratkan pelukannya pada suaminya sebagai ungkapan bahagia.

"Gomawo, aku mencintaimu." Ucapnya.

"Aku juga, terima kasih sudah mau menjadi istriku."

.

.

Esoknya

Ting tong...

Bunyi bel di mansion Choi terdengar nyaring, Sungmin yang kebetulan berada di ruang tamu bergegas membuka pintu dan melihat siapa yang bertamu di pagi hari.

"Ne nugu-" Sungmin menghentikan kalimatnya karena tidak melihat siapa-siapa di depan pintu, kepalanya menengok kiri dan kanan namun tidak ada siapa-siapa di situ.

"Aku di sini aunt." Seruan kecil membuat Sungmin melihat kearah bawah, oh rupanya seorang bocah seusia anaknya, bocah itu meloncat-loncat kecil saat memanggilnya.

"Uhm, kamu siapa?" tanya Sungmin, kini namja blonde berwajah aegya itu berjongkok di depan bocah berpipi bulat layaknya kue mochi itu.

"Aku Henry, aunti cantik." Jawab bocah itu dengan senyum polos, pipi Sungmin merona samar saat Henry memanggilnya 'aunti cantik'.

"Ingin bertemu siapa?" tanya Sungmin, di perhatikannya bocah bernama Henry yang kini menaruh telunjuknya di dagu lancipnya seperti sedang memikirkan sesuatu.

"Spencer aunt." Sungmin ber'o' lalu kembali berdiri.

"Spencer sedang berada di ruang tv, ayo masuk." Dengan antusias Henry masuk dan berjalan mengikuti Sungmin.

"Psst, Bryan siapa bocah manis itu?" tanya seorang di samping Kibum dia adalah Zhoumi teman sekelasnya yang juga bertamu pagi-pagi ke mension Choi, jika kalian bertanya kenapa anak-anak itu tidak berangkat kesekolah, itu karena hari ini adalah hari minggu yang merupakan hari kebebasan anak-anak itu untuk tinggal di rumah masing-masing atau bermain kemanapun.

"Entahlah, sepertinya teman Aiden atau Spencer mungkin, kenapa? Kau tertarik padanya?" tanya Kibum mengambil kesimpulan.

"Ehehehe, sepertinya begitu, dia manis sih." Ucapnya salah tingkah, Kibum menggelengkan kepalanya melihat tingkah teman sekelasnya, bocah kalem itu kembali membaca buku pelajaran yang di pegangnya, kedatangan Zhoumi sebenarnya bukan hanya bermain saja kerumah Kibum tapi karena keduanya mendapat tugas kelompok di sekolahnya.

"Wah, rumah ini jadi terasa lebih ramai ne," celetuk Ryeowook di depan ruang tv sambil memperhatikan anak-anaknya.

"Yah rumah kita sedang kedatangan tamu dua bocah kecil, kkk." Kekeh Sungmin sambil memperhatikan tiap gerak-gerik putranya yang sedang bermain dengan temannya.

"Kalau di perhatikan bocah itu mirip dengan hyung." Sungmin terhenyak dengan kalimat yang meluncur dengan mulusnya dari bibir cherry Ryeowook.

"Kau ini bicara apa, anakku kan Cuma satu." Ujar Sungmin namun entah kenapa hatinya merasa resah dengan ucapan sepupunya.

"Aku tahu hyung. Ah, sepertinya aku harus segera pergi," Ryeowook melirik jam tangan berwarna ungu di pergelangan tangannya.

"Kau mau pergi kemana Wookie?" tanya Sungmin yang baru sadar juga jika Ryeowook berpenampilan rapi hari ini.

"Pergi mengantar Donghae ketaman hiburan, anak itu merengek dari kemarin ingin pergi kesana." Jelasnya, Ryeowook membenahi penampilannya lagi.

"Kalian hanya berdua? Siwon kemana?"

"Ne kami hanya berdua, Siwon hyung tidak ikut karena dia bilang ada pertemuan mendadak dengan kliennya padahal ini hari minggu." Jawab Ryeowook, namja mungil itu berjalan menghampiri putranya.

"Umma sudah siap?" tanya Donghae, bocah itu langsung berdiri saat dirinya tengah bermain bersama Eunhyun dan Henry.

"Ne, kajja." Ryeowook meraih lengan putranya.

"Psstt, Spencer, Mommy Aiden tadi bicara apa?" tanya Henry sambil berbisik, ia tidak mengerti apa yang di ucapkan Ryeowook barusan.

"Ahjumma hanya mengatakan 'ayo', Aiden dan Wookie ahjumma akan pergi ketaman hiburan sekarang." Jelas Eunhyuk, Henry mengangguk paham, Henry sebenarnya masih keturunan korea hanya saja orangtuanya tidak pernah mengajarinya bahasa korea.

.

.

.

Donghae berlari kesana kemari di sekitar area taman hiburan sambil tangannya menarik sang Umma, tanpa tau jika sang Umma tengah menahan sakit di sekitar pinggangnya akibat perbuatan suaminya semalam yang sangat beringas menghajar bagian tubuh belakangnya.

"Aiden jangan terlalu cepat berlarinya," Ryeowook berusaha menghentikan aksi berlari anaknya yang di rasa sangat hyperaktiv akhir-akhir ini.

"Tapi Umma, Aiden ingin kesana dan naik itu." Tunjuknya pada kincir angin raksasa di depannya.

"Ne, kita kesana tapi jangan berlari ne." Kata sang Umma lembut.

Donghae mengangguk penuh semangat, "Ne Umma chagiya." Ujarnya menirukan kebiasaan 'Appa'nya, Ryeowook hanya menghela nafas pasrah ketika di seret kembali oleh putranya walau kali ini hanya berjalan tidak berlari seperti tadi, dan tanpa di sadari keduanya seseorang kini memperhatikan keduanya dari kejauhan.

.

.

Usai bermain di taman hiburan Donghae kini memaksa sang Umma untuk bermain di sebuah taman yang di sebelahnya terdapat sebuah danau, tak jauh dari danau tumbuh sebatang pohon yang berdaun rindang tempat yang cocok dan nyaman jika berteduh atau menenangkan diri.

Tak jauh dari tempat keduanya bermain, berdiri seorang namja berkacamata hitam dan berpakaian serba hitam, dia adalah Yesung, namja tampan itu sedari tadi memperhatikan keduanya yang kini sedang bercanda di taman itu, namja tampan itu mengambil secarik kertas lalu menulis sesuatu di sana, setelah selesai menulis namja tampan itu melipatnya menjadi bentuk pesawat lalu menerbangkannya tepat kearah namja mungil di depan sana.

Tep

Ryeowook menoleh karena merasa ada sesuatu yang terbang kearahnya dan juga terjatuh tepat di bawahnya, 'pesawat kertas?' pikirnya, diambilnya pesawat kertas itu membuka lipatannya lalu membaca isinya.

#note :

Saat kau tersenyum aku merasa tenang.

Saat kau tertawa aku merasa bahagia.

Tolong jangan hilangkan semua itu, tetaplah tersenyum walau itu bukan untukku.

3

Deg

Ryeowook tersentak saat selesai membaca kalimat dalam surat itu, dia sangat hafal dengan pemilik tulisan tangan itu, di edarkannya pandangannya kesetiap penjuru taman namun tidak sedikitpun tanda-tanda dari namja pemilik pesawat kertas itu.

Syut tep

Satu lagi pesawat kertas yang entah dari mana datangnya jatuh tepat di bawah kakinya.

#note :

kita memang tidak lagi bersama, tapi ijinkanlah aku selalu dekat dengan kalian.

Ijinkanlah aku untuk melindungi kalian walau dari jarak yang jauh.

3

"Umma, apa itu?" tanya Donghae.

"Bukan apa-apa, chagi. Ini hanya pesawat kertas, kajja kita pulang." Buru-buru Ryeowook menggendong putranya lalu berjalan cepat menjauhi area taman.

Yesung menatap nanar kepergian mereka, namun sedetik kemudian sebuah senyum indah terukir di bibir tipisnya.

"Tubuhmu memang sudah dimiliki orang lain, tapi hatimu tetaplah milikku' batinnya, di liriknya pesawat kertas yang masih ada di tangannya, 'Masih ingatkah kau dengan kenangan ini, kenangan saat aku melamarmu dengan menggunakan pesawat kertas dan puluhan balon yang terbang di udara.'

Tbc

Chap 11 datang...moga masih suka...

Hihihihi

Balesan review :

Kim eon hoon : iya mereka udah bertemu tuh... mw request ff boleh tapi kalau lama publishnya gpp kan.. maunya multichap apa oneshoot...

Ryeosun : yesung udah tau kok hae anaknya...makasih udah mampir...

Ryeong721 : pendek ya.. hehehe yang ini lumayan kan.. ini udah lanjut...

Riyanti ; aduh,, hehehehe ini udah takdir tuh..

Ryeohyun09 : ne mereka ketemu lagi tuh... oke ini updatenya udah pake guntur #plakkk...hohoho

Hatakehanahungry : kkk, yah udah nasibnya tuh ketemu sama yeye...

Girraffe wookie : yah mereka ketemu karena takdir ffnya tuh.. kkk

Jeremy kim : ini udah lanjut...

Wook wook : annyeong, hahaha gpp kok...wah dua2nya emang keren tuh.. kkk mari kita tunggu endingnya#lah?...

Danactebh : hehehe kimi juga seneng tuh mereka bisa ketemu... yah mereka pasti bersatu kok Cuma tinggal alurnya aja yang nentuin.. gomawo...

Lailatul magfiroh : yah itu udah takdir la... donghae nggak akan nanya macem2 kok Cuma satu macem aja#loh?.. kibumnya lagi nginep di rumah eon la, katanya pundung nggak di kasih peran ama hae.. kkk

Yulia cloudsomnia : kkk di sini masih ada kok yewook momentnya dikit... yah begitulah masalalu bang won punya 2 musuh T.T...

Dheek enha 1 : ya mereka udah ketemu.. ini lanjutannya..

Cloudsomnia88 : iya tuh si appa won-won emang tukang cembokur*dirajamsiwonest* yah begitulah .. sip mereka pasti bersatu lagi kok...

NishaRyeosomnia : yah kata tbc pasti selalu nongol tuh...hooh mereka udah ketemu aja..andrew belum tau tuh.. kkk nggak kok wook nggak akan dikurung di rumah paling di ikat(?)#mwo? Yah kedua bocah itu emang lucu2...ini udah lanjut...

Ratu kyuhae : kurang panjang ya T.T.. apa yang ini udah panjang :D... kyuminnya belum nongol tuh paling di chap depan... mianhae ff miss you masih di proses..tapi pasti di update kok kalo udah kelar...

Mcaryeong : kkk masa yah mau gimana lagi udah begitu jalan ceritanya...

Dirakyu : uhm.. apa di warning kimi nulis crackpair.. yah pan jalan ceritanya udah begitu.. nanti mereka pasti bersatu pada waktunya kita ikuti dulu alur yang sekarang ne...

Kim Ryan2124 : hehehe kayaknya yang ini lumayan cepet ya updatenya... siwon emang cinta banget ama wook, yeppa juga masih berusaha tuh...gomawo..

Yewook Turtle : anyyeong sunbae... heechul emang masih hidup tuh...tapi nanti akan ada flashbacknya juga kok.. ini udah lanjut sunbae makasih udah sering mampir...

Meidi96 : huhuhuhu yeppa punya rencana tersembunyi tuh...

Young min kim : ini udah lanjut...

WookiePoopz : ne heechul memang masih hidup... hohoho untuk masalah itu nanti kimi kasih flashback deh...hahaha tbc itu kalimat keramat author loh pan abis itu nyambung lagi...yah kita bikin mas yeye galau tingkat dewa huahahahaha...

Aningeko81 : ne mereka udah ketemu tuh,,, gomawo...

Fyuh selesai juga balas reviewnya..oh ya dichap depan full flashback yewook loh dan chap 12 juga bakal kimi bagi dua A dan B...

Sampai jumpa lagi di chap depan,, mian kalau balasan review kimi kurang jelas atau ada yang kesinggung sama kalimatnya, sekali lagi kimi minta maaf...

Pai pai

Review please...