Stand by me
Chap 11
Hurt/comfort
T
Here we go!
Setelah selama 2 hari Naruto kembali sadar dari alam mimpinya.
"Kau sudah sadar.. "
"Hn. Begitulah.. "
"Kemarin kau sempat drop. "
"Aku tau,.. Apa hari ini aku bisa keluar?. "
"Jangan bercanda,, tapi syukurlah kau membaik, secara fisik kau membaik, namun kau tau kau sedang sekarat. Mungkin penyakit itu suatu saat akan kambuh, "
"Ya.. Ba-chan aku tau. "
"Istirahatlah. "
"Hn. "
"Baa-chan. "
"Ya? "
"Bisakah berjanji satu hal? "
"Hn.. Apa itu?. "
"Tolong rahasiakan keadaanku pada Sakura, dan semua Rookie12."
"Apa maksudmu!? Tentu saja itu tidak mungkin ! Sebenarnya a-p "
"Berjanjilah Baa-chan, kumohon... "
"Huuh, jika itu maumu, baiklah "
Tsunade pun beranjak pergi dan meninggalkan ruangan Naruto.
#Skip
Setelah satu minggu , Naruto dibolehkan untuk menjalani rawat jalan. Tsunade yang masih mengkhawatirkan kondisi Naruto pun memerintahkan agar Naruto tinggal di apartemen Sai. Karena Naruto tinggal sendirian tidak mungkin ia bisa mengurus dirinya sendiri dengan keadaannya yang seperti itu.
Disisi lain Sakura yang selama satu minggu terus menunggui Sasuke diruangannya tanpa mengenal lelah dan syukurlah ia pun diberikan angin segar oleh Tsunade, ia mengatakan bahwa Sasuke bisa sembuh total dengan ramuan mawar biru, yang tumbuhnya sangat langka dan satu - satunya tempat yang masih memiliki tumbuhan langka itu adalah berada di kediaman sang katak peramal. Namun untuk kesana dengan mudah hanyalah dengan melalui portal yang dimiliki Naruto. Namun yang membuat Tsunade bingung bagaimana mungkin mereka akan kesana jika Naruto saja tidak diperbolehkan untuk menggunakan jurus ninja dalam bentuk apapun.
"Sakura...bagaimana pendapatmu? Apa kita harus mengorbankan keselamatan Naruto Lagi? Walaupun kemungkinanannya kecil Naruto akan mati karena membuka portal, tapi tak tertutup kemungkinan ia akan kembali koma. "
"Tidak! Aku tidak akan membiarkan Naruto koma lagi. "
"Jadi?. "
"Aku akan cari jalan lain. "
Dikediaman Naruto, Sai yang berniat membangunkan Naruto, merasa tidak enak saat ia melihat Naruto yang masih berbalut manja dengan selimut tebalnya, meski matahari sudah mulai terik Naruto tak terlihat gelisah dan sediikitpun tak berniat untuk membuka matanya. Selama beberapa menit Sai mengamati Naruto dari jauh, setelah ia merasa bosan ia pun mencoba menghampiri Naruto dan mulai mengusik pemuda itu.
"Hei... Naruto? Kau mau ramen? ".Bisik Sai tepat ditelinga Naruto.
"Hnghhhh... " Gumam Naruto tak jelas.
"Kau sungguh tak mau? "Ulang Sai kembali menggoda Naruto.
Dengan sigap Naruto keluar dari selubung selimutnya dan berteriak " Yosh.. Ramen! " dan dengan terburu-buru pemuda itu melangkah ke arah pintu keluar tanpa ada niat untuk ke kamar mandi terlebih dahulu.
"Eto... Naruto... "Ucap Sai menggantung sambil berusaha menahan tawa.
"Nan-ni? " tanya Naruto , dan sedikit mengerutkan alis.
" Bercanda!.. Mmpphffttt! " Sai pun tak kuasa menahan tawanya.
"Naaaanii? Sai!? Tidak lucu !" Naruto kesal setengah mati melihat dirinya dikerjai oleh sahabatnya sendiri. Tapi disamping rasa kesalnya tak dapat ia pungkiri ternyata dia sangat senang mendapati sahabatnya tertawa lepas tanpa beban apapun saat bersamanya. Naruto sangat paham bahwa Sai sangat sulit untuk berekspresi bahkan untuk tersenyum pun pemuda itu tak bisa, setiap pemuda itu tersenyum hanya senyuman palsu yang selalu menghiasi wajahnya. Namun untuk hari ini pemuda itu tersenyum dengan tulus dan tertawa lepas dihadapannya. Sungguh momen yang berharga bagi Naruto, dalam hati pemuda itu beekata " Apakah aku bisa melihat tawamu yang seperti ini lagi Esok hari Sai? " batin Naruto.
"Naruto? Ada apa? " Ucap Sai cemas karena tiba - tiba sahabatnya itu terlihat hilang fokus.
" Tak masalah Sai,, hanya senang saja bisa melewati hari ini tanpa bau obat-obatan ,,hahhaha. " Naruto tertawa garing.
"Kau pasti sembuh Naruto. " Ucap Sai yakin.
Namun tak lama setelah itu Naruto terlihat semakin aneh, beberapa kali pemuda itu mengerjapkan matanya kemudian menggigit bibirnya sendiri. Dan tak jarang ia mengeluhkan kata panas.
"Naruto Kau baik-baik saja? "Tanya Sai.
"Tidak tau... Aku rasa disini panas sekali ,di sini juga pengap! "
"Baiklah ayo keluar.. " Sai pun memapah Naruto menuju ke halaman apartemennya.
Setelah beberapa menit, Naruto pun tak sengaja tertidur di bawah pohon Sakura, sebelum tertidur ia bergumam ,"Warna lembut ini mengingatkanku padanya, bunga Sakura memang yang paling cantik ya.. "Ucap Naruto sambil tersenyum sendu "Sama seperti dirinya, gadis yang akan selalu kucintai,meskipun kau tak akan pernah membalas perasaanku ini. "Naruto pun tersenyum miris.
Sai yang menyaksikan hal tersebut merasa tersentuh, ia pun tanpa sengaja mengabadikan kejadian tersebut kedalam lukisannya. "Kau terluka Naruto, bukan hanya fisik, tapi batinmu juga. Kau terlihat begitu sedih di lukisanku ini. "Tak sadar Sai pun sudah dua kali mengeluarkan emosinya hari itu dengan tulus dan dengan alami dari dirinya.
bersambung
#Chy
