KP: (*ngelap muka*). Oh, ya. Maaf, karna keterlambatan update fic ini ... that bcoz : keasyikan main FF VII ! Aku namatin itu gak sampe sebulan, lho!

Naruto: ya jelas aja gak sampe sebulan, orang elonya maen pake gameshark!

KP: Aku udah pernah tamat tanpa gameshark. Sekarang boleh dong kalo pake ? Oh iya, sekarang aku malah lagi main FF IX (untuk yg kesekian kalinya). Tapi kasetnya ada gangguan di disc 2. Huks ... . Akhirnya jadi semangat nulis lagi, deh. But, semangat ngegamenya jadi ilang ...

Oye ! Buat u-u (you-you) yang juga suka maen PS trutama yg versi PSX alias playstation di laptop or komputer, kasih tau dong, gimana caranya ngegunain gameshark ? Aku bisanya make yang Gameshark V.5.0. Tapi di situ kurang lengkap. Yah, walau pun bisa ngisi cheat-codes sendiri. Tapi, aku maunya make yang CDX vol 2 ! di situ code cheat buat game RPG(trutama FF)nya lebih banyak !. Tapi waktu mo kugunain, malah timbul suara 'ngiiing' yang menyayat hati (Halah !). N itu berlaku pada semua kaset gameshark. (Baru nyoba dua kaset GS, sih). How come ? pliz, bagi yang tau tolongin aku, ya ?

Naruto: Gak usah nolongin dia ! Ntar fic ini jadi makin lambat updatenya !

KP: (*Ngebungkam Naruto*) Kali ini bakal kuusahain ngupdate cepet, deh !


Chapter 11 : Nama

Warning : Kayaqnya si Kyuubi yang musti dipasangin warning di chapter ini, deh ...


Lima menit berlalu.

"Lama~ ... "

" ...sabar. "

Dua puluh menit berlalu.

"Lamaaaa~ ... "

" ... sabarlah ..."

Empat puluh lima menit berlalu.

"Lammuaaaa~ ..."

" ... Hhhh ..."

Satu jam berlalu.

"Aaaaa! Lamaaaaa!" Naruto udah gak sabar. Doi membanting pancingannya, kesal. "Sabar. Sabar. Orang mancing emang perlu kesabaran." Gaara yang duduk di sebelahnya berusaha menenangkan. "Gue udah lapar berat, nih!" seru Naruto, kelaperan.

'Gruuuuk~ ... '

Perutnya bunyi lagi. "Oww~ ... " Kepala Naruto jatuh di pundak kiri Gaara, lemas. "Lapaaar, lapaaar, lapaaar~ ... " keluhnya, kayaq orang mau nangis. Gaara ngehela nafas, gak habis pikir. "Padahal elo n Kyuubi kan udah makan tadi pagi? 11 ekor burung bakar, malah. Koq ya masih lapar juga? Gue aja yang seharian nggak makan nggak ribut segitunya."

Naruto manyun. "Itu kan sarapan? udah berjam-jam yang lalu. Lagian, gue heran ama perut loe yang gak keroncongan itu meski belum makan seharian. Kan aneh?" dia kembali duduk bersila, sambil nunjuk perut Gaara yang gak kedengaran berbunyi.

"Eh, yang heran tuh mustinya gue, dong. Elo yg udah makan banyak tadi pagi tapi masih aja kelaparan kayaq orang gak makan berhari-hari. Perut loe tuh yang aneh." Balas Gaara, sambil terus mancing. Naruto kembali membalasnya dengan kata-kata yang gak jelas, karna kelaparan. Sang kazekage memijit-mijit dahinya yang berkedut kesal. Perutnya emang udah gak keroncongan. Dia udah pernah gak makan lebih dari sehari, sih (gara-gara Kyuubi). Jadi, kalo cuma segini dia gak terlalu kelaparan banget.

"Brisik! Kalo mancing itu perlu ketenangan. Sini! Biar gue aja!" Kyuubi muncul menggantikan Naruto. "Wah, datang nih ... si penyiksa ..." gumam Gaara, tanpa ngalihin perhatian dari ujung kail. "Apa loe bilang ?" Kyuubi memajukan setengah badannya ke telinga Gaara, matanya tajam. "Eh ? Errh ... nggak, koq." Mata cowok berambut merah tadi langsung teralih ke bulan di langit, sambil gak sadar bergeser sedikit, menjauh dari siluman rubah di sebelah.

Kyuubi mendengus n kembali duduk tegak. Ia lalu membuka jaket orange hitam yang dipakenya, melepas, mengibaskannya ke belakang punggung, n mengikatkan kedua bagian lengan jaket tsb di leher. Lalu meraih pancingan yang tadinya dibanting Naruto di dekat situ n kembali mancing. Gaara menggeleng-gelengkan kepala. Gak habis pikir dengan makhluk satu ini. Dingin-dingin gini koq malah lepas jaket, sih ?.

Kyuubi emang selalu keliatan gak suka pake jaket. Meski gimana pun dinginnya, dia selalu melepasnya. Kalo nggak dilepas sama sekali, ya dia iket di pinggang atau leher. Kalo dipake pun, pasti restletingnya dibuka. Beda banget ama Naruto yang lebih suka pake jaket sampe tertutup banget.

Mereka pun kembali memancing dalam kesunyian.

Tapi kesunyian tsb ternyata gak bertahan sampe lima belas menit.

"Aaaaarrgh! Lama banget, sih!" siluman rubah tsb membanting pancingannya, kasar. Lalu berdiri n nunjuk-nunjuk air. "Loe ada dendam ama gue, ya, ha? Ayo sini kalo berani!" marahnya, nantangin seluruh ikan yang ada di sana.

"Hahhhh ... " Gaara sih cuman bisa ngehela nafas doang menyaksikan tingkah bodoh itu. "Kalo teriak-teriak begitu, malah jadi tambah lapar lho ... " tegurnya.

Kyuubi melotot.

'Gruuuk ~ .'

Perut Kyuubi-Naruto bunyi.

Dia jatuh terduduk, laper. "Ugh ... lapaaar ... " keluhnya, sambil jatoh lagi ke belakang, terlentang. Matanya lalu natap bintang-bintang di langit. Urutan-urutan yang terbentuk di sana udah kayaq ikan aja bagi Kyuubi. "Ah ... ada salmon terbang ... " katanya. "Oh, yang itu mirip ikan bakar, Kyuu. Liat, ada batang kayunya juga." Tunjuk Naruto, ke atas. "Iya ... . Hey, yang di sana juga.". Dua makhluk satu tubuh barusan terus ngobrolin hal tsb.

Wah, udah sekarat, nih duo. Pada sinting semua. Batin Gaara, rada kasian.

"Eh, yang itu malah keliatan kayaq burung bakar tadi pagi." Tunjuk Naruto lagi. "Yea-eh ? burung bakar?" Kyuubi bangkit, duduk. Matanya melotot, kayaq baru ingat sesuatu.

Tiba-tiba perasaan Gaara jadi nggak enak.

"Burung ... bakar ...?" Dia lalu menoleh ke atas batu di belakang, tempat si burung kecil yang ketiduran di atas jaket Naruto. Gaara langsung berdiri, ninggalin pancingannya begitu aja. Dia lalu bergegas menghalangi pandangan memangsa Kyuubi dari hewan kesayangannya itu, dengan berdiri di depan siluman tsb.

"Jangan coba-coba makan dia." Ucap Gaara, nadanya ngancam. "Hm?" Kyuubi yang masih terduduk mendongak ke wajahnya. "Kalau ... gue coba-coba?" tantangnya balik, sambil menyeringai. Bikin Gaara rada merinding.

"Pokoknya ... jangan coba-coba !"

"Makanya gue nanya, emang kenapa kalau gue nyoba makan dia? emangnya elo mau ngapain? ngalangin gue?" Kyuubi perlahan bangkit, menghadapnya. Gaara mundur selangkah n merentangakan kedua tangannya,melindungi.

"Sebelum makan dia, elo musti langkahin mayat gue dulu."

Kyuubi tertegun. Naruto juga. He? dia sayang banget sama tuh burung, ya? wah, gue gak tau kalo Gaara penyayang binatang ... . Naruto nyengir di dalam. Sementara Kyuubi menyeringai di luar.

"Ngancem, nih?"

Kyuubi maju selangkah.

Gaara mundur lagi selangkah.

"Jangan salah ya? Gue bukannya gak bisa makan manusia, lho. Kalo gue mau, gue bisa aja makan elo sekarang."

Eh? Muka Gaara yang tadinya serius marah plus ngancem, sekarang berubah dua rius kaget plus pucat. Tapi, kedua tangannya masih terentang, melindungi si burung kecil. Naruto udah keburu mau protes, tapi kemudian terhenti. Karena udah ngebaca pikiran Kyuubi di kepalanya.

"Seharusnya elo berterima kasih. Karena sekarang gue lebih milih makan tuh burung daripada elo. Walau sebenarnya gue bakal lebih kenyang kalau makan elo." Muka Kyuubi sekarang terlihat seram di mata Gaara. Seringaiannya bikin gigi taring siluman tsb terlihat jelas, n berkilat.

Cowok berambut merah tadi menelan ludah, keras. Dia mulai berkeringat dingin. Dia jadi mundur lagi selangkah. Sementara Kyuubi terus maju dengan 'seramnya'. (Yang bikin seram tuh taringnya! Kayaq drakula!)

"So ... ?"

"Ugh ... "

"Minggir."

Gaara menggelengkan kepalanya, cepat. Lalu ia bergegas mundur n mungut si burung kecil yang tadinya tertidur pulas tadi. "Cip ...?" Makhluk itu terbangun n mendongak, ngeliat Gaara yang kini natap Kyuubi dengan pandangan marah. "Gue nggak bakal ngebiarin elo makan dia." Ucapnya, marah. "Ho? Lalu? Elo mau gantiin dia buat gue makan?" tanya Kyuubi, sebelah alisnya terangkat.

"Ugh, itu juga enggak ! Gue masih punya tanggung jawab ngurus Suna ! Gue belum boleh mati sekarang!"

"Kalo gitu, orang-orang Suna aja yang bakal gue makan ... "

"Nggak boleh! Udah gue bilang, mereka tanggung jawab gue! Gue bakal ngejaga mereka walau harus mati!"

"Che ... . Trus? Gue makan yang mana dong? Ada saatnya manusia harus memilih kan? Lalu ... mana yang mau loe korbankan di antaranya? Di antara 3 hal itu, pasti ada yang lebih utama, kan?"

"Itu ... " Gaara tertunduk.

"Kyuu ... ?" tegur Naruto, di kepalanya. "Diamlah ... gue mau tau keputusan yang bakal dia ambil." Balas Kyuubi, masih menatap Kazekage yang berdiri satu meter di depannya. "Lagian ... apa pentingnya burung itu? nemu juga baru kemarin ... . Kenapa dia bisa sayang banget sama tuh makhluk? Aneh. Manusia bener-bener bikin bingung ... . Normalnya ... nanti dia pasti bakal ngorbanin burung itu, lalu ... " .

Naruto terdiam.

"Nah ... apa jawaban loe?" Kyuubi kembali bicara sama Gaara.

... Sunyi ...

"Nggak bakal ada yang gue korbanin."

"Ha?"

"Nggak bakal ada yang gue korbanin." Ulang Gaara. "Gue nggak bakal ngebiarin dia mati, gue juga nggak bakal ngebiarin diri gue mati, gue juga pastinya nggak bakal ngebiarin orang-orang Suna mati! Pokoknya, gue pasti ngejaga ketiganya." Ucapnya, tegas.

Kyuubi n Naruto bengong sejenak.

"Trus? Dengan cara apa elo bakal ngelindungin ketiganya dari gue?"

"Apa pun bakal gue lakuin. Meski gue musti berantem ama elo."

"Oey, oey, elo pasti sadar kalau elo tuh nggak bisa ngalahin gue, kan?"

"Bisa. Asal berusaha, pasti bisa."

"Pasti bisa?" ulang Kyuubi, angkat alis.

"Iya. Pasti ... . Umm … kayaqnya, sih ... "

Kyuubi menampar dahinya sendiri. "Ahh ... kata-kata terakhir loe barusan bikin kesan keren tadi jadi ilang, tau ... " Dia lalu maju n nepuk-nepuk pundak Gaara. Sebelum mengacak-acak rambut merah tsb. "He ... hey !" sebelum Gaara menepisnya, Kyuubi udah narik tangannya kembali. Dia lalu berbalik n jalan menuju tempat semula, mo kembali mancing.

"Hmh ... Nggak bakal ada yang mo dikorbanin ... n mo ngejaga ketiganya, huh ?." Ucapnya, masih sambil jalan. Gaara buka mulut, mo ngomong lagi. Tapi sang siluman rubah keburu nyerobot. "Selamat."

"Eh?"

"Elo udah jadi egois."

"Eh?"

Gaara bengong. Kyuubi ketawa.

"Jangan salah! Sifat egois juga punya sisi baik, lho. Daripada jawaban yang milih ngorbanin salah satu, atau jawaban yang lebih mengutamakan di antaranya, gue lebih suka jawaban elo barusan, yaitu ngejaga ketiganya." Dia berbalik menghadap Kazekage tsb. "Ingat. Apa pun yang elo sayangi, apa pun yang elo jaga, adalah milik loe. Jangan pernah mau ngelepasin yang mana pun. Kalo suatu saat elo berada dalam situasi di mana harus memilih. Jangan mau milih! Pastikan elo ngedapetin semuanya."

Setelah itu, Kyuubi pun mungut kail pancingan n kembali duduk, mancing kayaq semula. Gaara nunduk n natap si burung. "Sisi baik ... dari sifat egois, ya ...?" Dia naruh makhluk tadi ke tempat semula. Egois itu artinya kan mo menang sendiri? Kalo gue nggak mo ngelepasin apa pun n maunya ngedapetin semua ... apa itu juga disebut egois?. Gaara angkat bahu. Sisi baik sifat egois? kayaqnya lebih banyak sisi buruknya, deh ... . Tunggu, jadi tadi itu artinya ... gue udah jadi makhluk egois kayaq dia? Aaaaa! Noooo!. Doi mencengkram kepalanya sendiri, frustasi.

"Oey! Mantan Shukaku! Ngapain loe masih berdiri di situ? Sini duduk!" panggil Kyuubi di tempatnya, sambil mancing. Gaara mengangguk n jalan cepat ngambil alat pancingannya n duduk 2 meter di sebelah Kyuubi, kembali mancing.

KucingPerak

Tobi masih aja ketawa. Kayaqnya lucu banget. Shukaku nggak ngerti. Tapi, dia manfaatin kesempatan ini buat mundur. Dia melangkah mundur perlahan, sambil tetap menghadap cowok bertopeng yang masih ketawa terbungkuk-bungkuk nggak ngeliat dia. Gue gak peduli. Yang penting sekarang gue musti kabur dulu dari manusia ini n ketemu Gaara!

Baru aja doi berkedip sekali, si Tobi udah gak ada di tempat semula. "Hah?" Mata topaz itu terbelalak. "Yah, kebanyakan orang emang bilang kalo Tobi kayaq hantu, sih. Tapi ... " Kalimat Tobi barusan langsung kepotong sama 'wuaaaa!' yang lumayan keras dari cowok berambut panjang di depannya. Shukaku kaget banget. Tau-tau tuh makhluk udah ada di belakang sambil ngomong nyante. Jantungnya berdetak kencang. Mata melotot.

Ngeliat ekspresi horror itu, Tobi langsung mengibaskan kedua tangannya, mo nenangin. "Tobi bukan hantu, koq. Cuman kekuatan Tobi aja yang bisa ngilang muncul kayaq gini. Tobi juga suka muncul di mana-mana. Semua anggota Akatsuki sih udah nggak heran lagi. Tapi ... kayaqnya Shu masih belum biasa, ya? Wah, maaf kalo bikin kaget."

"Bukannya 'kalo' lagi, tapi gue 'emang' kaget! N gue nggak mau terbiasa! Elo musti ngilangin kebiasaan hantu loe itu!" tuding Shukaku, gemetar. "Oh? Oke, deh ... walau gak gampang. Tapi, demi Shu ... Tobi bakal ngubah kebiasaan ini, deh. Hehe ... " cowok itu garuk-garuk kepala. "Che ... " Shukaku merapikan bajunya yang rada kusut, plus ngencengin tali rambut. Gue musti nyari cara buat ngebunuh manusia ini ...

"Oh, iya, Shu ... malam ini kita kemping di mana ?" Tanya Tobi, miringin kepala. "Kemping?" ulang Shukaku. Tobi mengangguk-angguk. "Gue nggak mau kemping."

"Koq ?"

"Kita kan udah ada di desa? Ngapain tidur di luar? Nggak mau. Gue nggak mau kemping kalo nggak terpaksa. Cari penginapan, sana."

Tobi melongo di balik topengnya.

"Tapi, Shu ... . Kita terpaksa, nih ... soalnya Tobi gak punya duit ... "

"Gue tau! Makanya usahain! Pokoknya gue nggak mau tidur di luar!. Ntar baju gue jadi kotor. Rambut jadi kutuan. Kulit gue jadi gatal n gampang berkerut karna kedinginan. Nggak banget, deh!" Shukaku ngotot. Dia emang rada anti tidur di luar. Waktu masih sama-sama Gaara, doi selalu mastiin kalo anak itu dapet tempat tidur yang nyaman. Walau ujung-ujungnya si Gaara nggak bisa tidur juga. Pokoknya dia nggak mau kalo Gaara n dirinya sampe ngabisin malam di luar.

Kalo dapet misi di perjalanan yang jauh, dia juga bakal mastiin si Temari or Kankuro ngebawa peralatan kemping yang lengkap n nyaman buat Gaara. Waktu ujian Chuunin di hutan kematian dulu juga, dia sengaja nyelesein 'tugas' secepatnya dengan ngebunuh orang yang ngebawa scroll yang diperlukan, supaya Gaara n dia gak perlu tidur di hutan.

"Usahain gimana ...?" Tobi garuk-garuk kepala, bingung. Shukaku menatapnya dengan pandangan elo-tuh-bego-ya-?. "Gampang, kan? Ya tinggal cari aja penginapan di sekitar sini, n bunuh semua orang yang ada di dalamnya. Ngapain mikir lama?" katanya, sambil melangkah menuju gerbang perumahan desa.

"Eh? Bu ... bunuh?" ulang Tobi, rada kaget sama usul sadis yang diucapin dengan begitu mudahnya oleh sang siluman cerpelai. "Ah! Tunggu dulu, Shu!" kejarnya.

KucingPerak

Stick kayu yang dipegang Kyuubi udah bergetar karena cengkramannya yang mengeras, n gemas mo ngancurin coz kelamaan nunggu. "Grrrh~ lammuaaaa ... ". Gaara yang ngeliat itu cuman bisa geleng-geleng. "Makanya, kenapa dari awal gak milih nombak aja daripada mancing?". Kyuubi melotot. "Kalo gue bilang mau mancing, ya mancing! Loe diam aja, deh!".

"Iya, iya ... " jawab Kazekage, males. Makhluk super egois ini emang susah dilawan.

'TUNG'

Tiba-tiba benang pancing Gaara menegang. Perhatian mereka langsung teralih pada hal itu. Benang tadi bergerak-gerak ke tengah sungai. Gaara langsung berdiri, mundur, n narik pancingan tsb sekuatnya. Naruto bersorak-sorak ngasih semangat. "Ayo, Gaara! Terus tariiiik!"

Ggh ... kuat juga nih ikan. Gaara sampe ketarik maju.

"Oey! Ngapain si loe? Koq keliatannya malah elo yang kepancing gitu?" Kyuubi berdiri, bertolak pinggang.

"Ja ... jangan diam aja. Bantu gue dong!" seru Gaara, panik. Soalnya doi makin ketarik ke air. Kyuubi ngehela nafas, n mendekatinya. Tapi, bukannya narik pancingan, dia malah narik baju Gaara di bagian belakang. Bikin cowok berambut merah itu kelempar 3 meter ke selatan.

"Woaaa!"

'GUBRAK'

Untunglah dia jatohnya tepat di area pasir, bukan di area batu. Tapi, tetep aja sakit. Dari kejauhan, terdengar suara protes Naruto yang marah-marah ke Kyuubi karna udah ngelempar sobatnya kayaq sampah. Gaara mendesis. Punggungnya nyeri. Ugh ... Gue kan bilang 'bantu', bukannya 'banting' !.

Ikan hasil pancingannya tadi ikut kelempar n jatoh klepek-klepek di atas perutnya. Gaara bangkit untuk duduk n ngelepas pengait di mulut sang ikan, n megang bagian ekornya. Kedua bola mata aquamarine itu membesar setelah sadar ukuran ikan di tangannya. Gede banget !. Gedenya dua kali lipat daripada salmon biasa yang ditangkap Kyuubi. Tepat pada saat itu, si Kyuubi datang. Doi juga ikutan terbelalak. Sampe ngiler.

"Uwaaaah? Gede buanget, neh! Gilaa ...! Tangkapan besar, nih! Elo hebat, Gaara!" Naruto menatapnya dengan mata berbinar-binar. Atau lebih tepatnya : menatap ikan dengan mata berkaca-kaca.

Gaara terdiam beberapa detik.

Sang Kazekage menghela nafas n tersenyum sejenak. Sebelum akhirnya menyodorkan sang ikan ke depan wajah Naruto. "Buat loe aja."

"Eh?" Naruto menatap Gaara, nggak yakin dengan apa yang didengarnya barusan. Gaara muterin bola matanya, males ngomong ulang. Dia meraih tangan kanan Naruto, n mengalihkan ikan tadi ke genggamannya. "Ini buat loe aja." Katanya, lalu bangkit. Mo kembali mancing. "Eh ? ta ... tapi ... " Naruto lari ke hadapan Gaara. "Elo kan belum makan seharian?" Ekspresi wajahnya nggak setuju.

"Tapi, gue nggak lebih laper dari elo."

Seolah ngedukung kalimat Gaara, perut Naruto-Kyuubi berbunyi lagi. Kali ini lebih nyaring dari yang sudah-sudah. Wajah Naruto jadi memerah. Gaara tertawa kecil. "Udah. Makan sana. Gue mau mancing lagi." Doi nepuk pundak sobat orangenya itu n kembali melangkah.

"Gaara ~ ... "

Ngedenger suara Naruto yang bergetar itu, Gaara ngelirik ke belakang. "Ap-. Eh?". Dia sweatdrop, ngeliat cowok pirang itu menangis haru ala Rock Lee.

"Elo ... emang sobat sejati gue, Gaara~ ... "

Gaara ngehela nafas lagi.

"Elo juga ... sobat sejati gue, Naruto. Kalo nggak karna elo, sekarang ini gue udah mati. Kalo cuma ikan segitu sih ... masih belum cukup gue pake buat ngebales budi ke elo. Udah, gak usah sungkan segala. Makan aja. Gue senang kalo liat elo senang."

Naruto ngapus air mata harunya, nyengir. "Kalo elo cewek, pasti udah gue cium! Thanks ya!" Doi berlari ke arah api unggun n beberapa tusukan kayu. Siap-siap mo manggang. Gaara mendengus, geleng-geleng senyum, ngeliat tingkah unik temennya yang bisa langsung pasang muka begitu habis nangis. Dia lalu kembali jalan ke tepi aliran sungai. Nyiapin umpan. Duduk di atas batu. Mancing.

... Sepuluh menit kemudian ...

Bau ikan bakar bikin Gaara yang udah terkantuk-kantuk ketiduran kembali bangun. "Mng …? Gue ketiduran, ya ...?" Dia mengucek-ngucek matanya pake tangan kiri. Yang kanan masih megang pancingan. Tiba-tiba setusuk ikan, setengah badan muncul di hadapannya. Kedua mata ngantuk Gaara mengerjap-ngerjap. Doi lalu ngedongak, ngeliat Naruto yang megangin ikan bakar tsb sambil berdiri di belakangnya. Si blonde itu nyengir. "Buat elo, nih." Tangan Naruto yang satunya megang ikan bakar yang setengahnya lagi, yang ini bagian badan sampe ekor. Sedangkan yang doi sodorkan ke Gaara adalah bagian badan ke kepala.

"Naruto?"

"Kita makan setengah-setengah. Lagian, ikannya juga gede banget. Ayo ambil."

"Tapi ... emangnya itu cukup buat elo n Kyuubi?" Gaara ngebiarin tangan itu menggantung.

"AMBIL, NGGAK? ATAU ELO MO GUE CEBURIN SEKARANG?" Ancam Kyuubi yang tiba-tiba muncul. Gaara kaget, n buru-buru ngangguk trus ngambil ikan yang disodorin. Siluman rubah tadi mendengus n menggigit daging ikan di tangannya. Gaara juga mulai makan, tapi lebih pelan. Dasar, kan dia nggak perlu pake ngancem segala?

Ngeliat kilas ekspresi Gaara yang keliatan rada cemberut itu, bikin Naruto jadi pengen ngomong. "Eh, Gaara. Tau nggak sih, kalo sebenarnya si Kyuubi yang ngasih ide buat setengahan ama elo." Celetuknya, nyengir.

"Ha?" Kalimat itu bikin Gaara kembali mendongak. Kyuubi langsung ngutuk Naruto dalam hati. Naruto cuma cekikikan."Eh! Gue bukannya peduli ama loe. Gue cuman nggak mau utang budi aja ke elo! Karna biar gimana juga, ini ikan hasil pancingan elo! Makanya, gue kasih setengah!" desah sang siluman rubah, sebal. Dia pun kembali menggigit ikan bakarnya, sambil balik badan. Gaara tersenyum singkat. Yah, pada dasarnya ...emang nggak ada makhluk yang benar-benar jahat, sih.

"Makasih ... "

"Nggak perlu. Gue cuma bales budi, koq."

"Biar begitu juga ... tetep makasih." Gaara menggigit ikan bakar di tangannya. Sementara tangan satunya masih megang pancingan. Gak lama kemudian, dia ngerasa beban di punggungnya bertambah. "He?" dia ngelirik ke belakang. Ternyata si Kyuubi ikutan duduk, adu punggung. "Awas. Kalo berani pindah n bikin gue jatoh." Ancamnya.

"Iya, iya, gezz~ ... ." Gaara kembali menegakkan punggungnya, duduk 90 derajat. Si Kyuubi masih nyander.

Lima menit kemudian, setelah ikan bakar keduanya habis, Kazekage muda tadi memecahkan kesunyian. "Koq elo milih duduk di sini? Bukannya di dekat api unggun yang lebih hangat?" tanyanya. "Che. Jangan samain badan gue sama badan loe yang lemah n gampang kedinginan itu ... " jawab makhluk tsb, males.

"Ugh, gue emang gak lebih kuat dari elo. Tapi, bukan berarti lemah. Gini-gini juga ... gue jarang sakit. Lagian, tolong usahain kalo ngomong tuh gak usah pake ngehina segala. Bisa kan ?" Gaara jadi kesal. Kyuubi cuma mendengus.

"Sebenarnya, dia lebih milih duduk di sini karna mo siap-siap ngebantuin elo narik ikan lagi kalo nanti dapet ... " ucap Naruto, bikin kekesalan Gaara berganti dengan keheranan. "Na-Ru-To!" suara Kyuubi, marah. Naruto ketawa. "Ahahaha! Si Kyuubi emang suka malu kalo berbuat baik, Gaara. Maklumin aja, ya? Dia sebenarnya pengen sobatan juga ama elo. Kayaq kita berdua. Cuman ... gengsinya ketinggian!"

Gaara bengong.

"DIEM LOE!" Tereak Kyuubi, marah-marah. Mukanya merah. Beban di punggung Gaara jadi bertambah lagi. "Heh! denger, ya!" Kali ini cowok bermata merah itu ngomong ke Gaara. "Yang Naruto omongin barusan tuh bohong! Jangan percaya!".

Bibir Gaara bergetar, nahan senyum ngeliat tingkah panik makhluk satu ini. Punggung Gaara juga jadi ikutan bergetar nahan tawa. Kyuubi yang duduk bersandar ngerasain hal itu. "Eh? Apa? Elo ngetawain gue?" Kyuubi menyodok pinggang kiri cowok itu pake siku. Mata Gaara terpicing, nahan nyeri. Tapi, mulutnya masih tetep nahan tawa. Dia lalu menggeleng. "Ng-Nggak." Bohongnya, sambil mengelus bagian yang kena sodok tadi. Kyuubi mendengus lagi. "N elo jangan percaya sama apa yang dibilang Naruto tadi."

"Iya. Iya ... "

"Eh? Gaara! Gue nggak bo'ong! Kyuubi iri aja sama hubungan kita! Dia juga sebenarnya pengen gabung, tuh! Terima, nggak?" (Naruto)

"Gue si nggak keberatan ... " (Gaara)

"Heh! Mantan Shukaku! Udah gue bilang dia tuh bo'ong! Gue nggak minat sobatan ama loe!" (Kyuubi)

"Ya, ya ... " (Gaara)

"Hey! yang bo'ong tuh Kyuubi, Gaara!" (Naruto)

"He-eh, he-eh ... " (Gaara)

"Enak aja! Dia tuh yang bo'ong! Bukan gue! (Kyuubi)

"Oke, oke ... " (Gaara).

Naruto n Kyuubi kembali ribut.

Diam-diam Gaara tersenyum.

.

"Oh, ya. Kyuubi." Tiba-tiba dia jadi pengen nanya, setelah pertengkaran keduanya udah rada reda.

"Hm ?" Kyuubi angkat alis.

"Soal elo yang bisa makan manusia itu ... " Gaara nelen ludah sejenak. " ... beneran, ya ?"

Kyuubi tersenyum penuh rahasia. "Menurut loe ?". jawabnya, gak jelas. Bikin Gaara jadi was-was. Sedangkan si Naruto nggak ngomong apa-apa, coz ketiduran.

KucingPerak

Keesokan paginya.

"Ayo, Orville. Loe pasti bisa. Kita coba sekali lagi, ya?" Gaara meletakkan si elang kecil di atas batu. Lalu doi mundur beberapa meter n berjongkok satu kaki. "Ayo." Jarinya dijentikkan satu kali. " ... terbang ke sini." Gaara menyodorkan kedua tangannya, seolah mo nangkep. Si elang rada ragu. Tadinya tuh burung udah nyoba berkali-kali, tetep gak bisa.

"Tenanglah, Orville. Gue pasti bakal nangkep elo sebelum jatuh. Oke ?"

Ngeliat Gaara beberapa jarak di hadapannya, bikin dia jadi pengen ke sana. Anak elang satu ini emang udah terlanjur sayang banget sama Gaara. Rasanya dia udah nganggep tuh cowok kayaq induknya aja. Kenapa? Mungkin karna Gaara selalu ngomong lembut ke dia, gak kayaq Kyuubi yang marah-marah or ngedumel gak jelas. Gaara ngasih dia makan yang banyak. Gaara juga tidur di dekatnya (takut si Kyuubi ngebuang diam-diam, sih !). Gaara juga 'nyelametin' dia dari ular kemarin. Pokoknya, buat dia: Gaara is my Papa. Bukan mama. Karna Gaara kan cowok?

Orville mengepakkan sayapnya perlahan.

Wajah Gaara mencerah. "Bagus. Terus coba."

Setelah mencoba yang berpuluh-puluh kalinya, baru lah elang tsb bisa terbang ke tangan Gaara tanpa Gaara musti maju untuk menangkapnya.

"Berhasil! Elo hebat, Orville! Gue bangga ama loe!" Gaara mendempetkan dahinya ke kepala sang elang, senang.

'DUAG!'

Tiba-tiba Kyuubi nendang punggungnya dari belakang, bikin Gaara n Orville jatoh. Untunglah si Kazekage tsb sempat ngeluarin alias ngelurusin kedua tangannya ke depan, sehingga si elang gak jatoh ketimpa badannya. Tapi, ini ngakibatin dadanya sakit kena bebatuan karna tangannya dipake buat ngelindungin hewan tsb.

Aduduh ... "A ... apa-apaan, si loe?" marah Gaara, mo bangkit. Tapi si Kyuubi menginjak punggungnya dengan satu kaki, bikin dia ketahan di sana. "Elo yang apaan si loe!" Kyuubi nambah tenaga di kakinya yang nginjak Gaara. "Apaan tuh 'Orville'?"

"Ugh, udah jelas, kan? ya namanya dia!" jawab Gaara, kesal. Sambil mengisyaratkan kalo elang kecil di tangannya itulah yang dimaksud.

"Bukan itu maksud gue! Tapi : kenapa elo ngasih dia nama padahal rencananya kan dia mo dibuang pagi ini, haaa ?"

"I ... itu ... "

"Elo ... sejak awal nggak niat ngebuang dia, ya?"

Gaara nggak ngejawab.

Kyuubi mengartikannya sebagai 'iya', n makin nambahin tenaga injakannya.

"Aaah! Kyuubi! Stop! Sakit, tau gak sih!"

"Ha! Kalo tau nggak sakit, gue gak bakal nginjak elo!"

"Sadar sama tenaga, dong! Gue manusia! Sakit banget, nih! Aduh!"

"Hahh? Knapa? Elo gak bisa ngelawan? Wah, gue nemu lagi nih kelemahan loe."

Gaara nggak ngebales kalimat itu. Emang sulit baginya buat nendang atau pun mukul dengan posisi ini.

Orville, si elang kecil yang ngeliat tuannya digituin jadi marah. Dia terbang n matuk kaki Kyuubi yang nginjak Gaara. Mata Kyuubi terpicing, sakit. Darah keluar dari 'lubang' kecil patukan itu. Hal ini bikin Naruto yang tadinya masih tidur jadi bangun. "Mngaah? Nghapaa?" gumamnya, gak terucap. Karna luarnya masih dalam wujud Kyuubi.

"Brengsek~ " Kyuubi mo ngencengkram Orville yang brada di dekat kakinya. "Jangan!" Gaara yang ngeliat dari balik bahunya panik.

Gerakan tangan Kyuubi terhenti. Kuku-kuku jarinya yang panjang berubah pendek. Otot-otot tubuhnya mengecil. Garis luka di wajahnya juga mengecil. Rambut pirangnya memendek. Mata merahnya berubah biru. Naruto muncul!

"Gaara!" seru Naruto, kaget dengan posisinya yang nginjak sobatnya sendiri. Dia buru-buru angkat kaki n ngejongkok, nyingkirin Orville sebentar ke sebelah, n ngebantu Gaara bangkit. "Sori, Gaara! Gue ketiduran. Gue nggak nyangka kalo dia nyiksa elo pagi-pagi."

"Naruto ...? Ugh!" Gaara ngerasa punggungnya sakit banget pas mo tegak. Naruto langsung menangkap kedua pundaknya. "Gaara! Kenapa?". Naruto panik.

"Kayaqnya ... punggung gue retak ... "

Naruto jadi geram. "Kyuubiiiiii~" Kyuubi yang ada dalam kepalanya cuman bersiul, seolah gak ada apa-apa. "Tega banget sih loe? Bukan gini caranya kalo mo sobatan ama orang, sadar nggak sih?"

"Gue emang gak mau sobatan ama dia, koq!"

"Bo'ong!"

"Che! Cuman tinggal disembuhin aja, kan? Gampang!" Kyuubi muncul ngegantiin Naruto. 'Mencegah lebih baik daripada mengobati' emang bukan semboyannya si Kyuubi. Ngeliat makhluk itu lagi, bikin Gaara jadi mo menjauh. Yah, itu reaksi yang wajar aja, sih, dari orang yang udah 'ditindas' beberapa kali.

"Mo ke mana loe?" Kyuubi mencengkram kedua pundak Gaara yang tadinya mo mundur, menjauh. "Punggung loe retak, kan?".

"Ng … Ngga-agh!"

Tepukan Kyuubi di punggungnya bikin Gaara kembali mengaduh. "Yak. Udah jelas bohongnya." Kyuubi memposisikan diri duduk di belakang kazekage. Gaara menghela nafas, udah tau apa yang mo disuruh Kyuubi. Dia pun ngebuka baju jubah merahnya sampe pinggang.

"Makanya ... udah gue bilang, lebih praktis loe pake kaos tanpa lengan kayaq gue aja. Jadi, nggak repot lepas pasang-lepas pasang kayaq gini ... ". ucap Kyuubi, sambil nempelin telapak tangannya yang memanas di punggung Gaara. Beberapa waktu di awal latihan dulu, Gaara mau aja ngikutin sarannya Kyuubi soal make kaos tsb. Tapi, setelah itu, dia nggak mau lagi.

Cowok berambut merah itu sekarang gak pake tereak-tereak lagi pas disembuhin. Dia udah mulai terbiasa. Walau tetep aja ngerasa super sakit bak dilelehin besi panas.

"Nggak. Gue ... lebih suka pake baju tertutup." Jawab Gaara, di tengah-tengah desisan nahan panas. "Kenapa? Disuruh Temari?" tebak Kyuubi, ngeledek. Yang ditanya diem. Nggak tau kenapa, diemnya Gaara kali ini terasa sebagai jawaban 'nggak' bagi siluman rubah tsb. "Kenapa?" tanyanya lagi.

Gaara gak jawab.

"Oey, knapa?"

"Plis, deh. Kali ini nggak tau juga nggak papa, kan " Doi males banget ngomongnya. "Gue mau tau." Jawab Kyuubi, ngotot. Gaara udah mau bohong ngejawabnya, tapi tau si Kyuubi ... dia jadi mikir dua kali. Si Kyuubi sering tau kalo dia bohong. Bisa-bisa dia diinjak lagi kalau ketahuan.

"Gue ... minder ... "

"Ha?"

"Gue minder!" ulang Gaara, sebal. "Udah cukup, kan?"

"Nggak. Sekarang gue mo tau, kenapa loe minder?"

Gaara udah ngeduga sih, kalau jawaban pendeknya barusan bakal nimbulin pertanyaan lagi. "Uh ... " dia ragu buat ngejawab. " ... itu karna ... ". Dia ngomong sambil masang bajunya lagi, n meraih Orville dengan kedua tangan. Kyuubi bangkit n duduk lagi, kali ini di hadapannya. "Karna apa?" tanya siluman tsb, penasaran. "Kyuu ... jangan paksa dia, dong." Tegur Naruto. "Ah! Diem aja lu!"

Gaara narik nafas sejenak sebelum akhirnya ngomong : "Gue minder ... sama otot-otot loe."

"Ha?"

... sunyi ...

Angin berhembus.

...sunyi lagi ...

"Hmph ... " Kyuubi tersenyum, sebelum akhirnya terbahak. "~Mpahahahahahahahahahhaahhh!"

Muka Gaara memerah, malu. "Jangan ketawa!"

Tapi si Kyuubi tetap aja ketawa sambil nepuk-nepuk lutut. Naruto juga nahan tawa di dalam.

"Cukup sudah." Gaara bangkit, mo pergi dari sana. "Wait, wait ... " Kyuubi yang masih duduk bersila, narik ujung jubah merahnya. Bikin langkah Gaara terhenti. "Jadi ... ceritanya sekarang elo minder, nih? Karna otot gue lebih gede dari elo?"

Gaara diam, sebelum akhirnya mengangguk pelan. "Gue tau kalo elo gak ada maksud pamer, tapi tetep aja gue-" belum habis kalimatnya, Kyuubi langsung motong. "Siapa bilang gue gak mau pamer?" katanya, sambil berdiri n pasang pose-pose ala binaraga mamerin otot. Sebenarnya otot-otot Kyuubi gak keliatan gede-gede banget sih. Tapi, masih lebih gede dari Naruto. N punya Naruto juga masih lebih gede dari Gaara. Yah, kira-kira otot Kyuubi segede otot Neji atau Sasuke. Tapi, tentu aja tenaganya gak bisa dibandingin ama mereka. Dia lebih kuat, gitu loh. Namanya juga siluman ...

Ngeliat itu, Gaara jadi dongkol. Dia pengen banget nonjok nih cowok. Tapi, tau dia bakal dapat balasan yang berkali-kali lipat kalau hal itu dilakuin, bikin Gaara jadi urung.

"Itu tandanya elo jarang ngegunain otot loe ... " kata Kyuubi, ambil posisi normal. "Apa boleh buat, kan? Kerjaan Kazekage emang nggak banyak ngegunain otot. Lebih banyak otak." Sahut Gaara, kecil. "So ... " Kyuubi memiringkan kepalanya, menghadap wajah Gaara yang tertunduk. " ... elo pengen punya otot kayaq gue?"

Cowok berambut merah tsb mengangguk dua kali, cepet. Doi jadi semangat. Kyuubi jadi menyeringai usil ngeliatnya. "Hehe ... nggak usssah, yaaa~ ... " ledeknya, bikin Gaara kembali dongkol.

Naruto muncul sambil nggeleng-geleng kepala. "Tenang Gaara. Ntar lama-lama juga ... badan loe bakal berotot. Soalnya sekarang kan elo selalu rutin pemanasan tiap pagi? Trutama push-up, tuh. Yang bikin otot lengan makin gede. Tapi, gak bisa instan sih. Kan perlu proses?" hiburnya, nepuk bahu sobatnya tsb. Gaara tersenyum. "Thanks, Naruto. Tumben omongan loe kedengaran pinter."

"Mmakkssudd lloe?" geram Naruto, main-main. Gaara ketawa.

"Oke. Oke. Sekarang saatnya kita lakuin hal yang udah seharusnya." Kyuubi menginterupsi, muncul sambil bertepuk tangan dua kali. "Yang udah seharusnya?" ulang Gaara. Kyuubi nunjuk elang kecil di tangan cowok itu. " ... ngembaliin dia ke sarang."

"Errrh ... " Gaara terlihat gelisah. "Nggak sarapan dulu?"

"Loe mo nyari alasan?" Kyuubi merebut burung itu dari tangannya. Hewan itu berteriak nyaring n matukin tangan Kyuubi yg mencengkramnya. "Orville!" Gaara mo ngerebutnya kembali, tapi dahinya didorong sama Kyuubi. "Balikin dia paling cuman sebentar. Ayo." Kyuubi jalan duluan menuju hutan. "Tunggu!" Gaara yang lagi mijit dahi, mulai mengejarnya. "Biar gue aja yang megangin dia."

"Nggak. Ntar jalan loe jadi lambat."

"Kyuubi, please. Pegangan loe nyakitin Orville."

"Bodo'."

"Kyuubi!"

Langkah Kyuubi terhenti, dia berbalik. Tapi, kali ini Gaara berhadapan dengan Naruto. "Ini." Cowok pirang beramata biru itu nyerahin si elang ke Gaara. Kazekage tsb langsung menerimanya dengan senang hati. "Maaf, ya? Kyuubi emang suka kasar." Gaara jadi lega ngeliat Naruto. Mereka berdua kembali melangkah. Kali ini bersebelahan.

"Jadi ... namanya Orville, ya?" Naruto mengelus kepala elang tsb. Kayaqnya hewan itu bisa ngebedain antara Kyuubi n Naruto. Coz, dia diem aja pas Naruto pegang-pegang. Kalo si Kyuubi yang pegang, dia sih bakal langsung matukin. "Nama yang unik. Kenapa loe kasih dia nama itu?"

"Karna dulu gue pernah miara burung. Burung nuri. N gue kasih nama Wilbur. Makanya ... sekarang ini dia gue kasih nama Orville."

"Hubungannya?" Naruto kliatan bingung.

"Wilbur n Orville itu kan nama yang gue ambil dari Wright bersaudara ? Kakak beradik yang nyiptain pesawat terbang bersayap pertama itu, lho. Wilbur, si kakak lebih tua empat tahun dari Orville. Sebenarnya mereka berdua masih punya satu lagi adik cewek yang tiga tahun di bawah Orville. Tapi, dia gak ikut terlibat nemu pesawat tsb."

"Halah! Gue nggak peduli. Mo Orville, mo Orgil, toh dia bakalan dibuang juga." Kyuubi muncul, bikin Gaara jadi tertunduk sedih, sambil ngeliatain elang di tangannya. Sebenernya n sesungguhnya plus faktanya, doi gak mau banget ngebuang alias balikin Orville ke sarang!

"Oh, ya. Ngomong-ngomong soal nama ... " Gaara ngalihin topik. "... nama loe siapa, Kyuubi?" tanyanya, bikin kening Kyuubi berkedut. Ingat sesuatu yang bikin gak nyaman. Tanpa tau itu, Gaara masih nanya. "'Kyuubi' itu ... julukan, kan? Kayaq 'Ichibi'nya Shukaku."

Kyuubi nggak njawab.

"Kyuubi emang punya nama, koq, Gaara. Tapi, dia ngelarang gue manggil pake namanya." Naruto yang jawab. Gaara menatapnya heran. "Bisa diam nggak sih?" Kyuubi kembali muncul. "Kenapa? loe gak suka sama nama asli loe?" tanya Gaara. Siluman tsb buang muka sambil ber-huh kesal.

"Ah, pasti karna nama loe kayaq cewek, ya? Gue pernah baca di catatan sejarah rahasia. Kalau nama legendanya Kyuubi, sang rubah berekor sembilan, adalah 'Yoko', Kyuubi no Yoko. Yoko si ekor sembilan." tebak Gaara, ngacungin jari.

"Yoko itu nama nyokap gue!" sergah Kyuubi. Bikin Gaara rada kaget. Siluman tadi mempercepat langkahnya. Gaara ngejar. "Gitu, ya? Jadi, nama loe siapa?" tanyanya, penasaran. "Nggak bakal gue kasih tau!" Jawab Kyuubi, ketus. "Kenapa?" kayaqnya kekeraskepalaan n rasa penasarannya Kyuubi udah nular ke Gaara, nih.

"Karna gue nggak mau ada yang manggil gue dengan nama itu !"

"Kenapa ?"

"Grrh ... " Kyuubi menggeram kesal. Dia berhenti n berbalik, ngadep tuh cowok hidup penasaran. Gaara langsung ngerem langkahnya. "Jangan tanya gue soal itu lagi, atau-."

"Namanya Ryuu!" serobot Naruto.

Ryuu? nama yang normal buat cowok, koq. Kenapa dia nggak suka?. Gaara jadi heran.

Kyuubi langsung ngambil alih tubuh Naruto n nyundulin dahinya sendiri ke batang pohon di sebelah.

'DUAG!'

"Awaduh !" Naruto tereak sakit di dalam. Kyuubi juga ngerasa sakit, tapi gak sesakit yang dirasain Naruto.

"Oi, oi!" Gaara narik bahu Kyuubi pake satu tangan (yang satunya buat megangin Orville), mo ngejauhin dia dari batang pohon supaya nggak nyundulin kepala lagi. "Kenapa si loe? Kasian Naruto, kan?" Gaara jadi makin keheranan. "Che ... " Kyuubi jadi teringat sama percakapannya dengan orang yang dibencinya sekarang, waktu dia masih innocent ...

...

"Ryu itu nama yang keren, lho. Aku suka."

"Oh ya?"

"Yep! Ryu kan artinya naga? Naga adalah hewan terkuat di dunia. Nggak ada yang bisa ngalahin mereka."

"Terkuat di dunia? Hebat! Gue pengen liat!"

"Hahahaha! Nggak mungkin. Sekarang naga sudah punah. Karna meteor yang jatuh ke bumi berjuta-juta tahu yang lalu. Jauh sebelum siluman n manusia hidup."

"Yahh, payah ... "

"Jangan sewot gitu ... . Kamu lebih cocok kalo senyum, Kyuubi no Ryuu."

...

"Kyuubi?" Gaara ngibasin tangannya di depan wajah Kyuubi yang tiba-tiba terdiam kayaq patung. "Ryuu?" panggilnya lagi. Bikin siluman tsb tersentak sadar n melotot. Doi merenggut baju merah Gaara di dada. Kepalanya maju cepat, sampe dahi mereka kejedug.

'DUG!'

"Aduh!" Gaara ngerasain dahinya sakit, tapi kayaqnya Kyuubi sama sekali nggak ngerasa nyeri. Padahal udah kejedug dua kali.

"Denger, ya? Jangan-Pernah-Manggil-Gue-Dengan-Nama-Itu. Ngerti?" suaranya terdengar berat, ngancem, n serem. Dia juga bisa ngerasain nafas Kyuubi yang mendengus marah di telinganya. Gaara cuman bisa nelen ludah, takut, lalu mengangguk-angguk cepet, tiba-tiba jadi nggak bisa ngomong.

"Bagus." Kyuubi mendorongnya, kasar. Lalu kembali nerusin langkah. Gaara mengatur nafas sejenak sebelum nyusul.

Perjalanan sunyi.

Cuma ada suara angin yang berdesir.

N suara kicauan pagi burung-burung hutan.

"Umm ... kenapa ... loe nggak mau dipanggil dengan nama loe, Kyuubi?" tanya Gaara, setelah dari tadi gak ngomong apa-apa. Bikin langkah Kyuubi kembali terhenti.

Kazekage tadi langsung tersentak panik. Mengutuk kebodohannya yang nanyain hal yang bikin Kyuubi jadi sebal. "Ma ... maaf. Lupain aja pertanyaan gue barusan. Nggak usah dija-"

"Karena itu adalah nama yang disukainya." Potong Kyuubi, masih natap lurus, membelakangi Gaara. "Eh?" Gaara berhenti panik. Disukainya? Siapa?. Siluman bermata merah itu meliriknya dari balik bahu. "Apa pun yang orang itu suka, gue benci." Sambungnya, lalu nerusin langkah. Orang itu ? Gaara jadi pengen nanya lagi. Tapi, karna keliatannya Kyuubi gak mau ngomong lebih jauh, akhirnya dia mutusin buat nunda pertanyaan tadi buat nanti. Sedangkan Naruto yang udah tau penyebabnya n siapa 'orang itu', cuma bisa diem. Ngerasa bersalah juga.

"Oey! Buruan sini! Elo yang tau sarangnya, kan?" bentak Kyuubi, nyadarin Gaara yang tadinya melamun. "I ... iya!" sahut cowok itu, nyusul.

.

.

BY (Bersambung Yay !)


KP: Sebenarnya aku dah lama mikir, kalo Kyuubi tuh bukan nama. Jadi, akhirnya aku mutusin ngasih nama ke dia, deh. Sori, buat yang gak setuju. Tapi, aku sendiri lebih enakan manggil dia dengan 'Kyuubi'. Udah biasa, sih!

Soal naga ... di sini, makhluk itu kayaq dinosaurus di dunia kita. Jadi udah punah ...

Oh, kurasa kalian udah pada bisa nebak soal 'orang itu' yang dibilang Kyuubi. Hehe... nggak usah kutulis segala, kan?

Eh, eh, mo nanya nih. Menurut kalian ... cewek yang cocok buat Gaara tuh siapa, ya? Cewek yang di dalam Naruto series, lho! Bukan u-u yang mo ngejadiin dia suami!. Kasian Gaara tuh, dikejar-kejar polisi karna dilaporin diam-diam selingkuh. Padahal kan nggak ...

Gaara: Eh! Gue nikah aja belum pernah!

KP: Kalau bisa ... jangan Hinata, ya ? nggak tau knapa aku gak suka kalo tuh cewek jadian sama cowok selain Naruto. (Ye ! curang !).

Sebagai penutup nih ... kuucapkan selamat masuk sekolah kembali bagi u-u yang masih sekolahan. Hehe ... liburanku sekarang sih lebih panjang dari u-u yg SMP-SMA. Coz, aku kan udah mahasiswa ! Maha, gitu loh !

Naruto : Bo'ong ! jurusan apa loe ?

KP : Jurusan yang bikin psikopat makin pinter ngeles ... (*evil grin*)

KyuuGaaNaru : (*merinding*) Gue jadi gak mau nanya lebih jauh ~


Balesan Review :


To FairoNeko : Kyuubi keren tapi kejam ? Hmm ... hari gini kayaqnya lagi musim, ya ? cowok kejam yang keren ... ? (*manggut-manggut*)

Shukaku : Serius, loe ? Makhluk kasar n gak fashionable kayaq gitu dibilang keren ? Masih kerenan gue dong ! Iya, nggak ?

... (*nggak ada yang njawab*) ...

Shukaku : (*twitch*) Oey ! Iya, nggak !

KP: next !


To Hiru-san : Yea ! Betul banget, tuh ! Si Itachi emang SGM, Sinting Gila Miring di sini. Tapi, sebenarnya dia juga jenius, lho. Dalam hal-hal tertentu ... . yah, walau pun masih rada pikun sama wujud adeknya sendiri ...

Itachi : Gue nggak pikun, gue punya ingatan fotografis.

KP: Iya, iya ... saking fotografisnya, yang dia ingat cuman wujud Sasuke kecil waktu dia tinggalin, sampe2 gak terima pas Sasuke yang gede dateng ...


To UchihaYuki-chan : Eh ? Emang aku nulisnya di situ 'Kyuubi', ya ? Wah, sori. Salah ketik ! Hehe !

Soal 'kalo semua orang udah dibunuh, gak bisa disebut nyuri' ... hmm, mungkin bener juga ... . Lalu yang bener apa, ya ?

Gaara : Kalo gitu namanya 'ngerampok'.

Kyuubi : Salah. Yang bener tuh 'nyolong'.

Naruto : Bukan. Yang betul 'ngejambret'

KyuuGaa : Itu sih udah jelas salah !

KP: ya, ya ... apa pun itu, artinya sama aja, yaitu : ngambil yang bukan haknya.

Hey, hey, Yuki-chan ... u juga salah ketik tuh~ 'Dia kan udah jadi partner yang cocok ama kyubi!' Tobi koq bisa jadi partneran sama Kyuubi ? Wah, kyubi yg u maksud di situ tuh sebenarnya 'Shukaku', kan ? Hore ! sama-sama salah ! Hehe !

Wah, wah. Kayaqnya u benci banget ama Shukaku, ya ? sampe lebih milih nulis nama Kyuubi daripada nama dia ...

Shukaku : Apa bagusnya makhluk kasar itu !

Kyuubi : Heh. Gue kan keren, gitu loh.

Shukaku : Gue kan juga keren ?

Kyuubi : Tapi masih kerenan gue. Lagian, gue lebih kuat dari loe ...

Shukaku : Grrrh ~ siapa yang lebih keren itu masalah selera !

KP: Ya, ya ... (*nepuk2 bahu Shukaku) Yuki-chan emang fansnya Kyuubi, Shu. Maklumin, oke ? Aku aja yang author fanfic ini gak dianggap ... huks ~

Eh, Gaara nguburin tulang2 burung di chapter 9 bukan berarti karna dia penyayang binatang, lho. Toh, dia tega juga makan ikan ...

(Orang yang makan ikan bukan berarti bukan penyayang binatang !) Suara siapa tuh ?

Gaara : Ya kan gak etis aja kalo naroh burung di deket tulang burung ? Emangnya loe mau ditaruh di deket tulang manusia ?

KP: Itu sih bukannya gak etis lagi ! Tapi ngeri !

Oh, makasih atas info soal Venus flytrapnya, Heheh. Walau aku lebih milih nyebut daun penjepitnya Zetsu itu sebagai 'jepitan maut'

Cerpelai itu kain yang dipake buat ngecover bed ? Itu sih, seprei, non ! Cerpelai itu artinya kan pengantin ...

Kyuubi : Ahou ! Itu sih 'mempelai' ! Elo lupa sama apa yang udah loe tulis sendiri !

Airi the Soga : Wah, ini nih. Shu ! Ada yang suka ama u !

Shukaku : Bener ? Wah, akhirnya ada juga manusia yang nyadar dengan sesuatu yang bener-bener disebut keren di sini. Heh ... (*menyibakkan polem* Polem = Poni Lempar).

KP:Tapi, katanya masih kerenan Gaara, tuh !

Shukaku : ... (*membatu, diem*) ...

Gaara : Hai, Shu. Ngapain loe ? main patung-patungan ? (*baru dateng*)

Shukaku : Gaara ! (*langsung kembali normal n meluk-meluk Gaara*) Kalo buat elo, gue rela nyerahin tittle keren gue ! Elo kan anak didik gue ? Gue relaaa !

Gaara : Apaan si nih ? (*gak ngerti*)

KP:(*sweatdrop*) Yak ! Next !


To Avykuro Sabaku : Heee ? mau tau nama asliku ? wah, wah, apa yaaa ... ?

Naruto : Koq elo kayaq orang bingung gitu sih ngejawabnya ?

KP: Habis ... aku punya banyak nama ... humm ... yang mana, ya, nama asliku ... ?

Soal nama asliku, maaf gak bisa kukasih tau. Soalnya ntar ditulis sama Light di DeathNote (*dijitak*) . Bukan, sekarang ini ada yang mengincarku, jadi aku gak bisa sembarangan ngasih tau. Heheh ! (beneran ada yang ngincer, lho ! tapi bukan karna ngefans, tapi karna marah ! :0 ).

Gaara : Elo suka usil, sih !

KP: Yah, namanya juga bercanda ...

Soal review ... Ah sorry ! Aku emang udah ada ngereview fanfic2 koq. Tapi, kayaqnya giliran Avy belum nyampe. Heheh ! Sori, ya ? Pasti kureview, koq. Apalagi kalau ada Gaaranya. Yey !


To Omoidani : Ow ... Dani-san ... kayaqnya tiap kali ganti nama, ya ? heheh. Walau tetep nyangkutin nama asli. Bagus itu ! Jati diri emang harus dipertahankan ! Jangan sampe dibuang-buang atau disembunyikan ! Mari tunjukkan dengan bangga !

KyuuGaaNaru : Halah ! Elo gak pantas ngomong kayaq gitu !

KP: Eh, iya. Di sini Itachi bukannya gak berperasaan lho. Buktinya dia pernah hampir ngebunuh Deidara yang nginjak buku kesayangannya. Artinya dia masih punya perasaan sayang, kan ?

Gaara : Gila ... elo ngeliat dari sisi bukunya ? Liat dari sisi Deidaranya, dong !

KP: Shukaku kesiksa ama Tobi ? Yup. Btul ! meski sang pelaku sendiri gak ngerasa gitu. Kalo, si Gaara lebih kesiksa secara fisik, Shukaku lebih kesiksa secara mental ! Haha !

ShuGaa : Ada dendam apa loe ama kami ?

KP:Nggak ada. Aku cuma suka aja sama kalian berdua. Oh, ya ... soal Minato ... sayang sih. Aku udah terlanjur nulis dia wafat di sini. Padahal aku suka tuh dia. Hmm ... mungkin bakal kutulis dia di fanfic ku yang lain.

Iya, Kyuubi emang kejem nyuruh anak orang nyuciin bajunya dia. Udah gitu yang disuruh seorang kazekage dari putranya kazekage, lagi ! Coba ! Apa ada yang lebih keterlaluan dari itu ? Haaa ? Bayangkan ! Bayangkan ! (*dramatis*)

Gaara : Elo yang nulis lebih keterlaluan !

KP: Yak ! Shukaku emang cerewet, n rada narsis ! Tapi, bukan berarti suka dandan, lho. Dia cuman gak suka kusut, gak suka kotor, gak suka berantakan, gak suka bau, gak suka norak, dll. Banyak yang nggak dia suka. Tapi, yang paling dia sukain ya Gaara. Buktinya di sini dia sayang banget ma Gaara, kan ? Aku juga sayang banget sama Gaara. (*natap action figure Gaara dengan mata berbinar-binar*). Gaara kereen ... . Aku jadi pengen liat u nangis, Gaaraa ...

Gaara : Nangis ? R u insane ? Lagian, koq tau-tau bisa ke situ, si ?

KP: Gak tau, nih ... Aku lagi suka sama cowok nangis. Tapi, bukan yang sesenggukan kayaq cewek itu, loh ! Aku suka yang tipe 'silent-tears'. Cowok yg nangis dalam diam. Sedikit bersuara boleh, lah ... . Tapi jangan sampe meraung atau ingusan !. Cowok yang air matanya keluar diam-diam itu terlihat ... 'manis' di mataku !

Kalo dikira-kira ... elo termasuk tipe cowok yang silent tears, Gaara

Gaara : Siapa yang nanya soal tipe tangisan kesukaan elo ! n Gue Gak Sudi Dibikin Nangis.

KP: Tenang, tenang. U udah kubikin kacau n rada gak cool daripada versi aslinya. Aku gak sekejam itu sampe tega ngebikin u jadi cengeng juga. Tapi ... sesekali nangis, boleh dong ...

Gaara : NGGAK. (*Super Death Glare*)

KP: Iya, iya, nggak jadi deh ... serem amat ~... tapi keren, sih ... XD


KP: See u next chappie ! .Oiya, promosi nih ... coba baca juga fanfic Narutoku yang terbaru : Hero apa Heroine ?

Di situ juga ada Kyuubi juga,lho. (n tentu aja ada Gaara! Always).