GyuMin407

Present

"Broken Angel"

Rated-T, GS, Typo's, Newbie, gak jelas, alur berantakan.

Romance, Drama, Angst, School Life.

Enjoy ^o^

.

.

.

Kyuhyun POV

Orang ini, kenapa aku harus bertemu orang ini lagi. Jung Yonghwa, karena ulah nya aku terpuruk dua bulan belakangan ini. Karena ulahnya aku harus mendapat cidera bahu kanan ku, dan karena ulahnya juga aku tidak lolos seleksi. Aku tau ada yang salah dengan pukulan nya waktu itu, pukulannya bukan terarah untuk melesat jauh ketengah lapangan melainkan ke bahu ku. Aku tau dia sengaja. Tapi, kenapa?

"Bagaimana cideramu? Ku dengar besok kau sudah bisa main di pembukaan turnamen, ne? ya meski hanya sebagai pitcher cadangan sesudah Kim Kibum." Tambah orang itu.

"Cukup basa-basinya! Sebenarnya apa mau mu?" tegas ku.

"Mau ku? Tentu saja menghancurkan hidup seorang bajingan yang sudah membuat gadis yang aku cintai menangis!" cibir nya. Apa maksudnya? Dia menyukai sapa? Dan siapa yang aku buat menangis?

Kemudian ku lihat Yonghwa mencoba mengeluarkan sesuatu dari dalam sweater nya. Sebuah benda terbuat dari kayu, dengan panjang kira-kira satu jengkal tangan ku.

Oh Shit! Itu pisau lipat. Refleks, aku segera berlari dan mendorongnya sampai tubuhnya membentur tembok. Pisau itu pun terlempar entah kemana. Sekarang, pergumulan diantara kami pun tidak bisa dihindarkan. Dia berhasil menendang perut ku hingga terjembap ke belakang. Saat aku berusaha bangkit, Yonghwa mencari-cari pisau lipatnya. Sebelum dia berhasil mendapatkannya, ku tendang perutnya sampai terjatuh, lagi, ku tendang perutnya dan member sebuah pukulan di dagu nya. Yonghwa terengah, ku cengkram lehernya keras-keras.

"PSYCHO! APA MAKSUD SEMUA INI, HAH?!" tanya ku emosi.

"Ha-Ha-Ha" Sial! Bukannya takut. Dia malah tertawa sambil membuang ludah yang kini bercampur dengan darah.

"Cho Kyuhyun…" gumam Yonghwa. Aku masih diam menunggu lanjutan ucapannya. "Ternyata susah juga ya menghancurkan mu. Kau selalu dikelilingi orang-orang hebat! Semua yang kau inginkan. Semua memilih mu, bahkan sampai gadis yang ku cintai pun lebih memilih mu dari pada aku. Beruntung sekali kau." Aku sedikit terdiam mendengar ucapannya. Dia… Dia tidak benar-benar jahat sebenarnya, dia hanya iri, dia hanya iri pada ku.

"Siapa gadis yang kau cintai itu?" Yonghwa kembali meludah. Gayanya masih tetap santai. "Kau tidak perlu tau siapa gadis itu."

"Begini saja." Sergah ku. "Mulai hari ini tolong lupakan semua dendam kamu pada saya, dalam hal apapun itu. Dan satu hal lagi, jangan pernah ganggu atau sentuh Lee Sungmin seujung jari pun! Karna aku tidak akan membiarkan kau hidup jika itu terjadi!" tiba-tiba ponsel ku berbunyi. Telfon dari Sungmin.

"Halo.." sahut ku.

"Kyuuuuuuuuu!" Suara Sungmin terdengar panik diujung telefon.

"Kamu kenapa?"

"Ini, tiba-tiba ada dua orang preman deketin aku. Mereka lagi ngejar-ngejar aku, mereka serem-serem banget, Kyu!"

"Dimana kamu sekarang?"

"Dideket stadion bola."

"Aku ke…. Halo Min… Sungmin!"

"Hahahaha" Yonghwa lalu tertawa. "Seharusnya kamu itu tidak membiarkan Sungmin sendirian, Kyu. Sementara kamu mengejar aku sampe kesini. Hahaha"

Emosi ku pu sudah tidak bisa ku bendung lagi. Aku menatap Yonghwa dengan tatapan penuh amarah. "ARGGHHH… BRENGSEK!"

BUAAGHHH

"Pengecut!" setelah memukul pipinya sekeras mungkin, aku langsung melangkah pergi meninggalkan Yonghwa yang terpuruk sendirian di dalam toilet.

Kyuhyun POV End

.

.

.

Kyuhyun berlari kencang menuju arah stadion bola. Tapi dia tidak tau, Sungmin lari kesisi mana dari stadion. Saat sampai, nafas Kyuhyun terengah-engah. Kyuhyun mencoba menelfon Sungmin, tapi beberapa kali dia mencoba, Sungmin tidak mengangkat telfonnya. Perasaan putus asa mulai menghinggapi Kyuhyun ketika Sungmin tak kunjung ia temukan. Dia tidak mau sesuatu terjadi pada Sungmin.

Keringat deras mulai membasahi dahi Kyuhyun. Selama beberapa menit terus mencari Sungmin, Kyuhyun beristirahat sejenak.

"Sial! Dimana mereka?!" Kyuhyun kalut. Antara khawatir dan takut.

Dan setelah sekian lama mencari, akhirnya…

"Kyuhyunnn!" Sebuah teriakan yang Kyuhyun tau persis siapa pemiliknya terdengar lantang dari arah belakangnya. Kyuhyun menoleh dan melihat Sungmin tengah berlari ke arahnya.

"Minnnn!" panggil Kyuhyun. "Gwenchana?"

Sungmin tidak menjawab, dia malah langsung memeluk Kyuhyun erat.

"Kyu, aku takut!" Sungmin bicara sambil menangis, membuat perasaan Kyuhyun makin kalut ditempatnya.

"Gwenchana, ada aku disini. Kamu aman sekarang. Ada aku, Sayang…"

Sungmin langsung melepaskan pelukannya. Sungmin menatap Kyuhyun dalam-dalam. Kyuhyun yang baru sadar pun langsung merutuki mulutnya yang seenaknya memanggil Sungmin dengan sebutan 'sayang'. Kyuhyun melongo dengan sangat tidak tampannya. Sungmin tidak bereaksi sama sekali. Malah dia kembali memeluk Kyuhyun erat.

Setelah itu tidak ada pembicaraan diantara keduanya. Sungmin masih terus-terusan menangis dengan posisi memeluk erat Kyuhyun. Melihat Sungmin yang seperti ini membuat sesuatu didalam hati Kyuhyun ikutan terkoyak.

Kyuhyun langsung menarik Sungmin pergi begitu melihat dua orang yang ia yakini tadi mengejar Sungmin berlarian kecil kearah mereka. Sungmin yang belum siap pun harus mengimbangi langkah Kyuhyun dengan tertatih-tatih.

Dengan cepat Kyuhyun dan Sungmin terus berlarian kearah parkir. Dalam beberapa menit keduanya pun sudah berada di parkiran, siap-siap untuk tancap gas.

"It's okay.." Kyuhyun mengecup kening Sungmin lembut ketika melihat gadis itu bergetar ditempatnya.

Hari ini benar-benar menjadi hari yang penuh drama, petualangan, dan sangat mendebarkan. Untuk pertama kalinya Kyuhyun berhadapan langsung dengan maut hanya untuk menyelamatkan seorang gadis yang kini menjadi salah satu bagian terpenting didalam hidupnya.

.

.

.

"Untung kalian tidak mendapat luka yang serius.." Ujar Leeteuk setelah selesai mengobati luka memar Kyuhyun. Kini Kyuhyun, Sungmin, Sulli, Minho, dan EunHae tengah berada diruang tengah kediaman Lee.

Sulli benar-benar kaget saat melihat sebuah pesan singkat yang mengatasnamakan dirinya diponsel Sungmin. Jelas-jelas itu bukanlah pesan darinya.

"Jadi pesan ini benar-benar bukan dari Sulli?" Tanya Kyuhyun. Sulli mengangguk mantap sambil meletakan ponsel Sungmin diatas meja kaca didepannya.

"Berarti Yonghwa benar-benar sudah merencanakan ini dengan matang, Kyu." Sahut Hyukjae yang sejak tadi diam. Sedikit banyak dia mengenal sosok Yonghwa, karna dia pernah satu sekolah dengan pemuda itu ketika Junior High School. Hyukjae tau kalau Yonghwa itu memiliki sifat ambisius yang kadar obsesinya melebihi Minho.

"Dia bilang, dia ingin menyingkirkan Sungmin karna aku membuat gadis yang disukai nya menangis. Menurut mu, siapa gadis itu?" Kyuhyun menatap wajah teman nya satu per satu.

"Seohyun?" gumam Hyukjae lirih. "Yonghwa sudah menyukai Seohyun sejak di bangku SMP…"

"Seohyun? Benarkah dia? Setahu ku dia gadis biasa yang tidak suka mencari gara-gara." Sahut Kyuhyun disertai kerutan didahinya.

Sungmin mendengus. Andai saja Kyuhyun tau sosok asli dari gadis yang tadi dia sebut tidak suka cari gara-gara itu. Wanita rubah itu… entah mengapa Sungmin merasa sangat kesal mendengar Kyuhyun yang secara tidak langsung membela Seohyun.

"E-ehm…" merasa pikirannya mulai aneh, Sungmin berdehem pelan. Dan sialnya itu dilihat oleh Donghae yang duduk tepat didepannya.

"Ya… Sungmin cemburu, eoh?" Sungmin membulatkan matanya kala mendengar kalimat ejekan Donghae. Ia mendongak dan mendapati semua tatapan disana sedang mengarah ke arahnya, semua menatap jahil kearah Sungmin namun tidak dengan Kyuhyun. Pemuda itu menatap Sungmin dengan pandangan yang Sungmin sendiri tidak mengerti apa arti dari pandangan tersebut.

"Eiiishh.. Aku tidak cemburu. Ya! jangan asal bicara Donghae-ssi!" semprot Sungmin. Yang lain hanya tertawa melihat wajah kesal Sungmin yang memerah. Sungmin mendengus, percuma dia teriak-teriak kalau hasilnya tidak ada. Percuma, buang-buang tenaga saja.

.

.

.

"Bagaimana bisa Oppa membiarkan Sungmin lolos?! Diberi tugas begini saja kau tidak bisa melakukannya dengan benar!" Seohyun menatap geram pemuda didepannya yang tak lain dan tak bukan adalah Yonghwa.

"Maafkan Oppa, Oppa sudah berusaha, tapi yah gara-gara kedatangan Cho Kyuhyun itu rencana kita.. Gagal." Ucap Yonghwa dengan nada suara yang sangat meyakinkan.

Dia tau gadis didepannya ini pasti akan marah besar karna dia tidak bisa melakukan tugas yang diberikan Seohyun dengan benar. Sebenarnya tugas nya hampir terselesaikan jika saja Kyuhyun tidak datang dan mengacaukan segalanya.

Seohyun mendengus dan membuang tatapannya keluar jendela café. Jika saja ini bukan ditempat umum, ingin rasanya Seohyun mencakar-cakar wajah pemuda didepannya ini. Dia kesal, sangat kesal begitu menerima telfon dari Yonghwa kalau rencana nya untuk menyingkirkan Lee Sungmin gagal karna Kyuhyun datang menolong gadis itu. Seohyun kesal, kenapa harus Kyuhyun yang menolong Sungmin?

"Kau tidak berguna Oppa!" Gumam Seohyun masih memalingkan wajahnya ke luar jendela. Kata-kata Seohyun sontak membuat Yonghwa mengangkat wajahnya, bisa-bisa nya gadis itu mengatakan hal yang begitu menyakitkan itu kepadanya setelah apa yang telah Yonghwa lakukan untuknya selama ini.

"Kau bilang aku tidak berguna? Kau bilang aku tidak berguna setelah apa yang telah aku lakukan untuk mu selama ini? Bahkan aku sudah memberikan segala yang ku punya untuk mu. Tapi, apa pernah kau memikirkan aku sejenak? Memikirkan perasaan ku?" Emosi Yonghwa naik ketitik teratasnya. Ia sudah berusaha mati-matian menjaga nada suaranya, tapi nihil. Emosinya sudah tidak bisa ia bendung lagi. Ia lelah, lelah dengan semua siksaan batin yang gadis itu berikan.

"Oppa, bukankah selama ini Oppa tau bagaimana perasaan ku pada Kyuhyun? Bukan kah Oppa memahaminya dengan sangat baik?" lirih Seohyun dengan kepala tertunduk. Jujur sekarang Seohyun tidak berani menatap ke wajah Yonghwa, apalagi matanya.

Inilah kali pertamanya Seohyun melihat Yonghwa semarah ini. Selama ini, Yonghwa tidak pernah menunjukan rasa marah atau kesalnya sedikit pun pada nya meski dia meminta sesuatu yang aneh-aneh. Ini kali pertama nya ia melihat Yonghwa seperti ini, dan jujur ini membuatnya ketakutan.

"Selama ini kita selalu membahas tentang perasaan mu, lalu bagaimana dengan perasaan ku sendiri?! Jelas-jelas kau tau kalau aku mencintai mu, tapi kau mempermainkan aku. Berhenti mempermainkan ku! Kau menghancurkan segala yang ku punya!." Yonghwa mengatur nafasnya yang tersengal-sengal lalu melanjutkan.

"Ini aku, inilah aku yang telah memberi mu segalanya. Cobalah, lihat aku sekali saja." Yonghwa tersenyum sinis ketika melihat Seohyun masih menundukan wajah menghindar dari tatapannya. Dia bodoh! Dia bodoh karna bisa jatuh terlalu dalam pada pesona gadis didepannya ini.

"Miris. Aku bahkan tidak bisa menuntut kejelasan dari mu. Aku bodoh! Seharusnya aku tau dari awal, kita tidak akan pernah bisa memulai!" Yonghwa beranjak berdiri dari duduknya dan berbalik meninggalkan meja nya dengan Seohyun tanpa mengatakan sepatah kata pun lagi.

Seohyun mengangkat wajahnya. Melihat punggung Yonghwa yang semakin menjauh dari pandangan matanya. Tanpa sadar cairan bening itu keluar dari sudut matanya. Mengalir dengan derasnya melewati tulang pipinya. Hati nya sakit mendengar ucapan pemuda itu barusan.

"Oppa…" Lirih Seohyun entah kepada siapa.

.

.

.

Kyuhyun meremas tangannya gemas. Berulang-ulang kali ia menghembuskan nafas kasar dan kembali menghirupnya pelan-pelan. sebentar lagi gilirannya melempar. Kim Kibum sudah menyelesaikan dua putaran pertamanya dengan sangat baik tadi. Kyuhyun menghela nafas, ini bukan pertandingan pertamanya tapi kenapa rasanya seperti saat pertama kali dia berada di pertandingan pertamanya.

Sungmin.

Tiba-tiba nama gadis manis yang ia yakini kini sedang duduk dibarisan bangku penonton paling depan memenuhi pikirannya. Sedikit banyak Kyuhyun merasa nyaman kala mengingat wajah manis itu tersenyum manis kepadanya. Mungkin terdengar gila, Kyuhyun juga bingung, seberapa hebatnya sih seorang Lee Sungmin sampai mampu membuat Cho Kyuhyun sampai seperti ini. Sudah ribuan kali Kyuhyun mencari jawaban, tapi tetap saja jalan buntu yang dia dapat.

"Cho! Bersiaplah, sekarang giliran mu." Kyuhyun mengangguk, ia berjalan tepat dibelakang pelatih Choi. Sesekali terlihat dia menghembuskan nafasnya untuk sekedar menghilangkan gugup.

Matanya berjelajah kederetan bangku penonton. Sudah banyak penggemarnya yang rata-rata para gadis kini tengah menyerukan namanya sambil mengangkat banner mereka tinggi-tinggi. Kyuhyun masih melakukan pencariannya sampai akhirnya matanya terpaku pada sosok dideretan tengah yang kini tengah memandangnya sambil tersenyum sumringah.

Sungmin. Sungmin lah yang membuat Kyuhyun menatap lama kearah bangku penonton. Sungmin mengepalkan tangannya ke udara, mulutnya berbicara tanpa suara. Tapi Kyuhyun tau apa yang gadis itu ucapkan. 'FIGHTING!'

Kyuhyun memfokuskan pandangannya pada batter didepannya. Ia agak tersentak begitu mengetahui rivalnya kali ini adalah Jung Yonghwa. Tapi, Kyuhyun mengerutkan dahinya ketika melihat wajah Yonghwa yang tampak murung.

"Hana…." Kyuhyun mulai memasang kuda-kuda nya.

"Dul…." Tangan Kyuhyun mulai menganyun ke udara.

"Sett…."

SUINGGGGGGG~~~~~~~~

Seisi stadium menghening ketika Kyuhyun melepaskan lemparannya. Luar biasa! Benar-benar seperti menggunakan kecepatan cahaya! Bahkan Sungmin sampai dibuat menganga ditempatnya.

BRUKKK

Kyuhyun tersenyum menang ketika melihat Yonghwa yang tidak berhasil memukul bolanya. Kyuhyun langsung bergegas berlari menuju pos-pos secepat yang ia bisa. Lagi-lagi Kyuhyun menoleh ketempat dimana Sungmin duduk. Tersenyum menang ketika melihat gadis itu balas menatapnya sambil mengacungkan kedua ibu jarinya di udara.

Dia berhasil.

Kyuhyun sang Pitcher sudah kembali.

Dan itu berkat Lee Sungmin.

.

.

.

"Kau benar-benar hebat Oppa…" Sungmin yang hendak membuka pintu ruang ganti pemain pun mengurungkan niatnya begitu mendengar suara Seohyun didalam. Seohyun sedang bersama Kyuhyun?

Kyuhyun hanya tersenyum tipis menanggapi pujian Seohyun yang entah sudah keberapa kalinya ia dengar sejak pertandingan dinyatakan usai tadi. Gadis itu terus-terusan menempeli Kyuhyun sampai ke ruang ganti. Ck!

"Bisakah kau menyingkir? Keberadaan mu benar-benar menganggu." Sungmin hampir saja tertawa mendengar respon Kyuhyun pada Seohyun. Ia yakin wajah rubah itu sedang memerah menahan kesal sekarang.

"Oppa… Sampai kapan kau akan bersama Sungmin? Bukankah ini sudah lewat dari batas waktu taruhan itu?" ucap Seohyun santai. Kyuhyun menghentikan kegiatannya dan menatap Seohyun tajam. Sementara Sungmin kini tengah membatu ditempatnya.

'Taruhan? Apa maksudnya?' batin Sungmin. Tanpa sadar meremas gagang pintu digenggamannya.

"Kau? Bagaimana bisa kau mengetahui hal ini?" Kyuhyun mencengkram pergelangan tangan Seohyun dan membuat gadis itu meringis kesakitan sambil berusaha melepaskan cekalan tangan Kyuhyun.

"Tentu saja aku tau. Kau, dan teman-teman mu bertaruh kan? Jika kau bisa menaklukan Sungmin dalam waktu satu bulan maka mobil Donghae menjadi milikmu. Tentu saja aku tau, Oppa" Seohyun menyeringai ketika melihat Sungmin yang menegang didepan pintu, ternyata Seohyun sudah melihat Sungmin dari tadi.

Kyuhyun melotot. Bagaimana bisa Seohyun tau soal taruhan sialan itu?

CKLEK…..

Pintu kayu itu terbuka, membuat Kyuhyun dan Seohyun menoleh ke arah pintu. Seohyun tersenyum menang dan tertawa sinis didalam hati melihat Sungmin dengan wajah pucat kini tengah memandang kosong ke arahnya. Sedangkan Kyuhyun? Wajahnya memucat begitu menangkap sosok Sungmin di ambang pintu. Seohyun masih tersenyum senang sambil berjalan-jalan mengendap-endap keluar melalui pintu belakang ruang ganti pemain.

'Gadis itu… Pasti mendengar semuanya' batin Kyuhyun.

"Tolong jelaskan mengapa kau lakukan ini pada ku." Ucap Sungmin pelan.

Akan lebih baik jika dia berteriak. Kyuhyun membenci kekecewaan didalam suaranya. Entah karena apa, Kyuhyun tidak sanggup menatap mata Sungmin. Kyuhyun hanya berbicara sambil menatap lutut Sungmin. Dia menceritakan semua pada Sungmin soal taruhan brengsek itu. Dia menceritakannya sedemikian rupa, seakan-akan Sungmin anak kecil yang masih perlu di-dikte. Dia tau Sungmin akan segera tau hal yang sebenarnya. Kyuhyun sudah menyiapkan diri untuk apapun respon Sungmin nantinya. Ketika Kyuhyun selesai berbicara. Sungmin hanya memandang Kyuhyun dengan ekspresi tak terbaca.

"Kau… Jahat!" Sungmin langsung bergegas meninggalkan Kyuhyun yang masih diam mematung ditempatnya.

.

.

.

Sungmin terus berjalan cepat. Entah kemana kakinya akan membawa langkahnya pergi, dia hanya ingin menjauh dari Kyuhyun. Bahkan dia sama sekali tidak menyadari kehadiran Kibum yang sejak tadi diam mendengarkan pembicaraannya dengan Kyuhyun. Air mata terus saja keluar dari sudut matanya tanpa bisa dia cegah.

Tidak, seharusnya dia tidak menangis hanya karena masalah ini. Tidak boleh, Sungmin bukan gadis cengeng. Tapi hati nya berdenyut sesak ketika mengetahui kebenarannya. Saat Kyuhyun menceritakannya, kata-tiap kata yang pemuda itu katakan bagaikan pisau yang mengiris hati Sungmin sedikit demi sedikit. Sungmin tak henti-hentinya mengutuki kebodohannya dalam hati.

'Bagaimana bisa aku jatuh cinta disaat aku takut untuk terjatuh? Dan kini, aku terjatuh… Terjatuh disaat aku sudah amat sangat yakin dengan perasaan ku pada pemuda sialan itu. Lee Sungmin, kau bodoh atau apa?' umpat Sungmin.

.

.

.

"Kau… Bisa-bisa nya kau menyakiti Sungmin seperti ini!" Kyuhyun yang sejak tadi menunduk pun lantas mengangkat wajahnya ketika mendengar suara bass milik Kibum. Kibum menatap Kyuhyun geram, dengan langkah tergesa pemuda itu berjalan menghampiri Kyuhyun. Nafasnya tak beraturan, wajahnya memerah menahan kesal dan kepalan tangan itu…

BUAAGGHHH!

Sebuah pukulan telak Kyuhyun dapatkan dipipi kanannya, pukulan Kibum sangat keras sampai-sampai Kyuhyun tersungkur ke lantai. Darah segar mengalir dari sudut bibir Kyuhyun, sepertinya sobek.

"Brengsek! Kau! Jangan pernah mendekati Sungmin lagi!" setelah mengucapkan kalimat penuh penekanan disetiap katanya itu, Kibum langsung berbalik dan berjalan keluar ruang ganti dengan langkah yang tergesa-gesa.

Sementara Kyuhyun masih meringis menahan perih di sudut bibirnya. Tapi, ini bukan seberapa, ia malah berharap Kibum tadi membunuhnya. Dia bisa memahami mengapa Kibum semarah ini padanya. Siapapun pasti akan marah jika melihat orang yang disayanginya disakiti orang lain. Dan bodohnya Kyuhyun, orang yang dia sayangi justru terluka oleh ulahnya sendiri.

"Mianhae.." lirih Kyuhyun. Tanpa sadar cairan bening itu perlahan namun pasti mengalir keluar dari sudut matanya.

.

.

.

"Ulljima, Min. Jangan menangis lagi." Heechul mengusap pundak Sungmin sayang. Gadis itu sudah menceritakan semuanya pada Heechul, dan Heechul benar-benar tidak menyangka Kyuhyun akan setega ini dengan adik sepupu kesayangannya.

"Eonni, Sungmin salah apa Eonni? Sungmin salah…" Heechul buru-buru menyela ucapan Sungmin sebelum Sungmin menyelesaikan kata-katanya.

"Sstt.. Jika dia menyakitimu, maka biarkanlah dia dan tetaplah mendo'akan dia. Jangan balas kejahatannya. Karna kamu bukanlah seorang penjahat dan pendendam." Bisik Heechul.

"Tapi.. Tapi aku mencintainya Eonni…" lirih Sungmin disela-sela isakannya.

"Itu bukan salah mu. Cinta itu datang tanpa kita ketahui. Tanpa peringatan, secara tiba-tiba. Wujud dari mencintai itu adalah memaafkan, percuma jika kau berusaha sekuat tenaga untuk membencinya jika hati kecilmu selalu memaafkannya." Heechul terdengar menggantungkan kalimatnya. Ia menghembuskan nafas sebelum melanjutkan.

"Karena ketulusanlah, cinta tidak pernah membutuhkan kata maaf."

.

.

.

"YA! Cho Kyuhyun apa yang kau lakukan pada Lee Sungmin, hah?! Menjadikannya bahan taruhan demi sebuah mobil?! Apa kau sudah mulai bosan dengan mobil mu, hah?!" Kyuhyun menghela nafas mendapati ocehan Hangeng begitu ia melangkahkan kakinya masuk ke apartement.

Heechul. Hangeng pasti mengetahui ini dari Heechul.

"Jawab aku Cho!" Hangeng menekankan setiap katanya. Kyuhyun mendongak, menghela nafas sebelum bicara.

"Awalnya aku memang mendekatinya karena taruhan itu. Tapi, Hyung percayalah sekarang niat ku berubah. Aku menyukainya, tulus." Kyuhyun menundukan wajahnya lagi. Hatinya kembali berdenyut ketika sekelibat bayangan wajah kecewa Sungmin tadi melintas dikepalanya. Gadis itu pasti tidak ingin bertemu lagi dengannya.

"Kyu, Hati seseorang bukan terbuat dari kertas yang bisa kau buang dan singkirkan dalam sekejap. Hati seseorang bukan lah mainan yang bisa kau buang jika kau sudah bosan memainkannya. Hati seseorang bahkan lebih tajam dari sebuah pisau yang sering di asah. Kau salah jika ingin bermain dengan yang namanya hati, Kyu." Ucap Hangeng bijak. Kyuhyun diam, mencoba mencerna kata-demi kata yang Hangeng ucapkan dengan perlahan.

"Sekarang semua tergantung kepada mu, Kyu. Jujur sebagai Hyung mu, aku kecewa dengan sikapmu. Tapi, jika kau mau memperbaiki semuanya. Aku yakin masih ada kesempatan kedua untuk mu." Hangeng menepuk pundak Kyuhyun sekilas sebelum beranjak berdiri dan meninggalkan apartement Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam. Memikirkan semuanya dari awal sampai saat ini. Berkali-kali pemuda tampan itu terlihat menghembuskan nafasnya kasar. Kenapa semuanya menjadi rumit begini? Semua akan lebih mudah jika saja Kyuhyun tidak menaruh hati pada Sungmin. Semua akan baik-baik saja jika dia tidak jatuh cinta pada gadis itu.

"Aku akan merelakanmu. Aku akan meninggalkanmu, karena aku mencintaimu."

.

.

.

To Be Continued

.

.

.

Finally… Sungmin tau kebenarannya *JENG JENG*

Okey, akhirnya pubcak konflik ff ini muncul juga…. Mengecewakan kah? Mianhe, aku sudah berusaha semampu ku, maklum aku juga masih dalam tahap belajar hehe._.

Huaaa aku seneng yaaa baca review para reader yang jujur saja membuat semangat menulis saya diujung tanduk(?) Terimakasih banyak dukungannya *Bow

Q : Ada moment SiBum tidak?

A : Karna disini Kibum tidak di GS alias doi tetep jadi laki-laki. Maka, tidak ada moment SiBum disini. Mianhae:(

BIG THANKS TO :

GyuMinnieChild, Guest, kim na lla, MinChan137, ZaAra eviLKyu, kimberly lavenders, Choleerann, fariny, Won407, aeyraa kms, minnie kyumin, tika, AprilJellyFish, lacie-song, LEE ANTA, roroputri7692, littleevil1367, minniehaekyu, abilhikmah, noviradwiasri, Choelf15, Heldamagnae, chaerashin, dan Semuanyaaaaaa^0^/

Terima kasih banyak untuk semua reader yang review atau pun silent readers…. Tapi, buat para silent reader, yaaa akan lebih baik jika kalian menunjukan jati diri kalian(?)

Tetep review yaaa supaya kisah ini akan terus berlanjut sampai KyuMin menemukan kebahagiaannya:") tanpa kalian aku bukan apa-apa:")

Salam

GyuMin407