AKATSUKI KELILING DUNIA

Desclaimer : Masashi Kishimoto

Chapter 11. Zambia

Summary : Akatsuki mendapat hadiah untuk keliling dunia secara gratis! Bersama Naruto si tour guide ceroboh dan Sasuke si pilot dadakan. /"JANGAN BERTERIAK BEGITU, UN! DAN SIAPA YANG KAU BILANG BANCI JEJADIAN?! KALAU KAU TANYA KONAN, DIA DI SANA, UN! SEDANG MEMBALUR PUNGGUNG ITACHI!"/"TERKUTUKLAH KAU KERIPUT SIALAAANNN!"/"Kenapa dengan Pein? Apa dia juga punya keriput?" /"Mungkin,"

Humor/Adventure

.

.

.

Akatsuki cs saat ini sedang berkumpul di sebuah restoran yang tidak jauh dari bandara. Mereka sedang menikmati makan siang dengan lahap. Maklum saja, dari pagi mereka hanya makan lolipop dan minum minuman kaleng dari Ino.

Setelah selesai makan, mereka pun segera naik bis untuk menuju sungai Zambezi. Perjalanan dari bandara Internasional Zambia menuju sungai Zambezi membutuhkan waktu sekitar dua jam. Mereka pun tiba di sungai Zambezi sekitar pukul 1 siang.

Suara gemericik air yang tenang menyambut kedatangan Akatsuki cs. Terdapat banyak perahu yang terapung di pinggir sungai yang sangat lebar itu. Perahu-perahu tersebut akan digunakan oleh para wisatawan untuk menuju air terjun Victoria.

"Waaah! Ini seperti penyejukan!" ucap Kisame sambil menciprat-cipratkan air sungai.

"Dasar manusia ikan! Jangan menungging dipinggir sungai begitu, kau mau nyemplung, hah?" omel Hidan.

"Kenapa kau sewot sekali dengan urusanku sih?! Ibuku saja tidak pernah mengomel sekalipun aku nyemplung sungai!" balas Kisame sengit.

"Aku tidak akan sewot kalau kau tidak menghalangi acara ritualku! Dan kalau masalah ibumu, tentu saja dia tidak akan mengomel. Dia malah senang apa lagi kalau kau hanyut dan tidak pernah kembali!" ucap Hidan sambil menaburkan garam ke wajah Kisame.

"Sialan kau, akan ku hajar kau!" Kisame murka dan mulai menghajar Hidan. Hidan pun membalas dan mereka pun berguling-guling di tanah.

"Woi! Sampai kapan kalian akan berguling di tanah begitu! Cepat naik atau kami tinggal!" teriak Naruto yang kini sudah ada diatas kapal bersama yang lainnya.

Hidan yang sedang mencolok hidung Kisame dengan jempolnya, serta Kisame yang sedang menjambak bulu ketek Hidan menghentikan aktivitas mereka dan menatap ke atas kapal.

"Woii! TUNGGU AKU!" teriak Hidan dan Kisame. Sejurus kemudian mereka berlarian menaiki kapal.

Kapal yang dinaiki Akatsuki cs melaju dengan cukup kencang. Kapal sederhana yang tidak begitu besar ini melaju dengan bantuan mesin sehingga mempersingkat waktu perjalanan mereka.

"Hhbbb! Tobi tidak kuat~ Hueeekkk!" Tobi muntah-muntah di sisi kapal. Di belakangnya ada Zetsu yang mengurut leher Tobi sambil menggerutu tidak ikhlas.

"Huh! Kau ini selalu saja muntah, naik pesawat, naik kapal, bahkan naik wahana sekalipun kau muntah!"

"Ya ampun, Tobi yang malang, kemarilah, akan aku gosokkan minyak hangat untuk perut dan punggungmu," tawar Ino. Tobi pun menurut dan menghampiri Ino di kusri kapal.

"AHA!" muncul ide cemerlang dari otak mesum Pein. Melihat Tobi yang di gosok punggungnya oleh Ino, ia pun memutuskan untuk pura-pura muntah. Pasti Konan akan menggosok punggungnya juga, fufufu. Pein pun segera melancarkan aksinya.

"ADUUH! KEPALAKU PUSING! Sepertinya, aku akan muntah..." ucap Pein sambil berakting pura-pura pusing.

"Eh? Tumben kau mabuk laut, Pein?" tanya Konan yang berada tak jauh dari sana.

"Entahlah, Konan. Sepertinya aku akan muntah, Hueekkk!" Pein pura-pura muntah ke pinggir pesawat.

"Ya ampun! Kau benar-benar mabuk laut! Aku kan membawakan minyak hangat untukmu," ucap Konan kemudian berlari kedalam kapal.

"Fufufu, rencanaku berhasil," gumam Pein dengan tawa mesumnya.

"Kenapa kau tertawa saat mabuk laut begitu?" Tanya Naruto yang kini sudah ada di samping Pein.

"Sssst! Jangan mengganggu! Cepat pergi sana!" usir Pein. Naruto mengangkat bahunya lalu pergi.

Tap

Tap

Tap

Terdengar suara langkah kaki menuju kearah Pein. Ia pun segera pura-pura muntah lagi.

"Hueeek! Aduh, aku pusing sekali, mual ini begitu menyiksaku!" Pein berdrama layaknya pemain sinetron handal. "Tolong, balur punggungku dengan minyak hangat ya," pinta Pein sambil mengangkat kausnya hingga ke dada tanpa menengok ke belakang.

Tap.

Sebuah tangan menyentuh kulit punggung Pein, ia mulai membalurkan cairan minyak hangat ke punggung Pein secara merata.

"Uhh! Tangan Konan begitu halus dan lembut! Dia pasti sering luluran, fufufu," gumam Pein dalam hati.

"Aku merasa baikan, terimakasih ya, tapi kurasa perutku juga butuh minyak hanga-WAPAAAA? KENAPA MALAH BANCI JEJADIAN YANG MENGGOSOK PUNGGUNGKU?! DIMANA KONAN-CHAN?!" jerit Pein. begitu berbalik, bukannya melihat Konan, ia malah mendapati Deidara yang sedang memegang minyak hangat. Ingat Pein, yang kau sebut tangannya halus adalah tangan Deidara. Pein mual sungguhan sekarang.

"JANGAN BERTERIAK BEGITU, UN! DAN SIAPA YANG KAU BILANG BANCI JEJADIAN?! KALAU KAU TANYA KONAN, DIA DI SANA, UN! SEDANG MEMBALUR PUNGGUNG ITACHI!" omel Deidara sambil menujuk wanita pujaan Pein sedang menggosok punggung Itachi.

"TERKUTUKLAH KAU KERIPUT SIALAAANNN!" Jerit Pein frustasi.


"Kenapa dengan Pein? Apa dia juga punya keriput?" tanya Itachi yang mendengar jeritan Pein.

"Mungkin," jawab Konan singkat. Mereka pun melanjutkan aktivitasnya masing-masing.


Selang beberapa menit, terdengar suara gemericik air yang sangat deras. Sepertinya mereka mulai mendekati air terjun Victoria. Naruto menyipitkan matanya untuk melihat dengan jelas. Tak jauh dari sana, terlihat banyak kapal bermuara di tepi sungai.

"Apa kita sudah sampai?" tanya Naruto.

"Benar! Kita hanya tinggal berjalan sebentar untuk sampai ke bibir air terjun," jelas Ino.

Kapal pun berlabuh di pinggir sungai. Terlihat pemandangan Air terjun yang sangat lebar di ujung sana. Rombongan Akatsuki segera turun dari kapal satu persatu. Ino menyuruh mereka berbaris untuk mendengarkan intruksi darinya.

"Huaaah! Indah sekaliii!" ucap Konan yang takjub melihat pemandangan dari sana.

"Mohon perhatiannya, teman-teman!" teriak Ino didepan barisan.

"Dei, minta sunblockmu dong," pinta Itachi.

"Dei, apa kau lihat bikini Barbie-ku?" Tanya Sasori.

"Teman-teman?" Ino berusaha menarik perhatian Akatsuki yang sedang sibuk dengan urusannya masing-masing.

"Hei, Naruto kapan kau akan membayar hutangmu?"

"Sasuke-kun, ayo kita foto bareng, tapi hanya berdua saja," ajak Sakura.

"WAHAI DEWA JASHIN SELAMATKANLAH KAMI~ HOMINA HOMINA HOMINA"

"HUAAAH, AKU SUDAH TIDAK SABAR LAGI UNTUK BERENANG!" teriak Kisame yang bersiap membuka bajunya.

"PERHATIAN SEMUANYAAAA! KALAU KALIAN TIDAK MENDENGARKAN AKU, AKAN AKU LEMPAR KALIAN DARI ATAS AIR TERJUN!" Teriak Ino yang sudah habis kesabaran. Aktivitas Akatsuki cs pun berhenti seketika dan memandang Ino dengan seksama. Kisame membetulkan lagi bajunya yang sudah setengah terbuka.

"Bagus, apa semuanya sudah berbaris?" Tanya Ino memastikan.

"Sepertinya sudah," ucap Pein ragu.

"Baiklah, dengar yah.. kita akan menuju Devil's Pool. Ada banyak peraturan yang harus kalian ketahui karena kolam ini sangat berbahaya," jelas Ino sambil memandang Akatsuki yang berbaris dengan rapi di depannya.

"Depil pul itu apa?" Tanya Tobi yang mewakili kebingungan Akatuski cs.

"Iya, bukannya kita akan ke air terjun?" Tanya Naruto bingung.

"Iya, didepan sana adalah air terjun Victoria. Dan di bibir air terjun terdapat kolam yang bisa digunakan untuk berenang, namanya Devil's Pool. Disana kalian bisa melihat pemandangan yang sangat indah dan merasakan sensasi menakutkan seakan akan jatuh dari air terjun."

"..."

"Yang berenang disana tidak boleh lebih dari 11 orang. dan aku sarankan bagi kalian yang tidak bisa berenang sebaiknya jangan ikut masuk ke devil's pool karena itu terlalu berbahaya."

"…"

"Bagi yang mau berenang ke devil's pool, kalian harus naik perahu dayung untuk sampai di kolam itu. Dan untuk kalian yang tidak ingin berenang, bisa berjalan menyusuri sungai untuk menuju ke tebing di pinggir air terjun."

"…"

"Nah, sekarang siapa yang mau berenang, silakan berbaris di sebelah kananku. Dan yang tidak berenang berbaris di sebelah kiriku," jelas Ino panjang lebar. Akatsuki pun saling pandang untuk memutuskan berenang atau tidak. Akhirnya mereka terbagi kedalam dua kelompok. Kelompok yang berbaris di sebelah kanan ada Kisame, Naruto, Pein, Tobi, Sasuke, Sakura, Sasori, Zetsu dan Hidan. Sementara Konan, Itachi, Kakuzu dan Deidara berada dibarisan kiri.

"Sasori-Danna! Kenapa kau mau berenang di tempat berbahaya begitu, un?! Cepat kemari! Kita jalan jalan saja di pinggir sungai, un."

"Tidak mau. Lalu untuk apa kita kesini kalau tidak berenang," jawab Sasori simpel.

"Tobi! Apa yang kau lakukan disini? Kau kan tidak bisa berenang?!" omel Pein.

"Tapi tobi ingin berenang, Senpai," rengek Tobi.

"TIDAK BISAA! Kau mau terseret arus lalu mati, hah?! Sudah sana kau menunggu saja dengan Deidara!" omel Hidan.

"Kenapa denganku, un?" protes Deidara yang tak terima namanya disebut-sebut.

"Hidan, kau juga sedang apa disini, hah? Kau kan juga tidak bisa berenang," celetuk Kisame.

"A-aku ini bisa berenang, tahu!" bela Hidan.

"Kau bohong! Saat di Bali kau pakai pelampung!" tuduh Kisame.

"SUDAH KU BILANG ITU HANYA PERINTAH JASHIN!"

"Heeyy! sudah-sudah! Biar aku yang memutuskan siapa yang boleh berenang disana dan siapa yang tidak boleh! Cepat sekarang kalian ganti baju disana!" perintah Ino dengan wajah garang. Akatsuki pun menurut dan segera ganti baju kecuali Konan, Itachi, Kakuzu dan Deidara yang memang tidak akan berenang.

Setelah menunggu beberapa menit, Akatsuki pun selesai berganti baju dan segera berkumpul di samping sungai. Ino akan menguji kemampuan berenang mereka, siapa yang layak berenang di Devil's Pool dan siapa yang tidak. Kini Akatsuki cs sudah berbaris menunggu giliran untuk ujian berenang mereka.

"Yosh! Langsung saja, kalian hanya perlu berenang beberapa meter kedepan dan kembali lagi ke sini. Gampang bukan?!" Ino menjelaskan ujian berenang tersebut.

"Hahaha, kalau itu sih gampang! Berenang ke ujung sana pun aku bisa!" ucap Kisame sambil menunjuk sebrang sungai yang terlihat begitu kecil saking jauhnya.

"Tidak, kalian tidak boleh berenang jauh kearah sana. Sungai ini adalah perbatasan antara Zambia dan Zimbabwe. Dan kalau kalian berenang kearah tepi sungai Zimbabwe, kalian akan mati,"

"APAAA? Kenapa? Apa itu semacam kutukan? Apa aku harus lakukan ritual darah tikus disini?" Tanya Hidan heboh.

"Bukan, bodoh! Di sebelah sana banyak buaya," jelas Ino singkat.

"HUAPAAA? K-kau yakin disebelah sini tidak ada buayanya?" Tanya Naruto dengan wajah pucat.

"Tidak, tenang saja, ayo cepat berenang kau yang pertama," ucap Ino pada Naruto yang kebetulan berbaris paling depan.

"E-eh, tunggu dulu! Sebaiknya Pein saja yang duluan. Dia kan ketuanya," ucap Naruto sambil mendorong Pein yang ada dibelakangnya untuk maju kedepan.

"Kenapa aku? Kau ingin menumbalkan aku pada buaya, hah?!" omel Pein.

"Hah! Minggirlah kalian para penakut! Biar aku yang duluan berenang!"ucap Kisame lalu maju kedepan. Naruto dan Pein menghela nafas lega. Setidaknya kalau disana ada buaya, bukan mereka yang pertama dimakan.

"YOO! KISAME KAU MEMANG HEBAT!" Triak Itachi memberi semangat pada sahabatnya tersebut.

"Hahah, tentu saja," ucap Kisame sombong sambil tersenyum memperlihatkan gigi-gigi taringnya yang runcing. Pilihan tepat untuk menumbalkan Kisame pada buaya, setidaknya mereka bisa adu gigit dulu sebelum Kisame benar-benar dimakan.

"Baiklah, aku hitung sampai 3 yah, 1….2…3!" ucap Ino memberi aba-aba.

Kisame pun membuat ancang-ancang untuk melompat ke air.

BYUUURRR~

Kisame melompat dengan indah menuju air sungai.

"…"

"…"

"…"

Hening. Akatsuki cs terbengong menunggu Kisame yang tidak kunjung muncul ke permukaan. Mereka kan disuruh berenang, bukan menyelam. Kenapa Kisame tak juga muncul?

"KISAMEE? KAU TIDAK DIGIGIT BUAYA KAN?" Teriak Naruto di pinggir sungai.

BRUUSSSHHH!

"TOLONGGG!"

BRUSSHHH!

Kisame keluar dari permukaan dengan Heboh. Tangannya bergerak tak beraturan sedangkan kepalanya berusaha naik ke permukaan tapi sepertinya dia tidak bisa.

"ASTAGA KISAMEEE!" Teriak Akatsuki panik.

"Kau bilang disini tidak ada buaya?!" bentak Pein.

"MEMANG TIDAK ADAAA!" sanggah Ino.

"Lalu Kisame kenapa kalau bukan karena buaya?" Tanya Hidan tak kalah panik.

"ITU KARENA TEMANMU TIDAK BISA BERENANG! CEPAT BANTU DIA!" tuding Ino.

"Tidak mungkin! Kisame itu jago berenang! Apa jangan-jangan itu kutukan," Hidan mulai parno.

"TOLOOONGG!"

"KISAME BERTAHANLAH! Aku akan menjulurkan rambutku! Aku akan menarikmu!" Teriak Itachi sambil mengibaskan rambutnya kearah sungai.

"CEPAAT! CEPAT PEGANG RAMBUTKUU!"

"RAMBUTMU TIDAK SAMPAI SIALAN! KAU PIKIR DIRIMU RAPUNZEL. HAH?" ucap kisame yang bisa-bisa nya mengomel saat sedang sekarat.

"TENANG SENPAI, TOBI AKAN MENYELAMATKANMU!"

BYUURRR!

Seseorang masuk kedalam air. Wajahnya tertutup topeng oranye dengan motif obat nyamuk bakar. Siapapun pasti tahu kalau itu Tobi. Akatsuki terbengong, mereka tak percaya kalau Tobi punya jiwa pahlawan. Dia bahkan mengorbankan dirinya yang tidak bisa berenang itu untuk menolong Kisame.

Tunggu dulu…

Dia kan tidak bisa berenang, bagaimana dia bisa menyelamatkan Kisame?

Blubup..blubup..blubup..

"Senpaaii, tolong!" teriak Tobi sambil mengepakkan tangannya berusaha tetap di permukaan.

Oke, semua orang sweatdrop sekarang. Mereka menyesal mengagumi keberanian Tobi. Yang tadi itu bukan keberanian tapi kebodohan yang sangat bodoh.

BYUURRRR!

Seseorang masuk kedalam air. Terlihat rambut ravennya mencuat kepermukaan. Hoho, rupanya itu pahlawan kita! Uchiha Sasuke! Dia berenang menuju Kisame dan juga Tobi, kemudian menariknya ke pinggir sungai. Akatsuki segera menyerbu mereka bertiga.

"YA AMPUN SASUKE! APA KAU BAIK-BAIK SAJA? Tidak ada yang lecet kan?" Tanya Sakura panik.

"Ini, Sasuke minumlah kau pasti lelah setelah berenang dan mengangkat Kisame," Ino memberikan sebotol air mineral.

"SASU-CHAN! KAU MEMANG SUPER HEROO!" teriak Itachi bangga.

"Tobi apa kau baik-baik saja, un?"

"KENAPA KALIAN MALAH MEMPERDULIKAN SI SASUKE DAN SI BODOH TOBI?! YANG HAMPIR MATI 'KAN AKU?!" teriak Kisame dongkol.

"Kau kelihatannya baik-baik saja," gumam Sakura sambil melirik Kisame.

"Makanya, kalau tidak bisa berenang jangan belagu!" ucap Ino sadis. Kisame tertohok.

"APAA? AKU? TIDAK BISA BERENANG? HAHAHAHHA kau pasti bercanda!" jawab Kisame yang merasa di rendahkan.

"Sudah jangan banyak omong! Kau dilarang berenang lagi! Sana ganti bajumu!" suruh Ino.

"Tadi itu kakiku kram, tahu!"

"ALASAN SAJA KAU! Cepat ganti baju atau akan ku buang kau ke kandang buaya!" ancam Ino.

"Ahahaha, sudahlah, ayo Kisame aku akan mengantarmu ganti baju," ucap Itachi sambil menyeret Kisame menuju kamar mandi. Sebagai sahabat yang baik, Itachi tidak mungkin membiarkan Kisame dibuang ke kandang buaya. Masalahnya, Kisame masih punya hutang pada Itachi, kalau sudah di bayar sih tidak masalah.

"Baiklah, karena Sasuke sudah berenang menyelamatkan Kisame, kau lolos untuk berenang di Devil's Pool!" teriak Ino ceria.

"HUAAH! SASUKE MEMANG HEBAT!" teriak Konan dan Sakura.

"Cih, semua Uchiha sama saja! Menyebalkan!" gerutu Pein.

"Oke, untuk mempersingkat waktu, ujian berenangnya dua orang-dua orang yah! Nah, sekarang giliran kalian, duo duren silahkan berenang!" ucap Ino sambil menunjuk Naruto dan Pein.

"Yosh! Kalau tidak ada buaya, aku tidak takut! Ayo Pein!" ajak Naruto.

"Baiklah, aku siap!" jawab Pein mantap.

BYUURRR!

Mereka pun berenang ke tengah sungai kemudian berbalik kembali menuju pinggir sungai dengan lancar. Kebetulan sekali Akatsuki tiba di Zambia di musim panas, sehingga aliran sungai tidak terlalu deras.

"Ya! Kalian lulus! Selanjutnya, Sakura dan emm… aha! Kau saja!" ucap Ino sambil menunjuk Zetsu setelah berpikir sebentar.

"Aku?" tunjuk Zetsu pada dirinya sendiri.

"Ayo, Zetsu! Kita berenang sama-sama!" Ajak Sakura. Pipi Zetsu memerah, apakah ini keajaiban? Zetsu akan berenang berdua bersama Sakura. Iya, Sakura yang mengenakan bikini! Oh, Zetsu! Sepertinya kau ketularan mesumnya Pein.

"Zetsu? Kau baik-baik saja?" Tanya Ino sambil mengibaskan tangnnya tepat di depan wajah Zetsu yang sedang bengong.

"Ehh? Wajahmu merah! Apa kau sakit? Kau pasti demam! Kau tidak boleh berenang! Konan tolong bawa Zetsu ke tempat teduh," ucap Ino panik.

"E-eh? Tunggu! Aku tidak sakit! Aku mau berenang!" sanggah Zetsu.

"Ah, aku heran kenapa kalian begitu memaksa ingin berenang," gumam Ino sambil pergi dari sana kemudian menunjuk Hidan untuk berenang bersama Sakura. Konan pun segera menarik Zetsu ke bawah pohon untuk istirahat.

"TUNGGUU! AKU INGIN BERENANG!" jerit Zetsu tapi Konan tetap menyeretnya ke dekat Kisame.

"Hikss.. kenapa ini terjadi padaku," ratap Zetsu yang tidak jadi mendapat keajaiban.

Setelah melalui ujian berenang yang berlangsung cukup ricuh tersebut, akhirnya di putuskanlah yang layak berenang di Devil's Pool adalah Sasuke, Naruto, Pein, Sakura, Hidan dan Sasori. Mereka berenam pun menaiki sebuah perahu dayung bersama Ino untuk mencapai Devil's Pool yang ada di ujung air terjun. Sedangkan yang lainnya memutuskan untuk menyusuri pinggiran sungai menuju tebing yang berada di samping air terjun. Kecuali Zetsu dan Kisame yang ingin tetap di bawah pohon. Sepertinya mereka masih belum bisa menerima kenyataan karena tidak lolos ujian berenang.


Konan, Itachi, Tobi, Deidara dan Kakuzu berjalan di bawah pepohonan rindang. Tempat ini benar-benar asri, sungai yang bersih, pepohonan rindang dan hewan-hewannya pun masih terjaga dengan baik. Mereka menuju tebing yang katanya ditumbuhi banyak bunga Dandelion.

Tak lama mereka pun sampai di tebing tersebut. Pemandangan yang indah, itulah kalimat pertama yang muncul di benak mereka. Dari atas sini terlihat jelas pegunungan yang menjulang tinggi, perkotaan yang masih rimbun, juga aliran sungai yang ujungnya entah kemana.

Itachi merentangkan tangannya di sisi tebing. Rambut hitamnya yang di ikat asal-asalan berkibar terbawa angin di sertai bunga-bunga dandelion yang berterbangan. Ia menutup matanya, merasakan belaian angin yang menerpa seluruh tubuhnya.

Ahh, wanita mana yang akan berkedip melihat pemandangan ini, Itachi begitu keren! Bahkan keriputnya pun tidak bisa mengalahkan ke-kerenan Itachi saat ini.

"Itachi! Kemari, jangan dekat-dekat jurang!" teriak Kakuzu yang sedang duduk di bawah pohon bersama Konan. Sedangkan Deidara dan Tobi sedang melakukan sesi pemotretan. Tobi yang memotret dan Deidara yang dipotret.

Itachi pun berbalik dan berjalan menuju Konan dan Kakuzu. Tangannya ia masukkan kedalam saku celananya. Menambah kesan cool dimata para wanita. Tourist-tourist yang lain pun menatap takjub pada Itachi. Hoho, pesona Uchiha memang dahsyat.

Tiba-tiba..

Sreettt!

"KYAAAAAAAA!" para Touris yang sedang mengagumi Itachi menjerit histeris termasuk Konan dan Kakuzu.

Itachi kebingungan melihat semua orang menjerit dan tiba-tiba saja kakinya terasa dingin. Apa ada hantu di kaki Itachi? Begitu ia menengok….

"KYAAAAAA! APA YANG KAU LAKUKAN, SIALAN!" jerit Itachi begitu mendapati celananya melorot, menampakkan sebuah boxer berwarna pink dengan motif sponsbob yang kekanak-kanakan. Di belakangnya ada Tobi yang sedang tersungkur memegang celana Itachi.

"TOBII! SUDAH KU BILANG JANGAN LARI-LARI, UN!" omel Deidara yang berlari menuju Itachi dan Tobi.

Itachi buru-buru memakai celananya lagi. Deidara pun membantu Tobi berdiri.

"Maaf, senpai. Tobi tidak sengaja pegangan pada celana senpai saat jatuh tadi," ucap Tobi dengan ekspresi yang tidak diketahui, dia kan pakai topeng.

"Huh! Kau ini bagaimana sih?! Kalau celanaku robek bagaimana? Ini celana kesayanganku, tahu!" omel Itachi. Bukannya mengomeli Tobi karena di permalukan di depan umum, Itachi lebih peduli pada celana kesayangannya. Kau hebat Uchiha! Fansmu pada kabur!


Sedangkan disisi lain tempat itu, tepatnya di sungai Zambezi, sekelompok Akatsuki sedang mendayung perahu kecil menuju Devil's Pool.

Berhubung dayungnya hanya ada dua, jadilah hanya Hidan dan Naruto yang mendayung. Sedangkan yang lainnya menikmati percikan air sungai yang menerpa wajah mereka.

"AYO! AYO! DAYUNG LEBIH CEPAT! LEBIH CEPAT!" teriak Pein yang duduk paling depan di perahu itu. Naruto dan Hidan mengerahkan kekuatan mereka untuk mendayung lebih keras.

"AYO CEPAT! SEBENTAR LAGI KITA SAMPAI!" teriak Pein lagi.

"JANGAN HANYA BERTERIAK, SIALAN! SETIDAKNYA BANTULAH KAMI!" omel Hidan yang merasa dongkol dengan ocehan Pein.

"Berhentilah mendayung, dasar bodoh. Tanpa di dayung pun perahu ini akan tetap maju karena aliran sungainya menuju air terjun. Lagi pula gunanya dayung itu hanya untuk membelokan kapal saja," jelas Sasuke.

"Apaa?! Lalu untuk apa dari tadi kita mendayung?!" pekik Hidan.

"Kenapa kau tidak bilang dari tadi, Uchiha sialan!" omel Naruto yang bersiap akan memukul kepala Sasuke dengan dayung. Namun ia harus mengurungkan niatnya begitu mendapati Ino dan Sakura yang menatapnya dengan Horror. Seakan berkata 'Berani pukul? Akan ku lempar kau ke kandang buaya'

"GAWAT! DIDEPAN ADA BATU!" teriak Pein histeris.

"Itu kan hanya batu," jawab Naruto seenaknya.

"Kalau tidak belok, kapal ini akan menabrak, bodoh! Cepat belok ke kanan sedikit!" perintah Pein.

"Haah, iya, iya," jawab Naruto dengan malas. Naruto mendayung sebelah kiri sedangkan Hidan di sebelah kanan.

"Kenapa kapalnya malah maju semakin cepat?! BELOK KANAN! KANAAAN! KITA AKAN TABRAKAAN!" jerit Pein histeris.

"Mana ku tahu bagaimana membelokannya ke kanan, disini tidak ada setirnya," jawab Hidan tak kalah histeris.

"Kalau kau ingin belok kanan, maka kau harus mendayung di sebelah kiri," jelas Sasuke santai. Ia tidak peduli dengan orang-orang histeris tersebut. Sakura dan Sasori bahkan cuek dan menyibukkan diri dengan menghitung ikan yang mereka lihat.

"HIDAN CEPAT PINDAH KE KIRI!" perintah Pein.

"Huah, bagaimana ini, kalau kapalnya menabrak kita bisa tenggelam," ucap Ino panik.

"TENANG! KITA PASTI BISA BELOK! AYO DAYUNG YANG KUAT!" teriak Pein pada Naruto dan Hidan. Mereka berdua pun mendayung dengan sekuat tenaga, perahu semakin dekat menuju batuan tersebut. Sedikit demi sedikit kapalpun berbelok ke arah kanan.

"YA! SEDIKIT LAGI! KANAN! KANAN!" Teriak Pein layaknya tukang parkir profesional.

Naruto dan Hidan terus mendayung hingga kapal benar-benar berbelok tajam. Jadilah kapal tersebut melintang di sungai. Membuat kapal miring karena terbawa arus kencang.

"DASAR BODOH! KENAPA KAPALNYA JADI MELINTANG BEGINI, SIALAN! CEPAT BELOK KAN LAGI!" Pein misuh-misuh.

"JANGAN HANYA BERTERIAK! SETIDAKNYA BANTULAH KAMI!" teriak Naruto frustasi sambil terus mendayung.

BRAAAKKK!

BYUUURRRR!

Kapal pun berbalik dan mereka pun tenggelam. Zetsu dan Kisame yang duduk di pinggir sungai hanya sweatdrop melihat kapal yang dinaiki teman-temannya berakhir naas. Mereka tiba-tiba saja bersyukur tidak ikut bersama yang lainnya.

Untung mereka semua bisa berenang. Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan kecuali soal arus sungai yang kencang dan buaya. Oh dan jangan lupa soal ganti rugi kapal! Sepertinya itu yang paling mengkhawatirkan.

Mereka bertujuh pun berenang menuju Devil's Pool yang kebetulan tidak terlalu jauh dari sana. Kolam tersebut dibatasi oleh bebatuan alam yang tidak terlalu besar. Jika ini musim hujan, mungkin bebatuan ini tidak akan timbul ke permukaan.

Ino, Hidan, Sakura dan Sasori beristirahat di bebatuan, sedangkan Sasuke, Pein dan Naruto melanjutkan berenang menuju ujung air terjun. Di ujung sana terdapat tembok yang sepertinya sengaja di buat untuk membendung air dan mencegah tourist terjatuh dari air terjun.

Mereka bertiga pun sampai di tembok pembatas tersebut. Jika melihat ke bawah, maka kau akan melihat ratusan liter air yang terjatuh setiap detiknya. Terlihat beberapa pelangi yang tercipta dari pembiasan cahaya matahari. Dan jika kau melihat kedepan. Maka kau akan melihat pegunungan hijau dan langit yang biru yang di bawahnya terdapat beberapa perkotaan.

"Huaaah! Indah sekaliiii! Pein cepat foto aku!" Pinta Naruto.

"Foto pakai apa? Kameranya mana?" tanya Pein.

"Kameranya kan kau titipkan pada Tobi," celetuk Sasuke.

"AHH! Sial sekali! Kenapa aku bisa lupaa?! Bagaimana ini? Traveling tanpa foto itu sama saja hoax! Teman-temanku tidak akan percaya kalau aku pernah kesini!" Naruto berteriak histeris.

"Lupakan soal foto! Ayo kita bersenang-senang!" ajak Pein.

"Tapi ngomong-ngomong, kenapa kau ikut berenang ke sini sementara Itachi dan Konan tidak? Memangnya kau tidak cemburu?" tanya Naruto.

"Ahh, aku hanya ingin menenangkan fikiranku saat ini. Lagi pula tidak ada Konan tidak masalah. Toh masih ada pemandangan lain kan, tuh!" ucap Pein sambil menujuk Ino yang sedang bersantai di bebatuan mengenakan bikini berwarna hijau muda.

"Ahahaha, kau benar! Setidaknya yang ini lebih sexy," Naruto mengangguk setuju.

Grep.

Sasuke yang berada di tengah-tengah antara Naruto dan Pein pun memegang kepala mereka berdua dengan masing-masing tangannya. Ia pun mendorong kepala mereka masuk ke air.

Blup..blup..blupp!

Naruto dan Pein kelabakan di dalam air. Sasuke menahan kepala mereka agar tetap di dalam air.

"Otak kalian harus di bersihkan dari hal-hal mesum," ucap Sasuke santai.

"Hppfff!"

Sialan kau Uchiha!

Sepertinya itulah kalimat yang berusaha mereka ucapkan.

.

.

.

TBC


Balas Review :

Jujumi chan : iyakah? Syukurlah kalau masih lucu hehe :D

Alvinsuprayogo : sudah update!

DandiDandi : iya gapapa, hehe. Iya semangat terus, ganbatte!

Anni593 : huaaa, syukulah kalau begitu :D

Sang Mantan : Update seminggu sekali kok, Cuma entah kenapa yang minggu kemaren tanggalnya gak update. Mungkin error –'

Ariel,chan,165 : Hahaha, iya Naruto harus berterimakasih pada Guy dan Lee XD

Iya gapapa, minggu kemaren updatenya emang error kayaknya –'

RendyDP424 : pesawat yang mereka pake itu pesawat jet pribadi yang cuma muat buat 20 orang. Trus diatas kabinnya ada kamar juga muat buat 20 orang. Jadi kayaknya pesawatnya gak kecil2 amat..

Syukurlah kalau masih lucu :D

Oke, makasih semangatnya, ganbatte! :D

L : syukurlah kalau masih lucu :D

Oke, minggu depan mereka bakal berkemah di Zimbabwe :v

Tapi cuma berkemah doang kayaknya, soalnya mereka bakalan lanjut ke negara berikutnya -.-

Aurelia Marsha : sudah update ya

Hyudate'8576 : aku tidak yakin dengan peningkatan humornya -,-

Heheh, sabar ya, mungkin 2 chapter lagi mereka ke italia XD


Makasih semua yang udah review, fav/fol :D

Apresiasi kalian adalah semangat bagi author! XD

Sampai jumpa di chapter selanjutnya!

Jangan lupa reviewnya ya ⬇⬇😉