Genre : romance & friendship

Disclamer: Masashi Kishimoto

Pairing : sasusaku

Ranting: Teens


LOMBA DI MULAI

Semua terbangun dengan malas, berkat Kakashi dan Guy sensei yang membangunkan mereka dengan cara sadis, Kakashi sensei membawa Toa dan Guy sensei membawa sebuah panci.

"Bangun, Sudah Pagi dan hari ini kita Lomba." Ucap Kakashi dengan menggunakan Toa

'Bung, Bung, Bung' Guy Sensei dengan extra kekuatannya memukul panci tersebut dengan spatula Kayu. (bisa kalian bayangkan ini seru?) Kakashi berduet dengn Guy?.

Naruto, Kiba dan Rock Lee terbangun dengan Histeris karena kaget dengan suara Kakashi dan Guy serta Mimpi mereka masing–masing.

"Aku mimpi berkencan dengan Sakura chan." Kata Lee dengan mata berbinar untung disana tidak ada Sasuke. (Mungkin di chidori nantinya)

"Akamaru berwarna Hitam, pasti terkena Arang." Dengan wajah pucat Kiba menceritakan mimpinya.

"Chouji menjadi langsing seperti Kiba astaga itu mengerikan." Ucap Naruto dengan Volume yang cukup keras. Dengan wajah ngeri

Kamar Ino, Tayuya dan Sakura.

"Kau tidak perlu membawa barang yang seperti itu Ino." Ucap Sakura heran melihat sahabatnya yang satu ini memasukan Sisir, Bedak, Lipgloss dan beberapa alat make up lainya kedalam tas sedang Tayuya Hanya tertawa saja.

"Biarkan saja, Bukan Ino namanya jika tidak membawa semua peralatan itu." Ucap Tayuya dengan nada memaklumi.

Sakura memasukan handuk, botol air, dompet dan beberapa perlengkapan lainnya yang ia butuhkan.

"Oh ya Sakura bagaimana perasaanmu semalam?" Tanya Tayuya sambil memandang Sakura

"Memang apa yang kulakukan semalam?" Sakura malam balik bertanya

"Ya ampun Jidat, semalam Sasuke Senpai menggendongmu hingga kekamar." Ujar Ino dengan histeris.

"Entahlah aku tidak ingat, mungkin aku tertidur." Ucap Sakura sambil mulai menyisir rambut pinkynya ini.

"Jidat, kau itu diperlakukan layaknya Putri." Teriak Ino dengan volume yang luar biasa.

Membuat Sai dan Sasuke yang sedang lewat kamar mereka mendengar teriakan Ino, Sasuke hanya menyeringai sedang Sai tertawa.

"Sai kau harus mengontrol Teriakan tingkat Dewa, milik gadismu itu." Ucap Sasuke

"Jika tidak seperti itu, bukan namanya gadisku Sasuke." Balas Sai.


Di rumah keluarga Tateishi.

Jiraiya datang ke rumah tersebut bersama Anko dan Guru Ebisu.

"Ayame panggil Misa, suruh ia kemari menemuiku." Ucap Jiraiya diruang tamu, Ayame mengangguk patuh.

Ayame mengetuk pelan kamar Misa.

"Nona kau didalam?" Tanya Ayame lalu membuka pintu kamar Misa, terlihat Misa sedang sibuk membaca sebuah surat.

"Ada apa?" Tanya Misa sambil menutup surat tersebut lalu memasukannya kedalam kantong bajunya.

"Kakek datang, ia ingin anda menemuinya di bawah sekarang." Ucap Ayame. Misa menghela nafas dengan berat.

Misa berdiri berjalan menuju kakeknya. Sampai di ruang tamu Misa duduk

"Kau sudah pikirkan baik–baik mengenai pembicaraan kita semalam?" Tanya sang kakek

"Aku tetap akan berada di Senju Cooperation, dan Kakek tidak bisa merubah keputusan ini, keputusanku sudah bulat." Ujar Misa lalu kembali naik kedalam kamarnya. Tapi ada hal ganjil yang terjadi sepucuk surat jatuh dari kantongnya dan yang menyadari itu hanyalah Anko.

Setelah berhasil mengambil surat tersebut tanpa ketahuan siapapun ia mengantonginya.

"Ayame" panggil Jiraiya. Ayame menghampiri Tuan besarnya tersebut

"Jangan biarkan ia keluar dari kamarnya dan pergi." Ucap Jiraiya dingin,

"Haruskah kukunci pintunya?" Tanya Ayame, Jiraiya mengangguk.

"Ayah, Apakah sampai harus seperti itu?" Tanya Anko tidak percaya melihat tingkah ayahnya.

"Walaupun ia berada di senju cooperationpun, tetap saja mereka mengincar dna cucuku, dan aku tidak akan membiarkannya." Ujar Jiraiya.

"Ini akan menjadi rumit jika kita tidak memberitau mengapa kau lakukan hal tersebut kepadanya." Guru Ebisu berpendapat disambut dengan anggukan Anko.

"Beri aku waktu untuk berpikir jernih." Ucap Jiraiya lalu mereka pergi menuju Mansion milik Jiraiya kecuali Anko, karna ia akan menjemput Sai dan melihat perkembangan sang pelukis mereka ini.

Anko pergi menuju rumah keluarga Uchiha dengan cepat dan benar saja ia melihat Kakashi telah berdiri di pagar rumah tersebut untuk menunggunya.

"Maaf telat, Ayahku kini lebih ketat menjaga cucunya." Ucap Anko, Kakashi mengangguk memaklumi.

"Pertama–tama aku harus melihat Sai dulu, para gadis itu sudah lebih dari cukup untuk kulatih." Ujar Anko, Kakashi kembali mengangguk lalu mengantar Anko menuju taman bonsai milik keluarga Uchiha, Sai kini sedang membuat lukisan pohon bonsai.

"Sai kau harus lebih berlatih lagi dalam gradasi warna." Ucap Anko sensei. Sai mengangguk

Selesai men–tutori Sai mereka semua bersiap–siap untuk pergi Menuju Suna Akademik

Suna Akademik terlihat begitu besar sama bagusnya dengan Konoha High School

Di gerbang masuknya terpampang sebuah spanduk yang menyambut para perserta dari luar kota.

Kakashi dan Anko Sensei memimpin di depan mereka bertemu dengan panitianya

"Konoha High School mari ikuti saya." Ucap seorang panitia bernametage 'Hayashi'

Sebuah ruangan dengan 6 meja dan 12 kursi

"Ini ruangan tempat kalian di persilahkan untuk istirahat dan yanglainnya" ucap Hayashi lalu segera pergi keluar. Kakashi menarik tangan Anko untuk melihat Area lomba dengan beberapa suitan sebelum mereka benar–benar keluar dari ruangan tersebut.

"Sebaiknya para gadis yang merangkai bunga segera bersiap dan begitu juga kau sai." Ucap Neji mereka semua mengangguk.

Ino dan yang lainnya mulai sibuk untuk memasang nomor urut peserta.

Anko sensei berlari menuju ruangan mereka lalu memanggil "Ino, Kiyoko, Usa dan Tutu ayo ikuti aku." Ucap Anko Sensei.

"Jidat doakan aku." Kata Ino sebelum pergi melewati pintu Sakura mengangguk dengan yakin.

Perlombaan dimulai dengan seru, Lomba Ino dimulai paling awal lalu beralih kepada lomba melukis yang akan diwakilkan oleh Sai.

"Cara dalam lomba tersebut adalah dengan undian, silahkan diambil." Ucap salah satu panitia memberikan sebuah gelas yang didalamnya terdapat nama tema yang harus digambar dan.

'Musim Semi' itulah tema yang Sai dapatkan ia menoleh melihat kearah para penonton. Ia melihat ada Neji, Ino, Naruto, Kiba, Sasuke dan Sakura, sejenak Sai memandang rambut sakura yang berwarna pink dan ia mendapat akal.

Sai dan para perserta lainnya mulai menggambar dalam waktu yang cukup lama.

Jam 12 siang akhirnya datang juga Sasuke, Neji dan beberapa lain anggota basket lainnya bersiap, Ino tidak ikut bersama beberapa gadis untuk menonton karna capek melihat–lihat tempat perlombaan.

Sakura berlarian bersama Tayuya dan Hana (Teman sekelas), menuju tribute Basket yang sudah cukup banyak ditempati oleh para penonton.

Sasuke memandang ke arah para penonton ia sedang mencari sakura. Dan ia melihatnya sedang memandang juga kearah sakura, Sakura mengepalkan tanganya kearah Sasuke, Sasuke yang melihat Hal tersebut melakukan gerakan yang sama seperti sakura.

Dan 'Prittt' bola dilempar keatas lalu semua permainan dimulai dengan bersemangat.

Misa menelfon Pein dan mulai mengatur strategi bagaimana Misa bisa keluar dari rumahnya sendiri.

"Aku akan bersiap tunggu aku sebentar." Ujar Pein lalu berlari menuju lemarinya dan berganti pakaian yang lebih rapih. Setelah itu ia mengambil motor dan pergi menuju rumah Misa.

Sampai disana Ayame seperti biasa membukakan pintunya.

"Permisi saya ingin menjemput Misa disuruh oleh Jiraiya." Ucap Pein dengan nada yang terbilang sopan.

"Oh dari Kakek kalau begitu silahkan masuk, aku akan panggilkan dulu." Ucap Ayame lalu berlari menjemput Nona mudanya.

Pein duduk di motornya dengan segera Misa segera duduk di bangku penumpang.

"Sekarang kita kemana?" Tanya Pein sambil menyalakan motor.

"Suna Akademik, kita harus melihat pertandingan Basket sakura. Ayo Pein gebut." Ucap Misa dengan khawatir.

Sementara itu di lomba basket….

Konoha unggul 21–17 tapi itu cukup membuat Sasuke dan yanglainnya kelelahan.

"Naruto masuk dan Sai keluar lalu Lee masuk dan Akira keluar" Ucap Sasuke saat pergantian babak. Naruto dan Lee yang masih sangat bugar begitu menguntungkan bagi Konoha.

Di Atribut Sakura, Tayuya dan Hana berharap – harap cemas karna pertahanan Suna begitu kuat dan babak pertama saja sudah cukup menguras tenaga. Permainan berlanjut dengan seru.

Lalu setelah Babak kedua selesai Konoha Bersorak senang karna mereka yang menang Sakura mengacungkan jempol kepada Sasuke dan begitu juga Sasuke.

Kini giliran Sakura yang harus berjuang.

Pein dan Misa sampai tepat saat pertandingan basket putra selesai, Pein harus memarkirkan Motornya dulu, sampai di gerbang Misa dan pein di cegat oleh 2 orang gadis.

"Kalian siapa, tidak diperbolehkan masuk jika tidak ada tanda pengenal dari sekolah yang lain." Ucap seseorang yang bernama Megumi

"Oh tanda sekolahku terbawa oleh Gaara, bagaimana ini?" Tanya Misa kepada Pein dengan khawatir. Mendengar kata Gaara gadis di sebelah Megumi menyipitkan mata tidak suka.

Untunglah Neji dan Gaara lewat situ Misa segera saja berteriak.

"Gaara!" teriak Misa dengan kencang hingga Gaara dan Neji saling menoleh mencari sumber suara. Dan hingga mereka melihatMisa dan Pein sedang di cegat, Misa melambaikan tanganya menuruh Gaara dan Neji menghampiri mereka.

"Permisi boleh kami tau ada apa disini?" Tanya Neji karna Gaara diam membantu melihat Matsuri berada disana sedang menatap matanya dengan kesal sekaligus sedih.

"Mereka berdua memaksa masuk padahal peraturannya jelas bagi yang datang perorangan dilarang masuk kecuali mempunyai tanda pengenal sekolah asal mereka." Jelas Magumi

Gaara merogoh kantung celananya "Ini apa bisa membantu dan di sebelah gadis itu Pein ia murid pindahan sekolah kami jadi belum punya Kartu ini." Jelas Gaara, Megumi mengangguk setuju sedang Matsuri tidak suka melihat Gaara menggandeng tangan Misa.

"Apa yang sedang kalian berdua lakukan disini?" Tanya Neji terutama menatap Misa dengan pandangan Menuduh.

"Aku hanya ingin melihat pertandingan Sakura dan jangan beritau yang lainnya semuanya termasuk Sasuke maupun Sakura." Jelas Misa

"Apa kau masih pacaran dengan Konan?" Tanya Gaara sambil menatap Pein, sedang Pein mengangguk senang.

"Kami harus berkumpul dengan yang lain merayakan keberhasilan tim putra." Ucap Neji dengan terburu–buru.

"Kalian menang? selamat." Ucap Misa lalu memeluk mereka berdua sekaligus sayangnya hal ini terlihat oleh mata Matsuri dan Matsuri memandang Misa dengan sangat kesal.

"Kami pergi dulu mencari Kakashi sensei." Ucap Pein

"Sampai ketemu nanti Gaara, Neji." Ucap Misa lalu berjalan bersama Pein mulai mencari

Di tempat Anko & Kakashi

"Oh ya aku sampai lupa." Ucap Anko segera mengeluarkan sebuah surat.

"Surat dari siapa?" Tanya Kakashi yang duduk disebelahnya.

"Lebih tepatnya kalau kau Tanya, ini milik siapa." Ujar Anko sensei lalu membuka suratnya

"Ayolah Anko cepatlah." Ucap Kakashi tidak sabar.

"Ini milik Misa terjatuh saat ia berlari menuju kamarnya." Ujar Anko sensei lalu membacanya

"Astaga apa mungkin ia akan ikut ini, jika iya pasti ia akan kabur dari rapat." Ujar Anko kaget sehabis membaca surat tersebut. Kakashi merebut surat tersebut.

Kepada yang terhormat

Misa Tateishi,

Kami mengundang anda untuk tampil dalam sebuah pertunjukan music berkelas Nasional di gedung opera Suna nanti malam jam 8 kami menunggu kehadiran anda.

Hormat kami.

Penyelenggara pertunjukan.

Selesai membaca surat tersebut Kakashi tersenyum saat akan menyerahkan surat tersebut kepada Anko, Kakashi merasa ada yang memanggil dirinya.

"Kakashi Sensei." Teriak Misa karna senang telah menemukan gurunya yang satu ini, Kakashi sensei tampak sedikit gelagapan bersama Anko Sensei.

"Anko Sensei jangan Adukan aku kepada kakek." Ujar Misa dengan takut. Anko sensei menepuk kepalanya.

"Aku malah bangga kepadamu, karna berani melanggar perintahnya." Ujar Anko Sensei lalu pergi meninggalkan mereka bertiga.

"Kau kesini, hanya sekadar ingin menonton atau ingin ikut lomba juga?" Tanya Kakashi.

"Aku hanya ingin menonton saja, tapi jangan bilang–bilang kepada semuanya jika aku datang kesini." Ujar Misa, Kakashi mengangguk paham.

Pertandingan basket putri segera dimulai Misa menarik Pein menuju Atribun paling atas.

"Kau tau, biasanya yang duduk di Atribun teratas lebih ingin melihat Formasi yang mereka gunakan." Kata Pein sambil meminum softdrink yang tadi mereka beli

"Memang dan aku penasaran formasi apa yang mereka gunakan." Ujar Misa. Tak sadar bahwa sejak ia masuk kedalam tribun penonton bersama Pein ada yang memperhatikan dirinya dari sebuah sudut yang mereka tak sadari keberadaanya.

Pertandingan dimulai dengan jabat tangan masing – masing kapten Sakura Haruno melawan Matsuri.

Saat mereka sedang asyik – asyiknya menonton pertandingan ada yang menepuk pundak Misa ternyata Gaara yang datang bersama Neji.

"Bagaimana pertandinganya?" Tanya Neji sambil duduk disebelah Gaara

"sangat sulit, pertahan Suna sangat ketat." Ujar Misa dengan gemas.

"Bukan Suna namanya jika tidak kuat." Kata Gaara. Pandangan Matsuri tak sengaja melihat Gaara menepuk kepala Misa Ia semakin gencar saja saat melempar bola untuk mengopernya Kepada Megumi ia salah mengenai Kepala Sakura. Dan Sakura terjatuh menyentuh lantai lapangan. Wasit meniup peluit menandakan babak 1 selesai.

"Sakura." Gumam Misa lemas melihat adik kesayanganya pingsan mengenaskan seperti itu ia langsung saja menyenderkan kepalanya kepada Pein.

"SAKURA!" Sasuke berteriak marah langsung saja menggendong sakura menuju rumah sakit bersama Ino dan Anko Sensei.

"Sasori kau tangani Sakura ia ada di Rumah sakit Kankuro, kupercayakan adikku kepadamu." Ucap Misa lalu mematikan telfonnya.

Kakashi tampak frustasi, bagaimana ia bisa bertanggung jawab kepada Misa mengenai keadaan Sakura yang kini berada diluar kuasa.

Misa berdiri Rambutnya Sedikit berkibar. "Kau Mau kemana?" Tanya Gaara bingung.

"Toilet." Ucapnya Singkat lalu segera berlari menuju Toilet terdekat.

"Beri kami waktu untuk berunding." Teriak Kakashi kepada wasit, sedang di bagian Suna Matsuri tampak Bersalah ia tak melihat arah saat mengoper bola.

Kakashi tampak panic, akhirnya ia berbicara.

"Tayuya kau yang paling mengerti mengenai strategi ini, bagaimana jika kau menjadi kapten pengganti Sakura?" Tanya Kakashi, Tayuya kaget dan sontak menggeleng takut.

"Bolehkah aku menggantikan Kapten untuk sementara?" Tanya sebuah suara di belakang Kakashi, Kakashi sontak menoleh kebelakang mendapati Misa berdiri dengan gagahnya sudah lengkap menggunakan sepatu celana olahraga dan baju basket miliknya serta sebuah Handbelt berwarna biru terpasang di tanganya.

"Ketua!" Teriak semua anggota perempuan Konoha melihat sang ketua mereka berdiri di depan mereka semua.

"Bagaimana pelatih bolehkah aku menggantikan Adikku sebagai kapten?" Tanya Misa pelan.

"Silahkan, itu hakmu." Ucap Kakashi dengan perasaan bersalah.

Kini babak kedua akan segera dimulai tapi kedua tim masih sibuk berunding, sedang di atribun paling atas Pein, Gaara dan Neji lega melihat Misa masih bisa berdiri dengan tegap.

"Hay kawan, boleh aku duduk di sini?" Tanya sebuah suara sambil menunjuk tempat duduk yang kosong bekas Misa. Sontak ketiga pria tampan ini menoleh dan melihat Itachi berdiri menggunakan Jaket biru tua miliknya.

"Hey Itachi kau datang ternyata." Ucap Pein dengan heran melihat kehadiran Itachi.

"Semalam Sasuke mengabariku kalian akan lomba hari ini jadi aku tonton." Kata Itachi lalu duduk di sebelah Gaara dan Pein.

"Kau melihat Semuanya?" Tanya Gaara. Itachi mengangguk

"Aku senang ia masih bisa berdiri disaat ia melihat Sakura pingsan seperti itu." Ucap Itachi tanpa mengurangi rasa bangga dalam nada bicaranya.

"Kami semua disini juga senang." Ucap Neji.

Pertandingan kembali dimulai sesaat Matsuri heran melihat Misa berdiri dan langsung mendapat posisi menjadi kapten.

"Sebenarnya siapa Gadis tersebut?" Tanya Matsuri dalam hati.

"Ayolah bersemangat, kau lihat siapasih?" Tanya Megumi dengan heran lalu mengikuti pandangan Matsuri.

"Gadis yang tadi kita cegat ternyata ia seorang kapten?" Tanya Megumi.

"Mungkin ia hanya kapten pengganti saja." Ucap Megumi lagi lalu menepuk pundak Matsuri.

Bola dilempar lagi dan dimulailah babak ke–2.

Misa heran dengan gadis berambut pendek yang ia tau kapten dari Suna selalu saja mengawalnya dengan ketat.

"Kenapa Matsuri mengawal Misa, ini akan susah jadinya." Ucap Gaara setengah marah.

"Kau marah dengan gadismu?" Tanya Itachi memandang Gaara.

"Aku mendukung sekolahku dan aku tidak mendukung gadisku." Ucap Gaara, Itachi mengangguk.

Akhirnya karna tidak tahan Misa memberi kode kepada Tayuya dan Hana, dan berhasil Hana gadis yang selalu saja kosong saat dilapangan kini berhasil mencetak 4 angka membuat Matsuri dengan berat hati harus mempercepat gerakannya.

Waktu terus berjalan dan semakin menipis saja dan Skor mereka seri hingga Kakashi sadar

"Ini bola terakhir." Batin Kakashi

Matsuri dan Megumi bahu membahu menahan serangan dari Konoha hingga mereka melihat Hana melempar bola kepada Misa yang berada di tengah Lapangan sedang kosong. Tak punya pilihan Misa sedikit maju lalu loncat dan melempar bola sebisanya. Dan bersamaan dengan suara peluit wasit bola tersebut masuk tepat waktu 25 – 28 .Konoha menang.

Semua memeluk Tayuya , hana dan yang lainnya tak luput Misa tentunya dewi penyelamat mereka saat itu, Misa keluar dari kerumunan ia melihat Itachi berdiri di pintu masuk Lapangan sedang memandangnya Intens.

Misa menunduk menahan tangis yang selama ini ia tahan, lalu ia lari menghampiri itachi mengalungkan lenganya memeluknya, Itachi balas memeluk Misa dan Misa terasa melayang.

"Kau berhasil." Puji Itachi saat menyadari Misa menangis dalam pelukanya.

"Ternyata kau masih bisa menangis saat timmu menang, soal sakura tenang saja." Hibur Itachi, Misa mengangguk.

Itachi merasa ada hal aneh Misa tidak melepas pelukanya dan saat dilihat Misa tengah menutup matanya ia tertidur lelah dalam pelukan Itachi, Itachi menggendongnya.

"Pein kau mau ikut makan malam tidak di rumah kakek Jiraiya?" Tanya Itachi.

"Kau tau sendiri aku yang membawanya keluar, Kakek pasti Murka terhadapku." Ujar Pein lalu terkekeh mengingat ekspresi Jiraiya jika sedang marah.

"Ya sudah kapan–kapan kita makan bareng, Aku harus membawa Misa cepat pulang , atau Ayame akan mengadu lebih." Ucap Itachi laluu memasukan Misa kedalam Mobilnya.

Ayame setengah menjerit kaget melihat Itachi menggendong Misa yang tengah tertidur di gendongan sang pemuda Uchiha tersebut.

"Kau jangan mengadu ya Ayame," ucap Itachi, Ayame mengangguk takut.

"Kau sudah berjuang silahkan tidur putri." Ucap Itachi lalu pergi kerumah sakit menjenguk Sakura.

Sampai di rumah Sakit Itachi segera menuju kamar Sakura dirawat "Bagaimana keadanmu Sakura?" Tanya Itachi sambil masuk kedalam kamar tersebut berisikan Ino, Tayuya, Hana, Sasuke, Gaara, Sai dan Naruto.

"Itachi Nii, dimana Misa Nee chan?" Tanya Sakura. Itachi mendekati Sakura yang sudah bangun mengelus pelan rambut merah muda Sakura.

"Syukurlah Kau sudah sadar, Nee chanmu sedang tidur dikamarnya, ia terlalu lelah hingga langsung tertidur di mobilku." Ucap Itachi .

"Terima kasih atas kalungnya." Ujar Sakura sambil mengeluarkan kalungnya

"Kau sudah ingat semuanya, Terima kasih ini pasti akan meringankan beban Misa." Ucap Itachi memeluk Sakura singkat. Lalu berjalan pergi.

"Aniki mau kemana?" Tanya Sasuke penasaran

"Menemui Sasori sebentar lalu mencari udara, oh ya ini." ujar Itachi mengeluarkan 8 tiket.

"Ini tiket apa?" Tanya Hana dengan heran memandang tiket tersebut.

"seperti tiket konser kalau aku tidak salah?" Tanya Ino, Itachi mengangguk.

"Jam 8 malam berpenampilan yang cantik ya, oh ya Sai kau juara berapa dan kau juga Ino?" Tanya Itachi

"Pengunguman pemenang di umumkan 1 jam sehabis lomba basket terakhir." Ucap Hana. Itachi mengangguk paham

"Sai juara 1 lukisannya sangat bagus, untuk lomba merangkai bunga, Ino dapat juara 2" Jelas Naruto, Itachi mengangguk lalu pergi menemui Sasori.

"Sakura chan Apa masih sakit?" Tanya Naruto sambil menunjuk perban yang berada di kepala Sakura.

"Lumayan Naruto." Ucap Sakura lalu tertawa melihat muka Naruto.

"Aku lapar adakah yang mau makan?" Tanya Naruto sambil memegang perutnya yang mengeluarkan suara sontak semuanya tertawa.

"Aku juga lapar." Ucap Tayuya, Hana mengangguk setuju Sai dan Ino lebih memilih kembali ke rumah Sasuke, Sedang Gaara hanya menatap keluar jendela.

"Ada apa?" Tanya Sakura melihat Gaara yang kini berwajah agak pucat.

"Aku harus bertemu seseorang, Ia pasti salah paham." Ucap Gaara pelan.

"Siapa?" Tanya Sakura penasaran

"Kapten tim basket putri Suna." Ucap Gaara cepat lalu pamit pergi.

"Sasuke Senpai Apa tim kita menang?" Tanya Sakura

"Menang 25 – 28, Misa mencetak angka dengan bola terakhir." Ucap Sasuke

"Jadi yang menggantikanku adalah Nee chan, jahat kenapa tadi tidak ada memberitauku?" Tanya Sakura dengan nada memprotes.

"Kau tidak bertanya dan semua yang ada tadi mencemaskan keadaanmu terutama Ino, ia hampir menangis histeris jika saja Sai tidak datang tepat waktu untuk mencegah Tangisannya." Ucap Sasuke.

"Kalau begitu apa masih berlaku hadiahku? Tapi yang membuat Menang tim putrikan Nee chan?" Tanya Sakura

"Aku hanya berjanji kepadamu bukan kepada Misa Nee." Ucap Sasuke. Sakura tersenyum

"Lagipula Itachi Nii pasti memberikan Kejutan kepada Misa Nee." Tebak Sasuke di sambut anggukan Sakura, seseorang datang ternyata itu adalah Neji.

"Hay Sakura, Sasuke ini baju pesananmu." Ucap Neji memberikan sebuah dres kepada Sakura dan sebuah jas resmi kepada Sasuke.

"Aku ke cafetarian dulu ingin bersms ria." Ucap Neji lalu pergi ke sana

"Kau yang memesannya ini indah." Ucap Sakura menatap Sasuke dengan pandangan berbinar.

"Ya itu khusus untukmu." Ucap Sasuke sambil membantu Sakura bangun dan membantunya berjalan kekamar mandi.

Sementara itu di tempat Neji

"Hallo" sapa suara di seberang sana

"Hai, kau sedang apa?" Tanya Neji

"Aku sedang bersama Tenten, Shikamaru dan Chouji." Ucap Tenten dari kota Konoha, Neji ini sedang telfonan dengan Tenten.

"Ingin kubawakan oleh–oleh apa?" Tanya Neji

"Terserah kau saja, bagaimana keadaan Ino dan Sakura, apa kalian juara?" Tanya Tenten dari nada suaranya sudah terdengar ia begitu penasaran dengan hasil kerja keras Sakura dan yang lainnya.

"Sai juara 1, Ino 2, basket 1" ucap Neji singkat.

"Kalau aku ke Suna sekarang juga Reaksimu apa?" Tanya Tenten

"Itu, Ah jika kau benar – benar kesini sekarang juga entahlah aku bisa melakukan segala hal tanpa kau duga." Ucap Neji

"Um, Neji Senpai sudah duluya telfonnya aku mau membantu Temari sampai nanti." Ucap Tenten

"Sampai Nanti" balas Neji lalu mematikan hpnya.

Sasuke terpanah melihat Sakura mengenakan Dress berwarna Pink dengan pita di rambutnya, Perban di kepalanya tidak menjadi halangan untuk sakura berpenampilan.

"Sempurna Ayo" ajak Sasuke sambil menggandeng Sakura

"Kita mau kemana?" Tanya Sakura bingung

Mereka berdua sampai di cafetariat. Lalu Sasuke membawa Makanan.

"Sebelum kita pergi ke konser, ada baiknya Makan malam dulu, kita belum makan." Ujar Sasuke.

Saat mereka selesai makan menuju kedalam mobil.

"Ini mobil siapa?" Tanya Sakura dengan heran.

"Milik Itachi." Ucap Neji singkat lalu duduk di bangku pengemudi sementara Sasuke di sebelahnya dan Sakura di belakang sendirian.

"Kalau begitu Itachi Nii perginya naik apa?" Tanya Sakura heran.

"ia punya motor sport sepertinya ia ingin sekalian menjemput pacar barunya." Ucap Sasuke, di sambut tawa tertahan dari Neji dan Merona merah oleh Sakura.

Sebenarnya yang dikatakan oleh Sasuke memang benar, sehabis konser ia memang ingin mengajak pergi gadisnya.

Rumah keluarga Tateishi.

Misa tengah bersiap ia menggunakan Dress berwarna Putih yang begitu cantik lalu ia memoles sedikit. Selesai Misa segera turun menemui Itachi yang sudah rapih.

"Tumben sekali kau bawa motor, Kemana mobilmu di bengkel?" Tanya Misa

"Aku pinjamkan untuk Sasuke." Ujar Itachi lalu mengeluarkan sebuah Jaket berwarna merah.

"Pakai, biar tidak masuk Angin." Ucap Itachi, Misa merona tipis.

Gedung Pertunjukan yang megah mulai terlihat ...


Note:

Hay seperti biasa terima kasih yang sudah bersedia baca fict ini, serta yang mereview dan sebagainya.

Sehabis chapter ini, chapter depan kemungkinan tidak bisa update cepat karna ada beberapa kendala.

sudah mulai menumpuk tugas kelompok yang harus dikerjakan dengan kompak dll...

Ada yang punya saran? untuk chapter depan aku masih bingung dan banyak pertimbangan.

Maaf jika typo masih bertebaran, dan segala kegajean lainnya.

Salam.

LovelyMina