A/N: Author sangat berterima kasih kepada para readers yang sudah mereview fic ini.
Selamat membaca~
Aku melihat Juvia dan Gray sedang membicarakan sesuatu di tempat parkiran. Sepertinya hari ini Gray memaksa Juvia untuk berangkat ke sekolah bareng dia lagi. Aku sih udah 100% yakin kalau Gray suka sama Juvia.
Jika memang Gray suka sama Juvia, aku akan merestui mereka berdua karna aku tahu kalau Gray itu orang yang baik. Aku tidak mau ikut campur urusan mereka jadi aku memutuskan untuk langsung pergi ke kelas.
Seperti hari-hari biasanya, setelah aku sampai di kelas aku akan langsung duduk dan melihat ke arah taman. Kebiasaan ku yang ini benar-benar tidak bisa berubah. Aku merenung sambil menatap bunga-bunga yang indah di perkarangan. Aku baru ingat kalau sekarang aku sudah menjadi pacar Natsu, dan aku juga bingung harus bereaksi seperti apa sama dia nanti.
Renunganku terganggu oleh suara pintu kelasku yang dibuka dengan kasar. Aku melihat Natsu dengan napas yang terengah-engah di depan pintu.
"LUCE!" teriak Natsu, untung saja di kelas tidak ada orang.
"Kenapa Natsu?" tanyaku.
"Tadi aku ke rumahmu untuk menjemput, tapi ibumu bilang kau sudah berangkat duluan" jawab Natsu.
"Tapi kan biasanya aku juga selalu berangkat pagi" ucap ku.
Natsu menghela napas "mulai sekarang kau akan pulang pergi sekolah bersamaku" lalu Natsu berjalan menghampiri ku dan mengacak-acak rambutku dengan sayang "kau ini senang sekali membuatku khawatir" setelah itu dia langsung menuju bangkunya yang berada tepat di belakangku.
Beberapa menit kemudian Juvia dan Gray akhirnya datang. Aku melihat Gray senyum-senyum. Aku tidak bisa mempungkiri kalau Gray itu tampan, tapi tidak setampan Natsu.
"Yo flame-head,Lucy pagi" sapa Gray pada kami berdua. Natsu tidak membalas sapaan Gray, sedangkan aku hanya mengangguk.
"Akhir-akhir ini kau sering datang pagi hot-head, kenapa?" tanya Gray pada Natsu.
"Bukan urusan mu ice-block" jawab Natsu.
"Apa katamu!" sahut Gray yang langsung berantem sama Natsu setelah mendengar jawabannya Natsu. Aku sih tahu kalau mereka berdua suka berantem gak jelas begitu, jadi udah biasa.
Akhirnya bel tanda masuk bunyi juga. Semua murid di kelas ku buru-buru duduk di tempat masing-masing, karna jam pertama adalah pelajarannya Gildarts-sensei, salah satu guru killer di sini.
Tapi ternyata yang masuk ke kelas bukan Gildarts-sensei, melainkan wali kelas ku.
"Gengar anak-anak, kalian kedatangan murid baru" ucap wali kelas ku. Seisi kelas pun langsung gaduh karna penasaran siapakah murid baru itu.
"Kalian berdua boleh masuk" sahut wali kelas ku pada 2 orang yang sedang berada di luar kelas.
Saat dua orang yang disebutkan wali kelas ku masuk, mataku terbelak, aku benar-benar kaget saat melihat siapa dua orang itu, Levy, Juvia dan Erza pun juga sama kagetnya denganku, kami berempat saling bertatap-tatapan seolah-olah tidak percaya akan sosok dua orang yang ada di depan.
"Silahkan Sting, Rogue, kalian berdua boleh memperkenalkan diri kalian" ucap wali kelasku.
"Sting Eucliffe" ucap Sting dengan tampan yang sangat cool, otomatis semua cewek yang ada di dalam kelas langsung gaduh karna kedatangan cowok yang super ganteng dan cool.
"Rogue" ucap Rogue, dengan nada datar tapi tetap cool. Dia tidak menyebutkan nama panjannya.
Setelah mereka berdua memperkenalkan diri, wali kelasku menyuruh mereka duduk di tempat kosong yang berda di belakang Natsu dan Gray. Sting duduk di belakang Natsu, sedangkan Rogue di belakang Gray.
Semua anak cewek di kelas merasa beruntung karna sudah ada Natsu, Gray dan Gajeel yang benar-benar tampan di kelas, ditambah dengan Sting dan Rogue.
"Baiklah, kalau begitu bapak akan tinggal dulu, sebentar lagi girldarts-sensei akan datang" lalu wali kelas ku pun beranjak pergi meninggalkan ruang kelas.
NATSU POV
Aku benar-benar kesal dengan dengan 2 anak baru di kelas ku, bukan karna mereka berhasil mendapat perhatian dari anak cewek di kelas, kalau yang seperti itu sih aku tidak peduli, tapi karna Luce menatap mereka berdua dengan kaget tanpa bisa melepaskan pandanganya pada 2 anak baru itu.
"Hey kau, laki-laki yang berambut pink, bisakah kau geserkan kepalamu sedikit, aku ingin menyapa wanita yang ada di depanmu" ucap laki-laki yang ada di belakangku, yang sudah pasti adalah Sting.
Kontan mendengar Sting berkata seperti itu kepada ku, semua anak terlihat kaget tidak percaya. Aku tahu apa yang mereka pikirkan, di sekolah ini tidak ada yang berani denganku, apalagi sampai menyuruh-nyuruhku dan menyebut rambutku berwarna PINK.
Aku benar-benar marah dengan ucapannya barusan, bukan karena dia menyuruh-nyuruhku ataupun menyebut rambutku berwarna pink, tapi karna dia bilang dia INGIN MENYAPA LUCE.
Aku bisa merasakan seluruh kelas terdiam, sepertinya mereka takut dengan apa yang akan aku lakukan kepada anak baru ini.
aku menoleh sedikit ke arah laki-laki itu, lalu berkata dengan nada yang sangat dingin "mau apa kau dengan pacarku?"
mendengar ucapanku, semua orang terdiam, termasuk Gray dan Gajeel.
"Kau pacaran dengan Lucy?" tanya Gajeel, yang masih tidak percaya dengan ucapanku.
"Iya, dia pacarku sekarang" jawabku dengan nada yang datar. Seisi kelas pun langsung ricuh.
"Padahal aku udah naksir Lucy sejak lama, tapi keduluan!" sahut beberapa pria yang ada di dalam kelas.
"Padahal aku suka sama Natsu!" sahut beberapa siswi yang ada di kelas.
Kelas sangat gadung mendengar perihal tentang aku dan Lucy.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku pirang" ucap ku dengan nada yang lebih dingin. Mendengar itupun seisi kelas terdiam lagi
Si pirang itu pun menyunggingkan senyumnya "kan sudah kubilang tadi, aku ingin menyapanya".
"Ka-" ucapanku pun terpotong oleh gildarts-sensei yang sudah datang ke kelas. Semua anak yang tadi menonton aku dan Sting langsung beranjak ke kursi mereka masing-masing dan duduk dengan manis.
END OF NATSU POV
Aku sangat gugup saat Natsu berbicara dengan nada yang sangat dingin kepada Sting. Sebenarnya sih menurutku Sting tidak salah, dia kan hanya ingin menyapaku karna kami berdua sudah lama tidak bertemu, tapi sepertinya Natsu adalah tipe pencemburu.
-Skip time, pelajaran kedua-
Semua anak menghela napas lega setelah pelajaran gildarts-sensei selesai, tapi lain halnya dengan Natsu, Lucy, Levy, Erza dan Juvia. Natsu masih menggerutu dalam hati karna pembicaraannya tadi pagi dengan Sting, sedangkan Lucy, Levy, Juvia dan Erza masih gak nyangka kalau teman semasa SMPnya dulu, pindah ke SMA yang sama seperti mereka.
Pelajaran selanjutnya adalah pelajaran bahasa inggris dengan aries-sensei. Semua anak langsung menuju ke ruang bahasa.
"Lucy, apa kamu masih berhubungan dengan Sting?" tanya Erza yang duduk di sampingku.
"Tidak, aku tidak pernah bertemu dengan dia setelah kelulusan" jawabku.
"Lucy, lebih baik kamu tidak perlu mengurusi Sting, hubungan kalian berdua kan sudah berakhir" sahut Levy, setengah berbisik.
"Iya benar Lucy-san" ucap Juvia. Aku pun hanya bisa mengangguk menanggapi ucapan mereka bertiga.
Saat aku melihat ke depan, aku baru menyadari bahwa natsu dan sekutunya (Gray dan Gajeel) duduk dengan Sting dan Rogue.
'Bukankah Natsu tidak suka dengan Sting? lalu kenapa mereka duduk berbarengan seperti itu?' batinku.
Saat aku sedang asik menatap lima orang yang ada di depanku sambil mempertanyakan kenapa mereka berlima bisa duduk bareng, Natsu menoleh ke belakang dan menatap ku, lalu dia tersenyum, senyum yang hanya akulah yang dia izinkan untuk melihatnya, aku balas tersenyum ke arahnya, lalu dia menarik kursinya dan meletakkannya di sampingku.
"Na..Natsu, kenapa kau disini?" ucapku yang sedang kebingungan karna Natsu yang tiba-tiba saja duduk di sampingku.
"Di depan sempit Luce" jawab Natsu.
"Tapi di sini juga jadi sempit" sahut Erza kepada Natsu.
"tenang saja, kau tidak akan kesempitan mrs. Fernandes" Erza pun langsung diam dan memerah disebut mrs. Fernandes.
Aku tahu sebenarnya Juvia dan Levy ingin protes, tapi mereka berdua takut dengan Natsu, jadinya mereka berdua memilih untuk diam saja.
-Skip time, istirahat-
Hari ini aku hanya makan siang dengan Juvia saja, soalnya Erza akan makan siang dengan Jellal, sedangkan Levy bilang dia ada keperluan jadinya tidak bisa makan siang bareng, akhir-akhir ini Levy jadi seperti orang sibuk saja.
"Lucy-san" panggil Juvia.
"Kenapa Juvia?"
"Hari ini Gray-san mengajak Juvia jalan-jalan dengannya hari sabtu nanti"
"Maksudmu...kencan"
"Tidak, bukan kencan, hanya jalan bareng aja" ucap Juvia sambil menggelengkan kepalanya
"Itu namanya kencan Juvia, jadi apakah kau mau?" tanyaku sambil mengambil roti isi buatan Juvia dan mengunyahnya.
Juvia mengangguk dengan pelan. Aku tahu Juvia pasti terpaksa jalan bareng Gray, Juvia itu bukan tipe orang yang senang jalan-jalan kayak gitu, dia lebih suka membantu neneknya atau mengerjakan sesuatu yang bermanfaat untuk dia dan neneknya, tapi karna dia takut sama Gray jadinya dia gak berani bilang enggak.
"Hey Lucy" aku tersontak kaget mendengar namaku dipanggil oleh seseorang. Aku mendongak untuk melihat siapa yang sudah memanggilku
"Oh, hey Sting, ada perlu apa?"ucapku, setelah mengetahui kalau orang yang memanggilku adalah Sting.
"Tidak ada, hanya ingin menyapamu saja"
"Kau ingin makan bareng Sting?" tanyaku pada Sting.
"Tidak perlu, aku sudah ditunggu Rogue, aku duluan ya" Sting pun keluar kelas sambil melambaikan tanganya.
-Pulang sekolah-
Bel pulang sudah berbunyi, semua anak-anak langsung merapikan buku mereka, ada yang bermain-main dulu dan ada yang langsung pulang.
Hari ini aku membawa banyak buku yang berat-berat, tasku jadi tidak muat.
"Ayo Luce kita pulang" ucap Natsu yang sekarang sudah berada di sampingku.
"Tunggu sebentar Natsu, aku sedang merapikan buku-buku ku" ucapku.
"kenapa kau bawa banyak buku Luce?" tanya Natsu yang keheranan karna buku yang bertumpuk di mejaku.
"kan sebentar lagi ujian" jawabku. Natsu pun ber-o-riah.
"aku saja yang bawa buku-buku mu Luce" Natsu pun langsung mengambil buku-buku yang ada di meja ku dan mengapitnya dengan satu tangan, tangan yang satunya lagi dia gunakan untuk mengenggam tanganku. Kami berdua pun langsung berjalan menuju parkiran.
natsu mengeluarkan kunci mobil dari saku celananya lalu memencet tombol unlock. Lalu kami berdua berhenti di mobil sporty berwarna silver, yang sudah pasti adalah miliknya Natsu.
'dia sebenarnya punya berapa mobil sih? Setiap hari mobilnya pasti ganti-ganti terus' kataku dalam hati.
"Kamu masuk duluan aja Luce, aku naruh barang dulu" ucap Natsu sambil membukakan pintu mobilnya untukku.
Setelah Natsu selesai menaruh barang, dia langsung mengemudikan mobilnya keluar dari sekolah.
"Kamu kenal sama Sting, Luce?" tiba-tiba saja Natsu bertanya tentang Sting.
"Iya, kami satu SMP dulu" jawabku sedikit gugup.
"Udah, itu aja hubungan kamu sama Sting?" tanya Natsu lagi.
"Dia...dia mantan aku" jawabku sambil gemetaran. Aku menutup mataku dengan rapat, aku takut akan apa yang terjadi nanti
Lalu aku merasakan tangan Natsu mengacak-acak rambutku, dia tersenyum lembut ke arah ku "jangan takut denganku Luce, aku kan hanya bertanya apa hubunganmu dengan Sting".
Aku bisa melihat Natsu mengenggam setir mobil dengan saat erat, seperti menahan emosi saat dia selesai bicara denganku.
akhirnya sampai juga di rumahku, setelah beberapa menit perjalanan.
"Aku duluan ya Natsu" ucap ku sambil menatap Natsu yang sedang mengambil buku-buku ku di jok belakang.
"Iya" jawab Natsu sambil menyerahkan buku-buku ku.
Saat aku hendak keluar dari mobil, tanganku di genggam dengan lembut oleh Natsu.
"Luce..." ucap Natsu sambil memandangku.
"Aku sayang sama kamu...kamu?" tanya Natsu yang mukannya sedikit memerah,
"Aku...aku pikir rasa suka aku ke kamu, gak sebanyak rasa suka kamu ke aku" jawabku sambil menundukkan mukaku. Aku memang belum menyukai Natsu sampai sekarang, tapi setidaknya aku mencoba untuk menyukainya.
Natsu menghela napas setelah mendengar jawabanku "aku ngerti" ucap Natsu, lalu melepaskan tanganku dari tangannya.
aku keluar dari mobil Natsu dan langsung berlari menuju kamarku dengan cepat. Aku merebahkan diriku di ranjang.
Aku benar-benar tidak tahu kenapa aku selalu mempunyai kisah cinta yang berantakan.
A/N: Author benar-benar suka sekali dengan chapter ini, banyak sekali memuat nalunya:)
tolong berikan saran untuk chapter selanjutnya.
P.S: akan ada sticy nantinya, tapi main pairingnya tetap nalu:)
REVIEWS~
