Saya mohon kerjasamanya untuk panggil saya dengan sebutan BocahLanangOppa oke?
Kalo kepanjangan ya bisa LanangOppa atau BocahOppa, thanks for attention ^_^
Salam HunKai! ^_^
Thanks semua yang udah review:
Raeraekkamjong: Kalo Ibu Kai ilang itu ada hubungannya sama Xu Jing Lei, so ditunggu ya pengungkapan sejarahnya, hehe
1004baekie: Oke sip!
Ling-ling pandabear: Ini udah lanjut
Enchris. 727: Ah yang bener? Hehe pasti chingu
Utsukushii02: Iya
babyWolf Jonginnie'Kim: Ini romance penghianatan, hehe *BocahLanang maksa
Mizukami Sakura-chan: Oke
M Aldianor Alvon Kpopers II238: Soalnya rencananya gagal, jadi Kris gak mau Sehun kenapa-kenapa gitu.. Kan Kris kakak yang baik ^_^ yes! Udah didoain!
DwiKkamjong: Thanks udah semangatin akuu, yey
Dhantieee: HunKai itu di akhir, kasihan looo.. hiks
EXO 12-XLKSLBCCDTKS: Karena Kris itu kunci FFnya, hehe
Aliyya:Ueehehehe.. oke sip!
Cute: KrisKai? Hm..
Gea: Karena disitu ada nenek lampirnya T_T
VampireDPS: SeKai bahagia, hehe
Junghanbi: Oke, makasih ^_^
Miszhanty 05: Oke semua akan berakhir HunKai
Saya. Orchestra: Iya, Sehun itu sesuatu sekali di masa lalu Kai
Novisaputri09: Itu sebenernya.. hem -_- BocahLanang processornya hang.. hehe
aku senang sekali respon kalian semua positif tentang ff ini! Hidup HunKai! Yey!Yey!
Yang dicetak italic (miring) itu flashback masalalu, oke? Hehe
Ini bakal panjang!
WARNING: JANGAN BOSAN KARENA KEPANJANGAN!, HEHE
Gak boleh bingung baca ch ini okey, yang kurang jelas mungkin bisa kalian baca pelan-pelan dan dihayati dengan menghayalkan wajah tokoh ff ini biar lebih tahu inti ffnya, hehe
Yang mau berteman dengan BocahLanang, ini akun FBnya:
BocahLanang HunKai (The Real BocahLanang)
Hm.. yang penasaran, kenapa Kris bertindak kejam pada Tao saat Tao mendatangi cabang Wu di Berlin? Ini jawabannya!
SO THIS IS OUR STORY
.
.
.
Not Should, You Might!
…
HunKai slight KrisKai
.
.
For Rianti AhRa
.
…..
TINNGG~
Suara denting gelas bersulang dari kedua pemimpin kriminal dunia, menjadi pembuka takdir baru.
"Ya, dia penerus gelar Dragon ku" Siwon tersenyum ketika keduanya tandas menghabiskan cairan merah dalam indahnya gelas bening berkilau.
Kris adalah naga. Dia berlari bersama amarahnya, bersama keangkuhannya, bersama segala wibawanya menghancurkan segala yang ada dihadapannya.
Dia ada untuk itu semua.
Dia dilahirkan untuk menjadi penyerang pertama.
Dan dia siap untuk gugur pertama kali.
…
"Kau menyembunyikan sesuatu padaku, Sehun?" Kai menatap dalam pada namja yang kerah kemejanya masih ia tarik kuat. Kai butuh penjelasan lebih.
"Kris tidak mengijinkannya" Sehun merebahkan kembali tubuh Kai perlahan tapi tangan lemah itu enggan melepaskan kerah kemeja hitamnya.
"Wae?" Kai bertanya dari jarak sedekat ini. Sulit untuk Sehun mengelak.
-Not Should, You Might-
CTAARRRZZZ!
BRRRSSSZZZHHH…
Chanyeol yang sedari tadi mengamati beberapa mawar segar disana akhirnya beranjak untuk duduk disebelah gegenya.
Ikut memandang langit gelap kota Berlin. Kabut redah di bawah sana menghalangi pandangan jalan raya. Seolah meminta semua orang berhenti dan berkabung untuk kesedihan keluarga Wu.
"Aku sudah bilang berkali-kali padamu.. Biar Sehun yang menyelesaikan dendam mommy, kenapa kau mengorbankan dirimu, Kris ge?" Chanyeol bersedekap mengeratkan jaket hitamnya. Menaikkan kembali kerah tingginya sebagai masker menutupi hidungnya.
"Kau kedinginan? Kenapa tidak bilang gege?" Kris tersenyum melirik adiknya yang menatapnya tajam tak suka.
"Gege kenapa terlalu baik? Kau malaikat atau apa? Lay hyung saja tidak sebaik dirimu.." Chanyeol menggerutu dan menendang nendang lantai berukir indah dibawah bangku taman yang mereka duduki.
Dan Kris kembali tersenyum.
…
Tokyo, Markas Range 2 Mafia Wu.. 11 tahun yang lalu..
Hanya ada 3 Wu duduk disana. Keduanya diam cukup lama setelah proyektor menyelesaikan proyeksi yang telah ditelusuri selama 2 tahun oleh mata-mata rahasia keluarga mafia Wu.
Xi Luhan.
Keluarga Xi bersumpah setia pada Mafia Wu sejak dulu.
Dan kini, Xi Luhan, keturunan terakhir yang bersumpah setia.
Hanya Chanyeol, Yunho, Sehun, dan Jaejong yang tahu keberadaannya.
Chanyeol kecil yang masih berumur 10 tahun itu meremat kuat pisau lipat kesayangannya. Itu hadiah terakhir dari Wu Jaejong-mommynya. Menyalurkan semua amarah dan dendam, semua sudah didepan matanya. Kematian mommynya dua tahun lalu membuat otaknya berkembang pesat menerima takdir dan siksa. Ia menjadi seorang Lord.
"Tenangkan dirimu, Lord" kalimat singkat terdengar dingin. Tapi Chanyeol tahu, anak berumur 8 tahun disampingnya itu kahwatir dalam wajah pokernya.
"Kris akan menyelesaikannya" Yunho mematikan proyektor.
FLIPP!
Membuat satu-satunya cahaya diruangan itu mengilang.
Gelap kelam.
Tapi lihat, mata Chanyeol menyala merah terang.
Mata yang istimewa.. sejak ia menyandang nama Lord di punggungnya.
"Jaga ucapanmu didepanku. Dragon yang bahkan sudah kehilangan arah" Chanyeol mendesis memperingati sang Dragon. Ayahnya sendiri.
Kenyataannya, kasta Dragon lebih rendah dari Lord.
"Lalu kau mau mengeluarkan siapa?" Yunho menghela nafasnya. Tabiat Wu memang angkuh pada dasarnya.
"Aku keluarkan kartu As.." mata Chanyeol berkilat merah lebih terang.
"What?.. r'you kidding me? Huh.." Yunho membuang pandangnya. Kartu As itu muncul di akhir.
"…" Kartu As disana masih diam, perlahan membuka kedua matanya.
Dalam kegelapan, mata itu berpendar biru sapphire. Indah dan menyejukkan.
"Sehun akan menyelesaikan semuanya dengan mudah dan cepat" Chanyeol menatap mata biru disampingnya.
"Dia masih kecil. Kau gila karena kematian ibumu?" Yunho melembutkan suaranya. Ia tidak tega juga anaknya menjadi keras karena tekanan begini.
"Jangan libatkan dia. Kau tahu maksudku kan?" Chanyeol meredupkan cahaya merah kedua irisnya.
"Hyung tidak ingin Kris terlibat takdir yang bahkan bukan kesalahannya" setelah mengataan itu, Sehun menutup kembali kedua kelopak matanya. Membuat cahaya biru itu menghilang ditelan gelapnya ruangan.
"Changmin terjebak dalam perangkap wanita jalang itu.. harusnya aku tidak lengah" Yunho mengusap kasar wajahnya.
…
-Not Should, You Might-
Tik-tik-tik-
Bunyi detik jam di ruang putih itu tidak terusik oleh suara hujan diluar sana. Air mengalir di dinding mengingatkan dengan suasana markas yakuza kim di cina.
Sang sulung Kim terbaring dengan beberapa selang penyokong hidupnya. Terlalu banyak mengeluarkan energi tubuhnya padahal darahnya sudah habis akibat tembakan peluru panas wanita tadi.
Setidaknya proyektil itu sudah dikeluarkan dari bahu kirinya. Perban rapih itu membalut luka-luka di tubuhnya yang cukup banyak. Ruang steril dan bersih ini menandakan keamanan dan keselamatan nyawanya.
FLASHBACK..
Beberapa waktu sebelumnya.. saat Tao berhasil mengambil alih beberapa kekuasaan Wu di Eropa..
"Kau mau apa jika bahkan Sehun ada dalam kuasaku!?" Kris kini berteriak cukup keras.
Seketika kedua tangan Tao terkulai lemah. Matanya menatap kosong ke salah satu sisi tembok ruang kerja pribadi Kris yang sepolos kertas.
"Saya disini.. Tuan Wu" suara seseorang memasuki ruangan dan atmosfir menjadi lebih mencekam.
Senyum tajam tersemat di bibir Kris begitu seseorang yang ia tunggu dari Cina sudah ada dihadapannya.
Tao memutar tubuhnya untuk berhadapan dengan namja itu.
"Se-Hun..?" mata Tao tak berkedip melihat namja putih tampan dengan setelan kemeja dan jas serba hitam dan rambut pirangnya.
Sehun sebagai kuncinya bahkan berada dipihak Kris.
"Sepertinya semuanya berakhir disini, Kim Zi Tao, kartu As ada ditanganku. Ucapkan selamat tinggal pada kekuasaanmu" Kris mengucapkan semua itu dengan seringai penuhnya. Menatap rendah Tao yang hanya mampu mematung kaku disana masih menatap Sehun yang berdiri tenang tanpa mengenalnya.
Tap! Tap-
"Aku tidak menyangka anak panda sepertimu sudah sebesar ini. Kau tampan juga" suara yeoja itu terdengar dari belakang punggung lebar Sehun. High heels tinggi itu menapak dan terlihatlah sosoknya..
"Xu JingLei.." Tao menajamkan matanya menatap intimidasi pada wanita itu.
Kris diam berdiri tanpa bergerak. Sehunpun begitu. Seolah keduanya boneka yang bisa digerakkan oleh wanita tua itu.
"Wu Sehun! Harusnya kau membunuh wanita itu!" Tao melebarkan matanya tidak percaya ketika wanita itu melewati Sehun dengan santainya.
"He-Hey! Kris ge?! Ini tidak benar! Kenapa bisa kau.." pandangan mata kelam itu beralih menyorot namja tinggi disampingnya yang kini memilih menatap putihnya lantai.
"Sial!" sang Briliant mengerang marah pada dirinya sendiri yang bahkan tidak bisa apa-apa.
Tap-
Sepatu high heels tinggi itu sudah berhenti dihadapannya. Ingin rasanya segera memenggal leher wanita berumur 36 tahun dihadapannya. Shit! Bahkan ibunya hilang karena wanita itu.. membuat adik kesayangannya selalu bertanya dimana keberadaan Kim Heechul sekarang.
Tubuh wanita tua itu mendekat, dan Tao masih berdiri kokoh ditempat enggan menyambut tubuh itu.
"Kau tampan.. Mau menjadi lelakiku?" Jinglei berbisik lirih tepat ditelinga Tao, jemarinya membelai pipi Tao perlahan berusaha menggoda. Itu malah membuat Tao lebih marah.
Umur ibunya bahkan lebih muda 5 bulan dari wanita tua didepannya kini, tapi kenapa bisa wanita yang pernah mengkhianati ibunya itu malah menikah dengan Kris? Permainan licik macam apa ini?
"Aku lebih baik mati daripada menikahi geisha berumur sepertimu. Pengkhianat" Tao menggeram marah menahan emosinya.
Bibir terpoles lipstick merah itu menyunggingkan seringai. Menjauh dari Tao beberpa langkah yang menatapnya tajam.
"Ahahaha! Adikmu yang manis itu sama saja seperti ibumu, nak. Heechul sangatlah cantik, tapi sayangnya dia terlalu bodoh karena kebaikannya. Tidakkah ibumu melihat aku mengeluarkan bisa beracun dalam pertemanan kami? Hahaha.. dia naïf sekali" Jinglei tertawa terbahak membuat suaranya menggema di ruangan yang cukup luas itu. Tao semakin muak melihatnya.
"Kris, tembak dia. Aku bisa merebut kembali kekuasaan yang barusaja diambil anak panda ingusan itu" Jinglei menutup mulutnya licik, berusaha menghentikan tawanya.
"…" mata Kris memicing tajam saat bertemu pandang dengan Tao. Meskipun tangannya telah mengeluarkan pistol, tapi tangannya enggan mengenai target yang pelacur itu inginkan.
"Tunggu apa lagi?! Haish! Sehun!" wanita itu meninggikan suaranya dan memanggil Sehun yang masih berdiri diambang pintu.
"Ne, Nyonya Wu" Sehun membungkuk hormat.
"Tembak anak Heechul itu.. tepat dijantungnya" Jinglei menyeringai dan Sehun menyetujui.
"Hun, kau mencintai Kai bukan? Kenapa bisa kau biarkan dia seperti sekarang?" Tao bertanya lain. Lebih mementingkan adik kecilnya daripada nyawanya yang bahkan akan segera diambil bersamaan dengan tembakan peluru panas itu.
"Biar aku yang menjawab anak tampan ini. Hm.. karena ini akhir dari hidupmu" Jinglei menurunkan pistol yang ditodongkan Sehun pada anak sulung Kim didepan sana.
"Selama ini adikmu yang manis itu hilang ingatan semenjak pembantaian tiga tahun lalu. Dia depresi berat karena kakaknya membunuh ayah kandungnya sendiri.. hhahaha! How terrible brother.." wanita itu menyindir Tao.
"Pembohong! Kau pelakunya! Aku tahu itu! Pelacur!" mata Tao memerah sedikit berair saat insiden pembantaian itu terjadi. Siwon mati ditangannya karena wanita jahat itu.. sungguh.. Tao tidak salah.. tapi ia tidak bisa membela diri..
"Semua sesuai rencanaku. Kau dan Chanyeol dipenjara, aku mengasingkan Wu Yunho, aku menjadikan Kris sebagai pusat penggerak perintahku. Dan yang terhebat.." Jinglei menghentikan perkataannya sejenak untuk menyeringai.
"KIM KAI PEMEGANG KEKUASAAN YAKUZA DUNIA HILANG INGATAN! Dia tidak tahu jika sebenarnya jutaan anak buah wu dan kim yang tersebar di penjuru dunia ini, bisa menghabisiku dengan sekali perintah saja! AHAHAHA! Dia terlalu baik sehingga terlihat bodoh.. Kasihan hm?"
"Terkutuk kau.." Tao mengeratkan kepalan tangannya hingga buku-bukunya memutih.
"Ouu.. anak panda marah rupanya.. tenang saja, kau hanya Sang Briliant, bukan BlackNight sang raja, Dan.. kau tahu yang terbaik saat ini setelah aku mengusir Kai malam itu, hm?
"WU SEHUN PEMEGANG TAKHTA MAFIA WU YANG SESUNGGUHNYA MASIH TETAP KEHILANGAN INGATANNYA! DIA BERTEKUK LUTUT MENJADI TANGAN KANAN KRIS SEJAK INSIDEN TIGA TAHUN LALU! AHAHAHA! Keberuntungan memang berpihak padaku, jadi.." Jinglei melirik namja tampan bernama Sehun yang mulai menodongkan pistol pada Tao.
"He-hei! Sehun! Ingatlah! Kau dengar sendiri kan? Geisha tua itu mengatakan kau adalah pemegang kekuasaan Wu yang sebenarnya. Dia jahat Hun. Jangan tembak aku, tembak geis-"
DOOORRR!
"Akh!"
BRUGH!
Tembakan itu tepat mengenai tubuh Tao hingga tersungkur kebelakang dan tubuhnya terjatuh dilantai bersimbah darah.
"HABISI DIA!" yeoja tua itu tiba-tiba berteriak dan dua puluh anak buah masuk dan segera mengeroyok tubuh Tao yang setengah sadar disana.
BUGH! BRAGH! BUAGH! BRUGH! DUAGH!
Berkali-kali pukulan dan tendangan kuat menghantam tubuh Tao yang tergeletak diam disana.
"Kau wanita licik.." Kris mengumpat yeoja itu.
"Dia tidak bergerak, Nyonya Wu" duapuluh anak buah itu berjajar rapih dan membersihkan noda darah Tao yang mengenai pakaian mereka.
"Bagus, kalian tunggu diluar gedung. Ikut aku nanti" Jinglei memerintah dengan mudahnya.
"Baik nyonya" keduapuluh anak buah Jinglei itu segera keluar dari ruangan.
"Mafia Wu memang tidak diragukan dalam urusan menembak target, lihatlah Kris, adik Kim kesayanganmu itu sudah tewas dengan lubang di baju bagian jantungnya. Oh.. darahnya banyak sekali..hm?" Jinglei menyeringai saat Kris menggeram marah tapi tidak bisa berbuat apa-apa.
"Sudah kubilang jangan menyentuh Tao, Chanyeol, Sehun, dan Kai. Itu perjanjian setelah pernikahan kita! Tapi kau berkhianat dengan mengusir Kai, dan sekarang.." Kris melayangkan tatapan tak sukanya pada yeoja berumur dihadapannya yang sialnya menjadi istrinya.
"Jangan marah begitu suamiku yang tampan.. mereka hanya pengganggu hubungan kita, kita akan menjadi penguasa dunia tanpa adanya anak-anak Kim di dunia ini. Oh.. tentusaja aku yang menjadi ratunya, dan kau.. simpanan ratu yang paling tampan." Jinglei menyeringai.
"Salahkan Heechul yang membuatku tidak bisa menyentuhmu sebagai suamiku seutuhnya, Wu Kris" Mengecup pipi Kris lalu beranjak menuju namja tampan berpakaian formal serba hitam.
"Kerja bagus Sehunnie, aku akan pergi ke Jepang untuk memperkuat kekuasaan Wu bagian asia" Jinglei menepuk bahu Sehun sebelum benar-benar pergi.
Dan dua namja itu masih berdiri kaku tepat di tempatnya meski sudah dua jam lamanya Jinglei pergi. Dan selama itu, Kai sedang dalam perjalanan bersama Chanyeol menuju mansion Yakuza di Heidenhein.
"Sehun" Kris akhirnya memanggil nama anak bungsu Wu itu.
Sehun segera bergerak menghampiri Tuan Wu.
"Akan ku hack semua CCTV di ruangan ini. Tetaplah bersandiwara. Aku lencengkan tembakanku ke pundak kiri Tao, bukan peluru. Itu penawar penghilang ingatan tiga tahun lalu. Kau cukup masukkan Tao ke jeruji agar dia tidak kabur. Selanjutnya serahkan padaku saat Kai menghampirimu" Sehun berbisik sepelan mungkin membelakangi mikro CCTV yang ada disana.
"Tidakkah kau saja yang menyelesaikan semuanya? Ini akan mudah dan cepat seperti perkataan Lord 11 tahun yang lalu" Kris menatap tepat pada bola mata yang kembali bersinar blue saphire.
"Kau akan menjadi antagonis palsu yang gugur ditangan Kai tanpa dosa nantinya" Sehun tidak ingin namja baik didepannya itu berakhir sia-sia.
"Aku bisa melakukan itu Hun. Aku tidak ingin Kai lebih terluka lagi" Kris ingin memegang bahu adik kecil yang dibanggakannya itu mencoba meyakinkan tapi CCTV yang masih menyala itu membuat niatnya urung.
"Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi. Chanyeol kehilangan arah tanpamu.. Kris gege" Sehun mengatakan itu sebelum benar-benar beranjak pergi meninggalkan seorang Wu sendiri disana.
-Not Should, You Might-
Chanyeol mendengus kesal.
Mendengar informasi mengenai apa yang terjadi sebelum ia dan Luhan kejar-kejaran dengan Kai yang mengendarai mobilnya menggila dari Heidenhein menuju Berlin.
Kenapa bisa Tao selengah itu?
Jujur Chanyeol hanya memprediksi kecil sekali presentase kemunculan Jinglei di tempat ini.
"Boleh aku pecahkan kacanya?" Chanyeol menunjuk duapuluh kaca indah didepan mereka.
Tapi, iih! Ingin sekali Chanyeol mencabut gelar Briliant Tao! Sia-sia dia sebagai Lord memberinya gelar Briliant. Mungkin seusai ini berakhir, Chanyeol akan memasukkan Tao panda itu kedalam rumah-rumahan hantu anak-anak.
"Silakan, dasar idiot" Kris tertawa melihat raut kesal Chanyeol yang tertekuk.
"Kau tahu ge? Padahal sedikit lagi! Hiks-hiks" Chanyeol berguling-guling di lantai indah taman mawar itu.
"Kau sendiri yang tidak membekalinya senapan, huh?" Kris menjitak kepala Chanyeol.
"Au.. sakit ge. Harusnya dia peka keadaan yang mengancamnya" Chanyeol tetap tidak mau disalahkan. Tangannya mengusap kepalanya, pura-pura menahan sakit, padahal ayolah, salah satu kakinya yang ditikam pisau cukup dalam beberapa jam yang lalu dan mengeluarkan darah yang mengubah warna hampir sebagian jean putih yang dikenakannya. Itu jelas amat sangat lebih sakit.
"Idiot kecil sepertimu, kenapa bisa lupa menghack CCTVnya hm? Untungsaja Sehun mengatasi semuanya tepat setelah Kai selesai menghabisi 100 bodyguard yang Sehun siapkan untuk mengulur waktu. Kalau kupikir lagi.. kenapa tidak Sehun saja yang diberi gelar Lordnya?" Kris mengusak sayang rambut merah Chanyeol.
"Huh.. kau seperti tidak tahu saja. Dia itu kartu As kita, ge" Chanyeol menyingkirkan tangan besar Kris yang menurutnya merusak tatanan rambutnya.
"Jadi apa yang mau kau tanyakan lagi, adik kecil?" Kris memainkan embun yang mengalir di tangkai-tangkai bunga mawar merah disampingnya.
"Aku ingin bertanya yang tadi saja. Kenapa kau tidak merawat Tao dan malah mengurungnya di sel listrik? Membawanya untuk disekap bersama aku dan Luhan di ruang pengap, menghajarku, menikamku, dan membuat pingsan Luhan? Kenapa baru beberapa menit yang lalu kau membawanya ke ruang aman untuk mendapat transfuse darah dan pemulih kesehatan lainnya?" Chanyeol bertanya kesetanan. Anak Wu satu ini belum benar-benar mengerti masalah CCTV tadi rupanya. Kris hanya bisa menghela nafas sabar.
"Aku mengurungnya di sel listrik agar dia tidak kabur, dan.. haish! CCTVnya Chanyeol babbo!" Kris mencubit pipi adiknya itu gemas.
"Ehehe.. sungguh aku tidak mengerti" Chanyeol menggeleng polos.
…
"Maafkan aku Tao, kau tidak boleh kabur selama masa penyebaran obat pengembali ingatan yang ditembakkan Sehun di pundak kirimu" setelah memborgol kaki dan tangan Tao, Kris mengunci Tao dalam sel listrik dan menyalakan alirannya. Kris tahu, Sehun tidak bisa mengambil resiko jika Tao sadar dalam 100 persen ingatan utuhnya, ia langsung pergi menyusul ke Jepang dan membunuh JingLei tanpa perhitungan seorang diri. Nyawa Tao berharga.
Kris mengambil chip komunikasi yang tersemat di kerah baju Tao. Ini harus ia simpan. Luhan tidak boleh tahu rencananya. Anak rusa yang lebih tua dua bulan darinya itu bisa bertindak sembrono nantinya.
PIIIP..
Suara lirih terdengar lebih dari 20 kali dari benda persegi kecil itu dan Kris akhirnya menekannya. Suara bising mobil melaju cepat terdengar jelas.
"Tao! Jongie tidak bisa kami atasi! Dia didepan kami, menuju kota Berlin!" Luhan segera berteriak di teleponnya karena lebih dari 20 kali panggilannya tidak diangkat oleh Tao.
"Oh.. bagus, kebetulan.. jadi aku tinggal menyambut kalian.. benar begitu bukan?" suara itu..
"Kris? Sial!" Luhan segera mematikan sambungannya. Ia merutuki kecerobohannya.
Sudah tahu Tao ditawan. Pasti chip komunikasi Tao ada ditangan Kris.
"Bagaimana ini Jongie? Aku belum siap melihatmu sebagai BlackNight lagi. Aku belum siap jatuh cinta pada sosokmu lagi" Kris bergumam lirih.
…
"Kris lepaskan aku! Brengsek kau!" Tao mencoba lepas dari borgol di kedua kaki dan tangannya. Luka lebam menghiasi pelipis kanannya. Tapi mungkin di bagian tubuh lainnya lebih parah mengingat ada peluru yang bersarang di pundak kirinya. Melihat itu, Kris menjadi kasihan dan ingin segeraa membawa Tao ke ruang aman pengobatan dilantai rahasia bawah.
"Bergeraklah lebih aktif agar kau cepat mati kehabisan darah" Kris menjawab enteng setelah mendengar umpatan Luhan diakhir sambungan chip komunikasi Tao. Kris harus memastikan Tao bergerak lebih aktif agar obat itu mengalir keseluruh tubuhnya. Soal kehabisan darah, Kris sudah menyiapkan ruang medis aman dibawah tanah yang sangat steril.
"Harusnya obat laboratorium itu hanya berfungsi satu tahun karena komposisinya yang belum stabil, tapi kenapa Sehun bahkan masih tunduk padamu hah?! Kau mendoktrinnya?!" Tao menendang-nendang jeruji listrik didepannya. Kris mengrenyit heran. Ternyata penyebaran obat pengembali ingatan itu lamban. Tao masih merasa Sehun yang meminum obat labratorium itu, padahal anak panda itu sendiri yang meminumnya.
Apa karena daya imun luar biasa keluarga yakuza yang mampu menetralkan racun scorpion dan ular derik?
"Dia menyerahkan dirinya sendiri, haha.. Akuilah kekalahanmu.. Kim" Kris mematahkan chip Tao dan membakarnya di perapian. Sepertinya Kris harus beracting lebih lama lagi, Sehun belum memberi kode jika CCTV di seluruh gedung ini sudah di hack.
Harusnya ini lebih mudah jika Chanyeol yang bekerja karena penobatannya sebagai hack terhandal di dunia oleh dunia cyber saat anak idiot itu bahkan baru berusia 7 tahun.
"Kau mencintai Kai tapi kau menyiksanya! Sebenarnya apa maumu dengan selama ini hah?!" Tao masih berteriak marah.
"Aku marah.. Xiu Jing Lei membuat semuanya berubah 11 tahun yang lalu! Ini kecelakaan fatal" Kris menggeram emosi. Urat-urat tangannya terlihat jelas.
"Kalau itu kesalahanmu kenapa kau menyeret Kai juga? Kau pikir pernikahan tiga tahun lalu hanyalah mainan bagimu?!" Tao benar-benar marah sekarang. Bahkan nama yeoja itu secara lengkap Kris ucapkan tanpa salah seolah terukir dalam dihati pangeran itu.
Grep! Bruggh!
"Karena Kai harus jadi milikku!" Kris menjambak rambut light brown Tao penuh emosi dan menghempaskannya ke lantai dingin.
"Kai pasti akan kemari dan membunuhmu!" Tao menatap tajam Kris.
"Ini lantai 20 dan semua dijaga ketat oleh 100 anak buah ku yang handal! Dia akan tertangkap sebelum mencapai lantai ini" Kris mengatur nafasnya agar tidak tersulut emosi. Hanya dapat berpegang pada taktik Sehun. Semoga saja dapat mengulur waktu sementara Sehun berusaha memanipulasi CCTV di seluruh gedung ini.
…
"Oooh..begitu. Jadi Tao dimasukkan sel agar dia bergerak aktif, dan pingsan saat semua obat itu mulai mengobati ingatannya" Chanyeol hanya mengangguk-angguk paham.
"Tapi BlackNightmuncul lebih cepat dari perhitungan Sehun. Aku hanya bisa dapat duduk diam melihatnya membantai ke 34 anak buah yang tersisa tepat dihadapanku. Karena CCTV ruangan itu masih aktif" Kris merengut tidak suka saat mengatakan itu.
"Hei-hei, aku tahu niat gege baik menyuruh anak buah menikam kakiku agar gerakanku lamban. Memukuli, menangkapku dan Luhan lalu membawa serta Tao untuk diamankan diruang pengap yang CCTVnya sudah mati itu, Tapi kan.. aku ingin lihat tarian pedangnya Jongie juga, huee.." Chanyeol kembali berguling-guling di lantai taman.
"Tarian kematian yang indah dari Black Night itu hanya dipertunjukkan dihadapanku. B'cause I'm Lucky.. hehe" setelahnya Kris bernyanyi dengan suara beratnya.
"Berhentilah bernyanyi ge. Suaramu yang berat itu membuat lagunya bagai bumi dan langit dari lagu aslinya" Chanyeol bergurau.
"Kubunuh kau, Lord idiot!" Kris mengapit leher Chanyeol yang hanya dibalas oleh tawa suara berat Chanyeol.
"Bahagia?" Kris melepaskan cekikannya pada leher Lord Wu itu.
"Ya, Chanyeol akan lebih bahagia jika Daddy, Sehun, Kai, Tao, Luhan, Siwon ajushi, Changmin ajushi, Mommy, dan Heechul aunty ada disini bermain bersama" Chanyeol berdiri, lalu berputar-putar bagai helicopter di lantai yang cukup luas itu. Bibirnya menyunggingkan senyum bahagia, tapi masih ada kesedihan yang disembunyikannya.
"Maaf, gege tidak bisa membahagiakan kalian. Malah melibatkan kalian" Kris menjadi sendu.
"Gege tidak salah. Kita selesaikan ini bersama. Kita akan selalu bersama Jongie, bukan?" Chanyeol mengingatkan janji mereka dan itu..
"Chanyeol, kau masih ingat.."
"Gege, badainya berhenti. Lihat! Itu sunset!" Chanyeol membalik tubuhnya untuk berhadapan langsung pada jingga langit dan awan abu-abu yang mulai memudar.
Membiarkan Kris melihat punggung lebarnya yang masih polos untuk disakiti sedemikian rupa.
Kris tahu, Chanyeol hanya mengalihkan pembicaraan yang terlalu menyakitkan ini.
"Chanyeol-"
"Jangan bertanya lagi gege. Aku tidak mau menangis. Masa Lord sehebat aku menangis sih? Hiks-ah sial!" Chanyeol berbalik cepat menghadap Kris, mencoba menampilkan sosok tegarnya. Tapi matanya sudah digenangi air mata cukup banyak. Rasanya hatinya perih sekali sampai air matanya tidak bisa dibendung.
"Huh?" memang dasarnya naga ini tidak peka.
"Gege jahat! Huaaa" Chanyeol berlari menerjang Kris.
GREP!
"Hiks! Hiks!" Chanyeol menangis di pundak lebar hyungnya.
"Uljima, ne? Menangis itu boleh kok. Kalau memang perih, kau boleh menangis sepuasmu" Kris mengusap lembut punggung lebar Chanyeol yang masih bergetar terisak.
"Suatu saat, aku akan menjadi setegar Kris hyung. Chanyeol janji" Chanyeol berusaha menahan isakannya tapi malah makin menjadi.
"Dasar anak mommy. Kau berjanji seperti itu 13 tahun yang lalu.. huh" Kris tersenyum saat merasakan Chanyeol merengut tidak suka dan memukul pelan bahunya.
"Gege jahat" Chanyeol melepas pelukannya dan mengusap kasar air matanya.
"Begitukah?" Kris memasang wajah bitchnya.
"Ani, gege baik. Jadi ceritakan selanjutnya ne? hehe" Chanyeol segera duduk manis dan bermanja-manja pada kakak laki-lakinya itu.
"Dasar manja" Kris menoyor kepala idiot itu.
"Lalu kenapa saat Tao berhasil keluar dari sel dan membebaskan aku beserta Luhan keluar dari ruang menjijikkan itu dia masih tidak ingat? Dan kenapa Sehun kejam sekali membuat rusa super lemah seperti Luhan kembali pingsan? Kan tidak elit sekali itu Luhan" Chanyeol mengikhlaskan peran Luhan yang sangat kasihan itu.
…
DUAGH!
"AAAKK! Sudah cukup bualanmu! Vampire keparat.." kelopak mata kanan Luhan tertutup mengingat derasnya aliran darah dari pelipis kanan bekas tinjuan namja pucat itu.
DUAGH! GBRUGH..
"Rusa lemah sepertimu diam saja" namja itu memukul telak kepala Luhan dan menghempaskan tubuh tak sadar itu ke lantai putih lorong.
"Oke.. jika dilihat dari situ, sepertinya kekuatan Sehun sudah kembali, tapi ingatannya belum" Tao mengangguk-anggukkan kepalanya seolah Luhan hanyalah sebuah tikus percobaan untuk mengetahui kekuatan serang seekor ular yang dibius.
"Tidak Tao.. kau salah" Chanyeol menatap tajam pada namja putih yang perlahan berputar untuk kembali menatapnya.
…
"Nah, saat kalian disambut Sehun di lorong, semua CCTV sudah berhasil di hack. Kata Sehun, obatnya belum benar-benar berfungsi sempurna, jadi sekarang Tao dirawat intensive di ruang steril aman underground gedung ini" Kris menjelaskan dengan singkat.
"Ya, aku sadar jika Sehun tidak benar-benar lupa ingatan. Sebelumnya rasio berfikirku sempat berubah karena berkali-kali Tao mengatakan Sehunlah yang meminum obat laboratorium itu. Tapi sungguh aku jelas mengingat Tao yang menghabiskan tenggakan terakhir obat itu" Chanyeol mengangguk percaya pada asumsinya sendiri.
"Setelah Sehun memberi kode seluruh CCTV mati dan dia sudah menyiapkan ruang aman untuk Kai, aku membawa Kai ke tempat yang aman setelah dia ambruk kehilangan setengah kesadarannya" Kris melanjutkan ceritanya. Chanyeol kaget dengan apa yang Kris ujarkan.
"Kau mencobanya membuka ingatan secara paksa? Kau gila Kris ge!" mata merah Chanyeol kembali menyala terang.
…
Kai masih membuka matanya tanpa berkedip. Jejak air mata di pipinya bahkan sudah mengering. Tubuhnya diam dalam gendongan bridal Kris. Suaminya membawa tubuhnya pergi ke ruang lain. Kai bahkan tidak menyadari semuanya, pandangannya kosong tanpa adanya kedipan mata sejak detik pertama Kris mendesaknya untuk mengingat. Ya.. dan Kai terjebak dalam memori masa lalunya..
"Ingatlah, baby.. aku akan baik-baik saja" Kris mengecup poni halus Kai. Mengeratkan gendongan bridalnya, mendekap hangat tubuh Kai yang semakin terasa dingin.
Entah seakan langit ikut mendingin dengan menurunkan butiran-butiran salju di awal bulan akhir tahun itu.
Kris memasuki sebuah ruang putih bersih dan hanya berisi kasur putih disana. Tentusaja ini sudah dipersiapkan sebelumnya. Semua sesuai perkiraan Kris.
Tapi hatinya tidak bisa berhenti menyalahkan dirinya sendiri.
Diletakkannya tubuh Kai perlahan dikasur, sungguh miris karena tubuh rapuh itu kini bergetar takut.
"Ja-jangan tinggalkan aku" Kai mengeratkan pelukannya di leher Kris. Mata indahnya kini gelisah dan takut. Kris tak kuasa untuk memeluk tubuh namja yang dicintainya itu.
"Aku disini untukmu" Kris membisikkan ketenangan untuk Kai.
ZZLLEBBZ!
Sebuah jarum tertancap di leher jenjang tan itu, megalirkan racun yang dengan cepat memudarkan kesadarannya.
Tangan kekar Kris agak tidak rela melepas sang manis untuk tertidur disana. Dilepasnya satu persatu pakaian hitam yang menutupi sang Dark Night.
Bahkan kulitnya terasa amat halus dalam setiap sentuhan telapak tangan lebar Kris. Mata yang angkuh itu kini menyorot teduh pada lekukan sempurna tubuh polos malaikat dihadapannya setelah ia tanggalkan seluruh kain hitam yang menghalangi keindahannya.
Ditariknya selimut putih untuk menutupi tubuh suci Kai. Mengecup dahi itu penuh sayang.
…
"HEEEH?! Kau menelanjanginya ge?! Aku tidak bisa tinggal diam!" alis Chanyeol berkerut kesal.
"Kau bisa membunuhku sekarang" Kris menatap malas pada Chanyeol. Maksud Kris hanya untuk melepaskan baju yang basah darah anak buah itu, Kris tidak ingin pori-pori tubuh suci itu menyerap darah dosa.
"Bukan itu ge! Aku juga harus menelanjangi Jongie juga! Kalau bisa aku ingin memperkosanya! Mendengarnya mendesahkan namaku, menjadikannya mengerang dibawahku, lalu-" Chanyeol berkata menggebu-gebu.
PLETAK!
"Lord mesum" Kris kembali menjitak kepala Chanyeol agar otaknya terbalik kembali menjadi orang yang cool.
"Hm. So, racun apa yang kau tusukkan pada leher BlackNight, Brother?" Chanyeol duduk angkuh disampingnya. Mata merah itu berpendar indah lalu wajahnya terlihat tenang dan tampan.
"Astaga, otaknya memang bisa terbalik" Kris mencibir Chanyeol yang tiba-tiba menjadi cool dan cocok dengan gelar Lord.
-Not Should, You Might-
"Sehun, aku tidak lagi merasakan sakit di kepalaku saat ingatan itu samar-samar kembali, jadi apakah karena jarum yang Kris tusukkan dileherku saat aku setengah sadar tadi?" Kai menyamankan tidurnya dalam rengkuhan Sehun. Membenarkan posisi kepalanya yang menggunakan lengan Sehun sebagai bantalannya.
"Aku memberikan Kris obat pereda efek flashback ingatanmu itu Jongie" Sehun membenarkan letak satu-satunya selimut yang menutupi tubuh mereka.
"Sehun.." Kai mendongakkan kepalanya. Menatap namja tampan yang kini bertelanjang dada dan menatap langit-langit putih ruangan serba putih itu.
"Wae, Jongie?" Sehun mengalihkan pandangannya dan sorot mereka bertemu.
"Aku belum ingat jelas, tapi kau adalah orang yang sangat penting dihatiku, Sehunnie" Kai menunduk terlihat bersalah karena tidak bisa mengingat dengan jelas tentang masa lalunya bersama Sehun.
"Kemari" Sehun meraih dagu Kai dan langsung meraup bibir merah ranum itu.
Membalik tubuhnya sehingga mengurung tubuh Kai dibawahnya.
"Hmh~" Kai mengalungkan kedua tangannya di leher kokoh Sehun. Mengusap bahu lebar nan putih itu lalu naik dan meremat rambut pirang Sehun perlahan.
Cps..
Ciuman itu hanya sebentar namun Kai merasakan perasaan yang tulus disana.
"Sehun, aku siap" Kai menatap lurus pada Sehun. Ia sudah yakin.
"Akan kuceritakan semuanya, minumlah obat pengembali ingatan ini" Sehun mengeluarkan kapsul putih dari sakunya, mengambil gelas air putih di meja samping lalu meminumnya.
Hanya berhenti dimulut untuk kemudian membungkam bibir Kai, menggigit bibir itu kecil agar terbuka, menyalurkan obat itu.
"Sehun, berapa lama obatnya bekerja?" Kai menyamankan kembali tidurnya ketika Sehun menariknya untuk rebahan seperti posisi semula.
"Dua menit dari sekarang. Tubuhmu akan sedikit kedinginan, untuk itu aku ada disini. Kau bisa memelukku" Sehun melepaskan celana hitamnya menyisakan boxer pendek dan kembali menyelimuti tubuhnya dan tubuh Kai yang naked dengan selimut tebal putih itu.
"Se-Sehun.. jantungku berdetak terlalu cepat! Apa aku overdosis?" Kai ketakutan dan Sehun segera menempelkan telinganya pada dada Kai.
DAG-DUG! DAG-DIG-DUG!
"Ini memang efek sampingnya, karena tubuh yakuza memiliki imun kebal terhadap racun semematikan ular derik, kobra, dan yang lebih parah dari itu. Tubuhmu berusaha melawan obatnya, baby. Kumohon bertahanlah" Sehun menggiring tubuh Kai yang bergetar itu kedalam rengkuhan hangatnya. Perlahan ia merasakan tubuh Kai mendingin.
Sehun segera menekan remot dan menaikkan suhu penghangat ruangan.
Jangan sampai suhu tubuh Kai sedingin mayat atau Kai akan mati.
-Not Should, You Might-
TBC
Wah! Panjang lo 4k+! Beri aplouse buat BocahLanangOppa yang selama ini kalo bikin ff selalu pendek! Rekor buat ff Not Should You Might nih! hehe
Semua pertanyaan sudah dijawabkah disini? Hayo? Siapa yang masih ingin bertanya, silakan bertanya di review ya! Bocah Lanang Hyung bakal ungkapin di ch selanjutnya ^_^
Dan untuk CH selanjutnya semoga saja full flashback jadi pada gak bingung bacanya ^_^
Sebenernya pas BocahLanang cari biodata Xu JingLei, ilfeel banget jadinya.. masa tahun 2015 gini usianya udah 41 tahun, dan dia sempet-sempetnya jadi pacarnya Kris waktu pembuatan film dulu itu gituh? Ternyata dia udah tua! -_-
Jadi beruntung BocahLanang baik hati, BocahLanang mudain umurnya jadi 36 tahun di ff ini biar gak terlalu jauh banget sama usia Kris disini yang umurnya 26 tahun.
Itu BocahLanang mau nangis lo pas Chanyeol mau nangis. Ngenes banget rasanya keluarga yang disayangi pada ilang dan mati sedangkan diri sendiri tidak bisa apa-apa*jiwa sesama seme muncul
From Bocah Lanang Hyung ^_^
Mohon support dan semangatnya ya all HunKai Shipper!
