Hari ini hari minggu, author maleeeeeeeees banget, soalnya besok hari senin...

Tapi karena kecintaan author pada fanfic, tiba-tiba muncul semangat untuk menulis cerita. #soalnyaauthorbosengakngapa-ngapain#

Pairing : Natsu D. & Lucy H.

Genre : Humor

Disclaimer : Hiro Mashima

Warning : Semoga menghibur bagi yang besok masih ada UAS.

Aah, author bosen tiap kali mengatakan kata 'Pagi' selalu disertai dengan 'cerah' maka dari itu...

Pagi hari yang mendung di taman komplek yang biasa, Natsu dkk lagi duduk-duduk sambil menikmati angin yang berhembus kencang. Akan tetapi rambut mereka satu pun tidak ada yang bergoyang, ini seperti mereka duduk di depan background langit mendung yang disertai angin kencang.

"Tumben hari ini mendung... biasanya cerah... " Kata Lucy membuka pembicaraan.

"Ya mungkin author bosen kali cerah mulu makannya dibikin mendung. " Jawab Erza sambil mengibas-ngibaskan rambutnya. "Kau ngapain?" Tanya Lucy yang melihat Erza masih mengibas-ngibas rambutnya. "Aku membuat seolah-olah rambutku bergoyang karena angin... " Jawab Erza singkat. Seketika suasana menjadi hening.

"Kau benar. Rambut kita tidak sehelai pun bergoyang, padahal angin berhembus sangat kencang. Kok bisa ya?" Tanya Lucy.

Author pun menyalakan kipas angin dari rumah untuk menimbulkan efek angin sungguhan yang dapat menggoyangkan rambut mereka. Rambut mereka pun bergoyang hebat. Sampah-sampah pun berterbangan.

Gray datang dari kanan, tepat dimana kipas angin author di letakkan, Gray berjalan seolah-olah ia menembus angin yang kencang, padahal asal angin itu berasal dari belakang tubuhnya.

"Oi bodoh! Asal anginnya kan dari belakang lu... kok jalannya susah gitu... ?" Tanya Natsu heran. Gray diam sejenak. "O Ya! Malu nih!" Gray pun berbalik dan mulai –benar-benar- menembus angin yang kencang. "Aaaaah! Berat nih! Gua gak bisa maju-maju!" Kata Gray yang masih jalan di tempat. "Author! Keeeciiiliiin angiiinnyaaa!" Kata Gray dengan mulut yang melebar karena hembusan angin yang sangat kencang.

"Eeh... Gray, lu mau kemana? Bukannya tadi lu jalan mau ke sini ya?" Tanya Natsu sekali lagi. "Ia sih... tapi tadinya kan gua mau ke sini sambil menembus angin... " Jawab Gray rada kecewa. "Biar efek kemunculan gua berkesan gitu... " Lanjutnya.

"Udah gak ngaruh! Udah sini gabung!" Kata Natsu sambil mengibas-ngibaskan tangannya. Gray pun dengan santai berjalan ke arah Natsu dengan rambutnya yang terkibas ke depan. Gray pun sukses duduk di tempat yang biasa ia duduki.

"Adooooh! Nih angin rese amat sih! Rambut aku gak bisa berhenti berkibar!" Gerutu Mavis sambil mengambil karet gelang yang ada di saku bajunya lalu mengikat rambutnya.

"Ide bagus Mavis-san. Aku juga akan mengikat rambutku. " Ujar Wendy. Erza yang kagum melihat ide Mavis pun dengan kecepatan cahaya langsung mengikat rambutnya.

"Jadi kita lanjut cerita pas SMA nih?" Tanya Lucy. "Yaa gitu deh... " Jawab Natsu singkat.

"Siapa yang mau cerita?" Tanya Lucy sambil mengedarkan padangannya.

"Aah, gak ada yang mau lah, ngomong dikit aja angin udah pada masuk mulut." Jawab Jellal.

"Ya silahkan mulai bercerita... " Kata Lucy dengan wajah dan nada yang anggun.

"Eh? Kok aku? Aku kan gak bilang mau... " Protes Jellal.

"Udah gak usah banyak ngomong! Cepet cerita!" Kata Erza sambil menepis berbagai benda yang berterbangan ke arahnya.

"Baiklah aku akan mulai bercerita. Ini pertama kalinya aku bercerita... dengarkan baik-baik ya..." Kata Jellal, setelah itu, ia pun mulai bercerita. Dan seperti biasa, anda sudah tau apa yang akan terjadi pada layar anda jika Natsu dkk mulai bercerita.

Flash Back

Hari ini hari minggu dan juga mendung, saat dimana semua orang malas untuk keluar rumah bahkan keluar dari kamarnya. Tapi berbeda dengan sekelompok anak SMA yang sedang ngumpul-ngumpul di taman komplek B.

"Jadi gak kita ke mallnya?" Tanya perempuan berambut blonde.

"Jadi... tapi kita gak ada yang punya mobil sendiri... perginya pake apa dong...? masa pake motor, nanti di tilang lagi... " Kata Jellal yang lagi makan biskuit Go** T**E.

"Khe khe khe... " Natsu terkekeh mirip Mavis yang sedang merencanakan sesuatu.

"Kenapa?" Tanya Lucy heran. Semua mata pun tertuju pada Natsu dengan wajah liciknya.

"Aku punya mobil." Katanya dengan nada yang naik kemudian turun lagi.

"Mobil? Kan lu mabuk kendaraan... kok punya mobil?" Tanya Gray makin heran.

"Aku masih sayang sama nyawaku. Kalo kita pergi naik mobil Natsu, mending aku di rumah aja deh. " Kata Lucy yang bikin Natsu sakit hati dan pundung di dekat pohon toge.

"Kan bisa aja pergi pake mobilku tapi bukan aku yang nyetir... kau jahat... " Gumam Natsu. Hawa hitam pun muncul di sekelilingnya.

"Benar juga. Tapi siapa yang bisa nyetir mobil?" Tanya Lucy sambil mengedarkan pandangannya ke semua temannya kecuali Natsu.

"Aku bisa. Dulu aku pernah jadi supir angkot." Jawab Jellal sambi mengangkat tangannya.

"Oke. Kita pergi sekarang." Kata Lucy. Mereka pun berjalan ke rumah Natsu dengan Gray dan Zeref yang menyeret Natsu.

Di rumah Natsu.

"Mobil kecil kayak gini mana muat buat kita semua!?" Kata Gray yang kaegt melihat mobil Natsu yang hanya cukup untuk 5 orang. (perlu diingat di sini Natsu belom dibeliin Ferrari)

"Tenang aja Gray-sama gak usah khawatir, Juvia punya mobil kok di rumah. " Ujar Juvia yang dari tadi diem aja.

"Wah bagus kalo gitu... " Kata Gray lega. "Tapi Juvia gak bisa bawanya. Juvia gak bisa nyetir." "Percuma juga kau punya mobil."

"Siapa lagi yang bisa nyetir?" Tanya Lucy sekali lagi.

"Aku bisa." Jawab Zeref sambil mengangkat tangannya.

"Waah! Senpai hebat ya! Bisa nyetir mobil!" Teriak Mavis dengan nada centil.

"Kau iri kan gak bisa nyetir... soalnya kakimu gak nyampe buat nginjek gas-nya." Ledek Natsu.

"Hyii! Kau mau bilang aku pendek ya?!" Teriak Mavis. "Wah, udah nyadar sendiri... " Gumam Natsu.

"Ya udah, aku ikut Juvia dulu ke rumahnya. Nanti aku balik lagi." Kata Zeref yang berjalan di belakang Juvia. "Aku ikut senpai!" Kata Mavis yang berlari mengejar Zeref.

"Ya udah, kita tunggu aja di depan gerbang." Kata Lucy. Mereka pun memasuki mobil Natsu. Karena gak muat, yang lain jalan kaki.

Di depan Gerbang Komplek B.

"Jadi siapa yang mau ikut mobil Natsu?" Tanya Lucy.

"Aku, Wendy, Erza, Jellal, sama kau." Jelas Natsu.

"Gua ikut mobil lu lah!" Kata Gray protes.

"Ya udah naik aja, kok repot... " Kata Natsu dengan santainya. Gray pun berjalan masuk ke pintu mobil bagian belakang.

"Weits! Siapa bilang di situ, belakang Wendy, Erza sama Lucy yang duduk!" Kata Natsu sambil menarik lengan baju Gray.

"Oh, gua duduk di depan?" Tanya Gray dengan wajah girang.

"Gak juga. Lu duduk di paling belakang." Kata Natsu. "Paling belakang kan buat yang cewek-cewek." Kata Gray dengan wajah heran.

"Bukan belakang situ... tapi belakang situ tuh!" Kata Natsu sambil menunjuk bagasi.

"Weks! Ogah ah! Mending gua ikut mobilnya Juvia!" Kata Gray dengan wajah dan nada sinis.

Tak lama, Zeref pun datang dengan mengendarai mobil Avanza berwarna putih.

Gray pun membuka pintu bagian depan di sebelah Zeref.

"Eh?"

"Eh! Ngapain lu buka-buka pintu gua! Sana di belakang!" Ujar Mavis yang lagi duduk enak di samping Zeref.

Gray pun shock setelah melihat penampakan gadis pendek berambut kuning pucat panjang.

"Wah pintu kejutan tuh... " Kata Natsu yang duduk di sebelah Jellal.

Mereka pun berangkat menuju Mall.

Tapi sebelum mereka berangkat...

"Mavis, jangan di duduk di depan. Nanti kita ditilang." Kata Zeref dengan raut wajah sok sedih.

Mavis pun bertukar posisi dengan Gray.

Gray pun terkekeh jahat dan dengan senangnya ia melompat ke kursi depan. "Ih! Duduk di depan aja bahagianya gak tau kayak apa." Kata Mavis dengan wajah sirik.

Setibanya di Mall.

Natsu dkk pertama pergi ke toko sepatu.

"Wah sepatunya bagus-bagus ya...!" Kata Natsu yang kagum melihat jejeran rak sepatu di toko itu.

"Kita ke sana yuk! Banyak high hills-nya tuh!" Kata Lucy mengajak Erza dan yang lain pergi ke rak sepatu penuh dengan sepatu wanita.

"Waah... sepatu ini keren ya. Mas! Ini harganya berapa?" Tanya Natsu sambil mengangkat sepatu berwarna hitam.

"Wah, itu sih mahal... yang ini aja." Kata pegawai toko sepatu itu sambil menyodorkan sepatu hitam yang modelnya jelek.

"Ih! Emang nih sepatu harganya berapa sih!? Enak aja! Emang mas pikir saya gak bisa beli apa?!" Kata Natsu dengan nada tinggi. Gray dan yang lain pun menghampiri Natsu.

"Oh, maaf ya mas, saya pikir mas itu orang susah... sepatu ini ahrganya 300.000 Jwel." Jelas pegawai toko itu.

"Nih duitnya!" Kata Natsu sambil menyodorkan uang 100.000 Jwel 3 lembar.

Mereka pun selesai di toko sepatu.

"Selanjutnya, kita ke toko es krim yang terkenal itu. Mau gak?" Ajak Lucy. Semuanya mengangguk.

"Yang terkenal mana? Kok gak pernah denger ya?" Tanya Natsu pada Lucy.

"Ih! Gak punya TV ya? Toko itu kan udah masuk TV 5 sampai 6 kali. Masa gak tau... " Kata Lucy dengan nada meledek.

"Ya aku kan nontonnya sinetron terus... tentang ayah yang ditukar, cinta mati, nenek masih di bawah umur, dan lain-lain." Jelas Natsu. "Aku gak mau tau tuh... " Kata Lucy sambil memutar bola matanya.

Akhirnya sampailah mereka di toko es krim.

"Wah, jadi ini ya toko es krim yang terkenal itu..." Kata Lucy dengan wajah kagum.

"Aku mau beli es krim yang ini sama yang ini. Masing-masing 6 buah." Kata Lucy pada si pegawai toko.

"Wah kayaknya yang ini enak juga. Yang ini 3 ya!" Lanjut Lucy.

"Natsu. Lu liat es krim yang ini dah. Gede bungkusnya tapi isinya cuma segini." Ujar Gray sambil menekan-nekan bungkus es krim bagian atas.

"Ih, pabriknya pelit amat ya... " Kata Natsu sambil mengambil es krim yang sama dengan Gray.

"Yang ini kelihatannya enak... aku beli yang ini aja deh... " Kata Wendy sambil mengambil 1 bungkus es krim rasa anggur.

"Baiklah, karena moodku sedang senang, aku yang bayar semua!" Kata Lucy dengan senyumnya yang sangat lebar.

6 meter di depan toko es krim.

"Toko sial! Dia menipu ku! Aku kan beli es krim rasa stroberi, kok isinya malah rasa durian sih!?" Kata Lucy sambil membuang satu persatu es krim yang telah ia beli.

"Aku juga sama Lucy-san. Aku beli es krim rasa anggur tapi yang aku dapat malah rasa kacang ijo... aku kan gak suka kacang ijo... " Kata Wendy yang memakan es krimnya dengan terpaksa.

"Apa lagi aku! Beli es krim rasa vanilla cokelat tapi malah dapet es krim rasa buah kesemek!" Kata Natsu yang membuang es krimnya.

"Lalu kenapa dengan hal itu? Es krimnya enak kok." Kata Erza yang menjilati es krim stroberinya.

"Wah! Kok bungkus sama isi es krim punya mu bisa sama?" Tanya Lucy kaget. Yang lain pun ikut kaget karena hanya satu satunya Erza yang mendapat es krim yang normal.

"Ngg! Kita harus berhati-hati sekarang saat membeli es krim! Jangan tertarik hanya dengan bungkusnya saja! Kita harus hati-hati! Bungkus luar bisa menipu kita!" Kata Lucy dengan wajah was-was.

Mereka pun melanjutkan perjalanan ke supermarket.

"Wah, aku banyak yang harus dibeli nih... ada shampo... bedak, rinso... sabun colek... dan... " Gumam Natsu.

"Natsu... kau pake bedak?" Tanya Lucy heran. Natsu mengangguk dengan wajah tidak berdosa.

Mereka pun berbelanjaria di supermarket.

"Permisi, apakah anda mau mencoba bedak keluaran terbaru kami?" Tanya SPG yang menawarkan produk bedak merek baru kepada Natsu.

"Maaf, gak dulu. Saya udah biasa pake bedak merek ini... " Jawab Natsu halus.

"Gak apa dicoba dulu aja... siapa tau cocok... " Tawar SPG itu lagi.

"Ya gak dulu deh. Saya cocoknya pake yang ini.. " Jawab Natsu sekali lagi.

"Ada promonya lho, beli 1 gratis 1... coba aja dulu... " Tawar SPG itu sambil menyodorkan 2 buah bedak kepada Natsu.

"Ya mbak kalo misalnya gak cocok nanti yang satunya mubazir dong... " Kata Natsu polos.

"Ya kan dapetnya gratis... " Jawab SPG itu.

"Gak dulu deh mbak... " Kata Natsu.

"Oh ya makasih ya mas." SPG itu lalu pergi.

Gray, Jellal dan Zeref datang menghampiri Natsu.

"Ih gua sebel banget kalo ke supermarket ketemu sama SPG!" Kata Natsu bisik-bisik.

"Kenapa?" Tanya Gray heran.

"Udah gua tolak masih aja ngomong... kan gua kayak dipaksa buat beli gitu... untuk gua sabar... " Jelas Natsu.

"Ya kalo dia gampang nyerah mah gak laku-laku barangnya." Kata Gray dengan senyum paksa. "Eh gua mau ke belakang dulu ya. Nanti lu bayarin dulu barang gua. Nanti gua ganti duitnya." Kata Gray yang langsung melesat ke toilet.

Di kasir.

"Kalian beli apa aja?" Tanya Lucy pada Natsu dan Zeref.

"Beli bedak doang." Jawab Natsu. "Aku gak beli apa-apa... " Jawab Zeref singkat.

"Zeref senpai! Abis ini kita mau kemana lagi?" Tanya Mavis semangat. "Umm... gak tau deh... oh iya, jangan panggil aku pake embel-embel senpai lagi... aku ngerasa tua kalo gitu... " Kata Zeref dengan muka melasnya.

"Oh... Oke senpai." Jawab Wendy. Mata Mavis berbinar-binar. "Ze-Zeref?" Gumamnya. Zeref menengok. "Kyaaa! Aku panggil senpai Zeref! Kyaa! Kayak melayang rasanya!" Teriak Mavis.

"Idih! Dasar anak kampung!" Lucy pun memukul pelan kepala Mavis.

Erza pun memasukkan barang-barangnya ke keranjang. "Udah semua kan?" Tanya Erza memastikan.

"Nih barangnya Gray. Nanti kasih ke dia ya. Aku mau ambil mobil dulu." Kata Jellal yang segera pergi menuju tempat parkir.

"Bener juga. Aku juga ambil mobil dulu ya." Zeref berlari mengikuti Jellal di belakang.

"Lho, Gray-sama emangnya kemana?" Tanya Juvia sambil celingak-celinguk.

"Di toilet. Ngomong-ngomong aku juga mau buang air. Tunggu aku ya!" Kata Natsu yang berlari menuju toilet.

Di toilet.

"Duh... udah mau keluar nih... ah! Malah ada orangnya lagi!" Kata Natsu sambil meringis.

5 menit kemudian.

"Deeh! Nih orang lama amat sih! Gua udah gak tahan tau!" Kata Natsu dengan nada yag semakin menekan. Lalu ia mengetuk pintu itu.

Duk! DUK!

Pria yang berada di dalam toilet itu kaget. Sisa makanan yang tidak terpakai yang ingin ia buang itu jadi masuk lagi ke tempatnya akibat ketukan pintu dari Natsu.

"Aaah... gak sabar amat sih... gak tau apa orang sakit perut... " Gumam pria yang berada di dalam toilet itu.

Pria itu pun keluar dengan wajah kesakitan dan menatap Natsu.

Pria itu pun kaget saat menatap Natsu, begitu pun dengan Natsu.

"Kau... " Gumam Natsu saat melihat pria itu.

"Aku... " Gumam pria yang baru keluar dari toilet itu.

"Aku belum cebok." Kata pria itu kembali masuk ke dalam toilet.

"Gyaa! Gray cepat keluar dari situ! Aku udah gak tahan nih!" Teriak Natsu sambil menggedor-gedor pintu toilet itu.

"Tunggu sebentar! Biarin gua ngeluarin satu aja! Gak tahan gua!" Kata Gray dari dalam toilet.

Di tempat parkir.

"Duh, lama banget sih Natsu dan Gray. Ngapain mereka di toilet... " Gerutu Lucy sambil menyilangkan tangannya.

"Mau ku susul?" Tanya Jellal. "Gak usah. Kita tinggal aja." Jawab Lucy. Mereka pun naik ke dalam mobil dan pergi begitu saja.

End Flash Back

"Begitulah ceritanya..." Ujar Jellal mengakhiri ceritanya.

"Jadi kau yang menyuruh Jellal meninggalkan kami..." Kata Natsu dengan nada horor. "Abisnya lama banget sih!" Kata Lucy membela diri.

"Sudah, jangan berantem lagi... langit udah mulai cerah kok kalian malah berantem... " Kata Erza berusaha menenangkan mereka.

"Wah benar. Langit sudah kembali cerah." Kata Wendy sambil melihat ke atas.

"Fuah! Menyenangkan ya... aku jadi keinget dulu itu pertama kalinya kita manggil Zeref dengan Zeref aja... aku aja lupa... " Kata Mavis sambil melepas ikatan rambutnya.

"Aku juga jadi keinget waktu aku nyuruh Mavis duduk di belakang karena takut ditilang... " Gumam Zeref.

"Hyiii! Kau jahat! Kenapa hanya hal-hal jelek yang kau ingat?!" Teriak Mavis. Zeref yang takut pun melindungi kepalanya dengan kedua tanganya.

"Eh, sejak kapan ya Zeref jadi takut sama Mavis? Perasaan dulu gak begitu deh..." Kata Lucy sambil memasang pose berpikir.

"Waktu itu aku hampir mau dihajar preman, terus ada Mavis yang dateng nolongin aku. Sejak saat itu aku jadi takut sama Mavis." Jelas Zeref. "Kenapa?" Tanya Lucy.

"Preman aja takut sama dia apalagi aku yang lemah lembut begini?" Lanjut Zeref.

"Lemah lembut? Kau bilang kau lemah lembut? Ingat saat kau memarahiku waktu aku mengganggumu pas kau lagi tidur?" Protes Mavis.

"Semua pasti marah kalau pas tidur diganggu..." Kata Lucy dengan mata redup.

"Tapi marahnya tuh gak wajar! Serem tau ngeliatnya! Wendy dan Juvia juga liat kan waktu itu?" Tanya Mavis pada Wendy dan Juvia bermaksud mencari dukungan. Mereka berdua mengangguk.

"Emangnya kapan waktu itu terjadi?" Tanya Lucy.

"Waktu kita kelas 2 SMA." Jawab Mavis dengan senyum penuh misteri.

To Be Continued

Jajang! Udah selesai! Chapter ini lebih panjang dikit...

Maap kalo ada yang membuat readers jijik... tapi itulah yang terpikirkan di kepala author untuk membuat readers tertawa.

Chapter berikutnya menceritakan tentang Natsu dkk yang belajar mengendarai mobil, bersama Jellal sensei dan Zeref sensei.

Jangan lupa review! :D