Luciano Olexandr Labrentsis a.k.a LOL


Naruto kembali mengobservasi sekitar, pasca perginya Kaguya tak ada hal special yang dia temukan kecuali ratusan potongan organ yang berserakan dimana-mana. Sampai mata birunya bisa melihat, sebuah tubuh dengan beberapa potongan tubuh disekitarnya. Tubuh berotot dengan jubah khas Akatsuki juga Kepala berambut perak klimis yang terpisah jauh dari lehernya, tak salah lagi..

".., Belum 24 jam, kau sudah mati juga Hidan."

Naruto by Masashi Kishimoto sensei desuu~

"Novus Ordo Seclorum"

Genre : Adventure, Action, Supranatural, Sci-fi

Rate : M

Sumary : Hidup di masa dimana tatanan dunia baru sedang berlansung, membuatnya berambisi besar untuk ambil bagian. Menggunakan semua yang dia punya, dia pasti akan mencapai tujuannya di dunia baru nanti..

A/N Kembali maaf karena lama up date.., Pkl sedang puncak2nya


Arc 2 : Battle in Takamagahara

Chapter 11. Pertarungan pertama

.

Takamagahara –

.

Naruto hanya memandang datar tubuh dan organ-organ Hidan yang berserakan, kakinya dia gerakan untuk mendekati tempat dimana Kepala berambut silver atau kepala Hidan berada. Jelas sekali, kalau Pengawal nyentrik dengan kata-kata bak pujangga itu ditebas dibagian leher dan membuat Kepala dengan tubuh terpisah. Kaki kanannya dia angkat ketika sudah dekat dengan Kepala Hidan, Energy sihir pun dia alirkan ke kakinya untuk menambah kekuatan, dan kemudian..

Craaaasssh…!

Kepala Hidan pecah begitu saja. Kepala juga tengkorak milik Hidan pecah hanya dengan satu injakan Naruto, otak juga bola mata dan organ-organ lunak lainnya yang masih selamat terpicrat kemana-mana dan berceceran. Tak ada rasa jijik atau takut sama sekali di wajah Naruto, ekspresi pembunuh Propesional selalu melekat diwajah tampan pria berusia 20-an itu. Mata biru itu dia gulirkan, kini menatap tubuh Hidan yang mulai bercahaya lembut. Tohsaka yang tak jauh dari sana melihat semuanya, dia kaget karena Naruto menghancurkan Kepala seseorang juga melihat sebuah tubuh bercahaya.

Bagai Tuhan bekerja dengan kehendaknya, tubuh Hidan sedikit demi sedikit mulai melakukan regenerasi. Luka-luka yang dia terima mulai menutup dan sembuh, Kepala yang terputus juga Organ yang terpisah dari tubuh mulai tumbuh kembali. Sedikit demi sedikit, tulang tengkorak muncul dibagiannya, dilanjut Otak, kemudian pembuluh darah, daging juga Kulit. Seperti sesuatu yang baru lahir, Kepala Hidan rupanya masih seperti seorang Balita, namun dengan cepat kepala itu berkembang dan akhirnya menjadi Kepala dan wajah Hidan yang semestinya. Bergerak-gerak pelan, Hidan yang sepertinya sudah bangkit kembali kemudian bangun dan meregangkan beberapa bagian tubuhnya.

"Ahh! Sialan perempuan perak itu! Cihhh…, kalau bertemu lagi aku pasti akan membunuhnya…" tak memperdulikan tatapan datar Naruto juga Kaget Tohsaka, Hidan kemudian mengambil senjata miliknya. Sabit bermata 3 yang berada dekat dengan posisi matinya, tadi. "…, Dengan ini!"

Banyak mayat dan ceceran Organ yang terlempar dan terpotong-potong Ketika Hidan menyabetkan Sabit mata 3 itu kesamping. Suasana hatinya sepertinya sedang marah besar.

"b-b-baa-bagaimana bisa d-dia hidup lagi?!"

"Hah!? Siapa yang bicara itu! Apa itu kau Gadis susu gede?"

"T-tidak sopan! Namaku Tohsaka! Dasar Gigolo!"

Seolah pendengarannya terganggu, Hidan mengorek-ngorek telinganya. Matanya menatap miring dengan ekspresi menyebalkan pada Tohsaka yang wajahnya memerah karena dihina juga dengan err…, sedikit pujian. Disebrang sana, Naruto hanya diam saja melihat perdebatan 2 orang cerewet itu.

"Gigolo? Khah! Kau bicara apa sih!? Mau ngajak ribut yah?!"

Tohsaka semakin memerah menahan marah dengan sikap Hidan. Baru kali ini, dia menemukan seorang pria kasar dan kotor kata-katanya. Bahkan setelah bangkit dari kubur sekalipun? Apa dia tidak Taubat, meskipun sudah bertemu kematian? Seharusnya 'kan orang-orang yang hidup lagi setelah mati itu Taubat dan berbuat baik 'kan?.

"Siapa sih kau ini?! Tidak ada sopan-sopannya sedikitpun! Das-,"

"-Kau 'pun sama! Tidak ada sopan-sopannya sekalipun padaku!" Potong Naruto. Wajah Tohsaka memerah semakin marah karena diejek langsung oleh Naruto. Gadis itu melipat tangannya didadanya dan memandang Naruto dengan tajam.

"B-buat apa sopan padamu! Huh…, Dasar Hentai.."

Naruto mengabaikan perkataan Tohsaka yang Tsundere itu. Matanya kemudian menatap Hidan yang sepertinya tak memperdulikan keberadaanya juga sedikit perdebatannya dengan Tohsaka. Dia malahan mulai menghampiri beberapa mayat yang ada disini, berusaha mendo'akan juga sedikit menceramahi mayat. Err.., bukan menceramahi sih kalau seperti..,

"Wuhahahahaha.., Kau pasti bukan pengikut Jashin! Makanya kau mati begini, Babi! Wahhahahaha.., dasar tidak berguna!" Dan begitulah, tiap mayat yang dihampiri, Hidan selalu mengeluarkan kata-kata kasarnya untuk menghina setiap mayat disini. Lelaki berambut perak itu memanglah pria penganut ajaran sesat, entah Agama juga Tuhan mana yang dia anut, tapi yang pasti dia adalah Ekstrimis juga penganut Agama jalur keras. Selalu menghina Religi lain juga memaksa siapapun beriman sama dengannya. Itulah Hidan si pria sesat.

"Dia adalah Manusia special." Naruto berujar, dia berusaha mengabaikan perbuatan juga teriakan kesetanan Hidan pada tiap mayat. Sementara Tohsaka yang merasa akan ada penjelasan dari Naruto mulai berjalan mendekat pada Pria calon suami Nonanya itu. "Maksudmu?"

"Dia berbeda dengan manusia juga mahluk suprantural pada umumnya. Jika yang lain bisa mati ketika Leher ditebas, Jantung dihancurkan atau sampai Tubuh dimusnahkan, Hidan tidak bisa. Dia adalah salah satu Anomali di tim kami."

"Kenapa?" Naruto memejamkan matanya, mencoba mengingat dan menemukan kepingan ingatan saat dia berusia 15 tahun dan dia menemukan Pria penganut ajaran sesat itu. Saat itulah, dia mulai melakukan kontrak dengan Hidan dan mulai melakukan berbagai percobaan dan penelitian. Dan tak disangka, ternyata hasil semua itu adalah mahluk mengerikan yang berambut perak itu.

"Dia kelebihan Energy alam. Tubuhnya itu, dengan beberapa alasan tertentu, berhasil menampung luar biasa banyak dan besar Energy alam dari alam. Karena alasan itulah, tubuhnya juga jiwanya tak akan pernah mati meskipun dihancurkan atau dimusnahkan dengan serangan Dewa sekalipun."

Energy alam adalah Energy yang kaya dengan kehiduan. Energy murni yang sangat menyejukan. Itulah garis besar dari Energy yang ada ditubuh Hidan dengan kapasitas besar saat ini. ada berbagai cara untuk merasakan atau menyimpan Energy alam, namun tidak mudah juga untuk melakukannya. Energy ini sangat ekslusif juga tidak sembarangan orang yang punya dan bisa memakainya. Rata-rata yang bisa menggunakannya, pasti memiliki anugrah tubuh kuat juga kekuatan hebat dibalik tubuhnya.

"Apa maksudmu, Ossan? Kau mau mengatakan kalau Pria itu tak bisa mati karena adanya Energy alam dengan jumlah banyak ditubuhnya? Bukannya itu tidak logis! Maksudku.., bagaimana bisa?! Tubuh yang mati seharusnya tidak menampung Energy lagi dan tak bisa hidup lagi 'kan?! Apalagi ini hanya manusia biasa?! Jangan bercanda!"

Naruto tersenyum maklum. Matanya bergulir dan memperhatikan Hidan yang masih sibuk dengan kegiatannya. Akatsuki. Meski sebagian dulunya hanya manusia biasa, namun Tim buatan Naruto itu masing-masing memiliki sesuatu hal yang sanggup membuat Dewa gentar. Bukan permasalahan dia manusia biasa atau apa, namun siapa yang mau berkembang dan berusahalah yang membuat mereka bisa seperti sekarang. Dan Naruto pun merasakan hal itu.

"Kau salah, Tohsaka. Secara logika memang begitu. Namun sekali lagi, dia adalah Anomali itu sendiri. Energy alam yang tubuhnya tampung, tak akan terbayang seberapa banyaknya itu. Jika boleh dibandingkan, Energy yang dimiliki Hidan, mungkin satu level tidak terlalu jauh dari 3 Naga itu!"

Mata berwarna biru Tohsaka melebar terkejut dengan dibarengi rasa kagum. Mata birunya kemudian menatap Pria yang mereka maksud itu. Kelihatan seorang Pria kasar biasa penganut aliran sesat, namun kenyataannya..

'…, Satu level dibawah Great Red! Ophis juga Trihexia! A-apa mungkin!? Tidak! Kalau dilihat dari kemampuan bangkit dari kuburnya, kurasa memang mungkin. Tapi bagaimana bisa…'

Naruto terus memperhatikan Ekspresi kaget Tohsaka ketika diberi tau Fakta mengejutkan itu. Dirinya selalu senang ketika melihat orang lain kagum juga terkejut ketika melihat maha karyanya. Naruto sama sekali tidak bercanda soal Hidan dan kemampuannya, pria itu memang menampung Energy alam sangat sangat besar. Bisa dikatakan satu level dibawah Ophis dan kawan-kawannya, juga Naruto bahkan berani mengatakan, Energy milik Hidan akan terus bertahan sampai 7 turunan.

"Begitulah dia.." Naruto menyadarkan Tohsaka dari kekagetan dan kekagumannya. Matanya menatap Naruto yang seolah bangga dengan sesuatu. "…, Karena Energy yang dia miliki itu, bahkan dia menjadi Pemilik Energy paling besar di Tim kami." Bahkan melebihi jumlah Energy yang dimiliki Naruto sekalipun.

Hal seperti Hidan mungkin saja terjadi. Dahulu, Naruto yang menjadi kepala penelitian pun merasa ragu juga pesimis dengan apa yang akan terjadi. Namun, setelah dicoba dan diperhitungkan, ternyata hal Anomali ini bisa terjadi dan berhasil membuat sesuatu yang bisa dikatakan Monster. Namun meskipun berhasil, Naruto tidak bisa melakukan hal ini lagi. Karena selalu saja, objek yang dia kerjakan selalu berakhir gagal. Akhirnya, dia menarik kesimpulan kalau hanya Manusia Ekslusif juga Spesial yang bisa menjadi seperti itu.

"Maa.., kurasa kita harus menghentikan perbincangan ini. lihat! Iruka-san bisa mati jika kau sibuk mengagumi Pria sesat itu.."


.

Di Kediaman atau Istana pribadi milik Amaterasu. Disana, berkumpul Naruto, Amaterasu juga Susano'o. mereka sedang melaksanakan rapat dadakan membahas tindakan frontal musuh, yang dengan beraninya berulah dan mencuri salah satu Pusaka milik Izanagi. Bahkan tak main-main lagi, Utusan yang mencuri Pusaka itu adalah Dewi Tsukoyomi atau Dewi Kaguya, yang merupakan adik dari Amaterasu sendiri. Atas tindakan itu, posisi Kaguya semakin buruk dan terancam dimata Dewa lainnya. Dan pembahasan itu pun sepertinya di masukan pada pokok pembahasan rapat dadakan ini.

"Jadi, Baka-Aneki dan Komplotannya akan mencuri lagi Kuas ungkapan 'yah?.." Suara Susano'o, Dewa berpenampilan pria tampan berambut hitam panjang dengan mata emas itu mengintrupsi. Matanya memandang teliti wajah Naruto dan Amaterasu (penampilan dewinya) yang penuh keseriusan. "Ya, menurut Tsukoyomi, rencana akan dilakukan besok sore."

Di Takamagahara waktu masih terlihat siang, namun di dunia manusia, waktu sekarang sudah menunjukan malam hari. Naruto sengaja membawa jam khusus untuk mengetahui waktu diseluruh Dunia parallel, alat ini sangat berguna untuk situasi-situasi yang memerlukan sikap on time Naruto. " Menurut Legenda, Kuas ungkapan adalah barang khusus milik Izanami, yang sekarang tinggal di Yomi. Nahhh.., berarti mereka akan memasuki Yomi untuk mengambil barang itu 'kan? Bantah kalau salah."

Izanami atau istrinya Izanagi, Dewi itu meninggal ketika dirinya sendiri terbakar oleh kelahiran anaknya. Sang Dewa Api atau Kagutsuchi no Kami, dialah sumber terbunuhnya Izanami dan yang menyebabkan Izanami berlabuh ke Yomi. Saat itu, Izanagi ingin mengambil kembali Istrinya, namun sayang, karena terlambat, Dewi yang awalnya cantik jelita itu berubah menjadi sangat buruk rupa dan menjadi penghuni tetap di Yomi karena sudah memakan sesuatu disana. Dan juga mitosnya, Izanami akan mengajak siapapun yang berkunjung ke sana dengan menggodanya.

"Sayangnya anda benar, Naruto-dono.." Amaterasu memejamkan matanya pelan, Kimono besarnya sama sekali tak memberikannya beban atau risih. Sebuah Kimono berwarna putih dengan Haori merah penuh motif Elegant. "Dan menurut Legenda, gerbang menuju Yomi no Kuni ada di sebelah timur Hutan di Kota Matsue, Prefektur Shimane. Jika benar, mereka akan kesana, kurasa mereka mempunyai sesuatu hal atau seseorang yang sanggup bertahan dan melawan Izanami. Karena mau bagaimanapun, Izanami tak akan membiarkan sesiapapun keluar begitu saja dari Yomi. Bahkan untuk Dewa sekelas Izanagi sekalipun, akan sedikit kesusahan."

Dalam Legenda, Izanagi pernah ingin mengambil kembali istrinya Izanami dari Yomi. Izanami setuju, namun dengan sebuah syarat. Yakni, Izanagi jangan menengok dan melihat wajah istrinya tersebut. Terlanjur penasaran, Dewa pemimpin Shinto itu malah menengok dan melihat kengerian wajah Izanami, yang membusuk dan ditumbuhi Belatung. Tentu saja, Izanami marah. Apalagi Izanagi justru ketakutan dan pergi meninggalkannya, Izanami mengirim salah satu Iblis disana untuk mengejar Izanagi. Dan izanagi pun sama, dia mengirimkan Raijin no Kami untuk melawannya. Berhasil keluar, Izanagi pun menyegel tempat itu dan mulai bermusuhan dengan istrinya sendiri.

Dan kasus sekarang, akan sangat aneh jika mereka bisa keluar masuk dan dengan percaya dirinya bisa mengelabui Izanami, yang bahkan untuk seukuran Amaterasu sendiri pun akan kesulitan. Karena disana bukan wilayah yang pas untuk bertarung, kekuatan mu disana seolah hilang oleh kuasa dari Dewi penjaga Yomi itu. Kecuali satu hal..,

"…, Saat bertemu langsung dengan Tsukoyomi, aku dengan jelas bisa merasakan kalau Dewi bulan itu sepertinya dibawah kendali orang lain. Entah siapa itu, namun kurasa itu juga yang menjadi alasan mereka berani keluar-masuk Yomi."

Tak ada yang kaget dengan penuturan Naruto. Dewa dan Dewi itu sudah punya firasat tentang hal ini sebelumnya. Bagaimana mungkin 'kan, Tsukoyomi yang baik itu menjadi pengkhianat? Kecuali jika dia dikendalikan, itu baru logis. Nah, namun pertanyaannya..

"…, Siapa yang mengendalikan Kaguya?"

Sama sekali tidak menjawab. Amaterau atau Susano'o diam karena tidak tau kemungkinan dari jawaban pertanyaan sulit itu. Tsukoyomi kenyataanya, bukanlah Dewi yang lemah atau kacangan, meskipun sikapnya yang lemah lembut dan penuh kasih sayang. Kekuatannya bisa disejajarkan dengan Dewa Mitologi lain. Yang bisa mengalahkannya dalam pertarungan Individu, hanyalah Amaterasu (Lingkup Mitologi Shinto). Jadi sejauh yang diketahui, tak ada Dewa ataupun Dewi Shinto yang lebih kuat dari Tsukoyomi kecuali Amaterasu.

'…, Siapa? Pertanyaan ini sangat sulit terjawab jika bukti dan petunjuk masih nihil. Satu-satunya yang bisa dipakai adalah asumsi berdasar data. Sudah jelas, ini ada campur tangan dari pihak luar. Siapa? 3 Fraksi? Odin? Tidak, kurasa itu bukanlah mereka. Justru dengan adanya insiden ini, pasti ada kemungkinan Shinto kehilangan banyak kekuatan tempur militer dan nantinya akan membuat kestabilan kekuatan Militer Alainsi menjadi kacau..'

Dengan insiden ini, maka konflik menjadi suatu hal yang nyata bagi Shinto. Namun, perkara itu justru menjadi tamparan sendiri untuk Aliansi. Karena mau bagaimanapun, insiden ini bisa membuat Shinto yang merupakan Aliansi mereka bisa berkurang kekuatan militernya, dan itu sangat merugikan bagi 3 Fraksi. Ibarat kata sebuah tubuh, mana mungkin 'kan bagian tubuh yang lain senang bagian tubuh lainnya terluka?

'…, Namun.., '

".., Insiden ini pun kurasa bisa menjadi Senjata Politik kita untuk menyerang Aliansi 3 Fraksi." Amaterasu menatap penasaran pada Naruto, pemikiran mereka tak jauh beda dengan insiden ini. mungkin bedanya, Naruto lebih Visioner kedepan. "…, Ingat tujuan Konspirasi di Kyoto. Insiden di Takamagahara sekarang 'pun kurasa bisa menjadi seperti di Kyoto. Dengan adanya Insiden ini, kita besar-besarkan pada mereka. Berikan mereka informasi palsu, kalau akibat insiden ini banyak Korban yang berjatuhan bahkan Dewa dan Dewi kuat sekalipun. Tentu saja itu hanyalah kebohongan belaka, aslinya kita sembunyikan mereka agar tak terlacak Aliansi. Mereka tak bisa protes apalagi memaksa dan menekan, karena ini Insiden murni pengkhianatan. Sembunyikan kekuatan besar dibalik punggungmu, dan tikam mereka dari belakang ketika waktunya."

Maksud Naruto sederhana. Selesai Insiden ini, berikan informasi palsu pada Aliansi kalau Shinto mengalami sebuah Insiden yang berhasil menewaskan Korban banyak dan bahkan para Dewa terkenal sekalipun. Aliansi sebagai pihak dirugikan karena kekuatan sekutunya berkurang tak bisa protes atau memaksa, mereka dipaksa harus menerima keadaan ini. mengingat, Insiden ini murni sebuah Pengkhianatan, dan bukan sebuah Konspirasi para petingginya. Aliansi harus menerima kalau Sekutu mereka semakin melemah. Dan disisi lain, Shinto menyembunyikan kekuatan untuk rencana Naruto selanjutnya. Inilah rencana jangka panjang Naruto. Buat sebuah Konspirasi, baik itu melalui False plag atau taktik Politik dan Militer apapun, tak perduli memanfaatkan siapapun dan kejadian apapun, selama bisa menyembunyikan taring dan mengejutkan lawan pada saatnya tiba. Akan Naruto lakoni, meski itu membuatnya menjadi mahluk terlicik sekalipun.

"…, bahkan dengan insiden ini, kita bisa memalsukan kematian Amaterasu sekalipun 'kan? Nahh.., dengan hal itu Amaterasu akan mudah dan leluasa melanjutkan misi denganmu 'kan?"

"Hahahaha.., Kau cerdas juga Susano'o" Naruto melipat tangannya didada dan memejamkan matanya. Pikirannya sedikit plong karena rencana sudah tersusun matang di otaknya terkait Insiden di Takamagahara ini. "…, Benar. Palsukan kematian Dewa dan Dewi terkenal dan menyembunyikan fakta sebenarnya. Kita buat Aliansi tertekan dan merasa kehilangan kekuatan militer, dan kita sendiri timbun kekuatan sebanyak mungkin untuk menyaingi Aliansi. Tentu bagi awam, kenapa kita tidak membatalkan Aliansi saja dan membuat persekutuan Militer yang menentang Aliansi dan kenapa kita melakukan hal merepotkan seperti ini? rata-rata orang awam pasti berpikir demikian. Namun, dalam dunia Politik ini, Kontrak bukanlah sesuatu hal yang bisa dibatalkan dan dihentikan begitu saja. Namun.., bukan berarti tidak bisa di manipulasi. Manipulasi Kontrak tersebut! Jadilah Serigala berbulu Domba! Sembunyi dibalik selimut lawan untuk menikam mereka! Itulah Kontrak antara Lawan Politik! Sebuah Simbiosis Parasitisme, terlihat baik dan akrab namun kenyataannya saling menjatuhkan.."

"Kehehehehe.., aku tidak pernah menyangka manusia bisa menjadi seperti ini.." Susano'o berkomentar. Kekehannya menakutkan dengan dibarengi aura kekuatan miliknya yang gila. Namun kedua orang sisanya tak berpengaruh, kekuatan mereka berada jauh diatas Ekspetasi Susano'o.

"Namun, tentunya kita harus mengurus para pemberontak dan dalang pemberontakan ini dulu 'kan?" Benar apa yang dikatakan Amaterasu. Mau sematang dan selicik apapun rencana mereka, jika tiket nya belum didapatkan, itu hanya menjadi angan semata. Justru malahan, kalau tiket tidak bisa didapat dan para Pemberontak berhasil, maka riwayat mereka yang akan tamat. Jadi maksud Amaterasu adalah, sekarang fokus dulu pada perkara pemberontak itu.

"Hm, soal itu kurasa kemungkinan kita menang melebih 80%. Pihak Oposisi boleh punya senjata legendaries yang setara dengan senjata legenda lainnya. Boleh juga dia mempunya backup kekuatan misterius yang besar. Namun…,"

Tatapan mata Naruto sangat tajam kedepan. Pikiran lelaki berambut pirang itu melayang pada Hidan, pengawalnya dan merupakan anggota Akatsuki. Jika ada dia, konflik sebesar apapun atau perang sehebat apapun, Naruto yakin musuh akan kalah jika berhadapan dengan Hidan. Kekuatan miliknya sangat mengerikan, memang dia tidak mempunyai jurus atau teknik-teknik penghancur masal yang baddas, namun kekuatannya pun tidak bisa diremehkan begitu saja. Naruto kembali tertawa dalam hati, selain Hidan, Naruto masih ada sebagai Backup kekuatan terpenting, mungkin aku akan unjuk 3 kekuatan utama Techno magic pada Dalang semua ini.

"…, Kita pun memiliki Kekuatan besar disini." Susano'o dan Amaterasu tersenyum karena Deklarasi Naruto. "…, Dan sepertinya, aku tau siapa dalang dibalik semua ini."

"Siapa?"

Naruto tersenyum lucu, ketika adik-kakak itu mengeluarkan pertanyaan secara bersamaan. "…, Ini hanya kemungkinan dan Asumsi. Namun kurasa, insiden ini mempunyai akar yang sama dengan Insiden di Kyoto. Dalang semua ini, adalah komplotan Dewa licik yang entah tujuannya apa, mereka adalah komplotan Sakra dan kawan-kawannya."

Menurut Informasi yang Akatsuki dapat, Sakra dengan beberpapa Dewa lainnya, terlihat melakukan persekutuan entah untuk apa. Namun dengan jelasnya siapa dalang dibalik Insiden Kyoto, Naruto berasumsi kalau inipun menjadi tanggung jawab Sakra dan komplotannya. Entah untuk tujuan apa, yang pasti ini merupakan tujuan buruk yang pernah dipikirkan Dewa botak itu.

"Sakra 'yah? Maa.., kurasa itu bisa saja. Dewa Gundul itu memang selalu bertindak sesukanya. Ditambah kuasanya sebagai Raja para Dewa disana, dia semakin semena-mena dan melakukan hal-hal seenaknya untuk kesenangannya sendiri." Sepertinya Susano'o cukup kenal dengan Sakra atau Indra sang The Heavenly Emperor.

"Saa..!" Naruto bangun dari duduknya, tatapannya serius pada Amaterasu dan Susano'o. ".., Kita tinggal jalankan semua rencana! Kau dan Touka lebih baik segera rapatkan ini dengan para petinggi dan mulai susun kekuatan, menurut firasataku perang kecil akan terjadi tidak lama lagi. Soal tindakan mereka besok sore, biarlah aku mengurusnya dengan Hidan dan.."

Mata biru Naruto sedikit melirik pada pintu yang memisahkan ruangan ini dengan ruangan lainnya, dia jelas menyadari kalau ada seseorang dari tadi yang berdiri disana. Untungnya disini sudah dipasang sihir peredam suara, sehingga suara dari sini tak akan bocor keluar dan didengar penguping. ".., Kau bisa keluar, Shinki-san!"

"Aah!"

Ekspresi Amaterasu dan Susano'o biasa saja. Mungkin mereka juga sudah menyadari keberadaan penguping itu, namun mereka biarkan. Jadinya tak ada raut kaget sama sekali ketika melihat remaja berambut pirang pucat dengan jaket hijau itu tertawa gugup dihadapan mereka.

Menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Yukini si Shinki milik Yato berusaha menetralkan kegugupannya karena ketauan menguping oleh Kedua Dewa berkuasa ditambah satu manusia misterius didepannya. "A-ano.., Gomen! Saya hanya tidak sengaja lewat dan merasa tertarik dengan ruangan ini. y-ya.., kurasa itu saja, jadi aku akan pergi sekarang juga."

Ber-Ozigi beberapa kali, Yukini bertindak pergi dari sini secepatnya. Bisa mati dipenggal dirinya kalau berlama-lama disini dan dituduh sebagai penguping, apalagi pembicaraan serius pemimpin Mitologi yang disegani. Err.., dia masih ingin hidup lama.

"Tunggu dulu!" Kepergian Yukine dicegat Naruto, pemuda itu tersenyum dengan sikap dari Shinki yang sedang khawatir dengan tuannya itu.

"Kau ingin menyelamatkan Yato 'kan?" badan Yukini membeku ketika pemuda asing baginya itu mengatakan soal tuannya yang sedang dia khawatirkan, dia menatap serius dan mengangguk pada pemuda pirang sepertinya. "T-tapi.., dia sudah b-berubah menjadi.."

"Kau salah! Yato yang kau kenal masih orang yang sama yang kau kenal! Jika dia bertindak aneh atau apa, pasti ada dalang dari semua itu. Jadi jangan ragu untuk menyelamatkan orang yang menurutmu berharga.!"

Serasa mendapat Booster semangat, Yukine tersenyum senang pada pemuda asing itu. Dirinya yang awalnya ragu terhadap Yato, kembali yakin dan bertekad untuk menyelamatkannya. Sebagai Shinki yang diberkahi, sebagai seorang terdekatnya, juga sebagai adiknya! Yukine akan menyelamatkan Yato.

"Bagus! Kau siap-siaplah, besok sore kau akan ikut denganku menemui si Yato itu! Kau mengerti?!"

"Ha'I!"

Disebrang sana Amaterasu tersenyum kecil. Senyum yang cantik dan elegant dari seorang Dewi cantik luar biasa. Meski masih memiliki sipat licik dan kejam, namun masih ada sisi baik dalam diri Naruto. Dibalik wadah licik itu, tersimpan seorang yang sangat perduli dan menyayangi orang berharga miliknya. Tersimpan pula sosok pemuda perduli yang selalu marah jika ada orang yang menelantarkan atau membuang ikatan berharganya dengan alasan konyol. Sekarang Touka yakin..,

'… Apa yang terjadi di masa lalu anda Naruto-dono? Sehingga merubah anda seperti ini?'

Pada akhirnya, semua keyakinan itu berlabuh pada sebuah pertanyaan mudah namun sulit dijawab oleh Touka.


.

"Kalian datang juga ternyata…" seorang pria berusia kisaran 30 tahun memulai pembicaraan. Penampilannya seperti seorang Detektip terkenal, namun kenyataannya bukan. Dia adalah Ebisu, salah satu Dewa dari 7 Dewa keberuntungan. Dia juga merupakan salah satu Dewa yang berkhianat dan mencoba menggulingkan pemerintahan Amaterasu. Dewa Bisnis itu berasama rekannya Yato baru saja keluar dari Gerbang Yomi no kuni dan tiba-tiba di Transper ke Dimensi buatan yang isinya Hutan luas nan hijau.

Sementara yang dimaksud Ebisu, adalah Naruto yang memakai pakaian tempuranya. Celana panjang berwarna biru dengan bahan khusus juga sebuah Kaos tanpa lengan berwarna putih, di kedua lengan dan kakinya sudah terpasang lengan robotic berwarna hitam metallic, dengan design yang sama dengan lengan robitic yang pernah dia pakai untuk melawan Tengu. Disisi Naruto, ada Hidan dengan pakaian jubah khas Akatsukinya, dibahunya ada sebuah Sabit bermata 3 yang terlihat mengerikan sebagai senjata. Rekannya yang terakhir, adalah Yukine dengan penampilan biasanya.

Sesuai rencana, sore ini mereka akan menangkap dan meringkus kedua Dewa pengkhianat itu. Tidak membawa pasukan banyak, karena ada rencana rahasia Naruto yang tak boleh dilihat orang banyak di penyergapan ini. cukup dengan Naruto, Hidan dan Yukine, kedua Dewa itu mudah saja dikalahkan. Jadi, di Dimensi buatan Naruto, mereka akan melakukan..,

"…, Pertarungan! Hahahahha…! Aku sudah haus darah kalian semua, Dewa Buluk! Meski sekarang tidak ada Dewi jalang perak itu, aku akan puas jika berhasil mencincang kaliaaan, Babiii! #$ *"

Naruto diam saja, meski agak kesal dengan teriakan dan kata-kata kasar Hidan, dia masih belum bertindak gegabah. Musuhnya memiliki Phantom Brush sebagai senjata, mereka akan mati atau minimal Yukine akan mati dengan mudah jika bertindak gegabah. Tindakan Hidan kali ini dia tolerir, karena sepertinya pria itu masih kesal pada Tsukoyomi yang berhasil membunuh dan mencincangnya dengan cepat dan tak memberikannya kesempatan membalas atau ber-Regenerasi.

"Naruto-san, apa yang akan kita lakukan?" Yukine bertanya dari samping, dia lebih tau situasi dibanding Hidan. "Kau diam saja, lawan bukanlah level yang bisa kau jangkau. Aku dan Hidan akan melawan mereka satu-satu, jika kerja sama, tentu kita akan kalah. Musuh sepertinya cukup akrab dan bisa bersama bekerja sama, sedangkan kita? Kurasa tidak…"

Naruto baru kenal dengan Yukine, jadi dia tidak tau gaya bertarungnya seperti apa. Sedangkan dengan Hidan, orang katarak yang gagu juga pendengarannya terganggu pun tau kalau Pria sesat itu bukan tipikal orang yang bisa diajak kerja sama. Sedang disisi lain, musuh sepertinya cukup ahli jika bekerja sama.

"Apa yang kalian bicarakan Naruto-Kamvret! Sudahlah! Kita bertarung dengan otot, jangan dengan Otak! Kalau kau bertarung dengan Strategi, aku akan bertarung dengan Sabitkuuuuuuu!"

Tanpa mengidahkan teriakan Naruto, Hidan melesat kedepan. Dan musuh pun membalas, Yato dengan Shinkinya yang bernama Nora dengan wujud sebuah Katana sama-sama melesat untuk membalas serangan Hidan. Musuh satunya lagi, Ebisu kini mulai melakukan tugasnya dengan Phantom Brush itu. Dia mulai menggambar dan memunculkan Ayakashi atau Siluman dengan berbagai bentuk dan ukuran untuk melawan musuh.

"Kugaha! Keluarlah!"

Bersamaan dengan itu, muncul cahaya lembut disisi Ebisu. Berselang kemudian, muncul seorang pria paruh baya berambut putih dengan jubah abu. Dia adalah Kugaha, mantan Shinki milik Bishamon. Dia sekarang adalah Nora. Yukine disebrang sana mengeraskan rahangnya ketika melihat pria yang dulu pernah bertanggung jawab atas penculikan temannya, Hiyori.

"Pergilah! Kau mungkin bisa berhadapan dengan Shinki tua itu!"

Tanpa banyak komentar Yukine pergi dan maju untuk berhadapan dengan Kugaha. Tersisa Naruto dan Ebisu, namun bukan berarti Naruto akan melawan Ebisu,

"…, Hidan! Kau lawan Pria Detektip itu! Aku akan melawan pria berpedang! Dia lebih kuat darinya!"

Mendengar kata 'lebih kuat' hidung Hidan kembang kempis. "Hahahahaha.., terima kasih Naruto-Bangke! Yuhuuuuuu…! Sini kau! Aku akan mempersembahkanmu pada Jashin-samaaa!"

Naruto mulai melangkah pelan, dia tak memperdulikan Hidan sama sekali. Pria itu tak akan bisa mati. Lagipula ucapannya pun bohong dan hanya sebuah pancingan, karena kenyataanya Yato-lah yang lebih kuat daripada Ebisu, jika berbicara kemampuan Individunya. Stray God atau Noragami itu dikatakan adalah Dewa dengan teknik Pedang terkuat di Mitologi Shinto. Meski Amaterasu dan Susano'o pun bertarung dengan Katana, teknik mereka masih kalah oleh Yato. Tentu saja kalau sudah berbicara kekuatan, Yato pasti kalah.

Intinya.., ini adalah debut pertamnanya melawan Samurai, dan karenanya dia menghormati dan menghargai itu.., dia juga akan menggunakan senjata yang sama…

.., dengan cahaya putih dan lingkaran sihir khas gabungan Techno magic dengan Sacred Gearnya, Naruto berhasil menciptakan sebuah katana dengan panjang 80 cm. bilah tajamnya terlihat berkilau ketika terkena sinar matahari, cahaya indah terlihat dari senjata Naruto. Hanya menggunakan pedang! Naruto akan melawan Yato hanya menggunakan Katana saja.

Tangan robotic yang melapisi tangan kanan asli Naruto itu menggenggam dengan kuat Katana indah itu. Yato sebagai lawan Naruto pun mulai memasang kuda-kuda. "Seperti yang diharapkan dari orang yang dibawah kendali, kau tidak banyak bicara, Yatogami."

Keheningan masih terasa. Yato benar-benar tak membalas ucapan Naruto. Padahal biasanya, Yato itu adalah orang berisik yang cerewet. Sepertinya benar dugaan Naruto, dia dibawah kendali orang lain. "Maa…, ,meskipun ini pertama kalinya aku bertarung dengan pedang, kau tak boleh meremehkanku. Yato-san…"

Blaaaaaaaaar…!

Naruto menahan tebasan Yato dengan cepat. Menggunakan kekuatan yang didapat dari Armor Metalic buatannya, Naruto berhasil bertahan dari tebasan Yato yang sangat cepat dan kuat itu. Saking kuatnya, tanah pijakan mereka sampai amblas dan hancur berhamburan ketika kedua senjata mereka beradu.

"Heyaaaaaat..!"

Blaaaaaar..!

Menggunakan tenaga yang lebih kuat, Naruto membanting serangan Yato kesamping. Katana yang merupakan perwujudan dari Shinki miliknya terbenam dalam tanah dan membuat tanah amblas dan hancur berhamburan seperti tadi. Tenaga yang didapatkan Naruto dari Armor ini cukup besar bahkan bisa bersaing dengan tenaga Dewa sekalipun. Kalau tidak memakai armor ini, mungkin Naruto sudah tamat dari tadi.

Traaaaank!

Melepaskan Katana miliknya, Yato menyerang Naruto dengan tebasan yang sama. Mereka mulai beradu pedang dengan cepat dan kuat untuk menunjukan siapa yang lebih kuat dalam berpedang. Dari setiap gerakannya, Yato terlihat menguasai dan tenang, sedangkan Naruto yang pertama kali menggunakan Katana, cukup kesusahan karena serangan Yato. Keringat deras membanjiri wajahnya. Mungkin kalau menggunakan sihir seperti biasanya, Naruto bisa menang dengan mudah.

"Rasakan ini…!"

Traannk!

Menusukan katana miliknya menuju leher Yato, namun berhasil ditahan dengan bilah tajam Katana miliknya. Kini kekuatan mereka sebanding. Naruto tak bisa lebih menusukan Katana miliknya, dan Yato tidak bisa melepaskan begitu saja pertahanannya. Karena dia bisa saja mati.

"Kheh.., Pedang Dewa memang hebat. Bisa menahan sebuah bilah kuat dari Vibranium.., namun, apa kau bisa menahan ini.."

Shuuuuuuuuuuuuuuuuu…!

Dengan ajaibnya, Katana Naruto memanjang dan terus memanjang seperti Tongkat emas milik Sun Wukong. Akibatnya, Yato terdorong kuat kebelakang karena tidak kuat. Sampai 10 km lebih, Yato baru berhenti terdorong karena Katana itu berhenti memanjang.

"…, God Spear. Prinsip dari Innovate Clear adalah menciptakan, namun bisa juga menambahkan. Dengan kekuatan itu, aku menambah panjangnya bilah Katana ini. cukup mudah, karena ini lebih sederhana daripada menciptakannya. Namun tentunya ada batas yang bisa kucapai, yakni sampai jarak 10 Km.."

Naruto menjelaskan, meskipun sulit didengar Yato yang ada jauh 10 Km didepan. Berkat tindakannya, tercipta jalur dengan panjang 10 Km di Hutan luas ini. pepohonan dalam radius 2 meter dari jalur perpanjangan Katana Naruto, terhempas begitu saja. Menandakan kekuatan serangan ini tak bisa diremehkan. Disebrang Sana Yato masih bisa bertahan, Katana miliknya masih kuat meskipun sudah menahan serangan gila Naruto.

["Yato.., meskipun Katana musuh bisa memanjang sampai 10 Km, kita masih lebih unggul. Bilah tajam Katana ini masih lebih kuat dari Katana musuh. Selain itu, aku yakin ada interval waktu untuk memanjang dan memendekan Katana itu."]

"Aku tau.."

.., dengan kecepatannya, Yato menghilang dan bergerak kedepan dengan cepat. Shinki miliknya dia siapkan untuk membunuh Naruto. Disebrang sana, Naruto berusaha memendekan kembali Katana itu dengan cepat. Kini, antara Katana dan Yato berlomba cepat menuju Naruto. Yang lebih cepat, dialah yang akan membunuh musuh.

'Berhasil…'

Katana Naruto lebih cepat. Yato pun semakin dekat menuju dirinya dengan serangannya, tak mau kalah, Naruto menyerang kembali. Dia menebaskan Katana yang otomatis memanjang kembali itu kesamping, untuk menebas Yato. Namun untungnya, Dewa bencana itu berhasil menghindar dan menghilang dengan cepat. Yato mungkin selamat, namun Hutan-Hutan itu kini rusak. Dalam Radius 10 Km, Hutan gundul tertebas Katana milik Naruto. Sampai berhenti menebas Hutan, Naruto berusaha menarik kembali Katana miliknya. Karena bagaimanapun, dia tidak bisa menggunakan Katana dengan panjang 10 Km untuk menyerang musuh.

Kalah cepat. Yato kini sudah berada disamping Naruto, dia menusukan Katana miliknya untuk menusuk Kepala Naruto. Jika terkena, dia akan mati sekarang juga.

"Heyaaaa..!"

Mengeser badannya kebelakang dan melepaskan Katana miliknya, Naruto berhasil menghindari tusukan itu, meskipun dengan margin yang tipis. Kulit wajah dekat matanya kini tergores dan mengeluarkan darah dengan luka cukup dalam. Membalas menyerang, Naruto mengubah posisinya dan menghadap Yato ,Kemudian Naruto memegang tangan Yato, dibantu kakinya yang ditekuk, Naruto mengangkat dan membanting kebelakang tubuh Yato. Naruto mengambil kembali Katana miliknya yang sudah kembali pada ukuran semula. Dia menebaskan Katana miliknya secara vertical kebawah dan simetris dengan tubuh Yato yang baru saja dibanting Naruto, Katana itu kembali memanjang dan berusha membelah tubuh Yato.

Namun gagal.. Yato berhasil menghindar dan membiarkan Tanah itu terbelah dan menjadi parit yang cukup dalam.

Traaaaank..!

Mereka kembali beradu tanding. Kali ini lebih serius. Setiap tebasan mereka benar-benar pekat dengan niat membunuh. Saat sedang beradu, Naruto menyabetkan tendangan kaki untuk menghantam wajah Yato, namun berhasil dihindari. Justru karena serangan itu, Yato berhasil menendang perut Naruto dengan kuat. Tindakan Naruto justru menghalangi pandanganya dan membuat Yato berhasil menyerang.

Duuuuuugh!

Yato memberikan tendangan kuat dan membuat Naruto terlempar kebelakang. Tubuhnya terseret di tanah dan berhenti saat sudah mencapai jarak tertentu. Tendangan Yato cukup menyakitkan, dia sampai sulit bangun.

"Akan ku akhiri ini…!"

Yato melompat tinggi, dia mempersiapkan Katana miliknya untuk menusuk Naruto yang tak bisa bergerak. Jika tanpa halangan, maka nyawa Naruto akan melayang disini dan semua rencananya akan sirna begitu saja.

Craaaaaaaash…!

Darah terciprat kemana-mana. Yato berhasil menusuk Naruto.

"Jangan senang dulu..!"

Namun Naruto masih hidup. Dia mengorbankan Tangan kirinya untuk menahan tusukan Yato. Kini, Tangan berarmor Vibranium itu tertusuk dan mengeluarkan darah yang cukup banyak. Meskipun tangan robot, namun masih bisa ditembus dan mengenai tangan asli Naruto yang ada didalamnya. Yato pun sama terkena serangan, perutnya kini tertusuk Katana Naruto. Mereka berdua berdiam diri dalam posisi itu cukup lama.

Sedang disisi lain..

"Hahahahahahaha…, Bunuh! Bunuh semuanya!"

Hidan terus berteriak kesetanan dalam setiap serangannya. Dia bergerak cepat dan asal menebas dan membunuh Ayakashi atau Siluman yang diciptakan oleh Ebisu menggunakan Phantom Brush itu. Entah Ayakashi yang lemah atau Hidan yang kuat, namun jelas sekali setiap Tebasan yang diberikan Hidan selalu berhasil membunuh Ayakashi yang terkena.

Craaaaaaaash..!

Ayakashi dengan bentuk seekor Kelabang tertebas dan mati begitu saja ketika Hidan menyabetkan Sabit mata 3 miliknya. Ebisu sampai terkejut lagi karena Hidan bisa mengalahkan dengan mudah seekor Ayakashi dengan ukuran Kolosal itu, mungkin tingginya mencapai 30 meter lebih. Tak mau kehabisan tenaga dan kena kutukan lebih banyak karena terus menciptakan Ayakashi, Ebisu maju sendiri dengan Shinki-nya untuk berhadapan langsung dengan Hidan. Dia merasa diuntungkan karena musuh lebih unggul di otot saja.

"Hahahahaha.., Akhirnya! Maju sini kauuuu!"

Hidan pun melesat menuju Ebisu untuk sama-sama beradu tanding. Sabit mata 3 miliknya dia genggam dengan erat dan mulai dialirkan Energy alam yang cukup banyak. Saat sudah beberapa meter didepan Ebisu, Hidan memulai serangan dengan menebaskan Sabitnya Vertical kebawah.

Blaaaaaaaaaaaaarr..!

…., tercipta sebuah parit dengan lebar mencapai 200 meter dan panjang hampir 1 km akibat serangan Hidan. Hutan-hutan yang masuk jalur serangan itu benar-benar musnah. Ledakan Energy Hidan benar-benar gila, lingkungan disekitarnya bahkan sampai terkontaminasi oleh Energy yang luar bisa besar itu. Kilatan-kilatan kuning muncul dimana-mana dalam radius 500 meter dari Hidan.

Tap.

Ebisu mendarat dengan selamat. Untungnya dia tak mencoba menahan serangan gila Hidan menggunakan Shinki atau tangannya sendiri, bisa mati sekarang kalau dia nekat menahannya. Matanya memandang horror pada Parit yang luar biasa dalam itu, ada getaran ketakutan ketika melihat Hidan kembali melesat menuju dirinya dengan senyum maniak dan senjata mengerikannya. Dia juga bisa melihat disebrang sana, ada sesuatu dengan panjang beberapa km yang menebas Hutan menjadi gundul. Sepertinya itu pertarungan Yato dengan pria kuning itu.

"Hahahahaha…, Kubunuh Kau!"

Hidan mencoba menebas Ebisu saat sudah dekat, tebasan vertical dari atas itu sangat penuh akan energy. Ebius berhasil menghindarinya dengan mudah, kecepatannya masih menang dari Hidan. Matanya kembali memandang ngeri kearah yang simeteris dengan serangan Hidan, sudah tak bersisa dan berantakan. Ebisu mencoba mengangkat kakinya dan mengarahkannya menuju belakang kepala Hidan, dia akan menendang kepala itu.

Hap!

Hidan berhasil menahannya dengan tangannya, sabit mata 3 ada ditangan satunya lagi. Mengompres Energy alam dikakinya, Hidan menginjak dengan keras dada Ebisu sampai membuat Dewa keberuntungan itu terlempar jauh.

…Pohon-pohon yang tertabrak Ebisu roboh dan terhempas begitu saja. Ebisu terus terdorong sampai dia berhenti ketika sudah mencapai jarak 1.5 Km. dia mengerang kesakitan dengan memegang dadanya, tendangan Hidan sepertinya sangat kuat dan kerasa, sampai bisa memberikannya efek kesakitan pada tubuh Dewanya. Ebisu tak punya pilihan lain, dia mulai menggambar dan menciptakan Ayakashi, kali ini besarnya hanya sebesar lengan pria dewasa, bentuknya entah menyerupai cacaing atau ular, yang pasti dia mulai menyelam kebawah tanah. Matanya kemudian melihat Hidan yang kembali melesat untuk menghajarnya, dia tersenyum menunggu pria itu menghampirinya.

Craaaaaaaaash..!

Kedua lengan Hidan terlempar begitu saja. Ketika dari dalam tanah, Ayakashi butaan Ebisu menggigit kedua pergelangan tangannya. Darah terciprat kemana-mana, namun Hidan masih bisa tersenyum maniak. Senyumnya semakin lebar ketika melihat Ebisu yang melesat cepat menuju dirinya, dia mulai mengeluarkan Energy besarnya pada setiap inchi bagian tubuhnya, regenerasi mulai terjadi pada kedua lengan itu.

"Rasakan ini! Dasar Pria sesat!"

Buuuuuuuuuuugh..!

Suara keras terdengar jelas ketika Ebisu menghantamkan tinju miliknya yang terlapisi sebuah sarung tangan putih, yang merupakan Shinkinya, menuju dada Hidan dan berhasil mengenainya. Tekanan udara menghempaskan pepohonan dalam radius puluhan meter dibelakang Hidan karena serangan Ebisu, darah keluar dengan banyak dari mulut Hidan. Namun dia masih tersenyum maniak, matanya memandang sinis Ebisu.

"Kheh.., kau merasakannya 'kan.."

Tubuh Dewa keberuntungan itu bergetar ketakutan dengan tatapan horror dan aura terror yang kentara dia rasakan. Alasannya jelas, yakni karena dia merasakan semua Energy yang ada pada tubuh Hidan. Dengan bersentuhannya mereka, Ebisu dibuat merasakan besarnya Energy Hidan yang luar biasa besar bahkan hampir tanpa batas itu. Badannya bergetar ketakutan ketika mulai melihat Manipestasi Energy luar biasa besar itu, matanya mendongak hanya untuk melihat keseluruhan wujud yang bahkan tidak bisa dia bayangkan besarnya seperti apa.

Yah, dalam penglihatan Ebisu, dia jelas melihat mahluk kolosal dengan besar luar biasa dibelakang Hidan. Mahluk itu berwujud Tengkorak berwarna dan beraura emas, tingginya tidak bisa matanya capai untuk lihat meskipun mata Dewa sekalipun, sepertinya tinggi mahluk perwujudan Energy Hidan itu hampir mencapai atau melebihi angka 1000 km. diameter ruas tulangnya saja luar biasa besar bahkan sampai 1 Km lebih. Benar-benar Gila, Ebisu tak pernah merasakan energy sebesar dan mengerikan seperti ini.

"Kau juga merasakannya 'kan?"

Bukan Ebisu yang terkejut, kini Hidan lah yang terkejut. Dia dengan jelas merasakan sebuah Katana berhasil menembus dadanya dan menghancurkan jantungnya. Matanya melihat kebelakang, hanya untuk melihat wajah cantik dari Dewi yang bergelar Tsukoyomi itu. Tatapan Dewi itu kini berubah, bukan lagi tatapan kosong hampa, namun menjadi bengis juga brutal. Ebisu hanya tersenyum lega karena bantuan sudah datang. Bisa-bisa dia mati disini.

"K-kau..!"

Hidan dibungkam kembali oleh Kaguya. Dewi itu dengan cepat menebas leher Hidan dan memisahkan kepala dari tubuhnya itu. Alhasil, Kepala Hidan terlempar jauh dan berpisah dari tempat semestinya. Matanya memandang Ebisu yang sepertinya dalam kondisi buruk, tugasnya separuh sudah selesai. Tinggal menunggu yang disana mengalahkan musuh satunya lagi, maka misi berhasil.

Disisi Naruto…

Naruto dan Yato masih dalam posisi tadi. Yato yang berusaha menusukan lebih lagi Katana miliknya yang sekarang menusuk pergelangan tangan kiri Naruto., dan Naruto sendiri mencoba memanjangkan Katana miliknya namun selalu gagal, entah karena apa. Rasa sakit tusukan pedang ditangan kirinya mulai terasa ngilu. Namun dia masih belum bisa keluar dari situasi ini, matanya memandang serius wajah dingin Yato.

"Seperti yang diharapkan dari seorang Dewa ahli pedang terbaik…" Senyum penghormatan diberikan Naruto, namun Yato masih dingin seperti biasa. "…, Aku tersanjung bisa bersaing denganmu, Yatogami."

Yato masih diam saja. Namun Naruto tetap tersenyum, meski orang yang dia ajak bicara sama sekali tidak meresponnya. Tiba-tiba dia mengingat pada Yukine yang sangat mengkhawatirkan lawannya ini, dia tersenyum senang. Meski sebusuk dan sejahat apapun dirimu, adanya tempat untuk pulang, yakni dimana ada seorang yang mengkhawatirkan dirimu, maka kau masih punya tempat tinggal. Meski Dunia membencimu sekalipun.

"Jika kita bertarung lagi.., Aku pasti menang, Yat-,"

"Memangnya kau kubiarkan hidup…"

Mata Naruto melebar, rasa sakit baru muncul dan dia rasakan dengan jelas. Penyebabnya, adalah seekor Ayakashi yang menusuk perutnya. Lubang yang dihasilkan sangat besar, kesakitan yang benar-benar dia rasakan dengan jelas dari luka itu. Matanya memandang wajah Yato yang berubah menjadi sadis. Sepertinya ini adalah orang yang baru.

Yato melompat dan mengeluarkan tusukan Katana miliknya dari tangan Naruto. Dia terlihat baik-baik saja, meski ada luka diperutnya. Matanya sejenak memandang Naruto dengan sinis, lalu mulai berlalu pergi. Naruto terkekeh pelan, ternyata dia melawan 3 orang. Pendarahan semakin menjadi diperutnya, Naruto juga jelas merasakan Aura Hidan yang semakin mengecil tanda bahwa dia mengalami kematian.

'.., kurasa harus menunggu 10 menit dari sekarang agar dia hidup lagi dan menolongku. Haha.., semoga dia menolongku jika hidup lagi..'

Naruto memasrahkan ini. Hidan kalau sudah mati, harus menunggu 10 menit terlebih dahulu untuk bangkit kembali. Itu proses alamiahnya. Jika ingin dipercepat, tinggal hancurkan saja kepalanya. Namun karena dia juga begini, dan dia rasa Yukine pun mengalami hal yang sama, Naruto hanya berharap pendarahannya bisa tidak terlalu parah dalam jangka waktu 10 menit kedepan.

Yahhh…, Naruto percayakan pada Jashin milik Hidan agar ada yang menolongnya..

End Cut!

Chapter 11 : Pertarungan pertama, End!


Author Note:

Banzaaai.. 10 hari untuk satu chap… heheheh maaf sebesar-besarnya lagi…, prakerin sedang puncak-puncaknya ini…, nyusun laporan buanyaaak yang bikin mumet…, jadinya yaaaa ginilah.. emmm awalan, ini awal pertarungan Naruto, kedepannya akan lebih baddas lagi bahkan kemampuan techno magic yang disebut sebagai true magic akan saya tampilkan…, Emmm tadi saat Naruto melawan Yato inspirasi sya saya dapat dari Gintoki vs Takasugi,

Okeee langsung bahas chap ini…, Pertama…, emmmm Hidan gak mati tuh…, dia masih sehat wal afiat…, Hmmm, kalau ingat sih Konsep Hidan yang kelebihan Energy itu kaya di ficnya Rifuki-Senpai, Infinity Loop.., cuman ya saya ubah konsep dan mekanisme nya, Hidan gak bisa mati, mati sih tapi bisa bangkit lagi. Jumlah energynya pun dikatakan dibawah 3 Naga! Dan orang Akatsuki pemilik Energy terbesar! Gaya bertarungnya pun saya gak muluk2 buat Hidan, saya buat gaya nya kaya Kenpachi Zaraki di Bleach. Yaaa itu karakter favorit saya, salah satunya.

Terus.. emmm, ada dalang dibalik semua ini. tentu saja bukan murni Konflik Shinto belaka, karena yaaa mana mungkin kekuatan para oposisi berani begitu. Ada asumsi ini ulah Dewa botak (Sakra) dkk.. tapi maa.., di akhir arc akan saya bongkar dan saya juga akan menunjukan kemampuan utama Techno Magic… dan Naruto pun punya rencana dari insiden ini, tidak perlu mengotori tangannya hanya memanfaatkan insiden saja. Hehehe.., ketangkep gimana tujuan konspirasi disini? Akan saya bahas juga nanti di akhir arc… dan secara tidak langsung, Naruto mengatakan ada kemiripan arc ini dengan Kyoto, ada yang bisa nebak konspirasi apa yang dia mainkan sebenarnya?

Hmm lalu, senjata katana Naruto itu kaya Shunsui milik si Gin dari Bleach. Saya suka senjata itu, dan karena Inovate Clear bisa menciptakan segala sesuatu benda mati, yaaa saya tiru aja. Ketangkep kan maksudnya gimana? Kalau ada yang kurang jelas silahkan utarakan..

Dan akhir chap ini… Naruto hampir tewas. Bukan berarti Naruto lemah yah, dia pertama kali menggunakan Katana dan melakukan itu untuk menghargai lawannya. Kalau make sihir dari awal, udah menang pastinya… Naahhh.., apakah yang akan terjadi selanjutnya?

Review yang lewat akun nanti saya usahakan balas, yang gak pakai akun…, emmm maaf waktu-waktu sekarang kesibukan agak menyiksa jadi lain kali saya balas, bukan berarti merendahkan atau apa.., tapi mohon pemaklumannya, karena saya disini banyak sekali keterbatasan waktu juga fasilitas untuk melanjutkan fic ini… dan in syaa allah saya konsisten 7-10 hari saya update.., do'akan saja…

Yosh., itu balasan untuk Danna semua. Saya gak bisa ngasih apa-apa pada kalian semua yang sudah berbaik hati dan sudi membaca fic saya dan memberikan apresiasi, huhuhuu.. saya do'a kan semuanya baik dan sehat lagi tetap dilindungi tuhan.

Jangan lupa berikan saran, kritik atau komentnya di Review atau melalui PM, agar fic ini semakin baik. Saya mohon, kalau tiap chap nya mengalami kemunduran dan semakin jelek, reader peka dan memberikan masukan dan solusinya. Agar saya semakin bagus menyediakan konten dan membuat Danna semakin terhibur. Apakah benar membiarkan sebuah keburukan berlangsung terus menerus? Orang beragama pasti mengerti. GRATIS kok

Terakhir, jangan lupa pula dukung fic saya dan sebarkan agar yang lain tau, dengan fav atau foll. Ingat, sekali lagi GRATIS kok.

'….Kami berkarya tidak dibayar sama sekali. Sangatlah kejam, ketika

Anda hanya melihatnya saja. Tidak bermoral, ketika sikap Apresiatif

Atau saling menghargai tidak ada…'

Bye Bye…

Salam LOL