part 11 : Aku akan membawanya pulang, Aku janji


Let's Stop Being Friends

cast : Oh Sehun, Xi Luhan and others

Rated : T-M

Boy and Boy Love

DLDR!


.

.

.

.

"Sehunnie sudah datang?" Tanya Luhan berdiri dan menghampiri Sehun

"Hmm...maaf aku lama, dari banyak tempat kenapa tempat ini? Aku lupa jalan sayang" tanya Sehun membawa Luhan ke pelukannya

"Kau tidak apa-apa?" Tanya Sehun

"Aku punya fans kau tahu" kikik Luhan senang

"Lalu? Apa kau mau jadi seperti Kyungsoo?" Tanya Sehun

"Memang boleh?" Goda Luhan

"Tidak" balas Sehun cepat

"Kau akan banyak saingan jika aku jadi artis" kikik Luhan

"Aku tetap yang akan kau pilih" ucap Sehun mengeratkan pelukannya pada Luhan

"Kau benar. Aku tidak bisa melihat pria setampan dan seseksi selain dirimu didunia ini" kekeh Luhan membalas pelukan Sehun

Mereka saling terdiam sampai Luhan merasakan kembali ponselnya bergetar, dan lagi, ia merasakan kecemasan luar biasa jika tidak segera mengangkatnya. Tapi dia tidak mau Sehun berurusan dengan Kang sialan itu

"Kau kenapa diam saja?" Tanya Sehun

Mereka sekarang sedang berada di dalam mobil menuju tempat Kai dan Kyungsoo. Luhan sudah minta diantar pulang tapi Sehun bersikeras kembali ke kafe karena Luhan belum makan

"Tidak apa sayang" jawab Luhan tersenyum, sebenarnya pikirannya tertuju pada ponselnya yang terus bergetar, dia takut jika tidak segera mengangkatnya eommanya akan diganggu

"Hmm Sehunnie" panggil Luhan

"Apa manis?" Tanya Sehun

"Aku pinjam ponselmu, ponselku mati, aku ingin telpon eomma" kata Luhan ingin memastikan keadaan ibunya

"Ini sayang. Pakailah"

Tak lama Sehun memberikan ponselnya, Luhan segera menelpon Heechul

"Eommaa..ini aku" kata Luhan lega saat Heechul mengangkat telponnya

"Eomma dimana?" Tanya Luhan

"Syukurlah kalau sudah dirumah. Eomma aku akan segera pulang, jangan lupa kunci pintu dan segera tidur" kata Luhan panik

"Eommaa!" Kesal Luhan karena sepertinya heechul akan pergi keluar lagi

"Hmm... Awas kalau eomma keluar rumah. Aku tutup telponnya, dah eomma" Luhan menutup ponselnya

"Ini sayang terimakasih" Luhan memberikan ponselnya pada Sehun

"Kau kenapa terlihat cemas" tanya Sehun

"A-aniya. Aku memang selalu seperti itu jika meninggalkan eomma sendirian" elak Luhan

"Yasudah jangan terlalu khawatir hmm" kata Sehun mengacak rambut Luhan ssayang.

..

..

..

"Apa kau ingin memesan sesuatu?" Tanya Kai yang melihat Kyungsoo sangat panik menunggu Luhan

"Nanti saja. Kai, apa benar Sehun sudah bersama Luhan?" Tanya Kyungsoo

"Sudah Kyung. Sehun sangat cepat jika berkaitan dengan Luhan" kata Kai mengusap rambut Kyungsoo

"Semoga mereka baik-baik saja" ucap Kyungsoo khawatir

"Kau tidak bersama Baekhyun?" Tanya Kai mengalihkan perhatian Kyungsoo dari Luhan

"Aku tidak selalu berdua dengannya. Kami kadang memiliki privasi kami sendiri" jawab Kyungsoo tersenyum

"Suaramu sangat bagus" puji Kai

"Memangnya kau mendengarkan laguku?" Selidik Kyungsoo

"Kadang. Kau tahu mereka memutarnya dimana-mana. Di kafe, di radio. Aku bahkan menyerah untuk tutup telinga" kekeh Kai

"Sebentar, aku suka lagumu yang ini" kata Kai yang mensearching lagu Kyungsoo di ponselnya

Tapi matanya lebih tertarik pada berita yang muncul di dispatch dengan judul "Skandal DO. Kyungsoo dengan produser musiknya terkuak"

Disana menampilkan Kyungsoo yang sepertinya sedang berciuman dengan produser musiknya,

Kai yang melihatnya kembali tersulut, tangannya bergetar sampai tidak tahu lagi harus bertanya pada Kyungsoo atau tidak

"Apa ini benar?" Tanya Kai dingin

"Apa yang benar Kai?" Tanya Kyungsoo bingung

"Apa benar kau dan produsermu terlibat skandal?" Teriak Kai dan pengunjung lain memperhatikan

"A-aku bisa jelaskan Kai" gumam Kyungsoo takut

"Sial. Tidak seharusnya aku disini" geram Kai meninggalkan Kyungsoo

"Kai" teriak Kyungsoo mengejar Kai

Di perjalanan keluarnya Kai berpapasan dengan Sehun dan Luhan, tapi karena ia sedang sangat marah, Kai mengabaikan keduanya terus berjalan

"Kai kau kenapa?" Tanya Luhan bingung

Kai tidak mempedulikannya dan pergi

Tak lama Kyungsoo yang berteriak

"Kaii" teriak Kyungsoo

"Kyung, kau kenapa?" Tanya Luhan

Lagi, ia diabaikan oleh Kyungsoo

"Sayang mereka kenapa?" Tanya Luhan

"Entahlah. Ayo kita makan" Sehun menarik Luhan

Saat Sehun menariknya, Luhan merasakan ponselnya bergetar lagi, ia membiarkan Sehun jalan ke meja terlebih dulu, sementara dirinya membuka ponselnyan, kali ini pesan masuk.

From : Mafia Sialan
Berani sekali kau tidak mengangkat. Cepat angkat!

Luhan membuka pesan yang lain

From : Mafia Sialan
Luhannie.. Apa ini akan membuatmu mengangkat telpon? Umm aku ingin sekali berkunjung kerumahmu dan menyapa eomma mu. Jika sekali lagi kau tidak mengangkat. Eomma mu akan aku sakiti.

Luhan keringat dingin setelahnya, dan tak lama ponselnya kembali bergetar

"Sehunna" panggil Luhan

"Hmm sayang" jawab Sehun

"Aku-aku mau keluar sebentar" kata Luhan berusaha tenang

"Mau kemana lagi?" Tanya Sehun curiga

"Umhhh" Luhan tampak berfikir

"Bungeoppang. Aku tadi hanya memesan belum sempat mengambilnya hanya sebentar" teriak Luhan berlari keluar karena takut getaran ponselnya berhenti

Tak lama diluar, Luhan mengangkatnya

Klik!

"Aku disini" jawab Luhan terengah

"Aku hampir membunuh ibumu kau tahu" jawab Kang

"Jangan berani-beraninya menyentuh ibuku aku bilang" teriak Luhan marah

"Aigooo. Luhannie sudah kembali" ejek Kang

"Ada apa?" Tanya Luhan

"Kau berani tanya ada apa? Aku ingin menagih bayaranmu" teriak Kang

"Apa maksudmu? Ini bahkan belum dua minggu sejak terakhir aku bayar" kesal Luhan

"Aku tidak peduli. Aku mau minggu ini kau bayar, dan jangan lupakan kekurangannya. Kau tahu kan? Kalau kau seperti kemarin, aku akan membuatmu..."

Belum sempat Luhan mendengarkan perkataan Kang, ponselnya diambil oleh Sehun yang ternyata mengikutinya

"Tidak perlu repot membunuhnya. Sebelum hari itu datang kau sudah mati" desis Sehun menutup telpon Luhan

Sehun melirik tajam Luhan dan tak lama membanting ponsel Luhan membuatnya hancur berkeping-keping

"Se-sehunna" panggil Luhan takut

"Apa-apaan ini? Kenapa kau tidak memberitahu keparat ini yang menelponmu" desak Sehun pada Luhan

Luhan hanya diam, dia tahu Sehun sedang marah besar saat ini

"TIDAK BISAKAH KAU PERCAYA PADAKU? BERHENTILAH MEMBUAT KEPUTUSANMU SENDIRI! INI SANGAT BERBAHAYA" teriak Sehun marah

"Ma-maf" lirih Luhan

"Sudahlah. Ayo pulang" Sehun menarik kasar tangan Luhan kedalam mobil

Tidak ada yang berbicara setelahnya, Sehun sepertinya sangat kecewa pada Luhan. Dan Luhan sangat takut berbicara untuk saat ini.

..

..

..

"Kai berhenti" teriak Kyungsoo terengah

"Aku harus mengejarnya" gumam Kyungsoo

Kai tetap tidak berhenti saat Kyungsoo memanggilnya, dia merasa seperti sedang memergoki Kyungsoo selingkuh, padahal Kyungsoo bukan siapa-siapanya lagi.

Kyungsoo tetap mengejar Kai, sampai akhirnya Kai akan masuk ke apartemennya. Kyungsoo berteriak

"PRODUSERKU DIA INGIN MEMPERKOSAKU" teriak Kyungsoo dan berhasil

Kai menghentikan kegiatanyya, dia terdiam mencerna apa yang baru Kyungsoo katakan, dan tak lama dia menatap Kyungsoo yang sudah terduduk di lantai, terisak

"Jangan menjauhiku lagi. Aku benar-benar frustasi Kai. Aku mohon" isak Kyungsoo semakin menjadi

"Sial" gerutu Kai berlari menghampiri Kyungsoo

"Maafkan aku Kyung, aku bodoh" kini Kai memeluk Kyungsoo

"Huwaaaa,, kau memang bodoh h-hiksss" kyungsoo sudah benar-benar menangis sekarang

"Ssttt,, maaf, maafkan aku" lirih Kai yang entah mengapa seluruh dirinya sudah sangat marah pada produser bajingan Kyungsoo.

"Maaff Kyung, berhenti menangis hmm" bujuk Kai memeluk Kyungsoo

..

..

..

"Masuklah" kata Sehun tanpa menatap Luhan

"Sehunna, aku bisa jelaskan" kata Luhan yang mulai takut Sehun akan kembali marah padanya

"Jangan sekarang, masih banyak yang harus kukerjakan" balas Sehun

"Baiklah. Aku pergi. Kau hati-hati" lirih Luhan keluar dari mobil Sehun

Sehun memperhatikan Luhan yang masuk kedalam rumahnya, setelah tiga puluh menit menunggu ia memutuskan untuk masuk kerumah Luhan

Tok! Tok!

Tak lama pintu terbuka

"Sehunnie. Ada apa malam-malam nak?" Tanya Heechul khawatir

"Apa kalian sedang bertengkar? Luhan menangis saat pulang tadi" tanya Heechul

"Eomma akan panggilkan Luhan"

"Eomma" panggil Sehun

"Ada apa nak?" Tanya Heechul

"Aku ingin bicara dengan eomma" ucap Sehun tersenyum lirih

..

..

..

Pagi harinya Luhan bangun dengan mata sembab dan tidak bersemangat. Pikirannya bercabang pada Sehun dan pada ponselnya. Dia takut Kang sialan itu akan marah jika dia tidak berhasil menghubungi Luhan dan mulai mengganggu ibunya.

"Anak eomma sedang patah hati hmm?" goda Heechul

"Eomma aku sedang tidak mau digoda" kesal Luhan

"issh, galak sekali" kesal Heechul

"eomma, hari ini eomma di toko kue seharian yaa? Pulang nanti aku ingin menjemput eomaa, bagaimana?" tanya Luhan

"umm baiklah. Lagipula ini hari terakhir eomma bekerja." Heechul memberitahu Luhan

"Eh? Kenapa? Apa eomma sakit?" tanya Luhan khawatir

"Tidak apa. Eomma ada sesuatu yang harus dikerjakan" kata Heechul tersenyum

"Apa eomma sedang menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Luhan

"Tidak sayang, eomma tidak menyembunyikan apa-apa, nanti kau juga tahu. Cepat makan nanti kau terlambat" kata Heechul yang mulai menyuapi Luhan

Selesai sarapan, Luhan bergegas berangkat ke kantor Sehun dia tidak mau menambah kesal Sehun jika dirinya terlambat. Luhan membuka pintu dan cukup terkejut mendapati Sehun didepan rumahnya

"Kenapa hanya diam? Ayo masuk" Sehun membukakan pintu mobil untuk Luhan dan menyuruhnya masuk ke mobil

Dengan ragu, Luhan masuk kedalam mobil, dan tak lama Sehun juga masuk kedalam mobil

"Sehunnie…"

"Jangan bicara padaku, aku masih belum mau bicara denganmu" balas Sehun memakaikan Luhan seat belt nya

"uhmm baiklah" kata Luhan menundukkan kepala.

Sehun menjalankan mobilnya dan jangan tanya bagaimana keadaan didalam mobil Sehun, sunyi senyap seperti tak ada kehidupan.

"Turunlah" ucap Sehun saat mereka sampai di tempat biasa Luhan diturunkan

"Hmm.. sampai ketemu" lirih Luhan keluar dari mobil, tapi tak lama Sehun menariknya lagi dan membuat Luhan kembali duduk di mobil Sehun. Luhan sudah senang bukan main karena biasanya jika Sehun sudah menarik tangannya, Sehun sudah tidak marah lagi

"Ini. Ambillah" kata Sehun memberikan sebuah kotak pada Luhan

"apa ini?" tanya Luhan

"Buka saja" kata Sehun malas

Luhan membuka kotaknya dan tak lama kini mulutnya yang membuka lebar. Luhan menganga karena Sehun memberikannya ponsel keluaran Apple terbaru

"Sehunnie ini tidak perlu" kata Luhan cepat-cepat mengembalikan kotaknya pada Sehun

"Ambil" balas Sehun dingin

"T-tapi" jawab Luhan bingung

"Lima menit lagi jam kerjamu dimulai, jika kau terlambat aku potong gaji. Cepat bawa ponsel itu dan segera pergi ke kantor" ucap Sehun tak terbantahkan

"A-araseo. Gomawo Sehunnie" ucap Luhan mencium pipi Sehun sekilas membuat Sehun mendelik padanya

"Aku masih marah" kata Sehun memberitahu

"Aku tahu" kekeh Luhan keluar dari mobil dan tak lama tangannya kembali ditarik, membuatnya merunduk melihat Sehun

"Ada apa lagi "tuan yang masih marah" sindir Luhan

"Kontakmu. Di kontakmu hanya ada boleh nama-nama yang aku tulis didalamnya. Jangan pernah menyimpan apalagi mempunyai nomor bajingan-bajingan itu. Jika ketahuan aku akan sangat marah padamu" ucap Sehun tanpa melihat Luhan

Luhan hanya terdiam tidak menjawab

"Aku serius" kata Sehun yang kini menatap Luhan

"Hmm..aku mengerti" balas Luhan tersenyum ragu

"Pergilah" kata Sehun

"Kau juga. Sampai nanti" Luhan menutup pintu mobil Sehun dan memperhatikan mobil Sehun yang menjauh pergi

Sambil jalan menuju kantor Luhan melihat nama-nama yang ditulis Sehun didalam kontaknya. Dia cukup terkejut karena nomor yang ia tuliskan adalah nomor teman-temannya sewaktu SMA dan teman-teman kuliahnya.

"Sehunnie..kau benar-benar daebak" puji Luhan

..

..

..

"PARK CHANYEOL DIMANA KAU" teriak Kai masuk kedalam kantor Chanyeol

"Kau ini kenapa? Berteriak seperti orang gila" kesal Chanyeol yang jelas-jelas ada di mejanya

"KAU!" tunjuk Kai pada Chanyeol

"Apa?" tanya Chanyeol malas

"Perusahaan mu mengurusi seluruh agensi artis di Korea kan?" tanya Kai

"Hanya mengurusi pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan" malas Chanyeol

"Aku membutuhkan itu" kata Kai histeris

"Kau membutuhkan apa? Memang kau artis? Aku ragu ada yang jadi penggemarmu" balas Chanyeol santai

"Isshhh… bukan itu yang harusnya kau tanyakan, kau harus tanya untuk apa, cepat tanyakan aku" paksa Kai

"Araseooo..untuk apa?" tanya Chanyeol yang benar-benar sudah malas

"Aku hanya ingin menolongnya" kata Kai yang kembali menjadi serius

"Menolong siapa?" tanya Chanyeol

"Ummhh kekasihku…tidak…mantan kekasihku" lirih Kai

"Kau punya mantan seorang artis?" tanya Chanyeol tak percaya

"Hmmmhh.. Kyungsoo" kata Kai tersenyum

"Kyungsoo? Maksudmu Do Kyungsoo yang berduet dengan Byun Baekhyun" tanya Chanyeol

"Hmm.. mereka berdua aku mengenalnya" jawab Kai bangga

"Kau mengenal mereka kan?" tanya Kai

"Tidak terlalu. Kalian tidak pernah mengenalkan kami secara langsung sewaktu kita kuliah dulu" jawab Chanyeol

"Bagaimana mau mengenalkan, aku dan Kyungsoo sudah putus saat itu, lagipula mereka berdua memutuskan untuk berhenti kuliah." Kekeh Kai

Eh tapi kan mereka satu gedung apartemen dengan kita. Kau tidak menyadari?" tanya Kai

"Aku tahu. Fans mereka sangat membludak, aku pasti tahu hanya tidak pernah langsung bertem" jawab Chanyeol

"Kau tahu masalah mereka ?" kini Kai yang bertanya

"Tentu saja tahu, kasus mereka dan produser mereka memang sudah terdengar lama" balas Chanyeol

"LALU KENAPA PRODUSER SIALAN ITU MASIH BERKELIARAN. KENAPA KAU DIAM SAJA?" Kai kembali emosi

"KAU!" teriak Chanyeol membalas Kai

"Sudahlah. Percuma bicara denganmu. Agensi mereka melindungi produser itu, lagipula yang dituduhkan kedua artis itu belum tentu benar" jawab Chanyeol

"Kyungieku sangat ketakutan, jadi dia tidak mungkin berbohong" desis Kai

"Antarkan aku ke tempat mereka" pinta Kai

"Sekarang?" tanya Chanyeol

"Iya sekarang. Ayo pergi" Kai menarik paksa Chanyeol pergi ke tempat Kyungsoo dan Baekhyun

..

..

..

Kai dan Chanyeol sampai di tempat agensi BaekSoo bernaung. Agensi ini memang dipenuhi dengan wajah-wajah tampan dan cantik para artisnya. Sebut saja ini agensi MS Entertaintment.

"Aku rasa wajah mereka tidak asing yeol" kata Kai melihat beberapa artis dan penyanyi yang berlalu lalang

"Tentu saja bodoh, mereka kan artis, wajar saja jika kau pernah lihat" kesal Chanyeol

"Lalu aku bisa menemukan Kyungsoo dimana?" tanya Kai

"BaekSoo biasanya di lantai dua" Chanyeol memberitahu

"Hey kau mau kemana?" teriak Chanyeol melihat Kai berlari

"Mencari Kyungie" teriak Kai meninggalkan Chanyeol

"Dasar aneh" gerutu Chanyeol

Chanyeol memutuskan untuk menunggu Kai di kafe terdekat di MS ent. Saat akan masuk dirinya ditabrak seorang wanita yang terlihat sangat terburu-buru, Chanyeol hendak memaki wanita tersebut tapi dia urungkan karena wanita yang menabraknya adalah wanita yang sama yang menghancurkan hidupnya belakangan ini.

"Chanyeol" pekik wanita tersebut dan otomatis memeluk Chanyeol

"Lepaskan" desis Chanyeol tak suka

"Ah,, maafkan aku, aku tidak sengaja" kata wanita keturunan Jepang-Korea yang bernama Yumi itu

"Kau apa kabar?" tanya Yumi

"Masih hancur" balas Chanyeol

"Kau tidak boleh terus mengharapkan aku. Aku tau kau tidak bisa melupakan aku, tapi aku sudah bersuami" lirih Yumi

"Cih, kau percaya diri sekali. Aku disini menjenguk kekasihku" kata Chanyeol asal

"Eh benarkah? Kau pasti berbohong" kata Yumi tak percaya

Chanyeol tanpa berfikir langsung menarik seseorang yang akan masuk ke dalam kafe, dia tidak punya pilihan lain karena dirinya sedang terdesak.

"Apa-apaan kau" teriak seseorang yang ternyata Baekhyun karena dirinya ditarik tiba-tiba oleh Chanyeol

"Hey baby, aku lama sekali menunggumu" kata Chanyeol

"Kau bicara padaku?" tanya Baekhyun

Karena Baekhyun tidak bisa diajak bekerja sama, mau tak mau Chanyeol harus melakukan sesuatu yang meyakinkan mantan pacarnya ini

"Heymphhhh…mmhh" kesal Baekhyun karena sekarang Chanyeol sedang melumat bibirnya

"Chanyeol" lirih Yumi tak percaya dan berlari meninggalkan Chanyeol

PLAK!

"KAU PIKIR KAU SIAPA?" teriak Baekhyun menampar Chanyeol

"Maaf terpaksa" katan Chanyeol acuh

"YAK!" teriak Baekhyun membuat semua mata tertuju padanya

"Chanyeol" teriak seseorang lagi yang ternyata Kai

"Eh Baek, aku mencari kau dan Kyungsoo" kata Kai menyadari ada Baekhyun

"Jadi si brengsek ini temanmu?" tanya Baekhyun masih berapi-api

"Kalian berdua kenapa?" tanya Kai bingung

"Bukan urusanmu" teriak keduanya bersamaan

"Aku juga tidak peduli" kesal Kai

"Baek, Kyungie dimana?" tanya Kai

"Sedang di practice room di lantai dua, dari lift kau belok kanan dan lurus saja, tempatnya ada di pojok" Baekhyun memberitahu Kai, matanya masih menatap kesal Chanyeol

"Oh baiklah. Hey Baek, Chanyeol dia sedang patah hati, jadi apapun yang dia lakukan, maafkanlah dia" goda Kai meninggalkan chanyeol yang melotot padanya.

..

..

..

Kai berlari menuju tempat yang diberitahu Baekhyun, karena tadi saat pertama naik ke lantai dua dia tidak menemukan dimana Baekhyun dan Kyungsoo

"Ah ini lift, berarti tinggal belok kanan kemudian lurus, pasti itu tempatnya" gumam Kai sedikit berlari

Kai mengintip kedalam dan benar ada Kyungsoo didalam, dia sedang latihan menari sendirian. Kyungsoo terlihat sangat imut dengan pakaian casualnya. Sesekali ia nampak kesal karena lupa gerakan dan mengulangnya dari awal.

"Kau pasti sangat lelah" gumam Kai memperhatikan Kyungsoo

Kai tetap mengintip dari luar untuk beberapa waktu, dia hanya ingin memastikan Kyungsoo baik-baik saja, saat memutuskan akan pergi, Kai mengernyit karena tiba-tiba ada seorang pria masuk dengan teburu-buru dan yang membuatnya terkejut pria tersebut menampar Kyungsoo

PLAK!

"Berani sekali kau mengadukan aku" teriak produser musik BaekSoo, Lee Hwan

Kyungsoo yang sedang berlatih tiba-tiba tersungkur tidak tahu akan ditampar seperti ini

Lee Hwan mencengkran kaos Kyungsoo dan hendak menamparnya lagi tapi bukan Kyungsoo yang tersungkur melainkan dirinya yang terjatuh karena dihajar

"KAI" pekik Kyungsoo sangat terkejut mendapati Kai disini

"KAU! Berani sekali kau menamparnya" teriak Kai emosi

BUGH!

Kai menghajarnya lagi

"Kai aku mohon, aku mohon berhenti" pinta Kyungsoo memeluk Kai menghentikan Kai

"Lepaskan aku" teriak Kai emosi

"Kai aku " Kyungsoo mengeratkan pelukannya pada Kai

"Aku beritahu padamu, Kyungsoo keluar darisini, jika kau mempermasalahkannya, datang padaku" geram Kai dan memukul Lee Hwan sekali lagi

"Kita pergi" Kai menarik Kyungsoo kasar

Sementara itu di kafe Baekhyun entah mengapa mau bicara dan mendengarkan Chanyeol, mereka berbincang dan sepertinya nyaman

"Ummhh jadi Yumi mantan pacarmu?" Tanya Baekhyun

"Kau kenal dia?" Tanya Chanyeol

"Tentu saja. Dia istri dari CEO kami" jawab Baekhyun

"Dia banyak bertingkah karena statusnya kau tahu" cibir Baekhyun

"Haha, kau lucu juga" kata Chanyeol tertawa

"Ada yang aneh dengan wajahku?" Tanya Baekhyun

"Aniya, hanya menurutku kau sangat lucu" jawab Chanyeol jujur

"Baiklah. Lebih baik kita mulai dari awal cara perkenalan kita" kata Baekhyun

"Maksudmu?" Tanya Chanyeol

"Hay, aku Byun Baekhyun, senang berkenalan denganmu" kata Baekhyun mengajak bersalaman

Chanyeol tersenyum mengerti maksud Baekhyun sekarang

"Park Chanyeol. Senang bertemu denganmu juga" Chanyeol membalas jabatan Baekhyun dan tersenyum

"Aku dengar dari Kai, kita di satu gedung apartemen yang sama. Apa kita bisa sering bertemu? Ummm untuk sekedar mengobrol" tanya Chanyeol takut-takut

"Tentu saja bisa" balas Baekhyun antusias

Namun tiba-tiba Baekhyun mengernyit karena melihat Kai yang sangat marah sedang memeluk Kyungsoo yang menangis

"Kyungie" gumam Baekhyun berlari

Chanyeol pun ikut berlari menghampiri Kai dan Kyungsoo

"Kai. Kyungsoo kenapa?" Tanya Baekhyun setelah berhasil mendekati Kai

"Dia keluar dari sini" desis Kai menyalak

"Ap-apa. Tapi kenapa?" Tanya Baekhyun bingung

Kai tidak mempedulikan Baekhyun dan membawa Kyungsoo pergi dengannya

"Mereka kenapa?" Tanya Baekhyun bingung

"Kita ikuti mereka" usul Chanyeol menarik tangan Baekhyun ke mobilnya.

..

..

..

Kai sampai di apartemen mereka masih memeluk Kyungsoo yang tampak ketakutan.

Tak lama Baekhyun dan Chanyeol juga sampai di apartemen Kai

Mereka berdua mengikuti Kai yang terus membawa Kyungsoo. Sulit dijelaskan bagaimana ekspresi Kai saat ini, karena dia tampak marah dan khawatir secara bersamaan

Kai membuka apartemennya dan tak lama Chanyeol menahan pintu apartemen Kai agar tidak tertutup, ia memberi isyarat pada Baekhyun agar cepat masuk

"SEBENARNYA KAU BEKERJA DI TEMPAT APA?" geram Kai menghempaskan Kyungsoo ke ranjangnya

"Kenapa kau diperlakukan seperti itu?" tanya Kai masih berteriak

"A-aku tidak tahu, Manager Lee hanya bersikap itu padaku, dia tidak melakukan hal yang sama pada Baekhyun" isak Kyungsoo

"Itu karena kau tidak pernah berani mengungkapkan pendapat Kyung. Kau selalu takut pada semua hal, membuatmu terlihat lemah dan dimanfaatkan orang licik seperti dia" kata Kai yang masih marah

"ITULAH KENAPA AKU TIDAK MAU KAU MENJADI ARTIS SEJAK DULU" teriak Kai frustasi memukul dinding apartemennya

"Kai jangan begini aku mohon" pinta Kyungsoo ketakutan menghentikan Kai

"Dia hampir memperkosamu dan sekarang dia memukulmu tepat di depan wajahku. Aku akan membunuhnya" desis Kai

"H-hikss a-ku minta maaf" isak Kyungsoo memeluk Kai

"Kau berhenti mulai besok. Aku tidak mau kau berkeliaran di tempat itu lagi" kata Kai menyalak

"T-tapi bagaimana dengan Baekhyun" tanya Kyungsoo yang takut Baekhyun kecewa

"A-aku kenapa?" tanya Baekhyun yang sudah menangis mendengar semuanya, dia tidak tahu teman seperjuangannya di lecehkan seperti itu

"Baek" isak Kyungsoo

"Aku minta maaf Kyung, aku tidak tahu kau begitu menderita disana" isak Baekhyun memeluk Kyungsoo

"Kita akan keluar darisana, kita akan berhenti dari tempat laknat itu Kyung" kata Baekhyun memutuskan

"Tapi kenapa kau juga? Kau bisa berkarir solo" lirih Kyungsoo

"Kita memulainya bersama, jika kita berheti, kita berhenti bersama. Aku tidak bisa apa-apa jika tidak ada kau. Lagipula aku juga sudah lelah dengan semua jadwal mematikan itu" kekeh Baekhyun

"Baekk.. maafkan aku" isak Kyungsoo memeluk Baekhyun

"Aku yang minta maaf begitu egois sehingga tidak tahu kau sangat menderita" lirih Baekhyun

"Kau beristirahatlah, kita akan bicara besok" Baekhyun menghapus airmata Kyungsoo dan segera pergi keluar.

Chanyeol bersumpah melihat wajah Baekhyun yang seperti inigin membunuh orang dan secara reflek dia mengejar Baekhyun

"Hey Baekhyun kau mau kemana?" tanya Chanyeol

Baekhyun tidak menghiraukannya

"Baekhyun" panggil Chanyeol yang sudah berhasil mencengkram lengan Luhan

"Lepaskan aku. Aku akan membunuh produser gila itu" teriak Baekhyun

"Itu berbahaya" kata Chanyeol mencegah

"Aku tidak peduli. LEPASKAN" teriak Baekhyun yang sangat emosi

"Hey..tenanglah" Chanyeol memeluk Baekhyun menenangkannya

"Lepaskan aku" ronta Baekhyun, Chanyeol semakin mengeratkan pelukannya

"Kita akan membalasnya aku janji. Aku janji akan membantumu dan Kyungsoo tapi kau harus tenang" pinta Chanyeol

"Tapi Kyungsoo, dia hampir melukai Kyungsoo" isak Baekhyun di pelukan Chanyeol

"Aku tahu. Kita akan membalasnya" bujuk Chanyeol

Setelah merasa Baekhyun sudah tenang, Chanyeol melepaskan pelukannya

"Kau jangan bertindak gegabah, dia produser licik yang dilindungi agensi kalian. Kita akan memikirkan cara membalasnya, kau harus tenang" katanya membelai wajah Baekhyun

Keduanya terdiam saling menatap, ada perasaan yang aneh yang menelusup ke dalam hati mereka, membuat jantung mereka berdebar tetapi merasakan nyaman yang luar biasa ketika saling menatap.

"Aku antar ke kamarmu" kata Chanyeol yang entah mengapa menggandeng Baekhyun menuju kamarnya, dan Baekhyun sendiri hanya bisa tersenyum malu karena nya

Sementara itu

"Jadi kau akan berhenti membuatku khawatir kan?" tanya Kai mendekati Kyungsoo

"Aku lelah dengan hidupku. Aku rela menukarkan semuanya asal kau bersamaku lagi" isak Kyungsoo memeluk Kai

"Kau mendapatkannya kalau begitu" balas Kai tersenyum di pelukan Kyungsoo

"Apa maksudmu?" tanya Kyungsoo

Kai tersenyum menatap Kyungsoo dan tak lama mengatakan hal akan yang merubah status keduanya setelah ini

"Do Kyungsoo, maukah kau kembali menjadi kekasihku" tanya Kai menatap intens Kyungsoo

Kyungsoo diam , matanya berkaca-kaca dengan hal yang dikatakan Kai. Tidak menyangka hari ini akan kembali terjadi

"Aku mauu" jawabnya memeluk Kai

"Aku mencintaimu" Kyungsoo menatap Kai

"Aku juga mencintaimu…masih sama dan tak akan berubah" balas Kai dan tak lama mencium bibir Kyungsoo membuat keduanya melampiaskan rindu yang begitu menyesakkan diri mereka masing-masing selama beberapa tahun ini

..

..

..

Luhan memutuskan pulang pada pukul lima sore. Keadaan dikantornya sangat aneh hari ini, semua pegawai yang melihat atau berpapasan dengannya tiba-tiba berhenti dan sedikit menundukkan kepala. Luhan mengernyit bingung karena tingkah mereka.

Yang membuat Luhan tambah bingung adalah Sunhyee, dia juga menghindari Luhan dan bicara seperlunya hari ini. Bicaranya pun kembali menjadi formal tidak seperti kemarin

Luhan ingin sekali bertanya pada ketua Lee atau Sehun. Tapi keduanya sedang tidak berada dikantor, membuat Luhan mau tak mau harus menjalani hari yang membosankan ini.

"Ah, sudah jam lima lebih baik aku ke toko kue eomma sekarang" gumam Luhan dan segera pergi meninggalkan kantor Luhan

Beberapa menit kemudian, Luhan sampai di tempat kerja Heechul. Ini adalah pertama kalinya untuk Luhan berkunjung ke tempat eommanya bekerja.

Cklek!

Luhan memasuki toko kue tersebut dan disambut oleh seorang ahjumma yang sedang menyiapkan pesanan lain

"Anyeonghaseyo. Mau pesan apa nak?" sapa ahjumma tersebut

"Hmm... Aku tidak ingin memesan kue ahjumma, aku mencari eommaku" kata Luhan tersenyum

"Eommamu?"

"Omo! Apa kau anak Heechul?" Tanya ahjumma tersebut

"Iyaaa ahjumma" jawab Luhan tertawa

"Aigoo, Heechul selalu mengatakan anaknya tampan dan manis. Kau memang benar-benar tampan nak" puji ahjumma

"Aku memang tampan" kata Luhan bangga

"Oia ahjumma, eommaku kemana?" Tanya Luhan

"Heechul sedang keluar nak" ahjumma memberitahu Luhan

"Eh? Kemana? Apa eomma akan kesini lagi?" Tanya Luhan

"Tadi ada seorang pria menjemput eommamu. Ahjumma tidak tahu mereka kemana"

"Siapa yang menjemput eommaku? Apa pria tua?" Tanya Luhan panik

"Bukan. Dia seumuran denganmu sepertinya, tapi lebih tampan, aku pikir dia anak Heechul" kata ahjumma tersenyum

"Dengan siapa?" Gumam Luhan menebak

"Tenang saja. Eommamu akan kembali. Hari kan ini hari terakhir eomma mu bekerja" kata ahjumma sedih

"Apa kau memecat eommaku ahjumma?" Tanya Luhan

"Tentu saja tidak. Heechul pegawaiku yang sangat ramah. Bukankah kalian akan pindah?" Tanya ahjumma

"Pindah? Pindah kema..."

"Sayang kau sudah datang nak" sapa suara yang ternyata Heechul

Luhan membalikkan badan untuk melihat Heechul

"Iya eom.."

"Sehun!" Pekik Luhan

"Eomma pergi dengan Sehun?" Tanya Luhan

"Iya nak, ada perlu sebentar. Tunggu eomma disana bersama Sehun" kata Heechul menunjuk kursi yang kosong pada Luhan

"Jadi anakmu yang mana?" Tanya ahjumma pada Heechul

"Keduanya anakku" jawab Heechul tertawa

"Beruntungnya dirimu" gumam ahjumma iri

Luhan yang masih berdiri menghampiri Sehun yang sudah duduk di bangku yang Heechul tunjuk

"Kau pergi dengan eomma kemana?" Tanya Luhan

Sehun tidak menjawab hanya mendelik sekilas pada Luhan lalu kembali bermain dengan ponselnya

"Ishh" kesal Luhan

"Sehunnie" rengek Luhan

"Aku masih tidak bicara denganmu" kata Sehun malas

" . Aku hanya akan duduk diam, tidak mengganggumu" kesal Luhan yang menarik bangku didepan Sehun

Keduanya saling melempar tatapan sebal dan kesal.

..

..

..

"Baiklah. Terimakasih untuk semuanya nyonya Kim, anda sudah sangat baik menerimaku bekerja dua bulan ini" kata Heechul berpamitan

"Ah berat sekali melepasmu. Sukses untukmu Heechul, salam untuk anakmu yang manis itu" katanya menunjuk Luhan

"Anakku yang manis sudah dimiliki anakku yang tampan" kekeh Heechul menunjuk Sehun dan Luhan

"Benarkah? Aku iri sekali melihatnya" kata ahjumma tak menyangka

"Eomma mau kemana sebenarnya?" Gumam Luhan yang melihat dari kejauhan saat Heechul pamit, dan sedang berjalan ke arahnya

"Aigoo apa kalian masih bertengkar? Kenapa diam sekali?" Goda Heechul pada Luhan

"Isss biarkan, dia yang tidak mau bicara. Eomma, sebenarnya kita mau kemana? Kenapa kau pamitan seperti ingin pergi?" Tanya Luhan bingung

"Kita tidak akan pergi nak, nanti eomma jelaskan dirumah" kata Heechul membelai rambut Luhan

"Eomma sudah selesai?" Tanya Sehun

"Hmmm... Sudah Sehunna" jawab Heechul

"Ayo eomma kita pulang naik kereta" ajak Luhan menggandeng Heechul

"Eomma pulang denganku" Sehun merebut Heechul dari Luhan dan meninggalkan Luhan dibelakang

"Sehunnie menyebalkan" kesal Luhan mengikuti Sehun dan Heechul dibelakang.

"Luhannie ayo nak, nanti keburu hujan" teriak Heechul yang sudah didalam mobil Sehun

"Kenapa tidak tinggalkan aku saja sekalian" gerutu Luhan menghampiri mobil Sehun

"Eomma aku mau dibelakang saja" protes Luhan menolak duduk disamping tembok berjalan

"Ishh, cepat masuk, jangan banyak merengek" ucap Heechul memaksa

"Eomma itu bisa menjadi lawanku kalau sudah bersama Sehun" gerutu Luhan dan masuk kedalam mobil Sehun

"Eomma kita langsung pulang atau mau makan dulu" tanya Sehun sambil memakaikan Seat belt Luhan

"Kita langsung pulang saja Sehunna. Eomma harus bersiap" jawab Heechul

"Eomma sebenarnya eomma mau kemana?" Kesal Luhan yang tidak tahu apa-apa

"Jangan berisik, nanti juga kau tahu nak" jawab Heechul

"Araseo" kesal Luhan dan memilih untuk diam

..

..

..

"ANDWAE! Kenapa hanya eomma? Kenapa aku tidak ikut juga?" Teriak Luhan hampir menangis karena baru tahu Heechul akan pergi kemana

Heechul mengatakan akan pulang ke Cina mengurus semua masalah keluarga mereka. Sehun sudah mengatur semuanya sehingga kemungkinan mereka menang 80% sehingga ayahnya bisa bebas, dan hutang keluarga mereka tidak dibebankan pada Hankyung lagi.

Yang membuat Luhan bingung adalah alasan kepulangan Heechul untuk memberikan saksi, padahal Luhan sudah mati-matian menjelaskan pada Heechul, jika dirinyalah yang mengetahui kronologis kejadian karena dirinya sempat memimpin perusahaan selama setahun.

Heechul tetap keras kepala tidak mengijinkan Luhan ikut dan yang lebih mengesalkan lagi, Heechul berangkat besok. Luhan benar-benar pusing dibuatnya.

"Sehun sudah merencanakan ini semua nak, eomma harus disana menemani appa. Lagipula eomma tidak akan berangkat sendiri ke Cina, eomma ditemani Kangin dan Leetuk ahjussi. Mereka berdua pengacara sekaligus teman appa dan eomma" kata Heechul meyakinkan Luhan

Luhan mendelik ke arah Sehun yang hanya diam tak bicara

"Cukup eomma! Aku ikut" teriak Luhan berlari kekamar dan membanting pintunya

Sehun melihat Luhan yang begitu marah kemudian menatap nanar Heechul

"Dia tidak mau eomma" lirih Sehun

"Eomma akan membujuknya. Kau tunggulah disini" kata Heechul menenangkan Sehun

Heechul masuk kedalam kamar Luhan berniat untuk bicara berdua dengan putranya

"Lu" panggil Heechul, Luhan tidak menjawab menyembunyikan wajahnya di balik selimut

"Aigoo anak eomma berapa usianya?" Kekeh Heechul menarik selimut Luhan

"Eomma" kesal Luhan yang kini duduk di ranjangnya

"Aku ikut, aku tidak bisa membiarkan eomma sendirian" isak Luhan

"Eomma tidak sendirian nak, eomma dengan Kangin dan Leetuk ahjussi beserta teman-temannya" kata Heechul meyakinkan Luhan

"Aku mau ikut" rengek Luhan

"Apa kau yakin?" Tanya Heechul

"Eh?" Tanya Luhan

"Apa kau yakin mau meninggalkan Sehun lagi?" Tanya Heechul

Luhan tidak bisa menjawab karena tiba-tiba lidahnya kelu

"Eomma tahu kau tidak bisa." Kata Heechul menghapus air mata Luhan

"Karena Sehun juga tidak bisa ditinggal lagi olehmu" cerita Heechul tersenyum

"Apa maksud eomma?" Tanya Luhan

Flashback

"Eomma akan panggilkan Luhan"

"Eomma" panggil Sehun

"Ada apa nak?" Tanya Heechul

"Aku ingin bicara dengan eomma" ucap Sehun tersenyum lirih

"Baiklah nak, ayo duduk" Heechul mempersilakan Sehun duduk

"Jadi ada apa?" Tanya Heechul menyediakan Sehun cangkir teh

"Ini eomma. Bacalah" pinta Sehun

Heechul membaca berkas yang dibawa Sehun dan sesaat kemudian wajahnya penuh dengan air mata

"A-apa ini artinya.." Ucap Heechul terisak

"Hmmm..-ini artinya appa akan bebas eomma, ini semua adalah bukti saham appa yang sah dan tidak dipalsukan. Disitu dituliskan jika seluruh saham appa murni dijual dan tidak digelapkan."

"Selanjutnya hal-hal yang menggantung adalah karena appa ditipu dan banyak yang memanfaatkannya terutama oleh Kang Heebom. Dia orang yang berpura-pura membeli saham lalu kemudian menipu appa sampai appa dipenjara" cerita Sehun menunjukkan foto Kang Heebom

"I-ini kan" Heechul tercekat melihat pria yang suka menghajar Luhan

"Iya dia orang yang selalu menyakiti Luhan. Karena dia berada di Korea, dia akan jadi urusanku" kata Sehun menenangkan Heechul

"Tapi eomma, eomma harus kembali ke Cina, appa membutuhkan saksi" kata Sehun dengan suara bergetar

"Tentu, tentu eomma akan melakukan apa saja agar appa keluar" kata Heechul bersemangat

"Eomma akan berangkat dengan Kangin dan Leetuk ahjusii, mereka sudah mempelajari kasus appa, mereka juga sudah mengetahui kondisi saat Luhan memimpin perusahaan" ucap Sehun tersenyum

"Benarkah? Terimakasih nak, eomma sangat berterimakasih padamu" isak Heechul terharu

Sehun hanya tersenyum lirih, dia ingin mengatakan sesuatu tapi dia sangat tidak yakin

"Kau kenapa nak? Ada yang mau kau katakan?" Tanya Heechul melihat Sehun yang menjadi resah

"Eomma" lirih Sehun

"Ada apa nak?" Tanya Heechul

"Aku minta maaf padamu eomma. Tapi bisakah kau tidak membawa Luhan kali ini? Aku... Aku tidak bisa eomma jika dia pergi lagi" Sehun berkata dengan suara yang bergetar menundukkan kepalanya

Heechul tersenyum karena benar tebakannya, Sehun resah karena takut Luhan pergi

"Eomma juga tidak berniat membawa Luhan lagi nak" kata Heechul menghapus airmata Sehun

"Dia terlalu melindungiku membuatnya banyak menanggung beban dan luka tanpa ada yang melindunginya selama beberapa tahun ini. Akan sangat bagus jika dia bersamamu nak" ucap Heechul

"Lagipula dia sama sepertimu, hancur dan selalu merindukanmu setiap hari. Eomma sudah menghancurkan karakter Luhan secara fisik maupun emosional selama beberapa tahun ini"

"Awalnya dia terang-terangan menangis karena merindukanmu, namun semakin hari dia hanya menangis sendirian karena merasa tidak mau menambah masalah keluarga kami"

"Mungkin jika ayahnya tidak tersandung masalah, dia akan kembali padamu dalam seminggu" kekeh Heechul

"Luhan sangat membutuhkanmu nak" kata Heechul tersenyum

"Aku juga membutuhkannya eomma, aku sangat membutuhkannya. Maafkan aku sangat egois eomma, maaf" ucap Sehun terisak karena merasa lega

"Tapi bagaimana jika dia tetap mau ikut pergi?" Tanya Sehun

"Dia tidak akan pergi darimu lagi, eomma janji"

"Kau juga harus berjanji pada eomma untuk menjaga Luhan hmm" tanya Heechul

"Aku akan eomma. Aku akan menjaganya dengan hidupku" kata Sehun tersenyum

End of flashback

"Jadi apa kau mau meninggalkan Sehun lagi?" Tanya Heechul

"Se-sehunnie" teriak Luhan berlari keluar dan langsung memeluk Sehun yang sedang gusar menunggu

"Eh? Apa ini?" Tanya Sehun kaget

"Aku tidak mau pergi darimu lagi. Aku mau bersamamu" isak Luhan

Sehun tersenyum mendengarnya dia sangat lega karena Luhan tidak akan pergi lagi, dia menatap Heechul yang berdiri didepan pintu kamar Luhan memandanginya dan Luhan

"Gomawo eomma" kata Sehun pelan

Heechul tersenyum mengangguk dan memutuskan untuk kembali menyiapkan barangnya, memberi kesempatan Sehun dan Luhan berdua.

"Kau memang tidak boleh pergi. Tidak lagi" lirih Sehun memeluk Luhan erat.

..

..

..

Keesokan paginya, mereka mengantar Heechul ke bandara, Luhan sudah menekuk wajahnya dari ia bangun sampai Sehun menjemput mereka dan ketika Heechul sudah akan check in ke dalam.

"Luhannie kenapa sudah sangat besar?" tanya Kangin yang kaget melihat Luhan

"Tapi manja" kekeh Heechul

Luhan tidak mempedulikan semua orang yang menggodanya, ia terus menyembunyikan wajahnya di pelukan Sehun

"Sayang, eomma sudah harus pergi. Kau tidak mau memeluk eomma?" tanya Heechul pura-pura sedih

Luhan melihat waja eommanya dan tak lama menangis keras

"eomma. Apa eomma akan baik-baik saja?" katanya berlari memeluk Heechul

"eomma akan baik-baik saja sayang. Kau juga jaga diri disini, jangan menyusahkan Sehun hmm" goda Heechul

"Jangan menangis" Heechul menghapus airmata putranya

"Kau tidak apa-apa kan eomma tinggal?" tanya Heechul

Luhan hanya diam tidak menjawab

"Luhannie.. jawab eomma nak" panggil Heechul

"Hmm.. tidak apa eomma" isak Luhan

"Eomma pergi ya nak" pamit Heechul mencium kening Luhan

Sehun juga menghampiri Heechul dan memeluk Heechul berpamitan

"Titip anak manja ini ya nak" pesannya pada Sehun

"Pasti eomma" jawab Sehun yang kembali membawa Luhan ke pelukannya

"Luhannie, ahjussi pamit eoh" kata Kangin dan Leetuk bergantian mengusak rambut Luhan

"Paman, kabari aku" pinta Sehun

"Pasti Sehunna" jawab Leetuk tersenyum

"Ahjussi" teriak Luhan saat mereka semua berjalan menjauh

"Apa Luhannie" balas Kangin

"Jaga eommaku. Aku mohon" pinta Luhan

"Pasti Lu" jawab Leetuk mantap

"Eomma hati-hati" kata Luhan melambai pada eommanya

"Eomma akan hati-hati nak" balas Heechul menghapus air matanya, mau bagaimanapun ini pertama kali dalam hidupnya berada jauh dengan putra tunggalnya

Luhan terus melambai ke arah mereka sampai sosok eomma nya tidak terlihat lagi, sementara Sehun terus memeluknya, menenangkan rusa nakalnya.

"Kau sudah merasa lebih baik?" tanya Sehun setelah beberapa menit memeluk Luhan

"Hmm sudah" jawab Luhan mengeratkan pelukannya pada Sehun

"Kalau begitu kau bisa jalan sendiri" kata Sehun melepas pelukan Luhan

"Aku masih tidak bicara denganmu" katanya meninggalkan Luhan yang nampak syok

"YAK! OH SEHUN" teriak Luhan tidak habis pikir

..

..

..

Luhan sudah berada di kantornya lagi, Sehun benar-benar meninggalkannya di bandara sendirian, membuat dia harus mengeluarkan uang untuk ongkos taksi

"Dasar manusia es, dia bersikap baik didepan eomma, setelah itu membuangku" gerutu Luhan yang sedang mengelap kaca, saat sedang mengelap kaca Luhan melihat Sunhyee dan berlari mengahmpirinya

"Sunhyee kau membeli apa?" tanya Luhan

"Ah Luhan-ssi" kata Sunhyee membungkukan badan

"Aku hanya membeli kopi apa anda mau?" tanya Sunhyee sopan

"A-aniya." Kata Luhan yang menjadi gugup karena sikap semua karyawan masih sama seperti kemarin

"Kalau begitu saya permisi" kata Sunhyee kelewat formal meninggalkan Luhan

"Ada yang tidak beres" kesal Luhan membuang lapnya dan segera ke ruangan Sehun

Tok! Tok!

"Masuk" kata Sehun dan melihat Luhan yang datang

"Kenapa? Aku pikir kau tersesat" kata Sehun dengan nada meledek

"KAU!" tunjuk Luhan pada Sehun

"Ada apa?" tanya Sehun

"Apa yang kau katakan pada mereka? Kenapa semua pegawai membungkukan badannya saat melihatku?" kesal Luhan

"Oh itu. Aku hanya memberitahu mereka untuk menghormatimu seperti mereka menghormatiku. Kenapa? Kau senang?" tanya Sehun santai

"Cukup! Terserah kau mau melakukan apa, tapi jangan seperti ini, aku kehilangan teman-temanku. Mereka terlalu formal padaku" kesal Luhan pada Sehun

"Aku tidak suka kau berteman dengan mereka, tidak ada yang baik disini" ucap Sehun menatap Luhan

"Tidak semuanya Sehunna" balas Luhan kesal

"Jaga bicaramu" ucap Sehun mengoreksi

"Oh baiklah direktur, aku ingin memberitahumu, kontrak ku disini hanya 3 bulan, dan aku hanya perlu menyelesaikan sebulan lagi tapi kau menghancurkannya. Terimakasih" kesal Luhan meninggalkan ruangan Sehun

"Luhannie, kenapa kau begitu sulit" gumam Sehun saat Luhan tampak begitu kesal

"Ketua" panggil Luhan saat melihat ketua Lee

"Ah. Luhan ada apa?" tanya ketua Lee yang sedikit membungkuk

"hah.. tidak jadi ketua" katanya frustasi dan meninggalkan Ketua Lee

"Bahkan ketua Lee juga" geram Luhan dan memutuskan untuk membolos kerja karena tidak tahan.

..

..

..

Luhan memutuskan untuk pergi ke mana saja asal tidak berada dekat Sehun sekarang. Dirinya sedang kesal luar biasa pada Sehun, selain karena Sehun masih marah soal kang yang menelpon dirinya. Sehun ternyata juga mengultimatum seluruh pegawai dikantornya untuk bersikap hormat padanya.

"Ya Tuhan, aku mencintai seorang penjajah ternyata" kekeh Luhan yang kini berada di kafe eskrim favoritnya

Luhan sedang menikmati hari membolosnya mengabaikan pesan dan telpon Sehun yang terus menanyakan keberadaan dirinya

"Sehunnie, balas dendam itu menyenangkan" kekeh Luhan membayangkan wajah Sehun yang pasti sedang seperti kebakaran jenggot

"Ah… tempat ini masih sama dan menjadi favoritku" gumam Luhan bahagia menghabiskan es krim nya dua cup penuh

Saat Luhan sedang memakan es krim nya ada seseorang yang menepuk bahunya

"Luhannie?" tanya orang tersebut

Luhan menoleh terkejut mendapati orang yang menepuk bahunya, tak lama ia tersedak eskrimnya sendiri kemudian orang itu bergumam riang

"ini benar-benar Luhannie? Luhannie eomma?" tanya orang tersebut yang ternyata Jaejoong, ibu Sehun

"eomma" pekik Luhan menetralkan batuknya karena tersedak

"Ini eomma nak" kata Jaejoong memeluk Luhan erat membuat Luhan agak kesulitan bernafas

"Syukurlah kau baik-baik saja. Apa Sehun tahu kau sudah kembali?" tanya Jaejoong

"Eomma" panggil Luhan

"Iya nak, eomma disini" jawab Jaejoong

"Aku kehabisan nafas" kekeh Luhan

"Oh maafkan eomma nak" kata Jaejoong melepaskan pelukannya pada Luhan

..

..

..

Luhan dan Jaejoong mengobrol sampai malam hari. Keduanya sama-sama tidak sadar waktu dan berapa banyak panggilan dan pesan yang masuk dari Sehun maupun Yunho. Mereka terlalu larut dalam cerita yang begitu mengejutkan mereka

Jaejoong tidak tahu bahwa Luhan mengalami tahun-tahun yang buruk dalam hidupnya

Luhan juga tidak menyangka bahwa Sehun sudah tidak pulang selama dua tahun kerumah

Luhan sedang dalam perjalanan pulang sekarang, menunggu di halte bis menolak Jaejoong antar karena tidak mau membuat Jaejoong lebih syok lagi melihat dimana ia tinggal.

Banyak hal yang Luhan tidak ketahui tentang Sehun selama ini

Sehun marah pada eomma dan appa karena masalah keluargamu, dia berfikir kami tidak mau membantu kalian. Padahal bukan seperti itu, perusahaan Yunho appa juga mengalami kesulitan saat itu nak, percayalah. Begitu sulit melihat Sehun yang menatap benci kepada kami. Dia sangat kehilanganmu saat itu.

"Sehunnie, kau ini bodoh atau apa? Kenapa menyalahkan eomma dan appa?" kesal Luhan dan menaiki bis nya yang sudah tiba

Luhan duduk dan kembali mengingat kata Jaejoong lagi

Dan kesalahan paling fatal kami adalah berusaha menjodohkannya dengan seorang gadis. Gadis tersebut merupakan putri dari teman dekat appa. Saat itu ulang tahunnya tapi kami menghancurkannya dan membuatnya tidak pulang kerumah lagi sampai sekarang

"Sehunnie mau dijodohkan?" lirih Luhan menyenderkan kepalanya di jendela bis

Syukurlah kalau kau sudah bersama Sehun sekarang, pasti dia sangat bahagia

"Aku yang bahagia" gumam Luhan

Luhannie apa boleh eomma minta tolong?

Luhan tersenyum mengingatnya

Eomma minta tolong padamu untuk membawa Sehun pulang. Pulang kerumah walaupun hanya sekali. Eomma mohon

"Aku akan membawanya pulang eomma, eomma jangan khawatir. Aku janji" gumam Luhan tersenyum

Luhan sampai di halte tujuannya, kemudian berjalan menyusuri jalanan gelap menuju flatnya. Tak lama ia masuk kedalam flatnya dan mengernyit bingung karena bukan kunci yang ia temukan melainkan secari kertas, Luhan membukanya dan membacanya.

Rusa kecil, kau membuat kesabaranku habis. Cepat ke apartemenku, kau tidak tinggal di flat ini lagi.

Sehunnie

"Ini apa?" kesal Luhan

"oh sepertinya aku benar-benar mencintai seorang penjajah" kesal Luhan yang mencoba menghubungi balik Sehun namun tidak diangkat

"Apa dia sedang balas dendam" gumam Luhan karena Sehun tidak menjawab telponnya

Luhan berjalan keluar dan menghentikan langkahnya saat orang yang sedang ia telpon berdiri menyender di mobilnya sambil menatapnya tajam.

Luhan menemukan Sehun yang berkali-kali terlihat sangat tampan dengan pakaian berantakannya. Dasi nya ia lepas, dengan kancing kerah yang dibuka menunjukkan singlet putihnya, dan jangan lupakann lengan kemejanya yang ditekuk memperlihatkan urat otot lengannya yang putih.

Kentara sekali terlihat kalau Sehun mencarinya seharian ini

"Well, aku benar-benar mencintai penjajahku" kekeh Luhan berjalan mendekati Sehun dan langsung memeluknya tidak mempedulikan tatapan tajamnya

"Darimana saja kau? Aku hampir gila mencarimu" desis Sehun

"Aku tahu" jawab Luhan menyesap aroma Sehun

"Kau tahu kan kau dalam masalah" tanya Sehun masih dengan suara dinginnya

"Aku tahu" kata Luhan mencari posisi nyaman pada pelukan Sehun

"Aku merindukanmu" manja Luhan mengeratkan pelukannya pada Sehun

Membuat Sehun mau tak mau tersenyum dan memeluk Luhan erat, mengecupi pucuk kepala Luhan yang seharian ini tidak berada di sekitarnya.


tobecontinueee...


tinggal bareng deh mereka mueheheheeh #evilbgtguee

HUNHAN, KAISOO, CHANBAEK nongol kannn?

tapi maaf ya part Chanbaek sama Kaisoo selanjutnya paling cuma sekedarnya aja, khusus cerita ini emg niat fokus HUNHAN :""

lagian author kurang dapet feelnya kalo bukan si rusa ama si cadel hhuu maapin yaaa

next chap mudah-mudahan itu para bandit bisa di eliminasi.. Lee Hwan sama Kang dulu , Taewoon belum nongol ternyata, belum tepat dimunculin kalo sekarang wkwkwk

terakhir...

selamat membaca dan revieww

makasih buat seluruh support ff nya triplet

makasih banyak kesayangan :*