Halo gaes, Leia minta maaf sedikit lama ngasih chapter ini.

Warning: Fang x BoboiboyDont like, dont read

Enjoy~~~

Malam, sudah jam 12 malam, Fang dan Kaizo masih bermain kartu hingga mata mereka berkantung.

"Kali ini aku tidak akan kalah..." Fang menyerahkan kartunya agar Kaizo dapat mengambil salah satu dari kartunya.

"Heh, kau mulai berani melawanku ya, tapi..." Kaizo menarik salah satu kartu Fang dan...

"Hahahaha, menang lagi!!!" Kaizo langsung melemparkan kartunya.

"Tidak adil, ayo main sekali lagi!" Fang tidak bisa tidur jika dirinya tidak menang.

"Ini sudah tengah malam lo" Fang mendekati kakaknya dan melihat iris kakaknya yang sama dengan irisnya tersebut.

"Na, napa Pang?" Kaizo sedikit heran karena Fang tidak seperti biasanya yang selalu menjauh dari kakaknya yang menyebalkan tersebut.

"Bang, pas drama tadi kenapa abang mendadak datang? Untung teman sekelas tidak curiga" Fang menyipitkan matanya.

"Hahaha, sesekali aku ikut soalnya males banget di toko sendirian" Kaizo malah tertawa. Fang langsung berdiri sambil menghelahkan napasnya dan masuk ke dalam kamarnya.

"Aku mau tidur, sesekali abang yang bersihkan ya" Fang kembali ke atas kasurnya sambil melihat langit-langit kamarnya.

'Waktu drama tadi, sepertinya abang serius mengatakan kalimat itu, apa aku relakan saja cintaku?' Kaizo mendadak datang sambil menatap wajah Fang dari atas.

"Woi Pang--"

"WHAT THE--"

BLETAK!!!

Fang langsung berdiri dari kasurnya, tapi naas keningnya tertabrak oleh kepala sang kakak dan menyebabkan rasa sakit yang lumayan.

"A, aduh duh, kenapa sih bang?" Fang masih menyentuh kepalanya yang terasa sakit.

"Sory sory, aku cuman mau tanya, besok kau sekolah tidak?" Kaizo memberikan pertanyaan yang basi.

"Tentu lah aku sekolah"

"Bukannya besok kita mau ke makam?"

"Eh?... makam?.." 1menit, 2 menit, 5 menit, 10 menit, hingga 15 menit, akhirnya Fang ingat.

"What? Oh ya besok peringatan kematian orang tua kita ya? 'Aku padahal sudah mengajak Boboiboy ke festival besok, gimana nih?'" Fang berpikir keras untuk menemukan jalan keluar, tapi al hasil...

...

...

...

For: Boboiboy

Maaf Boboiboy, aku tidak bisa datang ke sekolah karena ada urusan, maaf

Fang

"...ini mimpi kan?" Boboiboy terus menucek matanya, Fang bukan tipe orang yang sering izin, bahkan Fang tidak pernah izin saat ia SMP kelas 9 kemarin. Handphone Boboiboy langsung terjatuh dari tangannya. Boboiboy langsung mengambil seragamnya dan mempercepat gerakannya. Ia langsung berlari keluar dari kamarnya dan pergi dari rumah ke toko Tok Aba. Saat ia sampai, sesuai dugaan...

"Kapal angkasa bang Kaizo tidak ada..." hilang sudah tenaga Boboiboy, dengan lemas Boboiboy berjalan mendekati ocobot yang sibuk menyiapkan minuman.

"Ocobot? Kau tau kemana bang Kaizo dan Fang?" Boboiboy langsung bertanya tanpa memberikan sapaan pagi.

"Baru pagi sudah tergesa-gesa, bang Kaizo dan Fang sudah pergi pagi2 banget sekitar jam 5 pagi entah kemana" Boboiboy langsung terduduk lemas.

"'Tidak seperti biasanya mereka pergi tanpa alasan' ya sudah aku mau berangkat" Boboiboy mengambil selembar roti dan pergi ke sekolah sambil mengunyahnya dijalan.

Disekolah, Boboiboy hanya berjalan bersama Gopal yang hanya terpikir dengan makanan.

"Fang tidak seperti biasanya pergi tanpa alasan, padahal dia jarang izin" Boboiboy masih berpikir keras tentang Fang.

"Aku saja tidak tau, pas kelas 9 dia juga hanya izin dua kali, waktu dia sakit sama ada urusan keluarga" mendengar kalimat Gopal, Boboiboy langsung teringat.

"jangan-jangan..."

Waktu kelas 9 SMP...

"Fang, kenapa besok kau tidak masuk sekolah?" Boboiboy berjalan dibelakang Fang yang ingin pulang ke rumahnya.

"Karena besokhari peringatan orang tuaku yang sudah meninggal, tepatnya tanggal 19 Oktober"

Flask back off..

" 'waktu itu bang Kaizo juga datang kesini' Gopal, sekarang tanggal berapa?"

"Hari ini 19 Oktober" Boboiboy hanya bersikap tenang walau dikepalanya selalu terpikir dengan lelaki berkacamata itu.

'Fang... kenapa dia tidak memberitahuku tentang hal itu?'

Di planet lain yang sangat jauh dari bumi, Fang duduk dihadapan makam orang tuannya sambil menatap diam.

"Ibu, ayah, kuharap kalian tenang disana" Fang menaruh bunga berwarna kuning diatas makam orang tuannya. Sementara itu Kaizo menunggu Fang didepan gerbang pemakaman.

"Ano... ibu dan ayah, aku sepertinya masih jatuh cinta dengan orang yang sama yang kuceritakan tahun kemarin, namanya Boboiboy, perasaanku masih belum luput karena hanya Boboiboy orang yang pertama menganggapku sebagai temannya, tapi...bang Kaizo sebenarnya juga menyukai Boboiboy, dan dia menyuruhku untuk mendapatkan Boboiboy. Entah kenapa aku jadi merasa bersalah, hehehe...soalnya...aku juga ingin sesekali mengalah kepada abang...maaf aku bicara terlalu banyak, dah ibu, ayah, tahun depan aku bakal datang lagi, tunggulah ceritaku selanjutnya ya" Fang berdiri dari posisinya dan pergi keluar dari pekarangan.

(Tegar sekali dirimu mas ;-;)

"Lumayan lama ya, apa yang kau ceritakan ke ibu dan ayah?" Kaizo memulai pembicaraannya.

"... tidak ada, hanya tentang sekolah saja, ayo pulang"

...

...

Sorenya, Boboiboy yang merenung didalam kamarnya tiba-tiba melihat kapal angkasa Kaizo mendarat. Dengan cepat Boboiboy keluar dari kamarnya dan pergi ke toko.

"Hah, akhirnya selesa--..ii..." Fang baru saja ingin mengangkat tangannya tapi ia langsung melihat Boboiboy yang berdiri dihadapannya dengan wajah penuh amarah yang membuat Fang langsung ketakutan dan melambai-lambai kecil.

"Bo, Boboiboy, ma, maaf aku membatalkannya, aku tidak sengaja lupa, maaf, maaf!" Boboiboy berjalan selangkah demi selangkah, Fanh sudah menutupi matanya dan siap mendapatkan ocehan keras dari Boboiboy.

"Dasar bodo!" Di luar ekspetasi, Boboiboy memeluk kuat tubuh Fang. Wajah Boboiboy langsung berubah dan menjadi tatapan sedih.

"Kenapa kau tidak memberitahu kalau hari ini hari pemakaman hah? Aku juga tidak akan marah kalau kau membantalkannya" Fang langsung tersenyum sambil mengusuk kepala Boboiboy.

"Maaf maaf, aku tidak mau berbagi kesedihan kepadamu" Fang mengatakannya dengan sedih.

"Bukan seperti itu yang aku mau! Seharusnya sebagai teman, aku juga harus merasakan kesedihanmu juga, dasar kacamata tengik!" Boboiboy malah menghina Fang.

"Kacamata tengik? Ya sudahlah, ini juga salahku" mendadak Kaizo melambai kecil sambil turun dari kapal angkasanya.

"Wah, wah, sepertinya Boboiboy menemukan kembali pangerannya" mendengar kalimat Kaizo, Fang dan Boboiboy serentak melepaskan pelukannya.

"*blush*Siapa juga yang mau pelukan? Amit dah" Boboiboy langsung memegang pundaknya yang tidak terasa pegal.

"*blush* Hah? Siapa yang pertama kali mulai hah? Dasar bodo!" Fang seperti biasa selalu menyilang tangannya sambil membuang muka dari hadapan Boboiboy.

"APA??!!??" Kaizo hanya tertawa melihat mereka berdua yang tidak bisa akur dan tidak dapat jujur satu sama lain.

Tbc

Mataku sudah berkantung~~~

Indo*mie ku sudah habis~~

Nunggu hasil ujian~~

Bokek~~

Nasib~~~

Pembaca: lagu macam apa ini??

Ya maaf maaf, chapter selanjutnya bakal makin seru, terus cek update ya! Thank yang sudah reviews, 1 review dari kalian sangat bermakna, bye~~