Chapter 11
Disclaimer :
Naruto © Masashi Kishimoto
Summary : Naruto putra hokage yang terabaikan, lelah mencari perhatian keluarga kandungnya. Mencari kekuatan sebagai pembuktian keberadaannya. Belajar dari rasa sakit, kesendirian, diabaikan, mencari sosok yang mau menerima apa adanya. Mampukah dia menjadi sang penyelamat, atau terlahir sebagai sang penghancur.
Genre : Adventure, Romance, Drama, humor, Dll.
Warning :Typo, Gaje, Abal-abal, ide pasaran, OOC, OC, Alur acak-acakan,Adult Theme, Newbie, Penuh kekurangan. AliveMinaKushiDll
UzumakiIchie : Masuku No Uragawa
Rate : M
Pair : (Naruto x Hinata x ...)
#Kalau dirasa jelek, silahkan tekan tombol back (Don't Like Don't Read)
Chapter Sebelumnya..
"Saya melapor Danzo-sama" Sasuke menundukkan kepalanya kepada 3 pimpinan yang saat ini berada di depannya.
"Ada apa Sasuke ?" tanya Danzo.
"Saya datang melapor Danzo-sama, Pasukan yang berada di hutan Otogakure dibantai habis oleh orang tak dikenal" jawab Sasuke datar.
"APPPAA ?!"
"BAGAIMANA BISA ?!"
Raikage dan Tsuchikage hanya diam memperhatikan interaksi Danzo dan Sasuke. sedangkan Danzo, saat ini wajahnya sudah memerah menahan amarahnya. 'Apa rencanaku bocor ?' pikir Danzo.
"Saya tidak mengetahui bagaimana itu bisa terjadi Danzo-sama, saat saya kembali dari laboratorium Orochimaru saya sudah menemukan banyak mayat pasukan berserakan disekitar hutan. Saya akan memindahkan sisi pasukan ke ruang bawah tanah Orochimaru" jawab Sasuke.
"Baiklah, tapi cari siapa pelaku pembantaian itu. Aku tak mau rencana ini sampai bocor ke telinga Hokage" balas Danzo.
"Dan awasi Orochimaru, pastikan hasil percobaannya dapat kita jadikan senjata untuk menghancurkan Konoha"
"Dimengerti Danzo-sama"
Setelah melapor Sasuke langsung kembali ke tempat awal untuk memindahkan pasukan Anbu Ne ke ruang bawah tanah.
Untuk Danzo, ia memandang kedua kage yang menjadi rekan untuk menghancurkan Konoha. "Kita majukan rencana kita, aku punya firasat buruk. Apa persiapan kalian sudah selesai Raikage, Tsuchikage ?"
"Jika harus menyerang sekarang pun pasukanku sudah siap" balas Raikage.
"Beri aku waktu, masih ada sedikit yang belum aku selesaikan" Tsuchikage memberikan komentar, yang hanya dibalas anggukan oleh Danzo.
"Sebaiknya kau cepat selesaikan persiapan pasukan Tsuchikage, karena kita akan menyerang saat perayaan malam tahun baru.."
.
.
.
.
"7 hari lagi..."
.
.
.
Happy Reading...
Chapter 11 : Tragedy In The Night Celebration.
.
.
Pagi ini merupakan pagi yang buruk untuk seorang Uzumaki Naruto. Bagaimana tidak, di pagi buta hujan sudah mengguyur Konoha, mengakibatkan aktivitas sehari-hari Naruto tertunda, dan terancam berantakan.
Banyak agenda yang ingin Naruto selesaikan hari ini. Mungkin latihan rutin bisa ia lakukan di apartemen kecilnya, sekedar Push Up, Sit Up, SkotJump, dan Pull Up. Tapi mencari informasi mengenai Invasi Uzushiogakure tak mungkin bisa ia lakukan di apartemen, setelah mendengar ucapan Sandaime kemarin Saat pertemuan, Naruto ingin mengetahui fakta dibalik invasi Uzushiogakure.
"248.."
"249.."
"250.."
Setelah hitungan ke 250 Naruto menegakkan badannya dari posisi Sit Up, ia memandang keluar jendela, "Hujan masih deras, Haaaahh bisa mati kebosanan berdiam diri di apartemen" desah Naruto melihat kembali hujan deras yang mengguyur Konoha.
Saat memandangi hujan diluar, Naruto tiba-tiba teringat pembicaraannya dengan Hinata 3 hari yang lalu, setelah dari kedai Ichiraku.
.
Flashback
3 hari yang lalu, seusai pertemuan membahas kemungkinan invasi, Naruto, Hinata, dan Hikari berkunjung ke kedai Ichiraku untuk sekedar mengisi perut yang kosong.
Tapi Naruto tidak seperti biasanya, ia terlihat tak semangat dan terkesan memikirkan sesuatu. Hinata dan Hikari menyadari berubahnya sikap Naruto, bahkan Teuchi dan Ayame juga menyadari perubahan Naruto itu.
Setelah menyelesaikan urusan perut tim 11 ini pulang ke kediaman masing-masing, tapi tidak untuk Naruto dan Hinata. Mereka pergi ke bukit Hokage, tempat biasa mereka pacaran. Puas menghabiskan waktu di bukit Hokage, mereka akhirnya pulang ke apartemen Naruto, yah menghabiskan waktu bersama kekasih memang tak pernah membosankan.
Setelah sampai di apartemen Naruto, Hinata segera mandi untuk membersihkan keringat di tubuhnya, yah matahari juga sepertinya akan tenggelam tidak baik main terlalu malam. Sementara itu Naruto masih bergelut dengan pemikirannya, Teka-teki masalah yang diawali penyerangan di Mansion Hyuuga berbuntut panjang, bahkan terancam menimbulkan perang.
'Penyerangan Mansion Hyuuga, Pemberontakan Danzo, Pembantaian Anbu Ne' otak Naruto terus mencari keterkaitan Danzo dengan berbagai kejadian yang ia pikir janggal.
"Haaah, Benar-benar Merepotkan.." desah lelah Naruto memikirkan beberapa kejadian yang membuatnya pusing.
Cekleek..
Blussssh..
Wajah Naruto memerah saat melihat hinahanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuh montok nya. Handuk yang tak terlalu lebar hanya mampu menutupi 15 cm diatas lutut, dan bagian dada yang agak menyembul keluar.
"Na-naruto-kun, aku pinjam pakaian mu ya ?" Ucap Hinata membuyarkan fantasi mesum Naruto.
"Ha-ha'i Hinata-chan" jawab Naruto dengan nada pelan.
Tak menunggu Hinata selesai berganti pakaian, Naruto langsung masuk ke kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya yang bau karena keringat.
Byuur..
Byuurr..Byuurr
10 menit Naruto habiskan untuk mandi dan melepaskan pikiran mesumnya. Keluar hanya menggunakan celana pendek dan bertelanjang dada, Naruto menuju dapur karena samar-samar ia mencium bau masakan dari arah dapur.
"Hey kau masak apa Hinata-chan ?" tanya Naruto sambil memeluk Hinata dari belakang, Kedua tangan Naruto mengikat perut langsing Hinata. Dagunya ia sandarkan di bahu kanan kekasih Indigo nya itu.
"A-apaa ya-yang kau la-lakukan Na-naruto-kun, A-aku kan sedang me-memasak!" jerit Hinata tertahan karena perasaan senang dan malu datang bersamaan.
Tak berhenti disitu, Naruto mulai menciumi leher jenjang Hinata, menjilat, memberikan kiss mark, tanda bahwa Hinata hanya milik Naruto.
"Uhh Naruuhh.. Suudahh.." racau Hinata yang otaknya menolak, tapi tubuhnya menerima semua tindakan Naruto.
Sejenak Naruto melihat wajah Hinata kini sudah berubah warna, yang awalnya putih porselen kini berubah merah, semerah kepiting rebus. Karena tak mau Hinata pingsan, Naruto menghentikan aksinya dan mulai duduk di meja makan, menunggu Hinata selesai memasak.
Lama tak ada pembicaraan membuat Naruto jenuh, "Hinata-chaaaan!" panggil Naruto manja.
"Hmmm ? Ada apa Naruto-kun ?" tanya Hinata tanpa melihat Naruto. Hinata yang masih fokus memasak tak memperhatikan ekspresi Naruto yang seperti menyesal.
Lama tak ada balasan dari Naruto, Hinata membalikkan badannya melihat kearah meja makan.
'Naruto-kun ada disitu, tapi kenapa hanya diam saja' batin Hinata. Yaah diam itu sifat mustahil Naruto saat berduaan dengan Hinata, biasanya Naruto akan bermanja-manja, menggoda Hinata, dan banyak kejahilan lainnya yang mungkin hanya Beberapa orang yang mengetahui sifat asli Naruto di Konoha.
"Apa sudah matang Hime ?" tanya Naruto kini mengubah panggilannya kepada Hinata.
Tanpa membalas ucapan Naruto, Hinata menyiapkan makanan dengan menunduk, menyembunyikan wajahnya yang kembali memerah hanya karena panggilan Hime dari Naruto (?).
Setelah menyelesaikan makan malam mereka, Naruto duduk di sofa dengan Hinata yang berada di pangkuannya. Hinata bergelut di leher Naruto manja, ia akhirnya bisa menghabiskan waktunya bersama Naruto berdua, tanpa siapapun yang mengganggu.
Tapi tiba-tiba ia mengingatkan perkataan kepada Hikari siang tadi. Hinata tak masalah jika Naruto memiliki beberapa orang istri, toh itu juga demi membangkitkan klan Uzumaki, klan yang kini hanya menyisakan Naruto dan ibunya (Yang Hinata tau).
"Ne Naruto-kun~" Ouhh sepertinya Author kena kencing manis, Ups sorry.
"Ha'i Hinata-chan, ada apa ?" tanya Naruto tanpa mengalihkan pandangannya, masih mengelus Surai lembu Hinata.
"Naruto-kun! Aku ingin bertanya, tapi ada syaratnya!" ucap Hinata manja. Mau bertanya tapi pake syarat, repot memang tapi demi Hinata Auth- maksudnya Naruto rela apapun itu syaratnya.
"Katakan saja Hinata-chan, kenapa ada syaratnya ?" jawab Naruto kini memandang Hinata penuh tanya.
"Syarat pertama, Naruto-kun harus menjawab jujur!"
"Ha'i Ha'i Hinata-sama" jawab Naruto malas. Tapi di dalam hati Naruto bertanya, 'Ada apa dengan Hinata-chan ? sepertinya masalah serius' batin Naruto.
"Kedua, Naruto-kun harus menatap mataku saat menjawab!" ucap Hinata menuntut.
"Err.. Baiklah, memangnya apa yang kau tanyakan ?" tanya Naruto gugup, tapi masih kuat memandang manik bulan Hinata.
Saphire bertemu Amethyst, Samudra bertemu Bulan, saat ini mereka larut dalam kekaguman masing-masing.
"Apa Naruto-kun mencintaiku ?" tanya Hinata tanpa memutus kontak matanya.
"Ya aku sangat mencintaimu Hinata-chan" jawab Naruto pelan, suara terkesan datar tanpa emosi.
"Apa Naruto-kun akan menuruti semua kemauanku ?" tanya Hinata lagi.
"Pasti. Jika aku bisa pasti akan aku turuti"
Naruto seperti orang yang terkena Hipnotis. Matanya tak bisa beralih dari manik Amethyst Hinata.
"Aku mau Naruto-kun belajar mencintai Hikari-chan, seperti Naruto-kun mencintaiku" ujar Hinata tetap mempertahankan senyumnya, dan tatapan mata memohon.
.
'Aku mau Naruto-kun belajar mencintai Hikari-chan, seperti Naruto-kun mencintaiku'
'Mencintai Hikari-chan, seperti Naruto-kun mencintaiku'
.
"Ha'i akan aku lakukan untukmu Hinata-chan" jawab Naruto tanpa sadar.
.
'Mencintai Hikari-chan, seperti Naruto-kun mencintaiku'
'Mencintai Hikari-chan'
'Mencintai Hikari-chan'
.
"E-eehh.. Apa maksudmu Hinata-chan ? Be-belajar mencintai Hikari-chan ? Kenapa ?" banyak sekali pertanyaan dalam benak Naruto, apa yang terjadi hingga Hinata berkata seperti itu.
Sejenak Hinata menutup matanya, Mengambil nafas panjang, hembuskan perlahan. Mengatur emosi, mengumpulkan keberaniannya untuk menceritakan semuanya.
"Karena Hikari-chan sudah mencintaimu sejak kita berada di akademi. Aku tau itu karena tatapan matanya padamu sama seperti aku memandangimu Naruto-kun"
Kali ini Naruto tak tau harus bagaimana lagi, dihadapkan kenyataan seperti ini, Naruto mengingat Sara dan Naomi. 2 gadis cantik yang juga mencintainya.
Menundukkan kepalanya, Naruto bingung harus mengambil sikap bagaimana cara mengatasi keempat gadis penuntut, tali Sejujurnya ia hanya mencintai Hinata dan.. Sara.
"Aku perlu memikirkannya Hinata" ucapan Naruto terdengar lemah, tapi senyum yang Naruto berikan terasa dingin dan tak seperti biasanya.
Suffix Chan juga tiba-tiba hilang dari dari panggilan Naruto.
Naruto melepaskan pelukan, memindahkan Hinata ke sofa. Berjalan perlahan kearah jendela, Naruto memandangi warga yang tengah berlalu lalang melakukan aktivitas sehari-hari.
Hinata mencoba mengerti perasaan Naruto, tak mudah untuk bisa menerima seseorang disaat kita tak memiliki perasaan apapun.
"Hinata-chan..."
Naruto memanggil Hinata pelan..
"Apa alasanmu melakukan ini ?" tanya Naruto tanpa melihat Hinata.
"Aku mengerti perasaan wanita Naruto-kun, sebagai wanita aku juga bisa membayangkan bagaimana penantian Hikari-chan selama ini. Aku tak bisa bahagia disaat sahabatku menderita Naruto-kun" jawab Hinata mulai melangkahkan kakinya kearah yang mendengar alasan Hinata menundukkan kepalanya, menutup matanya, mencoba mencari jalan keluar dari permasalahan yang menurutnya sangat merepotkan.
Tak kunjung menemukan jawaban dari permasalahannya, Naruto membuka matanya, menatap Hinata penuh arti. "Bagaimana jika ada wanita lain yang juga mencintaiku ? Apa kau juga akan melakukan hal yang sama ?" tanya Naruto.
Hinata tak pernah berfikir seperti itu sebelumnya, tentang apa yang Naruto ucapan, tentang wanita lain yang memiliki rasa yang sama seperti yang ia miliki. Hinata mungkin bisa dibilang gadis yang mendekati sempurna, tapi tak ada yang sempurna di dunia ini, rasa cemburu dan egois pasti ada didalam diri Hinata.
Hinata mencoba meyakinkan diri, meyakinkan semua baik-baik saja. "Jika memang seperti itu, aku akan memberi tes kepada mereka. Aku mau mereka mencintaimu seperti aku mencintaimu Naruto-kun"
Bukan ini sebenarnya yang Naruto inginkan, bukan jawaban seperti ini yang Naruto harapkan, tapi nasi sudah menjadi bubur. Naruto tak pernah mencoba mengkhianati, tapi semua Hinata yang merencanakan.
Menghela nafas panjang, Naruto tersenyum tipis kearah kekasih Indigo nya itu. "Baiklah jika itu yang kau mau Hime. Aku memang tak salah pilih, kau benar-benar gadis berhati emas"
"Jadi mulai sekarang aku akan membuat Harem~ ehh~ ?" tanya Naruto menggoda Hinata.
"Hmmm.. Bisa dibilang begitu. Tapi aku yang jadi Alpha, aku juga yang akan memutuskan kriteria harem untuk My King~"
"Haaaahh, sungguh merepotkan. Asal kau tau saja Hime. Aku sebenarnya hanya mencintaimu, dan tak berniat menambah lagi. Tapi alasanmu tak bisa ku tolak karena ini menyangkut kebahagiaan sahabat kita" ucap Naruto yang mulai menerima permintaan Hinata yang benar-benar diluar dugaan.
"Bukan sahabat kita, tapi keluarga kita Naruto-kun" balas Hinata tersenyum tulus kearah Naruto.
Naruto yang mendengar ucapan Hinata menganggukkan kepalanya, dan tersenyum canggung.
'Haaah, mungkin membangkitkan klan Uzumaki bukan pilihan yang buruk' pikir Naruto.
Flashback End
.
Terlalu lama melamun memikirkan hidupnya yang mungkin akan lebih merepotkan dari sebelumnya, Naruto tak menyadari hujan telah berhenti dan matahari mulai kembali bertugas, walau telat. ^_^
menuju dapur, Naruto memanaskan air hingga mendidih. Kemudian memasukkan air panas tadi ke ramen cup yang telah disiapkan. Setelah itu Naruto bergegas mandi meninggalkan ramen cup yang akan matang dengan sendirinya.
10 menit berlalu, Naruto kini sudah memakai pakaian khas miliknya. Merapikan rambutnya sejenak, Naruto kemudian menuju dapur untuk sarapan dengan ramen cup yang sudah dibuatnya tadi.
"Huuhh Panas..Panas..."
"Sarapan ramen di pagi yang dingin, hmm nikmatnyaaaa~"
Memang ramen nikmat dimakan saat cuaca dingin seperti sekarang, tapi ramen memang selalu enak kapan saja bagi seorang yang maniak ramen seperti Naruto. Tak sampai 5 menit 1 cup ramen instan porsi besar itu tandas, meninggalkan wadahnya saja.
Setelah membuang wadah ramennya, Naruto langsung berteleport ke markas Tim Anzen yang berada dibawah tanah.
BLITTZZZ
.
® Masuku No Uragawa ®™
.
Markas Orochimaru kini terlihat ramai dari biasanya. Markas yang kini menjadi tempat persembunyian Anbu Ne lebih terlihat seperti wilayah perkemahan Pramuka.
Shimura Danzo, Uchiha Sasuke, Orochimaru Kabuto, Raikage A, Darui, Tsuchikage Onoki, dan Kurotsuchi. Kedelapan orang itu kini sedang membahas rencana invasi Konoha, lebih tepatnya 4 orang saja, yaitu Danzo, Orochimaru, Raikage A, Tsuchikage Onoki. Keempat lainnya hanya pengawal yang nantinya menjadi wakil pemimpin setiap perwakilan aliansi.
"Kita akan menyerang perlahan ke dalam. Lakukan teknik gerilya untuk memasuki wilayah Konoha. Setelah minimal setengah dari setiap devisi berada di Konoha, kita langsung porak-porandakan Konoha dalam satu malam" Terdengar suara berat Danzo memberi instruksi penyerangan.
"Sisa dari devisi mulai memasuki Konoha setelah ada tanda penyerangan dari dalam. Sisa devisi ini siapkan serangan kejutan dari luar wilayah Konoha"
Selesai menjelaskan rencananya Danzo melirik ketiga partner aliansinya. Orochimaru sedang berbisik dengan tangan kanannya, Kabuto. Raikage A memandang langit ruangan dan berpose berfikir. Tsuchikage memainkan jenggotnya sambil berfikir.
"Kurasa itu bukan ide yang buruk" ucap Raikage tiba-tiba. Ia memasang seringai licik diwajah tua nya.
"Yaah aku ikut saja, tapi jangan lupa target yang aku inginkan Khukhukhu~" balas Orochimaru.
"Yaa tak masalah" Tsuchikage ikut berpendapat.
"Baiklah bagaimana kondisi pasukan yang kalian kerahkan ?" tanya Danzo kemudian.
Ketiga tokoh licik itu memasang seringai yang menakutkan di masing-masing wajahnya.
"1700 pasukan Kumogakure sudah siap berangkat"
"1000 pasukan Otogakure dan 200 makhluk uji coba yang berhasil siap berangkat"
"1900 pasukan Iwagakure juga siap membumi hanguskan Konoha"
Danzo yang mendengar perkembangan pasukan invasi menyeringai lebar, 'Kau akan jadi cerita Minato, Hiruzen!' pikir Danzo penuh ambisi.
"Sepertinya hanya aku yang memiliki sedikit pasukan, yaah Anbu Ne tersisa sekitar 500 orang yang nantinya akan dipimpin Uchiha Sasuke. Tapi sudah bisa dipastikan Konoha akan hancur kali ini"
1700 pasukan Kumogakure, 1200 pasukan Otogakure, 1900 pasukan Iwagakure, ditambah 500 Anbu Ne, dengan jumlah pasukan yang hampir 5000 orang, Konoha mungkin hanya akan menjadi sebuah nama dimasa depan.
Ruang rapat itu menjadi saksi bisu 4 pemimpin licik yang bersatu demi satu tujuan yang sama, Menghancurkan Konoha.
Ada satu kejadian aneh dalam rapat tersebut, di jendela pojok terlihat seekor elang hitam bertengger tenang menonton rapat keempat pemimpin licik. Anehnya lagi, mata kanan burung elang itu berwarna merah dengan pupil garis vertikal berwarna hitam.
Setelah rapat Selesai, elang hitam tadi meninggalkan jendela yang menjadi tempat berpijak nya tadi.
Sementara Danzo yang melihat elang hitam telah pergi, kini menyeringai penuh dendam. 'Rencana tambahan memuluskan 1 langkah menuju ambisi terbesarku' batin Danzo.
"Hahaha seekor kelinci masuk perangkap harimau" ucap Danzo tak jelas.
Ketiga pemimpin aliansi hanya menaikkan sebelah alisnya mendengar ucapan Naruto. "Ada apa denganmu Danzo ?" ucap Raikage melihat tingkah Danzo.
"Hahaha kita lihat saja permainan yang akan ku rancang" ucap Danzo dengan seringai diwajahnya.
.
.
Keesokan harinya, Menma yang sudah kembali dari perjalanannya bersama Jiraya sedang melakukan latihan bersama ayahnya. Menma yang sebelumnya sudah menguasai Rasenggan, kini mencoba mengembangkan Rasenggan seperti yang Naruto lakukan. Menma memiliki 2 Elemen cakra, Fuuton dan Suiton. Menma lebih condong untuk menggunakan Fuuton sebagai serangan, Doton Menma gunakan sebagai pertahanan, entah dari mana datangnya pendapat yang Menma percayai itu, sehingga ia hanya berfokus pada elemen Fuuton nya.
Jiraya sudah mengatakan berulang kali kepada Menma, elemen Doton dan Fuuton sama-sama kuat, hanya saja situasi yang menentukan keefektifan jutsu yang dikeluarkan.
"Ne Menma, bagaimana perkembangan jutsu Doton mu ?" Tanya Jiraya saat beristirahat, setelah melatih menma mengembangkan Rasenggan.
"Belum ada perkembangan" jawab Menma tanpa melihat Jiraya.
"Haaaahh, kau tau Menma, jutsu elemen Doton jika kau memasteri kau bisa saja meratakan bukit Hokage dengan satu jutsu" balas Jiraya mengeluarkan kekecewaannya.
Menma yang mendengar ucapan Jiraya sedikit menegang. 'Bukankah Doton hanya bisa untuk bertahan' pikir Menma. Yah bukan salah Menma memiliki pandangan seperti itu, dari semua yang pernah ia lalui jarang ada seorang ninja yang menggunakan Doton sebagai serangan utama. Jutsu Doton sendiri biasanya digunakan untuk pengalihan, dan pertahanan, bukannya sebagai serangan utama.
"Kau tak bercanda kan Ero Sensei ?"
"Oii Oii! Sejak kapan kau memanggilku seperti itu ?!"
Sebenarnya Jiraya teringat Naruto saat mendengar julukan yang diberikan Menma kepadanya. Yah salahkan Jiraya yang sering sekali mengintip pemandian air panas khusus wanita dengan alasan, 'Riset untuk novel Icha-icha paradise seri terbaru'
"Begini saja, 3 hari lagi kan tahun baru. Sebelum bergantinya tahun aku ingin kau menguasai Jutsu Doton yang aku berikan ini"
BOOOFFT
Keluarlah sebuah gulungan disertai sedikit kepulan asap. "Ini gulungan Jutsu Doton yang mematikan jika kau menguasainya dengan baik"
Ucap Jiraya melemparkan gulungan kearah Menma. "Akan aku berikan hadiah istimewa jika kau berhasil dalam tantangan ini" lanjut Jiraya.
"Baiklah, sebaiknya kau tak memberikan novel Ero mu sebagai hadiah" cibir Menma saat Jiraya meninggalkannya bersama gulungan Jutsu Doton.
"Yooossh! Waktunya lanjut latihan!"
.
® Masuku No Uragawa ®™
.
Hari ini di Konoha sedang diadakan perayaan tahun baru, perayaan ini sangat meriah, banyak pedagang menjajakan dagangannya. Suka cita terlihat sepanjang berjalannya perayaan, para warga yang larut dalam kebahagiaan tak menyadari bahwa Sebenarnya para petinggi Konoha sedang was-was dengan keadaan saat ini.
Perayaan tahun baru ini awalnya terancam tak diadakan, tapi hal itu tidak jadi dilakukan karena pasti menimbulkan prasangka buruk di kalangan masyarakat. Desas desus terjadinya pemberontakan mulai tercium oleh warga Konoha, walaupun perayaan tahun baru ini begitu meriah, Hokage tetap waspada dengan adanya kemungkinan penyerangan besar 3 desa seperti yang telah diketahui oleh kalangan petinggi Konoha.
Beberapa hari yang lalu Itachi dan Shisui kembali membawa kabar yang membuat Minato kalang kabut. Ternyata prediksinya benar tentang Kumogakure, Iwagakure, dan Otogakure. Itachi juga menambahkan bahwa Orochimaru ikut andil dalam rencana ketiga desa itu, bahkan Danzo menjadi otak dari rencana invasi ini.
Tapi Minato agak sedikit lega ketika Itachi menjelaskan bahwa ketiga desa itu masih belum bergerak, jadi kemungkinan buruk itu tidak Minato rasakan saat perayaan tahun baru ini.
Beralih kepada Naruto, saat ini ia sedang berjaga disekitar gerbang Konoha bersama Kakashi. Mereka berjaga atas permintaan Hokage sendiri, banyak juga Jounin lain yang juga ikut berjaga tapi ditempat yang berbeda.
"Ne Kakashi Nii, sebenarnya aku memiliki beberapa asumsi mengenai masalah penyerangan di Mansion Hyuuga"
Ucapan Naruto itu sedikit menarik minat Kakashi, menutup novel Ero bersampul orange, Kakashi memberikan perhatian penuh kearah Naruto.
"Jadi bisa kau jelaskan ?" tanya Kakashi dengan Eyes Smile.
"Kau tau bukan, jik Anbu Ne kini sudah memberontak bersama Danzo Sasuke. Aku memiliki pemikiran bahwa Danzo memutar balikkan fakta saat rapat awal penyerangan Mansion Hyuuga"
"Aku juga baru mengetahui bahwa Sasuke juga memiliki masa lalu sama sepertiku. Mungkin aku bisa meredam kebencianku bersama keluarga baruku, keluarga Hyuuga, Hinata dan juga Hikari"
"Tapi untuk Sasuke karena tertekan dengan posisinya sebagai putra kepala klan Uchiha, dia dituntut untuk bisa sehebat Itachi. Tapi kembali lagi, sesuatu yang terjadi padaku juga terjadi kepada Sasuke. Diabaikan, dipandang sebelah mata, bahkan aku bisa melihaT sorot mata penyesalan Fugaku-san pernah melupakan Sasuke sebagai anaknya"
Kakashi yang mulai mengerti apa yang dimaksud Naruto mulai memikirkan semua perkataan Naruto. Merangkai beberapa puzzel teka-teki, akhirnya Kakashi menarik satu kemungkinan.
"Kau berniat membawa Sasuke kembali Naruto ? Kau tak ingin orang yang mengalami nasib yang sama harus terjerat kebencian ?" tanya Kakashi melirik Naruto melalui ekor matanya.
Naruto yang ditanya seperti itu hanya mendesah lelah, sebenarnya Naruto tak mau repot-repot melakukan hal seperti itu. Tapi ia merasa dirinya dan Sasuke itu sama-sama korban dari ideologi kekuatan, korban diskriminasi dari masing-masing keluarga yang kebetulan menjadi sosok penting bagi Konoha.
"Mungkin karena kesamaan masa lalu, aku akan meyakinkan Sasuke. Bukankah sesama korban pasti memiliki motivasi yang sama ? Mungkin aku bisa mengerti tatapan penuh kebencian Sasuke saat menatapku, tatapan iri dan tak menerima kenyataan"
Kakashi menampilkan sedikit senyum dimatanya mendengar ucapan Naruto. Kakashi tak menyangka Naruto bisa memiliki pemikiran seperti itu, dari luar mungkin Naruto terkesan cuek, dingin, dan tak peduli. Tapi pemikiran itu akan hilang jika telah mengenal Naruto luar dalam.
"Sepertinya aku setuju denganmu Naruto, sebenarnya aku agak kecewa dengan diriku sendiri melihat muridku menjadi seorang pendendam, kuharap kau mampu mengembalikan Sasuke seperti dulu, seorang bocah yang mengidolakan kakaknya" jawab Kakashi Memandang awan yang bergerak di langit.
Saat akan membalas ucapan Jounin bermasker yang sudah dianggap kakaknya, Naruto merasakan adanya pergerakan banyak cakra menuju Konoha.
"Kagebunshin No Jutsu"
BOOOFFT BOOOFFT BOOOFFT
Muncul 3 Bunshin Naruto yang langsung pergi setelah perintah batin dari Naruto asli.
"Kenapa kau membuat 3 Bunshin Naruto ?" tanya Kakashi heran.
"Apa kau tak merasakannya Kakashi Nii ?" jawab Naruto dengan melempar kembali pertanyaan kepada Kakashi.
Jounin bermasker itu mengerti maksud Naruto mulai menajamkan sensornya, sampai beberapa lama ia membulatkan matanya.
"Mereka dibawah tanah Naruto!" Ucap Kakashi panik.
"Bunshin No Jutsu" Muncullah 1 Bunshin Kakashi.
"Kau beritahu Hokage tentang masalah ini, dan segera evakuasi warga!"
"Ha'i"
BOOOFFT
Belum sempat melangkah, Bunshin Kakashi dipaksa menghilangkan karena sebuah anak panah menembus dada Bunshin itu.
Naruto yang belum menyadari serangan lawan menajamkan kembali sensornya, memfokuskan pandangannya ke segala arah, mencari pergerakan yang mencurigakan. "Ini aneh, kenapa cakra mereka menghilang ?" gumam Naruto bingung.
Bunshin yang Naruto sebar juga sudah menghilang, mengirimkan ingatan Ketiga Bunshinnya. Ketiga Bunshin yang Naruto sebar juga kehilangan jejak cakra, 'Firasatku mengatakan akan ada hal buruk yang terjadi' pikir Naruto.
Wuuuusshhh~
DUAAAARR!
Cuuiingg~ DUAAAARR!
Terdengar suara kembang api menyambut pergantian tahun dari arah Konoha, tepatnya ditempat perayaan tahun baru.
Saling berpandangan dengan Kakashi, Naruto memutuskan untuk kembali mengirim beberapa Bunshin.
BOOOOOMM!
BLAAAAAARRRR!
Tiba-tiba terdengar suara ledakan dari Konoha, Kakashi dan Naruto yang mendengar jelas suara ledakan langsung bergegas menuju sumber ledakan.
.
.
Beberapa saat sebelum ledakan, Tempat perayaan tahun baru.
Perayaan berjalan lancar, mungkin itu yang saat ini ada dipikiran Hokage. Perayaan tahun baru ini diiringi beberapa kesenian untuk menghibur warga yang menantikan pergantian tahun yang kini tinggal menghitung detik.
Panitia pelaksana kegiatan saat ini melakukan hitung mundur untuk pergantian tahun yang ditunggu-tunggu oleh warga yang datang.
"10"
"9"
"8"
"7"
Hitung mundur semakin keras, banyak warga yang ikut meneriakkan hitungan menuju tahun baru yang sudah didepan mata.
"6"
"5"
"4"
Terlihat Juga beberapa petinggi Konoha yang juga sudah berdiri menantikan pergantian tahun yang kurang 3 detik.
Hinata, Hikari, dan Anko juga berjaga disekitar tempat perayaan. Mereka menjadi tim khusus evakuasi warga jika nantinya ada sesuatu yang tak diinginkan terjadi.
Walaupun mereka Shinobi yang kuat, tapi naluri seorang gadis masih melekat pada ketiganya. Pasti ada keinginan untuk merayakan tahun baru bersama orang yang spesial, tapi lagi-lagi tugas seorang Jounin menjadi penghalang, apalagi mereka adalah anggota tim Anzen yang tak lain merangkap sebagai tangan kanan Hokage.
"3"
"2"
'Selamat tahun baru Otou-sama, Kaa-sama, Naruto-kun' batin Hinata mengingatkeluarganya dan kekasih merah gelapnya itu.
'Selamat tahun baru Tou-san, Kaa-san, Naruto-kun' batin Hikari memandang langit luas, yang anehnya tak ada bintang malam ini.
'Hmm.. Selamat tahun baru Tou-san, Kaa-san' batin Anko tersenyum tulus sambil memandang banyaknya warga yang bersama-sama menghitung mundur pergantian tahun.
"1"
"Selamat Tahun Baruuuu!"
Wuuuusshhh~
DUAAAARR!
Cuuiingg~ DUAAAARR!
Kretek.. Kretek...
DUAAAARR!
"Kyaaa, Selamat tahun baru!"
"Horeee, Tahun Baruuuu!
Banyak suka cita menyambut kedatangan tahun baru ini. Banyak doa dipanjatkan untuk mendapat perlindungan dan kebahagiaan dari Kami-sama. Penduduk berantusias melihat indahnya kembang api di langit Konoha, langit yang awalnya hitam tanpa bintang, berubah menjadi langit penuh gemercik cahaya berkilau ratusan kembang api.
Minato sebagai Hokage merasa ada sedikit kebanggaan melihat warganya bahagia seperti saat ini. Memang Minato akui, Perayaan tahun baru ini adalah siasat untuk meredam rumor akan terjadinya perang. Minato sangat yakin dengan berita yang di infokan oleh Itachi dan Shisui. Kedua Jounin khusus itu juga sedang berjaga di satu tempat atas perintah Hokage.
Tapi satu keganjilan terjadi di salah satu podium tempat pentas kesenian berada. Podium yang mirip dengan Panggung konser di beberapa bagian tiba-tiba bercahaya terang.
Minato yang hafal dengan salah satu efek cahaya melebarkan matanya, "CEPAT MENJAUH DARI PODIUM!" teriak Minato sekencang-kencangnya, namun karena warga terlalu larut dalam suka cita mereka tak memperhatikan ucapan dari Kage-nya sendiri.
"ANBU LAKUKAN EVAKUASI!" teriak Minato lagi, tapi kali ini sudah terlambat..
BOOOOOMM!
BLAAAAAARRRR!
.
Bagian podium yang bercahaya tadi meledak, menghancurkan podium bersama semua yang ada disekitarnya. Menma yang kebetulan berada tak jauh dari podium langsung bergegas mengevakuasi warga ke tempat yang sudah di siap olah Hokage jauh-jauh hari.
"SEMUANYA! LAKUKAN EVAKUASI!" Teriak Menma kepada semua Jounin dan Anbu yang berada disekitar tempat ledakan.
"Tajuu Kagebunsin No Jutsu"
BOOOFFT BOOOFFT BOOOFFT BOOOFFT!
BOOOFFT BOOOFFT BOOOFFT!
BOOOFFT BOOOFFT!
BOOOFFT!
Muncul ratusan kloning Menma yang langsung membawa warga untuk berpindah ke tempat evakuasi.
"Tak ada musuh, tak ada penyusup terdeteksi, tapi darimana datangnya ledakan tadi ?" gumam Minato mencari penyebab terjadinya ledakan yang bisa dikatagorikan besar, karena ledakan itu tak mungkin karena kesalahan teknis.
Mata Minato melotot seperti ingin keluar dari rongga matanya. Ia kembali mengingat masalah kemungkinan Konoha diserang.
.
[Waktu Normal]
"Tolong!"
"Kami-sama, kenapa kau hukum Konoha seperti ini ?"
"Jangan tinggalkan aku, tolong bantu aku!"
Banyak lagi teriak meminta pertolongan, tapi tak sedikit pula warga yang tergeletak tak bernyawa karena ledakan tadi.
Hikari, Hinata, Anko, Ino, Sakura, dan semua Jounin yang berjaga kini memfokuskan perhatiannya kepada evakuasi penduduk sebanyak-banyaknya. Tapi yang menjadi satu pertanyaan besar dari semua warga, petinggi, maupun Jounin Konoha, 'Siapa yang menjadi dalang semua ini' batin semuanya geram. Tapi hanya 1 nama yang muncul di kepala para petinggi, dan Jounin yang mengikuti rapat penyerangan Mansion Hyuuga, "Shimura Danzo!"
Tak lama kemudian, Naruto dan Kakashi tiba ditempat sumber ledakan. Mata kedua anggota tim Anzen itu melebar, mulut keduanya tak mampu berucap apa-apa. yang mereka lihat Hanya bekas ledakan yang kini menjalar menjadi kebakaran yang besar, para Jounin yang lain masih berusaha mengevakuasi penduduk ke tempat yang aman.
BLITTZZZ
Tiba-tiba seseorang bertopeng serigala muncul dengan kilatan merah disamping Naruto.
"Wolf..." ucap Kakashi menatap tajam sosok bertopeng itu.
"Boss aku tak bisa menyelesaikan tugas yang kau berikan. Tapi aku membawa kabar buruk, mereka sudah memasuki Konoha dari 4 arah" ucap Wolf tak mengindahkan tatapan Kakashi.
"Boss ? Kau berkomplot dengan seorang Hunter nin Naruto ?" tanya Kakashi yang masih belum mengerti.
"Wolf bukalah topengmu, biarkan Kakashi Nii melihat jati dirimu yang asli" ucap Naruto.
"Kagebunshin No Jutsu"
BOOOFFT BOOOFFT BOOOFFT
BOOOFFT BOOOFFT BOOOFFT
Muncul 6 Bunshin Naruto yang langsung hilang bersama kilat merah setelah menerima pesan batin dari Naruto asli. Sedangkan Kakashi yang melihat wajah asli Wolf menganga lebar dibalik maskernya.
"Ka-kau ? Jadi Wolf adalah.."
"Ya aku adalah Chi Bunshin yang boss buat 5 tahun-Ah maksudku 6 tahun yang lalu" ucap Wolf yang menyadari sekarang sudah lewat jam 00.00 yang berarti sudah bergantinya tahun.
"Wolf kau urus bagian Utara, gunakan lagi topengmu. Kakashi Nii, jangan bocorkan ini kepada siapapun, akan ada waktunya aku akan beri tahu" ucap Naruto sekaligus memberi perintah kepada Chi Bunshinnya aka Wolf.
BLITTZZZ
"Baiklah, kalau begitu lebih baik kita ke selatan Naruto. Aku merasakan ada pertarungan besar di sana!" balas Kakashi, setelah kepergian Wolf.
Syuut Syuut!
Belum juga mereka bergerak, ada beberapa shuriken mengarah kepada Naruto dan Kakashi.
Trank! Traank!
Dengan cepat Naruto menangkis semua shuriken dengan Uzu No Ken miliknya. Kini terlihat 7 orang berpakaian pedagang yang menyerang Naruto dan Kakashi. "Jadi mereka penyebab ledakan tadi, sepertinya kita banyak kecolongan" ucap Kakashi menatap tajam 7 orang berpakaian pedagang tadi.
.
® Masuku No Uragawa ®™
.
Beralih ke posisi Minato, saat ini Hokage keempat ini sedang bersama Sandaime, dan beberapa Anbu Konoha. Mereka sedang mengamankan sisi Barat Konoha, Minato juga telah mengutus Fugaku dan Shikaku ke bagian Utara. Hiashi dan Hana bagian Selatan, terakhir Inoichi dan Chouza bagian timur.
Minato membagi menjadi 4 kelompok karena info dari Bunshin Naruto di bagian Barat, Minato terus berpikir keras, bagaimana caranya Konoha bisa bertahan dengan 4 serangan bersamaan, Barat, Timur, Selatan, Utara.
"Kuchiyose No Jutsu"
BOOOFFT
[Ada apa Minato Kau memanggilku ?] tanya suara berat
"Lihatlah di sekitarmu sebelum bertanya Bunta" jawab Minato malas. Yah Gamma Bunta adalah Kuchiyose katak yang Minato miliki, Sama seperti Senseinya Jiraya si Petapa Katak Gunung Byozan. [Ada apa dengan Konoha ?]
"Konoha sedang diserang, aku perlu bantuamu Bunta!"
[Serahkan padaku Minato!] Jawab katak raksasa yang memiliki nama Bunta.
Saat Minato berniat meninggalkan tempat itu, ia dicegat oleh 2 pemimpin desa yang sangat membenci sosok dari Hokage keempat ini. Wajah Minato mengeras, jadi yang Itachi dan Shisui katakan benar. Minato dapat melihat 2 pemimpin desa dan salah satu nya memandang dengan tajam, yang pertama memiliki tubuh besar dengan otot kekar diseluruh tubuhnya, sosok yang mirip binaragawan jaman sekarang, Yondaime Raikage A.
Dibelakang Raikage berdiri ratusan pasukan menggunakan pita hitam di lengan kirinya, mungkin itu tanda bahwa mereka pasukan aliansi untuk menghancurkan Konoha.
Tak jauh dari Raikage, sekitar 50 meter terlihat juga seorang pemimpin desa yang memiliki postur tubuh cebol, dengan janggut yang panjang mencapai dada. Ia adalah Sandaime Tsuchikage Onoki. Sama seperti Raikage, dibelakang Tsuchikage berdiri ratusan pasukan berpita hitam di lengan kirinya. Jika Raikage hanya menatap datar Minato, beda lagi dengan Tsuchikage Onoki, ia memandang Minato tajam, penuh kebencian, penuh ambisi balas dendam.
"Apa maksudnya ini Raikage-dono, Tsuchikage-dono ?" Minato membuka suara, walaupun ia tahu semua perkataannya sudah terjawab dengan penyerangan sebelumnya.
"Aku hanya ingin mengambil hak ku saja" jawab Tsuchikage menatap tajam Minato.
[Minato Mereka semakin banyak! Kita harus lakukan sesuatu!]
Suara berat kuchiyose milik Minato menginterupsi pendengaran Hokage keempat ini. Minato memandang sekelilingnya, Sandaime seperti sudah kelelahan menghadapi ratusan bahkan ribuan musuh.
BLITTZZZ
Minato muncul disebelah Sandaime, membantu Sandaime mengalahkan beberapa orang yang menyudutkan Sandaime.
BLITTZZZ
Setelah itu Minato memegang bahu kiri Sandaime dan berpindah ke atas kepala Gamma Bunta. "Sandaime, kita harus memancing mereka ke tempat yang jauh dari permukiman" ucap Minato. Sandaime hanya mengangguk menyetujui usulan Minato.
"Bunta, Kita pergi dan pancing mereka menuju bagian Selatan" ucap Minato kepada katak raksasa bernama Bunta.
[Baik Minato] jawab Bunta dengan suara beratnya.
Sebelum Bunta bergerak, Minato dan Sandaime melakukan kombinasi serangan.
"Katon: Dai Endan"
"Fuuton: Kazekiri No Jutsu"
Jutsu Katon yang sebelumnya dilesatkan Sandaime makin membesar saat jutsu Fuuton Minato bergabung. Bola api besar bercampur dengan angin pencabik menghasilkan bola raksasa yang berputar cepat karena jutsu Fuuton pencabik dari Minato.
Tanpa melihat hasil dari gabungan kedua jutsu, Bunta melompat pergi memancing musuh ke arah yang ia inginkan.
.
® Masuku No Uragawa ®™
.
Dibagian Jounin yang mengevakuasi penduduk, terlihat ratusan Menma yang menggendong bayi, balita, lansia dan banyak lagi bersama Jounin lainnya menuju bukit Hokage, tepatnya ke sebuah ruangan luas dibawah patung Hokage.
Selain Bunshin Menma terlihat banyak Jounin dan Chunin membantu proses evakuasi, dan bertarung dengan pasukan musuh.
"MENMA!"
Terdengar teriakan yang memanggil Menma, dari suaranya Menma sudah bisa mengenali siapa yang memanggilnya. Pria paruh baya dengan surai putih panjang, siapa lagi kalau bukan Jiraya sang Gamma Sannin. "Ada apa Ero Sensei ?"
"Kau ikut aku ke Utara, biarkan Bunshinmu yang melanjutkan evakuasi penduduk!"
Tanpa menunggu jawaban Menma, Jiraya menarik tangan Menma untuk berlari menuju sisi Utara Konoha.
Setelah sampai disisi Utara Konoha Jiraya dan Menma disuguhi pertarungan pasukan Anbu Ne melawan Wolf, Itachi, Shisui, dan pasukan Anbu Konoha.
Tapi Wolf memiliki lawan sendiri, yaitu kapten muda Anbu Ne, Uchiha Sasuke.
"TEME! APA YANG KAU LAKUKAN HAAH!?" teriak Menma saat melihat Wolf bertarung melawan Sasuke.
Sasuke yang awalnya beradu pedang melompat mundur mengambil jarak dengan Wolf. "Menma kah ?" gumam Sasuke.
"Ternyata kau masih saja bodoh seperti biasa Dobe"
Sasuke hanya berkomentar untuk memancing emosi Menma, Sasuke bukan memancing emosi Menma tanpa tujuan, ia memancing kemarahan Menma sehingga Menma lepas kendali karena pengaruh Kyuubi No Yoko.
"Kau masih saja bodoh Dobe, untuk apa kau membela desa terkutuk ini ?" lanjut Sasuke memberikan pertanyaan yang membuat bingung Menma.
"Apa maksudmu Teme ?!" tanya Menma tak mengerti.
"Wajar bila seorang anak Hokage tak mengerti, karena kau tak pernah mengerti apa yang telah aku rasakan, apa yang telah aku lalui, dan semua diskriminasi yang aku terima" jawab Sasuke menjawab dengan memejamkan matanya.
Tanpa menunggu respon Menma Sasuke merangkai handseal dan melesatkan serangan kearah Wolf yang diam memperhatikan interaksi Menma dan Sasuke.
{Backsound Fight Avenged Sevenfold: Coming Home}
"Katon: Kumoryu Koingiri"
Setelah Sasuke menyelesaikan handseal dan menyebutkan jutsunya, hujan api tiba-tiba menghujam pasukan pertahanan Konoha bersama Wolf, Menma, dan Jiraya.
"Doton: Doryujouheki No Jutsu"
Wolf menghentakkan kedua tangannya ke tanah, seketika muncul benteng tanah yang melindungi pasukan pertahanan Konoha. Disaat seperti ini Wolf tak bisa mengarahkan serangan, ia harus berkonsentrasi pada benteng tanah untuk melindungi pasukan pertahanan Konoha.
"Menma, Jiraya! Jika hujan api sudah selesai kalian bantu para Anbu melawan pasukan Anbu Ne, untuk Sasuke biar aku yang tangani!" perintah Wolf kepada Jiraya dan Menma. Wolf sedikit melirik kedua murid dan Sensei itu dengan Zettai Sharinggan miliknya.
"Ma-mata apa itu...?!" gumam Menma saat melihat pancaran mata Wolf yang seperti penuh dengan ancaman penderitaan.
Jiraya sendiri juga terkejut dengan pancaran mata Wolf yang sarat akan rasa sakit, penderita, dan keputusan asaan. "Baiklah, jika itu keinginanmu Wolf" jawab Jiraya dengan menganggukkan kepalanya.
Setelah dirasa serangan Sasuke berhenti, Wolf melepaskan jutsu pertahanannya. Setelah benteng tanah hilang, terlihat pasukan Anbu Konoha yang tak terlindungi benteng tanah Wolf ada yang bertahan, tapi tak sedikit juga yang gugur.
"Aoa tujuanmu sebenarnya Uchiha Sasuke ?" tanya Wolf menatap tajam Sasuke dengan Zettai Sharinggan.
"Hahaha, Doujutsu yang unik Wolf. Tujuanku ? Kau tak perlu tau untuk masalah pribadi itu" jawab Sasuke.
"Kheh.. Masalah pribadi kah ? Ternyata kapten Anbu Ne hanyalah seorang bocah yang labil emosi" balas Wolf memancing emosi Sasuke.
"Masalah pribadi yang melibatkan desa ? Klan ? Seharusnya kau mampu melihat dengan matamu itu, kau salah menempatkan tempatmu bersandar" lanjut Wolf. Tentu Sasuke mengerti apa yang dimaksud Wolf.
"Jangan banyak Bicara!"
"Raiton: Chidori"
Sasuke langsung melesat cepat kearah Wolf dengan Chidori ditangan kirinya. Wolf yang melihat Sasuke terpancing emosi langsung membuat 1 Bunshin.
"Kagebunshin No Jutsu"
BOOOFFT
Bunshin tadi dengan cepat berlari kearah Sasuke, sedangkan Wolf Membuat Rasenshuriken ditangan kanannya.
"Fuuton: Rasenshuriken"
Tapi ada yang aneh dari serangan Wolf kali ini, Bunshin yang awalnya melesat kearah Sasuke tiba-tiba melompat tinggi ketika berjarak 5 meter dengan Sasuke. Wolf asli melemparkan Rasenshuriken kearah Sasuke tapi serangan itu melenceng dan tak mengarahkan ke Sasuke.
Tapi itu mungkin sengaja Wolf lakukan, pasalnya Rasenshuriken yang dilemparkan malah tertangkap oleh Bunshin Wolf yang berada 5 meter diatas tanah.
"Rasenshuriken!"
Sasuke yang membaca pola serangan Wolf mendecih tak suka, terpaksa Sasuke menghilangkan Chidori ditangan kirinya. mau tak mau ia dipaksa bertahan, dengan jarak yang kurang dari 5 meter Sasuke takkan mampu menghindari Rasenshuriken dengan cara melompat, karena Rasenshuriken adalah jutsu area yang kerusakannya meluas.
Tak diberi pilihan, Sasuke mengaktifkan Mangekyou Sharinggan miliknya. Pertahanan terkuat Klan Uchiha keluar bersama teriakan Sasuke.
"Susano'o"
BLAAAAAARRRR!
DUAAAARR!
BLAAAAAARRRR!
Ledakan efek Rasenshuriken Wolf menggema ditempat pertarungan. Beberapa Anbu Ne dan pasukan Konoha yang mendengar suara ledakan mengalihkan pandangannya ke arah pertarungan Wolf Vs Sasuke.
Menma dan Jiraya pun sama mereka ikut melihat kearah Wolf dan Sasuke. Tapi yang mereka lihat hanyalah asap tebal menutupi tempat pertarungan.
Wussshhh~
Seperti mengerti keinginan orang-orang yang penasaran, angin berhembus kencang menghilangkan asap tebal di tempat Wolf dan Sasuke.
Seringai muncul di wajah pasukan Anbu Ne, saat ini Sasuke hanya menyilangkan kedua tangannya didepan dada. Tapi pendar biru berbentuk setengah badan samurai melindungi Sasuke dari Rasenshuriken Wolf.
Wolf kembali menyeringai dibalik topengnya, "Hohoho Kau sudah menguasai Susano'o sejauh ini ? Benar-benar Prodigy" ucap Wolf.
"Cukup sudah main-mannya!" Teriak Sasuke.
Sasuke menghilangkan Susano'o nya, kemudian melesat kearah Wolf dengan masing-masing Tanto di kedua tangannya. Wolf yang menyadari emosi Sasuke yang meluap-luap saat Wolf mengucapkan kata 'Prodigy'.
"Raiton: Chidori Gatana"
Kedua Tanto Sasuke terselimuti Chidori, posisi kedua Tanto Sasuke pegang terbalik, bilah tajam lurus mengarah kebawah.
Wolf juga menyiapkan handseal cepat membuat sesuatu yang bisa menyamai bahkan lebih kuat dari jutsu Sasuke.
Mengeluarkan Samehada dari fuin penyimpanan, Wolf melesat kearah Sasuke dengan mengacungkan Samehada kedepan.
Traank!
Wussssshhh
Kembali Sasuke mendecih, ia lupa bahwa Samehada memiliki kemampuan menyerap cakra. 'Pedang yang merepotkan' pikir Sasuke dalam hati.
Kembali Sasuke melesat dengan cepat, Wolf juga melakukan hal yang sama.
Trank Traank!
Saling menahan dan mendorong pedang Sasuke dan Wolf saling menatap tajam. Mangekyou Sharinggan melawan Zettai Sharinggan, Putih melawan merah. Sasuke yang kedua tangannya memegang Tanto melesatkan tendangan tumit kaki kanan kearah lutut kiri Wolf.
Tapp!
Tendangan tumit itu berhasil dihindari Wolf dengan mengangkat kaki kiri dan menginjak pergelangan kaki kanan Sasuke.
Dalam keadaan ini Sasuke pergerakannya benar-benar terkunci. Mangekyou Sharinggan Sasuke menatap nyalang topeng serigala yang Wolf pakai. "Siapa kau sebenarnya.. Ada urusan apa kau membantu desa terkutuk ini ?" ucap Sasuke yang terdengar seperti Geraman.
Tak ada balasan yang Sasuke terima, hanya lirikan dari Sharinggan putih milik Wolf. Dengan cepat Wolf mengangkat kaki kirinya yang menahan kaki kanan Sasuke, dengan tambahan cakra di kaki kirinya Wolf melayangkan tendangan tumit ke perut Sasuke.
Bugghh
Sasuke terhuyung beberapa meter kebelakang, "Untuk apa urusanku, itu bukan sesuatu yang perlu dibahas" ucap Wolf sinis menatap datar Sasuke.
Tanpa basa-basi Wolf langsung menyerang Sasuke membabi buta.
BLITTZZZ
Tapp!
Tendangan kaki kanan Wolf mampu di tahan Sasuke dengan sebelah tangan, kali ini aura yang Sasuke keluarkan sangat kelam, terlebih dengan keinginan balas dendam yang kuat.
Kembali Wolf melakukan pukulan kearah rusuk kiri Sasuke, tapi kembali berhasil di hindari dengan menggeser tubuhnya ke kanan. Posisi Sasuke yang membelakangi Wolf dimanfaatkan dengan melancarkan serangan siku kearah topeng yang Wolf pakai.
Bugghh
Kraakk..
Wolf yang menerima sikut Sasuke harus terseret beberapa langkah kebelakang, topeng yang ia pakai perlahan retak dibagian mulut menampilkan bibir tipis dan pipi putih tirus Wolf. "Kau mulai serius rupanya.." ucap Wolf memandang Sasuke tajam.
"Baiklah, Bagaimana jika kita naikkan levelnya.." Lanjut Wolf dengan seringai dibibirnya.
"Chrysaor Armor"
Perlahan beberapa tubuh Wolf dilapisi Armor seperti bagian kepala, tangan, dada, dan bahu. Sepasang sayang putih keemasan muncul dipunggung Wolf, dari ketiadaan muncul cahaya keemasan yang perlahan membentuk tombak bermata tiga ditangan kanan Naruto. Inilah Chrysaor Armor tahap pertama, kekuatan yang Wolf peroleh dari Doujutsu unik di kedua matanya.
"Jadi bisa kita lanjutkan..?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
T
B
C
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Catatan UzumakiIchie ^_^
Huwaaaa, Maafkan saya yang telat update. Chapter ini adalah pembuka perang besar. Banyak pihak yang bakal ikut campur, entah menghancurkan Konoha, atau malah membela Konoha.
Untuk chapter depan kayaknya agak lama, saya dapet banyak tantangan dari salah satu reader. Mungkin untuk season pertama ini akan berakhir beberapa chapter lagi. Ada reader yang usul season kedua buat crossover, tapi masih bingung sih, lebih tepatnya ragu..
Saya harus minta maaf kalo ada usulan yang tidak terlaksana.
Oke, waktunya balas beberapa Review ^_^
[Ghost Specter] Tunggu saja chapter-chapter depan.
[Dark-Night-404] Untuk pair, biarlah jadi rahasia saya. Untuk yang pasti cuma Hinata dan Sara. Ditunggu saja Chapter-chapter depan yaa.
[ ] Menma masih belum bisa sepenuhnya, Naruko ? masih belum terfikirkan, tapi kayaknya saya bakal buat Naruko jadi warga biasa hehe, Naruto pake rantai cakra ? Nggak, sudah banyak fic seperti itu, apalagi kekuatan Naruto udah mencapai puncaknya (Blm Overpower)
[Firman597] Julukan yaa ? Nanti saya pikirkan, hehehe.
[Your Haters] Ya kali 'Gituan' atau mikir 'Gituan' saat perang mas broo -_-"
[Apocalypse] Nah sebenarnya saya ngerasa juga seperti itu, entah tiba-tiba pengen aja ada Tsunade di fic kemaren. Dan untuk review nya saya sangat berterimakasih karena ini memang yang saya khawatirkan saat update kemarin, dan ternyata terbaca oleh senpai..
[Ace Phenex] Thanks banget udah mau repot-repot review dari chapter awal sampe akhir. Semoga terhibur Ace-san ^_^
Oke, itu ajah untuk review yang perlu dibalas. Saya ucapkan banyak terimakasih kepada reader-san semua sudah mau membaca dan me-review Fic ini. Semoga terhibur, dan saya sangat berharap semua yang baca terhibur.
.
® Masuku No Uragawa ®™
.
Oke.. UzumakiIchie Pamit
See You Next Time
Sayonara ttebayou ^_^
