Author : "Wuih keadaan makin memanas, kaya Indonesia- Malaysia aja."
Bel : "Shishishi, tentu saja. Pujaan hati Bos direbut orang."
Author : "Weleh, Xanxus kelamaan ngelamar Squalo, sih! Yosh! Lessen sie, bitte!"
KATEKYO HITMAN REBORN!
Akira Amano
Varia HQ Musical
Story by Reni-is-Ishida
Pair : XS include DS and D18
Warning : AU, OOC, shonen-ai, dan ke-geje-an lainnya..
Theme song : Yovie & the Nuno – Dia milikku *wuih… Xanxus banget itu*
He's mine, not yours
-Flashback-
Dino mengajak Squalo jalan- jalan ke pasar malam. Ketika di tengah 'kencan' mereka berdua, Dino membuat Squalo kaget. Dino melamarnya. Sebelum Squalo membuka mulutnya untuk memberi jawaban pada Dino, seseorang datang menginterupsi jawaban Squalo. Orang itu adalah Xanxus. Tak disangka Xanxus menantang duel Dino (untuk memperebutkan Squalo tentunya,,XD).
-End of Flashback-
Kerumunan orang yang mengelilingi Dino, Squalo dan Xanxus terdiam. Entah karena takut atau kaget, sepersekian detik lamanya hening. Dino dan Xanxus saling menatap. Xanxus menyeringai dan Dino membalasnya dengan senyuman (yakin membuat Hibari akhirnya meleleh.. *di deathglare Hibari*).
"V-vooii! A-apa yang kalian bicarakan? Dino, apa maksud perkataanmu tadi? Xanxus, sedang apa kau disini? Dan kenapa kalian berduel? (tentu saja untuk merebutkanmu, Squally)" kata Squalo mulai mencairkan suasana.
"Diam, kau! Sampah!" Xanxus merespon singkat Squalo.
Squalo melotot, "Hei, aku bertanya baik- baik padamu!"
"Sudahlah, Squalo! Nanti kau cepat keriput," kata Dino sambil menepuk bahu Squalo dan tersenyum.
"Che! Lepaskan tanganmu dari bahuku! Aku tidak akan ikut campur masalah kalian," geram Squalo sambil membalikkan badannya meninggalkan Xanxus dan Dino.
"Tentu saja kau ikut campur dalam masalah kami, sampah!"
Squalo menghentikan langkahnya sesaat, menoleh ke arah sumber suara itu berasal, Xanxus.
Xanxus menyeringai dengan seringai aku-pasti-tidak-akan-kalah.
Squalo yang sebal melihat keduanya dan tidak kemengertian masalah mereka mendengus pelan, dan melanjutkan melangkahkan kakinya meninggalkan Dino dan Xanxus yang masih berduel senyum Pepsodent vs seringai Pembunuh.
==== nnnn ====
Markas Vongola pagi harinya setelah kejadian semalam.
"Kenapa sepi sekali disini? Kemana semua orang?" ujar Squalo yang baru bangun tidur.
"Squalo-san, anda sudah bangun?" sapa Giannini mengagetkan Squalo.
"Yang kau lihat sekarang bagaimana, hah? Apa aku seperti orang nglindur?" bentak Squalo seperti majikan membentak pembantunya di sinetron- sinetron.
"Er, gomenasai! Sarapan Anda susah di atas meja di ruang makan. Selamat menikmati," kata Giannini masih ngeri dengan amukan Hi- maksudnya Squalo tadi.
"Che! Kemana semua orang? Kenapa sepi sekali?" Tanya Squalo penasaran.
"I-itu, tadi Bos bilang akan melihat duel antara Dino-san dan Xanxus-san," jawab Giannini ragu- ragu.
"Duel? Cih! Ternyata dua orang bodoh itu masih saja seperti anak kecil. Untuk apa menyeleseikan masalah dengan duel. Apa mereka tidak sadar blablabal," Squalo mulai menggerutu panjang lebar.
Giannini yang sudah tahu kenapa dua orang yang dimaksud Squalo berduel itupun berusaha mngehentikan gerutuan Squalo. "Er, Squalo-san.." panggil Giannini sambil memandang takut- takut kea rah Squalo.
"Apa?" bentak Squalo lengkap dengan kedua tangannya yang digantungkan di pinggangnya.
"Se- sebenarnya duel itu …"
Sayup- sayup terdengar suara radio dari ruang makan.
Semula ku tak tahu
Engkau juga kan ingin memilikinya
Bukankah ku lebih dulu
Bila engkau temanku
Sebaiknya tak mengganggu
Dia untukku, bukan untukmu
Dia milikku, bukan milikmu
Pergilah kamu, jangan kau ganggu
Biarkan aku mendekatinya
=== nnnn ===
Setelah mendengarkan ucapan panjang lebar Giannini, Squalo meninggalkan sarapannya dan masih dengan piyamanya berlari menuju tempat duel Dino dan Xanxus, di bukit dekat kuil Namimori.
"Che! Dasar bodoh!" umpat Squalo sambil berlari secepat kilat.
=== nnnn ===
"Hei, stronzo! Apa kau sudah siap menerima tantanganku?" kata Xanxus sambil menyeringai.
"Oi, Xanxus! Aku sudah siap, ayo kita mulai duel ini! Tsuna dan yang lain akan menjadi saksi dan juri duel kita," ucap Dino sambil mengerling ke arah Tsuna dan kawan- kawan tapi dia sedikit kecewa.
Duel pun dimulai, Xanxus mengeluarkan Flame of Wrath-nya. Sedangkan, Dino mengeluarkan cambuk andalannya.
Xanxus menyerang Dino terlebih dahulu, namun Dino dapat menghindari serangannya. Tak mau kalah, Dinopun balik menyerang Xanxus. Namanya juga Xanxus, diapun bisa menghindar dari serangan Dino dan cambuknya.
Pertempuran pun semakin lama semakin seru. Tiba- tiba, seseorang memakai piyama biru muda dengan stripes vertikal dan berambut putih panjang masuk ke dalam arena duel. Pemuda itupun menghentikan duel antara Dino dan Xanxus.
"S-squalo?" kata Xanxus dan Dino berbarengan.
Vongola dan Varia yang sedang menonton di pinggir arena hanya melongo.
"Apa yang kalian lakuk-" kata- kata Squalo terpotong karena ada tonfa melayang ke arah kepala Dino.
Baik Dino, Squalo dan Xanxus yang berdekatan refleks menghindari tonfa yang melayang itu.
"VVOOII! SIAPA YANG BERANI- BERANINYA MELEMPAR TONFA INI?"
Lalu, muncullah sesosok pemuda berambut hitam pendek dan memiliki aura suram di sekitarnya.
"Haneuma! Kamikorosu!" hanya itu yang terucap dari bibir pemuda itu.
"Kyoya, akhirnya kau datang juga!" sapa Dino riang.
Squalo dan Xanxus melirik Dino dan pemuda yang bernama Kyoya itu.
"Aku datang untuk membunuhmu," kata Hibari yang mulai memasang pose siap berperang dengan tonfanya.
"Sudahlah, Kyoya! Kau penasaran, kan?" goda Dino.
Dan tiba- tiba pipi Hibari memerah, dan tak berkata apa- apa. Malu. Akhirnya dia membalikkan badannya untuk menyembunyikan rona di pipinya. Melirik Dino sebentar, lalu kembali menghilang di antara semak- semak.
"Kyoya, tunggu aku! Ah, dia pemalu sekali! Maaf, Xanxus aku tidak bermaksud untuk melamar Squalo. Aku hanya ingin menggoda Kyoya. Maafkan aku! Squalo, terima kasih telah membantuku," kata Dino cepat- cepat langsung berlari meninggalkan arena mengejar Hibari.
Hening.
Wussss… suara angin terdengar. Di iringi dengan wajah Xanxus yang serasa semakin lama semakin mirip dengan tomat merah.
"Kau dengar? Kau kekanak-kanakkan sekali," Squalo mengejek Xanxus.
Xanxus yang sudah merasa tidak berkutik terpaksa menarik tubuh Squalo yang berpiyama itu ke pelukannya.
"Setidaknya aku lega, kau tidak diambil olehnya. You're mine," bisik Xanxus pelan ke telinga Squalo.
Para penonton yang melihat adegan itu, sontak bersorak "So sweet..!" sambil menepukkan tangannya.
===== TBC =====
Author : "Wuah… *sroot* so sweet banget! *sroot* fotoin donk, Bel!"
Bel : "Shishishi, memangnya kau mau bayar berapa?"
Author : "Aku bayar pake Fran aja, deh!"
Author di deathglare sama Bel, alhasil Bel pun menerbangkan pisau- pisau bertuahnya kepada Author.
Author ; *sekarat*.
Fran : "Oi, Author! Bertahanlah."
Author : "A-aku a-kan b-bertahan… Review die Fanfiction, bitte!"
