.

Rumor Chapter 10


0o0-0o0


Siwon sedang mencium Hyukjae saat sudut matanya menangkap sosok Donghae dan Joon Hoon memasuki ruang simulasi musikal hologram. Sebenarnya saat itu bisa saja Siwon langsung melepaskan Hyukjae agar kedua pria tersebut tak mendapati aktivitas mereka, namun pertimbangan lain muncul dibenaknya.

Dia, Lee Donghae harus tahu bahwa Hyukjae adalah miliknya.

Selama seminggu, Siwon benar-benar berusaha untuk menata emosinya. Selama itu pula ia menghindari Hyukjae. Awalnya Siwon benar-benar menumpahkan semua amarah pada Hyukjae, baginya Hyukjae telah menghianati kepercayaannya. Akan tetapi setelah beberapa hari dan amarahnya mereda, pengusaha muda itu mulai menilai bahwa mungkin apa yang menimpa Hyukjaenya memang ulah media. Bukankah sudah hal yang tak aneh jika media mencari sensasi? Perlahan, rasa sakit di hati Siwon terkikis. Ia kemudian membuka satu persatu pesan Hyukjae yang hampir dua jam sekali masuk ke ponselnya. Di pesan-pesan tersebut Siwon membaca permintaan maaf Hyukjae, sedikit poin penjelasan, juga rasa rindu Hyukjae padanya.

Siwon juga tahu kekasihnya itu benar-benar berusaha untuk mendatangi apartemennya disela-sela kesibukan tapi ia belum mau bertemu Hyukjae. Siwon memilih tinggal di hotel.

Hati Siwon sempat berdesir cemburu lagi atas pemberitaan Sport Seoul. Kali ini bukan hanya karena Donghae saja tapi juga karena member 2PM yang Siwon kenali sebagai mantan kekasih Hyukjae. Meskipun Siwon yakin tak kan mudah pria itu mengambil hati Hyukjae lagi, tetap saja, pria itu cinta pertama Hyukjae yang mendapatkan bibir merah, kulit leher seputih susu, juga tubuh seksi Hyukjae untuk pertama kali.

Siwon menepis semua bayangan tentang Hyukjae dan pria itu. Ia tak ingin sakit kepalanya bertambah. Donghae seorang saja sudah membuatnya menjadi orang yang tak sehat karena sering uring-uringan. Berbicara tentang Donghae, Siwon tak paham dengan sikap sang aktor. Jika Hyukjae mengatakan mereka tak ada hubungan sementara media mengambil keuntungan dari itu, lalu Donghae? Apa motif anak Lee Sooman itu mencium Hyukjae? Jika alasannya karena iseng, kenapa harus hyukjae?

Pertimbangan ingin mengetahui sikap Donghae inilah yang akhirnya mendorong Siwon untuk mencium lebih dalam Hyukjae dan mendekap erat Hyukjae di hadapan aktor tampan tersebut. Siwon tak peduli jika Joon Hoon juga harus melihat semuanya.

Siwon mendengar Hyukjae mendesah pelan. Siwon bangga karena ia yang menyebabkan Hyukjae mengeluarkan suara itu. Pengusaha muda tersebut pun semakin bersemangat mencium Hyukjae hingga jari-jari model manis itu mencengkeram erat kemejanya dan membutuhkan oksigen.

"Ah, maaf. Harap kalian memaklumi ini. Sudah seminggu aku tak bertemu Hyukjae-KU. Aku sangat merindukannya," kata Siwon setelah berhenti mencium Hyukjae. Tangannya memeluk erat tubuh model manis itu dengan pandangan mata tertuju khusus pada Donghae.

Donghae menatap balik Siwon.

Joon Hoon yang melihat tatapan di antara keduanya mencoba menganalisis keadaan. Jika Siwon terlihat jelas bersikap protektif, Joon Hoon tak mengerti arti tatapan Donghae.

Cukup lama tatap menatap itu berlangsung hingga akhirnya terputus karena pandangan Donghae beralih ke arah Hyukjae yang kini menoleh melihat mereka dengan nafas yang masih tersengal-sengal dan wajah memerah. Joon Hoon juga bisa melihat sorot mata Hyukjae dengan baik dan sorotan itu menurutnya mengindikasikan cinta juga nafsu. Joon Hoon yakin siapa pun yang melihat Siwon dan Hyukjae sekarang ini pasti akan beranggapan bahwa keduanya memiliki hubungan khusus.

Joon Hoon memperhatikan Donghae. Mata aktor tampan itu kini melihat ke arah tangan Siwon yang sedang naik turun membelai punggung Hyukjae.

"Hyukie… Apa kau masih ada kegiatan?" tanya Siwon pada kekasihnya itu.

Hyukjae mengangguk sambil tersenyum.

"Lanjutkan kegiatanmu. Nanti malam aku akan ke apartemenmu," kata Siwon. Pengusaha muda itu lalu menunduk sedikit untuk mengecup bibir Hyukjae.

Hyukjae yang wajahnya masih merona bertambah merah lagi.

"Janji?" tanya Hyukjae.

Siwon tertawa kecil dan mengecup bibir Hyukjae lagi.

"Janji," jawab Siwon.

Hyukjae tersenyum lalu melepaskan diri dari Siwon. Sebelum meninggalkan ruangan, Hyukjae sempat menghadap ke Donghae dan Joon Hoon walau ia tak melihat mata keduanya. Hyukjae membungkuk cepat dan berlari meninggalkan ruangan.

Jika Joon Hoon mengikuti ke mana arah Hyukjae meninggalkan ruangan, Donghae masih tetap dengan posturnya semula. Aktor tampan itu kembali perang pandang dengan Siwon.

Canggung!

Itu suasana yang dirasakan Joon Hoon setelah Hyukjae meninggalkan ruangan.

Akhirnya setelah sekian detik berlalu, Siwon memutuskan untuk angkat bicara.

"Anda ke sini mencariku, Tuan Lee Donghae? Ada yang bisa kubantu?" kata Siwon dengan gaya profesional.

Joon Hoon melihat Donghae mengedipkan matanya, sebelum kemudian menjawab, "Ya. Aku dengar kalian sudah memasang alat simulasi hologramnya. Aku ke sini untuk melihat percobaannya," kata Donghae.

Suara aktor tampan itu terdengar biasa saja di telinga Siwon tapi Joon Hoon yang sudah lama bersama Donghae dapat mendengar sedikit nada getar di sana atau mungkin … ia salah dengar.

"Ah~, jika demikian aku akan mengulang simulasinya," kata Siwon.

Pengusaha muda itu lalu melakukan menyalakan alat-alat simulasi dan mematikan lampu ruangan. Donghae dan Joon Hoon pun bisa melihat hologram Suho EXO yang sedang bergerak-gerak. Siwon menjelaskan beberapa hal pada Donghae.

Donghae pun menanggapi penjelasan Siwon di beberapa poin.

Joon Hoon memutuskan hanya diam dan memperhatikan Siwon dan Donghae, keduanya benar-benar bersikap profesional.

"Baiklah. Aku sudah mengerti. Aku akan menambahkan dan merevisi hal-hal yang Anda katakan, Tuan Lee," kata Siwon.

Donghae mengangguk. "Aku akan mengeceknya lagi nanti," timpal Donghae.

Siwon juga mengangguk.

Setelah itu, suasana kembali canggung.

"Tuan Lee Donghae, apa kau punya waktu luang hari ini?" tanya Siwon.

"Selepas pukul 7 malam," jawab Donghae.

"Bagus," kata Siwon. "Aku akan menunggu Anda di Dojo Kenyuukai," imbuh Siwon yang kemudian menjulurkan tangannya untuk menjabat tangan Donghae.

"Senang bertemu dengan Anda hari ini, Tuan Lee," ujar Siwon.

Pengusaha itu tersenyum sekedarnya sebelum kemudian meninggalkan ruangan.

Joon Hoon melihat Donghae. Aktor tampan itu sedang melipat tangannya di depan dada dan tertawa kecil. Sekarang Donghae mengerti mengapa Siwon bersikap tak bersahabat dengannya sejak awal.

"Dojo Kenyuukai, huh?" kata Donghae.

Donghae tentu tahu tempat itu. Dulu ia sering mendatangi tempat tersebut untuk berlatih kendo.

Perasaan Joon Hoon tidak tenang, khawatir jika pertemuan keduanya akan berakhir buruk.

Di lift menuju tempat parkir, Siwon berdiri bersebelahan dengan Heechul. Siwon mengenali manajer Hyukjae tersebut dari foto di ponsel. Siwon tersenyum ramah dan senyumannya itu langsung dibalas dengan senyuman lebar Heechul. Saat Siwon mencapai lantai yang di tuju, Siwon langsung bergegas ke tempat di mana mobilnya terparkir, meninggalkan Heechul yang kegirangan bertemu Siwon sekali lagi. Heechul pun berharap agar ia dapat sering-sering bertemu Siwon. Siapa tahu keberuntungan berada dipihaknya.

Di sisi lain, Hyukjae yang sedang berlatih dance kesulitan untuk fokus. Ia terlalu senang karena Siwon sudah memaafkannya tapi selain itu entah kenapa Hyukjae juga memikirkan reaksi Donghae dan manajer Joon Hoon. Hyukjae berharap ia takkan mendapatkan kesulitan setelah ini.


0o0-0o0


Pukul 7 malam lewat sepuluh di Dojo Kenyuukai, Siwon sudah memakai Kendogi (pakaian khusus kendo) dan Bogu (pengaman) tanpa bagian kepala. Pengusaha muda itu sedang mengayun-ayunkan Shinai (pedang kayu) untuk melakukan pemanasan. Siwon melakukan teknik-teknik menyerang. Dari gerakan-gerakannya, terlihat kekasih Hyukjae itu mengusai tiga teknik serangan dengan baik.

"Migi, hidari, migi, hidari," gumam Siwon saat melakukan Kiri Kaeshi, suatu tebasan pukulan dengan sasaran ke arah pelipis kepala bagian kanan dan kiri lawan berulang kali. Kaki-kaki Siwon sangat gesit melangkah dan menyeret disetiap serangan yang dilakukannya.

Garang! Siwon sungguh nampak garang. Postur dan raut wajahnya mengisyaratkan ia siap menebas lawan tanpa ampun.

Siwon baru berhenti menebaskan Shinai saat ia melihat Donghae berjalan mendekatinya. Donghae juga mengenakan Kendogi lengkap dengan Bogu tanpa bagian kepala. Tangan Donghae menggenggam Shinai.

"Tuan Lee…Kau datang," kata Siwon.

Donghae melihat ke sekeliling. Hanya mereka berdua saja di ruangan berlantai kayu tersebut.

"Sudah lama aku tak mengunjungi tempat ini," kata Donghae.

"Tapi itu tak berarti kau sudah tak bisa bermain kendo lagi bukan?" sahut Siwon.

Donghae tertawa. Sejak awal Ia sudah bisa menebak maksud Siwon mengajaknya bertemu di tempat olahraga asal Jepang tersebut.

"Tuan Lee, ijinkan aku bertanya tentang pendapatmu," kata Siwon sambil mengamati ujung Shinai-nya.

"Kau seseorang yang juga mendalami bisnis bukan? Sebagai pelaku bisnis, pastinya kau memiliki properti-properti yang kau tempatkan di area kekuasaanmu. Lalu semua properti itu kau labeli sebagai MILIKMU agar orang lain tak berani mengambilnya. Tapi bila suatu hari ada seseorang yang berani melangkah ke dalam wilayah kekuasaanmu dan menyentuh MILIKMU, apa reaksimu?" imbuh Siwon.

Pengusaha muda itu kini mengarahkan pandangan ke Donghae.

"Aku akan marah," jawab Donghae tenang.

Donghae bisa menangkap penekanan pada kata "milikku" yang dilontarkan oleh Siwon. Anak Lee Sooman itu pun tahu ke mana arah pembicaraan mereka.

Siwon mengangguk.

"Lalu… " ujar Siwon sambil melangkah mengitari Donghae.

"Bila kau sendiri yang melakukan kesalahan, melanggar wilayah orang lain dan menyentuh MILIK orang lain… apa yang kau lakukan?" tanya Siwon, masih dengan memberi tekanan pada kata "milik".

"Apa wilayah itu sudah punya hak kepemilikian secara sah di mata hukum hingga tak bisa diganggu gugat? Jika belum, wilayah itu potensial untuk dimiliki siapapun. Juga…sesuatu yang indah selalu sangat menarik untuk disentuh," jawab Donghae.

Siwon menggenggam erat Shinai-nya mendengar jawaban Donghae.

"Tuan Lee, apa kau seorang yang suka melanggar aturan dan bermain-main dengan milik orang lain?" kata Siwon. Terdengar nada geram dari suaranya.

"…," Donghae terdiam. Ia membutuhkan waktu untuk menjawab pertanyaan Siwon kali ini.

Siwon menatap Donghae dengan tajam.

"Jika yang kau maksud adalah aku sengaja melanggar wilayahmu dan menyentuh MILIKMU, maka jawabannya adalah tidak. Aku tidak tahu jika telah melakukan itu. Aku tak melihat tanda-tanda kepemilikanmu di sana," jawab Donghae.

"Aa~ begitu ya," sahut Siwon. "Tapi aku yakin, kau kini sudah mengetahuinya," imbuh pengusaha muda itu.

"Dan aku yakin, kau tahu bahwa setiap pemilik memiliki caranya sendiri untuk mengadili seorang pelanggar bukan?" sindir Siwon.

Donghae tersenyum.

"Aku mengerti dengan baik, tapi asal kau tahu aku bukan orang yang pasrah," tegas Donghae.

"Bagus," timpal Siwon. "Mari…Kita mulai, Tuan Lee Donghae".

Siwon mengambil Bogu bagian kepalanya dan memakai benda itu. Begitupun Donghae. Keduanya lalu berdiri berhadap-hadapan dengan posisi siaga. Begitu Siwon memberi aba-aba, suara dua Shinai bertemu sangat nyaring. Pedang kayu Siwon itu menebas sasaran-sasarannya dengan ganas, sementara pedang kayu Donghae sibuk menahan serangan. Tebasan-tebasan Siwon tidak main-main. Donghae harus benar-benar melindungi kepala, tangan dan perutnya. Walau begitu Donghae bukan lawan yang mudah dikalahkan begitu saja. Lengah sedikit, Siwon menghadapi Keshiki (tangkisan jitu dan serangan balik) Donghae dalam waktu bersamaan. Tubuh keduanya juga sesekali bertubrukan, saling dorong, mencari celah untuk meyabetkan Shinai ke tubuh lawan.

Di awal, kekuatan Siwon dan Donghae nampak imbang. Namun berikutnya, Siwon telihat lebih menguasai keadaan. Emosi yang melingkupi Siwon membuat pengusaha itu memiliki motivasi yang kuat untuk menang. Donghae bersumpah serapah dalam hatinya, menyalahkan dirinya sendiri yang sudah lama tak berlatih kendo. Semakin lama Donghae semakin kesulitan menghadapi Siwon dan… setelah duel berlangsung cukup lama juga sengit, semua terjadi begitu cepat ketika pada akhirnya ujung Shinai Siwon menyodok leher Donghae dengan teramat KERAS.

Keduanya berhenti bergerak. Nafas mereka tersengal-sengal. Mata Donghae terbelalak terkejut akibat teknik yang digunakan Siwon. Teknik tsuki, sebuah serangan mematikan di leher yang biasanya hanya dilakukan oleh seorang pe-kendo senior.

"JAUHI, HYUKJAE-KU!" kata Siwon dengan penuh penekanan.


0o0-0o0


Di apartemen Hyukjae, model manis itu sedang memanjakan tubuhnya di kamar mandi. Air hangat yang mengucur dari shower membuat otot-ototnya rileks. Hyukjae menajamkan pendengaran saat telinganya menangkap suara pintu apartemen miliknya terbuka lalu tertutup kembali. Mata Hyukjae beralih ke arah pintu kamar mandinya. Tak lama, pintu itu terbuka dan Siwon muncul dengan tangan yang sibuk membuka kancing kemejanya.

Hyukjae tersenyum dan mengecilkan shower. "Kanapa baru datang? Lama sekali," kata Hyukjae.

Mata Siwon menggerayangi tubuh seksi Hyukjae yang bebas tanpa busana dibawah kucuran air hangat sambil melucuti pakaiannya sendiri.

"Habis olahraga, sayang," jawab Siwon.

Pengusaha muda itu berjalan mendekati Hyukjae dan langsung memeluk tubuh mungil itu dari belakang.

"Oh, dengan siapa?" tanya Hyukjae lagi. Ia menyandarkan tubuh ke dada bidang Siwon.

Siwon mendaratkan bibirnya di bahu dan leher Hyukjae, membuat kekasihnya itu mendesah pelan.

"Hmm…rekan bisnis," bisik Siwon dengan suara berat. Tangan-tangannya meraba liar tubuh Hyukjae.

"Mhh…," desah Hyukjae.

Siwon mengambil dagu Hyukjae dan membuat kekasihnya itu menoleh ke arahnya. Siwon memaguti bibir yang selalu dirindukannya tersebut dan ia tak berhenti di situ.

Siwon… menikmati tubuh Hyukjae di setiap inchinya.

Sementara itu…

"Jadi, bagaimana tadi di Dojo?" tanya Joon Hoon pada Donghae.

Saat ini keduanya sedang mengamati suasana malam Kota Seoul dari balkon apartemen anak Lee Sooman tersebut.

Donghae yang ditanya tak langsung menjawab. Matanya nanar menatap kelap kelip lampu gedung dan jalanan kota.

"Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan tapi biarkan aku berkata ini padamu," kata Joon Hoon. "Tidak semua hal memiliki tanda peringatan seperti lampu lalu lintas, terutama hal seperti perasaan jatuh cinta. Itu… tidak akan memberitahumu apakah kau harus terus berjalan, berjalan perlahan atau… berhenti. Semua adalah keputusanmu. Pikirkan baik-baik, Donghae".

Donghae menoleh ke arah manajernya itu, tersenyum lalu mengambil kaleng bir dari tangan Joon Hoon membuat Joon Hoon mengerutkan kening. Joon Hoon tahu Donghae bukan seorang peminum. Bukan karena Donghae tak suka minuman beralkohol, tapi itu lebih karena alasan bentuk tubuh. Donghae benci jika kerja kerasnya untuk membentuk otot tubuh ideal harus rusak karena kebiasaan mengkonsumsi minuman keras.

Donghae menegak minuman tersebut sampai habis. Mengusap tetesan bir yang menjatuhi dagunya, tertawa pelan dan berkata, "Aku kalah. Telak".


0o0-0o0


Keesokan harinya, di SM. Wajah Hyukjae sangat berseri-seri. Senyuman terus mengembang di bibir model manis itu. Tentu saja, apa masalahnya sekarang ini? Semua sudah terselesaikan. Hubungannya dengan Siwon sudah kembali seperti semula. Manis, malah lebih manis.

Hyukjae melangkah memasuki lift yang sedari tadi ditunggunya. Hyukjae ingin ke kantin. Perutnya lapar, aktivitasnya bersama Siwon semalam benar-benar menguras tenaga. Hyukjae tidak mengerti dari mana Siwon bisa mendapatkan energi sebesar itu. Bukan, Hyukjae bukan sedang mengkomplainkan hal itu. Hyukjae bahagia malah karena ia diberi kenikmatan berlebih. Hanya saja, Hyukjae tak habis pikir. Dengan jadwal kerja yang padat, energi Siwon-nya seakan tak pernah habis. Benar-benar tenaga kuda. Hyukjae terkekeh sendiri.

Tapi kekehan Hyukjae itu tdak berlangsung lama karena begitu pintu kotak berjalan itu terbuka di lantai berikutnya, ada Donghae di sana.

"Ck. Merusak suasana hati saja," batin Hyukjae.

Hyukjae melihat aktor tampan itu meliriknya sekilas saat memasuki lift. Hyukjae pikir, Donghae akan berulah lagi. Namun di luar dugaannya, setelah Donghae memencet tombol tujuan, Donghae memunggunginya. Tidak ada hal aneh apapun yang dilakukan anak Lee Sooman tersebut kecuali meregangkan otot dan mengurut leher, seperti sedang pegal-pegal.

Pintu lift terbuka lagi di lantai tujuan Donghae. Aktor tampan itu pun langsung keluar, meninggalkan Hyukjae yang mengedip-ngedipkan mata karena heran.

"Apa ini efek kejadian kemarin?" pikir Hyukjae.

Sempat muncul rasa malu dan khawatir di benak Hyukjae ketika mengingat ciumannya dengan Siwon disaksikan oleh Donghae dan manajer Joon Hoon. Apalagi, Siwon dengan jelas memploklamirkan pada keduanya bahwa dirinya adalah kekasih pengusaha muda itu. Tapi kemudian Hyukjae mengedikkan bahunya. Hyukjae tak mau memikirkan hal tersebut. Jika kejadian itu membuatnya TERBEBAS dari ulah iseng Donghae, kenapa ia harus banyak berpikir? Benarkan?

Hyukjae tersenyum-senyum lagi. Suasana hatinya saat itu adalah bright day, sunny day atau apalah yang menandakan ia bahagia. Bahkan di dalam otaknya sekarang ini, Hyukjae sedang berpose tertawa ala Pahlawan Bertopeng dalam film kartun Jepang Shinchan. Satu tangan mengepal di depan dada, satu tangan lagi terangkat ke atas lalu mengeluarkan suara tertawa kemenangan yang keras, HAHAHAHAHAHA!

Seminggu kemudian...

"KETERLALUAN!" pekik geram Hyukjae sambil membanting tasnya ke sofa yang terletak di depan salah satu studio dance SM.

"Sebenarnya maumu apa sih, Hyuk?" komentar Heechul yang sedang duduk di sofa tersebut.

"Bukankah ini sesuai keinginanmu. Harusnya kau senang bahwa aktor yang kau bilang mesum itu sudah tak mengganggumu lagi. Sekarang apa masalahnya?" imbuh Heechul. Hyukjae selalu terbuka tentang banyak hal pada manajernya tersebut, kecuali tentang Siwon.

"Masalahnya? Masalahnya adalah dia menganggapku seperti hantu, hyung! Setiap kali kami berpapasan di koridor, di mana pun, dia seperti tak melihatku. Saat di toilet, jika aku di sana ia tak jadi masuk. Jika ada hal yang harus kami, para pemain musikal hologram, diskusikan dengannya, dia…dia…hanya menanggapi yang lain. Seolah-olah aku tak ada di sana! Ini keterlaluan, hyung!" kata Hyukjae, frustrasi.

"Bahkan saat aku berada tepat di sebelahnya, dia akan bertingkah seperti ini, 'Joon Hoon hyung, katakan padanya kalau jadwal syuting musikal hologramnya maju dua hari'. Arrgghhh! Ini sangat menyebalkan!" pekik Hyukjae lagi.

"Kalau begitu, bicara saja dengannya. Beres kan?" sahut Heechul.

Hyukjae mengacak-acak rambutnya.

"Kau tak mengerti hyung…ini rumit," kata Hyukjae.

"Tidak ada hal yang rumit sepanjang kau mau membuka mulutmu," timpal Heechul.

"Hyuuuung~" rajuk Hyukjae.

"Aku akan pergi ke KBS, jangan lupakan jadwal-jadwalmu hari ini," sahut Heechul sebelum meninggalkan model berambut blonde itu.

Hyukjae memonyongkan bibirnya, cemberut. Di saat seperti ini, Heechul tega meninggalkan dirinya.

"Aissh" decis Hyukjae.

Model manis itu lalu melirik aktivitas di studio dance sebelah. Di sana ada Donghae yang sedang girang menggoda gadis-gadis trainee.

"Dasar hidung belang mesum!" umpat Hyukjae.

Hyukjae mengambil tasnya lalu meninggalkan tempat tersebut.

"HAH! Bilang sayang sama semua orang! Semua rambut orang juga dibelainya! KELAKUAN APA ITU!" pekik Hyukjae.

Mulutnya sibuk komat kamit mengutuki Donghae hingga ia gagal menyadari bahwa Minho dan Kyuhyun sedang berlari saling jegal ke arahnya.

"Hyukjae hyung," sapa Kyuhyun sambil memeluk pundak Hyukjae.

"Hai hyung, hehehe," sapa Minho. Ia melepaskan dan membuang tangan Kyuhyun dari pundak Hyukjae lalu menarik model manis itu ke arahnya.

"Hmmp?" Hyukjae masih memasang tampang dongkol karena Donghae. Dan, model manis itu lebih merasa lebih dongkol lagi karena Kyuhyun selalu datang di saat yang tidak tepat. Andai saja Hyukjae sedang dalam suasana hati gembira, Hyukjae ingin sekali mengenal lebih dekat Cho Kyuhyun. Hyukjae selalu suka dengan suara merdunya. Keinginan Hyukjae untuk berselfie dan meminta tanda tangan Kyuhyun juga masih ada, hanya saja waktunya tidak tepat.

Kyuhyun memincingkan mata ke arah Minho sebelum tersenyum pada Hyukjae.

"Hyung, ayo main game lagi," ajak Kyuhyun.

Penyanyi solo ballad itu masih penasaran. Bagaimana bisa, ia yang jagonya bermain game kalah dari seorang Hyukjae? Kyuhyun ingin berduel dengan pemilik rambut blonde itu sekali lagi. Mungkin saja yang dulu itu Hyukjae hanya beruntung.

Hyukjae mengangguk. Ia butuh perlampiasan amarah sekarang ini.

"Ah, hyung… kapan kau akan bermain basket denganku?" rajuk Minho.

Kyuhyun menyeringai. Hyukjae menjelaskan pada Minho bahwa ia sedang tak ingin banyak bergerak karena tenaganya akan terkuras nantinya untuk berlatih dance. Ketiganya pun pergi ke ruang rekreasi. Hyukjae dan Kyuhyun kembali berduel PlayStation, sementara Minho menonton dengan cemberut. Akan tetapi kecemberutan Minho itu berubah menjadi senyuman mengejek pada akhirnya.

Cho Kyuhyun kalah lagi.


0o0-0o0


Malam hari di kantin SM, Donghae sedang duduk bersama Sehun. Donghae menyeruput kopinya sementara member EXO itu lahap menyantap mi instan. Suasana di kantin itu sepi hanya mereka berdua saja. Kalau malam seperti ini, trainee, artis dan staf yang lapar bisa self service dari bahan makanan dan minuman instant yang tersedia.

"Sehun ah… hentikan makan mi malam-malam. Mereka bilang itu akan membuat pipimu terlihat gemuk di pagi hari," kata Donghae.

"Akutaktahanhyungakusangatlapar," kata Sehun cepat dan tak jelas.

"Apa?" kata Donghae. "Jangan bicara sambil makan" imbuhnya.

Sehun menelan mi ke dalam kerongkongannya.

"Aku bilang…" perkataan Sehun terpotong karena terdengar kursi diseret dari arah depan Donghae. Keduanya pun menengok ke sumber suara.

Mereka mendapati Hyukjae duduk di sana, menatap langsung Donghae.

Sehun mengambil botol mineral dan meneguk airnya. Entah mengapa Sehun merasa tenggorokannya sangat kering. Hanya sekilas melihat raut wajah Hyukjae, Sehun tahu ada sesuatu yang terjadi antara Hyukjae dan hyung favoritnya itu.

"Sehun, kalau kau sudah selesai ayo kita pulang," kata Donghae yang berakting seolah tak ada Hyukjae bersama mereka.

Sehun meringis dan mengangguk sedikit. Matanya melihat mangkuk mi yang baru tersentuh sepertiga.

"Kenapa buru-buru?" kata Hyukjae.

Sehun melihat model berambut blonde itu tersenyum super manis padanya.

"Makan saja yang tenang, kalau perlu, aku akan membuatkan mi lagi untukmu. Sepertinya kau butuh banyak energi," ujar Hyukjae.

Sehun tersenyum dan mengangguk pelan.

"YAH! OH SEHUN!" kata Donghae.

Sehun memandang horor Donghae yang baru saja berkata dengan nada keras padanya.

"YA! LEE DONGHAE SSI!" pekik Hyukjae tak kalah keras.

Sehun melihat Hyukjae.

Sehun melihat Donghae.

"Pulang!" kata Donghae pada Sehun dengan nada yang ditekan.

"Aku akan membuatkanmu mi lagi!" kata Hyukjae pada Sehun dengan nada yang juga ditekan namun manis.

Sehun mengangkat mangkok mi-nya lalu membungkuk sedikit pada Donghae dan Hyukjae.

"Tolong biarkan aku makan dengan tenang, Si-silahkan menyelesaikan urusan rumah tangga kalian. Ehe…permisi," kata Sehun yang kemudian bangkit dari kursinya lalu bergegas meninggalkan kantin.

Donghae menatap tajam Hyukjae.

Hyukjae menyilangkan tangan di dada dan tersenyum.

"Ck" desis Donghae sebelum bangkit dari kursinya dan berjalan menjauh.

Hyukjae mengikuti Donghae dari belakang.

Merasa diikuti Hyukjae, Donghae mempercepat langkahnya. Tapi Hyukjae tak mau tertinggal begitu saja. Model manis itu juga mempercepat langkah kakinya.

Hyukjae bersiul melihat tubuh Donghae dari belakang, hanya bermaksud mencari perhatian Donghae.

Donghae mengepalkan tangannya. Jika orang melihat mereka sekarang ini, harga dirinya bisa jatuh, pecah berkeping-keping. Di belahan dunia mana ada uke mencari gara-gara seperti ini! Pikir Donghae.

Anak Lee Sooman itu berhenti berjalan dan membalikkan tubuh.

Hyukjae pun berhenti. Bibirnya tersenyum.

Donghae memberi tatapan garang pada Hyukjae, sebelum berbalik dan berjalan lagi.

Hyukjae kembali mengikuti Donghae.

"Cin- Cintaku…" panggil Hyukjae dengan nada bermain-main.

Mendengar panggilan tersebut, seketika itu juga Donghae merasa lehernya perlu dipijat. Donghae yakin, Hyukjae sengaja mengulang kejadian beberapa waktu lalu di mana ia menggoda model manis tersebut sepulang dari studio Kim Kibum.

"Cinta…" panggil Hyukjae lagi.

Donghae berusaha tak menghiraukan Hyukjae.

"Cintaaaa~," panggil Hyukjae. Kali ini dengan nada merajuk yang bermain-main.

Brrrr

Entah kenapa Donghae merasa tubuhnya seperti meriang setelah mendengar rajukan Hyukjae tersebut.

Donghae memencet tombol lift. Satu, dua, tiga, empat, berkali-kali.

"Kenapa lama sekali sih liftnya," batin Donghae.

"Cintaaaa," kata Hyukjae.

Brrrrr, reaksi di tubuh Donghae.

"Nanti liftnya bisa rusak," imbuh Hyukjae dengan manis.

Donghae berharap agar lift BENAR-BENAR cepat terbuka.

Hyukjae tertawa dalam hati melihat reaksi Donghae.

"Ahh…pembalasan itu memang menyenangkan," batin Hyukjae.

Begitu lift terbuka, Donghae memasuki kotak persegi empat itu dan tentu saja Hyukjae juga masuk ke dalamnya, berdiri di sebelah Donghae.

"Cintaku…" panggil Hyukjae lagi. Tangannya ia lambai-lambaikan di hadapan Donghae.

Donghae tak bergeming dan tetap tak mengacuhkan Hyukjae sampai lift kembali terbuka di area parkir. Donghae berjalan cepat ke arah mobilnya.

Hyukjae terus mengikuti Donghae bahkan sampai di dalam mobil.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Donghae pada Hyukjae yang kini duduk di sebelah kemudi.

"Merasakan mobil baru. Ah…keren sekali mobilnya, " kata Hyukjae sambil melihat-lihat kondisi mobil.

Donghae tak percaya ini.

"Apa kepalamu terbentur sesuatu?" tanya Donghae.

Hyukjae tersenyum manis. "Iya. Terbentur cintamu. Hehehe," jawab Hyukjae.

"Hehehe," Donghae ikut tertawa. Tertawa sarkastik sebelum mengambil kedua tangan Hyukjae dan menekannya ke jendela.

"Bermain-main lagi…aku akan membawamu ke hotel," kata Donghae dengan jarak wajah yang sangat dekat dengan Hyukjae.

Donghae bermaksud membuat model manis itu ketakutan. Namun diluar dugaannya, Hyukjae terlihat santai. Merasa ancamannya kurang menakutkan, Donghae memiringkan kepalanya dan membuat bibir mereka hampir bersentuhan. Hyukjae tak meronta. Jika ada yang melihat kondisi mereka sekarang ini, kemungkinan besar akan disalah artikan.

Donghae mengerenyitkan kening lalu memundurkan kepalanya.

"Apa yang kau inginkan dari ku?" kata Donghae pelan sambil menatap mata Hyukjae. Ia sedikit kesal dengan reaksi Hyukjae sekarang.

"Inginku?" suara Hyukjae juga pelan dengan mata yang balas menatap Donghae.

Saat mata Donghae bergerak turun ke bibir Hyukjae, bola mata Hyukjae juga bergerak, berpindah fokus ke bibir tipis Donghae.

"Aku ingin kau tak menganggapku seperti hantu lagi. Sikapmu itu sama sekali tidak menyenangkan! Apa kau tidak bisa berlaku normal?" kata Hyukjae, masih dengan suara pelan.

Donghae menelan liurnya melihat bibir pink Hyukjae yang tebal bergerak-gerak.

"Bagaimana kalau aku tidak mau?" timpal Donghae. Suara aktor tampan itu semakin rendah dan berat.

"Kenapa tidak?" balas Hyukjae. Suaranya juga sangat pelan.

Donghae terdiam.

Suasana yang mengelilingi keduanya terasa sangat hening.

Hyukjae mengembalikan pandangannya ke mata Donghae tapi itu hanya membuatnya menelan liur kemudian.

Tatapan Donghae. Tatapan itu lagi. Tatapan yang membuat Hyukjae ingin menenangkan aktor tampan tersebut, karena seakan ada kesedihan dan kesepian di sana.

"D-Donghae, a-aku tak kan terjebak dengan a-aktingmu la…"

Terlambat.

Hyukjae tak bisa menyelesaikan kalimatnya karena bibir Donghae sudah menempel di bibirnya. Hyukjae juga bisa merasa bahwa bibir itu bergerak lembut memijat bibir bawahnya. Pelan, pelan, pelan, namun lama kelamaan Hyukjae merasa bibirnya dihisap membuatnya tanpa sadar membuka sedikit mulutnya.

Hisapan Donghae di bibir Hyukjae semakin kuat setelah itu walau tetap pelan dan beraturan. Sesekali Donghae menarik bibir Hyukjae lalu melepasnya sampai berbunyi 'plop' sebelum menghisap lagi bibir pink tebal tersebut.

Keduanya tanpa sadar berada di dunia mereka sendiri. Sementara seseorang yang melihat semuanya sedari awal dari jarak jauh di tempat tersembunyi, mengepalkan erat tangannya. Sorot matanya dipenuhi kemarahan.

"Ini harus berakhir," kata orang tersebut sebelum melangkah meninggalkan tempat persembunyiannya.

Tubuh Hyukjae tertekan ke jendela ketika Donghae tak lagi bisa mengontrol ciumannya dengan pelan. Lidahnya pun kini sudah menjelajahi rongga mulut Hyukjae. Menyapu setiap sudutnya dan bermain dengan lidah Hyukjae. Model manis yang tak diberi kesempatan untuk menarik napas panjang itu pun harus terengah-engah kepayahan dalam ciuman mereka. Keduanya baru kembali ke kenyataan saat Hyukjae mendesah berat dan panjang.

Donghae menghentikan ciuman mereka, memundurkan badan dan melepaskan tangan Hyukjae.

Hyukjae langsung menutup mulut dengan tangannya. Mata Model manis itu terbelalak lebar. Lalu ketika Donghae hendak membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, dengan cepat satu tangan Hyukjae menampar keras pipi Donghae.

Hyukjae kemudian bergegas keluar dari mobil Donghae dan berjalan cepat menjauh, menenangkan jantungnya sendiri yang berdetak liar, membodohkan dirinya sendiri yang kembali terjebak ciuman dengan Donghae. Parahnya kali ini bukan hanya karena Donghae saja tapi juga karena permainannya sendiri. Hyukjae seharusnya hanya ingin membuat Donghae memperlakukannya secara normal, seperti aktor tampan itu memperlakukan artis lainnya. Tapi…saat Hyukjae manatap mata itu, Hyukjae seperti terperangkap.

Di mobil, Donghae menyandarkan kepalanya ke kursi kemudi. Salah satu pipinya terasa panas akibat tamparan Hyukjae.

"Kena pukul lagi..." kata Donghae.


0o0-0o0


Sejak kejadian di mobil, baik Hyukjae maupun Donghae benar-benar tak saling sapa. Jika bertemu, mereka akan saling membuang muka. Mereka menghindari sebanyak mungkin momen bertemu langsung. Bagi Hyukjae, Donghae selalu mengambil keuntungan darinya. Bermain-main seperti dirinya adalah objek kesenangan. Sementara Donghae, ia jadi kesal juga pada model manis itu. Siapa yang memulai? Dirinya sudah selama seminggu mengacuhkan Hyukjae sampai pada akhirnya model berambut blonde itu sendiri datang dan mencari gara-gara.

Tapi apa berada dalam satu gedung dan dalam satu lini proyek yang sama selamanya mereka tak berkomunikasi? Tentu saja tidak. Seperti sekarang ini, di mana Hyukjae sedang melakoni syuting perdana untuk musikal hologramnya.

Hyukjae menggigit bibirnya, ia merasa gugup. Dalam beberapa menit ke depan, ia akan melakukan pengambilan gambar untuk musikal hologram yang menjadi bagiannya. Itu artinya ia harus dance di depan banyak kru. Rasa gugupnya semakin bertambah karena ada Siwon di antaranya. Pengusaha muda itu memang ngotot untuk melihat jalannya syuting walau Hyukjae sudah berusaha mati-matian membujuk kekasihnya itu untuk tidak datang. Bujukan Hyukjae tentu tidak berhasil, karena ini pertama kalinya Siwon akan melihat Hyukjae melakukan dance.

Hyukjae akan terlihat imutkah? Maniskah? atau seksi? Siwon sangat ingin tahu.

Di studio yang digunakan untuk syuting itu, keduanya menampakkan sikap yang normal. Tak kan ada yang mengira mereka pacaran. Hanya Joon Hoon saja yang mengerti keadaan dengan baik. Manajer Donghae itu dapat menangkap kode-kode di antara keduanya.

Saat Hyukjae sibuk mendengarkan instruksi kru, Donghae datang dan duduk di sebelah kanan Joon Hoon membuat sang manajer berada di posisi yang tak nyaman. Bagaimana tidak? Choi Siwon duduk di sebelah kirinya. Joon Hoon merasa ia seperti sebuah net, yang apabila dua orang petenis salah menyangsangkan bola atau gagal menebas bola kembali ke arah lawan, maka dia lah sasarannya.

Hyukjae menganggukkan kepala pada kru tanda paham apa yang harus dilakukannya. Model berambut blonde itu lalu menerawangkan mata ke arah tempat duduk Siwon untuk mencari dukungan. Tapi kemudian Hyukjae menjadi malah bertambah gugup saat melihat Donghae duduk terpisah satu kursi dari Siwon.

"Aduuuuh…kenapa ada dia juga sih?" batin Hyukjae.

Hyukjae tidak mau jika nantinya ia membuat kesalahan, anak Lee Sooman tersebut melihatnya.

"Wah, hari ini ada Choi Siwon dan Lee Donghae sekaligus. Demi apa… orang utama di proyek ini datang semua, tidak seperti biasanya," Hyukjae mendengar kru wanita bergunjing.

"Tampan siapa?" tanya seorang kru.

"Choi Siwon! Kalau dia tersenyum padaku, aku akan pingsan," sahut kru lainnya.

"Kalau aku sih, Lee Donghae ssi. Coba kau perhatikan," kata kru yang pertama.

Kru wanita itu berbicara cukup keras di dekat Hyukjae, sehingga ia dapat mendengar dengan baik perkataannya.

"Wajah Donghae ssi sangat manly," jelas kru tersebut.

Hyukjae melihat ke arah Donghae yang sedang mengobrol dengan manajer Joon Hoon dan tanpa sadar ikut memperhatikan.

"Matanya kalau menatap seakan penuh arti. Kau akan melihat cinta di sana. Lalu…bibirnya. Kau tahu? Aku pernah dengar bahwa Donghae ssi adalah seorang pencium yang baik. Dia akan membuatmu melayang, apalagi kalau dia menciummu dengan sangaaat dalam, ahh… itu…" Hyukjae menahan nafasnya. Ia pernah merasakan ciuman tersebut. Ingatannya kembali ke saat mereka berciuman di studio Kim Kibum dan di dalam mobil. Ketika itu, Donghae melumat dan menghisap bibirnya sebelum memainkan lidah dengan lincah di dalam rongga mulutnya. Donghae sangat dominan, tak sedikitpun aktor tampan itu memberi celah dirinya untuk memenangkan percumbuan mereka. Hyukjae juga ingat kalau ia bahkan dibuat mendesah karenanya. Donghae memang seorang pencium yang ba…

Mata Donghae tiba-tiba bertemu dengan milik Hyukjae, membuat model manis itu tak meneruskan kesimpulannya.

Hyukjae langsung memalingkan kepalanya dengan cepat dan pura-pura sibuk dengan sesuatu.

"Aaargh…..apa yang baru saja kulakukaaan!" batin Hyukjae. Ia memukuli sendiri kepalanya dengan pelan.

"Stroberi satu, stroberi dua, monyet satu, monyet dua, monyet tidak makan stroberi tapi pisang!" Hyukjae mencoba mengembalikan konsentrasinya.

"Hyukjae! Ayo bersiap" kata sutradara drama musikal hologram tersebut.

"B-baik," sahut Hyukjae.

Model manis itu langsung mengambil posisi di tempat pengambilan gambar. Semua mata mengarah padanya.

"Haduuuuuh. Kenapa gugup begini?" batin Hyukjae.

Hyukjae melirik Siwon. Pengusaha muda itu tersenyum.

Hyukjae melirik Donghae. Wajah aktor tampan itu datar.

Lantunan musik mulai terdengar, Hyukjae bersiap. Begitu ia mendengar aba-aba dari sutradara, Hyukjae mulai menggerakkan tubuhnya. Hyukjae menghafal semua koreografi dengan baik. Siwon menahan diri untuk tidak terlalu menunjukkan ekspressinya.

Joon Hoon melihat Donghae. Tatapan Donghae masih tetap datar sampai Hyukjae menyelesaikan gerakannya.

"ULANGI!" pekik Donghae.

Hyukjae terkejut. Begitu pun semua orang yang di studio.

Sang sutradara juga berpikir tidak biasanya Donghae ikut campur urusan produksi. Tak punya pilihan lain selain mengikuti ucapan anak Lee Sooman itu, sutradara memberi aba-aba untuk mengulang pengambilan gambar.

Hyukjae mengulangi semuanya dari awal lagi.

"ULANGI!" pekik Donghae untuk kedua kalinya.

Hyukjae yang masih tersengal-sengal kembali terkejut.

Syuting berulang. Hyukjae melakukan koreografi sambil mengingat-ingat di mana letak kesalahannya. Dan ketika ia selesai, Hyukjae kembali mendengar Donghae meneriakkan kata yang sama lagi.

Hyukjae menggigit bibirnya. Ia mulai berpikir Donghae sedang mencari masalah dengannya.

"Apa ini hasil latihanmu selama ini? Berlatih lagi! Kata Donghae. "Joon Hoon hyung, katakan pada Kai jadwalnya maju," imbuh Donghae sebelum beranjak dari tempat duduknya.

Hyukjae mengepalkan tangannya dan berjalan cepat mengikuti Donghae.

Siwon menghela nafas.

"YA!" pekik Hyukjae pada Donghae.

Aktor tampan itu tak mengacuhkan Hyukjae.

"YA!" Hyukjae bersuara lebih keras lagi untuk menarik perhatian Donghae.

Donghae tetap acuh.

Kesal, Hyukjae memotong jalan Donghae dan kini berdiri di hadapan anak petinggi SM itu.

Donghae terpaksa berhenti berjalan. Ia memasukkan tangan di saku celananya.

"2 menit," kata Donghae.

"A-apaa? K-Kau!" Hyukjae kesal sekali. Ia benci gaya Donghae yang arogan seperti ini.

Donghae mengeluarkan satu tangannya dari kantong untuk melihat arlojinya lalu menatap Hyukjae.

Hyukjae mengamati tingkah Donghae dengan amarah yang membuncah.

"Sok sibuk," kecam Hyukjae dalam hati.

"Ck, buang-buang waktu saja" kata Donghae sebelum berlalu dari Hyukjae karena model manis itu tak kunjung bicara.

"YA! Lee Donghae ssi! Aku belum selesai bicara," kata Hyukjae.

Model berambut blonde itu mengecilkan suaranya ketika mereka berpapasan dengan staf dan beberapa artis lainnya.

"Aisssh…" decis Hyukjae sebelum akhirnya ia menarik tangan Donghae dan berhasil menghentikan pergerakan Donghae.

"Aku bilang aku belum selesai bicara. Apa kau sedang cari gara-gara? Di mana letak kesalahanku hah?" kata Hyukjae.

"Kau tidak tahu di mana letak kesalahanmu? Dasar payah!" timpal Donghae.

"Apaa?! K-kau! Dengarnya Lee Donghae ssi. Jika kau punya masalah denganku, katakan saja. Jangan mencari alasan! Aku ingat dengan baik semua koreografiku, sutradara saja tidak mempermasalahkannya. Jika aku melakukan kesalahan, katakan padaku!" serang Hyukjae.

"Mencari alasan katamu?" ujar Donghae.

Keduanya saling tatap menatap dengan tajam. Mereka tak sadar sedang menjadi pusat perhatian beberapa orang yang sedang lewat. Mereka berbisik-bisik.

"Sedang bertengkar ya…"

"Tangannya…kau lihat?"

Keduanya bisa mendengar sekilas ocehan mereka. Mata Donghae beralih ke tangan Hyukjae yang melingkar di lengannya. Pandangan Hyukje mengikuti arah mata Donghae.

Wajah Hyukjae sedikit memerah karena menyadari apa yang menjadi pusat perhatian orang. Tapi Hyukjae tak mau melepaskan tangan Donghae. Aktor tersebut bisa-bisa kabur darinya.

Hyukjae tersenyum manis.

"Katakan padaku, di mana letak kesalahanku," kata Hyukjae dengan suara yang ditekan.

Donghae balas tersenyum manis lalu menyelentik dahi Hyukjae dengan keras, membuat model berambut blonde itu mengaduh dan mengusap-usap keningnya.

"Pergi temui Kibum hyung sana!" kata Donghae sebelum berlalu meninggalkan Hyukjae.

"Dasar menyeBALKAAANN!" pekik Hyukjae dalam hati.

Hyukjae lalu kembali ke studio. Sutradara berkata padanya, pengambilan ulang bagiannya akan dilakukan tiga hari ke depan. Hyukjae menghela nafas, membungkuk dan meminta maaf pada para kru karena telah menyulitkan mereka.

Siwon menghampiri Hyukjae.

"Mau pulang dan makan malam bersamaku," tanya Siwon dengan senyum hangat.

Hyukjae menolak ajakan kekasihnya itu dan meminta maaf. Bagi Hyukjae yang terpenting sekarang ini adalah berlatih dan pergi ke Studio Kim Kibum untuk mengetahui di mana letak kesalahannya. Hyukjae tidak mau membuat susah para kru lagi atau lebih parah ia akan dicap tidak berkualitas jika gagal lagi di syuting mendatang. Setelah memberi salam perpisahan pada Siwon, Hyukjae segara berlalu dengan cepat.

Siwon hanya dapat memandangi punggung Hyukjae.

Di parkiran, Hyukjae menuju Audinya yang berada di paling pojok dan sudut terjauh dari pintu masuk. Ketika itu keadaannya sangat sepi. Hyukjae menghentikan langkahnya ketika ia merasa seperti sedang diawasi. Model manis itu menerawangkan penglihatan ke segala penjuru tempat parkir. Tak ada orang. Tak ada hal yang ganjil.

Hyukjae menggelengkan kepalanya. Mungkin itu hanya perasaannya saja.


0o0-0o0


"Kau terlalu keras padanya," kata Joon Hoon pada Donghae saat mereka sedang berada di ruang manajemen.

"Dua hari ini, aku lihat dia berlatih sangat keras," imbuh Joon Hoon.

Donghae tak bereaksi walau ia tahu betul siapa yang dibicarakan manajernya itu. Donghae terus menatap layar laptop di hadapannya.

Joon Hoon menggelengkan kepala.

"Kau ini," kata Joon Hoon. Ia lalu bangkit dari tempat duduknya.

"Mau ke mana hyung?" tanya Donghae.

"Ke studio. Kenapa?" jawab Joon Hoon.

Donghae mengambil sebuah bungkusan yang ia letakkan di meja lalu dengan wajah datar memberikan bungkusan tersebut pada Joon Hoon.

"Tolong berikan padanya, itu titipan bibi Kim," kata Donghae.

Joon Hoon mengangguk walau ia tidak mengerti kenapa bibi Kim menitipkan sesuatu untuk Hyukjae melalui Donghae bukannya memberi secara langsung.

Di studio…

Hyukjae sedang berlatih koreografi. Kali ini ia memperhatikan betul ekspresinya melalui kaca. Walau awalnya ia sangat kesal pada Donghae karena sikapnya yang menyebalkan beberapa hari lalu, kini Hyukjae bisa mengerti. Hari itu, setelah kegagalan pengambilan gambar pertamanya untuk musikal hologram, Hyukjae mengikuti perkataan Donghae untuk menemui Kibum. Dari Kibumlah Hyukjae paham kekurangannya.

Ia terlalu fokus pada koreografi sampai lupa memperhatikan ekspresi yang juga menjadi faktor penting dalam sebuah penampilan drama musikal. Saat itu Hyukjae berpikir, untung Donghae bukan sekedar mencari masalah dengannya, jika tidak, ia tak kan bersikap manis dan siap memukul aktor tampan itu lagi.

Hyukjae berhenti bergerak ketika menyadari kehadiran Joon Hoon.

Ia mematikan musik, mengambil handuk lalu menyapa sopan manajer Donghae itu.

Joon Hoon tersenyum.

"Kau melakukannya dengan baik," puji Joon Hoon.

Hyukjae tersenyum, "Aku berusaha," timpal Hyukjae.

Joon Hoon mengangguk dan berkata, "Aku bisa lihat itu".

Hyukjae tersenyum manis. Ia merasa canggung berbicara dengan Joon Hoon.

"Aku datang untuk memberikan ini. Ehm, jus stroberi? Kekeke. Dari bibi Kim," kata Joon Hoon.

"Benarkah?" Hyukjae mengambil bungkusan dari tangan Joon Hoon dengan senang.

"Terima kasih, manajer Joon Hoon," kata Hyukjae dengan wajah berseri-seri. Hyukjae selalu menyukai stroberi.

Melihat ekspresi Hyukjae, sejenak Joon Hoon tertegun. Salah satu manajer terbaik SM itu kini mengerti mengapa Hyukjae bisa membuat pria jatuh hati padanya.

Hyukjae sangat manis.

Setelah berbasa basi sebentar, Joon Hoon menyuruh Hyukjae untuk melanjutkan latihannya karena ia harus menemui seseorang.

Di koridor, Joon Hoon menyapa beberapa trainee dan memberi mereka semangat. Saat melewati studio di mana f(x) berlatih, Joon Hoon melihat bibi Kim dan menyapa wanita paruh baya itu.

"Aku baru saja mengantarkan makanan rendah lemak untuk Victoria. Kau tahu? Berdiet…" jelas bibi Kim.

Joon Hoon tertawa.

"Ah iya bibi Kim, aku juga sudah memberikan titipanmu pada Hyukjae," kata Joon Hoon.

"Eh?" Ada raut kebingungan di wajah bibi Kim.

"Aku tidak menitipkan apa pun untuk Hyukjae," kata bibi Kim. "Apa kau salah orang?" imbuhnya.

Kali ini Joon Hoon yang memasang tampang bingung. Tapi Joon Hoon adalah manajer yang cerdas, otaknya bekerja dengan cepat.

"Bibi benar, mungkin aku terlalu banyak pikiran," kata Joon Hoon sambil mengurut lehernya.

Bibi Kim tertawa dan memberi saran Joon Hoon untuk beristirahat walau sejenak. Joon Hoon mengangguk. Kemudian sebelum bibi Kim berjalan menjauh, Joon Hoon bertanya pada penyewa salah satu stan makanan dan minuman di gedung SM itu.

"Apa Donghae ssi membeli jus stroberi dari bibi?" tanya Joon Hoon.

"Donghae ssi? Iya. Tadi ia datang dan membeli 3 jus stroberi. Kekeke. Tak kusangka, Donghae ssi jadi suka stroberi juga karena Hyukjae. Ah, mereka sangat menggemaskan," kata bibi Kim sambil menepuk dada Joon Hoon dengan genit.

Joon Hoon memegangi dadanya dan tertawa pelan.


0o0-0o0


Hari di mana Hyukjae melaksanakan syuting kedua untuk musikal hologram, Hyukjae terlihat lebih percaya diri. Heechul juga mengatakan bahwa ia sama sekali tidak nampak gugup seperti saat pertama kali. Hyukjae menyapa kru dan mengatakan akan melakukan yang terbaik.

Hyukjae bersiap. Ia melihat ke arah Siwon dan kekasihnya itu memberinya senyuman. Hyukjae melihat Donghae, aktor tampan itu melipat tangan di depan dada. Hyukjae mengepalkan tangan.

"Akan kubuktikan padamu, Lee Donghae ssi!" batin Hyukjae.

Hyukjae melihat manajer Joon Hoon yang berada di tengah-tengah Siwon dan Donghae seperti sebelumnya. Joon Hoon mengangkat kedua tangan dengan jari-jari yang terkepal ke udara, "fighting", kata sang manajer. Hyukjae mengangguk.

Model berambut blonde itu lalu mulai menggerakkan tubuhnya setelah mendengar aba-aba dari sutradara. Koreografi yang sudah dihafalnya itu ia kombinasikan benar dengan ekspresi wajah. Semua orang bisa melihat perbedaan di pengambilan gambar Hyukjae kali ini.

Siwon menoleh ke arah Donghae dan memperhatikan aktor tampan itu. Mata Donghae terfokus pada Hyukjae. Siwon bersumpah jika saja kali ini Donghae masih mencari masalah dengan HyukjaeNYA, ia akan bicara dengan anak Lee Sooman tersebut.

Namun hingga Hyukjae menyelesaikan semua pengambilan gambarnya, Donghae sama sekali tak mengeluarkan sepatah kata pun. Bahkan saat sutradara menengok ke arahnya, Donghae hanya mengangguk. Hyukjae merasa lega. Senyuman merekah dari bibirnya.

Donghae kemudian meninggalkan studio diikuti oleh Joon Hoon. Di luar studio, sang manajer melihat Donghae membuka dua kancing teratas kemejanya lalu mengebit-ngebitkan kemejanya itu seperti sedang kegerahan. Joon Hoon tidak yakin apa orang lain menangkap beberapa hal saat pengambilan gambar Hyukjae berlangsung. Tapi ia sendiri bisa melihat semuanya dengan jelas, seperti misalnya kontak mata yang terjadi di antara Donghae dan Hyukjae saat model manis itu bergerak dengan koreografi yang seksi.

Joon Hoon akui, ekspresi juga gerakan Hyukjae saat itu…lebih sensual.

Di sisi lain, Hyukjae yang sibuk mengobrol dengan sutradara sambil melihat hasil syutingnya tak melihat Heechul menumpahkan minuman ke arah Siwon.

"Ah maaf. Maafkan aku," kata Heechul pada Siwon dengan wajah bersalah. Tangan Heechul sibuk menekankan sapu tangan ke dada Siwon, tempat air membasahi kemeja pengusaha muda itu.

"Tidak apa," kata Siwon ramah.

Heechul menggigit bibirnya lalu tersenyum menggoda.


0o0-0o0


Suatu hari, di saat cuaca bagus, Donghae menghadiri reuni senior di Pulau Jeju. Sebenarnya acara tersebut diadakan ayahnya untuk temu kangen dengan personel Shinhwa yang pernah populer dieranya. Donghae cukup dekat dengan semua member. Hal itu karena sedari kecil, ia sudah wara wiri di agensi sehingga siapa yang tak mengenalnya.

Reuni itu diadakan di salah satu hotel terbaik dan termahal di pulau tersebut. Mereka yang diundang dan menghadiri acara tersebut tidak banyak, hanya orang-orang tertentu saja. Saat obrolan di antara undangan mulai serius untuk membicarakan comeback Shinhwa, Donghae memilih untuk sedikit menjauh. Ia mengambil gelas minuman dan berjalan ke arah balkon.

Donghae menikmati suasana malam Jeju. Walau ibunya memiliki rumah di pulau tersebut, Donghae jarang sekali bisa datang dan bersantai. Jadwalnya cukup padat.

"Udara di Jeju sangat segar," kata Donghae pada dirinya sendiri sambil menghirup udara dalam-dalam.

Donghae berharap ia bisa menikmati suasana di Jeju ini lebih lama untuk mendapat ketenangan.

Ah~ tapi betapa nasib tak ingin berkompromi dengan keinginan Donghae.

Saat ini dari balkon ia bisa menangkap sosok Siwon dan Hyukjae yang sedang berjalan bersama di taman. Tangan Siwon ada di pinggang Hyukjae sementara keduanya tertawa-tawa dengan riang, entah hal apa yang lucu.

"ck," decis Donghae. Ia mengalihkan pandangan tak ingin melihat keduanya. Tetapi kemudian, ekspresi Hyukjae menarik perhatiannya.

Donghae melihat Hyukjae tertawa dengan lepas, wajahnya penuh kegembiraan. Model manis itu juga terlihat nyaman dalam rangkulan tangan Siwon. Saat Siwon membisikkan sesuatu ke telingan Hyukjae, pemilik rambut blonde itu mendorong tubuh Siwon membuat pengusaha muda itu tertawa menyeringai. Siwon mengacak-ngacak rambut Hyukjae dengan sayang. Hyukjae tersenyum lalu memeluk Siwon.

"Kita bisa melihat bintang-bintang dari sini ya, jelas sekali," Donghae mendengar suara manajer Joon Hoon di sebelahnya. Ia tak tahu sejak kapan manajernya itu berdiri di sana.

Donghae mengalihkan pandangannya ke langit gelap yang ditaburi bintang. Keduanya terdiam, bergulat dengan pikiran mereka masing-masing sampai akhirnya Joon Hoon menoleh ke arah Donghae dan memanggil nama anak Lee Sooman tersebut.

"Donghae…" panggil Joon Hoon.

Donghae melihat sang manajer dan tersenyum.

"Ayo masuk hyung," kata Donghae.

Joon Hoon menghela nafas.


"Kau menyukai suasananya?" tanya Siwon pada Hyukjae. Model manis itu mengangguk. Ia senang bisa menghabiskan waktu bersama Siwon.

Keduanya kini sedang di luar hotel, menikmati makanan di sebuah restoran terkenal di pulau Jeju.

"Setelah ini, kau mau ke mana?" tanya Siwon.

Hyukjae menjawab ia ingin jalan-jalan sebentar menikmati pedestrian Jeju yang dekat pantai. Siwon mengiyakan keinginan Hyukjae. Kenapa tidak? Waktu kebersamaan mereka sangat berharga. Sesampainya mereka di sana, Hyukjae terlihat sangat senang. Senyum di bibir Hyukjae semakin merekah. Hyukjae mengambil foto-foto malam yang keren dari ponselnya. Siwon hanya tersenyum-senyum saja melihat tingkah Hyukjae. Mereka juga mengambil foto selfie bersama. Hasil foto mereka juga sangat manis, di mana Siwon mencium pipi Hyukjae saat gambar terambil.

"Bagaimana kalau ada yang lihat?" protes Hyukjae.

Siwon menarik tubuh mungil Hyukjae ke arahnya dan memeluk pinggang model berambut blonde itu.

"Ini sudah malam Hyuk, tidak ada yang akan melihat. Ini sepi sekali," kata Siwon sambil mencuri ciuman dari bibir Hyukjae.

Hyukjae memukul Siwon dan tertawa kecil.

"Kalau ada yang melihat, kau harus bertanggung jawab, Tuan Choi," kata Hyukjae.

Siwon tertawa, "Kalau kau hamil pun, aku akan bertanggung jawab," timpal Siwon.

"Ya! Itu tidak lucu," sahut Hyukjae.

Siwon tertawa lagi lalu mencium Hyukjae. Kali ini lebih lama dan dalam.

Keduanya tak menyadari, Yesung saat ini sedang menatap layar kameranya dengan berjuta tanya.


0o0-0o0


tbc

a/n.

(1). Ehehehe. Maafkan membuat kalian menunggu lama ^^. Sebenarnya tidak ada rencana untuk update Rumor di bulan puasa tapi teror dan ancaman datang beruntun. Thor update ini untuk menyelamatkan diri dari begal. Ahh~~Pernyataan-pernyataan cinta yang mengerikan!

(2). Salam kenal dan selamat bergabung dengan Rumor: Haehyukkiee, HHSminah, Zarayumeko, depi rizqhadiechipie, Haehyukpolarise, Ahn Ji Hyun, iciici137, ulpaawilliam katto, dewinyonyakang, saeko hichoru, ryeosung09, musriaya, dikyu03, xiuxian13, Izca RizcassieYJ, Haehyuk8Region, Mei Hyun 15, chochoi, haehyuklover, nemonkey, princess cho, narnaELF, PCY'sBabyGirl, Yohanna Elfishy752, Xiao Yueliang, HyoriHae, Phocut, Muna PolarisELF, swagestfemale, dan guests. (Mungkin ada ID yang udah pernah disebut, Thor mulai pikun)

(3). Aigoooo. Betapa senangnya Thor melihat para pembaca yang selalu setia dan rajinnya bukan main menuliskan review. Mana panjang-panjang pula. Jempol UP! Untuk kalian. Saranghae!

(4). AHAHAHAHAHAHAHA. Tebakan untuk mantannya Hyukjae seru. Emang sih 2PM atletis semua badannya. Tapi ada kode lainnya kan...

(5). Ya ampun HaeNann, banyak sekali mantannya? Dasar maruk. Kkkkk

(6). narnaELF, Harumi Kazue , lebaran sepertinya emang masih tarik ulur kayak ingus si haehyuknya. Hahaha. Tapi perasaan Thor sih udah ngasih banyak kode.

(7). Ihiiiiiiiyyyy, 143 is 137 kangen sama Thor! Asik asik... Mizukhy yank eny, kusebut namamu sayang…

(8). Saeko Hichoru, Ahh~ kamu membuat thor melayang-layang di udara. Selamat bergabung di dunia Haehyuk baby! depi rizqhadiechipie, pesanan haehyuk HOT-nya tercatat^^ . HHSminah, doamu itu loh, LOL LOL. Dengan ini jangan mampus dulu ya….kekeke. Rinhyuk, Thor sayang kamu juga. Ehehe.

(9). choikim1310, Minho SHINee forever seme kok bagi Thor. Lihat Minho jadi cewek aja (itu tu yang berempat bareng changmin, suho dan kyuhyun) perut langsung mules setengah mati

(10). Oh, halo Ren… *wink. YEAAAHHH! long life the HaeHyuk, margritFlow.

(11). Sampai chapter ini, Wonhyuk terus disumpahin putus! Ya ampuuun…benar2 tidak direstui kalian. cassiemperor aja sampai ngamuk, beuuuhh.

(12). kartikawaii, walau haehyuk tetap mesra, 100% entertainment D&E bikin galau juga yak. T_T.

(13). isroie106, jangan begal thooooooooooor! Cium 25jewels, cium HAEHYUK IS REAL, cium kakimulusheenim, cium ryesung dan BekiCoy0411 ( Yesung! Yesung! Yesuuuung!), rrrrrrr… mutilasi Kage Mizukiii. Haehyuk546, chapter 10 ini juga kayak ujian T_T.

ps: HHS bertahan! Drama masih panjang ^^a.