Gosh! uda ampir 6 bulan ga update.. maaf.

hountou ni gomenazaii. arigatou bwat smua yg uda review, fave, and subscribe. makasih. kazu akan brusaha terus mengupdate fic ini. janji! ga bakal hiatus kok. n beberapa chapter lagi kyknya cerita RF ini selesai n kazu akan brusaha update fic NejiGaa yg satu lagi.

langsung aja yaa

disklemer :

Naruto punya Masashi Kishimoto

Royal Fiance punya kazu.

Warning: OOC, Typo, berhubung ketik cepet2, YAOI, hubungan sesama pria. GA SUKA JANGAN BACA.

see u di bawah ya *abis chapter ini maksudnya*


Chapter 8

.

Normal POV

"Gaara?" Yashamaru bertanya dengan nada dingin, sedikit memaksa melihat Gaara yang sejak tadi hanya diam saja.

Gaara melirik sejenak kearah Neji, yang dilihat hanya diam dan mengalihkan pandangannnya. Ia menarik nafas dalam lalu menatap tanpa ekspresi kea rah Yashamaru.

"Baiklah, Paman." Jawabnya singkat. Semua wajah seketika menoleh ke arahnya, termasuk Neji yang melihat dengan tatapan terkejut sekaligus kecewa.

"Baiklah apa, Gaara?" Yashamaru berusaha memastikan, mencari jawaban dalam tatapan kosong keponakannya.

"Aku memilih Paman." Jawab Gaara pelan sambil menunduk. Setitik air mata terlihat menetes ke lantai. Neji hanya terdiam sambil kembali tertunduk. Iruka dan Kakashi terkejut, sementara Orochimaru tersenyum puas.

"Gaara-" Kakashi berusaha membujuk Gaara, namun dipotong oleh Orochimaru yang bangkit dari posisi duduknya.

"Oke! Sudah diputuskan. Ayo kita pergi." Ujarnya berjalan sambil diikuti oleh anak buahnya yang mendorong keluar kursi roda Yashamaru.

"Tunggu! Tunggu dulu Gaara." Iruka memanggil Gaara, Gaara berhenti dan memandang mereka.

"Neji, hentikan mereka." Paksa Iruka, Neji hanya menggeleng. Ia lalu menatap Gaara sejenak dan tersenyum, meskipun jelas terlihat senyumnya dipaksakan.

"Aku tidak akan menghalangimu Gaara, kau bebas menentukan keputusannmu."

"Jadi kau tidak akan menghalangiku?" Tanya Gaara dengan nada datar, "Kau membiarkanku pergi begitu saja?" nada suaranya meninggi, "Kau tidak peduli?" tanyanya lagi, kali ini sambil tertunduk.

Neji hanya diam.

"Baiklah, kurasa aku memang tidak pantas dipertahankan." Jawab Gaara pelan lalu berbalik dan berjalan keluar, air matanya tidak berhenti mengalir. Ia hanya berjalan terdiam sambil menggigit bibirnya, menahan suara tangisan yang sejak tadi memaksa untuk keluar. Tidak didengarnya Neji berbisik pelan, "Maaf, Gaara."

.

Suasana dalam limousine mewah itu hening. Gaara terdiam sambil mengalihkan pandangannya ke jalanan yang ramai. Yashamaru yang sejak tadi memandang Gaara dan berusaha menghibur keponakannya namun tidak berhasil, akhirnya putus asa. Dia menghela nafas dan memutuskan membuka pembicaraan.

"Orochimaru-sama, saya benar-benar berterimakasih atas kebaikan Tuan yang sudah membebaskan Gaara dari tangan orang-orang itu." Orochimaru hanya mengangguk dan tersenyum.

"Saya tidak akan melupakan kebaikan Tuan, saya berjanji hutang saya pasti akan saya bayar pelan-pelan secepat mungkin setelah saya sudah kembali bekerja."

"Hmph." Jawab Orochimaru singkat, ia lalu memandang tajam kearah Yashamaru.

"Kau bayar pelan-pelan? Hutang jutaan yen itu mau kau bayar pelan-pelan? Hahahahaha." Tawa Orochimaru memenuhi mobil tersebut, Gaara memandang dengan tidak senang.

"I-iya Tuan, meskipun akan memakan waktu seumur hidup saya pasti akan membayar hutang saya." Jawab Yashamaru perlahan.

"Ooo, tidak." Orochimaru lalu meraih bahu yashamaru dan mencengkeramnya keras hingga terdengar rintihan dari Yashamaru.

"Paman!" Gaara berusaha menengahi namun dihalangi oleh kedua bodyguard orochimaru.

"Kau pikir aku mau menunggumu membayar hutang sebanyak itu dalam waktu sangat lama? Kau gila? Kau kira siapa aku? Aku Orochimaru, pebisnis hebat, bukan badan sosial. Uang itu tidak kuberikan semata-mata untuk menolongmu." Orochimaru lalu maju mendekat dan menatap tajam ke yashamaru.

"Kau dan keponakanmu akan menjadi umpan untuk rencanaku menghancurkan Hyuuga." Ucapnya dingin. Gaara meronta keras. "Kau!" Orochimaru melepaskan cengkramannya dari Yashamaru dan berbalik kearah Gaara.

"Kenapa Gaara? Kau mau apa? Kau tidak bisa apa-apa tanpa tunanganmu tercinta itu." Orochimaru mengangkat dagu Gaara dengan jarinya sambil maju semakin dekat, lidahnya menjilati leher Gaara.

"Ugh, lepaskan!" Gaara berusaha melepaskan diri, namun sia-sia, cengkraman kedua bodyguard tadi terlalu kencang.

"Lepaskan dia!" Yashamaru maju sambil berusaha menarik Orochimaru, namun Orochimaru berbalik dan mendorong Yashamaru keras hingga tubuhnya terbentur pintu mobil, apalagi dengan keadaan tubuhnya yang memang lemah, Yashamaru kehilangan kesadarannya.

"Paman!"

"Eits, jangan banyak bergerak Gaara-kun, kau tidak ingin Pamanmu tercinta itu terluka lebih parah kan?" perhatian Orochimaru kembali pada Gaara, kini ia menatapnya dengan pandangan yang aneh, sesuatu yang jahat terpantul di kedua matanya. Gaara sedikit ketakutan.

"Hmm" ujarnya sambil menyentuh pipi Gaara dengan punggung tangannya, "Kau tahu Gaara-kun, kau cukup cantik untuk ukuran seorang pria."

Dia lalu maju dan berbisik di telinga Gaara, "Bagaimana kalau kau membayar hutang pamanmu dengan …" perhatian orochimaru beralih ke bibir Gaara, "dengan tubuhmu." Bisiknya pelan lalu menyentuh bibir Gaara dengan bibirnya. Gaara meronta berusaha melepaskan diri, Orochimaru semakin memperdalam ciumannya, namun secepat itu pula dia menarik dirinya.

"Shit!" geramnya. Tangannya menutupi bibirnya yang nampak berdarah. Ia menoleh kearah Gaara. Ekspresinya Gaara campur aduk, marah, gusar, jijik namun ia tidak terlihat ketakutan disana.

"Berani-beraninya kau!" bentak Orochimaru.

"Kau pantas mendapatkannya." Jawab Gaara dingin sambil meludahi wajah Orochimaru.

"Kau!"

"Slap!" sebuah tamparan mendarat di wajah Gaara. Darah mengalir dari bibirnya akibat tamparan tadi.

"Kau lakukan lagi maka kau tidak akan kuampuni, dasar jalang!" ujar Orochimaru geram. Gaara hanya tersenyum kecil, nampak puas meskipun sebenarnya dia cukup ketakutan, namun berusaha ditahannya.

'Kau harus kuat, Gaara. Neji tidak ada disini untuk menolongmu.'

Orochimaru membersihkan wajah dan luka pada bibirnya lalu menoleh pada salah seorang bodyguardnya.

"Lakukan." Perintahnya sambil melirik Gaara yang kini kelihatan bingung.

"Tenang saja Gaara-kun, kau hanya akan merasa sedikit melayang." Orochimaru menyengir licik

Tiba-tiba sepotong sapu tangan menutupi hidungnya, Gaara berusaha melepaskan diri, namun seketika itu pula kepalanya terasa pusing dan sebelum dunia sekitarnya berubah hitam, sebuah nama terucap olehnya, "Neji…"

.

"Kenapa kau diam saja?" Iruka yang terlihat marah membentak Neji, Neji hanya diam.

"Neji, jawab aku!" Iruka menarik bahu Neji, kini pandangan mereka bertemu. "Apa-apan kau ini? Tunanganmu dibawa pergi dan kau diam saja?"

"Iruka." Kakashi meletakan tangannya di lengan Iruka, berusaha menenangkan kekasihnya. Iruka menoleh pada Kakashi, pandangannya tidak senang.

"Kau juga, kenapa tidak berusaha menghentikan mereka?"

"Cukup." Neji bergumam

"Ada apa? Sudah menemukan keberanian untuk menjawabku?" tantang Iruka

"Kubilang cukup!" Neji berteriak keras, ia melepaskan tangan Iruka dengan kasar.

"Kau tidak mengerti Iruka, kau tidak tahu apa-apa! Kalian semua tidak mengerti perasaanku." Jawab Neji gusar.

"Tidak mengerti? Tunanganmu pergi, kau tidak berusaha menghentikannya, kau bilang aku tidak mengerti? Semua sangat jelas, Neji! Kau pengecut." Bentak Iruka marah

"Iruka, hentikan!" Kakashi berusaha melerai, sementara Neji hanya memandang tajam kearah Iruka.

"Itu keputusannya. Dia yang memutuskan untuk pergi! Dia yang memutuskan untuk meninggalkanku! Meninggalkanku seperti orang-orang meninggalkanku, seperti Ayah dan Ibu yang meninggalkanku!"

Iruka dan Kakashi terdiam memandang Neji yang berusaha mengontrol emosinya, kedua matanya berkaca, kekecewaan nampak di wajahnya.

"Dia sama saja, kalian tahu, Gaara sama saja seperti mereka. Semua orang yang kucintai, semuanya meninggalkanku." Ucapnya pelan sambil menunduk.

Kakashi lalu maju dan merangkul keponakannya, berusaha menenangkannya. Iruka hanya menggeleng.

"Jadi hanya seperti itu perasaanmu pada Gaara? Apakah kau tidak sedikitpun mempercayainya?"

Neji melepaskan diri dari pelukan Kakashi dan memandang Iruka bingung. Iruka hanya menghela nafas dan bergumam "Kalian para Hyuuga sama saja."

"Neji, apa kau pikir Gaara akan begitu saja meninggalkanmu?" Neji terdiam, Iruka melanjutkan.

"Aku tahu Gaara, dia menyanyangimu, dia bukan seperti ibumu yang pergi meninggalkanmu begitu saja. Dia-"

"Tapi dia tetap pergi kan? Seberapapun kalian berusaha meyakinkanku soal perasaan Gaara, toh kenyataannya dia tetap pergi kan?" potong Neji, Iruka mulai tampak kehilangan kesabarannya.

"Karena kau tidak mencegahnya!" balas Iruka

"Tidak bisakah kau lihat dari pandangannya, seberapa inginnya dia tinggal. Seberapa bingungnya dia saat itu ketika harus memutuskan untuk memilih. Tidak kah kau sadar kalau dia berulang kali melihat kearahmu, berusaha mencari jawaban, tapi apa yang kau lakukan, hanya diam? Menunduk?" Neji masih terdiam

"Kalau kau memang percaya padanya dan memintanya tinggal, aku yakin dia akan tinggal."

"Tapi aku tidak bisa memaksanya memilih antara aku atau pamannya." Jawab Neji pelan

"Aku mengerti, tapi tidak bisakah kau katakan sesuatu padanya? Apa kau tahu, sikap diammu itu merupakan tanda bagi Gaara bahwa kau sudah tidak menginginkannya." Iruka berusaha menjelaskan pada Neji.

"Aku tidak-"

"Ya ya, kau mencintainya, kau menyayanginya, ingin dia tinggal." Neji mengangguk, "Tapi Gaara bukan seorang cenanyang, dia tidak bisa membaca pikiranmu, kau harus mengatakan itu padanya, Neji."

Neji terduduk, nampak penyesalan di wajahnya. "Tapi semua sudah terlambat." Ujarnya pelan, "Gaara sudah pergi bersama pamannya, bersama Orochimaru." Kata terakhir diucapkannya dengan penuh kebencian.

"Kau masih belum mengerti juga, Neji?" Iruka kembali bertanya, Neji memandang bingung.

"Orochimaru! Orochimaru yang kita bicarakan disini!"

"Apa menurutmu seorang Orochimaru akan melakukan hal seperti ini semata-mata untuk menolong Yashamaru-san dan Gaara?" lanjut Iruka, Neji menggeleng, secercah cahaya muncul di pikirannya.

"Kau pikir," ia memandang Iruka lalu Kakashi, "Kalian pikir Orochimaru merencanakan sesuatu terhadap Gaara?" ia nampak cemas, membayangkan hal-hal buruk yang mungkin dilakukan Orochimaru pada Gaara-nya.

Kakashi dan Iruka mengangguk.

"Orochimaru pasti memiliki rencana. Kau tahu kan dia masih gusar soal perjanjiannya yang kita tolak itu." Tambah Kakashi.

"Sial!" umpat Neji. "Kita harus segera mengejar mereka." Neji bangkit, dengan panik ia berjalan cepat kearah parkiran mobil namun dihentikan oleh Kakashi.

"Hei, tenanglah. Kau tidak boleh panik."

"Tidak panik bagaimana, hal buruk bisa saja terjadi pada Gaara sekarang!"

"Tenang Neji, aku sudah meminta bantuan Pakkun (1) untuk membuntuti mobil mereka, jika terjadi apa-apa dia akan menghubungiku." Neji sedikit lega mendapat penjelasan dari Kakashi, namun tiba-tiba ponsel Kakashi berdering.

"Ya? Ada apa, Pakkun?" Kakashi terdiam sebentar.

"Apa? Baiklah, aku akan segera menyusul, kau tetaplah membuntuti mereka."

"Kakashi, ada apa? Apa yang terjadi?" Neji terlihat panik dan tidak sabar, Kakashi memandanga Neji dan Iruka.

"Gaara …"

.

TBC


(1) anggap aja pakkun manusia. haha

oke! done, next chap kazu akan usahakan update secepatnya.

oke, bagi yg mau tahu alasan kazu ga update fic ini, ptama, virus, yg mbuat kazu harus format laptop, oke, alasan klasik memang, tp ini beneran. semua fic kazu ilang T.T

kedua, kazu taon akhir, jadi harus slesein skripsi, beneran juga. trus ketiga yg paling ngefek, malas.

oke, alasan yg tidak bisa diterima. tp beneran, kazu kehilangan smangat nglanjutin chapter ini, tp tiba-tiba beberapa minggu n hari lalu kazu mndapat review n bbrpa fave n subscribe yang mbuat kazu semangat lagi bwat lanjutin fic ini. makasih yaa semuanya.

smoga update'an ini ga mbuat minna-san sklian kecewa.

ok de, makasih uda menyediakan waktu buat baca, don't mind to review, okeh? :)