selamat malam, (disaya malam) hahahaha alah saya ga akan basa-basi deh disini, saya tahu banget kesalahan saya sudah banyak karena menelantarkan fic ini sekian lama.
So, happy reading all
Disclaimer : sayangnya saya tidak bisa memiliki Kakashi seutuhnya, karena Masashi Kishimoto-sensei tidak memberikannya pada saya :(
Semburat cahaya sinar matahari mulai menyeruak dari sela-sela riakan awan dilangit pagi kediaman tuan Hatake. Genap satu minggu sudah usia pernikahan pria dengan rambut perak melawan gravitasi itu dengan wanitanya yang bersemu bagaikan bunga Sakura. Meski masih terbilang muda,pasangan ini sudah tidak mengalami kesulitan untuk berlakon layaknya pasangan suami istri yang sudah bertahun-tahun bersama.
"Kakashi, ayo bangun. Hari ini adalah hari pertamamu kembali bekerja." Sakura menggerak-gerakan bahu sang suami yang tertutupi selimut guna menutupi matanya dari silaunya sinar mentari yang berasal dari jendela kamar mereka yang telah dibuka oleh Sakura.
Tak ada respon,Sakura menarik selimut yang menutupi ketampanan wajah dari pria yang telah resmi menjadi suaminya itu. Meski telah terbiasa bersama debaran itu tak pernah luput dari dadanya ketika menelusuri wajah Kakashi dengan matanya.
"Ah ayolah Kakashi. Kau harus bangun!" setelah sadar dari kekagumannya mengamati keindahan suaminya, Sakura menggerakkan telunjukknya untuk mencolek jahil pipi tirus milik Kakashi. Tak ada tanggapan. Lagi –Sakura melakukan kejahilannya dan terkikik sendiri setelahnya.
"A –aah. Ka –Kakashi."
Sakura terkejut ketika mendapati Kakashi masih dengan mata terpejamnya menarik Sakura kedalam pelukannya mengakibatkan jarak kedua wajah mereka hanya terpisahkan oleh hidung keduanya yang saling bersentuhan.
"Cara membangunkanku yang benar adalah seperti ini Sakura." Kakashi membuka kedua kelopak matanya untuk menyuguhkan sepasang iris yang berbeda warna itu, dengan singkat Kakashi mendaratkan bibirnya diatas ranumnya bibir Sakura.
Meski sesaat, tetap saja sensasi yang dihasilkannya membuat tubuh Sakura terlonjak sedikit.
"A –apa yang kau lakukan Kakashi, I –ini 'kan masih pagi." Sakura tersipu malu dan berusaha memalingkan wajahnya kesamping yang malah memberikan Kakashi kesempatan untuk menikmati leher jenjang Sakura dengan pagutan-pagutan ringannya.
"Itu ucapan selamat pagi dariku Sakura, kau tidak ingin membalasnya?" kali ini telinga Sakura menjadi tujuan penjelajahan lidah milik Kakashi, wajah Sakura yang telah merah padam tidak menghentikan Kakashi melakukan gerilya tangannya dikedua bongkahan pantat milik Sakura.
Desahan yang dihasilkan Sakura walau pelan namun tertangkap oleh indra pendengaran Kakashi mampu melonjakkan libidonya untuk segera memulai permainan baru dengan istri tercintanya itu.
Dengan satu hentakan Kakashi menarik tubuh sintal Sakura untuk tertidur sepenuhnya diatas tubuhnya dan menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya.
"Jangan lagi Kakashi, aa-aaah..."
Xoxoxoxoxoxoxoxoxoxoxo
Dari pantulan kaca dihadapannya terlihat seorang wanita tengah menyisir rambut merah jambu sebahunya yang masih basah dengan ruas-ruas jarinya. Sepasang matanya yang begitu kemilau layaknya batu giok mengerling indah menatap pria yang baru saja keluar dari kamar mandi sambil mengancingkan kemejanya yang masih terbuka.
Sang wanita bangun dari duduknya dan menghampiri sang pria yang masih sibuk mengancingkan kemejanya meskipun tatapannya tak pernah lepas dari wanitanya.
"Kau terlambat Kakashi." Sakura membantu Kakashi mengalungkan dasi merah marun pada kerah kemeja biru langit yang telah selesai dikancingkan oleh Kakashi. Dengan sigap Sakura membentuk simpul pada dasi yang sekarang telah tersemat rapih dikerah Kakashi.
Untuk menyempurnakan pekerjaannya Sakura sedikit berjinjit mengingat postur tubuh keduanya yang berbeda jauh agar dapat menekuk kerah dibagian tengkuk Kakashi. Hal ini membuat kedua wajah mereka saling berdekatan,deru nafas Kakashi yang hangat menyapu lembut permukaan wajah Sakura. Keduanya saling bertatapan penuh arti dan entah siapa yang memulai sekarang mereka berdua terlibat pagutan-pagutan penuh cinta yang kian intens setelah Kakashi melingkarkan tangannya dipinggang Sakura dan menariknya agar semakin merapat.
Seperti lukisan mahakarya,siluet keduanya terlihat begitu serasi menyatu dalam goresan cinta dari balik cermin.
"Ah, kenapa aku harus ke kantor hari ini." pertanyaan Kakashi terdengar seperti sebuah penyesalan ditelinga Sakura. Keduanya tahu,bahwa mereka layaknya pengantin baru lainnya tidak ingin terpisah walau sedetikpun.
"Itu sudah menjadi tanggung jawabmu Kakashi. Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu dimeja makan." Sakura menggamit lengan Kakashi untuk menggiringnya keluar kamar mereka dan menuju meja makan yang diatasnya telah tertata rapih piring penuh masakan.
"Aku membuatkanmu pasta dan sandwich. Aku tidak tahu mana yang kau suka jadi aku buatkan keduanya saja." Sakura menarik kursi untuk Kakashi duduk diatasnya. Kakashi seperti terkesima dengan menu sarapan dihadapannya. Karena terbiasa hidup mandiri Kakashi lupa rasa hangat yang menjalar dihatinya setelah mendapati perhatian seperti ini.
"Terimakasih Sakura."
Kakashi menarik lengan Sakura dan mendudukannya diatas pangkuannya. Sakura yang tak mengantisipasi ini hanya bisa menyemukan wajahnya dan menunduk.
"Hey,lihat aku." Jemari Kakashi menyentuh dagu Sakura perlahan dan menaikkannya agar wajah yang tertunduk itu menengadah sekarang –balas menatapnya.
"Kau sudah terlambat Kakashi, kau harus menghabiskan sarapanmu dengan cepat." Suara cicitan terdengar dari tubuh Sakura yang terangkul dalam rengkuhan tangan kekar milik Kakashi.
"Suapi aku." Kakashi menyodorkan satu piring besar berisikan pasta pada Sakura yang hanya menatap heran. Dengan ragu Sakura mengambil garpu dari atas piring dan menggulung pasta dalam gulungan besar serta mengarahkannya kedalam mulut Kakashi.
"Bukan seperti ini maksudku Sakura." Kakashi mengambil alih garpu dari tangan Sakura yang masih terperangah tanpa tahu apa yang sedang mereka lakukan, karena mulut Sakura yang mungil mengakibatkan tidak semua helaian pasta masuk dan ujung dari pasta yang jatuh terjuntai dari bibir Sakura dengan sigap diambil Kakashi menggunakan bibirnya.
Perlahan Kakashi memajukan bibirnya sedikit demi sedikit guna mempersempit jarak diantara ia dan Sakura, Sakura yang terkejut dengan refleks hendak memundurkan tubuhnya namun Kakashi dengan tanggap menarik Sakura lebih merapat kedadanya.
Muka Sakura kian memerah ketika jarak yang tersisa untuk keduanya hanyalah sebatas panjang hidungnya dan Kakashi, dengan senyum simpul tersemat disudut bibirnya Kakashi memiringkan wajahnya untuk meraup habis pasta yang menjadi jaraknya dan Sakura.
"Kakashi, apa yang kau lakukan!" Sakura mengelap ujung bibirnya yang sedikit ternoda oleh bumbu pasta, mukanya semerah tomat sekarang. Dan Kakashi terlihat sangat menikmati kegiatan yang akan menjadi ritual sarapannya setiap hari mulai kini.
"Ayo kita habiskan pasta ini Sakura." Kakashi menggulung pasta kembali dan menyuapinya pada Sakura. Dan lagi keduanya terlibat adegan yang menyemukan wajah.
Xoxoxoxoxoxoxoxoxoxoxo
Sakura menghela nafasnya pelan sambil melakukan peregangan-peregangan ringan, pekerjaan membersihkan rumah sebesar istana Kakashi tanpa asisten rumah tangga sangatlah menguras tenaga. Mungkin Sakura akan mengusulkan pada Kakashi untuk memperkerjakan satu saja pembantu di rumah mereka,tidak perlu menginap –Kakashi tidak menyukai orang asing didalam rumahnya.
Ting
Sakura meronggoh saku dicelemek yang ia pakai untuk membersihkan rumah tadi dan mengeluarkan ponselnya untuk membuka pesan yang masuk
From : Hubby
Aku punya dua kata untuk kukatakan padamu Sakura.
Sakura menekan layar full touch-nya untuk membalas pesan dari suaminya tersebut. Jam istirahat, sempat-sempatnya Kakashi mengirimi Sakura pesan ditengah jadwalnya yang dipastikan padat itu.
From : Wifey
Apa?
Kakashi yang sedang makan siang bersama dengan Naruto –asistennya, hanya tersenyum simpul membaca balasan dari istrinya itu, singkat padat dan jelas.
"Hey Kakashi, kau kenapa?" Naruto bertanya dengan muka keheranan melihat aksi bosnya itu, jarang sekali dilihat olehnya dari wajah serius Kakashi senyum yang seperti ini. yang ditanya hanyalah menggelengkan kepalanya ringan sambil mata dan jari-jarinya focus pada layar ponsel.
To : Wifey
Aku cinta kau
Sakura tidak jadi menenggakan botol air mineral pada kerongkongannya yang kering karena membaca pesan dari Kakashi. Dengan salah tingkah Sakura menaruh kembali botol minumnya dan membenarkan anak-anak rambutnya yang terjatuh menutupi pandangannya pada layar ponselnya tersebut. Ah pria ini, ingin menggombalinya yang notabene wanita anti rayuan. Terlebih dengan rayuan yang salah, Kakashi nampaknya kau harus belajar lebih untuk hal satu ini.
To : Hubby
Itu tiga kata Kakashi sayang.
Sekarang, cengiran lebarlah yang terlukis diwajah datar Kakashi. Samar-samar Naruto dapat melihat semburat merah mewarnai wajah maskulin Kakashi. Sepertinya Kakashi teramat bahagia sampai membaca berulang kali pesan yang baru saja ia terima dari Sakura itu.
Sayang
"Cinta memang menyeramkan. Hii~"Naruto hanya bisa mengangkat bahunya cepat dan memutuskan untuk melanjutkan makan siangnya tanpa memperdulikan Kakashi yang terus sibuk dengan ponselnya itu.
From : Hubby
Tidak Sakuraku, karena kau dan aku dihitung satu.
Kali ini Sakura berhasil tersedak dan menyemprotkan seluruh air yang memenuhi mulutnya setelah membaca rentetan kata yang tertampil dari ponselnya. Sayangnya kau yang harus belajar lebih untuk hal ini Sakura.
Xoxoxoxoxoxoxoxoxoxoxoxo
Porche Techart Cayman putih terlihat memasuki sebuah pagar hitam berukiran yang memisahkan sebuah rumah megah dengan keramaian dijalan luar,setelah menekan tombol dari kunci mobilnya otomatis pagar dibelakangnya kembali tertutup.
Pria dengan kemeja yang tiga kancing teratasnya terbuka dan jas terlipat asal ditangannya berjalan menyusuri taman hijau yang segera menyambutnya ketika turun dari mobilnya tersebut. Seperti tidak mengindahkan pemandangan air mancur menari dihadapannya pria itu tidak berhenti walau sebentar dan melangkah dengan terburu-buru untuk masuk kedalam rumah.
"Sakura,aku pulang."
Tidak ada balasan seperti yang Kakashi harapkan akan ia terima saat pulang yang ia terus pikirkan selama masih dikantor. Kakashi berjalan menju dapur,mungkin Sakura tidak mendengar suaranya karena terlalu sibuk mempersiapkan teh hangat guna menyambut suaminya tercinta pulang.
Namun,yang didapati Kakashi hanyalah dapur yang bersih dan tertata rapih. Semuanya terasa janggal karena Sakura tidak berada disana. Akhirnya Kakashi memutuskan untuk ke kamarnya, dalam benaknya terlihat Sakura tengah mengenakan dress tidur yang menggoda dan mengundangnya keatas ranjang mereka.
"Ah –Sakura kau tahu saja kalau aku..." Kakashi kembali mendapatkan kekecewaan ketika kamar serba putihnya nampak kosong serta ranjang mereka yang tertata rapih. Kakashi menatap pintu kamar mandi penuh harap membayangkan istrinya tercinta tengah bermandikan tetesan air shower dan lekuk tubuh Sakura yang –
Kakashi buru-buru menggelengkan kepalanya cepat sebelum pikiran-pikiran anehnya itu semakin merajainya. Perlahan Kakashi menggeser pintu kaca kamar mandi dan tidak ada siapapun disana. Kakashi menjambak rambutnya kasar tanda frustasi,akhirnya Kakashi memutuskan berlari memutari seluruh rumahnya untuk mencari dimana Sakura.
"Sakura kau dimana?" Kakashi berulang kali memanggil nama Sakura dan hanya bergema di dinding-dinding luas rumahnya, semua kamar digeledah olehnya baik yang berada dilantai bawah maupun lantai atas.
Nihil.
Kakashi berulang kali menghubungi nomer ponsel Sakura namun tak ada jawaban hal ini membuat Kakashi semakin berfikiran macam-macam bahwa istrinya mungkin saja menjadi korban penculikan atau apapun itu yang mengerikan.
Akhirnya Kakashi berjalan gontai menuju kolam renang dihalaman belakang rumahnya, berharap riakan air yang tenang mampu mendinginkan pikirannya yang kacau. Kakashi menduduki dirinya di kursi berjemur yang berada dipinggiran kolam dan menekan tombol hijau dilayar ponselnya untuk menghubungi kontak yang bernama Haruno-san .
"Ya, selamat malam Haruno-san." Terdengar suara protes dari lawan bicara Kakashi ditelepon tersebut.
"Ah iya, maksudku Okaasan. Kabarku baik, bagaimana dengan Okaasan?" Kakashi segera mengkoreksi perkataannya dan dengan canggung meladeni lawan bicaranya yang ternyata adalah ibunya Sakura yang sangat senang menantunya menghubunginya tersebut.
Tersirat rasa bersalah dihati kecil Kakashi karena telah lalai menjaga putrid kesayangan satu-satunya keluarga haruno tersebut, entah bagaimana caranya Kakashi menanyai pada Okaasan-nya itu dimana Sakura berada sekarang. Seharusnya Kakashi yang lebih tahu bukan,ialah penanggung jawab atas Sakura sekarang. Walaupun Sakura sudah lulusa dari pendidikan sekolah menengah atasnya,namun tetap saja itu tidak menjadikan Sakura wanita yang siap berdiri sendiri. Untuk apa Kakashi disampingnya jika tak bisa memastikannya aman.
Tiba-tiba Kakashi melihat terdapat gerakan dari dalam kolam renang, riakan air semakin besar ketika bayangan hitam itu semakin mendekat keujung kolam renang letak Kakashi duduk. Kakashi memicingkan matanya sambil berdiri dari duduknya untuk memperjelas benda apa gerangan.
Dan seperti anak kecil yang menemukan harta karun dihalaman belakang rumahnya Kakashi tersenyum lebar saat melihat helaian pink dari dalam kolam dan berbisik pelan pada ponsel yang masih tertempel ditelinganya tersebut.
"Aku akan menghubungimu lagi nanti Okaasan." Setelah mengslide layarnya asal kesamping Kakashi melempar ponselnya sembarang kearah kursi pantai dan membuka cepat semua helaian kain yang hanya menyisakan boxer yang melekat ditubuhnya sekarang.
Tanpa pemanasan terlebih dahulu Kakashi langsung melempar tubuhnya kedalam air, dan merasakan dinginnya air kolam merasuk kedalam tulangnya. Dengan sigap Kakashi segera berenang menyusul Sakura yang tengah berenang menjauhinya tersebut,nampaknya Sakura ingin main kejar-kejaran dengan Kakashi tapi sayang Kakashi bukanlah tandingannya. Jika Sakura sempat mampir kedalam satu ruangan dilantai atas sebelah tangga pas Sakura akan menemukan satu ruangan penuh piala penghargaan baik dibidang akademik maupun non akademik yang berhasil diperoleh Kakashi dan salah satunya adalah kejuaraan renang tingkat remaja se-nasional. Walaupun sudah lama,namun keahlian yang dimilikanya tidak berarti luntur bukan?
Sebentar saja Kakashi berhasil menyamai kedudukannya dengan Sakura, kolam renang yang memliki panjang luar biasa ini memberikan mereka relly yang lumayan melelahkan terlihat dari wajah Sakura dalam air yang mulai kebiruan karena menahan nafas dalam air.
Kakashi menarik lengan Sakura dan merengkuhnya kedalam pelukannya serta merapatkan wajahnya pada wajah Sakura. Satu hentakan Kakashi berhasil mentiadakan jarak diantaranya dan Sakura serta memperdalam pagutannya pada bibir mungil Sakura yang gemetar.
Seperti sangat menikmati,Kakashi seakan-akan tidak rela melepaskan Sakura jika saja tidak ingat bahwa kapasitas nafas Sakura tidaklah selama miliknya.
"A –ah, Kakashi! Kau nakal." Dengan nafas tersenggal Sakura memukul pelan bahu bidang Kakashi yang berkilau terpantulkan cahaya temaram bulan. Kesulitan nafas Sakura bertambah dengan ruangnya menarik udara yang semakin dipersempit oleh Kakashi yang sekarang melingkarkan tangannya dipinggang Sakura yang polos.
Kakashi menelan ludahnya pelan ketika menikmati lekuk tubuh Sakura yang hanya seperempatnya berada diatas air, kali ini Sakura hanya menggunakan bikini yang menampilkan keindahan jasmaninya membuat Kakashi tidak tahan untuk menyentuhnya, menelusuri tiap senti tubuh istrinya tersebut.
"Siapa suruh kau bersembunyi dariku." Kakashi merapatkan tubuhnya pada Sakura dan perlahan mendorong Sakura ketepi kolam, Sakura yang tidak memiliki kebebasan dari pandangan menggoda Kakashi hanya menurut tak bisa berbuat apa-apa.
"A –aku hanya ingin renang malam, apa salahnya?"
"Salah, karena kau tidak memberitahuku."
"Aku kan tidak kemana-mana Kakashi."
"Tapi aku tidak tahu kau dimana saat pulang tadi, dan asal kau tahu aku mengitari seisi rumah hanya untuk mencarimu."
"Aku tidak tahu,maaf Kakashi."
"Jangan pernah hilang dari pandanganku Sakura..." Kakashi memiringkan wajahnya dan mendaratkan bibirnya pelan diatas bibir Sakura.
"Karena wanita seperti kau, sulit untuk ditemukan."
Xoxoxoxooxoxoxoxoxoxoxo
Terimakasih atas dukungan kalian selama ini untuk saya #pelukkecup
maaf ya kalau banyak kesalahan saya ga punya waktu buat edit masalahnya
Saya tunggu tanggapan kalian semua ya ^^
