NARUTO dan karakter milik Kishimoto Masashi (Disclaimer)
Fuga Yadu © Maha
Warning :OC, OOC, Divergence, sedikit Gore, don't Kitsching, maybe Parody, hayalan belaka dan amatir, kemungkinan terjadi salah ketik karena Human Error, jalan cerita sesuai kehendak Author.
Rating :T semi M
The Great Ninja Uzumaki Naruto part II
GENRE: Adventur, Action, Fantasi, Supranatural, Sedikit Humor/Lelucon, Friendsip, tragedy.
Charakter PEMERAN : Naruto, Fuga dan Sasuke.
Pagi hari yang cerah, Naruto dan kawan-kawan sedang berkeliling Konoha seperti layaknya para tourist. Tiga pemuda itu sudah lama tak melihat pemandangan desa Konoha, jadi mereka memutuskan untuk jalan-jalan terlebih dahulu.
Tiga pemuda gagah ini menyempatkan diri mereka untuk mengunjungi sebuah toko fashion sebelum menuju tempat lain.
"Sasuke, sepertinya kau cocok dengan topi cowboy ini-tebayo" ucap Naruto sambil memberikan sebuah topi cowboy yang terbuat dari kulit dan berwarna hitam.
"Biar aku coba" ucap Sasuke lalu berkaca, "kelihatannya bagus, aku membelinya" ucap Sasuke.
"Kalau kau pakai beret merah ini" ucap Fuga lalu ia memberikan beret yang diambilnya untuk Naruto.
"Sepertinya cocok denganku-tebayo. Oke aku ambil ini. Kalau untukmu.. ummm" Naruto sedang mencari sesuatu yang cocok untuk Fuga. "Nah… itu! Sebuah topi Fedora itu" tunjuk Naruto.
"Pilihan yang bagus Naruto" ucap Fuga lalu ia memakai topi tersebut.
Topi fedora bentuknya mirip topi koboi namun memiliki sisi tidak terlalu lebar. Topi ini juga begitu identik dengan pencitraan para detektif dan gangster.
Beret, pemain game Point Blank pasti sudah familiar dengan jenis topi yang satu ini, apalagi kalau sudah sampai level mayor. Pada awalnya topi jenis ini dikenal sebagai topi nasional negara Prancis.
Setelah membeli beberapa topi berkelas, ketiga pemuda itu melanjukakan perjalannan menuju toko bunga keluarga Inoichi namun yang berbelanja hanya Fuga saja sementara dua temannya yang lain menunggu di tempat lain.
"Paman berapa harga seikat bunga leli putih ini?" tanya Fuga.
"Hanya satu dollar, tuan muda" ucap Inoichi. Inoichi tak dapat mengenali Fuga, sekarang Fuga telah banyak berubah begitu juga penampilannya dan sekarang dia mengenakan topi yang menyebabkan temannyapun akan sulit mengenali Fuga.
"Aku beli tiga ikat ya paman" ucap Fuga.
Inoichi lalu memberikan tiga ikat bunga leli kepada Fuga lalu Fuga langsung membayarnya. "Ngomong-ngomong, Ino kemana paman?" tanya Fuga.
"Jadi tuan muda ini teman putriku? Aku belum pernah melihat anda" ucap Inoichi "Oh.. Inonya lagi keluar bersama Sakura" ucapnya lagi.
"Terimakasih paman, aku pergi dulu. Teman-temanku sudah menunggu" ucap Fuga lalu bergegas pergi.
Tak lama kemudian, Ino pulang.
"Aku pulang" ucap Ino yang baru datang.
"Oh kau sudah pulang, tadi baru saja sebelum kau tiba ada pemuda yang menanyakan dirimu" ucap Inoichi.
"Siapa ayah?" tanya Ino.
Penampilan Ino sekarang lebih feminism. Ino merupakan kunoichi yang sangat perhatian pada kecantikannya. Ino adalah seorang gadis berkulit putih, cukup tinggi dan memiliki mata biru. Ia memiliki rambut pirang panjang, yang selalu terlihat dikuncir ekor kuda tinggi dengan poni yang menutupi sisi kanan wajahnya. Rambutnya panjang hingga pinggang dan ia juga mengenakan klip merah di sisi kiri rambutnya. Ia berbaju sedikit terbuka sehingga membuatnya cukup lincah dan cepat. Ino menggunakan baju ungu pendek tanpa lengan, bajunya hanya menutup bagian dada hingga leher. Ino mengenakan rok mini berwarna ungu yang tersibak di bagian depan, di bagian dalam menggunakan celana armor ninja ketat dan pendek serta paha kanan diperban untuk menyelipkan sebuah senjata berupa pisau kecil. Ino juga mengunakan pelindung siku dan kaki yang terbuat dari armor ninja.
…
"Seorang pemuda yang mungkin dari kalangan konglomerat, kalau tak salah rambutnya berwarna silver" ucap Inoichi.
"Silver? Itu pasti Fuga-kun. Ayah aku pergi sebentar" ucap Ino lalu pergi begitu saja.
"Hah.. dasar gadis remaja!" ucap Inoichi sambil merapikan bunganya.
Sementara di tempat Naruto dan Sasuke menunggu, seorang gadis yang berambut panjang berwarna indigo gelap yang sedang berlari tergesa-gesa menabrak punggung Naruto hingga menbuat beretnya terjatuh. Gadis itu berpenampilan sederhana, mengenakan jaket biru pucat yang memiliki lengan berwarna putih serta mengenakan celana chunin berwarna biru gelap, di paha kanannya terselip sebuah kotak hitam berukuran kecil yang berisi beberapa senjata rahasia berupa jarum.
Sasuke hanya menatap gadis itu dengan diam.
Gadis itu menatap punggung Naruto dengan mata lavendernya. "Yondaime Hokage?"
Naruto lalu berbalik badan dan membuat Hinata sedikit terkejut, "Naruto-kun?"
"Ini aku, Hinata" ucap Naruto "kau semakin cantik saja-tebayo" goda Naruto.
"Dan mengembang pesat" imbuh Sasuke.
"Apanya maksudmu, Teme?" tanya Naruto.
"Bemper, Size 36B" ucap Sasuke.
"Ahh! Yang jelas Hinata itu cantik-tebayo" ucap Naruto.
"Jangan mengoda Naruto-kun" ucap Hinata dengan pipi yang sudah merona.
"Kau memang benar-benar cantik-tebayo" ucap Naruto lagi.
Hinata hanya tersenyum manis.
"Kau mau kemana Hinata?" tanya Naruto.
"Aku harus segera melapor kepada Hokage-sama tentang hasil penelitian di laboratorium rumah sakit Konoha, Naruto-kun" ucap Hinata.
"Jadi kau sekarang menjadi ninja medis?" tanya Naruto.
"Bisa dibilang seperti itu tapi aku tidak seperti ninja medis yang lainnya, aku memakai metode akupuntur yang aku pelajari dari buku pemberian Fuga-kun" ucap Hinata.
"Jadi begitu ya, ngomong-ngomong nanti siang kau ada waktu? Aku ingin mengajakmu makan ramen, hehe" ucap Naruto.
"Dobe ingin mengajakmu kencan" ucap Sasuke sepontan.
"Diam kau, Teme!" ucap Naruto, "bisa kan, Hinata?" tanya Naruto penuh harap.
"Naruto-kun mengajakku kencan?" tanya Hinata polos.
"Um….. hehe i-iya Hinata" ucap Naruto.
"Dasar Dobe! Dalam hal wanita kau payah" ucap Sasuke.
"Aku juga meragukanmu, Teme!" balas Naruto.
"Kalau begitu aku ke kantor Hokage-sama dulu, Naruto-kun" ucap Hinata.
"Hati-hati Hinata, aku akan menungumu di ramen Ichiraku" ucap Naruto.
"Hinata hanya pergi menemui Hokage saja, tak perlu begitu kawatir" ucap Sasuke.
"Aku hanya mengingatkan, siapa tau ada lubang di tanah yang bisa saja membuat Hinataku jatuh" ucap Naruto.
"Hinataku? Kapan kau jadian Dobe?" tanya Sasuke.
"Seminggu lalu di alam mimpi-tebayo" ucap Naruto lalu tersenyum.
Sasuke malah mendengus.
Tak lama kemudian Fuga datang.
"Kenapa lama sekali Fuga?" tanya Naruto.
"Dia sekarang semakin lambat" ucap Sasuke.
"Tadi di toko bunga aku bingung memilih bunga. Sekarang kita pergi ke pemakaman dulu untuk mengunjungi makam kakek Hokage ke-tiga" ucap Fuga.
"Ide bagus, sebaiknya kita mengunjungi kakek terlebih dahulu-tebayo" ucap Naruto.
Mereka lalu mengunjungi pemakaman, untuk mendoakan Hokage ke-tiga yang telah lama wafat.
Tiga ikat bunga leli putih sekarang menghiasi tempat peristirahatan terakhir Hokage ke-tiga.
"Orochimaru telah membunuh orang yang kita sayangi, hanya Hokage ke-tiga yang memberikan perhatian lebih kepada kita bertiga. Sekarang dia telah tiada sebelum kita membalas budi baiknya" ucap Naruto.
"Haiyah.. tak ada gunanya kita bersedih, lebih baik kita membalas budinya dengan cara menjaga Konoha" ucap Fuga.
"Aku sendiri yang akan membunuh Orochimaru. Aku akan membebaskan kakek Hiruzen dari belenggu dendam ini" ucap Sasuke.
"Kau benar Sasuke, kita harus memberi Orochimaru pelajaran-tebayo" ucap Naruto.
"Biar aku sendiri yang menghabisinya" ucap Sasuke.
"Jangan menanggung ini sendiri, Teme!" ucap Naruto.
"Sudahlah, Naruto. Jangan meragukan kemampuan Sasuke, biarkan dia yang menyelesaikannya" ucap Fuga.
"Baiklah, tapi kami akan selalu bersamamu" ucap Naruto.
"Terserah kalian saja tapi jangan mempersulitku" ucap Sasuke.
"Haiyah… perutku lapar" ucap Fuga.
"Kalau begitu ayo kita menuju ramen Ichiraku-tebayo" ucap Naruto semangat.
Mereka bertiga segera menuju kedai ramen Ichiraku tapi di tengah jalan mereka dijegat oleh dua orang gadis yang sangat familiar di mata ketiga pemuda ini.
Fuga dan Sasuke langsung berbalik dan menyembunikan dirinya di balik Naruto.
"Sakura-chan? Ino-chan? Ini benar kalian? Jadi kalian sudah tumbuh menjadi dua gadis cantik ya-tebayo" ucap Naruto.
"Naruto?" kedua gadis itu bertanya-tanya saat melihat Naruto yang telah berubah menjadi sosok pemuda yang gagah seperti Yondaime Hokage.
Sasuke dan Fuga yang berada di belakang Naruto menggerutu.
"Kenapa aku harus bertemu gadis menyebalkan itu hah. Haiyah, hari yang sial" keluh Fuga.
"Sial gadis berjidat lebar itu lagi" keluh Sasuke.
Sakura Haruno, Sakura memiliki rambut pink cerah, mata hijau, dan kulit kuning langsat. Sakura sering diganggu karena dahinya agak lebar dan dia mendapat julukan 'Billboard Brow'. Sakura sekarang Chunin, telah memperoleh pakaian baru yang terdiri dari baju kaos merah dasar dan tanpa lengan, dengan sarung tangan hitam, sepatu bot hitam, celana pendek hitam, rok abu-abu apron pendek, dan pelindung siku abu-abu. Roknya dan pelindung siku berwarna merah muda.
Sakura dan Ino menyadari dua pria yang sedang membelakangi mereka berdua yang berada di belakang Naruto. Mereka berdua langsung menyadari kalau itu pasti Fuga dan Sasuke karena mereka tak pernah mengesampingkan ciri-ciri pria idaman mereka dari otak mereka sedikitpun. Tujuan utama dua kunoichi ini adalah mencuri perhatian pria idaman mereka lalu menjadikannya sebagai kekasih mereka.
"Kyaaa! Sasuke-kun!" teriak Sakura.
"Kyaaaaa! Fuga-kun akhirnya kau kembali" ucap Ino.
Kemudian secara cepat kedua gadis itu telah memeluk hangat pria idaman mereka masing-masing.
Alis Fuga bergetar hebat lalu panas dingin saat dipeluk oleh Ino dan yang membuat Fuga menjadi demam adalah sesuatu yang kenyal bersentuhan dengan dadanya. Keadaan itu membuat Fuga semakin gerogi lalu ia dengan sigap menyuruh Ino melepaskan pelukannya "Wha-what the hell it's hah? I-Ino, lepaskan aku!" ucap Fuga.
Ino kemudian melepas pelukannya. "Walau aku tak mengerti bahasamu, Fuga-kun. Aku tau kalau Fuga-kun bilang sangat merindukanku" ucap Ino yakin.
"Ti-tidak" bantah Fuga.
"Tapi tadi Fuga-kun menanyakanku kepada ayahku" ucap Ino.
"Itu ha-hanya…." Fuga kehabisan kata.
Semetara Sasuke terlihat berusaha melepaskan diri dari pelukan erat Sakura. "Sakura lepaskan aku!" ronta Sasuke.
"Aku sangat merindukanmu, Sasuke-kun" ucap Sakura.
"Tapi jangan memelukku, baka!" umpat Sasuke.
Sakura akhirnya melepaskan pelukannya. "Kau sangat tampan, Sasuke-kun"
"Heh" Sasuke hanya mendengus sementara Naruto melihat pemandangan itu dengan tatapan menggelitik ke arah dua temannya. "EE… ternyata kalian payah juga dalam hal wanita-tebayo" ledek Naruto.
"Diam, Dobe!" umpat Sasuke kesal.
"Jidat lebar! Kau itu salah, Fuga-kunku yang paling tampan" ucap Ino sengit.
"Jangan salah, Pig! Sasuke-kunku yang paling tampan" balas Sakura sengit.
"Haiyah… perempuan memang berisik" keluh Fuga.
"Fuga benar" ucap Sasuke.
"Jangan salah, Hinata tak seperti itu-tebayo" ucap Naruto.
"Hah… sebaiknya kita pergi makan saja" ucap Fuga.
Kemudian tiga pemuda itu langsung meningalkan dua gadis enerjik tersebut namun kedua gadis itu malah mengikuti mereka.
"Sasuke-kun, mau makan kan? Ayo makan bersama di restorant yuk" ajak Sakura. "Aku harus berhasil mengajak Sasuke-kun kencan" batinya.
"Fuga-kun, ayo ikut denganku makan bersama yuk" ajak Ino. "akhirnya aku mendapatkan kesempatan untuk mengajak Fuga-kun kencan, Kyaaaa! Pasti menyenangkan" batin Ino.
"Aku mau makan ramen" ucap Fuga dan Sasuke bersamaan.
"Yo! Ide bagus, sekalian kencan bersama saja-tebayo. Aku juga mengajak Hinata makan ramen bersama" ucap Naruto mantap.
"Boleh juga" ucap Sakura lalu tersenyum. "Sial padahal aku hanya ingin makan berdua saja dengan Sasuke-kun" batinya miris.
"Kedengarannya bagus" ucap Ino. "Yang penting aku bisa berduaan dengan Fuga-kun" batin Ino.
"Oke ayo segera berangkat menuju ramen Ichiraku-tebayo" ucap Naruto semangat.
Mereka semua langsung pergi menuju kedai ramen favorit mereka dan di sana Hinata telah menunggu.
"Sudah lama menunggu ya, Hinata?" tanya Naruto.
"Baru saja Naruto-kun" ucap Hinata.
"Kalau begitu ayo segera masuk-tebayo" ucap Naruto kemudian langsung memesan "paman Teuchi, pesan ramen porsi besar untuk kami" ucap Naruto.
"Wah wah… jarang-jarang ada tiga pasangan yang kencan secara bersamaan, kalau begitu aku akan memberikan porsi special untuk kalian semua" ucap Teuchi.
"Oke kami pesan porsi itu-tebayo" ucap Naruto.
Naruto duduk bersama Hinata paling kiri, di kanan mereka duduk Fuga bersama Ino dan di kanannya lagi Sasuke dan Sakura.
Tak lama kemudian Ayame 'putri Teuchi' membawakan tiga mangkok ramen jumbo lengkap dengan dua pasang sumpit di setiap mangkuk untuk ketiga pasangan tersebut.
"Haiyah… why?" tanya Fuga.
"Tidak salah ini, kak Ayame? Kita kan berenam-tebayo" ucap Naruto.
"Satu pasang dapat satu mangkuk. Selamat makan semuanya" ucap Ayame lalu tersenyum.
Naruto dan Hinata fine-fine saja, mereka lalu menyantap bersama semangkok ramen besar itu. Naruto dan Hinata memang sudah dekat dari kecil jadi tidak masalah makan ramen bersama. Mereka berdua sudah seperti kakak beradik.
"Hinata aku suapi ya" ucap Naruto sambil mengulung mie pada sumpitnya.
Hinata hanya tersipu dan Naruto langsung menyuapinya dengan pelan.
Fuga menatap temanya yang sedang asik menikmati ramen mereka dan tanpa sadar perutnya berbunyi dengan keras karena sudah sangat lapar.
"Fuga-kun, aaa!" Ino menawarkan segulung ramen untuk Fuga. Karena sudah lapar mau tak mau Fuga menerima suapan dari Ino dengan muka kusam dan sedikit merona lalu ia mengunyah dengan tangan menatak jagutnya.
Sakura juga mengikuti cara Ino. "Sasuke-kun ayo buka mulutnya" ucapnya sambil menawarkan segulung ramen. Sasuke juga terdesak seperti Fuga karena perut lapar dan rasa ramen yang menggoda, mau tak mau ia juga harus menerima tawaran itu. Sasuke mengunyah mienya dengan muka muram sabil tangan menyentuh jidatnya untuk menyembunyikan rona merah di pipinya.
Sakura dan Ino tersenyum hampir bersamaan melihat tingkah pasangannya masing-masing, Naruto dan Hinata sempat memperhatikan teman mereka sebentar dan membuat mereka tersenyum kecil melihat teman-temannya itu lalu tak lama kemudian mereka kembali menikmati ramen mereka.
"Naruto-kun, bibirmu belepotan" Hinata langsung mengambil tisu lalu mengusap bagian bawah bibir Naruto.
"Kau juga melupakan kalau dirimu juga belepotan, Hinata" Naruto juga mengambil tisu dan mengusap bagian bawah bibir Hinata. Saat itu juga tatapan mereka saling bertemu.
"Kau memang benar-benar cantik, Hinata" batin Naruto.
"Naruto-kun gagah dan tampan sekali" batin Hinata.
Seketika mereka berhenti saling pandang dan memilih memandang ke arah lain untuk menyembunyikan pipi mereka yang telah memerah sempurna.
Ino melihat tingkah pasangan itu, kemudian ia mencobanya. Ino tiba-tiba mengambil tisu dan mengusap bagian bawah bibir Fuga membuat Fuga terdiam "Fuga-kun, bibirmu belepotan" ucap Ino.
Fuga sekarang melihat dengan jelas wajah Ino, ia menatap Ino dalam diam dan Ino menganggapnya Fuga terpesona dengan kecantikannya."Gadis ini melakukan hal-hal yang mengejutkanku tapi dia cantik juga berbeda pas waktu kecil yang seperti pengorengan pecah" batin Fuga.
"Fuga-kun, makan itu harus pelan-pelan ya biar tidak belepotan" ucap Ino.
Fuga tak menjawab, tampa sadar ia langsung menyedot helaian mie yang diambilnya dengan cepat lalu tersedak.
Huk!
Huk!
Ino langsung mengambilkan Fuga segelas air namun cekukanya tak mau hilang dan tanpa basa-basi lagi Ino langsung mencium pipi Fuga membuatnya membeku dan ajaib, cekukannya hilang. "Tak kusangaka ini akan berhasil" celoteh Ino lalu tersenyum karena berhasil membuat Fuga kehilangan pola pikirnya.
Sakura sangat kesal melihat Ino sok romantic di hadapanya, ia lalu mengambil helaian mie di makoknya dan menyedotnya dengan ganas tanpa mengetahui helaian mie itu juga dimakan oleh Sasuke. Dengan cepat mulut Sakura dihubungkan dengan mulut Sasuke oleh mie tersebut.
Sasuke terlihat kehilangan gerak tubuh saat mie yang dimakannya ternyata sama dengan yang dimakan Sakura. Sakura yang kesal melihat Ino langsung menyedot mie itu hingga bibirnya hampir menyentuh bibir Sasuke, sialnya Sasuke tak bisa berpikir cepat saat ini.
Saat hampir bersentuhan, Sakura baru menyadarinya dan seketika pipinya merona merah dan langsung memutuskan mienya. Sasuke masih tetap terdiam , tubuhnya panas karena baru kali ini ada seorang gadis menatapnya sedekat itu dan sangat dekat sekali.
Sasuke langsung menutup bibirnya dengan tangan lalu berkata "apa-apaan kau, ja-jangan mecuri untuk menciumku. Dasar fangirl!" umpat Sasuke.
Sementara Fuga masih menyentuh pipi kanannya dengan tangan dalam diam.
"Fuga-kun, ayo habiskan ramennya" ucap Ino manis.
Fuga langsung mengambil sumpitnya dan meneruskan makan dalam diam. Ino tersenyum, ia juga menikmati ramennya bersama Fuga.
"Naruto-kun, habiskan ya ramennya" ucap Hinata.
"Kau juga, kita habiskan ramen ini bersama-tebayo" ucap Naruto.
Di lain pihak, Jiraiya dan Kakasi sedang membicarakan hal penting di sebuah kedai makanan tradisional sambil menikmati hidangan mereka.
"Kakasi, mereka sudah mulai bergerak. Akatsuki. Mereka memiliki rencana yang berbahaya" ucap Jiraiya.
"Akatsuki ya, kenapa mereka mulai bergerak secara terang-teranggan. Apa sebenarnya tujuan mereka?" tanya Kakasi.
"Aku belum tau banyak, aku akan berkeliling dan menyelidiki lebih lanjut lagi" ucap Jiraiya.
"Dulu anda bilang, targetnya adalah Naruto. Apakah mereka ingin menangkap semua orang seperti Naruto?"
"Pastinya seperti itu, dan untuk apa aku belum tau. Aku serahkan Naruto kepadamu mulai sekarang" ucap Jiraiya.
"Baiklah" sahut Kakasi.
"Tentang akatsuki, aku juga telah memperingatkan hal ini ke pihak Sunagakure" ucap Jiraiya lagi.
Di desa Suna, Gaara mengadakan pertemuan dengan semua bawahannya. Kini Gaara adalah seorang Kazekage.
Rapat konfrensi meja bundar.
"Jadi begitu ya" ucap penasehat utama Kazekage, "sebuah organisasi yang berbahaya".
"Aku mendapat informasi ini dari legendaries sannin Jiraiya. Berdasarkan informasi darinya, tanda-tanda pergerakan akatsuki mulai terlihat, mereka merencanakan sesuatu yang berbahaya. Dua anggota Akatsuki yang sudah diketahui adalah missing-nin tingkat S, mereka adalah Uchiha Itachi missing-nin dari Konoha dan Hosigaki Kizame dari Kirigakure" ucap Yuura, dewan penasehat Kazekage yang lain.
Gaara terlihat diam saja dalam rapat ini.
"Kalau begitu, perketat lagi penjagaan, kita tak akan tau kapan Akatsuki datang menyerang" ucap penasehat utama.
"Baik" sahut semua angota rapat.
"Baik kalau begitu rapat selesai" ucap penasehat utama.
Meraka semua kemudian bubar dan meningalkan Gaara yang masih berada di ruangan itu bersama pengawalnya.
Kembali ke kedai Ichiraku, Naruto dan kawan-kawan sudah menyelesaikan santap siangnya.
"Hari yang sangat menyenangkan" celoteh Ino, "senang kita bisa berduaan saja, Fuga-kun" ucap Ino.
Fuga hanya memasang muka muram.
"Oi Pig, kau mengurau" ucap Sakura, "Aku dan Sasuke-kunku juga ada di sini, baka!" ucapnya lagi.
Sasuke hanya mendengus.
"Nanti jika ada waktu senggang kita makan bersama lagi oke, Hinata" ucap Naruto.
"Iya Naruto-kun" sahut Hinata.
"Ayo cepat menemui Hokage" ucap Fuga.
"Yosh" sahut Naruto.
"Ayo!" ucap Sasuke.
Di kantor Hokage, saat ini pukul 01.00 pm.
"Kakasi! Jiraiya! Kenapa mereka lama sekali?" tanya Tsunade
"Mereka bilang ingin berkeliling dahulu" ucap Kakasi.
"Kurang ajar!" Tsunade memukul meja hingga terbelah membuat Shizune, Jiraiya, Kakasi, Shikamaru dan Temari merasa ngeri melihatnya.
Kemudian datang empat anbu untuk membereskan kerusakan itu dan tak lama kemudian empat anbu itu membawa meja yang baru.
Tsunade kembali duduk "dasar mereka seenaknya saja membuat aku menunggu, akan aku cabut setatus chunin mereka , kurang ajar!" umpatnya sambil mengepalkan tangan.
Naruto, Fuga dan Sasuke mendapat pringkat chunin istimewa. Kakasi sendiri mengatakan kepada peninggi Konoha kalau ketiga anak itu memiliki kemampuan yang luar biasa setelah melihat aksi mereka dalam ujian chunin dulu, para juri saat ujian chunin dulu juga memiliki pendapat yang sama. Tim 7 bisa lulus dalam ujian Chunin waktu itu, itu dikarenakan Naruto dan Fuga yang saat gennin telah memiliki kemampuan setarap chunin.
"Tsunade-sama, jangan terlalu emosi. Mereka akan segera datang" ucap Shizune.
"Sabar, Tsunade!" ucap Jiraiya.
"Ha..ah.. ini membuatku ngantuk" ucap Shikamaru.
"Tentramen yang buruk" gerutu Temari.
Saat itu juga, pintu ruang Hokage dibuka dan semuanya memandang ke arah pintu yang sedang dibuka.
Lalu muncul seseorang.
"Maaf membuat menunggu lama, Tsunade-sama" ucap Sakura.
Kemudian disusul oleh masuknya Ino "aku membawa seseorang yang sudah lama ditungu-tunggu" ucap Ino.
Hinata Masuk, membuat semuanya terkejut.
"Ah, diakah orang itu" ucap Temari.
"Hah, ada apa lagi Hinata? Bukannya urusanmu sudah selesai" ucap Tsunade.
"Aku hanya mengantar mereka" ucap Hinata.
"Siapa yang bengitu penting sehingga harus diantar oleh tiga kunoichi" ucap Temari.
"Entahlah, mungkin duta besar dari Negara lain" ucap Shikamaru sambil menyandarkan diri di dinding dekat Temari.
"Hey hey, ayo tebak siapa yang akan datang" ucap Sakura senang.
"Benar, apakah kalian bisa menebaknya?" tanya Ino juga.
"Hah, siapa yang akan datang sehingga membuat kalian begitu senang?" tanya Tsunade.
"Tunggu saja" ucap Sakura, lalu ia memandang ke arah pintu bersama Ino.
15 menit kemudian, tak ada orang yang muncul.
"Gerrrrr, kalian merusak suasanaku!" geram Tsunade.
"Maaf, Godaime Hokage" ucap Sakura dan Ino bersamaan.
Tak lama kemudian, terdengar langkah kaki pelan mendekat "Tap! Tap! Tap!" semuanya kembali terdiam dan menatap ke arah pintu.
Orang-orang yang telah ditunggu akhirnya muncul. "Yo! Mina!" sapa Naruto yang datang bersama kedua temannya.
"Naruto?" Shizune bertanya-tanya dalam benaknya.
"Kau siapa?" tanya Tsunade dan seketika wajah Naruto berubah muram. "Tsunade-baachan, jangan pura-pura tak mengenaliku-tebayo" gerutu Naruto.
"Oi apakah kalian duta besar itu? Kalian sudah membuang banyak waktuku" tunjuk Tsunade sinis.
"Haah…." Naruto hanya menghela nafas panjangnya.
"Haiyah… grandma ternyata sudah terlalu tua" keluh Fuga.
"Yo! Yo! Ayo tebak siapa yang datang" ucap Sakura diikuti anggukan Ino.
"Naruto? Hey ini benar kau?" tanya Shikamaru.
"Bocah kerdil waktu itu, hah.. sekarang malah lebih tinggi dariku" ucap Temari.
"Hahaha.. ternyata kalian ya, penampilan kalian itu sangat menipu" ucap Tsunade.
"Tsunade-baachan! Kau ini-tebayo!" ucap Naruto.
"Haiyah… dia hanya pura-pura tak mengenali" ucap Fuga.
Sementara Sasuke terus sunyi.
"Hey kau ternyata Naruto ya. Tak ku sangka kau sudah berubah menjadi angsa" ucap Shikamaru gembira.
"Aku ini manusia-tebayoo" keluh Naruto dan yang lainnya malah tertawa kecil.
"Hehe… senang Kalian telah kembali. Tapi sebelum kalian mendapat missi lagi kalian harus diuji terlebih dahulu" ucap Tsunade, "Kakasi!" panggilnya.
"Yap, aku mengerti" sahut Kakasi, "Naruto! Fuga! Sasuke! Sakura! Kalian akan bergabung denganku menjadi satu tim dalam menjalankan setiap missi"
Keempatnya mendengarkan masternya dengan seksama.
"Pertama-tama aku akan menguji kalian terlebih dahulu. Aku sedikit curiga dengan kemampuan kalian. Oke, kita pergi ke trainingground #7 sekarang" ucap Kakasi.
"Yosh! Ayo berangkat-tebayo!" ucap Naruto, lalu mereka semua pergi menuju arena latihan termasuk Tsunade dan yang lain untuk sekedar menonton.
Survival bettle. 04.00 pm. Trainingground #7.
Guru dan murid ini telah saling berhadapan.
"Kalian harus merebut lonceng ini dariku" ucap Kakasi sambil menunjukan dua buah lonceng kecil. "Peraturannya sama seperti dulu, jika berhasil mendapatkannya kalian menang" imbuhnya.
"Ha…iyah.. permainan itu lagi" ucap Fuga.
"Baiklah! Aku harap sensei siap-tebayo" ucap Naruto sedangkan Sasuke terus asik dengan kesunyiannya.
"Kali ini aku tak akan mengalah" ucap Kakasi lalu mengatifkan mata sharingannya di mata kirinya.
"Sharingan heh!" gerutu Sasuke.
"Oi Sasuke, apa kau sudah siap?" tanya Naruto.
"Tentu saja" ucap Sasuke.
"Ayo bertarung-tebayo" ucap Naruto.
"Yo! Yo! Yo! Kalian jangan melupakanku. Aku sekarang bukan yang dulu lagi" ucap Sakura.
"Kalian memumpunyai waktu hingga matahari terbit besok" ucap Kakasi.
"Apakah kau telah siap Kakasi-sensei?" tanya Sakura.
"Kalian tak akan mudah mengalahkanku" ucap Kakasi.
"Shanaroooo!" Sakura langsung memukul ke arah Kakasi namun Kakasi menghindar dengan cepat dan menghilang menyebabkan pukulan Sakura mengenai tanah hingga permukaan tanah rusak parah.
"Kekuatan macam apa itu-tebayooo" ucap Naruto lalu menelan ludahnya mentah-mentah.
Alis kiri Fuga bergetar hebat "wanita ini like as monster". Sedangkan Sasuke merinding melihatnya.
"Benar-benar Tsunade ke-dua" gumam Jiraiya.
"Haha, itu baru muridku" ucap Tsunade bangga.
"Menajubkan" gumam Ino.
"Sakura-san memang hebat" ucap Hinata.
"Benar-benar pukulan yang berbahaya" ucap Temari.
"Wanita memang berbahaya" gerutu Shikamau.
"Guiikkkkkkkkkk!" Tonton ngompol.
"Kyaaaaaa!" teriakan Shizune.
"Kemana kau Kakasi-sensei? Jangan bersembunyi" ucap Sakura.
"Naruto! Sasuke!" panggil Fuga, "ayo lakukan toss!".
"Oke!" sahut keduanya.
"Sakura-chan! Kemari! Kita harus menyusun strategi-tebayo" ucap Naruto.
Sakura lalu datang mendekat. "Oke!" sahutnya.
Ketiga pemuda itu lalu melakukan toss.
….
"Apa yang meleka lakukan?" ucap Kakasi yang bersembunyi di balik pohon.
"Mereka sedang melakukan apa?" tanya Tsunade.
"Mereka sedang menyusun sebuah rencanya. Pasti rencana TeDoBan mereka, hehe" ucap Jiraiya.
"Nama macam apa itu?" tanya Tsunade.
"Nama itu sangat keren dan aku sendiri yang meberiakan nama itu" ucap Jiraiya.
"Hah… nama itu tak keren, sama seperti yang memberikan nama" gerutu Tsunade.
…
Dengan melakukan toss mereka bisa melakukan komunikasi lewat pikiran tanpa diketahui oleh orang lain apa yang dibicarakan. Ini kemampuan khusus yang diberikan oleh bijuu sendiri. Kenapa Sasuke bisa berkomunikasi padahal dia tak memiliki bijuu? Ini berkat chakra putih milik Shimma dan Chakra merah milik Kurama yang di alirkan ke tubuh Sasuke melalui tangan saat toss.
"Sakura, kau juga lakukan toss" ucap Fuga.
"Toss?" tanya Sakura.
"Jangan banyak tanya, cepat lakukan" ucap Sasuke.
"Baik Sasuke-kun" sahut Sakura kemudian langsung melakukan toss.
Mereka mulai berkomunikasi.
"Naruto, Sasuke, kita gunakan formasi SaFuNaru dengan dibantu oleh Sakura yang menyerang di bagian depat bertujuan untuk memancing Kakasi-sensei keluar" ucap Fuga.
"Ide yang bagus, Fuga. Jadi aku tetap menjadi pengesekusi dengan begitu Sasuke bertugas melacak keberadaan Kakasi-sensei dengan sharingannya sedangkan Fuga juga bertugas melacak dari aromanya" imbuh Naruto.
"Baiklah, tak ada sesuatu yang cepat yang mudah lepas dari pandanganku" ucap Sasuke.
"Jadi apa yang harus aku lakukan?" tanya Sakura.
"Memukul dan menghancurkan semua tempat persembunyian Kakasi-sensei" ucap Naruto dan Fuga bersamaan.
"Oi oi anak muda, ternyata akan ada pesta ya di sini. Yo! Aku akan ikut" ucap Shimma membuat Sakura terkejut.
"Si-siapa itu?" tanya Sakura.
…..
"Mereka sepertinya menyusun sebuah rencana. Ini memberikan waktu untukku untuk menyusun strategi" ucap Kakasi.
…
"Oiii Naruto! Kau jangan melibatkanku dalam pertarungan konyol ini" ucap Kurama.
"Si-siapa lagi ini?" tanya Sakura.
"Haiyah… nanti akan aku jelaskan" ucap Fuga.
"Oi Kurama, kau tak mau ikut dalam perta ini? sepertinya akan seru!" ucap Shimma.
"Seru botakmu! Ini hanya permainan anak-anak" ucap Kurama.
"Aku tidak botak, bodoh!" umpat Shimma.
"Heh!" Kurama hanya mendengus.
"Jangan menggangu rapat kami-tebayo" ucap Naruto.
"Haiyah… kalian tak perlu turun tangan, lagipula ini hanya pertandingan kecil" ucap Fuga.
"Jangan dengarkan ocehan mereka berdua. Ayo lanjutkan rencananya" ucap Sasuke.
"Jangan sok cool, bodoh!" umpat Shimma.
"Aku paling benci menyetujui ucapan kucing itu" ucap Kurama.
"Aku ini singa, dasar Tupai!" ucap Shimma.
"Apa kalian bisa tenang ga sih-tebayo" ucap Naruto.
Semua penonton merasa aneh dan penasaran karena expresi keempat orang yang melakukan toss itu terus berubah-ubah, dari tegang, kesal, muram hingga marah.
"Apa sebenarnya yang merka lakukan?" tanya Temari.
"Entahlah" ucap Shikamaru.
…..
"Kembali ke pokok pembicaraan, tugas untuk Sakura adalah membuat Kakasi-sensei keluar dan setelah ada kesempatan aku dan Sasuke akan menyergap Kakasi-sensei lalu menahannya kemudian saat itu juga Naruto mengambil loncengnya dengan cepat" ujar Fuga.
"Oke!" sahut ketiganya.
"Kalau begitu aku akan tidur dulu" ucap Kurama.
"Baiklah, semoga berhasil" Shimma juga menuju ranjang empuknya.
"Ayo mulai-tebayo!" ucap Naruto semangat.
"Baik ayo bergerak" ucap Fuga.
Sasuke mengaktifkan sharingannya dan memulai mencari. "Kanan, nihil. Kiri, nihil. Atas, tak ada. Di bawah, Sakura!".
"Baik! SHANAROOO!" PLAKKK! Byak!
Sakura meretakkan tanah lagi dan Kakasi yang bersembuynyi di bawah tanah ditemukan. "Kami menemukanmu, Kakasi-sensei!" ucap Sakura.
…..0000…..
Bertepatan saat itu juga, dua anggota akatsuki mulai bergerak masuk ke desa Suna dan menemui seseorang di gerbang desa.
"Kerja bagus Yuura!" ucap Sasori yang melihat Yuura telah membunuh semua anbu penjaga gerbang.
…..
Sasori, juga dikenal sebagai Akasuna no Sasori, dia adalah seorang ninja pelarian yang berasal dari Sunagakure. "Sasori" juga berarti kalajengking. Setelah kematian kedua orangtuanya, Sasori dibesarkan oleh neneknya yang mengajarnya segala sesuatu tentang boneka. Setelah teruji mahir dengan kemampuannya, Sasori menggunakan pengtahuan barunya itu untuk mengubah tubuh kedua orangtuanya menjadi boneka dengan usaha agar bisa dicintai. Karena mereka hanyalah boneka tanpa emosi, karya ini menjadi gagal, dan ia meninggalkan Sunagakure selama dua puluh tahun sampai ia muncul kembali. Suatu waktu setelah meninggalkan desanya, Sasori bergabung dengan Akatsuki dan akhirnya berpasangan dengan Orochimaru. Setelah Orochimaru meninggalkan Akatsuki, Sasori berpasangan dengan Deidara, meskipun dendamnya terhadap Orochimaru selalu dibawanya.
Penampilannya sekarang, Sasori terlihat seperti pria bungkuk gemuk dengan mulut ditutup kain hitam dan tangan beserta kakinya ditutup keseluruhan oleh jubah akatsukinya. Sebenarnya tubuh itu hanyalah sebuah boneka. Sasori yang sebenarnya berada di dalamnya.
….
"Semua anbu penjaga gerbang ini telah semuanya aku bunuh, Sasori-sama" ucap Yuura.
….
Yuura, melayani sebagai anggota terpercaya dalam dewan penasehat Kazekage di Sunagakure selama empat tahun. Pada kenyataannya ia adalah mata-mata Akatsuki yang ditugaskan oleh Sasori.
"Kerja bagus, Yuura!" ucap Sasori.
"Ichibi ya, aku akan segera menangkapnya hmmm!" ucap Deidara.
Deidara adalah seorang ninja pelarian dari Iwagakure. Deidara menghubungkan ninjutsunya sebagai seni dan meyakini bahwa setiap bom yang dibuatnya merupakan suatu hasil karya seni. Motonya ialah Seni adalah sebuah ledakan. Deidara sangat bangga dengan seninya dan secara langsung dengan segan menerima bahwa apapun tidak dapat menghancurkan seninya, mengakibatkan ia seringkali menjadi terlalu percaya diri dalam pertarungan. Deidara juga mempunyai kebiasaan untuk mengakhiri kalimatnya dengan bergumam hmm.
Didara memiliki rambut kuning pekat yang panjang yang diikat seperti ekor kuda di atas kepalanya dan memiliki poni panjang yang hampir menutup sebelah mata kirinya yang terpasang sebuah alat berupa lensa pengeker jarak jauh. Pada kedua telapak tangannya memiliki mulut yang berfungsi untuk mengunyah tanah liat putih yang akan dijadikan bom dan membentuknya menjadi sesuatu sesuai yang diinginkannya.
…..
Deidara mengunyah tanah liat dengan mulut di tangannya untuk membuat burung kecil. "Sebuah artistic yang mengagumkan hmmm!" ucap Deidara.
"Anak ayam yang terbuat dari tanah itu bukanlah seni yang sebenarnya, seni itu tak akan penah hancur" ucap Sasori.
"Kau akan tau setelah aku menunjukan seni yang sesungguhnya hmmm! Seni adalah sebuah ledakan, hmm!" ucap Deidara lalu menjatuhkan anak ayam itu ke tanah kemudian berubahnya menjadi raksasa. Deidara lalu naik ke punggung anak ayam itu "tunggu di sini, Sasori-senpai" ucapnya.
"jangan membuatku menunggu lama, Deidara!" ucap Sasori.
"Hmmm". Deidara lalu terbang dan siap beraksi.
"Sebaiknya kau segera pergi, Yuura! Sebelum yang lain mengetahuimu di sini" ucap Sasori.
…..00000…
Kembali ke training ground #7.
Sasuke dan Fuga melesat cepat ke arah Kakasi untuk menahan pergerakannya dengan kuat. Sasuke memegang bagian kiri sedangkan Fuga bagian kanan.
"Naruto sekarang!" seru Fuga.
Poof!
Kakasi lenyap sebelum Naruto bergerak, ternyata itu hanya sebuah bunshin.
"Sial, bahkan pengelihatan sharinganku tertipu olehnya" ucap Sasuke.
"Walau sebuah bunshin, dia membagi chakranya kepada bunshinnya sehingga membuatku yakin kalu dia yang asli. Dia mengetahui kemampuanku tentang membaca chakra" ucap Naruto.
"Kakasi-sensei, dia adalah sebuah masalah jika dia memang benar musuh kita" ucap Fuga.
"Terus apa yang kita lakukan?" tanya Sakura.
"Kita masuk ke hutan, dia tak akan bersembunyi di dalam tanah lagi" ucap Naruto.
"Kita tetap bersama. Sasuke, lacak jejaknya" ucap Fuga.
"Sharingan!". Sasuke melacak jejak Kakasi. "Ke arah selatan" ucapnya.
"Ayo!" ucap Naruto.
Mereka semua lalu masuk ke hutan begitu juga para penonton.
"Di balik pohon itu!" tunjuk Sasuke.
"Shanarrrrooooo!" Plak! Brakk! Buaghhh! Pohon tumbang akibat pukulan keras dari Sakura.
Kakasi melompat untuk menghindar namun dengan cepat diserang oleh Sasuke dengan "Katon : Goukakyuu no jutsu!".
Lagi-lagi Kakasi menghindari dan giliran Fuga menyerang dari arah atas Kakasi dengan "Lightning Fist!" . Bruagh!
Kakasi cepat menghindar sehingga pukulan Fuga mengenai tanah. "Shit!" keluh Fuga.
Naruto bertindak cepat ia mengunakan jutsu teleportasi dan langsung muncul di belakan Kakasi yang masih berada di udara setelah lompatan menghindari serangan Fuga tadi.
"Rasengan!". Tubuh Kakasi terkena pukulan telak dari Naruto hingga terlempar dan membentur batang pohon.
Naruto mendarat "kena" ucapnya namun tubuh Kakasi langsung berubah menjadi sebatang kayu. "Kawarimi-tebayo!" gumam Naruto.
"Di arah jam dua!" tunjuk Sasuke.
Semuanya langsung menuju arah tersebut. Setelah sampai di sana, mereka langsung di sambut oleh jutsu Kakasi. "Katon : Goukakyuu no jutsu!".Tembakan bola api raksasa mengarah ke mereka.
"Katon : Goukakyuu no jutsu!". Naruto, Fuga dan Sasuke juga menembakan bola api untuk menahan serangan dari Kakasi.
Kakasi kemudian melancarkan serangan susulannya dengan melakukan handseal secara cepat lalu melompat ke atas air yang ada di belakangnya."Suiton: Suiryūdan no Jutsu (Elemen Air: Teknik Naga Air)". Teknik ini membentuk sejumlah besar air menjadi naga raksasa kuat, yang menghantam lawan dengan dahsyat, menyebabkan kerusakan fisik. Tempat yang ideal untuk menggunakannya adalah dekat air, tetapi jika keterampilan pengguna memungkinkan, adalah mungkin untuk menggunakannya bahkan di tempat di mana tidak ada air.
Api langsung padam dan Naruto dkk tenggelam kecuali Sakura. Sakura berlari ke arah Kakasi hendak memukul namun tubuh Sakura telah ditendang hingga terlempar ke atas. Kakasi melompat ke arah Sakura dan melilitnya dengan perban lalu melakukan taijutsu yang berbahaya. "Omote renge!".
Kakasi memutar tubuh Sakura dengan cepat dan membenturkan kepalanya ke tanah dari ketinggian.
Tubuh Sakura yang terbentur ke tanah berubah menjadi kayu.
"Kawarimi ya" gumam Kakasi. Tiba-tiba dari arah kirinya, Sakura melancarkan pukulan keras namun tak mengenai apapun. Kakasi menghilang dari tempatnya berdiri.
"Sial!" keluh Sakura.
-00000-
Di tempat lain, Sunagakure dan jam sudah menunjukan pukul 06.30pm. Deidara sedang melacak para penjaga dari atas langit. "Ada tiga pengawas ya, hmmm!"
Deidara berdiri tegak di atas anak ayam buatannya yang terbang memutar.
"Aku akan membuat sedikit pertunjukan, hmmm" ucap Deidara lalu mengunyah tanah dengan tangan dan menciptakan bom berbentuk laba-laba.
Deidara menjatuhkan laba-laba tersebut di sekitar para penjaga kemudian melakukan handseal untuk mengendalikan pergerakan laba-laba itu.
"Aku akan menyelesaikan mereka dengan taburan seni, hmmm!" ucap Deidara.
Ketiga laba-laba tersebut mulai bergerak dan menempel ke punggung para pengawas itu lalu dengan cepat melompat kemudian menempel erat ke muka targetnya dan BOOMMM! meledak seperti dinamit dan menghancurkan kepala targetnya berkeping-keping.
"Hahahaha, sangat menabjukan. Hmmm!" ucap Deidara.
-0000000-
Kembali ke Naruto dkk, semuanya terlihat sedang melacak keberadaan Kakasi.
"Bagaimana, kalian menemukan keberadaan Kakasi-sensei?" tanya Sakura.
"Aku merasakan chakranya di arah jam tiga" ucap Naruto.
"Aromanya tercium keras di arah jam dua belas" ucap Fuga.
"Aku melihat aliran chakranya di arah jam enam" ucap Sasuke.
"Apakah mereka hanya sebuah bunshin?" tanya Sakura.
"Mereka terlihat asli" ucap Naruto.
"Kalau begitu kita berbencar" ucap Fuga.
"Baik!" ucap yang lainnya.
Fuga menuju arah jam 12, Sasuke menuju arah jam 6 sedangkan Naruto dan Sakura menuju arah jam 3.
Saat sampai di titik jam 3, Naruto dan Sakura dikejutkan dengan jatuhnya tubuh Fuga dan Sasuke yang sudah lemas karena kehabisan chakra.
"Sa-sakura, aku tidak berhasil menglahkan Kakasi-sensei. Satu lawan satu sangatlah sulit untukku" ucap Sasuke lalu terjatuh setelah Fuga.
"Sasuke-kun! Tidak!" Ucap Sakura lalu hendak berlari namun pundaknya ditekan oleh Naruto.
"Aku sangat mengenal chakra mereka, ini hanya sebuah ilusi" ucap Naruto.
Sakura langsung paham lalu melepas pengaruh genjutsu tersebut. "Release!".
Naruto langsung berlari ke arah pohon yang dicurigainya dan memukulnya dengan "Fire Arm!".
Kakasi berhasil menahan serangan Naruto dengan "Doton: Doryūheki (Elemen Tanah: Dinding Tanah)". Kakashi menciptakan dinding yang terdiri dari patung anjing bulldog untuk menahan serangan Naruto.
Naruto melompat ke belakang dan kembali berdiri di sisi Sakura kemudian Kakasi kembali menghilang untuk bersembunyi.
Di tempat Sasuke, Sasuke melancarkan serangan ke arah Kakasi yang ada di hadapannya. "Raikiri Eisō! (Raikiri yang dibentuk menjadi sebuah tombak yang panjang)". Serangan Sasuke tepat menusuk dada Kakasi, namum Kakasi hanya sebuah bunshin.
Di tempat Fuga, Fuga menyerang Kakasi dengan "Hijutsu, Laser Style : Laser Bullet!". Ninjutsu Fuga mengenai dengan telak namun Kakasi hanya sebuah bunshin. "Shit!" keluh Fuga.
Fuga dan Sasuke lalu kembali bergabung dengan yang lainnya.
-0000-
Sunagakure, hari sudah gelap lalu Deidara memutuskan untuk mendarat di tower Kazekage dan disambut langsung oleh tatapan dingin dari Gaara.
"Penyusupan sukses hmmm! Huh?" Deidara terkejut karena tiba-tiba Gaara telah berdiri di hadapannya.
Gaara langsung memukul dengan pasirnya namun Deidara berhasil melompat ke atas anak ayamnya dan kembali terbang. Aksi kejar-kejaranpun terjadi.
Deidara terbang dengan cepat seperti pesawat tempur sedangkan gerakan pasir Gaara yang mengejar tak kalah cepat.
"Yuhu! Hmmm!" ucap Deidara.
Kali ini Gaara naik ke atas pasirnya lalu ikut terbang untuk mengejar Deidara, tehnik ini bernama Sabaku Fuyū. Seperti layaknya Jin yang naik permadaninya.
Deidara cukup cepat membuat Gaara harus menekan NOS pasirnya untuk menambah kecepatnya (?).
Setelah mengalirkan cukup chakra untuk menambah kecepatan pasir tebangnya, Gaara akhirnya berada 1 meter di belakang Deidara.
Gaara kemudian melancarkan serangan, "Sand Bullet Attack!". Gaara menembakkan ratusan peluru pasir namun Deidara menghindar dengan terbang tinggi dan berputar seperti roller koster.
Deidara sekarang tepat berada di belakang Gaara kemudian ia siap melancarkan serangan balasan "Missile Attack!".
Deidara menembakkan dua missil kendali yang keluar dari mulut anak ayamnya. Ia lalu melakukan handseal untuk mengendalikan missil tersebut.
Gaara terbang zigzang lalu memutar namun missil Deidara mampu mengejarnya.
"Ha!" teriak Didara meledakkan misilnya saat menyentuh tubuh Gaara. "Seni adalah ledakan hmmm!" ucapnya.
Gaara berhasil menghindar dengan pertahanan absoludnya. Gaara membuat prisai bulat seperti bola dan sangat padat, sementara dirinya berada di dalam bulatan tersebut. Dalam situasi seperti ini Gaara mengunakan mata ketiganya untuk melihat pergerakan musuh.
"Ini seperti sebuah cangkang yang melindungi benda lunak yang ada di dalamnya, hmmm!" ucap Deidara.
Sementara di gerbang desa Suna, Sasori sudah mulai bosan menunggu Deidara. "Aku paling benci jika harus menunggu lama, dasar Deidara!" keluh Sasori.
Di pihak lain, Kankurou sedang mempersiapkan pasukan untuk membantu Gaara.
"Baki, siapkan seluruh pasukan pemanah! Kita harus segera membantu Gaara" perintah Kankurou kepada pengawal pribadi Kazekage.
Baki melakukan langkah cepat untuk mempersiapkan segala perlengkapan untuk penyerangan. Hanya beberapa menit semua pasukan telah siaga tempur.
Semua orang menatap ke langit.
"Dari corak awan yang terdapat pada jubah orang asing itu, sudah bisa dipastikan kalau lawan Kasekage-sama adalah angota Akatsuki" ucap Baki.
"Gaara.." ucap Kankurou yang sangat kawatir.
Baki mengenakan baju Jonin Sunagakure yang berwarna kecoklatan lengkap dengan rompi pelindungnya. Mata kanannya tertutup oleh kain putih.
To be continued.
