My Glassy Boy

.

.

.

.

.

Disclaimer : Mereka semua Tuhan yang punya

Cast : Dbsk, Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Choi Siwon dkk

Pairing : YunJae as always

Genre : YAOI, School Life, Romance, Drama, Humor? Typos bertebaran

Rate : M-

.

.

.

.

.

.

Hubungan mereka, maksudnya Yunho dan Jaejoong semakin akrab walaupun Jaejoong masih sedikit kecewa karena Yunho belum mengucapkan kata yang Jaejoong tunggu tapi tidak apa. Karena bagi Jaejoong, berada disamping Yunho merupakan hal paling indah untuknya. Apa lagi kemarin mereka sudah merayakan hari jadi mereka yang sudah mencapai satu bulan. Suatu hal yang sangat membanggakan untuk Jaejoong.

Saat ini, mereka sedang berjalan kembali ke kelas setelah menghabiskan bekal makan siang mereka. Dengan erat Jaejoong menggenggam tangan Yunho. Dan para siswa sana sudah mulai terbiasa melihat acara lovey dovey yang dilakukan oleh keduanya. Bahkan beberapa mereka menyukai bagaimana agresifnya Jaejoong jika sudah menyangkut tentang Yunho.

" Aww..."

Jaejoong berhenti ketika seseorang menabraknya dan jatuh. Jaejoong langsung menolong yeoja yang tadi terjatuh karena menabraknya, sedangkan Jaejoong tadi tidak terjatuh karena Yunho menahan tubuhnya.

" Gwaenchana?" Tanya Jaejoong pada yeoja tersebut

" Ah, ne. Gwaenchana" Yeoja itu berdiri dibantu oleh Jaejoong " Mianhae... Aku tadi menabrakmu. Aku sedang melihat - lihat karena aku siswi baru"

" Ah, gwaenchana. Aku juga tadi tidak melihat kedepan tadi"

" Hehehe... Kita sama - sama salah ng..."

" Jaejoong. Namaku Kim Jaejoong"

" Oh! Annyeong. Kwon Boa imnida" Yeoja bernama Boa itu menunduk kemudian mengalihkan pandangannya kearah samping dan berhenti pada namja yang juga tengah menatapnya, sepertinya namja itu tengah mengingat sesuatu

" Yunho?"

Jaejoong menaikkan satu alisnya saat yeoja mungil itu memanggil nama kekasihnya. Dia lantas melirik kearah Yunho yang juga tengah menatap yeoja itu.

" Boa!"

Greeppp

Jaejoong membulatkan matanya, dia melihat Boa segera berjalan ke samping dan memeluk Yunhonya! Ohmygodsun!

" Apa kabar?!" Tanya Boa dengan antusias

" Baik..."

" Eoh?! Hey! Kau tidak lupa janjimu kan?"

" Mwo?"

" Kalau kita bertemu lagi kau akan apa?"

" Hahahahaha, tentu aku ingat!"

Cup

What the...

Teman - teman yang lain melihat Yunho dengan mata melebar, apa lagi Jaejoong. Dia tidak menyangka yeoja itu akan bersikap seperti itu pada YUNHONYA! MILIKNYA! PROPERTINYA! Jaejoong membatu saat Yunho sekali lagi menuruti permintaan yeoja yang ada di depannya.

Yunho

Mencium

Kening

Yeoja

Itu

.

.

.

.

~ Chapter 10 ~

.

.

.

.

.

.

Jaejoong memandang tajam yeoja yang ada dihadapannya. Apa - apaan yeoja itu? Baru datang langsung menyerang Yunie-NYA?!

" Yunie!" Pekik Jaejoong kesal

Yunho melepaskan kedua tangannya yang tadi memegang kedua bahu yeoja yang bernama Boa itu dan menoleh kearah Jaejoong.

" Kenapa Yunie menciumnya?"

Oh

My

God

Aura hitam mulai mengelilingi sekitar Jaejoong, semua bisa merasakannya hanya Yunho yang polos mendekati idiot itu saja yang tidak bisa merasakan aura gelap yang Jaejoong keluarkan. Changmin sudah mengajak mundur kedua namja uke disampingnya sedangkan Siwon dengan senang hati mengikuti langkah Changmin.

" Yunie? Maksudmu Yunho? Ah... Siapa dia Yun?" Boa malah ikut bertanya dengan tangan bergelayut pada lengan Yunho

" Kenalkan Boa, dia Joongie kekasihku" Ucap Yunho kemudian tersenyum lebar

" M-mwo?!" Boa membulatkan matanya dan memandang Jaejoong

" Wae? Joongie itu kekasih Yunie! Dan lepaskan tanganmu dari dari namjachingu Joongie!" Ucap Jaejoong kemudian menghempaskan tangan Boa dari lengan Yunho

" Ya! Kau kasar sekali!" Pekik Boa tidak terima

" Makanya kalau tidak ingin kukasari jangan sentuh milikku seenakmu!" Ucap Jaejoong kemudian tersenyum meremehkan

Dia kemudian memeluk lengan Yunho yang masih belum bisa memproses kejadian didepannya.

" Joongie, kenapa mendorong Boa seperti tadi?" Tanya Yunho

" Itu karena Joongie tidak mau Yunie disentuh oleh orang lain!" Jawab Jaejoong lantang

Changmin menghela nafas, yeoja bernama Boa itu sepertinya memiliki aura yang membuat Changmin langsung waspada. Dia hanya takut nantinya sang hyung tersakiti oleh kedua orang yang ada di depannya ini.

" Noona ya... Sebentar lagi bel masuk berbunyi. ayo ke kelas" Ucap Changmin

" Eh? Ne"

Jaejoong akhirnya menarik Yunho dari yeoja yang tadi mengganggunya itu. Sebelumnya Yunho juga pamit pada Boa walaupun dengan terpatah - patah karena Jaejoong terus menarik tangannya.

" Siapa dia Yunie!" Tanya Jaejoong ketika dikelas, ternyata sang guru Fisika tidak masuk untuk mengajar

" Nugu?"

" Itu! Yeoja tadi!"

" Boa maksudnya?" Tanya Yunho

" Ne!"

" Dia adalah teman dipanti asuhan... Saat usianya sepuluh tahun, dia diadopsi dan dibawa keluar negeri"

" Oh, lalu kenapa Yunie mencium keningnya dengan menggunakan bibir Yunie yang selalu Joongie cium itu?" Tanya Jaejoong dengan frontal

" Itu..." Yunho menggaruk tengkuknya yang tidak gatal " Perjanjian sebelum Boa pergi dari panti"

" Jangan lakukan itu lagi arra!?"

" W-wae?"

" Karena... Joongie cemburu! Tahu cemburu? Rasanya dada Joongie seperti terbakar saat orang lain menyentuh Yunie bahkan Yunie mencium yeoja itu"

" E-eh?"

" Jo-joongie merasakan sakit... Disini..." Lirih Jaejoong sembari menunjuk dada kirinya menggunakan jari telunjuknya sedangkan dia sendiri sudah menundukkan kepalanya

" Mi-mianhae.. Aku tidak akan mengulanginya lagi" Ucap Yunho dengan hati lega menepuk - nepuk kepala Jaejoong dan berakhir dengan elusan

BLUSH

Wajah Jaejoong memerah mendengar apa yang dikatakan Yunho namun dia juga belum sanggup memandang mata Yunho jadi dia memutuskan untuk menunduk saja kali ini.

" Aigo... Aku bahkan tidak usah melihat televisi untuk melihat drama" Ucap Sunny yang melihat kejadian dikelasnya

" Ne, lihat bagaimana posesifnya Joongie pada Yunho ckckck" Sooyoung ikut menimpali

" Beruntung sekali Yunho itu" Ucap Tao

" Ne..."

Pulang sekolah ternyata Boa sudah menunggu Yunho didepan kelas Yunho. Bagaimana bisa yeoja itu tahu dengan cepat dimana kelas Yunho? Ya jelas karena Yunho adalah kekasih seorang flower boy disekolah itu.

Boa tentu terkejut mendengarnya. Dia datang kesini awalnya memang untuk melanjutkan sekolahnya karena sang appa dipindahkan kembali ke Korea oleh perusahaannya. Dan bertemu Yunho adalah bonus untuknya walaupun Yunho belum berubah karena masih menggunakan kacamata tebal dan seragam rapinya.

" Yunho yah!" Panggil Boa sembari berjalan kedalam ruang kelas Yunho dan Jaejoong

Jaejoong? Dia langsung memasang tampang juteknya melihat yeoja itu masuk ke dalam kelasnya.

" Ne? Ada apa?" Tanya Yunho

" Apa kau ada waktu? Aku ingin mengajakmu kerumahku" Jawab Boa

" Mianhae Boa ya, aku kerja part time setelah ini"

" Mwo? Kau kerja part time? Ya sudah, nanti aku akan ke sana. Beritahu aku alamatnya"

" Ne"

Yunho menuliskan alamat tempat dia bekerja dan menyerahkannya pada Boa.

" Gomawo Yun, ah! Kapan - kapan temani aku ke panti ne?" Ucap Boa

" Tentu" Ucap Yunho kemudian tersenyum " Suster Ahra pasti senang bertemu denganmu"

" Ne! Aku sangat merindukannya"

Jaejoong melihatnya, melihat pancaran mata Boa pada Yunho. Pandangan penuh kekaguman dan rasa suka yang menumpuk. Hal itu membuat Jaejoong mengeratkan pegangannya pada pulpen yang dia pegang. Bahkan dia belum membereskan buku - bukunya.

" Noonnaaaa Kajja pulang"

Changmin melangkahkan kakinya dengan riang ke dalam ruang kelas Jaejoong. Dia langsung berhenti saat melihat yeoja yang tadi mengganggu hyungnya.

" Noona"

Changmin mencoba memanggilnya lagi namun belum ada rekasi dari Jaejoong. Yunho yang melihatnya langsung mengalihkan pandangannya dan melihat Jaejoong melamun.

" Joongie wae?" Tanya Yunho kemudian menggoyangkan lengan Jaejoong

" Eh? Ne Minnie? Kajja pulang" Ucap Jaejoong

" Noona? Kau yeoja?" Tanya Boa bingung

" Joongie ini namja Boa yah..." Jawab Yunho membuat Boa membulatkan matanya, namja sangat cantik. Terselip pandangan iri saat menatap Jaejoong " Minnie memang biasa memanggil Joongie dengan noona" Lanjut Yunho dengan nada riangnya

" Namja jadi - jadian" Bisik Boa

" Bahkan noonaku lebih cantik darimu"

Seketika Boa merinding, disampingnya berdiri seorang namja jangkung yang baru saja membalas perkataannya walau hanya dengan bisikan.

" Jangan pernah mencari masalah dengan kami kalau hidupmu ingin baik - baik saja" Lanjut Changmin masih dengan berbisik membuat Boa meggertakkan giginya kesal

" Kajja Yunie, nanti kau terlambat" Ucap Jaejoong yang sudah membereskan bukunya

" Ah ne, Boa ya aku duluan"

" E-eh? Ne Yun"

Jaejoong berdiri dan menyelipkan jari - jarinya pada jari Yunho dan menggenggamnya erat. Perasaan Jaejoong sangat tidak enak saat melihat yeoja bernama Boa itu. Semoga saja ini hanya perasaannya saja.

Jaejoong menyadarkan kepalanya pada bahu Yunho yang duduk disampingnya di dalam mobil Jaejoong. Sedangkan Junsu duduk memandang pemandangan diluar mobil dengan berdiam diri.

" Joongie wae? Joongie terlihat tidak bersemangat" Tanya Yunho kemudian mengelus pelan helaian rambut Jaejoong

Sedikitnya Yunho mulai merubah sikapnya dan sekarang dia bahkan berani mengelus dan melakukan skin ship terlebih dahulu.

" Aniya, Joongie hanya ingin Yunie. Jangan tinggalkan Joongie ne?" Jaejoong mendongakkan kepalanya dan menatap Yunho dengan mata berkaca - kaca

" Wae? Kenapa aku meninggalkanmu?"

" Aniya" Jaejoong mencoba tersenyum

Cup

Ciuman kilat itu Jaejoong berikan pada bibir hati yang ada dihadapannya. Sedangkan Changmin hanya bersiul tidak jelas dikursi depan bersama sang supir.

" Nanti Joongie jemput ne" Ucap Jaejoong setelah sampai di depan tempat kerja Yunho

" Ne" Yunho mengangguk saja, menurutnya Jaejoong akan menjemputnya karena dia akan belajar bersama nanti malam

" Poppo~~" Rengek Jaejoong

Blush

Wajah Yunho memerah, dia memang sering melakukannya tapi tetap saja hal ini sungguh membuatnya malu apalagi Jaejoong memintanya ditempat terbuka seperti ini.

Cup

Tap

Tap

Tap

" Eoh?" Jaejoong membatu seketika

Yunho segera berlari meninggalkan Jaejoong setelah mencium bibir Jaejoong. Jaejoong mengedipkan - kedipkan matanya. Dia memang sering meminta cium tapi Yunho selalu menciumnya dikening tapi hari ini...

Blush

Jaejoong merona dan menutup wajahnya dengan punggung tangannya. Aigo... Dia senang sekali rasanya. Yunho menoleh sebelum membuka pintu karyawan tempatnya bekerja dia melihat bagaimana reaksi Jaejoong.

" Yeoppo" Bisiknya lalu masuk ke dalam kafe

" Hyung ah, aku masuk ne" Pamit Junsu

" Ne Suie, tolong jaga Yunie"

" Hum"

Junsu pun membungkukkan kemudian berlari meninggalkan Jaejoong yang mengerutkan keningnya kemudian menatap Changmin.

" Dia tidak pamit padamu Min?" Tanya Jaejoong melihat kelakuan aneh Junsu

" Molla Noona, Kajja aku sudah sangat lapar"

" Ne"

Jaejoong masuk ke dalam mobil dan duduk bersama Changmin dikursi belakang. Dia memikirkan Junsu yang akhir - akhir ini seakan menghindar dari sang adik, Changmin. Namun Jaejoong menunggu Changmin bercerita saja nanti.

Sesampainya di rumah sang eomma sudah menunggu diruang makan. Dan Changmin segera menghampiri eommanya.

" Makanlah" Ucap Mrs. Kim

" Ne eomma"

Makan siang kali ini terasa tenang tapi tidak untuk Changmin, saat makan dia akan sangat berisik karena suara dentingan sendok dan sumpit yang Changmin buat.

" Ah, Joongie ah" Mrs. Kim berbicara setelah meminum air putihnya " Bisakah minggu ini kau temani eomma ke rumah teman eomma?"

" Eh? Nugu? Tumben?" Tanya Jaejoong

" Itu eomma dari temanmu juga, Kim Hyun Joong. Kau ingat dia kan?"

" Eh? Wae? Eomma bisa mengajak Minnie saja kan?"

" Mwo? Tidak mau! Aku mau pergi dengan Kyunie" Tolak Changmin

" Ayolah Joongie, ne?" Ucap Mrs. Kim mengeluarkan puppy eyes mengerikannya sampai akhirnya membuat Jaejoong mengangguk

Sorenya dia mendapat pesan yang membuat mood-nya langsung down. Pesan dari Yunho yang benar - benar menyebalkan untuknya.

' From : Yunie Bear-nya Joongie

Joongie, kita langsung bertemu di flatku saja ne? Boa menjemputku dan Junsu'

" Waeyo noona? Kau belum bersiap?" Tanya Changmin saat masuk ke dalam kamar Jaejoong

" Belum, hah... Minnie ah"

" Ne?" Changmin melangkah mendekat ke arah Jaejoong yang sedang duduk dipinggir ranjangnya dengan memegang ponselnya

" Aniya... Ayo kita langsung ke flat Yunie saja"

" Wae?"

" Boa sudah menjemput mereka"

" Hah... yeoja itu ya, ya sudah... Kajja" Ajak Changmin saat melihat hyungnya murung

" Ne"

Setelah berpamitan Jaejoong dan Changmin segera beranjak menuju flat Yunho. Karena terlihat Yunho belum sampai mereka pun menunggu didepan pintu flat Yunho.

" Joongie hyung"

Jaejoong mendongakkan kepalanya dan melihat Junsu berjalan menghampirinya.

" Yunie eodie?" Tanya Jaejoong

" Yunho hyung sedang membeli camilan untuk kita semua. Aku pulang lebih dulu karena Yunho hyung takut kau sudah menunggunya. Kajja"

Junsu membukakan pintu dan menyuruh Jaejoong dan Changmin masuk namun setelahnya dia pamit untuk berganti pakaian dan mengambil buku pelajarannya.

" Hyung ah, aku keluar sebentar ne?" Ucap Changmin

" Mau kemana?"

" Mencari angin"

" Ya sudah jangan lama - lama ne?"

" Ne..."

Changmin akhirnya meninggalkan Jaejoong di flat Yunho. Jaejoong berdiri dan berjalan ke arah kamar Yunho. Dia membukanya dan duduk dipinggir ranjang Yunho.

Tangannya terulur kearah meja nakas Yunho dan mengambil sebuah figura berbentuk kepala hello kitty. Jaejoong terkekeh, figura itu dia yang tempatkan secara paksa dikamar Yunho. Figura dengan foto dirinya dan Yunho yang sedang berselfie.

Jaejoong membaringkan tubuhnya pada tempat tidur Yunho karena dia merasakan lelah dan perlahan matanya tertutup kemudian hanya ada hembusan halus yang keluar dari bibir Jaejoong.

.

Changmin menutup pintu flat Yunho dengan pelan dan berjalan ke arah flat sebelahnya. Dia mengetuk pintu itu sampai seorang yeoja paruh baya membukakan pintunya.

" Oh! Changmin ah! Kau ingin bertemu Junsu?" Ucap yeoja yang ternyata adalah eomma dari Junsu

" Ne ahjumma. Dia adakan?"

" Ne! Dia ada dikamar. Kau temui saja. Ahjumma pergi sebentar ne"

" Baik ahjumma. Hati - hati" Changmin membungkukkan tubuhnya dan membiarkan Mrs. Kim itu menghilang dari pandangannya

Changmin tersenyum senang kemudian berjalan masuk ke dalam rumah yang sudah pernah dia masuki beberapa kali sebulan ini. Dia tersenyum saat mengetahui bahwa Junsu tidak mengunci kamarnya.

" Eomma... Wae? kenapa tidak mengetuk du-"

Junsu membatu, di depannya terpampang seorang namja tinggi yang akhir - akhir ini dia hindari. Tapi dia segera sadar dan menutupi bagian depan tubuhnya yang hanya memakai kaos singlet itu.

" Y-ya! Mau apa kau?!"

Ceklek

Changmin menutup pintu kamar itu dan bersandar pada pintu kayu itu kemudian menatap Junsu intens.

" Kau menghindariku?"

" M-mwo? Aku? Un-untuk apa?" Ucap Junsu terbata lalu melihat sekeliling untuk mencari kaosnya yang tadi dicari

" Molla~ Sejak ditaman hiburan itu ditambah saat kau tahu Park saenim itu melangsungkan pertunangan kau menghindariku"

" Mwo?!"

Tap

Tap

Changmin melangkah maju menuju Junsu perlahan membuat Junsu ikut berjalan mundur.

" Wae? Kau takut aku menciummu lagi?"

Sret

Junsu membekap mulutnya menggunakan kedua tangannya. Kejadian sebulan lalu itu masih membekas jelas dalam ingatannya, bagaimana bibir itu menyentuh bibirnya dengan lembut diatas bianglala. Itu ciuman kedua yang direbut oleh Changmin darinya. Dia bahkan membalas ciuman itu walau hanya sebentar, otaknya benar - benar gila saat itu.

Tap

" Apa kau belum bisa melupakan Park saenim?"

" Mwo? Di-dia, hanya dia yang aku su-suka"

Tap

" Dia bertunangan dengan yeoja lain"

" Ak-aku..." wajah Junsu memerah kesal dan malu dibuatnya

Dia bahkan sudah mengutarakan rasa sukanya pada Park Yoochun sang guru yang ternyata ditolak karena dia sudah memiliki tunangan. Dan Changmin ada disana, bersembunyi dan keluar saat Junsu telah sendirian dan memberikan kehangatan yang dibutuhkan Junsu saat itu.

Tap

" Apa ciumanku dibelakang sekolah itu belum bisa membuatmu melupakan Park saenim?"

Blush

Wajah Junsu bertambah merah saat mendengar kata - kata yang keluar dari mulut Changmin. Dia ingat sekali setelah memeluknya dari belakang, Changmin membalikkan tubuhnya dan menciumnya sangat lama. Sampai Junsu sadar dan mendorongnya keras kemudian meninggalkan namja jangkung itu. Sejak itu Junsu menghindari Changmin.

Tap

Tap

Tap

" Otte Kim Junsu?"

" M-mwo?!" Pekik Junsu kaget karena saat dia melamun dan memikirkan tentang ciuman itu, Changmin sudah melangkah maju dan sekarang hanya berjarak satu langkah lagi darinya

Changmin memandang wajah Junsu yang sudah amat sangat merah. Perlahan dia mengapit dagu Junsu dan tersenyum ah... Lebih tepatnya menyeringai.

" Ma-mau apa kau?" Tanya Junsu gugup, Changmin memutar bola matanya

" Tentu saja menciummu! Apa lagi? Kalau kau tidak suka dengan ciumanku dorong saja aku"

" Mw- mmmmmhhh!"

Tanpa aba - aba Changmin mendekatkan wajahnya dan meraih bibir mungil di depannya kemudian menghisapnya dengan keras. Tangannya langsung memeluk pinggang Junsu dengan erat.

Junsu sendiri membatu menerima 'serangan' dari changmin untuk ketiga kalinya. Jantungnya mulai berdetak kembali saat merasakan ciuman yang Changmin berikan.

' Oh tidak! Ini gawat! Tidak baik untukku!' Batin Junsu

Dengan segera dia memukul dada Changmin dan mencubit lengannya namun Changmin tidak beranjak dan sekarang tangannya mengambil kedua tangan Junsu dan menariknya kebelakang.

" Mhhmmh! Mmhhh! NNGGHH!" Junsu membelalakkan matanya saat dia mencoba memberontak

Degh

Mata Junsu menemukan sepasang iris kelam di depannya. Changmin tengah menatapnya dengan intens dan tajam membuatnya cukup merinding juga. Mau tak mau dia juga memandang Changmin dan terhipnotis melihat mata itu.

Changmin mengendurkan tangannya dan sadar atau tidak tangan Junsu naik dan menggenggam erat pakaian bagian depan yang Changmin pakai dan memejamkan matanya saat lidah Changmin mulai masuk mulutnya.

.

.

.

" Kau tinggal disini Yun?"

Pertanyaan itu terlontar dari yeoja bernama Boa. Dia memandang risih apa yang ada di depannya dan dia berpikir bagaimana bisa yunho tinggal ditempat sekecil ini.

" Ne, kajja"

Yunho membuka pintunya dan melihat kedalam. Didepannya terdapat sepasang sandal jepit bermotif gajah yang dia tahu kalau itu milik Jaejoong.

" Eoh? Joongie sudah datang sepertinya"

" Oh..." Ucap Boa malas

Yunho mempersilahkan Boa duduk diruang tamunya dan dia mencari keberadaan Jaejoong. Dia berjalan menuju kamar mandi namun Jaejoong tidak ada disana, langkah kakinya membawa Yunho menuju kamarnya dan membuka pintunya.

Seketika Yunho tersenyum melihat sesosok makhluk yang diakuinya paling indah. Mata sang malaikat itu tengah menutup sembari memeluk figura berbentuk hello kitty.

Yunho berjalan mendekat dan duduk dipinggir ranjang dengan mata terus menatap Jaejoong. Dipinggirkannya poni yang menutupi wajah mulus Jaejoong kemudian tersenyum.

Deg

Deg deg

Deg deg deg

Yunho menyentuh dada kirinya kemudian senyumnya menghilang. Dia kembali teringat apa yang dikatakan Boa tentang jantungnya yang akhir - akhir ini begitu meresahkannya. Tapi Yunho merasa tidak bisa menjauh dari sosok yang terlihat baik ini.

" Hah..." Yunho menghembuskan nafasnya

Dia kemudian kembali tersenyum dan menggoyangkan lengan Jaejoong.

" Joongie ah... Irona"

" ..."

" Joongie..."

Jaejoong malah membelakanginya dan memeluk guling Yunho.

" Joongie, kita harus belajar" Tidak putus asa Yunho menggoyangkan lengan Jaejoong

" Lima menit lagi eom... ma... Zzzz... Nghh.. Wangi Yunie.. nnghhh..."

" M-mwo?"

Yunho membulatkan matanya dan menatap bingung jaejoong.

" Aku sudah mencuci sarung gulingnya kok..." Ucapnya polos

Akhirnya dia bangkit dan duduk diatas tempat tidurnya. Dengan kekuatannya dia membuat Jaejoong terlentang dan menepuk pelan pipinya.

" Irona Joongie..."

" Nghh..." Usaha itu tidak sia - sia karena Jaejoong membuka matanya dan menatap Yunho setelah mengecek matanya pelan " Yuniiee" Lirihnya " Apa Joongie bangun setelah mendapatkan ciuman dari pangeran?" Lanjutnya melantur

" Eoh? Kau bicara apa sih?"

Ck, mengigau apa lagi Kim Jaejoong ini!

" Bangun Joongie"

" Yunieeee..."

" Kajja kita belajar"

" Malas" Jaejoong mengerucutkan bibirnya

" Hey, kajja bangun, Boa juga sudah menunggu di depan"

Ucapan Yunho membuat Jaejoong makin mengerucutkan bibirnya, dia sungguh merasa tidak suka pada yeoja itu.

" Aniya~~"

" Joongie ah..."

Melihat wajah Yunho yang memelas membuat senyum dibibir Jaejoong mengembang.

" Hehehehehe" Jaejoong terkekeh dan menutup mulutnya menggunakan punggung tangannya membuat Yunho ikut tersenyum " Poppo"

" Mwo?"

" Kalau Yunie ingin Joongie bangun, Joongie minta Poppo. Disini!" Ucap Jaejoong menunjuk bibirnya

Yunho mengedipkan matanya, dia merasa heran pada Jaejoong yang terus - terusan meminta dirinya untuk mencium bibir Jaejoong. Aigo...

Yunho akhirnya tersenyum, terbayang wajah Jaejoong tadi siang setelah dia menciumnya di depan cafe. Wajah merah Jaejoong menempel dalam pikirannya dan Jaejoong terlihat sangat cantik seperti itu.

Cup

Bibir hati itu menempel pada bibir penuh Jaejoong. Jaejoong tidak melewatkan kesempatan ini, dia menahan tengkuk Yunho dan menurutnya pelan. Dia semakin larut dalam ciuman itu.

" Nghhh..."

Jaejoong mengeluarkan lenguhannya saat tubuh Yunho tiba - tiba ada di atas tubuhnya. Entah bagaimana tubuh Yunho menimpa dirinya dan menyangganya dengan kedua siku ada disamping tubuh Jaejoong.

Tangan Jaejoong turun dan mengelus punggung Yunho abstrak. Dia terus melakukannya dan makin memperdalam ciumannya, bahkan mereka sekarang saling adu lidah dan melupakan seseorang yang menunggunya diruang tengah.

" Mmmhhmm..."

" Mcck.. nnghhh..."

Yunho mencoba mendominasi, dia sudah mulai terbiasa dengan ciuman yang Jaejoong berikan dan kalau boleh jujur dia sangat menyukai sentuhan dan ciuman yang Jaejoong lakukan padanya.

Yunho sepertinya mulai lupa diri saat Jaejoong mengambil kacamatanya dan diletakkan disampingnya. Yunho memiringkan kepalanya dan mencoba terus masuk kedalam mulut namja yang ada dibawahnya.

Jaejoong seolah terbangun, Yunho-nya tidak pernah bernafsu seperti ini sebelumnya. Dia membuka mata dan melihat Yunho menutup matanya seperti sedang menikmati waktu bercumbu itu. Jaejoong tersenyum dalam ciumannya dan makin memperdalam ciuman itu bahkan menghasut tubuh Yunho agar menginginkan lebih darinya.

" Nghh.. Mhhmm.. Yun.. Iiiiee.. mmhh"

" mmcckk.. sluurrpp... Mmmckk.."

" Mhhmmm..."

" Ehem"

" Ngghhh"

" EHEM!"

Yunho tersentak dan membuka matanya, terlihat Jaejoong juga tengah memandangnya. Kalau Jaejoong tidak berdehem lalu siapa? Perlahan Yunho melirikkan matanya ke arah pintu.

" Omo!" Pekik Yunho kaget dan bangkit namun tetap duduk diatas perut Jaejoong

Jaejoong sendiri memalingkan wajahnya kearah lain karena dia tidak bisa berkata apa - apa. Selain kehabisan nafas dia juga masih terlalu syok dengan keadaannya.

" Mau sampai kapan kau duduk nyaman di atas noonaku Yunho hyung?"

Deg

Perlahan Yunho menatap kebawah dan memekik kaget. Dia segera bangkit dan mengucapkan maaf pada Jaejoong atas ketidaksopanannya. Sedangkan Junsu menahan tawanya dibelakang tubuh Changmin. Sedangkan yeoja yang ada disana menatap jengah Jaejoong namun saat menatap Yunho dia terperangah pada wajah Yunho yang belum memakai kacamatanya.

Jaejoong yang sadar arah pandang Boa segera memakaikan Yunho kacamata dan memeluk lengan kekasihnya itu.

" Ka-kajja kita belajar!" Ucap Yunho menggandeng Jaejoong keluar dari kamarnya

.

Satu jam sudah berlalu dan Jaejoong masih belum mengerti apa yang diajarkan Yunho. Dan hal itu membuatnya mengerucutkan bibir karena Yunho terus saja membentaknya. Beda halnya dengan Boa yang bisa dengan mudah menangkap semua yang diajarkan Yunho, bahkan dia mendapat pujian dari Yunho.

" Joongie lelah!" Ucap Jaejoong

" Apa kau sudah selesai mengerjakan soal yang aku beri?" Tanya Yunho datar

" Ne saemin yang galak!"

" Ya!"

" Ish!"

Yunho mengambil kertas yang ada dihadapan Jaejoong dan memeriksanya. Junsu terkekeh melihatnya sejak seminggu lalu Jaejoong sudah berani membalas perkataan galak dari Yunho. Dia sendiri sudah bebas karena telah selesai mengerjakan tugas yang diberikan oleh Yunho.

" Ne, kau benar. Baguslah kau sudah mengerti. Hanya saja rapikan tulisanmu"

" Ne" Ucap Jaejoong gembira karena tidak diomeli oleh Yunho

" Aku juga sudah Yun"

Yunho memeriksa pekerjaan Boa dan mengangguk - angguk setelahnya.

" Ne, kau dapat menerima penjelasanku dengan baik bahkan tulisanmu rapi"

" Hehehehe... Kau tahukan aku memang selalu menyukai kerapian" Ucap Boa kemudian melirik Jaejoong yang sepertinya cuek padanya

" Kalau begitu sudah selesaikan?" Tanya Junsu

" Ne"

" Aku ingin bertanya pada Joongie hyung. Apa kau benar akan mewakili sekolah pada pertandingan taekwondo nanti hyung?" Tanya Junsu

" Eh?" Jaejoong menoleh dan memandang Junsu " Ne, Siwonie meminta Joongie untuk mewakili sekolah. Joongie rasa tidak masalah. Ne Yunie?" jaejoong menatap Yunho yang duduk disebelahnya

" Apa benar tidak apa - apa?" Yunho bertanya balik

" Ne, gwaenchana" Jawab Jaejoong kemudian tersenyum

Changmin melepaskan earphone-nya dan menatap teman dan hyungnya itu.

" Hyung ah, sudah selesai? Shin ahjusshi sudah menunggu" Ucap Changmin

" Shin ahjusshi sudah menunggu? Arasseo" Jaejoong kemudian menatap Yunho " Joongie pulang ne?"

" Hum" Yunho mengangguk

Akhirnya mereka semua bangkit dan berjalan menuju gerbang apartemen Yunho. Disana terlihat sang supir Jaejoong sudah menunggu.

" Joongie pulang dulu"

BRUK

Jaejoong 'menerjang' Yunho yang ada dihadapannya. Dia memeluk erat Yunho kemudian terkekeh pelan. Yunho ikut tersenyum dan membalas pelukan yang Jaejoong berikan dan menepuk pelan kepala Jaejoong seperti dulu dia pernah melakukan hal seperti ini pada Baekhyun dan Chanyeol.

Changmin, tanpa kata - kata segera masuk kedalam mobil dan langsung menutupnya membiarkan Junsu menatap mobil itu dengan sendu.

" Annnyyeeooonggg Yuuniiieee. Saranghaaaeee~~" Jaejoong melakukan kebiasaan lebay-nya. Dia mengeluarkan separuh tubuhnya untuk mengucapkan kata pamitnya itu

Yunho terkekeh dan melambaikan tangannya pada Jaejoong. Setelahnya Junsu langsung pamit untuk pulang, sedangkan Yunho dan Boa tetap disana untuk menunggu jemputan Boa yang belum sampai. Tapi tak sampai lima belas menit kemudian sebuah mobil berhenti didepan mereka dan Boa langsung membuka pintu mobil itu.

" Yunho ah... Ingat kataku ditaman tadi. Benci dan cinta itu berbeda tipis tapi cinta ke benci itu lebih tipis, ingat Yun... Detak jantungmu itu membuatmu tak nyaman bukan?" Tanya Boa

Yunho hanya mengangguk membenarkan. Dia memang merasakan debaran saat bersama Jaejoong bukan?

" Maka menjauhlah dan itu akan membuat jantungmu kembali berdetak normal" Ucap Boa kemudian masuk ke dalam mobil dengan senyuman kemenangannya

Boa duduk tenang dimobil dan melirik Yunho yang masih terdiam dipinggir jalan itu.

" Polos..." Lirihnya

.

.

.

.

Jaejoong menghela nafasnya frustasi. Sudah empat hari ini Yunho jelas menghindarinya dan Yunho lebih banyak menghabiskan waktu dengan Boa. Bahkan saat makan siang pun Jaejoong ditemani Junsu, Changmin, Sungmin dan Siwon.

Sedangkan Yunho membantu Boa diperpustakaan untuk belajar karena mereka akan mengikuti lomba bersama. Karena Boa pintar, dia ditugaskan bersama Yunho untuk ikut lomba matematika yang akan diadakan dua minggu lagi.

Lombanya tidak jadi masalah untuk Jaejoong hanya saja ya tadi, Yunho seakan menghindarinya. Ada saja alasan untuk menjauh dari Jaejoong. Bahkan sudah empat hari ini dia tidak belajar bersama di rumah Yunho. Dan parahnya lagi, tidak ada ciuman baik dikening atau bibir selama empat hari ini! Dan itu membuat Jaejoong amat sangat frustasi.

" Hyung kau mau pulang bersama?" Tanya Junsu saat pulang sekolah pada Jaejoong

Yunho bahkan sudah dipanggil guru saat pelajaran terakhir tadi. Dan sekarang dia merasa kesepian seperti ini.

" Joongie, kajja kita pulang" Ajak Sungmin

" Minnie eodie Su?" Tanya Jaejoong menatap Junsu

" Molla hyung, tadi dia langsung kabur setelah bel berbunyi"

" Oh"

Jaejoong menunduk dan menghela nafasnya. Junsu dan Sungmin yang merasakan perbedaan Jaejoong akhir - akhir ini segera mendekat dan menatap sendu Jaejoong.

" Waeyo?" Tanya Sungmin

" Yunie bahkan tidak memakan bekal Joongie lagi hari ini" Lirih Jaejoong

Junsu dan Sungmin saling tatap dan mengerti. Yunho lagi...

" Ah! Kita berikan saja sekarang! Yunho hyung pasti lapar" Usul Junsu membuat Jaejoong mendongakkan kepalanya

" Jinjja?!"

" Ne, benar kata Junsu! Kajja kita hampiri mereka" Ucap Sungmin memberikan semangat

Jaejoong pun bangkit dan berjalan ke arah perpustakaan tempat Yunho dan Boa berada namun langkahnya terhenti saat mendengar suara tawa yeoja yang dia kenal. Ya, bahkan sangat mengenalnya karena yeoja itu beberapa hari ini mengambil seluruh perhatian Yunho.

Jaejoong melihat Yunho dari jendela itu dan matanya memanas. Dia melihat Yunho tengah bercanda dan tertawa dengan Boa. Yunho tidak seperti itu saat bersamanya, saat itu juga Yunho merasa kalah dengan Boa. Boa bahkan mengenal Yunho sebelum dirinya.

" Suie, Sungminnie kajja..." Lirih Jaejoong menarik tangan Junsu dan Sungmin kelain arah

Junsu mengerutkan keningnya dan menatap kearah dalam perpustakaan. Dia dan Sungmin segera tahu apa yang terjadi. Junsu sendiri mengutuk Yunho yang beberapa ini terlihat dekat dengan Boa. Bahkan dirinya pun terlupakan, mereka hanya bertemu saat bekerja dan pada saat belajar bersama.

" Joongie ah..." Lirih Sungmin

" Ah, gwaenchana. Yunie sepertinya sedang sibuk" Jaejoong berhenti disebuah tong sampah dan membuang tempat makan favoritnya itu disana tanpa berpikir panjang

Junsu dan Sungmin membulatkan matanya menatap tak percaya apa yang dilakukan Jaejoong. Tapi sedikitnya mereka mengerti apa yang dirasakan Jaejoong saat ini. Mereka bertiga berjalan menuju gerbang dalam keheningan. Baik Junsu maupun Sungmin tidak tahu apa yang harus dikatakan saat ini.

" Noona ya!"

Jaejoong mendongakkan kepalanya mendengar suara sang adik. Dia berjalan pelan kearah Changmin yang ternyata tadi menghampiri Kyuhyun yang ada digerbang sekolahnya.

Bruukk

Jaejoong mengeratkan pelukannya pada sang dongsaeng dan membenamkan kepalanya pada dada Changmin.

" Noona ya... Wae?" Tanya Changmin pelan kemudian mengelus pundak sang kakak

" Aku ingin pulang"

Melihat ada yang aneh pada Jaejoong matanya langsung beralih pada junsu dan Sungmin yang juga menatap sendu Jaejoong yang kehilangan semangatnya.

" Hah..." Changmin memijat ujung hidungnya " Kyunie ah... Tolong antar Junsu ketempat kerjanya ne? Kau akan mengantar pulang Sungminie hyung bukan?"

" Hum!" Kyuhyun mengangguk

" Ya sudah, annyeong" Ucap Changmin kemudian merangkul Jaejoong menuju mobilnya

.

.

" Omo sudah jam segini! Aku akan terlambat!" Ucap Yunho melihat kearah jam tangannya

" Mwo? Kajja aku akan mengantarmu"

" Ne! Gomawo!"

Yunho dan Boa berjalan menuju gerbang sekolah namun langkah Yunho terhenti saat melihat Jaejoong tengah memeluk Changmin.

" Wae?" Tanya Boa kemudian mengikuti arah pandang Yunho " Oh, Jaejoong ne?"

Yunho perlahan mengangguk.

" Tapi, jantungmu sudah tidak berdebar - debar lagi bukan?"

" Ne..." Lirih Yunho

" Bukankah itu hal yang bagus?" Ucap Boa dengan semangat

Yunho menganggukkan kepalanya pelan. Ya, jantungnya memang tidak berdebar kencang lagi. Tapi... Ada rasa lain disana. seakan tercubit melihat semua adegan itu. Apa lagi saat Changmin merangkul Jaejoong menuju mobilnya.

" Kajja Yun..." Ajaka Boa

" Ne, sebentar!" Yunho baru ingat dia harus menghubungi Junsu dan memberitahukan bahwa dia akan terlambat

Yunho meraba kantong celananya namun tidak menemukan ponselnya. Dia segera menepuk keningnya dengan keras.

" Sebentar Boa ya... Ponselku tertinggal diperpustakaan"

" Aigo, jangan lama ne? Aku menunggu disini"

Yunho berlari meninggalkan Boa yang tersenyum melihat kelakuan Yunho. Dia begitu senang hari ini. Belum lagi Yunho begitu menuruti kata - katanya dan bahkan mempercayai apa yang dia katakan.

Yunho tersenyum lega saat mendapati ponselnya dipegang oleh sang penjaga perpustakaan yang menemukan ponsel itu. Yunho berdiri diluar perpustakaan dan mengambil nafas disana.

" Untung saja tidak hilang" Yunho hendak berjalan namun langkahnya terhenti saat matanya menatap sebuah benda yang begitu familiar untuknya

Yunho mendekati tempat sampat itu dan mengambil tas makan itu. Tas itu biasa digunakan Jaejoong untuk menaruh kotak makan siang yang diberikan kepadanya.

" Wae? Kenapa ada disini?"

Tanpa pikir panjang Yunho memasukkan tas itu kedalam tasnya dan menghampiri Boa yang sudah menunggunya disana. Niatnya dia juga akan mengajak Junsu pergi bersamanya namun Junsu sudah tidak terlihat lagi digerbang. Saat tengah bekerja Yunho memikirkan tentang tempat makan itu. Kenapa bisa ada ditempat sampah?

" Suie ah..." Panggil Yunho saat melihat Junsu ada disampingnya

" Ne hyung?"

" Kenapa aku bisa menemukan bekal makan siang Jaejoong ditempat sampah?"

Junsu mematung dan menatap Yunho dengan sendu. Tapi bayangan Jaejoong yang tidak bersemangat itu membuatnya menggeram kesal.

" Hyung tanya pada diri sendiri saja kenapa bisa terjadi seperti itu" Ucap Junsu kemudian berjalan kearah dapur

Yunho menatap Junsu dengan pandangan bingung.

.

Junsu berbaring diatas tempat tidurnya dengan tidak tenang. Dia merasa ada yang kurang dalam hidupnya. Belum lagi Yunho yang pabbo itu masih belum mengetahui alasan Jaejoong melakukan semua itu padanya.

" Harusnya dia berpikir bagaimana perasaan Joongie hyung saat dirinya bersama yeoja lain! Aish! Hyung cupu itu benar - benar cari masalah saja kerjanya eoh?!" Bentak Junsu pada boneka lumba - lumba didepannya

Junsu memejamkan matanya dan menghembuskan nafas lelahnya, dia tidak tega juga melihat Jaejoong seperti itu. Bahkan teman sekelas Jaejoong bertanya padanya tentang Jaejoong yang tidak bersemangat itu.

Drrrtttt... Drrrtttttt...

Drttt..

" Omo!" Junsu terpekik kaget saat merasakan getaran dari bawah tubuhnya

Dia mengambil benda itu dan menggerutu sejenak sebelum melihat id sang penelepon.

" Mwo? Mi-minnie..."

Junsu bimbang sekarang, apakah dia akan mengangkat telepon itu atau tidak. Tapi, bagaimana kalau itu penting? Belum lagi Changmin hanya berbicara secukupnya sejak...

Drrtttt... Drtttt...

" Ng... Ya sudahlah, angkat saja"

Pik

" Yeobosseo?"

" Eoh. Aku hanya ingin bertanya tentang noonaku. Kenapa tadi dia seperti itu?"

Srettt

Junsu segera bangkit dari tempat tidurnya dan bersandar disana dengan memeluk dolphinie-nya.

" Yeobosseo?"

" Oh ne... se-sebenarnya..."

Junsu menceritakan kejadian yang tadi mereka alami tadi siang di sekolah. Dan terdengar decakan diakhir cerita Junsu.

" Ck.. Merepotkan" Ucap Changmin

" ..." Junsu terdiam karena tidak tahu harus merespon seperti apa

" Gomawo atas cerita, aku tu-"

" Eh? Tu-tunggu dulu" Junsu memotong kalimat Changmin

" Mwo?"

" Eh?" Junsu menggaruk pipinya, dia jadi bingung sendiri kenapa dia memotong ucapan Changmin hanya saja dia tidak ingin cepat - cepat menutup sambungan itu karena sudah lama juga tidak bicara dengan Changmin, rindu? Aniya...

" Yeobosseo?" Changmin memastikan Junsu masih ada dipanggilan itu

" Eh?"

" Apa ada yang ingin kau katakan?"

" Aniya..."

" Ya sudah, aku tutu-"

" Ya Tiang!"

" Mwo?! Kenapa memanggilku seperti itu eoh?!"

" Itu... Aku..." Junsu menggigit bibir bawahnya, ngomong - ngomong soal bibir bawahnya dia jadi ingat...

" Merindukanku eoh?"

Blush

Wajah Junsu memerah mendengarnya.

" Ja-jangan mimpi"

" Lalu? Kau kenapa hmm?"

" Itu..."

" Kau merindukan ciumanku eoh?"

" Ma-mana mungkin!" Pekik Junsu kemudian mengibas - ibaskan tangannya di depan wajahnya yang mulai terasa panas

" Begini saja. Kalau aku bisa sampai di depan gerbangmu dalam waktu lima menit, aku akan menciummu?"

" Ya! Bagaimana bi-bisa begitu?! Si-siapa yang mengizinkanmu menciumku?!"

" Aku mulai sekarang!"

Pik

" MWO?!"

Junsu melihat ponselnya yang sudah terputus sambungannya.

" Lima menit? Tidak mungkin... Joongie hyung saja biasanya menghabiskan waktu tiga puluh menit untuk sampai disini! Tapi... Bagaimana kalau dia sampai disini dalam waktu lima menit?"

Junsu menggenggam boneka lumba - lumbanya dengan erat sembari berpikir. Tapi, Junsu kemudian berpikir untuk apa memberikan Changmin ciuman kalau dia sampai disini tidak lebih dari lima menit? Ini merugikan untuknya bukan?!

Namun...

Tepat empat menit dia segera berlari keluar hanya untuk memastikan apakah Changmin ada dibawah dalam waktu lima menit.

" Tidak ada kan? Dia pasti bercanda!" Junsu memukul kepalanya sendiri " Apa yang aku harapkan sebenarnya eoh?"

Junsu menyadarkan tubuhnya pada dinding dibelakangnya dan menatap jauh ke depan.

" Sudah lima menit, lebih baik aku masuk saja!" Ucap Junsu kemudian membalikkan tubuhnya

" Tunggu!"

Suara itu menyentak tubuh Junsu sehingga dia menoleh dan melihat sesosok namja berlari kearahnya. Junsu membulatkan matanya, namja itu benar - benar membuktikan ucapannya!

Tap

Tap

Tap

Tap

Changmin berhenti tepat di depan Junsu yang hampir terpojok pada dinding bercat abu - abu itu.

" Hosh... Aku menepati janjiku bukan? hosh... hosh..."

Junsu hanya memandangi wajah penuh keringat milik Changmin. Changmin bahkan terlihat sangat tampan seperti itu, jinjja!

" Aku ambil hadiahku!"

" Mwo?"

Srrreettt

Changmin menaikkan hoodie yang dipakai Junsu dan langsung memiringkan kepalanya agar bisa mencium namja montok itu. Junsu tidak bisa memproses apapun sekarang, pikirannya terganggu dan kosong. Yang dia tahu, dia hanya bisa memejamkan mata kembali dan menggenggam erat kemeja yang digunakan oleh Changmin.

.

.

Srakkk

Yunho membuka tasnya dan mengeluarkan tas bekal itu kemudian meletakkannya pada meja di depannya. Dia memandangi tas itu kemudian membukanya. Dia mengeluarkan tempat makan berbentuk hati tingkat dua itu dan melihat sebuah kertas menempel diatasnya.

' Yunie!

Hwaiting! Joongie buatkan makanan super duper lezat ini untuk Yunie agar Yunie bersemangat saat latihan! Hwaiting! Saranghae! Muuaacchhhh'

Yunho tersenyum membaca pesan itu, hatinya terasa hangat sekarang. Ingin rasanya dia bermain dengan Jaejoong kembali hanya saja... Boa berkata...

Jika nilainya akan turun jika terlalu banyak bermain dengan Jaejoong lagipula jantungnya berdetak normal sekarang saat dia berjauhan dengan Jaejoong. Boa bilang, tidak baik jika jantungnya terus berdetak cepat seperti itu. Dia bisa saja terkena penyakit jantung jika seperti itu terus.

Namun Yunho tersenyum setelah membuka bekal itu. Jaejoong menatanya dengan sangat apik dan membuat Yunho tidak bisa mengalihkan pandangannya dari situ. Sisi dirinya yang lain terus berbisik jangan menjauh dari namja cantik itu, sedangkan sisi lainnya berkata bahwa dia memang harus menjauh.

Deg

Deg

Deg

Yunho menyentuh dadanya lalu langsung menutup tempat makan itu. Aigo... Ini bahaya! Bahkan hanya memikirkannya saja bisa membuat jantung itu berdetak cepat.

" Tapi... Kalau membuangnya itu akan sayang.. Hah..."

.

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

Mian kalau feelnya ga masuk, Cho potong jadi dua part karena ke panjangan… Hohohoho….

Ga ada yang Cho ucapin lagi dan ah! Couple-nya udah terproses ne? jangan protes hohohohoho~~~ No ChangKyu here…

.

Special Thanks :

bie (ne, dia sengaja dipolosin hohoho~~), GOMCHI46 (ne^^ Gomawo udah baca), sanaki chan (ne, jaemma hwaiting!), Rly. C. JaeKyu (Ne, ppali juseyoo~~), shen, cminsa (nado hwaiitng!), hnjasmine, zaladevita (ani, dari pihak yunpa aje hehe), cha yeoja hongki (no no no no~ berani bayar Cho piro?), icha. teppei (ne, biasa in juga Minsu kalo gt hoho~), min, Boo Bear Love Chwang (iye~~), lee in soo (nado hwaiting!), MinGyuTae00, farla 23, alby. chun, nidayjshero (nee~~), wulandari. apple, aismamangkona, lipminnie, dims, Yunjae Heart (ne, minus minus…. Hoho~), yoon HyunWoon, Anik0405, diahmiftachulningtyas, UMeWookie (tenang… Cho aja bisa tenang biasnya nikah… HUWWEEEEEEEEE~~~), littlecupcake noona (ne eonnie yaaaaa… huwweeee… Minnie oppa na Cho huwweee),

Jiji Maerwaen, albihikmah, Lia (kejawab disini ne?), tyas1412 (req dipertimbangkan heheheehe), narals. pumpkins, Noona (minsu eon hohohohh~~), Jung Jaehyun (ne, sabar kok Jaemmanya), akiramia44 (loph u tooo hohoho~~), SinushYJS (bukan, dia sesuatunya Jaemma wkkekekek), Dennis Park (sabar… tenang, ada waktunya), snow. drop. 1272, ditstysandra (kyk na gitu ^^), jongindo, vampireyunjae (ok^^), danatebh (tul! ^^), yayachi, para Guest, follower dan yang udah fav ff Cho

.

Sekali lagi Gomawo #bow

Ah… Part selanjutnya Cho update kalo udah selesai diedit ne?

See u next chap?

Chuuu~~