I Do Not Own Fairy Tail Except This Story


Pada malam hari di sebuah desa, terdengar suara lolongan serigala di seluruh wilayah Magnolia. Tidak hanya serigala, seluruh hewan pun ikut. Mereka seakan-akan mengadakan sebuah ritual. Bulan purnama yang awalnya berwarna putih bersih,tiba-tiba berubah menjadi merah darah.

Di sebuah tempat di desa tersebut. Seorang pria berusia sekitar separuh baya sedang berjalan sempoyongan. "Heee~ Kepalaku sakit. Hahahaha. Apakah aku sudah mabuk sekali,ya~."Kata pria mabuk tersebut sambil terus berjalan.

Tiba-tiba pria mabuk tersebut menabrak seorang berjubah hitam. "Hei!Hati-hati kalau jalan!Punya mata, gak?!"Bentak pria mabuk tersebut,memarahi orang berjubah hitam tersebut. Lalu tanpa sengaja,laki-laki tersebut melihat wajah orang itu. Seorang wanita cantik dengan rambut hitam. "Wah~Kau cantik juga~. Mau menemaniku,manis~?" Kata pria tersebut dengan senyum mesumnya.

Wanita tersebut tersenyum dingin. "Baiklah,tapi sebelumnya…Aku lapar."Kata wanita tersebut masih dengan senyumnya. "Kaau lapar?. Bilang saja padaku apa yang kau mau nanti kuberikan!" Kata pria mabuk tersebut sambil merangkul gadis tersebut.

Wanita tersebut melepas rangkulan tersebut. "Terima kasih…Kalau begitu…" Tiba-tiba wanita itu menundukkan kepalanya, membuat pria tersebut kebingungan. Lalu wanita tersebut mengangkat kepalanya lagi,matanya berubah menjadi merah darah. " Aku Ingin Darahmu." Wanita itu langsung mengigit leher pria tersebut.

"Ah~ Jahat sekali,membunuh pria yang menyukaimu." Kata seorang laki-laki dari atas atap. Rambutnya berwarna kuning. Gadis yang sudah mengisi perutnya dengan darah, menatap laki-laki tersebut sambil tersenyum dingin. "Bukankah laki-laki ini bilang kalau ia memberikan apa saja padaku. Lagipula aku tidak membunuhnya." Balas gadis tersebut.

Laki-laki tersebut tertawa. "Lo memang tidak bisa diajak bercanda,Rosemary."Kata laki-laki sambil melompat dari atap yang tingginya sekitar 5 meter. Dengan gampang,laki-laki ini mendarat dengan mulus. "Sudah berapa kali kubilang,jangan pakai bahasa itu ketika berbicara denganku." Kata wanita yang diketahui bernama Rosemary. "Cih,menyusahkan saja."Keluh laki-laki tersebut .

"Ayo kita mulai."Kata Rosemary. Sementara laki-laki tersebut hanya tersenyum licik.

Sementara itu di Magnolia,seorang gadis kecil sedang berlari menyusuri jalanan yang gelap tersebut. Dari belakang gadis tersebut,seorang prajurit mengejarnya. "Sial,mereka gak pernah jera."Kata gadis itu sambil terus berlari. Lalu ia melihat sebuah jendela terbuka di lantai 2 sebuah rumah. Melihat ada kesempatan tersebut,gadis itu langsung melompat ke atap sebuah rumah lalu berlari menuju jendela tersebut. Dengan kecepatan angin,ia berhasil masuk ke tempat tersebut.

Awalnya ,ia mengira kalau ada seseorang yang tanpa sengaja membiarkan jendela itu terbuka,tetapi ia salah. Seorang gadis berambut pirang yang sudah pasti diketahui sebagai pemilik kamar tersebut dan sudah diketahui bernama Lucy sedang menatap kearah gadis tersebut. "Kau siapa?"Tanya Lucy. Gadis itu melihat ruangan tersebut,ia melihat beberapa kertas berserakan di atas sebuah meja. 'Apakah ia seorang penulis?' Pikir gadis tersebut.

"Hei!Aku Tanya sekali lagi. Siapa kau?"Tanya Lucy dengan kesal. 'Sebelumnya,aku ha- Tiba-tiba terdengar bunyi ketukan pintu. Lucy lalu keluar untuk membukakan pintu tersebut,meninggalkan gadis kecil.

Lucy membukakan pintu. Terlihat seorang prajurit dari Council berada di depan pintunya. Lucy langsung terkejut melihat kedatangan prajurit tersebut. 'Gawat,apa mereka akan menangkapku?' Batin Lucy. Tetapi untungnya prajurit tersebut tidak menangkap Lucy,melainkan ia menanyakan seorang gadis kecil berambut putih. Lucy langsung teringat dengan gadis kecil yang tiba-tiba masuk ke kamarnya.

"Y- Tiba-tiba mata Lucy berubah menjadi hijau. "Maaf,aku tidak melihat nya." Jawab Lucy tersebut. Setelah prajurit tersebut mengucapkan terima kasih,Lucy langsung menutu pintunya. Setelah menutup pintu,ia tidak menyadari apa yang dilakukannya.

Ia mulai curiga dan kembali ke kamarnya. Terlihat gadis kecil tersebut sedang membaca-baca sebuah tulisan di kertasnya. Menyadari kalau sang pemilik sudah datang,gadis itu langsung menaruh kembali kertas tersebut. "Sebenarnya,siapa kau?"Tanya Lucy lagi. Sudah tiga kali,Lucy bertanya. "Hari sudah malam,sebaiknya kau harus tidur."Kata gadis tersebut. Lalu gadis tersebut langsung mengucapkan beberapa kata. Lalu Lucy tertidur dalam hitungan detik. "tto mannayo" Kata gadis tersebut lalu pergi lewat jendela lagi.

Pada pagi harinya,di guild Fairy Tail. Semua anggota Fairy Tail dikejutkan dengan adanya sebuah berita dimana sebuah desa hancur karena dragon slayer. Natsu yang juga melihat berita ini kesal. Ia ingin sekali memukul siapa saja yang membuat namanya hancur. Happy berusaha menenangkan Natsu. Claus hanya terdiam menyaksikan kegaduhan tersebut.

Lalu tiba-tiba Lucy muncul. "Teman-teman!Aku tahu cara menangkap Dominic!"Teriak Lucy dengan senyum lebar. Lalu seluruh anggota Fairy Tail mendekati Lucy untuk mendengar cara untuk menangkap Dominic. "Jadi, bagaimana menangkapnya?"Tanya Erza. "Pertama,kita harus menunggu Dominic di desa berikutnya- "Desa berikutnya?Kita saja tidak tahu dimana tempat selanjutnya."Kata Natsu menyela perkataan Lucy. "Maka itu dengarkan dulu!"Bentak Lucy.

Lucy mengeluarkan sebuah kertas kosong. "Buat apa kertas ini?"Tanya Gray. "Sebentar…Natsu, kau coba bakar kertas ini."Perintah Lucy. "Untuk apa?"Tanya Natsu. "Sudah lakukan!"Bentak Lucy. Tidak ingin memperpanjang masalah,Natsu mengikuti perkataan Lucy.

Saat kertas itu terbakar,muncul sebuah kalimat melayang di udara. Semua terperangah melihatnya. Kalimat tersebut menunjukkan nama desa selanjutnya. "Bagaimana kau menemukannya?"Tanya Levy. "Aku tak tahu,saat aku bangun. Terdapat kalimat sihir ini di salah satu kertas tempat kerjaku."Jawab Lucy. "Tapi,apa ini bisa dipercaya?"Tanya Claus. "Aku tak tahu. Tidak ada salahnya mencoba,bukan?"Kata Lucy sambil tersenyum. "Baiklah,kita harus bergerak cepat."Kata Erza.

Tanpa banyak bicara, pergi menuju desa yang dimaksud. Sebelum berangkat,mereka menentukan siapa saja yang ikut. Yang ikut adalah Natsu,Gray,Erza,Lucy,Claus,Wendy,Carla,Happy,Warre n,Juvia,Angela,Tiger Lily dan Gajeel. Sebelumnya,Claus sempat khawatir dengan mengajak Angela tetapi Lucy bilang kalau Angela bisa menyembuhkan luka-luka dan lagi Angela setuju untuk ikut. Akhirnya,Claus setuju untuk mengajak Angela.

Desa tersebut sangat jauh dari desa yang sebelumnya. Dalam perjalanan,semua pada mempertanyakan kebenarannya. Tetapi kita takkan tahu apa yang terjadi kedepannya. Mereka hanya percaya pada kata-kata Lucy saja.

Setelah mereka sampai di desa yang dimaksud. Sebelumnya,para warga resah melihat Natsu,tetapi mereka berhasil diyakinkan oleh Erza. Setelah mendapat persetujuan,mereka segera memulai strategi mereka. Claus dan Erza memberi petunjuk kepada semuanya, letak-letak mereka.

Pada sore hari,semuanya segera bergerak ke tempat mereka masing-masing.

"Kyaaa!Juvia bersama dengan Gray-sama!Tenang saja Gray-sama,Juvia akan melindungi Gray-sama dari dragon slayer itu!"Kata Juvia kepada Gray. "Ba-baiklah…"Jawab Gray sambil sweatdrop. Sepertinya yang terlihat,Juvia ditempatkan di tempat yang tidak jauh dari Gray. Entah itu keberuntungan atau kesialan bagi Gray.

"Aku agak khawatir."Kata Angela pada dirinya sendiri. "Tenang saja Angela,aku ada di sampingmu!"Kata Lucy menyemangati Angela.

"Hei!Nanti kalau Dragon Slayer itu datang!Aku lah yang akan menghajarnya!"Kata Natsu. "Tidak bisa!Aku yang harus menghajarnya"Bantah Gajeel. "Belum saja dia datang, sudah berantem duluan."Kata Tiger Lily sambil sweatdrop.

"Ah!Bagaimana ini?Aku deg-deg an."Kata Wendy panik sambil berjalan mondar-mandir. "Wendy,tenangkan dirimu."Kata Carla menenangkan Wendy yang daritadi panik. Berkat Carla, Wendy sudah mulai agak tenangan. "Huh!Apa sih yang dipikirkan mereka?!Mereka bahkan manaruhku bersama dengan mahluk gak jelas ini!"Omel Carla sambil menunjuk ke arah Happy. "Aye!"Kata Happy sambil mengangkat satu tangannya.

Hari sudah mulai malam,belum ada tanda-tanda kemunculan Dragon Slayer. Mereka sudah mulai mengantuk. "Hei!Nanti kalau dragon slayernya udah datang,bangunin."Kata Natsu lalu segera tertidur. "Kau kira,kau doang yang mau tidur. Aku juga!"Kata Gajeel lalu tidur. "Dasar payah…"Kata Tiger Lily sambil geleng-geleng kepala.

Sementara di tempat Juvia dan Gray. Gray sudah tertidur,sementara Juvia daritadi melihat wajah tidur Gray. 'Kyaaa!Gray-sama waktu tidur keren banget!'Batinnya.

Di tempat Claus dan Erza,mereka masih belum ngantuk. Claus memang sudah mulai agak ngantuk tetapi ia menahannya. Akhirnya,Erza menyuruh Claus untuk tidur sebentar. Jika ada musuh,Erza akan membangunkannya. Claus akhirnya tertidur. "Hei,apakah aku boleh tidur juga?"Tanya Warren ke Erza. "Tidak."Jawab Erza singkat.

Akhirnya tengah malam tiba,Erza segera terbangun lalu membangunkan Claus. Claus sempat mengamuk. Tetapi Erza mengingatkan tujuan utama. Claus gagal mengamuk. Erza merasakan ada hal yang tidak beres. Lalu ia keluar dari persembuyiannya. Claus menjaga Erza dari belakang. Tiba-tiba terdengar suara teriakan minta tolong dan muncul api,api tersebut berada di dekat tempat Natsu,Gajeel dan Tiger Lily.

Erza lalu berlari ke sana unutk mengecek keadaan Natsu. Ia menyuruh Claus untuk tetap di tempatnya. Warren segera memperingati yang lainnya dengan kemampuan telepatinya. Semua sudah mulai terbangun berkat Warren.

Erza segera mendekati tempat yang diserang Dragon Slayer tersebut. Terdengar suara tertawa dari atap pusat kota. Sudah dipastikan musuh berada di sana. Sebelum mendekati musuh,Erza berlari ke arah Natsu,Gajeel dan Tiger Lily. Saat sampai disana,Erza melihat Natsu,Gajeel dan Tiger Lily sedang enak-enakan tertidur. Langsung saja,Erza memukul satu persatu. Akibatnya,mereka terbangun.

Mendengar Dominic sudah mulai beraksi,Natsu segera berlari ke arah atap pusat kota. Gray dan Juvia masih masih dalam perjalanan menuju kemari. Sementara Wendy,Carla dan Happy sudah berada di tempat. Beruntungnya,sebelumnya para warga sudah dievakuasi jadi tidak ada korban jiwa.

Natsu berlari mendekati Dominic,tanpa disadari olehnya. "Fire Dragon's Iron Fist!" Kata Natsu. Dominic tidak menyadari serangan mendadak tersebebut. Pukulan Natsu mengenai wajah Dominic. Dominic terpental mengenai sebuah tembok rumah. "Uahk!"Rintih Dominic menahan sakit. Lalu Natsu segera mendekati Dominic. "Fire Dragon's Roar!"Teriak Natsu lalu menyemburkan api ke arah Dominic. "Ice Dragon's Roar!" Teriak Dominic. Tentu saja api Natsu kalah,lalu serangan Dominic mengenai Natsu. Natsu terpental mengenai tembok.

Dominic mendekati Natsu."Heh. Serangan mendadak. Tak disangka di sini ada Dragon Slayer."Kata Dominic sambil tersenyum licik.


Behind The Scene # 1

Orang mabuk : Wah~Kau cantik juga~. Mau menemaniku,manis~?

Rosemary : Baiklah..-

Theo : Ciee~Rosemary. Pacarnya mau dibawa kemana,tuh?

Rosemary : Diem lo! Pacar gw mau gw bawa ke rumah bawa,kek. Bawa ke sekolah,kek. Gak penting.

Dominic : Wih!Bawa ke rumah. Ngapain tuh? (senyum mesum)

Gray : Waduh,otaknya udah mulai gak bener nih.

Theo : Emang tau maksudnya?

Gray : Tau dong.

Dominic : Gray ,nih. Ternyata.

Kru : Woi! Kapan ngelanjutinnya.

Gray : Sorry,pak.

Behind The Scene #2

Dominic : Lo memang tak bisa diajak bercanda,Rosemary. (Lompat dari atap.)

JDUG

Dominic gagal mendarat,mengakibatkan wajah duluan. Beruntung tidak luka parah.

Rosemary : (tertawa) Baru kali ini liat naga makan tanah.

Dominic : (Bangun) Iya,kan reader pasti udah bosen tuh liat naga makan daging. Nah,makanya sekarang naga makan tanah.

Natsu : Enak gak tanahnya?

Dominic : Mantab bro! (mengacungkan jempol)

Theo : Dominic,Dominic...Mendarat aja kaga bisa. (geleng-geleng kepala)

Dominic : Dah diem deh,yang gak kedapetan skenario.

Theo : Sialan.

Behind The Scene #3

Lucy : Teman-teman! Aku tahu cara mena- (terpeleset jatuh)

Natsu : Udah teriak,lari, Pake acara jatuh lagi.

Lucy : Woi!Bantuin diri,kek!

Angela : (Bantuin Lucy berdiri)

Lucy : Makasih Angela.

Angela : Ya.

Lucy : Coba Natsu kayak Angela,baik.

Clarissa : Luc,lo mau Natsu pake baju cewek trus rambutnya panjang,ya?

Lucy : Ya, bukan! Contoh sikapnya,gitu!

Happy : Eh,kalau Natsu kayak begitu...( membayangkan)... Hoekk!

Gray : (ketawa) Haduh,jadi gak jelas.

Behind The Scene #4

Erza : (Berlari ke arah Natsu,Gajeel dan Tiger Lily)

Natsu,Gajeel dan Tiger Lily : (Tidur) Groook!

Erza : (Kesal) Woi bangun semua! (Mukul mereka bertiga)

Claus : Za,udah jangan dipukulin terus.

Erza : Mereka harus dipukulin biar bangun!

Claus : Ya,tapi kalau lo yang mukul...Mereka malah gak bakal bangun.

Natsu,Gajeel dan Tiger Lily : (Babak belur)

Syuting dihentikan,menunggu Natsu Gajeel dan Tiger Lily sembuh. Setelah sembuh,Erza diingatkan untuk memukulnya dengan pelan.