Chapter 11
Disclamer:
Naruto [Masashi Kishimoto]
Highschool DxD [Ichie Ishibumi]
Tokyo Ghoul [Sui Ishida]
Rate: M
Pair:Naruto x ,,,,,
-Ghoul Investigator-
Balasan Review:
firdaus minato : Terimakasih gan, disini Naruto memang manusia setengah Ghoul dan untuk pertanyaan yang satunya terjawab disini.
Guest: kita lihat nanti gimana endingnya.
Newotouto: terimakasih koreksinya gan, untuk typo ebenarnya tidak disengaja, memang chapter awal saya nulis pake keyboard yang agak error jadi tulisannya tidak rapi, tapi saat ini saya pakai keyboard yang sehat sehingga typo tulisan bisa lebih rapi.
DandiDandi: makasih gan, maaf jika chapter ini tidak terlalu panjang.
.
….
.
.
.
.
Diruang OSIS
"Bagaimana Kaichou?" tanya pria berambut kuning pada Sona yang baru saja datang setelah membicarakan sesuaru diruang ORC.
"Rias hanya meminta agar kita tidak terlalu mencurigai Uzumaki Naruto" jawab Sona.
"Apa semuanya sudah berkumpul, aku ingin membicarakan sesuatu" kata Sona pada para peeragenya.
"Hanya Reya dan Momo yang tidak ada disini" kata Tsubaki.
"Kemana mereka berdua?"
"Aku tak tau Kaichou, karena mereka berdua tidak mengatakan mau pergi kemena" jawab Tsubaki.
"Sudah berapa lama mereka pergi?" tanya Sona.
"Sekitar satu jam yang lalu" jawab Tsubaki.
Setelah mendengar jawaban dari wakilnya itu Sona diam memikirkan sesuatu.
'Kemana meraka berdua, tiba-tiba saja perasaanku menjadi tidak enak' batin Sona.
"Saji bisakah kau mencari mereka berdua, tiba-tiba saja perasaanku menjadi tidak enak" kata Sona pada salah satu peeragenya yang bernama Saji.
"Baik Kaichou"
.
.
.
.
Dijalanan kota Kuoh yang sepi, terlihat Naruto yang berjalan sambil menunduk dengan tangan kanan yang memegangi perutnya.
"Makan, makan, makan, aku harus segera makan" kata Naruto terus berjalan sambil memegang perutnya yang kelaparan karena Naruto gagal memakan dua mangsanya tadi sebab sebelum ia memakannya kedua mangsangya tadi sudah berubah menjadi partikel cahaya dan menghilang.
"Makan, makan, makan,,,,,," Naruto terus mengatakan itu sambil terus berjalan tanpa memperhatikan arah sampai ia tak sengaja menabrak sekumpulan orang berbadan besar.
BRUK!
"Oi apa maumu, kau mau cari mati ya" kata salah satu dari sekumpulan pria berbadan besar itu pada Naruto tapi Naruto hanya diam saja yang membuat pria tadi kesal.
"Jawab aku bangsat!" kata pria itu marah sambil mencengkram kerah baju Naruto, sementara Naruto hanya tertawa melihat apa yang dilakukan pria didepannya.
"Khu,,khu,,,khu,,khu,,,"
"Jawab! Jangan tertawa brengsek!" kata pria tadi yang terlihat semakin marah.
"Sebaiknya kita hajar saja dia" setelah itu sekumpulan pria itu membawa Naruto kedalam bangunan kosong berniat menghajar Naruto.
"Khu,,,, khu,, khu,,, khu,, khu,,, tak kusangka makananku akan datang dengan sendirinya" kata Naruto yang membuat sekumpulan pria itu kebingungan.
"Apa maksu-" ucapan pria tadi terhenti saat Naruto manatapnya tajam dengan sebelah mata merah menyala yang sontak membuat pria tadi melepaskan cengkramannya pada kerah baju Naruto.
"A-apa, makh-luk apa kau" kata pria tadi yang terlihat ketakutan.
"Hmmm,,, ada lima orang ternyata, lumayan juga" kata Naruto melihat lima orang yang ada didepannya.
Dengan perlahan satu ekor kagune dan setelah itu Naruto langsung menyabetkannya pada kelima orang yang ada didepannya.
SRASSSTTT!
SRASSSTTT!
SRASSSTTT!
SRASSSTTT!
SRASSSTTT!
.
.
.
.
.
.
.
"Dimana ya mereka berdua" kata Saji yang sedang mencari keberadaan Reya dan Momo.
Saat dalam perjalanan Saji melihat gadis kecil yang berjalan beberapa meter didepannya.
'Bukankah itu Koneko-chen' batin Saji.
"Koneko-chan" sapa Saji pada gadis kecil yang ada didepannya.
"Saji-senpai" kata Koneko saat melihat siapa yang memanggilnya.
"Mau kemana Koneko-chan?" tanya Saji pada gadis kecil bersurai putih itu.
"Aku mau pulang kerumah" jawab Koneko.
"Kalau Saji-senpai?" tanya Koneko.
"Aku disuruh Kaichou untuk mencari Reya-senpai dan Momo" jawab Saji.
"Memangnya mereka berdua kemana?"
"Aku juga tak tau, aku sudah mencoba kerumah mereka berdua tapi mereka tidak ada disana" jawab Saji.
"Bagaimana kalau kubantu mencari mereka" tawar Koneko.
"Tak perlu Koneko-chan" tolak Saji.
"Tak apa Saji-senpai"
"Baiklah kalau begitu"
Setelah itu Saji dan Koneko menelusuri jalanan kota Kuoh mencoba mencari keberadaan Reya dan Momo, perjalan mereka diselingi obrolan ringan yang dimana Saji lebih banyak bicara daripada Koneko.
"Apa ini" kata Koneko tiba-tiba saat ia merasakan sedang menginjak sesuatu cairan yang menggenang.
"Da-darah" kata Koneko terkejut saat ia ternyata menginjak darah yang menggenang dalam jumlah yang cukup banyak.
Sementara itu Saji tak kalah terkejut saat melihat hal itu.
"Kenapa bisa ada darah disini" kata Saji dengan wajah terkejut.
"Saji-senpai, sepertinya darah ini mengalir dari bangunan itu" kata Koneko sambil menunjuk bangunan kosong yang tak jauh dari mereka.
"Ya, kau benar Koneko-chan"
"Bagaimana kalau kita memeriksanya, mungkin disana ada iblis liar" kata Koneko yang dibalas anggukan oleh Saji.
Setelah itu Saji dan Koneko berjalan memasuki bangunan kosong tersebut.
"A-apa ini" kata Saji membulatkan matanya terkejut saat melihat tumpukan mayat dengan kondisi mengenaskan dan yang lebih mengejutkan diatas tumpukan mayat tersebut terdapat sesosok pria berambut kuning jabrik yang duduk ditumbukan mayat itu dengan kondisi pakaian yang dipenuhi darah dari mayat yang ada dibawahnya.
Sementara Koneko langsung jatuh terduduk saking terkejutnya melihat pemandangan yang ada didepannya.
"A-apa yang sudah terjadi di-sini" kata Koneko terbata saking terkejutnya melihat apa yang terjadi didepannya, meskipun ia cukup terbiasa melihat hal-hal seperti itu, tetap saja ia terkejut melihat tumpukan mayat itu apalagi pria berambut kuning itu terlihat habis menyantap tumpukan mayat yang ada dibawahnya.
"Ada tamu ternyata" kata pria berambut kuning itu sambil mendekati Saji dan Koneko.
"Uzumaki Naruto!" kata Saji dan Koneko bersamaan saat melihat wajah pria berambut kuning itu.
"Uzumaki Naruto! Jadi benar jika kau adalah seorang pembunuh" kata Saji sambil mengepalkan tangannya erat-erat.
"Aku akan membunuhmu Uzumaki Naruto" kata Saji sambil mengeluarkan Sacred Gearnya bersiap untuk menyerang Naruto.
"Tunggu Saji-senpai, kita tak akan bisa melawannya, lebih baik kita pergi dan memberitahu hal ini pada Buchou dan Kaichou" kata Koneko.
Setelah mendengar perkataan Koneko akhirnya Saji mengurungkan niatnya untuk menyerang Naruto.
"Kau benar Koneko-chan, ayo kita pergi" setelah itu Saji dan Koneko berlari meninggalkan gang, tapi sebelum itu,,
"Kalian pikir, kalian bisa pergi dengan selamat setelah mengganggu makan malamku" kata Naruto sambil menyabetkan salah satu Kagunenya.
JLEB!
Kagune Naruto dengan sukses menusuk perut Saji, dan Naruto langsung menarik kagunenya sehingga tubuh saji juga ikut tertarik, dan setelah itu Naruto langsung mencekik leher Saji.
"SAJI-SENPAI" teriak Koneko saat melihat Saji dalam cekikan Naruto.
"Lepaskan Saji-senpai" kata Koneko pada Naruto, tapi Naruto malah memperkuat cekikannya pada leher Saji.
'Siapa dia sebenarnya, dia seperti Kaneki-senpai' batin Koneko melihat enam kagune dan mata merah milik Naruto.
'Apa dia Ghoul sama seperti Kaneki-senpai, tapi kenapa hanya sebelah matanya saja yang bewarna merah dan juga aku harus segera menyelamatkan Saji-senpai' batin Koneko, setelah itu Koneko berlari kearah Naruto bersiap melakukan serangan, tapi Koneko harus mengurungkan niatnya saat Saji mencegahnya.
"Per-pergilah Koneko-chan, biarkan a-aku, se-segera pergi d-dan beritahu hal i-ini pada Kaichou" kata Saji terbata-bata karena cekikan Naruto semakin kuat.
"Tapi bagaimana dengan senpai"
"Su-sudahlah cepat pergi-arhhgghhh"
"Kau terlalu banyak bicara" kata Naruto sambil mencekik leher Saji sekuat-kuatnya hingga Saji sampai kesulitan mengambil napas bahkan nyaris tidak bisa, cekikan Naruto semakin lama semakin kuat hingga akhirnya terdengar suara tulang yang patah.
KRETEK!
Setelah terdengar bunyi itu tubuh Saji langsung lemas dan darah segear terus keluar dari mulutnya.
"Sudah mati ternyata" kata Naruto merasakan jika Saji sudah mati dan beberapa saat kemudian tubuh Saji berubah menjadi partikel cahaya dan menghilang.
"Oh,, aku lupa kalau kalian adalah makhluk yang berubah menjadi partikel cahaya saat mati" kata Naruto saat melihat Saji berubah menjadi partikel cahaya.
Sementara itu Koneko masih diam mematung melihat Saji yang dapat dikalahkan dengan mudah.
.
.
.
.
Sementara itu dirumah Naruto.
Akira yang baru saja datang dari Tokyo harus dibuat terkejut saat mendapati kondisi kamar Naruto yang berantakan tanpa ada penghuninya.
"Apa yang sudah terjadi disini" kata Akira saat melihat kondisi rumahnya.
"Dimana Nii-san, apa dia pergi keluar, bisa gawat kalau Nii-san lepas kendali dan mengamuk diluar" kata Akira dengan wajah penuh kekhawatiran.
"Aku harus segera mencarinya" kata Akira sambil mengambil Quinquenya dan pergi mencari Naruto dengan tergesa-gesa.
.
.
.
.
.
"Sepertinya aku harus lebih berhati-hati agar tidak langsung membunuhmu gadis kecil" kata Naruto dengan seringaiannya sambil memandang tajam Koneko.
Koneko yang melihat itu entah kenapa rasa takut mulai menjalar, sebenarnya ia ingin lari tapi sepertinya itu tidak mungkin, pilihan yang tersinya hanya melawan Naruto meskipun ia tak yakin akan menang.
'Aku tak punya pilihan lain selain melawannya' batin Koneko bersiap dengan kuda-kuda bertarungnya.
WHUUSS!
Koneko langsung melesat kearah Naruto dan melancarkan beberapa pukulan, tapi sayangnya Naruto dapat menghindari serangan Koneko dengan mudah, malahan Koneko harus menerima banyak luka sayatan akibat serangan dari kagune Naruto.
BUAGH!
BRAAK!
Saat Koneko lengah Naruto dengan cepat menendang perut Koneko hingga Koneko terlempar cukup jauh dan menabrak dinding.
"ARGGHH!"
Koneko menggerang kesakitan saat merasakan rasa akit diperutnya akibat tendangan Naruto yang bisa dibilang sangat keras.
'Arghh!,,, dia kuat sekali, apa yang harus kulakukan' batin Koneko sambil memegangi perutnya yang masih sakit, dilihat dari keadaanya kondisi Koneko tidak bisa dibilang baik, banyak luka sayatan ditubuhnya dan seragam sekolahnya yang sudah compang-camping ditambah dengan lengan kanannya yang sempat tertusuk kagune Naruto yang membuat luka yang sangat parah sehingga terus mengeluarkan banyak darah.
'Aku tak boleh menyerah, aku harus mengalahkannya apapun yang terjadi' batin Koneko sambil mencoba berdiri.
SREEEKKK!
Koneko menyobek bagian bawah rok nya dan mengikatkannya pada lengan kanannya yang terluka agar darah tidak terus keluar.
Koneko berkonsentrasi dan dengan perlahan Koneko memusatkan semua energinya pada tangan kanannya.
'Apapun yang terjadi serangan ini harus berhasil, karena jika gagal aku sudah tidak bisa melakukan serangan lagi' batin Koneko setelah dirasa semua energy terpusat ditangan kanannya.
Sementara itu Naruto hanya diam melihat apa yang akan dilakukan Koneko selanjutnnya.
"Hyahhh" Koneko berlari kearah Naruto dan langsung melakukan beberapa tendangan meski Naruto dapat menangkisnya, Koneko terus melancarkan tendangannya tanpa henti dan smakin cepat hingga Koneko menemukan celah dari pertahanan Naruto karena Naruto sibuk menangkis tendangan Koneko.
'Itu dia!, ini kesempatanku' batin Koneko sambil menyiapkan pukulan dengan kekuatan penuhnya.
Koneko langsung mengarahkan pukulannya kedada Naruto, dan Naruto yang menyadari hal itu sontak langsung menyilangkan tangan didepan dada, tapi meski begitu Naruto harus terlempar jauh akibat menerima pukulan telak dari iblis yang mengkonsumsi bidak benteng itu.
BUAGGHHH!
WHUUUSSS!
BLAAARRR!
Tubuh Naruto langsung terlempar jauh dan menabrak dinding yang membuat dinding itu hancur dan menimpa tubuhnya.
"Apakah hosh! Berhasil hosh! hosh!" kata Koneko yang terlihat sangat kelelahan setelah melakukan serangan tadi.
"Sepertinya berhasil" kata Koneko saat melihat Naruto yang masih tertimpa puing-puing bangunan.
BRUK!
Tubuh Koneko langsung ambruk, ia merasakan saat ini tenaganya sudah terkuras habis akibat melakukan serangan tadi.
"Akhirirnya selesai juga" kata Koneko yang saat ini bisa bernapas lega, tapi hal itu tak berlangsung lama saat tiba-tiba terjadi sebuah ledakan.
BLAAARRR!
Puing-puing yang menimpa tubuh Naruto tadi langsung berternbangan akibat ledakan tadi yang berasal dari Naruto.
"Aku sempat lengah tadi, tadi seranganmu meyakitkan juga" kata Naruto sambil berjalan mendekati Koneko, meski Naruto terlihat baik-baik saja tapi tidak dengan kedua lengan Naruto, kedua lengan Naruto sudah hancur akibat menahan serangan telak dari Koneko tadi.
"A-apa kenapa ia masih hidup" kata Koneko yang kedua bola matanya sudah membulat karena terkejut meski pukulan dengan kekuatan penuhnya tadi sudah berhasil menghancurkan kedua lengan Naruto, tapi Koneko tak percaya jika Naruto masih bertahan setelah menerima serangan telaknya tadi, ia sekarang bingung harus melakukan apa ia sudah tidak kuat lagi bertarung karena tenaganya sudah terkuras habis.
Koneko semakin dibuat terkejut saat kedua lengan Naruto yang hancur kembali beregenerasi.
"Sekarang giliranku" kata Naruto sambil mencekik leher Koneko dan mengangkatnya.
JLEB!
KHOUGH!
Naruto menusuk perut Koneko dengan tangan kirinya yang membuat Koneko memuntahkan darah yang sangat banyak.
"Hmmm,,, darahmu manis sekali" kata Naruto sambil menjilati tangan kirinya yang terlumurui darah Koneko.
Terlihat tubuh Koneko yang sudah lemas dan kulitnya yang sudah menjadi pucat karena kehabisan darah dan dengan perlahan mata Koneko mulai menutup.
'Selamat tinggal semua' batin Koneko sebelum akhirnya ia menutup mata untuk selamanya.
Beberapa saat kemudian tubuh Koneko mulai berubah menjadi partikel cahaya, dan Naruto yang sudah tau jika Koneko sudah mati langsung melepas cekikannya dan membiarkan tubuh Koneko tergeletak ditanah.
Melihat Koneko yang sudah benar-benar menghilang Naruto langsung berjalan berniat untuk pergi, tapi langkah Naruto harus terhenti saat melihat ada seseorang yang menghadangnya.
"Akhirnya aku menemukanmu Nii-san" kata orang yang menghadang Naruto yang ternyata adalah Akira.
Sementarai tu Naruto hanya memandang Akira dengan tatapan tajam, seperti bersiap-siap untuk melakukan serangan.
WHUSSSHH!
Tanpa diduga Naruto langsung melesat kearah Akira dan melakukan serangan, tapi untungnya Akira masih sigap dengan menangkis serangan dari kagune Naruto dengan menggunakan quinquenya yang berbentuk seperti cambuk.
TRANK!
TRANK!
TRANK!
TRANK!
Bunyi benturan antara kagune Naruto dan quinque Akira menggema didalam bangunan kosong, Naruto dan Akira saling menyerang meski terlihat Naruto yang mendominasi.
"Nii-san sadarlah" kata Akira tapi sepertinya Naruto tak mendengarkan perkataan Akira malahan Naruto semakin memperbanyak serangannya.
SRAASSTT!
Satu serangan Naruto akhirnya berhasil mengenai bahu Akira yang membuat darah keluar deras dari luka yang Akira dapat.
Akira yang menerima serangan itu langsung melompat mundur untuk menjaga jarak.
"Argghhh!" erang Akira sambil memegangu bahunya yang terluka cukup parah.
"Aku harus cepat sebelum Nii-san benar-benar lepas kendali" kata Akira saat melihat tatapan mata Naruto yang menjadi buas.
"Aku harus segera menghentikannya" kata Akira sambil menggenggam erat quinquenya.
Tapi Akira harus dibuat terkejut saat tiba-tiba Naruto sudah berada didepannya dan memukul kepalanya alhasil Akira harus terlempar beberapa meter dan jatuh terlentang akibat pukulan Naruto.
Tanpa diduga Naruto langsung menindih tubuh Akira yang masih jatuh terlentang, kedua tangan Naruto menggenggam erat bahu Akira.
Dalam posisi itu Akira dapat melihat wajah Naruto yang berbeda dari yang biasa ia lihat, kalau biasanya ia melihat wajah Naruto yang selalu tersenyum ramah, tapi kali ini ia hanya melihat wajah dengan tatapan buas dan seringai yang menakutkan.
HAP!
"ARGGHH!"
Akira berteriak kesakitan saat Naruto menggigit bahunya, tapi tiba-tiba ia mendapat kesempatan untuk menghentikan Naruto.
Tangan kanan Akira yang terbebas mengambil dari sakunya sebuah suntik yang berisi obat yang baru saja ia ambil dari Tokyo yaitu obat yang digunakan untuk menghlangkan sel RC pada Ghoul.
JLEB!
Akira langsung menyuntikan suntik itu pada bahu Naruto, beberapa saat kemudian obat itu terlihat mulai bereaksi terbukti dengan tubuh Naruto yang mulai menegang.
"ARRRRGGGHHHRRRR!"
Naruto berteriak dengan keras sambil memegangi kepalanya, Naruto merasakan sakit yang luar biasa diseluruh tubuhnya terutama dikepala, enam kagune Naruto bergerak dengan liar namun dengan perlahan keenam kagune Naruto mulai menghilang dan sebelah mata Naruto yang berwarna merah perlahan mulai menjadi normal.
BRUK!
Setelah itu tubuh Naruto langsung ambruk disamping Akira.
Akira yang melihat hal itu bisa bernapas lega karena obat itu sepertinya berhasil, setelah itu Akira langsung memeriksa tubuh Naruto yang ternyata hanya pingsan karena efek obat yang diberikan.
"Sebaiknya aku segera membawa Nii-san kerumah" kata Akira sambil memopong tubuh Naruto yang tak sadarkan diri untuk kembali kerumah, tapi tanpa mereka sadari terlihat seseorang dengan topeng labu yang sedang menyaksikan apa yang baru saja terjadi.
.
.
.
.
.
SKIPE TIME
.
.
.
.
Keesokan Harinya.
Diruang ORC terlihat para anggota ORC dan anggota OSIS yang berada disana, suasana disana sangat sepi tak ada seorangpun yang mengeluarkan suara semuanya kalut dalam pikiran mereka masing-masing.
SREK!
Semua pasang mata langsung tertuju pada Sona yang beranjak dari duduknya.
"Rias, aku akan melaporkan semua kejadian ini pada para Maou" kata Sona sambil beranjak pergi.
"Tapi Sona" kata Rias.
"Tak ada tapi-tapian Rias, ini sudah keterlaluan, tiga peerageku sudah terbunuh dalam satu waktu, bisa saja hari ini atau besok kita yang akan menjadi korban selanjutnya" kata Sona yang terlihat jelas sekali raut kesedihan diwajahnya karena ia baru saja kehilangan tiga peeragenya sekaligus.
"Aku tak ingin kehilangan keluargaku lagi hiks! Hiks!" kata Sona dengan air mata yang tiba-tiba mengalir dari kedua matanya, tak hanya Sona semua yang ada dalam ruangan tersebut sudah tak kuat lagi membentung airmata.
"Aku mengerti Sona hiks! hiks" kata Rias dengan berlinang air mata, ia sangat mengerti kesedihan yang dirasakan sahabatnya itu karena ia juga baru saja kehilangan salah satu peeragenya.
'Sial! Apa yang harus kulakukan' batin Kaneki sambil mengepalkan tangannya erat-erat.
"Kalian semua sebaiknya segera kembali kekelas karena peajaran sebentar lagi akan dimulai, aku akan menuju Underworld untuk melaporkan kejadian ini pada para Maou" kata Sona sambil menghapus air matanya.
"Baiklah Kaichou" kata semua peerage Sona dan Peerage Rias.
"Kalian kembali kekelas dulu aku akan disini sebentar" kata Rias, setelah itu semua yang ada disana keuar menuju kekelas masing-masing dan meninggalkan Rias dan Keneki yang masih diam disana.
"Ada apa Kaneki-kun, apa kau tidak kembali kekelas" kata Rias melihat Kaneki yang masih diam..
"Buchou aku ingin mengatakan sesuatu padamu" kata Kaneki dengan wajah serius.
"Ada apa Kaneki-kun?" tanya Rias.
"Uzumaki Naruto yang melakukan semua ini" kata Kaneki yang membuat Rias agak bingung dengan apa yang Kenki katakan.
"Apa maksudmu Kaneki-kun?"
"Pelaku dibalik semua pembunuhan ini adalah Uzumaki Naruto"
TBC
Yo! Saya kembali lagi, saya minta saran dan pendapat dari reader, atau mungkin jika ada punya ide untuk kedepannya bisa disampaikan, maaf jika chapter ini tidak terlalu panjang mungkin kedepannya akan saya tambah lagi word nya.
Sampai jumpa dichapter berikutnya,,,,,
